- Advertisement -
Beranda blog Halaman 607

Longsor Lenyapkan Kantor Desa Adat Karyasari di Pupuan

Kondisi Kantor BUMdes dan LPD Desa Karyasari di Kecamatan Pupuan akibat longsor pada Jumat (7/7/2023).
Kondisi Kantor BUMdes dan LPD Desa Karyasari di Kecamatan Pupuan akibat longsor pada Jumat (7/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan pada Jumat (7/7/2023) lalu mengakibatkan longsor yang membuat lenyap Kantor Desa Adat Karyasari di Kecamatan Pupuan.

Perbekel Karyasari I Wayan Muliastra mengatakan, selain menghilangkan gedung kantor Desa Adat, longsor juga menghilangkan gudang BUMDes.

Dua gedung yang masih satu area itu tergerus ke Tukad Yeh Mada yang memiliki kedalaman lebih dari 25 meter.

“Yang tersisa hanya gedung kantor BUMDes dan LPD (Lembaga Perkreditan Desa) berada di lantai dua. Namun, tidak bisa dipakai karena sebagian pondasinya tergerus,” ujarnya, Minggu (9/7/2023).

Ia menjelaskan, peristiwa itu juga menghilangkan sejumlah mesin pembuatan gula semut milik BUMDes. Termasuk satu unit mobil pikap milik BUMDes turut terbawa longsor. “Untuk mobilnya sudah diderek kemarin,” sambungnya.

Muliastra menceritakan, saat musibah itu terjadi ia hendak keluar dari kantor desa untuk memeriksa laporan mengenai rumah warga yang tertimpa longsor sekitar pukul 12.00 WITA.

Kemudian, ia mendengar suara gemuruh bersama dengan teriakan warga di utara bangunan yang longsor itu meminta beberapa orang di dalam gedung segera keluar. “Astungkara tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Muliastra menjelaskan, saat ini sekeliling gedung kantor BUMDes dan LPD Karyasari telah diberi pembatas untuk menghindari adanya warga yang datang ke lokasi. Apalagi kondisi tanah di sekitar gedung masih labil.

Ia memperkirakan, kerugian akibat musibah tersebut diperkirakan lebih dari Rp2,3 miliar. “Tapi itu kerugian materinya. Untuk kepentingan upacara belum dihitung. Karena di bawah itu kan ada setra. Nanti malam akan kami sikapi saat rapat bersama desa adat,” imbuhnya. (ana)

3 Ribu Penonton Ramaikan Sunset di Kebun Raya Bali 

Ribuan penonton menyaksikan konser musik Sunset di Kebun Volume 2 di Kebun Raya Eka Karya (Kebun Raya Bedugul), Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Minggu (9/7/2023).
Ribuan penonton menyaksikan konser musik Sunset di Kebun Volume 2 di Kebun Raya Eka Karya (Kebun Raya Bedugul), Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Minggu (9/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pergelaran Sunset di Kebun Volume 2 yang berlangsung di Kebun Raya Eka Karya (Kebun Raya Bedugul), Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan sukses menyedot antusiasme penonton.

Event musik yang mengusung konsep intimate show ini digelar selama dua hari, yakni Sabtu (8/7/2023) kemarin hingga hari ini, Minggu (9/7/2023).

Sunset di Kebun dimeriahkan musisi nasional maupun lokal seperti Feby Putri, Soegi Bornean, Anda Perdana, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Leeyonk Sinatra, Nosstress, Concise, dan Pandu Sukma.

Berdasarkan pantauan pada Minggu (9/7/2023), ribuan penonton duduk berjejer di depan panggung sejak acara dimulai pukul 13.00 WITA hingga berakhir pukul 18.00 WITA.

Mereka tampak antusias menonton penampilan Concise, Leeyonk Sinatra, Nosstress dan Feby Putri sembari menikmati pemandangan alam dari Kebun Raya dari siang hari hingga menjelang matahari terbenam.

Project Manager Sunset di Kebun Rizki Ramadhan mengatakan, jumlah penonton pada pergelaran hari kedua ini mencapai 2.000 orang dari total tiket yang terjual yakni 3.000 tiket.

“Hari ini penontonnya lebih banyak dibandingkan kemarin karena cuacanya cerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain dijual secara online, pihaknya juga tetap menyediakan tiket on the spot untuk pengunjung Kebun Raya Bedugul yang kebetulan berkunjung dan ingin menyaksikan intimate show Sunset di Kebun.

“Hampir 60 persen penonton dari luar kota Tabanan, seperti Denpasar dan sekitarnya,”

Pada event Sunset di Kebun 2023 ini juga diisi dengan pemberian tanaman Begonia Tuti  Siregar kepada musisi yang tampil dan penonton sebagai bentuk kepedulian menjaga konservasi alam tumbuhan.

“Dengan adanya event Sunset di Kebun ini diharapkan generasi muda bisa mengenal Kebun Raya Bali sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di Bali. (ana)

Bentuk Bhakti kepada Leluhur dan Gotong Royong, Wagub Cok Ace Apresiasi Rangkaian Karya Pitra Yadnya Banjar Adat Kutuh Kelod

 

PANTAUBALI.COM, GIANYAR  – Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Sukawati di dampingi oleh Penglingsir Puri Saren Ubud menghadiri rangkaian Karya Pitra Yadnya, Nglungah, Metatah, Ngasti lan Mendak Nuntun Banjar Adat Kutuh Kelod, Desa Adat Kutuh, Minggu (9/7).

Karya Pitra Yadnya ini sendiri rutin dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun di Banjar Adat Kutuh Kelod. Terdapat tiga jenis Karya Pitra Yadnya yang diselenggarakan oleh Banjar Adat Kutuh Kelod antara yaitu upacara Atma Wedana, upacara Ngelungah dan upacara Metatah.

Atma wedana sendiri merupakan upacara yang bertujuan untuk mensucikan atma pitara seusai upacara ngaben dilakukan sebelum melinggihang atau memposisikan atma sang leluhur. Upacara ngelungah adalah upacara pengabenan jika sawa yang meninggal masih berupa janin yang sudah sempurna atau anak yang belum tanggal gigi. Sedangkan upacara metatah, mepandes atau mesangih merupakan upacara potong gigi yang dilakukan ketika anak telah memasuki usia remaja sebagai bentuk pembersihan dan pengendalian diri dari enam musuh dalam diri manusia yang disebut Sad Ripu.

Prajuru Banjar Kutuh Kelod menyampaikan bahwa untuk tahun ini jumlah peserta Karya Pitra Yadnya Atma Wedana mencapai 42 sawa, peserta ngelungah 11 sawa dan peserta metatah atau mepandes mencapai 27 orang. Semua peserta merupakan krama Banjar Adat Kutuh Kelod yang mana kegiatan karya juga dilaksanakan dengan diakomodir oleh Banjar Adat.

Disisi lain Wakil Gubernur Bali sangat mengapresiasi pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini. Menurutnya karya ini merupakan bentuk Sradha Bhakti para sentana kepada leluhurnya. Cok Ace juga berharap kegiatan ini dapat terus rutin dilaksanakan oleh krama banjar adat sehingga dapat membantu para krama dan sentana untuk melaksanakan kewajibannya kepada leluhur. Dengan pelaksanaan yang dilaksanakan secara gotong-royong seperti ini menurutnya tentu akan sangat meringankan dalam hal biaya yang perlu dikeluarkan terlebih jika karya tersebut dikoordinir oleh banjar atau desa adat, tentu pembiayaannya akan jauh lebih murah. Krama Banjar Adat Kutuh kelod juga menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Bali karena telah turut memberikan perhatian serta ngerastiti yadnya masyarakat Kutuh Kelod. Sementara puncak karya pitra yadnya akan dilaksanakan pada Soma Paing Warigadian, 10 Juli 2023.

BPBD Tabanan Catat 60 Titik Bencana Alam di Tabanan

Pembersihan tanah longsong dengan alat berat di Banjar Dinas Perean, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Pembersihan tanah longsong dengan alat berat di Banjar Dinas Perean, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mencatat 60 titik bencana alam telah terjadi di wilayah Kabupaten Tabanan akibat cuaca ekstrim yang terjadi sejak Kamis (6/7/2023).

“Sampai hari ini ada 60 laporan titik bencana alam dan nihil korban jiwa,” ujar Plt Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri, Sabtu (8/7/2023).

Ia menjelaskan, bencana yang terjadi merata di sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan. Titik bencana terbanyak ada di Kecamatan Marga sebanyak sebelas titik, Selemadeg Barat dan Selemadeg masing-masing delapan titik serta Selemadeg Timur sebanyak tujuh titik.

“Yang paling banyak tanah longsor dan pohon tumbang. Sedangkan banjir hanya terjadi di empat titik perumahan di Sanggulan Kediri,” sebutnya,

Adapun dari 60 titik bencana, sambung Srinadha, sebanyak 38 titik telah ditangani dan sisanya 22 titik belum ditangani karena kekurangan alat berat untuk membuka akses jalan akibat tertutup tanah longsong setebal 2 meter.

“Untuk bencana alam ringan juga ditangani oleh masyarakat sekita,” ungkapnya.

Sementara, pihaknya masih belum bisa memperkirakan total kerugian material yang diakibatkan dari seluruh bencana alam ini.

“Kami baru menerima laporan mentahnya dan jumlah kerugian material belum diketahui,” imbuh Srinadha.  (ana)

Polres Tabanan Bantu Korban Banjir dan Serahkan Bansos

Jajaran Polres Tabanan melaksanakan bakti sosial membersihkan sampah sisa banjir di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri pada Sabtu (8/7/2023).
Jajaran Polres Tabanan melaksanakan bakti sosial membersihkan sampah sisa banjir di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri pada Sabtu (8/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepolisian Resort (Polres) Tabanan melaksanakan bakti sosial (Baksos) dan penyerahan bantuan sosial (Bansos) kepada warga terdampak banjir di Perumahan Panorama Sanggulan.

Sebanyak 26 kepala keluarga (KK) yang mengalami kebanjiran dari Kamis (6/7/2023) hingga Jumat (7/7/2023).

Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan, baksos yang dilakukan bersama jajarannya yakni gotong royong membersihkan sampah-sampah dan lumpur pasca terjadinya banjir.

“Ini sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang artinya menjalin hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat,” ujarnya, Kamis (8/7/2023).

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Tabanan dengan bantuan satu unit kendaraan pemadam dan unit dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kabupaten Tabanan untuk membersihkan lumpur dan mengangkut sampah akibat banjir.

Sementara itu, bertempat di SDN 6 Banjar Anyar, Sanggulan, pihaknya menyerahkan bansos berupa sembako yakni 30 sak beras ukuran lima kilogram dan 30 dus mie instan.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban para korban banjir,” imbuh Dedy. (ana)

Diterjang Banjir, Ratusan Warga dari 4 Perumahan Bertahan di Pengungsian

Salah satu warga di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri, membersihkan rumahnya dari lumpur akibat diterjang banjir.
Salah satu warga di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri, membersihkan rumahnya dari lumpur akibat diterjang banjir.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Banjir yang menerjang empat perumahan di wilayah Kecamatan Kediri, Tabanan membuat ratusan warga diungsikan sejak Jumat (7/7/2023) malam.

Informasi yang dihimpun, para pengungsi ditampung di tiga tempat, yakni di SDN 6 Banjar Anyar Sanggulan dari Perumahan Panorama dengan total 26 Kepala Keluarga (KK).

Kemudian, di TPQ Nur Arohhim Perumahan Andika Graha Sanggulan dari Perumahan Manik Asri berjumlah empat KK dan satu KK dari Perumahan BCA Land 9, serta di Musholah Al-Hijrah Lembah Sanggulan dari Perumahan Lembah Sanggulan berjumlah 35 KK.

Saat ini, beberapa warga yang mengungsi membersihkan rumahnya dari lumpur banjir sekaligus menyelamatkan barang atau perabotan rumah yang masih bisa dipakai.

Salah seorang warga, Sulhanbadri (40) di Perumahan Panorama yang mengungsi di SDN 6 Banjar Anyar sedang membersihkan rumah dan mengumpulkan barang-barang yang masih bisa dipakai.

Ia menceritakan, banjir di perumahannya terjadi sekitar pukul 04.30 WITA. Saat itu, ia bersama istri dan empat orang anaknya sedang berada di rumah.

“Air sempat surut, tapi hujan deras lagi sehingga air meluap dan tanggul sungai jebol akibatnya air masuk ke perumahan hampir setinggi leher,” jelasnya, Sabtu (8/7/2023).

Semua perabotan rumah hanyut terbawa air. Selain itu, warga di perumahannya berlari menuju tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.

Sulhanbadri menyebut, bencana banjir di lingkungan perumahannya sering terjadi dan banjir kali ini termasuk yang terparah. “Disini sering terjadi banjir tetapi tidak sampai sini, hanya sampai selatan saja,” sambungnya.

Warga lainnya, Heni Utami (44) menyebut, barang dan perabotan rumahnya hanyut terbawa air dan sisanya rusak sehingga tidak bisa dipakai lagi.

“Semua barang-barang hanyut dan berantakan. Tidak ada yang bisa dipakai seperti kasur, kompor dan peralatan lainnya,” sebutnya.

Heni mengaku, masih khawatir akan adanya banjir susulan akibat hujan deras.
“Masih ada rasa was-was karena tanggul sungai jebol. Bahkan, sekarang belum bisa melakukan pembersihan karena hujan,” imbuhnya

Ia juga berharap segera mendapat bantuan dari pemerintah untuk membantu membersihkan rumah dari lumpur dan mengangkut barang-barang yang tidak bisa terpakai ke tempat pembuangan. (ana)

Wagub Cok Ace Apresiasi Gotong Royong Krama Dadia Arya Kanuruhan Selenggarakan Karya Pitra Yadnya

 

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara menghadiri rangkaian Karya Pitra Yadnya, Ngeroras, Mamukur di Balai Peyadnyan Banjar Dinas Mumbul, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem, Sabtu (8/7).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Bali menyampaikan apresiasinya atas semangat dari para krama Dadia Arya Kanuruhan menyelenggarakan karya Pitra Yadnya, Ngeroras dan memukur yang diikuti oleh 73 dadia Arya Kanuruhan di 7 Kecamatan di Karangasem secara gotong royong.

Wagub Cok Ace juga menyampaikan bahwasannya upacara pitra yadnya merupakan salah satu wujud bakti kita kepada orang tua, dimana dalam ajaran Tri Rna yang dimaknai sebagai tiga utang yang dimiliki manusia dan wajib untuk dibayar dimana salah satunya adalah Pitra Rna atau utang pada kepada para leluhur/ para orang tua.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong krama dalam melaksanakan upacara Pitra yadnya sebagai bentuk bakti kita kepada para orang tua dan leluhur. Saya harap semangat gotong royong terus kita pupuk kedepannya baik dalam penyelenggaraan kegiatan agama maupun kemasyarakatan lainnya,“ imbuhnya.

Karya Pitra Yadnya, ngeroras dan memukur diikuti oleh peserta Ngaben sebanyak 286 sawa, metatah sebanyak 800 orang serta upacara ngeroras sebanyak 460 peserta.

Turut hadir pada kesempatan kali ini Panglingsir Puri Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Bupati Karangasem I Gede Dana, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa serta Bupati Karangasem 2005-2015 I Wayan Geredeg.

Kondisi Lima Warga Kukuh Marga Keracunan Miras Belum Stabil

Salah satu korban keracunan miras yang dirawat di rumah sakit.
Salah satu korban keracunan miras yang dirawat di rumah sakit.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lima warga di Banjar Tegal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, yang sebelumnya dilaporkan keracunan setelah pesta miras hingga saat ini masih mendapat perawatan intensif di RSUD Tabanan.

Kelima korban yakni I Putu Astya Wardana (24), I Putu Agus Cahyana Putra (22), I Made Deni Purnawan (19), I Wayan suta Andriana (27) dan I Putu Handika (30).

“Kondisi mereka masih lemah dan belum stabil,” ungkap Humas RSUD Tabanan I Made Suarjaya, Sabtu (8/7/2023).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil cek laboratorium, mereka mengalami intoksikasi metanol. Secara medis merupakan keracunan metanol yang diakibatkan oleh campuran minuman beralkohol dengan senyawa minuman lainnya dengan kadar melebihi batas. “Itu hasil labnya,” sambungnya.

Suarjaya mengungkap, kondisi dari lima orang pemuda yang keracunan miras. Untuk I Wayan Suta Andreana, masih alami penurunan kesadaran dengan intoksikasi metanol.

Kemudian, I Putu Agus Cahyana Putra dengan vomiting ec intoksikasi metanol. Saat ini kondisi pasien sadar, tetapi masih mengeluh mual.

I Kadek Deni Purnawan juga intoksikasi metanol dengan kondisi sudah sadar dan masih keluhan mual.

Sedangkan I Putu Astia Wardana, alami asidosis metabolik ec intoksikasi metanol. Saat ini kondisi sadar, tidak ada keluhan. Dan pasien I Putu Handika intoksikasi metanol. Saat ini kondisi pasien sadar dengan keluhan mual.

“Lima pasien itu masih mendapat perawatan. Fokus kami menghilang racun methanol pasien dan menstabil kondisi mereka kembali,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kelima korban mengonsumsi miras sebanyak tiga botol dicampur minuman bersoda serta dengan makanan pendamping sate babi dan pepes lele saat ulang tahun salah satu korban yakni I Putu Agus Cahyana Putra pada Senin (3/7/2023).

Miras tersebut dibeli dari Kadek Balok, warga asal Banjar Dukuh, Tabanan seharga Rp275 ribu.

Pada Kamis (5/7/2023) pagi, salah satu korban Deni Purnawan mengalami cegukan dan sempat dibawa ke bidan untuk dilakukan pemeriksaan. Akibat, cegukan tidak hilang disertai mengalami gejala penglihatan kabur, mual dan muntah-muntah selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, korban lainnya juga mengalami gejala yang sama dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dharma Kerti dan Rumah Sakit Singasana Nyitdah. Akibat kelima korban mengalami gejala yang semakin parah akhirnya dirujuk ke RS Tabanan. (ana)

Bupati Sanjaya launching ‘SAKTI’ Sanggar Konseling dan Motivasi ASN Berbasis IT

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam lingkungan kerja yang seringkali penuh tekanan dan tuntutan, penting bagi ASN untuk memiliki dukungan yang memadai untuk mengatasi stres dan masalah pribadi. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten meluncurkan program Sanggar Konseling dan Motivasi ASN Berbasis IT “SAKTI” yang merupakan inisiasi dari Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Inovasi “SAKTI” tersebut dilounching secara resmi oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, pada Jumat (7/7/2023), di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan yang ditandai dengan pembunyian Okokan. Turut mendampingi, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Wakil Bupati I Made Edi Wirawan, SE, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga diwakili anggotanya dan Sekda Kabupaten Tabanan.

Peluncuran secara resmi program yang dapat menyediakan konseling individu dan kelompok serta sesi motivasi untuk membantu ASN mengelola emosi dan meningkatkan kepuasan kerja ini, turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para Asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Hadir pula Kepala/Perwakilan Instansi Vertikal dan BUMD, para Camat dan staf masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya sangat menegaskan kepada seluruh ASN di Kabupaten Tabanan agar selalu memiliki semangat Bangga menjadi Orang Tabanan.

“Kantor birokrasi kita, kita jadikan rumah kedua kita. Sering juga saya sampaikan, kalau ingin bekerja, kita perlu semangat dan rasakan kita ini berada dimana. Kalau dikantor, jadikanlah kantor itu rumah kita. Walau tidak megah, mewah, besar, jadikan ruang kantor itu sebagai tempat yang mampu menimbulkan suasana yang baik,” ujarnya.

Maka dari itu, Sanjaya berharap kepada seluruh ASN agar membangun suasana kerja yang baik, senyaman mungkin layaknya seperti di rumah sendiri, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kalau suka aquarium, taruh aquarium di kantor. Kalau suka taman, bikin taman-taman yang indah, bukan hanya di OPD, di Rumah Sakit, di Puskesmas, di Sekolah-Sekolah, dimanapun, sehingga kita datang ke kantor merasa kantor itu merupakan bagian dari rumah kita,” serunya.

Selain itu, Sanjaya juga menekankan agar mengolah mental dengan baik dan lebih produktif dalam bekerja melalui hubungan yang baik dan kerjasama yang baik antar rekan kerja maupun pimpinan.

“Ada kawan, ada teman kita, sahabat dan pimpinan kita. Bangun lingkungan kita sebagai saudara, staf, bawahan itu adalah saudara kita. Jangan terlalu jauh baru jadi Kepala Dinas, Sekretaris, jadi Kabid, ataupun memegang jabatan, tidak pernah menyapa ataupun dengar saran bawahan. Jangan demikian,” tegasnya.

Suasan itulah yang dikatakan Sanjaya sebagai salah satu kunci sukses dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Terlebih dengan adanya program SAKTI ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan mental, produktivitas, dan semangat kerja ASN yang pada akhirnya berdampak positif pada pelayanan publik dan efektivitas organisasi. Yang mana, dalam “SAKTI” menerapkan pendekatan berbasis IT yang menyediakan akses dan dukungan yang lebih luas bagi ASN.

Senada dengan Bupati, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku inisiator menambahkan, bahwa program ini lahir sebagai bentuk keprihatinannya dengan kondisi kerja ASN di Tabanan. Dengan pekerjaan yang begitu intens dan selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, sehingga sangat berdampak pada mental dan emosi masing-masing ASN, juga mampu menimbulkan stres bagi para ASN.

Oleh Sebab itu ditambahkannya juga, bahwa program SAKTI ini merupakan platform online ataun nantinya aplikasi mobile yang dapat diakses ASN dalam mendapatkan materi konseling dan motivasi, menjadwalkan sesi konseling, atau berpartisipasi dalam kelompok dukungan. Pendekatan ini dapat memperluas jangkauan layanan dan memungkinkan ASN untuk mendapatkan bantuan kapan saja. (rls)

Kebun Raya Bali Gelar Event Sunset di Kebun, Pertunjukan Musik dengan Konsep Intimate

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Event Sunset di Kebun Raya akan digelar di Kebun Raya Eka Karya atau yang lebih dengan Kebun Raya Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Setelah sebelumnya sukses membawa penonton menikmati musik dipadu dengan keindahan alam pada event Sunset di Kebun vol. 1 pada 2022 silam, Sunset di Kebun vol. 2 siap digelar kembali di Kebun Raya Bali pada 8 – 9 Juli 2023.

Sunset di Kebun merupakan event musik dengan keunikan tersendiri, dimana penonton dapat menikmati alunan lagu dari musisi favorit mereka secara lebih intim dan dekat, sembari menikmati pemandangan alam dari Kebun Raya dari siang hari menjelang matahari terbenam.

Selain itu gelaran ini juga menjadi sarana yang dinilai cukup efektif, untuk menyampaikan dan memperkenalkan pesan-pesan mengenai konservasi kepada generasi muda.

Sejumlah musisi nasional maupun lokal bakal mengisi line up Sunset di Kebun, Kebun Raya Bali. Beberapa di antaranya, yaitu Feby Putri, Soegi Bornean, Anda Perdana, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Leeyonk Sinatra, Nosstress, Concise, dan Pandu Sukma.

“Kami sangat antusias untuk bisa memberikan sajian musik harmoni nan santun dibalut dengan keindahan alam Kebun Raya Bali di tahun 2023 ini. Dengan mengusung tema Intimate Show penonton akan kami ajak dalam suasana lebih dekat dengan musisi favoritnya, nuansa lebih intim akan terasa lebih santai dibanding konser festival, harmoni musiknya bisa dinikmati lebih mendalam, bahkan musisipun turut berbaur dengan penonton,” ungkap Rizki Ramadhan, Project Manager Sunset di Kebun, saat menggelar jumpa pers di Kebun Raya Bali Jumat (7/7/2023).

Sementara itu Rachmat Winna Triputra atau yang biasa dipanggil Pak Tito selaku General Manager Kebun Raya Bedugul menambahkan Sunset di Kebun merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan pengunjung kebun raya dan mengajak generasi muda untuk datang untuk menambah kecintaan mereka kepada lingkungan dan kekayaan tumbuhan hayati yang ada di Kebun Raya Bali.

“Kebun Raya Bali sebagai tempat konservasi mendukung acara ini dan kami sangat bersyukur dapat menggelar program musik perdana di Kebun Raya Bali yakni Sunset di Kebun Vol 2. Dengan adanya event ‘Sunset di Kebun’ ini diharapkan generasi muda bisa mengenal Kebun Raya Bali sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di Bali,” terangnya.

Tak hanya akan menghibur para pecinta musik di Indonesia, Sunset di Kebun 2023 di Kebun Raya Bali juga akan diisi dengan pemberian tanaman Begonia Tuti Suregar kepada musisi yang tampil, juga kepada penonton sebagai bentuk kepedulian menjaga konservasi alam tumbuhan.

Ditambahkannya, tiketnya yang dijual secara online pu telah laku terjual 90 persen dari kuota yang ditentukan. Namun tenang, pihak Kebun Raya tetap menyediakan tiket On The Spot tentunya dengan kuota terbatas, khususnya bagi pengunjung Kebun Raya Bedugul yang kebetulan berkunjung dan ingin menyaksikan intimate show tersebut.

“Dengan adanya event Sunset di Kebun ini diharapkan generasi muda bisa mengenal Kebun Raya Bali sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di Bali. Sebagai kawasa wisata dengan luas 157.5 hektar, Kebun Raya Bali memiliki banyak pilihan kegiatan untuk mengisi waktu,” imbuhnya. (ana)