- Advertisement -
Beranda blog Halaman 612

Jabarkan Sistem Perekonomian Adat Bali, Ny. Putri Koster Harapkan Peran Aktif Krama Bali

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sistem Perekonomian Adat Bali (SPAB) merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat Desa Adat dari aspek perekonomian, sehingga memungkinankan penguatan Desa Adat pada aspek-aspek lainnya dapat dilaksanakan secara optimal, sehingga sistem perekonomian adat Bali sebagai bagian dari sistem (tata) Pemerintahan Adat Bali diharapkan mampu menjadi sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis komunitas adat Bali (Collective Communal Economy) sebagai perwujudan nyata dari Tri Sakti Bung Karno di bidang ekonomi (berdaulat, mandiri dan berkepribadian). Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster dalam Dialog Interaktif dengan tema ‘44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru’ dengan sub tema ‘’Perekonomian Adat Bali” dalam acara “Perempuan Bali Bicara”, di Studio Bali TV, Selasa (27/6).

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster yang kental memperjuangkan kesejahteraan perekonomian keluarga menyampaikan bahwa Sistem Perekonomian Adat Bali juga merupakan bagian dari Ekonomi Kerthi Bali dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan krama Bali pada khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya. Sehingga keberhasilan Sistem Perekonomian Adat Bali dalam mewujudkan Visi dan Misinya membutuhkan dukungan yang sungguh-sungguh dari berbagai pihak terutama Prajuru Desa Adat, Krama Desa Adat secara keseluruhan dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali maupun Pemerintah Daeran Kabupaten/Kota di seluruh Bali, dimana Sistem Perekonomian Adat Bali
diharapkan mampu berkedudukan sebagai solusi yang terstruktur, sistematis dan komprehensif.

SPAB melalui misinya menciptakan manfaat kolektif untuk memenuhi kebutuhan lahir-bathin (sekala-niskala), individual dan kolektif, diharapkan mampu menjadi potensi dan peluang yang bagus melalui pengelolaan usaha secara kolektif atas potensi dan peluang ekonomi di desa adat (pancakreta dan panca yadnya).

Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pembangunan dapat berhasil dengan efektif apabila di satu pihak ada fasilitas, kemudahan-kemudahan dan sistem pelayanan yang disediakan pemerintah, dan di lain pihak ada partisipasi atau peranserta aktif seluruh masyarakat. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peranan yang besar dalam proses pembangunan, karena kondisi suatu keluarga dapat dijadikan sebagai tolok ukur terhadap kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Untuk dapat membina keluarga secara langsung dan menjangkau sasaran sebanyak mungkin, dibentuk Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang mekanisme gerakannya dikelola dan dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK di setiap jenjang. Gerakan PKK pada hakekatnya merupakan gerakan masyarakat yang tumbuh dari bawah, dengan prinsip kerja partisipatif. Melalui Gerakan PKK ini pula peranserta aktif segenap lapisan masyarakat dalam pembangunan ikut digalang dan ditingkatkan, sehingga diharapkan dapat lebih merata dan berkualitas dalam memikul beban dan tanggung jawab pembangunan, maupun dalam menikmati hasil pembangunan itu sendiri.

Ny. Putri Koster juga menegaskan agar masyarakat Bali turut aktif berperan serta dalam mengambil bagian untuk memanfaatkan peluang dan potensi yang sudah disiapkan, dimana aturan yang sudah dibuat oleh Gubernur Bali agar di mobil bagian juga.

Tidak lupa pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster juga meminta agar orang tua melakukan pengawasan terhadap putra putrinya, terutama mereka yang sedang memiliki anak di bawah umur 10 tahun, sebisa mungkin untuk tidak membiarkan anak anaknya aktif bermain gadget, terutama game yang disajikan secara online di dunia digital. Selain tidak baik untuk kesehatan mata, juga secara tidak langsung bisa membunuh sumberdaya manusianya, bukan hanya sebatas perekonomiannya. Marilah bijak dalam bermedia sosial.

Sistem Perekonomian Adat Bali merupakan solusi yang terstruktur, sistematis dan berkelanjutan atas masalah ketidak-adilan, ketimpangan, kemiskinan, pengangguran, dan marginalisasi yang terjadi di Bali.

Prof. I Made Damriyasa Koordinatoe Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali menjelaskan bahwa dengan visi melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru yang di capai melalui 44 Tonggak terdapat tiga aspek, yakni aspek manusia, aspek alam dan aspek budaya yang saling berintegrasi untuk kearifan lokal.

Perekonomian desa adat dalam mewujudkan perekonomian dapat dilakukan melalui dua konsep dan peta ekonomi Bali, yakni melalui sektor pertanian, industri, UMKM, kelautan dan perikanan, dan pariwisata.

Selain itu dapat juga dilakukan solusi level micro-governance → tatakelola entitas usaha di masing-masing desa adat (Desa Mawacara) – LPD di sektor Keuangan dan BUPDA di sektor riil.

Solusi level meso-governance → tatakelola industri – LPD Induk, Bali Distribution Center (BDC), Lembaga Penyangga Likuiditas Darurat (LPDP-LPD), Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS-LPD), Lembaga Penjaminan Pinjaman (LPP-LPD), BKS-LPD. Serta solusi level macro-governance → Tatakelola Sistem Perekonomian Adat Bali (SPAB) secara keseluruhan (Bali Mawacara) – Lembaga Otoritas Perekonomian Adat Bali (SAKA Bali).
“Membangun perekonomian adat Bali, “kita harus punya konsep yang orisinil di berbagai sektor”, tegasnya.

Sementara salah satu anggota Kelompok Ahli Pembanguan Provinsi Bali Bidang Perekonomian, Kerjasama dan Investasi, DR. I Gede Made Sadguna mengatakan bahwa Sistem Perekonomian Adat Bali merupakan solusi yang terstruktur, sistematis dan berkelanjutan atas masalah ketidak-adilan, ketimpangan, kemiskinan, pengangguran, dan marginalisasi yang terjadi di Bali, “Sehingga desa adat memiliki potensi dan peluang ekonomi
yang saat ini dimanfaatkan oleh wisatawan dan krama tamiu, sedangkan seperti yang kita ketahui bahwa krama kita sendiri kurang jeli menangkap peluang dan potensi yang sudah disiapkan tersebut, misalnya saat ini desa adat dengan LPD-nya berdiri dan ada untuk memperkuat desa adat di segala bidang. Karena desa adat memiliki wilayah, krama dan tata pemerintahan yang didasari oleh nilai adat, agama dan budaya. Sehingga untuk mensukseskan agenda tersebut, diperlukan dukungan dan partisipasi prajuru serta krama desa adat”, ungkapnya.

Bupati Sanjaya Hadiri Pelantikan Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M tmenghadiri Upacara Pelantikan Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan, yang berlangsung di GOR Debes Tabanan, Senin (26/6/2023). 
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M tmenghadiri Upacara Pelantikan Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan, yang berlangsung di GOR Debes Tabanan, Senin (26/6/2023). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Apresiasi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M terhadap inovasi Kapolda Bali dalam mengoptimalkan pelayanan keamanan dan ketertiban di masyarakat langsung ke tingkat banjar, ditunjukkannya saat menghadiri Upacara Pelantikan dan Arahan dari Kapolda Bali kepada Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan, yang berlangsung di Lapangan Volly Bali, GOR Debes Tabanan, Senin (26/6/2023).

Pelantikan Polisi Banjar dengan tujuan, guna menciptakan suasana kondusif di masyarakat sebagai implementasi pelaksanaan tugas Polmas tersebut dipimpin oleh Kapolda Bali yang diwakili oleh Dir. Binmas Kombes Pol. Arsdo Ever P. Simatupang, S.I.K.,SH, Ketua DPRD Tabanan, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Jajaran Forkopimda, Asisten III, Camat Tabanan dan Para OPD terkait.

Dilantiknya Polisi Banjar sejumlah 398 orang di wilayah Tabanan secara simbolis, merupakan suatu bentuk upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri sekaligus cara agar semakin dekat ke masyarakat untuk mempermudah penyerapan aspirasi, serta lebih cepat mengatasi kendala-kendala yang terjadi di masyarakat, mulai dari yang terdekat, yaitu banjar.

Di kesempatan itu, Dir. Binmas Kombes Pol. Arsdo Ever P. Simatupang, S.I.K.,SH yang saat itu mewakili Kapolda Bali menyampaikan ungkapan terima kasih atas sinergi dan kerjasama polisi dan masyarakat, yang selama ini bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Tabanan.

“Semoga kedepannya, kita semakin meningkatkan sinergitas dan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tabanan. Polri dan masyarakat adalah dua hal yang penting dalam menjaga dan memelihara stabilitas kemanan yang melibatkan masyarakat secara langsung,” disampaikan dalam arahannya siang itu.

Sebab baginya, dalam menjaga keamanan bukan saja mampu meringankan tugas Polri, namun juga mampu menunjukkan rasa saling percaya dan jiwa persatuan.

“Sinergi dan kerjasama antara Polri dan masyarakat adalah salah satu kunci menjaga keamanan setempat. Dan sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat, Polri senantiasa melakukan demokrasi dan transformasi dalam setiap bidang,” paparnya lebih lanjut.

Atas inovasi ini, Bupati Sanjaya sampaikan apresiasinya terhadap jajaran Polda atas terobosan yang luar biasa dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Saya hari ini betul-betul berbahagia sekali karena Bapak Kapolda, punya suatu gerakan yang luar biasa. Saya juga apresiasi Bapak Kapolres yang telah hadir, kita tadi lihat sendiri bagaimana menyaksikan pelantikan polisi banjar,” sebutnya.

Sanjaya menjelaskan, Polisi Banjar merupakan suatu bentuk pertahanan keamanan yang menyatu dengan masyarakat Bali khususnya banjar, l’angsung ke lambungnya’ demikian diistilahkan. Hal tersebut mengandung arti, bagaimana tugas Polri dalam menyerap aspirasi langsung ke masyarakat.

“Sebagaimana kita di dalam Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam Visi Misi membangun Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, kita juga langsung ke Desa, berkantor di Desa, Berkantor di Banjar, jadi ini semua sejalan. Ini bagian dari pelayanan publik, pelayanan langsung ke masyarakat” jelasnya.

Pihaknya juga menekankan, keberadaan Polisi selaku sahabat masyarakat dan pengayom masyarakat sudah berada di tengah-tengah masyarakat, Sanjaya yakin masyarakat akan merasa aman, tenang dan nyaman.

“Saya yakin kita di Pemkab Tabanan, sekali lagi memberikan apresiasi terhadap gagasan polisi Banjar di Tabanan, ini keren,” imbuhnya.

Adapun tugas Polisi Banjar nantinya masih bersinergi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa, dengan jumlah 398 di Tabanan dan hampir 3.000 personel di seluruh Bali. Sehingga informasi bisa langsung terserap dari tingkat banjar, dan kemanan serta ketertiban dapat terjamin dan diselesaikan secara bersama.

Ketua DPRD Tabanan Hadiri Pelantikan 398 Polisi Banjar

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menghadiri pelantikan Polisi Banjar yang berlangsung di Lapangan Volly Ball, GOR Debes Tabanan, Senin (26/6/2023).

Dirga berharap, dilantiknya ratusan polisi banjar yang bertugas di banjar-banjar yang ada di Tabanan agar dapat mengoptimalkan pelayanan keamanan dan ketertiban di masyarakat khususnya di tingkat banjar.

Hal itu disampaikan Made Dirga usai menghadiri Upacara Pelantikan dan Arahan dari Kapolda Bali kepada Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan.

Ditambahkannya jika pelantikan 398 orang polisi banjar di wilayah Tabanan ini juga diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

“Agar semakin dekat dengan masyarakat untuk mempermudah penyerapan aspirasi, serta lebih cepat mengatasi kendala-kendala apa yang terjadi di masyarakat,” tegasnya

Politisi PDIP itu pun mengapresiasi sinergi dan kerjasama antara polisi dan masyarakat, yang selama ini bersama- sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Tabanan.

“Jadi kita harapkan kedepannya sinergitas dan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tabanan dapat optimal,” imbuhnya. (ana)

Gubernur Bali Lepas Kontingen KORMI Bali Menuju Fornas VII Badung, Jawa Barat Tahun 2023

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi melepas 397 Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Bali menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VII Bandung, Jawa Barat pada, Senin (Soma Pon, Gumbreg) 26 Juni 2023 di halaman Jaya Sabha, Denpasar.

Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Bali mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet/pegiat yang telah terpilih mewakili Provinsi Bali untuk berjuang dalam FORNAS VII Bandung, Jawa Barat Tahun 2023. Saya yakin Kontingen KORMI Bali yang berjumlah 397 orang dan terdiri dari 299 orang atlet/pegiat, 68 orang pelatih/official, dan 30 orang pendukung sudah mempersiapkan diri dengan baik.

Semoga sinar suci alam Bali merestui serta senantiasa menuntun, memberikan kecerahan, dan keselamatan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan FORNAS VII Bandung, Jawa Barat terselenggara dengan baik. Selamat berjuang, siapkan diri dengan baik, serius, serta penuh tanggungjawab, sehingga bisa meraih prestasi terbaik dan semoga sukses.

Seperti Kita ketahui bersama bahwa pada penyelenggaraan FORNAS ke VI Tahun 2022 di Palembang, Sumatera Selatan yang lalu, KORMI Bali berhasil menempati peringkat ke 15 dari 34 Provinsi dengan perolehan 56 medali (16 medali emas, 22 medali perak dan 18 medali perunggu). ”Saya berharap prestasi ini paling tidak dapat dipertahankan, kalau bisa naik lebih bagus dari peringkat 15 naik ke peringkat 10,” tegas Gubernur Bali jebolan ITB ini yang disambut semangat tepuk tangan.

Gubernur Bali, Wayan Koster memantik semangat para atlet/pegiat KORMI Bali yang akan berlaga di FORNAS VII Bandung, Jawa Barat Tahun 2023 dengan menyiapkan bonus kepada atlet/pegiat KORMI Bali yang berhasil meraih medali emas sebanyak Rp. 25 juta, peraih medali perak disiapkan bonus Rp. 15 juta, dan peraih medali perunggu disiapkan bonus sebanyak Rp. 10 juta.

Untuk itu, Saya mohon kepada semua atlet/pegiat, pelatih, dan pendukung agar serius, menjaga kekompakan, jaga kesehatan baik – baik, dan selalu saling bergotong royong satu sama lain. Saya berharap Festival Olahraga Rekreasi Nasional ini menjadi wahana untuk terus memacu aktivitas keolahragaan masyarakat agar semakin maju di Provinsi Bali dan ikut mengharumkan nama Provinsi Bali di kancah nasional bahkan internasional.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang tercatat dalam sejarah DPR RI telah mengeluarkan Undang – Undang RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional ini, dinilai adalah sosok pemimpin yang sangat peduli dengan olahraga. Olahraga telah dijadikan sebagai salah satu unsur kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, menurut Gubernur Bali bahwa di era pemerintahan Presiden Republik Indonesia pertama, Bapak Ir Soekarno, olahraga mendapat tempat yang sangat terhormat dan sangat didukung oleh Pemerintah. ”Hal yang sama pula dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Sesuai dengan Undang – Undang Keolahragaan wajib memberikan perhatian kepada semua Cabang Olahraga (Cabor) yang menjadi aktivitas kehidupan masyarakat,” tutup Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Ketua Kontingen KORMI Bali, Teguh Hery Susantho menyampaikan ucapan terimakasih sekaligus mengapresiasi atas dukungan yang selalu diberikan Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster kepada KORMI Bali. “Kami melaporkan pegiat, official dan pelatih yang berangkat ke Jawa Barat mengikuti FORNAS VII berjumlah 397 orang yang terdiri dari 299 orang pegiat, 18 orang pelatih, 50 orang official dan 30 orang sebagai pendukung atau meningkat dari Tahun 2022 saat ajang FORNAS ke VI Palembang, Sumatera Selatan yang hanya mengirim 196 orang kontingen,” lapor Teguh Hery Susantho.

Dalam FORNAS VII Bandung, Jawa Barat Tahun 2023, Kami mengikuti 21 induk olahraga yang terdiri dari 8 induk olahraga tradisi kreasi budaya, 7 induk olahraga kesehatan dan kebugaran, serta 6 induk olahraga petualangan tantangan dengan venue pertandingan tersebar di 4 Kecamatan daerah Bandung, Jawa Barat. “Target Kami di FORNAS VII Bandung, Jawa Barat berhasil meraih 30 keping medali secara keseluruhan dan dapat meningkatkan rangking KORMI Bali secara nasional, untuk itu Kami mohon doa restu, semoga ini bisa tercapai,” pungkasnya.

Wagub Bali Cok Ace Jabarkan Langkah Strategis Pemprov Bali Menghadapi Perekonomian Global

 

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Prof Tjok. Oka Sukawati memaparkan sejumlah langkah strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam menghadapi kondisi perekonomian global. Salah satunya yakni melakukan monitoring dan menganalisis situasi ekonomi global, dengan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ekonomi global dan mengumpulkan informasi terkait perubahan trend, kondisi pasar, dan kebijakan ekonomi global. Hal ini disampaikan Wagub Bali dalam sambutannya saat menghadiri Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI dalam rangka pengawasan terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2023 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (26/6).

Ditambahkan Wagub Cok Ace, langkah berikutnya dalam menghadapi kondisi perekonomian global yakni mendorong diversifikasi sektor ekonomi yang berpotensi tumbuh dan berkembang dalam kondisi perekonomian global yang sulit, menyediakan fasilitas dan regulasi yang mendukung investasi, meningkatkan kualitas infrastruktur, memperbaiki iklim investasi, serta mendorong inovasi dan pengembangan teknologi di daerah. Selanjutnya mengarahkan perhatian dan sumber daya ke sektor-sektor ekonomi lokal yang memiliki potensi untuk bertahan atau tumbuh dalam situasi perekonomian global yang sulit melalui program-program pembangunan ekonomi lokal, pelatihan dan pengembangan tenaga kerja lokal, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lalu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal baik alam maupun manusia, untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dengan memperkuat sektor pertanian, industri pengolahan lokal, serta mempromosikan produk-produk lokal di pasar domestik maupun internasional, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.

Selebihnya, dijelaskan juga strategi Pemerintah Daerah Provinsi Bali dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi seperti salah satunya yakni melaksanakan pembangunan infrastruktur baik dari pembiayaan APBD maupun APBN (pembangunan shortcut Mengwi-Singaraja, Pembangunan Pelabuhan segitiga emas, waduk dan sebagainya) untuk meningkatkan konektivitas dan memfasilitasi sektor pertanian, perdagangan serta investasi.

Dalam rangka mendorong investasi dilakukan melalui kebijakan yang mendukung investasi, termasuk insentif fiskal dan perizinan yang mudah serta melakukan promosi aktif untuk menarik investor.

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program bantuan modal, pelatihan, akses ke pasar, dan fasilitas teknis lainnya. Pengembangan Sektor Unggulan, pengembangan pariwisata yang berkualitas dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, serta mengeluarkan Kebijakan Relaksasi Pajak melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2023 tentang Penghapusan Sanksi Administratif terhadap PKB dan BBNKB serta Pembebasan BBNKB II dan Selanjutnya yang dilaksanakan mulai tanggal 12 Juni sampai dengan 31 Agustus 2023.

Dengan begitu, dukungan anggaran transfer ke daerah sangat diharapkan dapat menguatkan kapasitas keuangan daerah sehingga berdampak pada akselerasi belanja daerah yang lebih berkualitas, dan menghasilkan multiplier effect yang kuat terhadap perekonomian serta efektif untuk mendukung program-program pembangunan prioritas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komite IV DPD RI membidangi APBN, pajak dan pungutan lain, perimbangan keuangan pusat dan daerah, lembaga keuangan dan perbankan, koperasi, UMKM, statistik, BUMN, investasi, dan penanaman modal.

Koordinator Tim Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI selaku tuan rumah, Made Mangku Pastika mengatakan diperlukan pengelolaan uang yang baik dan tepat untuk mewujudkan tata kelola pembangunan daerah yang seimbang. Sebagai bagian terpenting dalam pengelolaan anggaran, kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utama yang harus menjadi prioritas, “dukungan anggaran transfer ke daerah sangat diharapkan dapat menguatkan kapasitas keuangan daerah sehingga berdampak pada akselerasi belanja daerah yang lebih berkualitas, dan menghasilkan multiplier effect yang kuat terhadap perekonomian serta efektif untuk mendukung program-program pembangunan prioritas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat”, ungkap Made Mangku Pastika.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya mulai dari melaksanakan Rapat Koordinasi Pemerintahan Daerah (Rakorda) se-Provinsi Bali Tahun 2023 pada April 2023 yang bertujuan untuk mengakselerasi penyaluran TKD, dan juga memberikan penghargaan kepada pemda yang berkinerja baik. Melaporkan progress TKD kepada setiap pemda melalui Flash Report yang disusun setiap bulan, sebagai bahan evaluasi pemda atas capaian setiap bulannya dan menentukan strategi kedepannya. Meningkatkan koordinasi Pemerintah Daerah dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan melalui KPPN dan Kanwil DJPb agar dapat memitigasi risiko dana yang tidak tersalurkan, seperti mengadakan FGD secara rutin dengan pemda, serta melakukan monitoring aplikasi OM SPAN setiap hari untuk mengetahui pengajuan persyaratan dokumen penyaluran dari pemda yang sudah lengkap terkait penyaluran TKD yang disampaikan kepada KPPN.

Peringatan HANI 2023, Wagub Cok Ace Ajak Generasi Muda Turut Peduli Berantas dan Jauhi Narkoba

 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menghadiri langsung peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2023 yang untuk Indonesia dipusatkan di Festival Park, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Kabupaten Badung pada Senin (26/6) petang. Kehadiran Wagub yang akrab disapa Cok Ace tersebut, disambut langsung Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose beserta jajaran.

Presiden RI Joko Widodo melalui rekaman video menyampaikan Indonesia punya komitmen untuk melawan peredaran dan perdagangan gelap Narkotika.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Hukum sekeras kerasnya pada pengedar narkoba. Perkuat ketahanan keluarga dan masyarakat dimulai sejak dini,” kata Presiden.

“Mari jadikan momentum untuk memerangi peredaran gelap dan perdagangan gelap narkotika,” tandas Presiden lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Komjen Petrus Golose menyampaikan Bali menjadi tempat yang spesial untuk dirinya dan keluarga. Apalagi setelah bertugas sebagai Kapolda Bali lebih dari 4 tahun.

“Kita merasa sudah menjadi satu dengan Bali. Bali jadi rumah kedua buat saya,” kata Golose.

Menurut Golose, BNN dan utamanya Indonesia telah menjadi bagian dari sejarah, bahwa tidak ada negara selain Indonesia yang berperang dengan narkoba dalam skala sebesar saat ini.

“Kita ingin menyebarkan sikap kita yang jelas pada dunia bahwa kita berkomitmen melawan dan memberantas perdagangan gelap narkotika,” tandas mantan Kapolda Bali ini.

Golose juga menyampaikan Bali jadi lokasi yang sangat ideal untuk menyampaikan pesan pada dunia, untuk memberikan empati dan solidaritas di tempat spesial.

“Salam bahagia tanpa narkoba. Ini adalah Momen keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan narkoba yang trennya meningkat dan makin memprihatinkan. Menurut laporan ada 284 juta orang pada rentang usia 15-64 tahun,” katanya.

“Kondisi ini jadi perhatian serius kita bersama. Kedepankan upaya pencegahan hilangkan stigma buruk dan diskriminasi, sesuai dengan tema HANI 2023,” ia menambahkan.

Indonesia kata Golose konsisten memperingati HANI sebagai keprihatinan dan komitmen pemberantasan perdagangan gelap narkotika. “Peringatan di Indonesia ini merupakan peringatan terbesarnya di dunia. Saya ajak seluruh masyarakat untuk bersama mengakselerasi pemberantasan narkoba, war on drugs. Guna wujudkan Indonesia bersinar,” tandas Golose.

Masih di kesempatan yang sama, Wagub Cok Ace terus mengajak generasi muda turut serta berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba di tengah pergaulan mereka. Misalnya dengan cara tidak menyentuh, bahkan tidak mencoba pemakaian obat-obatan terlarang tersebut meski dalam kondisi apapun.

“Kita tahu pengawasan dari setiap individu yang paling penting adalah dirinya sendiri. Pengendalian terberat adalah terletak dari pengendalian pikiran, pengendalian nafsu dan emosi dalam mengambil sebuah keputusan sebelum bertindak, ditambah pentingnya pengawasan orangtua dalam pergaulan anak – anak mereka,” kata Penglingsir Puri Ubud ini.

Wagub juga meyakini efektivitas pemberantasan narkoba berbasis komunitas di kalangan masyarakat. Menurutnya program komunitas yang juga bernama lain Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) buah hasil gagasan BNN RI sangat layak diterapkan di Pulau Dewata.

“Selain itu sosialisasi harus secara masif terus dilakukan guna memberikan pemahaman akan bahaya narkoba, terutama pada generasi muda kita,” tukas Wagub.

Puncak Peringatan HANI 2023 diikuti ribuan peserta secara hybrid. Di kawasan GWK tercatat diikuti 2000 peserta mulai dari Duta Besar Negara sahabat, PPATK, Pejabat teras BNN pusat, Instansi vertikal, ASN, TNI Polri, lembaga pendidikan, organisasi internasional, masyarakat dunia, LSM, komunitas, tokoh agama dan adat. Sedangkan peserta secara daring mengikuti dari kantor BNN dan BNNP seluruh Indonesia.

Acara ini mengambil tema ‘Stop Stigma and Discrimination, Strengthen Prevention’ serta turut mengundang beberapa perwakilan dari negara-negara asing yang memiliki fokus dalam penanggulangan bahaya peredaran gelap narkoba diantaranya Afghanistan, Palestina, Fiji, Rusia, Ekuador, Suriah, Nigeria dan beberapa negara sahabat lain.

Tingkatkan PAD, Pemkab Tabanan akan Optimalkan Pengelolaan Aset Daerah

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan akan mengoptimalkan pengelolaan sejumlah aset daerah. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan pengelolaan aset ini, maka nanti otomatis PAD akan meningkat,” ujar Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya usai menghadiri acara pelantikan Polisi Banjar di GOR Debes, Senin (26/6/2023).

Ia mengatakan, optimalisasi pengelolaan aset ini juga sesuai instruksi pemerintah pusat baik dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dari Kementerian Keuangan juga mengatakan aset itu tidak boleh tidur. Harus digerakkan bukan diabaikan,” sambungnya.

Sanjaya menyebut, pemerintah tengah mendata jumlah aset yang dimiliki agar memiliki data yang akurat.

Selain itu, program strategis harus dikembangkan untuk mengatasi masalah yang mungkin akan terjadi dalam pengelolaan aset tersebut. “Pemerintah juga akan mendukung pihak yang ingin mengembangkan aset tersebut,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan I Made Dirga mengatakan, pemerintah harus benar-benar mendata semua aset agar memiliki data yang akurat serta serius dalam menangani aset yang bermasalah.

“Selesaikan dulu pendataannya. Setelah itu buat aturan yang baru dengan terobosan yang baru,” katanya.

Menurut Dirga, pendataan aset harus secepat mungkin diselesaikan oleh pemerintah sebab selama ini pelaksanaannya masih lambat. Seperti status aset Puri Mas yang hampir 29 tahun belum jelas.

Pemerintah diharapkan bisa bersinergi dengan keamanan seperti kepolisian dan kejaksaan untuk menyelesaikan persoalan sejumlah aset di Tabanan.

“Pihak keamanan itu yang diajak untuk mencari solusi jika ada masalah secara hukum agar diselesaikan dengan aturan yang ada,” jelasnya. (ana)

Maksimalkan Pengamanan Wilayah, Polda Bali Lantik 398 Polisi Banjar di Tabanan

Pelantikan 398 Polisi Banjar bertempat di Gor Debes Tabanan, Senin (26/6/2023).
Pelantikan 398 Polisi Banjar bertempat di Gor Debes Tabanan, Senin (26/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 398 Polisi Banjar di Kabupaten Tabanan dilantik oleh Polda Bali bertempat di Gor Debes pada Senin (26/6/2023).

Dirbinmas Polda Bali Kombes. Pol. Arsdo Ever P. Simatupang mengatakan, tugas Polisi Banjar ini hampir sama dengan Bhabinkamtibmas yang ada di tingkat desa. Namun, Polisi Banjar akan menangani lingkup yang lebih kecil yakni di tingkat banjar.

“Nanti polisi banjar akan melakukan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas di tingkat desa,” jelas Kombes. Pol. Arsdo Ever Simatupang usai acara pelantikan.

Ia menjelaskan, pembentukan Polisi Banjar juga sebagai upaya Polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Jika dulu satu Polri satu desa. Nah kami harapkan dengan satu Polri ada di satu banjar maka informasi atau keluhan masyarakat bisa diserap sampai tingkat terendah (banjar),” ujarnya.

Arsdo menyebut, idealnya seluruh banjar di Bali memiliki Polisi Banjar. Namun, saat ini baru 80 persen yang terbentuk atau sekitar tiga ribu personel.

“Kedepan pasti kami lakukan evaluasi akhir mengenai dinamika selama pelaksanaan tugas di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes menjelaskan untuk wilayah Tabanan memiliki sepuluh kecamatan dengan 133 desa dinas, 359 desa adat dan 797 banjar adat.

Dari total itu, Polres Tabanan memiliki 134 Bhabinkamtibmas dan 398 Polisi Banjar.

“Tentu ini akan berkolaborasi untuk mengcover setiap informasi, keluhan, permasalahan di tingkat terkecil,” jelasnya.

Menurut Dedy, situasi Kamtibmas di Kabupaten Tabanan tergolong masih aman dan tingkat kriminalitas masih sangat rendah.

Namun, pihaknya tetap mengatensi ketertiban seluruh wilayah khususnya wilayah yang sering terjadi gangguan ketertiban selama ini yakni Tabanan Kota, Kediri dan Baturiti.

“Memang wilayah kecamatan itu memiliki jumlah penduduk tinggi dan heterogen, serta sering dikunjungi WNA,” sebut mantan Kapolres Badung itu. (ana)

Ketut Wisma Olah Sabut Kelapa Jadi Kerajinan Monyet-Monyetan

Ketut Wisma (59) bersama istrinya menunjukkan mainan monyet-monyetan dari sabut kelapa saat di acara Tanah Lot Art and Food Festival, Minggu (25/6/2023).
Ketut Wisma (59) bersama istrinya menunjukkan mainan monyet-monyetan dari sabut kelapa saat di acara Tanah Lot Art and Food Festival, Minggu (25/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Berbekal keahlian yang dimiliki, Ketut Wisma (59), fotografer di DTW Tanah Lot mengolah sabut kepala atau sambuk menjadi mainan berbentuk monyet.

Pria paruh baya asal Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kediri, tersebut telah membuat kerajinan unik ini sejak tahun 1970.

“Awalnya saya kerja bersama orang untuk membuat kerajinan ini di Banjar Batugaing Kaja.

Setelah yang bersangkutan tidak bisa lagi membuat, mulailah saya yang meneruskan,” ujar Wisma, Minggu (25/6/2023).

Ia menjelaskan, proses pembuatan mainan monyet-monyetan ini tidaklah sulit. Kelapa tua yang memiliki serabut tebal (gabug) diukir dengan pisau hingga berbentuk monyet.

Kemudian, untuk mata menggunakan cangkang kerang putih yang diberi cat. Ukuran produknya pun bervariasi sesuai ukuran gabug yang didapat.

“Dulu ada tiga pengrajin, sekarang hanya saya saja yang bertahan,” sebutnya.

Selain mainan monyet-monyetan, ia bersama istrinya, Nyoman Suriasih (52) juga membuat pot bunga dari kelapa kering. Bahkan, kerajinannya itu ikut ditampilkan dalam pameran UMKM di Tanah Lot Art and Food Festival.

Pria yang juga berprofesi sebagai petani ini menyebut, hasil kerajinannya dipasarkan di Badung, Denpasar, Klungkung dan Tabanan.

Sebelum Pandemi Covid-19, produk juga telah dipasarkan hingga keluar negeri seperti Australia dan Italia. Dengan keuntungan per hari mencapai Rp3 juta. Bahkan, ia sampai memesan gabug hingga ke Jembrana.

“Setelah pandemi, saya hanya cari bahan di seputaran Tabanan, sambil ke sawah liat ada dua bawa pulang. Karena tidak kuat duduk jadi ambil orderan sedikit saja,” jelasnya.

Wisma mengaku, saat ini ia hanya bisa menghasilan maksimal 5 buah produk per hari. Sedangkan dalam kurun waktu satu minggu hanya bisa memenuhi 20 – 30 buah pesanan.

“Sekarang saya jual 50 ribu per buah karena bahannya juga sulit didapat,” imbuhnya. (ana)

Sedot Antusiasme Masyarakat, Tanah Lot Art and Food Festival Tembus 25 Ribu Pengunjung

Suasana Tanah Lot Art and Food Festival ke-4 pada Minggu (25/6/2023).
Suasana Tanah Lot Art and Food Festival ke-4 pada Minggu (25/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tanah Lot Art and Food Festival yang digelar Selama empat hari tepatnya mulai Kamis (25/6/2023) hingga hari ini, Minggu (25/6/2023) berhasil menyedot antusiasme masyarakat sekaligus wisatawan.

Hal itu diungkapkan oleh Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot I Wayan Sudiana. Menurutnya pada festival 2023 atau keempat ini antusias masyarakat meningkat dibandingkan festival sebelumnya pada 2020 lalu.

“Lebih antusias yang tahun ini. Mungkin karena ini menjadi festival pertama setelah sebelumnya terhenti akibat pandemi,” sebutnya.

Sudiana menyebut, jumlah kunjungan wisatawan selama tiga hari pelaksanaan festival tembus 25 ribu orang. Baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berdasarkan data yang diberikan, untuk kunjungan pada hari pertama yakni Kamis (22/6/2023) mencapai 8.268 orang. Dengan rincian, wisatawan domestik 5.680 orang dan wisatawan mancanegara 2.606 orang.

Pada hari ketiga, Jumat (23/6/2023) kunjungan mencapai 7.644 orang, rinciannya wisatawan domestik 5.368 orang dan wisatawan mancanegara 2.276 orang.

Selanjutnya, pada hari ketiga, Sabtu (24/6/2023) kunjungan mencapai 10.588 orang, rinciannya wisatawan domestik 8.085 orang dan wisatawan mancanegara 2.503 orang.

“Pada hari terakhir (festival) ini diperkirakan sama dengan kemarin,” sambung Sudiana.

Menurutnya, yang paling menjadi daya tarik saat pergelaran festival ini adalah stand urban food yang mampu menarik minat para wisatawan.

Sementara itu, Sudiana menyebut jumlah kunjungan pada 2023 ini hampir sama dengan kunjungan sebelum pandemi yang mencapai sepuluh ribu kunjungan per harinya.

“Kunjungan tahun ini juga tidak kalah dengan kunjungan 2020 lalu,” sebutnya.

Sudiana berharap, setelah festival ini DTW Tanah Lot tetap menjadi pilihan utama wisatawan yang berkunjung ke Bali. Bahkan tahun ini, pihaknya menaikkan target pendapatan tiket sebesar Rp45 miliar.

“Hingga saat ini pendapatan sudah tercapai 50 persen. Kami optimis bisa melebihi target dengan dibantu pergelaran festival ini,” imbuhnya. (ana)