- Advertisement -
Beranda blog Halaman 608

Sambut MenPAN-RB, Bupati Sanjaya Tuntut ASN Terapkan Birokrasi Cepat, Cerdas dan Tuntas

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sambut Kehadiran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dalam rangka Mengajar ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M tuntut ASN sebagai SDM yang mampu menerapkan birokrasi yang cepat, cerdas dan tuntas, serta berfokus pada dampak kinerja, Jumat (7/7/2023).

Berlangsung secara hybrid di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan dan ditayangkan melalui siaran virtual zoom, Pemaparan materi dan diskusi yang dipimpin oleh Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si Selaku Menpan RB, dihadiri oleh Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RI beserta jajaran, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Sekda Tabanan beserta Para Asisten, Para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan dan seluruh ASN Tabanan.

Dengan Tagline “Bergerak Untuk Reformasi Birokrasi Terdampak”, Menpan RB Anas paparkan terkait pentingnya Reformasi Birokrasi yang menjadi engines of development dan sangat penting untuk diperbaiki. Hal ini sesuai dengan penjabaran arahan dari Presiden RI Joko Widodo, yang menginginkan birokrasi berdampak, birokrasi bukan tumpukan kertas dan birokrasi lincah dan cepat.

Diumpamakan dengan kendaraan, birokrasi merupakan mesin dari pemerintahan. Mesin yang baik maka jalannya pemerintah juga akan baik.

“Engines of Development sangat penting untuk kita perbaiki, dengan orientasi program yang lebih berdampak, birokrasi yang hebat, maka layanan di Tabanan juga akan hebat,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta kepala daerah untuk memangkas langkah panjang yang harus ditempuh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan guna meningkatkan optimalisasi dan efektifitas pelayanan publik di Pemerintah Daerah.

Mantan Bupati Banyuwangi 2 periode itu juga menjelaskan, fokus reformasi birokrasi ditetapkan pada aspek hilir, dengan cara penyederhanaan evaluasi reformasi birokrasi yang berfokus pada dampak kinerja bukan administrasi laporan.

Sebelumnya, proses evaluasi RB harus menempuh proses yang panjang, dan harus menjawab 259 pertanyaan, mengunggah ribuan dokumen yang perlu disampaikan. Namun kini hanya ada 26 indikator hasil yang akan dinilai.

“Ukurannya saat ini langsung ke dampak, inilah kita sebut dengan double track RB yang baru. Yang diukur di antaranya soal kemiskinan, investasi, digitalisasi, belanja produk dalam negeri, pengendalian inflasi dan sebagainya,” sebutnya.

Anas menjelaskan, kehadirannya saat ini untuk mendorong bagaimana birokrasi di Tabanan ini bisa bergerak lebih berdampak.

“Kita ini kadang sibuk tetapi dampak ke rakyatnya kurang, mudah-mudahan hari ini ada Pak Bupati, kita mendorong birokrasi kita berdampak, kenapa menjadi penting? Karena birokrasi menjadi engine perubahan di seluruh dunia, di Inggris, di Estonia dan beberapa negera, pertama yang di-reform adalah di birokrasi karna dia akan memberikan layanan baik yang bersifat langsung maupun administratif. Mudah-mudahan hari ini kehadiran Menpan RB mengajar ASN kedepannya akan berdampak,” tandasnya. (rls)

Seharian Diguyur Hujan, Puluhan Bencana Alam Terjadi di Tabanan

(Ilustrasi) Evakuasi warga yang terkena banjir di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
(Ilustrasi) Evakuasi warga yang terkena banjir di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah di Kabupaten Tabanan sejak Kamis (6/7/2023) malam hingga Jumat (7/7/2023) ini menyebabkan beberapa bencana alam seperti tanah longsor, banjir hingga pohon tumbang.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gede Made Berata saat dikonfirmasi mengatakan, laporan adanya bencana alam telah terjadi di Kecamatan Tabanan, Kediri, Marga, dan Selemadeg Timur.

“Setidaknya ada puluhan laporan bencana alam yang telah kami terima sejak siang tadi,” jelasnya, Jumat (7/7/2023).

Berdasarkan data yang diberikan, di Kecamatan Selemadeg Timur sejak pagi tadi terjadi bencana tanah longsor di Banjat Apit Yeh, Desa gunung Salak; di Banjar Jelijih Tegeh, Desa Megati tepatnya dipinggir jalan utama Denpasar-Gilimanuk dengan panjang kurang lebih 10 meter; di Banjar Cepaka, Desa Gadung Sari dan tanah longsor menimpa menimpa Pura Melanting di Banjar Pucuk, Desa Bantas.

Kemudian, banjir akibat meluapnya air sungai hingga naik kepermukaan jalan antara Banjar Bongan dengan Banjar Alas dan Banjar Brajingan di Desa Tegalmengkeb.
“Tanah longsor telah ditangani oleh masyarakat bersama Bhabinkamtibmas dan nihil korban jiwa,” sebut Berata.

Selanjutnya di Kecamatan Marga, terjadi tanah longsor menimpa senderan rumah warga di Banjar Kelaci, Desa marga Dauh Puri dan Banjar Tatag, Desa kukuh dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp90 juta. Tanah longsor juga terjadi di Banjar Gunungsiku, Desa Peken Belayu yang menimpa warung milik I Made Dwi Amerta dengan kerugian material mencapai Rp55 juta.

Selanjutnya, pohon tumbang jenis rambutan menimpa pos kamling di Banjar Bugbugan, Desa Marga Dajan Puri dengan kerugian mencapai Rp500 ribu; pohon jenis cepaka menimpa rumah dan pelinggih warga Banjar Gereseh, Desa Payangan; pohon jenis bayur tumbang menimpa kabel PLN di Banjar Geluntung Kelod, Desa Geluntung; dan kayu cepaka menimpa rumah dan pelinggih warga di Banjar Gereseh, Desa Payangan.

Selanjutnya, tembok pagar sebelah selatan sekolah SMAN 1 Marga sepanjang 25 meter di Banjar Kuwum Ancak, Desa kuwum, roboh ke selatan dan menimpa setra akibat tergerus air hujan.

Sementara itu di Kecamatan Kediri terjadi banjir di perumahan BCA Multi Jadi dan Perumahan Panorama Sanggulan mengakibatkan sejumlah rumah terendam air hampir dua meter dan terisolasi.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Tabanan, banjir akibat meluapnya air sungai juga terjadi di beberapa daerah dan menutupi akses jalan.

“Sampai saat ini tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat bencana tersebutb elum kami terima,” imbuh Berata. (ana)

KemenPan-RB Siapkan Opsi Penghapusan Tenaga Non-ASN

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Informasi Birokrasi (KemenPan-RB) Abdullar Azwar Anas.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Informasi Birokrasi (KemenPan-RB) Abdullar Azwar Anas.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Informasi Birokrasi (KemenPAN-RB) tengah mempersiapkan opsi terkait penghapusan tenaga non Aparatur Sipil Negara (ASN) pada November 2023 mendatang.
Opsi ini bertujuan agar tidak ada PHK massal.

Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas mengatakan, opsi tersebut disiapkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan permasalahan tenaga non-ASN atau honorer pada transisi lima tahun atau 2018-2023.

“Tentunya opsi ini tidak bisa menggembirakan tetapi prinsipnya adalah kami tidak ingin ada PHK massal dan benar-benar harus dihindari,” jelas Abdullah usai acara mengajar ASN di lingkungan Pemkab Tabanan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Jumat (7/7/2023).

Menurutnya, penyelesaian masalah tenaga non-ASN atau tenaga honorer ini memang tidak mudah. Sebab dari 400.000 orang tenaga non-ASN justru semakinbertambah menjadi 2,4 juta.

Selain menghindari PHK massal sebut Abdullah, opsi tersebut juga menghindari pembengkakan anggaran yang signifikan serta tidak ada pengurangan pendapat non-ASN sekarang.

“Kami sedang merumuskan itu. Mudah-mudahan sebelum November nanti sudah selesai,” jelasnya.

Abdullah menyebut, pihaknya telah melakukan diskusi dengan asosiasi para bupati, walikota atau gubernur untuk mencari alternatif atau jalan tengah. Namun, belum bisa menyebutkan opsi yang diambil.

“Opsi itu sedang kita siapkan,” sebutnya.

Mantan Bupati Banyuwangi itu menambahkan, untuk lowongan ASN tahun ini sudah disiapkan sebanyak 1.030 juta dengan prioritas posisi tenaga kesehatan dan guru.

Komposisi ASN yakni 80 persen PPPK dan 20 persen fresh graduate. “Kedepan Mudah-mudahan PPPK berkurang tinggal 30 persen dan fresh graduate naik 30 persen,” sambungnya. (ana)

Sebuah Rumah Tertimpa Longsor ” Satu Selamat, Dua Lainya Masih Dalam Pencarian “

Pencarian Korban Longsor Di Banjar dinas Ngis Kaler,Desa Tribuana Kecamatan Abang Karangasem.

 

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Bencana alam tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Ngis Kaler, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem, Jumat (7/7/2023) pagi. Diperkirakan waktu kejadian kurang lebih pukul 06.45 Wita. Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar) mendapatkan informasi kejadian tersebut dari Kabid Lapangan BPBD Karangasem. Tanah longsor yang terjadi mengakibatkan 1 rumah warga tertimbun.

Diketahui korban berjumlah 3 orang, 1 orang selamat dan 2 orang lainnya dalam pencarian. Identitas korban selamat atas nama Ni Nyoman Ririg mengalami cedera patah kaki dan dibawa ke RSUD Karangasem. Korban masih dalam pencarian atas nama I Ketut Tunas dan I Komang Aditya, dan diperkirakan tertimbun longsor.

Sebanyak 7 personil Pos SAR Karangasem diberamgkatkan ke lokasi untuk melaksanakan evakuasi. Kondisi rumah rusak parah dan terlihat pohon-pohon besar yang terbawa longsoran. Sampai dengan saat ini tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban hilang. (ay/hmsdps)

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sanggulan 

Pohon tumbang timpa sebuah mobil yang parkir di depan Sekolah Mapindo, BTN Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (6/7/2023).
Pohon tumbang timpa sebuah mobil yang parkir di depan Sekolah Mapindo, BTN Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (6/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa pohon tumbang terjadi di depan Sekolah Mapindo, BTN Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri pada Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 19.15 WITA.

Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti mengatakan, pohon berjenis lamtoro tersebut tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pohon mengenai kap mobil Avanza yang sedang parkir di dekat lokasi,” ujarnya, Kamis (6/7/2023).

Sri Subakti menjelaskan, saat kejadian saksi atas nama Didik Arianto tengah duduk di warung bakso di area pasar Mapindo Sanggulan, mendengar bunyi ambruk.

Saksi mengira kamar mandi umum di pasar tersebut roboh. Setelah dilihat ternyata pohon tumbang yang berada di belakang kamar mandi dan mengenai mobil Avanza hitam dengan nomor polisi DK 1663 BRY milik Hengki Hutrisa yang merupakan warga sekitar.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh Kawil Sanggulan Anyar. Selanjutnya, petugas BPBD Kabupaten Tabanan melaksanakan pembersihan di sekitar pohon tumbang.

“Atas kejadian tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp5 juta,” kata Subakti. (ana)

Tapaki Jalan Panjang Dunia Seni, Ny. Putri Koster Peduli Keseimbangan Kelangsungan Seni Tradisional dan Seni Modern di Bali

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Bagi penikmat serial drama klasik era 80-an pasti tidak asing dengan Ni Putu Putri Suastini atau Ny. Putri Koster, seniman serba bisa tersebut dikenal masyarakat Bali melalui drama klasik yang disiarkan oleh TVRI Bali selama hampir satu dekade pada tahun 80an.

Sementara perjalanan panjang Putri Koster di dunia seni sudah dimulai sejak usia sangat dini. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi Narasumber dalam NGOBRAS ‘Ngobrol Bareng Artis’ di Radio Gema Merdeka, Rabu(5/7). “ Tahun 70 umur 4 tahun ibu dilatih ada guru tari ibu, Anak Agung Suciati. Nah nike ibu dilatih dari kecil menari, jadi basicnya ibu tari Bali,” ungkap Bunda Putri.

Lalu setelah itu ia mulai mendalami seni pertunjukan dengan tergabung dalam teater mini saat dirinya masih di jenjang SMP. Akhirnya dari pentas ke pentas. Awal namanya itu teater mini karena pemainnya anak-anak dan mengangkat cerita tentang anak-anak, masih berkolaborasi dengan teater kukuruyuk Pak Taro. Nah disitulah Putri Suastini Koster mengenal dunia seni peran. Hingga akhirnya saat SMA di SMAN 1 Denpasar, ia pun semakin aktif dalam dunia seni peran. Tidak hanya melalui teater mini namun juga tergabung dalam teater angin yang lebih banyak menceritakan kisah drama remaja. “Sejak TVRI ada di Bali Tahun 1978, Ibu sudah mengisi disana dengan teater mininya, teater anginnya. Kalau teater angin ibu tampil dengan drama remaja dan teater mini dengan drama klasik,” jelasnya.

Sementara memasuki dunia tarik suara menurutnya bukan sesuatu yang disengaja. Walaupun saat ini telah melahirkan belasan lagu, ia menyampaikan bahwa hal tersebut hanya menyalurkan gairah seninya saja. “Lagu-lagu ibu tidak khusus. Ketika anak-anak sudah bisa diajak ke Bali, ibu ajak liburan ke Bali. Dua minggu misalnya lalu janjian dengan teman-teman lalu muncullah tembang tuntang, sinetron cupak gerantang,” ungkapnya. Awalnya lagu-lagu yang lahir pun hanya untuk mengisi sinetron tersebut namun akhirnya berlanjut hingga menjadi video klip.

Tidak berhenti disitu, ia pun aktif dalam seni sastra dengan aktif sebagai pembaca puisi. Awalnya menurutnya hanya iseng bermain ke taman Ismail Marzuki lalu berlatih vokal bersama seniman-seniman senior disana hingga mendalami seni puisi. Bahkan saking menjiwainya tidak jarang penonton menjadi merinding hingga kesurupan mendengar Putri Koster membacakan puisi dengan lantang dan penuh penghayatan. “Bagi ibu itu kebanggaan saja,” tuturnya.

Kecintaannya terhadap seni tradisional hingga seni modern menjadikannya sangat peduli terhadap kelangsungan seni di Bali. Bahkan saat ini walaupun tengah sibuk di dunia birokrasi sebagai Ketua PKK dan Dekranasda Provinsi Bali serta jabatan lainnya, ia masih sangat menaruh perhatian terhadap dunia seni di Bali. Hal ini pula yang membuatnya memperjuangkan dilaksanakannya Festival Seni Bali Jani sebagai wadah bagi pelaku seni modern dan kontemporer agar mendapat tempat untuk berkarya.

“Belakangan ini hingga 45 tahun Pesta Kesenian Bali, ibu melihat timpang perhatian pemerintah nike terhadap seni modern karena PKB akhirnya mengerucut pada pelestarian seni tradisi. Oke Ga apa-apa. Lalu ibu bilang berikan perhatian yang sama untuk seniman-seniman di ranah modern,” jelasnya. Lalu ia menyampaikannide tersebut kepada Bapak Gubernur Bali hingga akhirnya Provinsi Bali memiliki dua ajang berkesenian untuk masyarakatnya yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai wadah melestarikan seni tradisi dengan segala modifikasi dan kreatifitas seni tradisionalnya dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) yang memberikan ruang kepada seniman-seniman modern untuk berkarya namun masih tetap bercirikan budaya Bali.

Keracunan Miras di Marga, Korbannya Lima Pemuda

Polisi melakukan identifikasi di TKP keracunan miras, Banjar Tegal, Desa Kukuh.
Polisi melakukan identifikasi di TKP keracunan miras, Banjar Tegal, Desa Kukuh.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa keracunan miras (minuman keras) terjadi di Kecamatan Marga. Korbannya lima orang pemuda Banjar Tegal, Desa Kukuh.

Kelima pemuda tersebut antara lain I Putu Astia Wardana (24), I Putu Agus Cahyana Putra (22), I Made Deni Purnawan (19), I Wayan Suta Andriana, dan I Putu Handika.

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata membenarkan peristiwa tersebut.

“Korbannya ada lima orang dan saat ini sudah dirawat di rumah sakit,” jelas I Gusti Made Berata, Kamis (6/7/2023).

Ia menjelaskan, keracunan miras ini berawal pada Senin (3/7/2023) sore hari sekitar pukul 15.30 Wita.

Saat itu korban I Putu Astia Wardana sudah meminum miras di rumahnya, Banjar Tegal, Desa Kukuh. Ia ditemani korban lainnya yakni I Made Deni Purnawan.

Tidak lama kemudian tiga orang korban lainnya yakni I Putu Andika, I Wayan Suta Andriana, dan I Putu Agus Cahyana Putra ikut bergabung dengan minuman merek lain.

Minuman yang mereka konsumsi tersebut dibeli korban I Putu Astia Wardana di Tabanan.

“Minuman tersebut dibeli sebanyak 3 kali yakni pada Minggu (2/7/2023),” ungkapnya.

Selanjutnya pada Selasa (3/7/2023) mereka kembali minum-minum. Kali ini korban Astia Wardana kembali membeli miras sampai tiga kali. “Mereka minum sampai pukul 22.00 WITA,” imbuhnya.

Keesokan harinya, Rabu (4/7/2023), tanda-tanda keracunan mulai muncul. Meski tanda-tanda yang dialami masing-masing korban berbeda-beda.

“Ada keluhan seperti mual, muntah, pusing dan lemas. Keluhan masing-masing korban tidak sama,” jelas Gusti Made Berata.

Kelima korban saat ini sudah dirawat di BRSUD Tabanan dan satu orang korban yakni I Wayan Suta Andriana belum sadarkan diri. (tpb)

13 Kasus Positif Rabies di Tabanan, Distan Bali Sebut Masih Aman

Vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (5/7/2023).
Vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (5/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Pertanian Provinsi Bali menyebut kasus rabies di wilayah Kabupaten Tabanan masih tergolong aman.

“Tabanan aman dan belum ada kasus kematian akibat rabies,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali I Wayan Sunada, saat meninjau vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (5/7/2023).

Meskipun data terbaru menunjukkan sebanyak 13 kasus positif rabies telah terjadi. Bahkan kasus terbaru terjadi pada hewan penular rabies (HPR) jenis kera di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan pada 26 Juni lalu.

Diketahui, kera peliharaan yang menggigit pemiliknya itu tertular rabies dari salah satu anjing yang telah positif.

Sunada menyebut, kasus gigitan kera positif rabies ini pun menjadi kasus pertama di Bali. “Sebelumnya tidak ada. Tahun lalu juga,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Dinas Pertanian Tabanan I Gede Eka Parta Ariana menyebut, untuk mencegah penularan rabies pada kera khususnya kera liar yang ada di beberapa wilayah Tabanan. Vaksinasi difokuskan untuk hewan penular lain seperti anjing.

“Vaksinasi pada kera liar tidak bisa dilakukan karena kesulitan menghandle. Jadi kami fokus lakukan vaksinasi pada hewan penular yang sering kontak dengan mereka,” terangnya.

Eka menyebut, stok vaksin di Tabanan saat ini masih tersisa 600 dosis dari total yang diterima dari provinsi sekitar 35.000 dosis vaksin.

“Total alokasi vaksin itu sudah habis disebar ke masing-masing Puskeswan dan besok akan dibantu dari Provinsi lagi sebanyak tiga ribu vaksin,” katanya.

Sementara itu, estimasi populasi anjing di Tabanan pada tahun 2023 yakni mencapai 62.104 ekor. Namun, vaksinasi baru mencapai 54,90 persen atau hampir 35.000 ekor HPR dari target yang ditentukan yakni 80 persen.

Menurutnya, target tersebut seharusnya tercapai pada bulan lalu. Namun, penyaluran vaksin sempat mengalami kendala sehingga sampai saat ini target belum tercapai.

“Kami upayakan target vaksin 80 persen tercapai bulan depan atau Agustus,” sebutnya. (ana)

Truk Bermuatan 12 Ton Air Galon Terguling di Tanjakan Samsam

Truk bermuatan sekitar 12 ton air galon yang terguling di tanjakan Samsam, Banjar Dinas Samsam II, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan pada Rabu (5/7/2023)
Truk bermuatan sekitar 12 ton air galon yang terguling di tanjakan Samsam, Banjar Dinas Samsam II, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan pada Rabu (5/7/2023)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah truk bermuatan sekitar 12 ton air galon mengalami Out of Control (OC) di jalur Denpasar – Gilimanuk tepatnya di tanjakan Samsam, Banjar Dinas Samsam II, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan pada Rabu (5/7/2023).

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gede Made Berata mengatakan, kecelakaan tunggal yang menimpa truk dengan nomor polisi DK8485 QE tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WITA.

“Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp4 juta,” ujarnya, Rabu (5/7/2023).

Berata mengatakan, truk yang dikemudikan Sapri (32) asal Sumbawa tersebut datang dari arah utara atau jurusan Gilimanuk menuju Denpasar.

Namun, setibanya di TKP saat memasuki jalan tanjakan dan tikungan landai ke kiri dari jurusan Gilimanuk, truk tidak kuat menanjak.

Saat itu, mesin truk juga mendadak mati dan rem tidak berfungsi sehingga mundur. Selanjutnya, truk keluar badan jalan dan terguling ke kanan.

“Saat kejadian situasi jalan sedang sepi dan lalu lintas di dua jalur lancar,” sebutnya.

Ditambahkannya, pantat truk juga menerobos pembatas proyek perbaikan tikungan Samsam yang sedang dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Timur-Bali. (ana)

Jalin Silaturahmi, DWP Badung Terima Kunja DWP Kota Bitung

Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Ketua DWP Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara di Sekretariat Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (5/7/2023).
Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Ketua DWP Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara di Sekretariat Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (5/7/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Ketua DWP Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kota Bitung Ny. Nurjaya Theno Moenarwin beserta jajaran, bertempat di Sekretariat Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (5/7/2023).

Dalam sambutannya Ketua DWP Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa mengucapkan terima kasih karena sudah memilih Kabupaten Badung sebagai lokus kunjungan.

Dijelaskannya Kabupaten Badung terdiri dari enam kecamatan, dimana diantaranya dari ujung utara terdapat Kecamatan Petang yang dikenal dengan Jembatan Bangkung yang merupakan salah satu jembatan terpanjang di asia.

Selanjutnya di tengah-tengah Kabupaten Badung ada Kecamatan Mengwi yang terkenal dengan Pura Taman Ayun dan Badung Selatan merupakan kawasan ada banyak pantai yang paling dikenal dengan Pantai Kuta.

Terkait dengan kegiatan DWP di Kabupaten Badung mungkin tidak jauh beda dari kegiatan DWP Kota Bitung.

“Kami di DWP Kabupaten Badung sudah melaksanakan berbagai kegiatan seperti kegiatan bakti sosial, kegiatan keagamaan, kegiatan seni tata rias, ngayah menari dengan jumlah penari 2.500 orang dalam rangka kegiatan keagamaan di Pura Puspem Badung dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Kami berharap mudah-mudahan kunjungan ke Kabupaten Badung dapat menambah pengalaman dan saling tukar menukar pikiran sehingga apa yang didapat di Kabupaten Badung dapat diterapkan di Kota Bitung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Bitung Ny. Nurjaya Theno Moenarwin menyampaikan terimakasih karena sudah diterima dengan baik dan hangat di Kabupaten Badung bali.

“Tujuan kami kunjungan ke Kabupaten Badung adalah untuk melakukan study tiru terkait dengan program dan kegiatan-kegiatan DWP Kabupaten Badung. Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan di kabupaten badung terkait kegiatan-kegiatan DWP bisa kami terapkan di kota bitung,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, untuk mempererat tali silaturahmi dilaksanakan saling tukar-menukar cinderamata dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (rls)