- Advertisement -
Beranda blog Halaman 611

17 Hewan Kurban Dipotong di RPH Tabanan Selama Idul Adha 2023

Suasana pemotongan hewan kurban di RPH Tabanan, Banjar Tonja, Desa Gubug, Tabanan.
Suasana pemotongan hewan kurban di RPH Tabanan, Banjar Tonja, Desa Gubug, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 17 hewan kurban dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tabanan selama hari Raya Idul Adha 2023 yang diperingati sejak kemarin hingga hari ini, Kamis (29/6/2023).

Kepala UPTD RPH Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan drh. Kristina mengatakan, hari pertama ada sepuluh ekor sapi yang dipotong. Kemudian, hari kedua ada tiga ekor sapi dan empat ekor kambing yang dipotong di RPH yang terletak di Banjar Tonja, Desa Gubug, Tabanan ini.

“Kemarin yang melaksanakan Majelis Dakwah Muhammadiyah dan hari ini masyarakat muslim yang ada di sekitar RPH,” jelasnya, Kamis (29/6/2023).

Kristina menjelaskan, sekitar 10 petugas dikerahkan untuk melakukan penyembelihan hewan kurban. Disamping itu, ada dua orang dokter hewan yang juga disiagakan di RPH untuk melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem.

Pemeriksaan antemortem ini dilakukan sebelum hewan kurban disembelih, meliputi pemeriksaan mata, mulut, hidung hingga tapak kaki. Sebelum disembelih sapi juga harus diistirahatkan selama 12 jam di kandang penampungan.

“Tujuannya menghilangkan stres pada sapi yang bisa mempengaruhi tekstur daging,” ujarnya.

Kemudian, pemeriksaan postmortem dilakukan setelah hewan kurban disembelih dengan mengecek konsistensi daging dan organ tubuh seperti hati, paru-paru, jantung.

Dari hasil pemeriksaan, sambung Kristina, semua sapi dalam kondisi sehat, tidak ada terindikasi penyakit zoonosis atau penyakit menular dari hewan ke manusia dan PMK.

“Dipastikan kualitas daging sehat dan layak untuk dikonsumsi,” sebutnya.

Kristina menyebut, pihaknya juga juga dilakukan pengecekan yang sama pada hewan kurban yang dipotong luar RPH.

“Di titik-titik pemotongan hewan lainnya hampir sama yakni dengan pengecekan antemortem dan postmortem,” katanya.

Pada satu titik pemotongan hewan setidaknya ada dua orang atau lebih petugas Puskeswan yang melakukan pengecekan.

Di Kabupaten Tabanan sendiri, kata Kristina ada tiga Puskeswan. Yakni Puskeswan 1 mewilayahi Baturiti, Penebel dan Marga; Puskeswan 2 mewilayahi Kediri, Kerambitan dan Tabanan; serta Puskeswan 3 mewilayahi Pupuan dan Selemadeg Raya.

“Petugas Puskeswan akan dibagi sesuai jumlah titik yang ada di kecamatan itu,” imbuhnya. (ana)

Bupati Sanjaya Nyaksi Yadnya Krama Bantiran dan Tangguntiti

Bupati Sanjaya Nyaksi Yadnya Krama Bantiran dan Tangguntiti, Kamis (29/6/2023).
Bupati Sanjaya Nyaksi Yadnya Krama Bantiran dan Tangguntiti, Kamis (29/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat ditunjukkan Bupati Tabanan dengan terjun langsung menghadiri dan nyaksi upacara yadnya yang digelar masyarakat, seperti rangkaian upacara yang dilaksanakan di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Timut, Kamis (29/6/2023).

Dengan mengajak Anggota DPR RI I Made Urip, Alit Kesuma Kelakan, anggota DPRD Bali I Ketut Purnaya, beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD terkait, Bupati Sanjaya Nyaksi Upacara Pitra Yadnya Ngaben Bersama yang dilaksanakan oleh krama Desa Adat Bantiran, Pupuan dan Ngaben Bersama Banjar Adat Kebon, Desa Tangguntiti, Seltim.

Di kesempatan itu, Sanjaya mengatakan, selain perwujudan sradha bhakti kepada masyarakat, kehadirannya beserta pihak legislatif dan jajaran juga untuk melihat secara langsung kondisi di masyarakat. Sehingga, apa yang menjadi persoalan di masyarakat bisa dibantu serta ditangani dengan baik, begitu juga melakukan pemantauan terhadap program-program yang ada di Desa agar berjalan dengan lancar.

“Tujuan yang utama tiang turun ke masyarakat bukan hanya untuk memberikan bantuan atau hibah dan lainnya, tetapi doa restu, itu yang paling utama. Doa restu agar Karya memargi antar labda karya sida sidaning don, ini tujuan utama tiang hadir. Nanti juga kita akan bersama-sama mendoakan arwah leluhur disini, agar mendapat kerahayuan sesuai kehendak seluruh masyarakat,” ucap Sanjaya.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Selaku pemerintah, Sanjaya menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan semangat gotong-royong krama dalam membangun Yadnya yang dikatakannya turut berkontribusi dalam mewujudkan visi pemerintah dalam bidang pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya daerah.

“Tiang berharap, semoga semeton tiang disini tetap raket, tetap kompak, bersatu, dan juga sudah cerdas memanfaatkan azas manfaat sinergi dengan pemerintah. Bagaimana mengundang tokoh-tokoh di Pusat, Provinsi, Kabupaten, ajak bersatu mendukung setiap program yang ada di Desa Dinas maupun Desa Adat. Inilah luar biasanya persatuan dan kebersamaan masyarakat kita di Desa Adat maupun Desa Dinas di Tabanan,” imbuh Sanjaya.

Sementara itu, masing-masing panitia karya Ngaben Bersama , mewakili masyarakat di dua wilayah tersebut, menyampaikan terimakasih atas kehadiran dan dukungan dari Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif. Seperti yang dituturkan oleh I Nyoman Sutarya selaku panitia karya Desa Adat Bantiran, pihaknya selalu berharap Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif memberikan dukungan dan bantuan terhadap pembangunan yang dilakukan.

Dia juga menyampaikan, bahwa Ngaben bersama ini sudah tercantum dalam awig-awig atau peraturan adat setempat yang rutin dilakukan setiap 5 tahun sekali. Dimana Ngaben Bersama kali ini diikuti 178 Sawa, Ngerapuh 105 Sawa dan 18 Sawa Ngelungah yang dirangkaikan dengan kegiatan Metatah Bersama yang diikuti oleh 248 Orang. Yang mana tujuan kegiatan ini dikatakannya tiada lain adalah untuk meringankan beban masyarakat. (rls)

Bupati Tabanan Roadshow di Kecamatan Marga dan Pupuan

Bupati Tabanan menghadiri serta menyapa masyarakat di dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan yakni Kecamatan Marga dan Pupuan, Rabu (28/6/2023).
Bupati Tabanan menghadiri serta menyapa masyarakat di dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan yakni Kecamatan Marga dan Pupuan, Rabu (28/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komitmen Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya., SE.,MM dalam mewujudkan pembangunan baik secara sekala maupun niskala terus dilakukan guna mempercepat terwujudnya Visi Misi Tabanan Era Baru.

Kali ini Bupati Tabanan menghadiri serta menyapa masyarakat di dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan yakni Kecamatan Marga dan Pupuan, Rabu (28/6/2023). Bupati Sanjaya nyaksi Karya Pitra Yadnya Atma Wedana terhadap 55 sawa secara massal dan berlangsung di Bale Desa Adat Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga.

Kemudian dilanjutkan dengan nyaksi di lokasi kedua, yakni uleman upacara Pitra Yadnya Sapta Pranawa, warga Pasek Bendesa Dadia Batur Kikik, Desa Pujungan yang digelar di Ashram Manik Gni (Griya Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda), Banjar Dinas Taman Sari, Desa Pujungan Kecamatan Pupuan.

Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda, Anggota DPRD Tabanan, Asisten I dan III, Para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda, berikut Camat dan Perbekel setempat.

Pentingnya karya Pitra Yadnya Ngaben dalam perwujudan Visi dan Misi Provinsi dan Kabupaten Tabanan, menjadi salah satu tujuan utama kehadiran Bupati beserta jajaran siang itu. Tertuang dalam Sad Kerthi yakni Atma dan Jana Kertih, pelaksanaan karya ini merupakan perwujudan dari pelestarian adat, agama dan budaya, selaras dengan seimbangnya pembangunan alam jagat bali yang harmonis, secara sekala dan niskala.

Dalam karya yang pertama didatangi Bupati Sanjaya pagi itu, sebanyak 55 sawa akan diabenkan secara masal, yang mana pelaksanaan upacara telah berlangsung sejak 18 juni lalu. Pengabenan massal yang biasa disebut dengan “kinembulan” ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan sekiranya setiap 10 tahun sekali, tercantum dalam perarem dan awig-awig milik Desa Adat Pinge.

Setiap pengemong dikenakan biaya sebesar 5 juta rupiah/sawa. Untuk pelengkap dana yang lain, warga Desa Adat Pinge berhasil mengumpulkannya dari iuran per-KK sebesar 300 ribu rupiah dari 165 kk dan sisanya dari hasil dana punia masyarakat.

Sementara dalam karya yang kedua, yakni di Desa Pujungan, Pitra Yadnya dirangkaikan dengan pengabenan massal dan metatah massal. Di mana jumlah yang terdaftar yakni 19 sawa dan 38 orang peserta metatah.

Jika Desa Adat Pinge memiilki perarem pengabenan setiap 10 tahun sekali, di Desa Pujungan menetapkan karya ini dilangsungkan setiap 5 tahun sekali. Yang mana di kedua Desa puncak acaranya ditetapkan pada tanggal 30 juni medatang.

Pendanaan pun sebagian besar berasal dari masyarakat. untuk pengabenan diambil dari Dana abadi dan dana punia, dan untuk peserta metatah dikenakan biaya 150 ribu rupiah setiap peserta.

Dengan biaya yang relative terjangkau ini, Bupati Sanjaya tentunya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan setingginya bagi kedua desa. Sebab dengan bantuan warga setempat, secara bergotong-royong, Karya Pitra Yadnya bisa berjalan dengan baik lan memargi antar.

Di kesempatan itu, Sanjaya juga nyatakan komitmennya untuk terus bisa turun ke masyarakat, menyaksi karya-karya yang diselenggarakan, guna menjadikan upacara menjadi karya yang Satwika.

“Yang disebut dengan karya satwika, hanya 3 hal yang hadir, yaitu Tri upa Saksi. Jika didasari rasa tulus ikhlas oleh masyarakat, kepuput oleh Sang Sulinggih dan keupasaksi oleh murdaning jagat, itu masuk dalam karya yang satwika. Nah, upa saksi sudah hadir, maka di sanalah esensinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sanjaya juga sampaikan bahwa saat ini, pengabenan masal justru telah menjadi tren. Sebuah inovasi dan terobosan dalam menunaikan kewajiban dengan biaya dan sarana upacara yang terjangkau namun tetap tidak kehilangan esensi dan makna penting dari pengabenan itu sendiri.

“Dahulu banyak pertentangan, astungkara sekarang ini, ngaben masal menjadi tren yang sangat diminati. Kalau bisa dilakukan dengan mudah dan murah kenapa harus mahal-mahal. Maka dari itu, saya, ritatkala wenten upacara-upacara ini selalu hadir di tengah masyarakat, dengan tujuan memberikan esensi makna hakikat pengabenan itu apa sih sebenarnya,” tandas Sanjaya.

Sesuai dengan tujuan kehadirannya, siang itu Sanjaya dan jajaran disambut hangat oleh masing-masing desa. Tak ketinggalan, ungkapan syukur dan rasa terima kasih atas kehadiran orang nomor satu di Tabanan untuk nyaksi di upacara pun disampaikan oleh para perbekel dan tokoh masyarakat.

“Kami selaku warga Desa adat, sekaligus pengemong, menghaturkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah berkenan hadir, nyaksiang, nodya, acara nangun Pitra Yadnya yang kami laksanakan,” Ungkap I Made Jadrayasa selaku Bendesa Adat Pinge siang itu. (rls)

Sekda Dewa Indra Umumkan Berakhirnya Status Pandemi Covid-19

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengumumkan berakhirnya status Pandemi Covid-19 terhitung sejak tanggal 21 Juni 2023. Informasi tersebut disampaikannya dalam siaran pers, Rabu (28/6/2023). Sekda Dewa Indra menyampaikan, pencabutan status pandemi itu tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.

Mengutip Keputusan Presiden RI Nomor 17 Tahun 2023, pencabutan status pandemi didasari pertimbangan bahwa secara faktual jumlah kasus penderita dan tingkat keparahan Covid- 19 secara nasional telah mengalami penurunan secara signifikan. Penurunan kasus ini dicapai melalui penanganan yang tepat dan terpadu serta telah meningkatnya ketahanan kesehatan masyarakat yang dilakukan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pelaksanaan vaksinasi. Pertimbangan berikutnya, pandemi Covid-19 pada wilayah NKRI telah dapat diatasi dengan kondisi menjadi penyakit endemi. Berdasarkan pertimbangan tersebut, pemerintah mencabut penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat dari Covid-19. Selain itu, pemerintah juga mencabut penetapan bencana non alam penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional.

Sekda Dewa Indra menyambut baik keputusan pemerintah yang secara resmi menetapkan berakhirnya status Pandemi Covid-19 dan saat ini penyakit tersebut telah dinyatakan sebagai endemi. Menurutnya, hal ini memberi kepastian bagi masyarakat sehingga secara psikologis bisa lebih leluasa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Lebih dari itu, ia berharap berakhirnya status pandemi Covid-19 ini dapat memberi dampak positif bagi perekonomian Daerah Bali. Namun demikian, ia mengingatkan agar masyarakat Bali tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat serta tidak serta merta meninggalkan kebiasaan baik seperti mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Sebab, kegiatan mencuci tangan ini sangat bermanfaat dalam mencegah penularan berbagai penyakit.

Pemuda dari Taman Pancing Hilang Terseret Arus di Pantai Kedonganan

Salah satu tim Basarnas Bali menggunakan aqua eye untuk mendeteksi keberadaan pemuda dari Taman Pancing yang dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Kedonganan, Rabu (28/6/2023).
Salah satu tim Basarnas Bali menggunakan aqua eye untuk mendeteksi keberadaan pemuda dari Taman Pancing yang dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Kedonganan, Rabu (28/6/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang pemuda dari Taman Pancing, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan dilaporkan hilang terseret arus di dermaga ikan Pantai Kedonganan, Rabu (28/6/2023) dini hari.

Korban yang sejauh ini masih dalam pencarian tersebut atas nama Mohamad Wahyudi (24).

Selain Wahyudi, korban lainnya yang tersempat terseret arus adalah Delfi Arif Prasiswo (24). Arif merupakan teman dari Wahyudi.

Tim Basarnas Bali telah melakukan pencarian terhadap keberadaan Wahyudi sejak pukul 06.25 WITA. Namun, sampai sore tadi hasil pencarian belum memberi hasil.

“Kami sudah berkoordinasi dengan warga sekitar sini (dermaga ikan Pantai Kedonganan) apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera melaporkan kepada kami,” ujar Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali I Wayan Suwena.

Ia menyebutkan, tim Basarnas Bali sudah melaksanakan tiga kali pencarian. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan rubber boat.

“Tim juga membawa alat aqua eye untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air,” imbuhnya.

Selain itu, melakukan pencarian di kawasan pesisir untuk mengantisipasi kemungkinan korban terdampar di tepi pantai.

Berdasarkan informasi sementara, sebelum dilaporkan hilang, sejumlah warga sempat melihat Wahyudi dan Arif datang ke dermaga ikan dengan mengendarai sepeda motor.

Selanjutnya, kedua pemuda tersebut terlihat duduk-duduk di pinggir pantai. Namun, tidak lama kemudian, warga sekitar dikagetkan dengan teriakan minta tolong.

“Tiba-tiba Wahyudi berlari ke tengah laut kemudian terseret arus. Kawannya mencoba menolong justru juga terbawa arus laut,” jelas Suwena.

Warga berhasil menyelamatkan Arif dan segera membawanya ke RS Kasih Ibu Kedonganan. (tpb)

Koster Sebut PDIP Bali akan Menang Total dalam Pemilu 2024

Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster.
Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster sebut PDI akan menang total dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Pemilu 2024 mendatang.

“Secara keseluruhan PDI Perjuangan di Provinsi Bali akan menang total. Di semua kabupaten kota juga menang total,” ujarnya dalam acara pelantikan DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Selasa (27/6/2023).

Koster mengungkap, kemenangan total itu bisa diraih dari berdasarkan survei yang telah dilakukannya sebanyak dua kali yakni pada Agustus 2022 dan Juni 2023.

“Target yang kita canangkan baik untuk DPR RI, Provinsi ataupun Kabupaten se-Bali itu saya pastikan akan tercapai. Astungkara,” sebutnya.

Gubernur Bali itu, juga menyebut telah memasang target 95 persen untuk kemenangan Ganjar Pranowo dalam Pilpres nanti.

Meski demikian, ia mengakui secara umum struktur DPD, DPC hingga ranting partai saat ini dalam kondisi relatif solid.

“Tidak seratus persen solid. Ada cetak-cetek sedikit tapi tidak apa namanya juga orang berpartai pasti ada dinamika,” sebutnya.

Ia meminta agar seluruh kader PDIP selalu solid dalam beberapa bulan kedepan menjelang Pemilu.

“Kita punya waktu efektif enam sampai tujuh bulan, maka saya minta kepada kawan-kawan agar selalu solid. Ada perbedaan ini-itu simpan dulu. Jangan dibuka ke publik,” sebutnya. (ana)

Jelang Idul Adha, Penjualan Kambing di Tabanan Sepi

Peternakan kambing di Tabanan untuk kebutuhan kurban Idul Adha 2023.
Peternakan kambing di Tabanan untuk kebutuhan kurban Idul Adha 2023.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjelang peringatan hari Raya Idul Adha pada 29 Juni 2023 mendatang rupanya tidak berdampak pada peningkatan permintaan hewan kurban, khususnya Kambing.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pedagang kambing Made Tulus (46) asal Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Tabanan.

“Permintaan tahun ini memang mengalami penurunan. Kambing saya masih tersisa sekitar delapan ekor yang belum terjual,” kata Tulus, Selasa (27/6/2023).

Ia menyebut, jika dibandingkan dengan Idul Adha tahun lalu dengan tingkat harga yang hampir sama, seluruh kambingnya sudah laku terjual.

“Kalau tahun lalu, di hari seperti sekarang ini biasanya sudah habis dan tidak ada stok lagi. Bahkan, di tingkat petani juga sama,” jelasnya.

Tulus mengaku tidak mengetahui penyebab menurunnya tingkat pembelian di masyarakat. Padahal perekonomian masyarakat telah membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, harga kambing saat menjelang Idul Adha ini memang mengalami kenaikan Rp300 hingga Rp400 ribu dibanding hari biasanya.

Adapun kisaran harga harga kambing, untuk kelas A, B dan C dengan kisaran harga dari Rp2,5 juta hingga diatas Rp 3 juta. “Harga itu tergantung bobot dan tinggi kambing” sambungnya.

Untuk pesanan sendiri, sambung Tulus, lebih banyak dari Denpasar dan sebagian dari Tabanan.

“Kalau wilayah Tabanan sedikit. Kebanyakan dijual ke Denpasar. Tadi ada orang tabanan ngambil tapi cuma tiga ekor,” imbuhnya. (ana)

Bupati Sanjaya Didaulat Sebagai Narasumber Acara Stasiun TV Lokal

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., M.M, didaulat sebagai narasumber talk show live salah satu stasiun TV Lokal Bali yang juga serangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional, Senin (26/6/2023) di di studio on air Gedung Pers Bali TV, Denpasar.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., M.M, didaulat sebagai narasumber talk show live salah satu stasiun TV Lokal Bali yang juga serangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional, Senin (26/6/2023) di di studio on air Gedung Pers Bali TV, Denpasar.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sukses menurunkan kasus Stunting di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., M.M, didaulat sebagai narasumber talk show live salah satu stasiun TV Lokal Bali yang juga serangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional, Senin (26/6/2023) di di studio on air Gedung Pers Bali TV, Denpasar.

Kesuksesan Bupati Sanjaya beserta jajaran terkait, menjadikan Tabanan didaulat sebagai tuan rumah Hari Keluarga Nasional tahun 2023. Hadir pula sebagai narasumber, Kepala BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih. Yang mana kegiatan talk show tersebut diapandu oleh presenter kawakan Bali, Made Sukadana Karang yang dimulai sekitar jam 16.00 Wita dan disiarkan secara langsung di Bali TV.

Bupati Sanjaya dalam kesempatan itu nampak lugas menyampaikan materi. Disampaikannya pula, bahwa selaku tuan rumah Hari Keluarga Nasional tahun 2023 Bali, Tabanan dikatakan sudah sangat siap untuk bagaimana kedepannya nanti Pemkab mensosialisasikan Harganas. Dimana Harganas ini sudah ada sejak 30 tahun yang lalu, namun di Bali terutama Tabanan belum terlalu familiar dengan hal tersebut.

“Kenapa kita harus memperingati Hari Keluarga tersebut, karena kita melihat berhasilnya pembangunan sebuah daerah berawal dari keluarga. Bahwa, keluarga itu sehat, bukan hanya sehat lahiriah tetapi batiniah juga dan kerukunan keluarga itu adalah sehat dan bahagia. Jadi, kita peringati Hari Keluarga Nasional, sehingga di Tabanan, Bali, kita sudah siap untuk melaksanakan,” ujar Sanjaya.

Hari keluarga nasional akan dibuka secara serentak oleh presiden, sementara di Provinsi Bali, puncaknya akan dilaksanakan di Gedung Kesenian I Ketut Maria. Disamping itu, Tabanan juga mempunyai kegiatan Car Free Day setiap hari Minggu, sehingga bisa disosialisasikan nanti terkait Harganas disana, agar membumi di Bali khususnya Tabanan.

“Membumi bukan semata-mata bicara stunting, tapi bagaimana Harganas ini menjadi momentum kita untuk hidup sehat secara menyeluruh batiniah dan lahiriah. Astungkara di bidang kesehatan, kemarin kita juga diapresiasi oleh Pemerintah Pusat dan Gubernur terkait penanganan Covid, juga kita terbaik dalam penanganan penanganan kesehatan, khususnya stunting,” imbuh Sanjaya.

Sebagamana diketahui, kasus stunting di Kabupaten Tabanan sudah menurun dari tahun 2021 yang sekitar 9,2 persen, sekarang turun di angka 8,2 persen. Dengan penurunan 1 persen dalam 2 tahun hal ini tergolong bagus, namun Bupati Sanjaya belum merasa puas. Kalau bicara tentang stunting, Ia sangat berkeinginan harus mencegah adanya kasus Stunting mulai sejak dini melalui kolaborasi seluruh stake holder.

“Saya yakin kedepan di Tabanan akan semakin menurun, karena apa? Karena stunting tersebut bukan persoalan di hilir tetapi kita bicarakan dari hulu terkait masalah stunting ini. Kebetulan kami juga mempunyai sebuah program Bungan Desa (Berkantor di Desa), dengan berkantor di desa semua persoalan bisa kuta lihat. Semua persoalan di desa kita lihat, termasuk salah satunya adalah Stunting,” tegas Sanjaya.

Terkait target, Ia juga tidak muluk-muluk. Sesuai target Bapak Presiden, bahwa tahun 2024 harus bisa menurun di angka 14 persen, begitu juga Bali saat ini ada di angka 8 persen, juga Tabanan dan akan terus diupayakan dan dimaksimalkan. Apalagi dikatakan Sanjaya saat ini di Tabanan sudah menggemakan Desa Bebas Stunting yang telah disosialisasikan di 133 Desa yang ada dan diharapkan mapu menurunkan angka Stunting hingga mencapai angka 5 persen khususnya di Tabanan.

Bahkan, hal ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Made Sukadana Karang selaku pembawa acara. Ia sangat memuji giat Bupati Sanjaya yang sangat serius berbicara terkiat penurunan angka stunting di Tabanan. Sukadana Karang juga memuji Bupati gemar jalan-jalan ke Desa yakni dengan program Bungan Desanya guna melihat situasi dan kondisi yang ada di masyarakat, yang juga dalam rangka memaksimalkan pembangunan daerah. (rls)

Sepekan Operasi Nusa Agung di Tabanan Jaring 3 WNA

Polisi menilang WNA yang tidak menggunakan helm di Simpang Patung Jagung Bedugul, Baturiti, Tabanan pada Senin (27/6/2023).
Polisi menilang WNA yang tidak menggunakan helm di Simpang Patung Jagung Bedugul, Baturiti, Tabanan pada Senin (27/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak tiga Warga Negara Asing (WNA) terjaring Operasi Nusa Agung 2023 yang digelar Tabanan sejak 21 Juni 2023 lalu. Operasi ini akan berlangsung hingga 16 Juli 2023 mendatang.

“Sampai hari ini sudah ada tiga WNA yang ditilang karena melanggar lalu lintas,” ujar Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Nyoman Sukadana, Selasa (27/6/2023).

Ia menyebut, dua WNA berasal dari Prancis dan Jerman ditilang di Jalan Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan. Kemudian, satu WNA yang juga berasal dari Perancis ditilang di Simpang Patung Jagung Bedugul, Baturiti. “Semuanya tidak menggunakan helm,” katanya.

Sukadana menjelaskan, dalam Operasi Nusa Agung ini memang difokuskan untuk mengantisipasi pelanggaran dan tindak kejahatan oleh WNA. Namun, warga lokal yang ditemukan melanggar juga akan ditindak.

Selama operasi berlangsung, pihaknya melibatkan 35 personil yang tergabung dalam Satgas Preventif, Preemtif, Banops dan Penegakan Hukum. “Kami menyasar jalur-jalur wisata yang sering dilewati wisatawan asing,” sebutnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat terutama WNA yang datang ke Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Tabanan agar tetap mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Kami mengimbau disiplin berlalu lintas, menggunakan pakaian yang sopan saat berkendara supaya tidak mengganggu ketertiban umum, dan tidak melakukan tindak pidana seperti memakai narkoba, ” ujarnya. (ana)

Sekda Dewa Indra Ajak Pemangku Kepentingan Mengerti Betul Pentingnya Peranan UMKM dan Koperasi terhadap Perekonomian Bali

 

 

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra menyambut baik terselenggaranya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tahun 2023 Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali yang mengambil tema “Penguatan Ekosistem UMKM dan Koperasi melalui Inkubator Bisnis sebagai Implementasi Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali, dalam Bali Era Baru”. Untuk itu, ia pun mengingatkan para Pemangku Kepentingan untuk memahami betul peranan Koperasi dan UMKM dalam rangka mendongkrak perekonomian Bali. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut, di Hotel Prama Denpasar, pada Selasa (27/6/2023).

Hal itu menurutnya terbukti saat pandemi Covid-19 menghantam sektor pariwisata yang menjadi sektor ekonomi utama di Bali. Pada saat itu sektor UMKM masih kuat di tengah gempuran. “Bahkan sektor UMKM lah yang menyelamatkan perekonomian Bali. Untuk itu Dinas Koperasi Provinsi serta Kabupaten/Kota harus benar-benar mengambil posisi yang tepat dalam membangun ekosistem Koperasi dan UMKM tersebut,” jelasnya dalam acara yang turut juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara I Ketut Widiana Karya, SE.

Selain itu, ia menambahkan Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi, UKM Provinsi Bali mengimplementasikan konsep Ekonomi Kerthi Bali pada program prioritas sektor Koperasi dan UMKM dengan 4 (empat) strategi transformasi yaitu modernisasi koperasi, transformasi usaha informal ke formal, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi usaha, serta transformasi ke dalam rantai pemasaran global.

“Modernisasi koperasi merupakan upaya perubahan atau transformasi koperasi untuk lebih maju dalam hal organisasi/kelembagaan, tata kelola dan penerapan tekhnologi informasi serta mengikuti perkembangan zaman. Sedangkan guna mewujudkan UMKM naik kelas terdapat beberapa program dan progres yang harus dilaksanakan oleh UMKM yaitu peningkatan kualitas produksi, peningkatan kualitas layanan, efesiensi operasional, peningkatan akses permodalan dan mengembangkan strategi pemasaran yang lebih baik dan pangsa pasar yang lebih luas,” imbuhnya.

Selanjutnya ia pun mengajak peserta rakorda ini untuk bersama saling bersinergi terutama dalam menyusun program prioritas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan sehingga berdikari secara ekonomi dan berkeperibadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam upaya membangun dan mengembangkan Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan untuk memperkuat perekonomian Bali untuk menuju Bali Era Baru.

Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah I Wayan Ekadina melaporkan bahwa tujuan Rakorda Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Provinsi Bali Tahun 2023 adalah untuk koordinasi kebijakan dan program dalam rangka menyamakan persepsi pemerintahan Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta terwujudnya ekosistem UMKM dan Koperasi yang kuat dan Tangguh se sesuai dengan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali.

Adapun peserta pada acara yang berlangsung dari tanggal 27-28 Juni 2023 tersebut dikatakannya sebanyak 49 orang yang terdiri dari Pejabat Administrator, Pejabat Fungsional di lingkungan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota.

Ia pun berharap melalui kegiatan ini bisa mensinkronkan berbagai program dan kegiatan antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali dengan Kabupaten/Kota demi mewujudkan Ekonomi Kerthi Bali yang dicanangkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.