- Advertisement -
Beranda blog Halaman 606

Percantik Wajah Kota, Bupati Sanjaya Segerakan Penataan Lapangan Alit Saputra

Bupati Sanjaya meninjau secara langsung Lapangan Alit Saputra pada Selasa (11/7/2023) didampingi Kepala Dinas PUPRPKP, Sekban Bappeda, dan beberapa OPD terkait serta pihak konsultan perencana. 
Bupati Sanjaya meninjau secara langsung Lapangan Alit Saputra pada Selasa (11/7/2023) didampingi Kepala Dinas PUPRPKP, Sekban Bappeda, dan beberapa OPD terkait serta pihak konsultan perencana. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komitmen Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E, M.M, untuk menata Lapangan Alit Saputra di Banjar Dangin Carik, Desa Dajan Peken, akan segera terealisasi.

Rencananya, penataan ini akan berlangsung dalam hitungan beberapa hari ke depan karena SPMK (Surat Pernyataan Melakukan Pekerjaan) telah terbit pada 11 Juli 2023.

Hal ini terungkap setelah Bupati Sanjaya meninjau secara langsung Lapangan Alit Saputra pada Selasa (11/7/2023) didampingi Kepala Dinas PUPRPKP, Sekban Bappeda, dan beberapa OPD terkait serta pihak konsultan perencana.

Sehubungan perbaikan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan permohonan maaf sekaligus permakluman kepada masyarakat yang selama ini menggunakan Lapangan Alit Saputra.

“Dimohon agar masyarakat Tabanan yang selama ini memakai kawasan Lapangan Alit Saputra untuk beraktivitas dan lainnya untuk sementara mengalihkan ke tempat lainnya seperti areal Garuda Wisnu Serasi atau lapangan Wagimin di Jambe,” ujar Bupati Sanjaya, Selasa (11/7/2023).

Bupati Sanjaya menjelaskan, proses penataan Lapangan Alit Saputra akan berlangsung ke dalam dua tahap. Untuk tahap pertama dilaksanakan pada bulan ini dengan pagu sebesar Rp7,03 miliar dan nilai kontraknya sebesar Rp6,7 miliar. Sedangkan penataan tahap kedua akan dilanjutkan pada 2024 .

“Perlu waktu lama sehingga akan berlangsung sebanyak dua tahap. Tahap pertama di 2023 dan 2024 nanti,” katanya.

Bupati Sanjaya menegaskan, penataan Lapangan Alit Saputra sebagai bentuk realisasi komitmen Pemkab Tabanan untuk menyediakan ruang terbuka hijau yang layak, humanis, dan estetis.

Kelayakan tersebut untuk menunjang aktivitas masyarakat, khususnya yang sedang berolahraga, agar lebih nyaman dan menyenangkan karena akan dilengkapi dengan lintasan jogging selebar enam meter.

Sementara dari sisi estetika, Lapangan Alit Saputra ke depannya akan dilengkapi taman dan ornamen. Kehadiran taman di Lapangan Alit Saputra ini salah satunya akan melengkapi fasilitas bermain yang telah ada pada Taman Bunda PAUD di sisi utara.

Selain itu, penataan Lapangan Alit Saputra ini juga untuk membuat aktivitas upacara atau apel peringatan hari-hari nasional jauh lebih representatif.

Dia berharap penataan ini pada nantinya bisa menjadikan Lapangan Alit Saputra sebagai ruang terbuka publik yang ikonik. “Menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi yang ngetren dan instragrammable,” tukasnya. (rls)

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Keracunan Miras di Desa Kukuh

Polisi melakukan identifikasi di TKP keracunan miras, Banjar Tegal, Desa Kukuh.
Polisi melakukan identifikasi di TKP keracunan miras, Banjar Tegal, Desa Kukuh.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Polisi masih menyelidiki kasus keracunan miras yang dialami lima orang warga di Banjar Tegal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga beberapa hari lalu.

Kapolsek Marga AKP I Wayan Suta Arcana mengatakan, sampai saat ini telah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan beberapa saksi, termasuk penjual miras.

“Kemarin sudah ada pemanggilan saksi-saksi. Tapi penetapan tersangka belum,” ujarnya, Rabu (12/7/2023).

Suta menjelaskan, kasus ini akan ditangani serius oleh kepolisian sekaligus sebagai peringatan kepada masyarakat yang sering mengonsumsi minuman keras.

Selain itu, pihaknya juga menugaskan setiap Babinsa untuk mengawasi peredaran miras.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar kalau mengonsumsi minuman beralkohol pastikan tidak dicampur dengan minuman lain,” paparnya.

Sementara itu, Suta menyebut, satu korban masih dirawat di Rumah Sakit Singasana Nyitdah dan empat orang lainnya menjalani rawat jalan.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil cek laboratorium, kelima korban mengalami intoksikasi metanol.

Secara medis merupakan keracunan metanol yang diakibatkan oleh campuran minuman beralkohol dengan senyawa minuman lainnya dengan kadar melebihi batas. (ana)

Dua Pelaku Mengaku, Aniaya Korban Dengan Senjata Tajam

Rilis Dua pelaku penganiayaan di jln Tukad Bilok Gang Banteng No 3 Sanur Kauh

 

PANTAUBALI.COM, Denpasar, Dua Pelaku Penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia Gurmej Singh (21) dan Ajaypal Singh (21) asal dari India terhadap korban Fitran Robby Firdaus (Meninggal dunia) dan Rajesh Sheen (luka berat) pada Sabtu (13/5/23) di TKP Jalan Tukad Bilok Gang Banteng No. 3 Sanur Kauh Densel.

Keterangan awal kedua pelaku usai diamankan mereka melakukan penganiyaan terhadap korban menggunakan kayu dan tangan kosong tetapi setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi, pelaku dan juga surat keterangan dari rumah sakit yang memeriksa penyebab kematian korban para pelaku akhirnya mengakui melakukan penganiyaan terhadap korban menggunakan senjata tajam.

Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku asal India ini mereka mengakui selain memukul korban dengan kayu juga memukul korban menggunakan senjata tajam jenis roti kalung warna silver.

“Pelaku Gurmej Singh mengakui senjata tersebut didapat dari korban Fitran Robby Firdaus, kemudian pelaku memukul korban sebanyak tiga kali menggunakan senjata roti kalung tersebut,” Ucap Kasi Humas.

Menurut keterangan pelaku senjata warna silver tersebut terbuat dari logam seberat 500 Gr ada di TKP direbut pelaku dari korban, usai mereka cekcok saling ejek dengan kata-kata “ Mother Fucker “.

“Saat ini terhadap kedua pelaku kembali dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk memastikan keterangan keduanya,” Tutup AKP Sukadi.( Rilis Humas Polresta )

Truk Muatan Besi 15 Ton Terperosok di Tanjakan Samsam

Kondisi truk bermuatan besi 15 ton yang terperosok di Tanjakan Samsam tepatnya di KM 26.3, Banjar Dinas Lumajang, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan pada Rabu (12/7/2023).
Kondisi truk bermuatan besi 15 ton yang terperosok di Tanjakan Samsam tepatnya di KM 26.3, Banjar Dinas Lumajang, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan pada Rabu (12/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah truk bermuatan besi mengalami out off control (oc) di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk, Rabu (12/7/2023).

Truk terperosok tepatnya di KM 26.3, Banjar Dinas Lumajang, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, sekitar pukul 04.00 WITA.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gede Made Berata mengatakan, penyebab truk terperosok karena tidak kuat menanjak.

“Diduga tidak kuat menanjak dan rem tidak berfungsi dengan baik sehingga truk mundur hingga terperosok,” jelasnya, Rabu (12/7/2023).

Berata menjelaskan, truk dengan nomor polisi DK 8789 CH yang dikemudikan Ari Hidayat (32) asal Situbondo melaju dari arah utara jurusan Gilimanuk menuju selatan atau jurusan Denpasar dengan bermutan 15 ton besi beton.

Memasuki jalan tanjakan dan tikungan landai ke kiri, truk tidak kuat menanjak dan rem tidak berfungsi dengan baik.

“Saat truk mundur, pengemudinya mengarahkan kendaraannya ke kiri sehingga truk terperosok ke bahu jalan sebelah timur,” sambungnya.

Berata menyebut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp4 juta.

“Saat ini truk belum bisa dievakuasi tetapi situasi lalu lintas lancar,” imbuhnya. (ana)

Partai Ummat Tidak Mengajukan Perbaikan Dokumen Bacaleg

Komisioner KPU Tabanan Ni Luh Made Sunadi.
Komisioner KPU Tabanan Ni Luh Made Sunadi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Masa pengajuan perbaikan dokumen persyaratan bakal calon legislatif (bacaleg) telah berakhir pada Minggu (9/7/2023) lalu.

Komisioner KPU Tabanan Ni Luh Made Sunadi menyebut, dari 17 partai politik (parpol) ada satu yang tidak menyerahkan dokumen perbaikan.

Parpol tersebut yakni Partai Ummat yang sebelumnya mengajukan 20 bacaleg pada empat daerah pemilih (dapil) dan semuanya perempuan.

“Kami tidak diberikan alasan apapun. Pengurus partai sempat menginformasikan, kalau sampai jam sembilan malam belum datang ke KPU artinya tidak melakukan perbaikan dokumen,” ujarnya, Selasa (11/7/2023).

Dengan begitu, sambung Sunadi, jumlah bacaleg pada Pemilu 2024 otomatis berkurang dari awal pengajuan berjumlah 446 orang.

Selain itu, sejumlah parpol juga melakukan pergantian bacaleg selama masa perbaikan dokumen. Ada yang mengundurkan diri dan digantikan dengan bacaleg lain.

Kemudian, ada juga yang mengundurkan diri tetapi parpol tersebut tidak melakukan pergantian.

“Kami merekap di pengajuan awal ada 446 bakal calon tetapi sekarang ada 420 atau ada pengurangan 26 bakal calon. Namun, data detailnya belum saya terima karena masih proses verifikasi dokumen perbaikan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil verifikasi 446 bacaleg yang diajukan 17 partai politik, hanya 88 berkas bacaleg yang berstatus memenuhi syarat (MS).

Sementara, sisanya 358 belum memenuhi syarat (BMS) sehingga dilakukan masa perbaikan pada 26 Juni – 9 Juli.

Ratusan bacaleg yang berstatus BMS itu disebabkan karena beberapa dokumen persyaratannya belum lengkap, seperti surat keterangan sehat, surat keterangan pengadilan dan ijazah yang belum dilegalisir, serta foto di aplikasi Silon tidak memenuhi standar.

Setelah verifikasi perbaikan bakal calon, akan dilakukan tahapan Penyusunan Daftar Calon Sementara (DCS) 6 – 11 Agustus. Penyusunan dan penetapan DCS 12 – 18 Agustus. Pengumuman DCS 19 – 23 Agustus. Masukan dan tanggapan masyarakat atas DCS 19 – 28 Agustus 2023.

Tahapan berikutnya, pengajuan pengganti DCS pasca masukan dan tanggapan masyarakat atas DCS dimulai 14 – 20 September. Verifikasi atas pergantian DCS 21 – 23 September 2023.

Dilanjutkan pencermatan rancangan Daftar Calon Tetap (DCT) 24 September – 3 Oktober 2023. Penyusunan dan penetapan DCT 4 Oktober – 3 November 2023. Untuk pengumuman DCT dilaksanakan pada 4 November 2023. (ana)

433 Kasus DBD Tercatat di Tabanan, 3 Meninggal Dunia

Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan selama pertengahan 2023 ini. Bahkan, tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tabanan, pada Januari – Juni 2022 lalu tercatat 366 kasus sedangkan pada 2023 tercatat 433 kasus.

Dengan rincian pada Januari berjumlah 79 kasus, Februari 46 kasus, Maret 56 kasus dengan satu kasus kematian, April 80 kasus dengan satu kasus kematian, Mei 97 kasus, dan terbaru Juni 75 kasus dengan satu kasus kematian.

Koordinator Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Diskes Tabanan Gede Ngurah Upadana mengatakan, kasus kematian terbaru pada akhir Juni lalu ini menimpa balita usia 3 tahun.

“Pasien sempat mendapat penanganan di RS Puri Bunda Tabanan,” jelasnya, Selasa (11/6/2023).

Sementara itu, Upadana menjelaskan, tingginya kasus DBD ini disebabkan cuaca tidak menentu yang kadang panas dan hujan sehingga mempercepat pertumbuhan vektor DBD yakni nyamuk Aedes Aegypti.

“Selain itu kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga masih rendah,” sambungnya.

Ia menegaskan, penanganan kasus DBD yang terbaik adalah rutin melaksanakan gotong royong pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal.

Adapun pelaksanaan fogging sebenarnya tidak efektif untuk menekan penyebaran DBD sebab fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa.

“Telur dan jentik nyamuk tidak bisa mati dengan fogging sehingga satu sampai dua minggu lagi akan menjadi nyamuk dewasa,” papar Upadana. (ana)

Bunda Paud Tabanan Buka Sosialisasi Transisi PAUD ke Jenjang Sekolah Dasar

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujud perhatian Bunda PAUD Kabupaten Tabanan terhadap sistem pembelajaran siswa siswi usia dini dan dalam rangka melaksanakan program kesiapan bersekolah bagi Satuan PAUD ke jenjang Sekolah Dasar, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.,S.H.,M.M, buka Sosialisasi bertajuk “Transisi PAUD Ke Jenjang Sekolah Dasar yang Menyenangkan”, Selasa (11/7/2023).

Di mana, kegiatan ini berlangsung di Warung Makan Nami Rasa, Desa Buruan, Penebel dan dihadiri oleh BPMP Provinsi Bali selaku narasumber, Kepala Dinas Pendidikan Kab Tabanan, Sekban Bappeda, Pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, Pengawas SD Dinas Pendidikan Kab Tabanan, Ketua K3S Kecamatan Se-Kabupaten Tabanan, Organisai perhimpunan guru se-Kabupaten Tabanan, serta para kepala sekolah TK dan SD yang mewakili di Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini selaras dengan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang telah meluncurkan ‘Merdeka Belajar’ Episode ke-24, atau transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

Gerakan ini merupakan respon serius Pemerintah dalam menyikapi banyaknya orang tua yang mendaftarkan anaknya masuk ke kelas 1 SD tanpa mengikuti Pendidikan PAUD, atau, situasi di mana pada masa PAUD, anak-anak sudah difokuskan untuk memiliki kemampuan Baca, Tulis, Hitung atau Calistung.

Hal ini tentunya mendapat perhatian dari Bunda Paud Tabanan, di mana, pada kondisi ini akan menyebabkan anak-anak tidak lagi menikmati proses belajar atau kurang memiliki kemampuan dasar saat anak langsung masuk ke Sekolah Dasar.

Saat ini masih sering terjadi kesalahpahaman tentang baca, tulis dan hitung atau Calistung, pada Pendidikan anak usia dini dan Pendidikan dasar kelas awal. Padahal, dalam membangun kemampuan pada anak, perlu dilakukan secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan, agar manfaat baik dari pembelajaran tersebut dapat tercapai.

Ketidaksinambungan antara pembelajaran di PAUD dan SD kelas awal, diharapkan untuk dapat dihilangkan, sehingga anak dapat belajar dengan optimal sekaligus juga menghindari kesalahan dan tindakan yang tidak tepat dalam rangka menstimulasi perkembangan anak.

“Saya selaku Bunda PAUD Tabanan, besar harapan saya untuk guru-guru PAUD agar tidak mengajarkan Calistung secara massif atau memaksa dan bisa advokasi ke orang tua yang menuntut anaknya bisa baca, tulis dan menghitung di sekolah PAUD, karena mereka masih di masa bermain yang menyenangkan,” ujar Bunda Rai.

Di kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan atas perhatian dan kerjasamanya sehingga kegiatan sosialisasi ini dapat terwujud.

“Kami berharap sinergi dan perhatian ini akan selalu terbangun secara berkelanjutan untuk dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di Kabupaten Tabanan,” kata Bunda Rai.

Lebih lanjut, Bunda Rai juga memberikan motivasi secara konsisten kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah memberikan andil besar dalam membentuk karakter anak-anak Tabanan yang berkualitas, terlebih dalam Pendidikan usia dini.

Baginya, mengajar anak-anak PAUD dan Sekolah Dasar tidaklah mudah, sebab memerlukan suatu kesabaran, ketelitian, semangat, serta komitmen cinta kasih yang luar biasa terhadap anak-anak.

“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan baik, sehingga anak-anak juga menjadi lebih ceria, bahagia sehingga apa yang kita didik dan ajarkan bisa diserap dengan baik” lanjut Bunda Rai.

Ketua TP PKK Pemprov Sosialisasikan Upaya Bali ” Wujudkan Energi Bersih “

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster secara intensif mensosialisasikan capaian program Pemprov Bali yang terangkum dalam “44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru”. Mengangkat tema ‘Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih’, Ny. Putri Koster hadir menjadi narasumber pada Dialog Interaktif yang disiarkan langsung dari Studio RRI Denpasar, Senin (10/7/2023).

Acara dialog juga menghadirkan dua narasumber lain yaitu Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. I Made Damriyasa dan Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Infrastruktur Prof. Ida Ayu Dwi Giri Antari.

Memulai paparannya, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mengetahui dan memahami program yang tengah dilaksanakan oleh Pemprov Bali sebagai penjabaran dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “TP PKK sebagai partner pemerintah mengambil bagian dalam menggerakkan partisipasi aktif masyarakat. Agar tergerak, mereka harus paham terlebih dahulu. Ya, salah satu caranya adalah sosialisasi melalui media,” ucapnya.

Kali ini, TP PKK Bali secara khusus membahas program Pemprov Bali dalam upaya mewujudkan kemandirian energi dengan kebijakan energi bersih. Menurutnya, ini merupakan kebijakan yang sangat positif agar secara bertahap Bali mampu melepaskan ketergantungan dari daerah lain. “Kemandirian sangat dibutuhkan. Kalau tergantung dan suatu saat ada masalah atau diputus, kita kelimpungan. Apalagi Bali sebagai daerah tujuan wisata membutuhkan pasokan energi listrik yang besar,” urainya.

Untuk itu, perempuan yang dikenal memiliki multi talenta di bidang seni ini mengajak masyarakat merubah mindset agar berpikir optimis tentang program pemerintah. “Jangan di awal sudah pesimis dan menganggap sulit untuk diwujudkan. Ini penting, karena dalam melaksanakan program, pemerintah sangat membutuhkan kepercayaan dan rasa optimis masyarakat,” urainya.

Sementara itu, Prof. Damriyasa dalam paparannya menerangkan bahwa saat ini Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster tengah mengupayakan terwujudnya kemandirian energi. Ia berpendapat, langkah Gubernur Koster ini patut mendapat acungan jempol karena Bali sangat membutuhkan kemandirian dalam pemenuhan energi. “Sangat urgen, karena saat ini 70 persen kebutuhan energi kita tergantung dari luar,” cetusnya. Posisi Bali makin rawan karena support listrik dari Jawa disuplai melalui kabel bawah laut. “Posisi Bali sangat rentan. Kalau kabelnya ada masalah atau bahkan putus, maka akan gelap,” sebutnya. Bertolak dari fakta itu, Gubernur Koster memberi atensi serius dan mengambil langkah yang tepat dalam upaya mewujudkan kemandirian energi. Tak hanya memikirkan tentang kemandirian, Gubernur Koster sekaligus juga merancang kebijakan pemanfaatan sumber energi ramah lingkungan. “Beliau sangat paham, energi yang kita manfaatkan selama ini dan sebagian besar dipasok dari luar itu tak ramah lingkungan karena memanfaatkan fosil dan batubara,” urainya.

Masih dalam paparannya, Prof. Damriyasa menginformasikan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Bali seperti Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2029 Tentang Bali Energi Bersih, Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai serta Surat Edaran SE Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS Atap. Damriyasa menegaskan, seluruh upaya itu diarahkan untuk mencapai target zero emission pada tahun 2045. Untuk mencapai target tersebut, ia sangat berharap dukungan masyarakat terhadap program di bidang energi yang saat ini tengah dilaksanakan Pemprov Bali. “Masyarakat harus paham, energi yang kita gunakan jangan sampai merusak lingkungan karena sebagai daerah tujuan wisata, Bali sangat membutuhkan alam yang indah dan bersih,” bebernya.

Menambahkan penjelasan Prof. Damriyasa, Prof. Giri Antari mengedukasi masyarakat tentang dampak pemanfaatan energi yang bersumber dari bahan baku seperti fosil dan batubara. Selain jumlahnya terbatas, sumber energi ini juga berdampak serius bagi lingkungan. Mengingat besarnya energi yang dibutuhkan Daerah Bali, ia sangat mengapresiasi Gubernur Koster yang telah mengambil langkah tepat untuk mewujudkan kemandirian Bali dalam pemenuhan energi bersih.

Bencana di Tabanan Bertambah Jadi 225 Titik, Kerugian Ditaksir 20 M

Jalan jebol akibat hujan deras di Banjar Dinas Piling Kawan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel.

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan menyampaikan data terbaru jumlah titik bencana akibat hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data per 7 – 9 Juli 2023 tercatat 225 titik bencana yang tersebar di sepuluh Kecamatan Tabanan.

Dengan rincian di Kecamatan Marga 21 titik, Kerambitan 7 titik, Selemadeg Barat 24 titik, Penebel 76 titik, Kediri 18 titik, Tabanan 18 titik, Selemadeg Timur 9 titik, Selemadeg 7 titik, Pupuan 45 titik dan Baturiti 3 titik.

“Data ini masih bersifat sementara. Tadi saya dapat dua laporan lagi dari Pupuan. Kemungkinan akan ada laporan lagi yang masuk,” jelas Plt Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri, Senin (10/7/2023).

Ia menjelaskan, dari seluruh bencana seperti banjir, tanah longsor yang menutup akses jalan hingga kerusakan fasilitas lainnya ada yang telah selesai ditangani dan masih dalam proses penangan oleh pihaknya bersama warga sekitar.

Sementara itu, untuk kerusakan berat seperti jalan jebol yang terjadi di beberapa tempat seperti di Desa Kuwum, Marga; Desa Riang Gede dan Desa Mengesta, Penebel; Banjar Piling Kawan, Desa Mangesta, diperlukan penanganan lebih lanjut dengan melibatkan dinas PUPRPKP.

“Nanti anggaran dan proses perbaikannya akan melibatkan instansi pemerintah yang terkait,” ungkapnya

Srinadha menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat bencana alam ini. Namun, ia memperkirakan kerugian material mencapai Rp20 miliar.

“Perkiraan kerugian itu dilihat berdasarkan kerusakan infrastruktur dan juga masyarakat yang terdampak,” imbuhnya.

Layanan Air Bersih Terganggu, Perumda Badung Minta Pemakluman

Direktur PDAM Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa.
Direktur PDAM Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama atau PDAM Kabupaten Badung meminta permakluman.

Hal itu dikarenakan gangguan pasokan air bersih kepada masyarakat di beberapa wilayah.

Distribusi air bersih itu terganggu akibat hujan deras dalam beberapa minggu terakhir.

Direktur PDAM Tirta Mangutama I Wayan Suyasa mengatakan, pihaknya telah menerima dan mengevaluasi keluhan masyarakat.

“Pasokan air bersih ini menjadi keruh akibat hujan deras, bahkan beberapa kali aliran air juga kami matikan untuk mengurangi efek kekeruhan,” terang Wayan Suyasa, Minggu (9/7/2023).

Ia menambahkan, pasokan air Perumda Air Minum Tirta Mangutama keruh akibat bercampur lumpur serta sampah kayu dan dedaunan.

“Kami upayakan setiap hujan deras dan airnya keruh lagi akan dibersihkan lagi. Kalau dibiarkan pompa bisa rusak dan air akan semakin tercampur dengan lumpur,” tambahnya.

Suyasa berharap masyarakat memaklumi adanya gangguan pasokan air bersih ini.

“Kami mempersilahkan bagi pelanggan yang ingin meminta air bersih melapor ke kepala lingkungan (kaling) setempat agar secara terdata kami layani,” imbuhnya. (ann)