- Advertisement -
Beranda blog Halaman 608

Eksekutif dan Legislatif Tabanan Sepakati 2 Ranperda pada Sidang Paripurna

Bupati Sanjaya tandatangani nota kesepatan Ranperda dalam Sidang Paripurna DPRD Tabanan, Sabtu (9/9/2023).
Bupati Sanjaya tandatangani nota kesepatan Ranperda dalam Sidang Paripurna DPRD Tabanan, Sabtu (9/9/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan, Ke-12 Masa Persidangan III Tahun 2023 yang dihadiri oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menjadi momen penting atas disetujuinya dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) setelah melalui kajian dan pembahasan, sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Rapat berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Sabtu (9/9/2023).

Paripurna yang digelar di penghujung minggu tersebut, membahas terkait persetujuan bersama terhadap Ranperda tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023 dan Ranperda tentang penyelenggaraan bangunan gedung.

Rapat dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan dan Para Wakil Ketua DPRD, Wakil Bupati Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Seluruh anggota Dewan, Sekda, Sekwan DPRD Tabanan, Para Asisten dan Kepala OPD, Para Camat Se-Kabupaten Tabanan, Kepala Instansi Vertikal dan BUMD.

Bupati Sanjaya menyampaikan, pembahasan dua buah Ranperda telah dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sesuai dengan mekanisme yang berlaku serta tidak terlepas dari tanggung jawab, komitmen, kesungguhan serta kerjasama yang baik dari pimpinan dan seluruh anggota dewan. Dan sesuai dengan ketentuan, setelah disetujui bersama kedua Ranperda akan melalui tahapan berikutnya untuk dievaluasi oleh Gubernur.

Adapun gambaran besar terkait Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah Kabupaten Tabanan nomor 11 tahun 2022 tentang APBD tahun anggaran 2023 disampaikan Bupati Sanjaya sebagai berikut; Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp2,109 triliun lebih yang meliputi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp590,369 miliar lebih, Pendapatan Transfer sebesar Rp1,518 triliun lebih dan lain-lain. Pendapatan daerah yang sah sebesar Rp1 miliar.

Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp2,136 triliun lebih yang meliputi, Belanja Operasi sebesar Rp1,614 triliun lebih, belanja modal sebesar Rp267,560 miliar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp5,261 miliar lebih serta belanja transfer sebesar Rp249,156 milyar lebih. Yang berarti dalam RAPBD-P Tahun 2023 terdapat defisit sebesar Rp27,523 milyar lebih yang ditutupi dari pembiayaan daerah.

“Kami menyadari bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan kemampuan fiskal daerah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan pelaksanaan program pembangunan, namun demikian kami tetap berupaya dengan sumber daya yang ada untuk mewujudkan Visi Kabupaten Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Di Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru Yang Aman, Unggul, Dan Madani (Aum),” ujar Sanjaya.

Pihaknya juga menekankan, agar eksekutif dan legislatif Tabanan dapat terus mempertahankan kekompakan, semangat kerjasama dan suasana saling pengertian semua pihak, demi suksesnya pelaksanaan program pembangunan di tahun 2023. (rls)

Dua Ranperda Pemkab Tabanan Disepati DPRD Tabanan dalam Sidang Paripurna

Sidang Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III Tahun 2023 yang digelar di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Sabtu (9/9/2023).
Sidang Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III Tahun 2023 yang digelar di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Sabtu (9/9/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan menyepakati dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang sebelumnya telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Kesepatakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama oleh Ketua DPRD Tabanan dan Bupati Tabanan dalam Sidang Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III Tahun 2023 yang digelar di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Sabtu (9/9/2023).

Adapun dua Ranperda yang disepakati yakni Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung.

Bupati Sanjaya menyampaikan, pembahasan dua buah Ranperda telah dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sesuai dengan mekanisme yang berlaku serta tidak terlepas dari tanggung jawab, komitmen, kesungguhan serta kerjasama yang baik dari pimpinan dan seluruh anggota dewan.

“Sesuai dengan ketentuan, setelah disetujui bersama kedua Ranperda akan melalui tahapan berikutnya untuk dievaluasi oleh Gubernur,” kata Sanjaya.

Adapun gambaran besar terkait Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah Kabupaten Tabanan nomor 11 tahun 2022 tentang APBD tahun anggaran 2023 yakni Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp2,109 triliun lebih yang meliputi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp590,369 miliar lebih, Pendapatan Transfer sebesar Rp1,518 triliun lebih dan lain-lain. Pendapatan daerah yang sah sebesar Rp1 miliar.

Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp2,136 triliun lebih yang meliputi, Belanja Operasi sebesar Rp1,614 triliun lebih, belanja modal sebesar Rp267,560 miliar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp5,261 miliar lebih serta belanja transfer sebesar Rp249,156 milyar lebih. Yang berarti dalam RAPBD-P Tahun 2023 terdapat defisit sebesar Rp27,523 milyar lebih yang ditutupi dari pembiayaan daerah.

“Kami menyadari bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan kemampuan fiskal daerah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan pelaksanaan program pembangunan, namun demikian kami tetap berupaya dengan sumber daya yang ada untuk mewujudkan Visi Kabupaten Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Di Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru Yang Aman, Unggul, Dan Madani (Aum),” ujar Sanjaya. (ana)

Buruh Proyek Villa Korban Penganiayaan di Desa Kaba-Kaba dalam Keadaan Keritis

Korban penganiaan di Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Korban penganiaan di Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Didik Haryono (28), seorang buruh proyek villa di Banjar Tegal Kepuh, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, yang menjadi korban pengeroyokan orang tak di kenal pada Jumat (8/9/2023) malam dalam keadaan kritis.

Kini, pria asal Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

“Korban ada di rumah Sakit Sanglah. Kondisinya kritis akibat beberapa luka tusuk di bagian dada hingga kepala,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tabanan AKP Arung Wiratama, Sabtu (9/9/2023).

Dia menyebut, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi diperkirakan korban dikeroyok oleh tiga hingga empat orang.

Selain itu, sebelum pengeroyokan terjadi, para pelaku sempat melakukan pesta miras di sekitar tempat kejadian.

“Namun, kronologi sebenarnya belum dapat dipastikan karena masih memeriksa saksi-saksi,” ucapnya.

AKP Arung menambahkan, dari hasil olah TKP belum ditemukan senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Namun, ditemukan satu barang bukti berupa motor yang diduga milik pelaku.

“Barang bukti lain belum kami temukan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pengeroyokan dialami Didik Haryono oleh orang tak dikenal terjadi di sebuah proyek villa di Banjar Tegal Kepuh, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, sekitar pukul 21.00 WITA.

Kejadian tersebut diketahui oleh dua rekan kerja korban bernama Sumaan (38) dan Ringga Andika Putra (21).

Kemudian, mereka melaporkan peristiwa penganiaaan tersebut ke kepala wilayah (kawil) setempat I Putu Agus Indra Jaya (33).

Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke Polsek Kediri dan Babinkamtibnas untuk penanganan lebih lanjut. Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. (ana)

Buruh Proyek Villa di Desa Kaba-Kaba Dianiaya Orang Tak Dikenal dengan Senjata Tajam

Evakuasi korban penganiaan di Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali.
Evakuasi korban penganiaan di Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang buruh bernama Didik Haryono (28) dianiaya menggunakan senjata tajam oleh orang tak dikenal di proyek villa di Banjar Tegal Kepuh, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (8/9/2023) malam.

Akibatnya, korban yang berasal dari Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengalami luka sayatan di tangan kanan, dada hingga kepala.

“Korban mengalami luka berat. Dan pelaku masih dalam lidik,” ujar Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti, Sabtu (9/9/2023).

Dia menjelaskan, pengeroyokan terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. Kejadian tersebut diketahui oleh dua rekan kerja korban bernama Sumaan (38) dan Ringga Andika Putra (21).

Kemudian, mereka melaporkan peristiwa penganiaaan tersebut ke kepala wilayah (kawil) setempat I Putu Agus Indra Jaya (33).

Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke Polsek Kediri dan Babinkamtibnas untuk penanganan lebih lanjut. Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Laporan penganiayaan kami terima sekitar pukul 21.15 WITA,” ucapnya.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap para pelaku pengeroyokan yang diketahui lebih dari satu orang.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya. (ana)

Bupati Giri Prasta Segera Lakukan Perbaikan Retakan Tebing Pura Luhur Uluwatu

Bupati Nyoman Giri Prasta segera akan menyiapkan masterplan untuk memperbaiki retakan, menguatkan dan menata tebing Pura Luhur Uluwatu.
Bupati Nyoman Giri Prasta segera akan menyiapkan masterplan untuk memperbaiki retakan, menguatkan dan menata tebing Pura Luhur Uluwatu.

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta merespon dengan cepat foto tebing retak di kawasan Pura Luhur Uluwatu Pecatu yang beredar di media sosial.

Pihaknya menegaskan sudah menunjuk tim teknis untuk melakukan pengecekan ke lapangan dan meminta agar segera melakukan tindak lanjut berupa perbaikan retakan, penguatan dan penataan sebagai upaya konkret untuk mengantisipasi terjadinya abrasi tebing kawasan Pura yang terletak di ujung selatan Kabupaten Badung tersebut.

“Saya sudah menunjuk tim teknis untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Saya juga perintahkan agar ini segera ditindaklanjuti, dengan menyiapkan masterplan untuk memperbaiki retakan, menguatkan dan menata tebing Pura Luhur Uluwatu dengan menggunakan dana APBD Badung. Ini harus kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya abrasi,” ujar Bupati Giri Prasta di Puspem Badung, Jumat (8/9/2023)

Giri Prasta menegaskan, selaku Kepala Pemerintahan di Kabupaten Badung pihaknya akan terus berupaya secara maksimal untuk menyelamatkan warisan budaya yang sangat disakralkan oleh masyarakat Pulau Dewata itu.

“Pura Luhur Uluwatu selain sebagai daya tarik wisata, juga merupakan tempat sembahyang yang sakral dan warisan budaya yang harus dilestarikan. Jadi kami akan seoptimal mungkin untuk melakukan upaya penyelamatan,” tegasnya.

Sebagai informasi, menurut Badan Meteorologi dan Geofisika, penyebab utama abrasi tebing di Uluwatu adalah perubahan kecepatan angin dan badai siklon tropis.

Kecepatan angin terus bertambah dari biasanya hanya 35 kilometer per jam, kini menjadi 60-80 kilometer per jam. (rls)

Bupati Sanjaya Hadiri Ngaben Bersama Krama Banjar Munggal

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Mewujudkan pembangunan menyeluruh dan berkelanjutan serta berdampak positif terhadap masyarakat sangat diperlukan adanya sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat.

Sebab itu, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, selalu berupaya hadir langsung memberikan dukungan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh krama di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.

Kali ini, Jumat (8/9/2023) pagi, Bupati Sanjaya dan jajaran terkait menghadiri upacara Pitra Yadnya Ngaben Bersama yang dilaksanakan oleh krama Banjar Adat Munggal, Desa Kukuh, Marga.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Balai Banjar Adat Munggal tersebut, Bupati Sanjaya beserta jajaran disambut baik oleh Perbekel, Bendesa Adat Kukuh, Prawartaka Karya serta masyarakat di depan Balai Banjar.

Kemudian melanjutkan tinjauan ke dalam Bangsal, berbincang dengan Prawartaka Karya terkait upacara, serta apresiasipun disampaikan orang nomor satu di Tabanan terkait konsep pembangunan yang berlandaskan kebersamaan.

“Penataan tempat dan konsep pembangunan sangat baik yang seiring dengan kebersamaan dan semangat gotong-royong krama. Inilah yang membanggakan bagi titiang selaku Kepala Daerah, ketika kramanya bersatu dan selalu bergotong-royong mewujudkan pembangunan di wilayah masing-masing,” ujar Sanjaya di sela-sela tinjauannya di Bangsal Pengabenan Banjar Adat Munggal.

Dikesempatan itu juga disampaikan pihaknya, bahwa dalam mewujudkan visi misi Pemkab menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM), pemerintah tidak akan bisa sendiri tanpa dukungan dan sinergi dari masyarakat.

Untuk itu, pihaknya dan jajaran selalu konsisten hadir di tengah-tengah masyarakat guna meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan, juga sebagai wujud sradha bhakti pemerintah kepada masyarakat.

“Inilah cerminan sinergi kita antara pemerintah dan krama. Kami di pemerintah akan selalu mendukung serta membantu pembangunan positif yang dilakukan krama. Terbukti, tiang dan jajaran serta para Wakil Rakyat hadir bersama, selain meberikan dukungan dan bantuan, juga mendokan agar Karya ini berjalan dengan baik dan lancar. Inilah sinergi kita dan tiang harap rasa saling memiliki ini terus ditingkatkan dalam mewujudkan pembangunan kedepan,” imbuh Sanjaya.

Tidak hanya itu, usai melakukan tinjauan di Bangsal, Bupati Sanjaya juga meninjau bangunan Balai Banjar setempat. Untuk diketahui, bahwa Balai Banjar Munggal belum lama ini dilakukan pembangunan yang yang rencananya berbentuk bangunan lantai II dan baru terealisasi I lantai.

Untuk itu, Sanjaya menyampaikan akan berupaya membantu kelanjutan pembangunan, sekaligus ornamen-ornamen tambahan yang diperlukan.

Dikesempatan yang sama, krama Banjar Munggal yang diwakili oleh I Gede Subawa selaku Prawartaka Karya menyampaikan terimakasih dan kebanggaanya atas kunjungan Bupati Tabanan dan jajaran beserta para pihak legislatif.

Terimakasih juga disampaikan pihaknya atas bantuan terhadap Karya kali ini serta berharap Bupati Sanjaya beserta undangan yang lain dapat memenuhi keinginan krama, yakni mewujudkan kelanjutan pembangunan Balai Banjar setempat.

Selain itu, I Gede Subawa juga menyampaikan, bahwa rangkaian Karya Ngaben Bersama ini telah dimulai dari beberapa bulan yang lalu, dimana puncaknya akan dilaksanakan pada 10 September 2023 dilanjutkan dengan berbagai rangkaian upacara lainya.

Dimana karya ini diikuti oleh 38 Sawa, 19 Ngelangkir, 34 Orang Metatah serta 28 Orang Metelu Bulanan, dengan biaya masing-masing sebesar Rp11,3 Juta untuk Sawa Ngaben, Rp1,5 Juta untuk Sawa Ngelangkir serta Rp500 Ribu Rupiah untuk Mesangih dan Metelu Bulanan.

Turut hadir anggota DPR RI Alit Kesuma Kelakan, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga dan anggotanya Putu Eka Putra Nurcahyadi, Sekda, dan jajaran OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat. (rls)

Bupati Tabanan Dukung Kekompakan Warga Desa Abiantuwung Melaksanakan Dewa Yadnya

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,M.M saat menghadiri sekaligus nyaksi Karya Agung Pura Puseh Desa Adat Abiantuwung, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (8/9/2023).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,M.M saat menghadiri sekaligus nyaksi Karya Agung Pura Puseh Desa Adat Abiantuwung, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (8/9/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,M.M saat menghadiri sekaligus nyaksi Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Melaspas, Ngenteg Linggih lan Mupuk Pedagingan ring Pura Puseh Desa Adat Abiantuwung, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (8/9/2023).

Bersama dengan rombongan jajaran, Bupati Sanjaya ajak serta Ketua DPRD Tabanan dan anggota, Sekda Tabanan, beserta para OPD terkait di lingkungan Pemkab, tiba di Desa Adat Abiantuwung dan menghadiri yadnya, dengan senyum hangat wujud rasa syukur atas semangat kebersamaan yang terpancar dari masyarakat.

Apresiasi yang baik senantiasa diberikan oleh orang nomor satu di Tabanan tersebut, atas upaya masyarakat untuk terus membangun, melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi-tradisi sakral ini, sebagai bagian integral dari identitas dan kearifan lokal.

Terdiri dari Karya Agung Tawur Balik Sumpah, yakni ritual pembersihan diri dan jiwa, dilanjutkan dengan Pedudusan agung yang dimaknai sebagai persembahan terhadap Tuhan, dilakukan dengan penuh kesungguhan dan kerendahan hati.

Kemudian, dilanjutkan dengan Menawa Rartna, Melaspas, Ngenteg Linggih dan Mupuk Pedagingan, menjadi suatu rangkaian upacara yang juga memiliki makna untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat Desa Abiantuwung.

“Saya memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa, atas upayanya membangun upacara yang sangat agung, luar biasa, menghabiskan biaya kurang lebih 1,8 Milyar dan astungkara, dengan rasa kekompakan, gotong-royong, bisa membangun karya yang agung dan hanya dibebankan biaya peturunan sebanyak 100 Ribu rupiah per KK, murah sekali ini,” ujar Sanjaya.

Pihaknya juga menyampaikan, pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur dengan semangat gotong-royong, sesuai dengan yang tertuang dalam Visi dan Misi Kabupaten Tabanan.

“Karena Jro Bendesa dan Tokoh, bisa menjalin hubungan dekat dengan pemerintah di Provinsi dan Kabupaten, sebagaimana kita konsepkan sejak dulu, Desa Abiantuwung ini dijuluki Desa Abiantuwung bersatu, jika ada pembangunan dengan kekompakan dan semangat gotong royong, akhirnya asas manfaat apapun bisa diwujudkan dengan baik, hari ini menjadi buktinya,” imbuhnya.

Karya ini kemudian, tidak hanya menjadi momen keagamaan dan budaya, namun juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat jaringan sosial antara para tokoh dan masyarakat Desa Abiantuwung, serta jajaran pemerintah.

Seperti yang disampaikan Bupati Sanjaya, bahwa apa yang dilakukan desa, telah tertuang dalam visi misi Tabanan sebagai bagian dari pelestarian adat dan seni budaya. Pemerintah memiliki kewajiban untuk hadir dan mendorong partisipasi masyarakat membangun yadnya-yadnya di desa, baik Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Resi Yadnya dan Buta Yadnya.

I Gusti Ketut Widiana, selaku Bendesa Adat dan mewakili masyarakat Abiantuwung, memberikan sambutan baik atas hadirnya jajaran pemerintah nyaksi karya yang puncak acaranya berlangsung pada 6 September dan berakhir di tanggal 14 September 2023 mendatang.

“Saya ngaturang suksema sareng Bapak Bupati, sampun datang ngerauhin, semoga Karya Agung ini berjalan dengan lancar dan mendapat anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan yang Maha Esa,” pungkasnya. (ana)

Tabanan Usulkan Rekrutmen PPPK Non-Nakes

Ilustrasi (Foto: Katadata)
Ilustrasi (Foto: Katadata)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan saat ini tengah mengusulkan tenaga non kesehatan agar bisa mengikuti rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal itu dikarenakan, tenaga non kesehatan sebagai penunjang pelayanann kesehatan masyarakat baik di rumah sakit umum maupun puskesmas masih sangat kurang.

Tenaga non kesehatan ini misalnya tenaga administrasi di rumah sakit umum hingga puskesmas, sopir ambulans, dan lainnya.

“Masih kekurangan non-nakes yang belum tercover. Sehingga kami coba usulkan kepada pemerintah pusat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, Jumat (8/9/2023).

Dia berharap, tenaga non kesehatan nantinya bisa mengikuti seleksi PPPK sebab kekurangan mencapai ribuan orang dan beberapa dari mereka sudah mengabdi lebih dari delapan tahun.

Pihaknya pun masih menunggu keputusan dari pemerintah khususnya Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengingat saat ini pemerintah mengutamakan rekrutmen untuk PPPK nakes.

“Kami masih menunggu keputusan dari Kementerian karena memang rektutmen nakes yang diselesaikan dulu,” ucapnya.

Wira Andi menambahkan, pemerintah pusat telah menyetujui 1.070 formasi PPPK nakes tahun 2023 untuk Kabupaten Tabanan.

Sebanyak 1.070 formasi itu tersebar di 25 fasilitas kesehatan diantaranya 20 puskesmas, dinas kesehatan, laboratorium dan farmasi, bidang obat, serta di RSUD yang ada di Tabanan.

“Kategorinya itu untuk semua nakes baik perawat, bidan, dokter, tenaga gizi, radiografer,” imbuhnya.

Meskipun demikian, menurutnya jumlah tersebut masih kurang sebab saat ini Tabanan memerlukan sekitar 4.000 orang tenaga kesehatan dan tenaga penunjangnya.

“Total yang dibutuhkan kurang lebih 4.000 formasi nakes dan juga non nakes. Mudah-mudahan non nakes ini nanti juga bisa ikut rekrutmen PPPK,” pungkasnya. (ana)

2.033 PPPK Guru di Badung Dilantik dan Terima SK

Bupati Giri Prasta seusai melantik, mengambil sumpah janji dan penyerahan SK Pengangkatan PPPK Jabatan Fungsional Guru Kabupaten Badung tahun 2022, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (7/9/2023).
Bupati Giri Prasta seusai melantik, mengambil sumpah janji dan penyerahan SK Pengangkatan PPPK Jabatan Fungsional Guru Kabupaten Badung tahun 2022, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (7/9/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sebanyak 2.033 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahun 2022 dilantik dan menerima SK dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung.

Pelantikan yang dirangkaikan dengan pengambilan sumpah janji dan penyerahan SK dilakukan langsung oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, bertempat di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Kamis (7/9/2023).

“Ini adalah salah satu tugas daripada arahan Menpan-RB untuk menyelesaikan persoalan pegawai di daerah, maka kami ini telah menunaikan untuk tenaga guru dan untuk tenaga yang lain kita upayakan juga untuk pengangkatan PPPK,” ujar Giri Prasta.

Menurutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK memiliki arti yang sangat strategis dan mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Disamping itu, ASN juga dikatakan sebagai kader dalam birokrasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan nantinya, serta memiliki peranan yang besar dalam mewujudkan Good Governance.

“Kita sudah tugaskan BKPSDM Badung untuk menindaklanjuti hal ini sesuai dengan regulasi, astungkara kedepan Kabupaten Badung tuntas semua pegawai jadi PPPK sesuai aturan,” kata Giri Prasta.

Dia menambahkan, pihaknya sedang berkoodinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) agar kedepannya para ASN yang berstatus PPPK bisa mendapat tunjangan setelah pension.

“Saya pastikan, nanti terkait TPP astungkara kami akan lakukan dengan baik, dan hal paling penting kami juga sudah koordinasi dengan Menpan-RB agar kedepan PPPK ini bisa mendapatkan gaji atau tunjangan pensiun setelah purna tugas. Semoga ini bisa di aminkan, sehingga kita bisa memaksimalkan potensi birokrasi, khususnya di jabatan fungsional pendidikan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Badung Gede Wijaya melaporkan, Pelantikan, Pengambilan Sumpah Janji dan Penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahun 2022, merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Badung dalam mendorong pemberian kejelasan terkait status legalitas pegawai yang berstatus non ASN di Kabupaten Badung agar bisa menjadi ASN melalui jalur PPPK.

“Hari ini sebanyak 2.033 orang jabatan fungsional guru di Kabupaten Badung mendapatkan SK PPPK, yang merupakan tenaga pendidik di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di wilayah Kabupaten Badung,” jelasnya. (rls)

Pasca Pandemi, Sejumlah Desa Wisata dan DTW di Tabanan Belum Berkembang

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan mencatat destinasi pariwisata baik itu Daya Tarik Wisata (DTW) maupun Desa Wisata di Tabanan secara keseluruhan belum bisa berjalan optimal pasca pandemi Covid-19.

Berdasarkan data, dari 25 DTW yang ada di Tabanan, hanya ada 4 yang tergolong maju yakni DTW Tanah Lot, Jatiluwih, Ulun Danu Beratan dan Kebun Raya Bedugul. Sedangkan, 16 tergolong berkembang dan sisanya mati suri.

Kemudian, dari 28 desa wisata, ada dua yang tergolong maju yakni Desa Wisata Pinge dan Desa Wisata Jatiluwih. 14 tergolong berkembang dan 10 rintisan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya mengatakan, penyebab tidak optimalnya kedua destinasi pariwisata tersebut yakni jumlah kunjungan wisatawan di Tabanan saat ini masih belum pulih.

“Kunjungan wisata masih dibawah 10 persen dari target yang kami pasang setelah pandemi, sehingga masing-masing destinasi belum bisa membiayai penambahan fasilitas untuk menarik wisatawan,” jelasnya, Kamis (7/9/2023).

Bahkan, sedikitnya jumlah kunjungan saat pandemic menyebabkan beberapa desa wisata yang sebelumnya berstatus berkembang turun menjadi rintisan.

“Sekarang pasca pandemi ini desa wisata tersebut mulai diaktifkan kembali agar kembali berstatus berkembang,” ungkap Satria Tenaya.

Dia menyebut, berbagai upaya sudah dilakukan untuk kembali membangkitkan seluruh destinasi tersebut. Diantaranya promosi melalui Website agar wisatawan mengetahui dengan pasti destinasi wisata yang akan dikunjungi.

Peningkatan kualitas SDM pelaku pariwisata dengan pelatihan khususnya Pokdarwis di masing-masing desa wisata.

“Seperti beberapa waktu lalu ada pelatihan langsung dari Kementrian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) di Desa Tegal Jadi,” sambungnya.

Selain itu, mendorong optimalisasi teknologi informatika dengan promosi melalui sosial media, kerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) serta travel agent.

“Termasuk salah satu yang saat ini sudah dikenalkan oleh Kemenkraf adalah memanfaatkan VR (video reality),” sambungnya.

Pihaknya pun berharap, promosi melalui teknologi ini bisa berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan. (ana)