- Advertisement -
Beranda blog Halaman 604

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Apresiasi Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2023

Ny Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M hadir dan tunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan Grand Final Jegeg Bagus Tabanan Tahun 2023, yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Minggu (16/7/2023).
Ny Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M hadir dan tunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan Grand Final Jegeg Bagus Tabanan Tahun 2023, yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Minggu (16/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang saling bersinergi dengan TP PKK Kabupaten Tabanan dalam pengembangan potensi pariwisata, pendidikan, budaya dan ekonomi, Ny Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M dalam hal ini selaku Ketua TP PKK dan juga Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, hadir dan tunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan Grand Final Jegeg Bagus Tabanan Tahun 2023, yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Minggu (16/7/2023).

Di kesempatan yang baik tersebut, Bunda Rai sampaikan apresiasi dan rasa bangganya, terhadap para generasi muda, yang turut berkolaborasi sebagai duta Tabanan, mengangkat dan memperkenalkan potensi Tabanan ke kancah provinsi dan nantinya ke tingkat nasional.

Acara dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan dan Bupati Tabanan yang saat itu diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, A.A Dalem Trisna Ngurah beserta Kadis Kebudayaan dengan menancapkan kayon.

Nampak hadir sebagai undangan, Danrindam X Udayana, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, Para Asisten Setda, Kadis Pariwisata dan Para OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Para Camat Tabanan, Dirut RSUD Singasana, Bendesa adat dan Perbekel Desa setempat, serta para finalist jegeg Bagus Tabanan 2023.

Grand Final Jegeg Bagus Tabanan 2023, merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan untuk memilih putra putri terbaik kabupaten Tabanan, sekaligus sebagai kegiatan pengembangan kompetensi SDM Pariwisata, ekonomi kreatif dan kebudayaan di Tabanan.

Kolaborasi Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan dan pesemetonan Jegeg Bagus dalam menyelenggarakan malam Grand Final ini, nantinya akan mengirimkan finalist terbaik Tabanan untuk mengikuti Pemilihan Jegeg Bagus Tingkat Provinsi Bali.

“Saya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, di sini juga sebagai Ketua Dekranasda, sangat bangga dan bahagia, melihat prestasi-prestasi yang bisa diukir oleh anak-anak muda Tabanan. ini suatu kebanggaan dan sudah barang tentu patut untuk diapresiasi. Sosok pemuda pemudi Kabupaten Tabanan yang kreatif, inovatif, berdedikasi dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai Duta Kabupaten Tabanan, turut memajukan Tabanan di bidang pariwisata dan budaya,” ujar Bunda Rai malam itu.

Selain memberikan apresiasi, pihaknya seraya berharap, para finalist yang terpilih nantinya mampu meningkatkan kualitas diri, bersaing menjadi yang terbaik dalam mengisi masa muda dengan hal-hal yang positif.

Adapun tema yang diangkat yakni Jegeg Bagus Tabanan 2023, Lilacita Walining Singasana, yang memiliki makna; Bersuka cita menyambut kembalinya kejayaan Tabanan Era Baru, dengan semangat membara dan tidak pernah putus, yang diwujudkan bersama jegeg bagus Tabanan dalam melancarkan pembangunan dan tatanan kehidupan di Kabupaten Tabanan.

Tema tersebut diharapkan, mampu mengajak seluruh generasi muda dan masyarakat Tabanan dalam menyatukan tekad dan langkah dalam membangun Tabanan, sesuai dengan Visi Tabanan Era Baru. Membacakan pidato Bupati Tabanan, Dalem Trisna malam itu berharap, Jegeg Bagus nantinya mampu menjadi garda terdepan dalam pembangunan pariwisata dan kebudayaan di Tabanan.

“Saya berharap, pemilihan Jegeg Bagus 2023, bukan sekedar memilih pemuda-pemudi di Tabanan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengangkat prestasi dan memacu semangat berkarya melalui komitmen penguatan sinergi antar pemerintah, generasi muda dan masyarakat Tabanan bedasarkan tagline, “Bangga menjadi orang Tabanan,” sebut Dalem.

Ia menekankan, semua perangkat daerah harus ikut membina dan membimbing para Jegeg Bagus Tabanan dalam melaksanakan kegiatan pariwisata dan kebudayaan.

Adapun pelaksanaan rangkaian kegiatan pemilihan Jegeg Bagus Tabanan telah dimulai sejak 5 Februari 2023 lalu dengan jumlah peserta terdaftar sebanyak 46 orang. Para peserta kemudian melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, tes tulis, tes wawancara, pembekalan hingga pemilihan Grand Final pada malam ini untuk memilih pasangan terbaik yang akan maju ke tingkat Provinsi Bali. (ana)

Usai Mediasi dI PN Tabanan, Warga Desa Adat Kelecung akan Gelar Rapat Adat

Sidang mediasi sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Desa tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur di Pengadilan Negeri Tabanan, Senin (17/7/2023).
Sidang mediasi sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Desa tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur di Pengadilan Negeri Tabanan, Senin (17/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Usai melaksanakan proses mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur akan menggelar rapat adat.

Tim Penasehat Hukum Warga Desa Adat Klecung I Nyoman Yudara mengatakan, hakim mediator dari PN Tabanan melakukan mediasi secara kaukus atau bergantian antara pihak penggugat dan tergugat.

“Kebetulan yang dipanggil pertama adalah pihak kami (tergugat) dan hadir semua,” jelasnya usai proses mediasi, Senin (17/7/2023).

Ia menyebut, dari semuanya yang hadir telah dimintai pendapat apa yang akan ditawarkan dan kebijakan apa yang akan diberikan. Selanjutnya, pihaknya selaku kuasa hukum akan menunggu apa yang diinginkan pihak penggugat dalam sengketa ini.

“Kami menunggu secara pasif saja. Apa keinginan dari para penggugat dan akan kami rapatkan kembali di parum (rapat) agung bersama seluruh warga Desa Adat Tegal Mengkeb,” ujarnya.

Yudara menjelaskan secara singkat, dasar gugatan yang diajukan pihak penggugat didasarkan atas Surat Ketetapan Iuran Pembangunan Daerah (Petok D).

Namun, Yudara bersama kuasa hukum lainnya enggan menjelaskan secara detail mengenai pokok perkara yang diajukan dalam petitum (tuntutan) tersebut.

“Untuk petitum telah masuk ranah perkara dan karena masih mediasi maka petitum belum bisa diungkap. Kami hormati prosesnya,” sebutnya.

Sementara itu, pihak tergugat dan warga juga memiliki dasar sporadik atau penguasaan fisik sehingga terbit sertifikat HAK Milik (SHM) atas nama Pura Dalem Kelecung.

“Kami telah punya alasan yang jelas untuk membantah gugatan. Pihak penggugat juga memiliki sporadik. Jadi silahkan ajukan sporadignya dan uji di persidangan,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap agar tidak terjadi persoalan serupa di kemudian hari.

“Kami minta sudahlah. Kami sudah punya sertifikat atas nama pura dan tetap atas nama pura, tetapi Anda (penggugat) silahkan tetap atas nama Anda,” tegasnya. (ana)

Tebing Pura Batu Bolong di DTW Tanah Lot Retak

Kawasan Pura Batu Bolong di DTW Tanah Lot yang mengalami retak.
Kawasan Pura Batu Bolong di DTW Tanah Lot yang mengalami retak.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tebing area Pura Batu Bolong, yang berada di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri mengalami keretakan.

Akibatnya, pihak pengempon Pura dan pengelola DTW Tanah Lot sepakat melakukan pembatasan aktivitas wisatawan di tersebut.

Manajer DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana mengatakan, tebing retak tersebut merupakan akses jalan menuju ke Pura Batu Bolong. Tebing pura ini terbentuk dari batu padas, pada bagian tengah berlubang berada di barat pura Luhur Tanah Lot.

“Kami (pengelola) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida juga sudah melakukan pengecekan beberapa waktu lalu,” katanya, Senin (17/7/2023).

Ia menyebut, dari pengecekan yang dilakukan oleh BWS Bali Penida ditemukan sekitar sepuluh titik retakan di tebing Pura Batu Bolong. Hingga saat ini, pihak pengelola rutin melakukan pengecekan.

Disamping itu, pihak BWS juga telah mengajak konsultan untuk menggarap proyek perbaikan tebing tersebut.

“Kami kurang paham terkait bagaimana perhitungan dan biayanya. Apalagi area tebing sangat sulit dijangkau dengan kendaraan berat karena berada di dalam area obyek wisata,” ujarnya.

Sudiana menambahkan, retaknya tebing sebenarnya telah diketahui sekitar empat tahun lalu sehingga pengempon Pura bersama pengelola melakukan perbaikan sementara dengan ditambal pasir dan ditutup dengan batu padas.

“Kami akan pasang pembatas agar wisatawan hanya bisa beraktivitas di jaba Pura,” ujarnya.

Sudiana berharap, pengerjaan perbaikan tebing bisa segera dilaksanakan sehingga resiko terjadinya keretakan yang semakin banyak bisa diatasi. Mengingat area tersebut menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan untuk berfoto.

“Kami sudah ajukan proposal ke pemerintah daerah, semoga secepatnya bisa membantu untuk perbaikan,” harapnya. (ana)

Sengketa Lahan Pura Dalem Klecung, Ratusan Warga Datangi PN Tabanan

Ratusan warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur berkumpul di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Tabanan pada Senin (17/7/2023).
Ratusan warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur berkumpul di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Tabanan pada Senin (17/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sekitar 200 warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tabanan pada Senin (17/7/2023).

Mereka datang terkait sidang gugatan perdata kasus sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung yang digugat oleh Jro Marga.

Ratusan warga ini berkumpul di depan Kantor PN Tabanan didampingi oleh 20 orang pengacara bersama Perbekel Tegal Mengkeb Dewa Made Widarma dan anggota DPRD Tabanan I Wayan Eddy Nugraha Giri.

“Mereka (penggugat) menggugat keabsahan lahan Pura Dalem Klecung. Kami pun masih bingung dengan tanah yang mereka klaim. Yang jelas tanah due desa adat klecung sudah bersertifikat,” ujar Tim Penasehat Hukum Warga Desa Adat Klecung Nyoman Yudara.

Adapun pihak penggugat dalam perkara ini yakni A.A Ketut Mawa Kesama, AA Nyoman Supadma, Anak Agung Bagus Maradi Wiswa Damana dan Anak Agung Bagus Ngurah Maradi Putra yang merupakan ahli waris dari (Alm) Gusti Ketut Bagus.

Sementara itu, pihak tergugat yakni Pura Dalem Desa Pekraman Kelecung, I Ketut Siada, Wayan Arjana dan ATR/BPN Kabupaten Tabanan.

Yudara menjelaskan, warga telah mengetahui lahan seluas 27 are tersebut telah disengketakan sejak 2017 lalu dan berbarengan dengan terbitnya sertifikat para penggugat.

Bahkan, pihak penggugat pernah melaporkan kasus ini secara pidana tetapi tidak dilanjutkan karena diterbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

“Karena tidak ada upaya hukum yang dilakukan akhirnya mereka mengajukan gugatan ke pengadilan. Gugatan dilayangkan pada Juni 2023,” ungkapnya.

Yudara menambahkan, sidang hari ini menjadi sidang perdana. “Sejauh ini sidang baru tahap pra mediasi karena kemarin sidangnya ditunda. Hari ini kami menghadiri penundaan itu,” imbuhnya. (ana)

Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45 Tahun 2023

Gubernur Wayan Koster secara resmi menutup PKB ke-45 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Minggu (16/7/2023)

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45 Tahun 2023, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (Redite Pon, Julungwangi), 16 Juli 2023.

Selain menutup PKB ke-45, Gubernur Koster juga meluncurkan tema Pesta Kesenian Bali ke-46 Tahun 2024, yaitu “Jana Kerthi: Paramaguna Wikrama”, Harkat Martabat Manusia Unggul, dilanjutkan dengan pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) ke-5 Tahun 2023 oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin

Penutupan PKB ke-45 Tahun 2023 dan pembukaan Festival Seni Bali Jani ke-5 Tahun 2023 dihadiri Ratu Shri Bhagawan Putra Nata Nawawangsa Pemayun, Anggota DPR RI Dapil Bali, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Dekranasda sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, Bupati dan Wali Kota bersama Ketua DPRD Kabupaten/Kota Se-Bali, Bandesa Adat dan Perbekel se-Bali, hingga siswa, mahasiswa, seniman, dan budayawan.

Gubernur Koster memberikan pantun, “Danau Beratan indah sekali, dibawah kilauan sinar mentari, dengan Pesta Kesenian Bali, tradisi Bali tetap lestari. Pulau Bali penuh anugerah, Kami hidup dalam harmoni, acara hari ini makin meriah, karena Pak Budi hadir di sini”.

Ditegaskan Wayan Koster, Bali memiliki kekayaan, keunikan, dan keunggulan budaya meliputi adat-istiadat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal, yang telah menjadi aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat Bali, mulai dari anak-anak sampai dewasa, terjaga dengan sangat kuat di lembaga Desa Adat.

Pemprov Bali bersama pemerintah kota/kabupaten se-Bali sejak lama memberi perhatian serius untuk melestarikan seni budaya Bali dengan memberi dukungan kebijakan dan apresiasi terhadap pengembangan seni-budaya.

Kekayaan seni-budaya Bali telah mampu mendorong berkembangnya karya seni-budaya tradisi, berikut diikuti dengan berkembangnya karya seni-budaya modern kontemporer. Oleh karena itulah, diperlukan wahana dan apresiasi untuk menampilkan seni tradisi dan seni modern-kontemporer.

Wayan Koster menyampaikan, transaksi selama berlangsungnya PKB tahun 2023, untuk produk Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mencapai Rp8 miliar lebih, sedangkan para penggiat kuliner seperti yang menjual blayag, tipat, babi guling dan kuliner lainnya, transaksinya mencapai Rp2 miliar. Jadi total keseluruhan transaksi pelaku IKM/UMKM di PKB mencapai Rp10 miliar, tercatat yang jualan kerajinan dari bambu transaksinya sampai Rp20 juta dan yang jualan busana totalnya ada mencapai Rp380 juta.

Gubernur mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para seniman, budayawan, sanggar, dan kelompok seni, serta semua pihak yang telah berpartisipasi mensukseskan Pesta Kesenian Bali ke-45 Tahun 2023.

“Sungguh nikmat Kopi Kintamani, untuk diminum di sore hari. Kami bangga Bapak Menteri hadir di sini, untuk membuka Festival Seni Bali Jani,” tutup Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini dengan pantun.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Adi Wiryatama, dan Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha menyerahkan penghargaan Adi Sewaka Nugraha berupa piagam dan uang tunai masing-masing Rp50 juta kepada para insan yang mengabdikan diri dengan tulus pada jagat seni dan memuliakan harmoni peradaban.

Penghargaan tersebut diberikan kepada: 1) I Wayan Darya sebagai Seniman Karawitan Komposer; 2) Bagus Suteja Yasa sebagai Seniman Tari; 3) I Wayan Gama Astawa sebagai Seniman Karawitan Komposer; 4) A.A Gde Rai Remawa sebagai Seniman Undagi; 5) Alm. I Ketut Sentosa sebagai Seniman Pelukis Kaca; 6) I Made Sukadana sebagai Seniman Pedalangan; 7) I Wayan Batuantara sebagai Seniman Tari Topeng; 8) I Putu Purnawan sebagai Seniman Tari; 9) I Komang Parwata sebagai Seniman Tari; dan 10) Ni Wayan Sirat sebagai Seniman Drama Gong.

Jaga Kebersihan Sungai di Basangkasa, Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Mancing Air Deras

Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa saat membuka lomba mancing air deras yang ditandai dengan menabur ikan lele, di Saluran Sungai Anak Tukad Mati Tatag, Jalan Yudistira Seminyak, Minggu (16/7/2023).
Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa saat membuka lomba mancing air deras yang ditandai dengan menabur ikan lele, di Saluran Sungai Anak Tukad Mati Tatag, Jalan Yudistira Seminyak, Minggu (16/7/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa, mewakili Bupati Badung, membuka lomba mancing air deras yang ditandai dengan menabur ikan lele, bertempat di Saluran Sungai Anak Tukad Mati Tatag, Jalan Yudistira Seminyak, Minggu (16/7/2023).

Acara ini dalam rangka penggalian dana demi meningkatkan kreatifitas serta inovasi Sekaa Teruna Mekar Sari, Banjar Adat Tatag Wirasanti dengan tema “Kreasi Inovasi Sekaa Teruna Mekar Sari”, yang juga dihadiri anggota DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, perwakilan Camat Kuta, Bendesa Adat Kerobokan, Lurah Seminyak I Putu Gede Adhi Karmita Putra, beserta para peserta lomba mancing.

Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Badung memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lomba mancing air deras, yang dilaksanakan oleh ST. Mekarsari, Banjar Adat Tatag Wirasanti.

”Tentu saya atas nama Pemerintah Kabupaten Badung sangat menyambut baik kegiatan ini, disamping kegiatan ini dalam rangka pengendalian dana, juga sebagai momentum untuk bersama-sama menjaga lingkungan kita, khususnya sungai yang ada disekitar kita,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak, untuk kedepan sungai-sungai seperti ini harus dijaga, bersihkan, disamping untuk menjaga pemandangan.

“Hal yang paling penting, bagaimana cara menjaga agar tidak terjadinya banjir di musim penghujan. Kegiatan lomba mancing air deras ini, setidaknya kepekaan kita, keinginan kita, untuk menjaga aliran sungai dari segi kebersihan, minimal tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang aliran sungai dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana sebesar Rp30 juta, diterima oleh Ketua Panitia Komang Ade Dharma Sastra, dihadapan masyarakat dan peserta lomba mancing.

Sementara itu Ketua Panitia Komang Ade Dharma Sastra dalam laporannya mengatakan, penggalian dana, Sekaa Teruna Teruni Mekar Sari berinisiatif membuat kegiatan lomba mancing air deras kepada para penggemar kegiatan mancing.

“Kami dari ST Mekar Sari, mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sekda Badung yang sudah mensupport kegiatan kami. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para sponsor yang telah berpartisipasi pada kegiatan lomba mancing hari ini, tanpa ada dukungan acara ini tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” ucapnya. (rls)

Sekda Adi Arnawa Lepas Jalan Santai ST. Kembang Wijaya Desa Blahkiuh

Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa melepas jalan santai serangkaian menyambut HUT Ke-46 ST. Kembang Wijaya, Banjar Adat Kembangsari, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (15/7/2023).
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa melepas jalan santai serangkaian menyambut HUT Ke-46 ST. Kembang Wijaya, Banjar Adat Kembangsari, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (15/7/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati I Nyoman Giri Prasta menghadiri sekaligus melepas jalan santai serangkaian menyambut HUT Ke-46 ST. Kembang Wijaya, Banjar Adat Kembangsari, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (15/7/2023).

Turut hadir Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa, Perbekel Desa Blahkiuh, Bendesa Adat Blahkiuh, Klian Adat dan Dinas Banjar Kembangsari serta para peserta jalan santai.

Dalam kegiatan jalan santai tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan bantuan dana motivasi sebesar Rp. 15 juta yang diserahkan oleh Sekda Adi Arnawa kepada panitia penyelenggara.

Sekda Adi Arnawa menyambut baik dan memberi apresiasi kepada Sekaa Truna Kembang Wijaya dan seluruh krama banjar adat kembangsari yang telah menyelenggarakan jalan santai serangkaian HUT ST. Kembang Wijaya Ke-46 ini.

“Saya merasa bersyukur dan bangga kita dapat berkumpul pada pagi hari ini untuk bersama-sama melaksanakan jalan santai apalagi di barengi dengan memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui. Kita sebagai pemerintah akan mendorong terus terkait dengan kebersihan lingkungan, kebersihan sungai dan pelestarian budaya pemerintah akan hadir untuk selalu mensupport,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Yudi Adianto menyampaikan terimakasih kepada Sekda Badung karena sudah berkenan hadir sekaligus melepas kegiatan jalan santai pada hari ini.

Dilaporkan juga terkait kegiatan jalan santai hari ini akan disertakan dengan pemungutan sampah yang berada di sepanjang rute yang dilalui.

“Adapun kegiatan yang dilakukan serangkaian perayaan HUT ST. Kembang Wijaya  diantaranya penebaran benih ikan di lingkungan Banjar Kembangsari, gotong royong melaksanakan pembersihan di taman gili dukuh yang merupakan kawasan wisata yang ada di desa blahkiuh,” ucapnya. (rls)

Harga Bawang Putih Naik Hingga Rp40 Ribu Per Kilogram

Bawang Putih
Bawang Putih

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Harga bawang putih di Kabupaten Tabanan mengalami kenaikan sejak seminggu terakhir.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan pada Minggu, (16/7/2023) harga bawang putih mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Sebelumnya, pada Rabu (12/7/2023) harga bawang putih berada di kisaran harga Rp38 ribu per kilogram.

“Memang seminggu terakhir ada kenaikan, tetapi tidak terlalu tinggi dan relatif terjangkau,” sebut Kepala Disperindag Tabanan Ni Made Murjani, Minggu (16/7/2023).

Menurutnya, kenaikan harga ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu beberapa hari ini sehingga distribusi pasokan dari pulau Jawa terganggu.

“Mungkin saja kendala transportasi di penyeberangan pelabuhan gilimanuk,” jelasnya.

Murjani menyebut, selama ini pasokan bawang putih untuk konsumsi sehari-hari di beberapa pasar di Tabanan tidak ada yang berasal dari petani lokal. Walaupun sebelumnya Kecamatan Penebel menjadi penghasil bawang putih di Tabanan.

“Pasokan bawang putih masih bergantung dari luar. Kalau dari Penebel biasanya bawang putih yang dipakai untuk obat,” sebunya.

Ia menambahkan, untuk harga komoditas kebutuhan pokok lainnya seperti bawang merah dan cabai hingga saat ini masih normal. (ana)

Sekda Adi Arnawa Lepas Jalan Santai Hari Koperasi Ke-76

Sekda Wayan Adi Arnawa saat melepas jalan santai dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Ke-76 di Kabupaten Badung, bertempat di Pantai Mengening, Desa Cemagi, Sabtu (15/7/2023).
Sekda Wayan Adi Arnawa saat melepas jalan santai dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Ke-76 di Kabupaten Badung, bertempat di Pantai Mengening, Desa Cemagi, Sabtu (15/7/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekda Wayan Adi Arnawa, mewakili Bupati Badung, melepas jalan santai dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Ke-76 di Kabupaten Badung, bertempat di Pantai Mengening, Desa Cemagi, Sabtu (15/7/2023).

Acara ini diselenggarakan oleh Gerakan  masyarakat sadar Koperasi (Gemaskop) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali bersama Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) dan Puskop Jagadhita Cup IV Badung.

turut dihadiri anggota DPRD Badung  I Wayan Edy Sanjaya, Ketua Dekopinwil Provinsi Bali I Wayan Murja, Ketua Dekopinda Badung I Made Sutarma, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Made Widiana, perwakilan Camat Mengwi, perwakilan Staf Ahli Provinsi Bali, Bendesa Adat Cemagi, I Ketut Karpiana, Perbekel Cemagi I Putu Hendra Sastrawan, Ketua Desa Wisata I Wayan Anta serta masyarakat jalan santai.

Pada kesempatan tersebut Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana dari Pemkab Badung sebesar Rp. 30 juta yang diterima oleh Ketua Dekopinda Badung I Made Sutarma.

Dalam sambutanya, Sekda Adi Arnawa mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi kepada gerakan Koperasi, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Badung.

“Saya melihat pertumbuhan koperasi ini, cukup masif. Hal yang paling penting, jika berbicara koperasi, tidak cukup hanya kita bisa mendirikan koperasi, tapi eksistensi/keberadaan koperasi, termasuk di dalam tata kelola koperasi harus dijaga dengan baik,” ucapnya.

Pihaknya juga mengajak melalui momentum peringatan hari Koperasi Indonesia ini, agar benar-benar dijaga, termasuk didalam organisasi dari Dekopinwil maupun Dekopinda, termasuk memperhatikan SDM dari pada orang-orang yang terlibat di dalam koperasi tersebut.

“Jika koperasi tidak mendapatkan kepercayaan oleh masyarakat, tentu akan menjadi bumerang buat pertumbuhan ekonomi kita di Badung. Saya tegaskan agar momentum ini dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, dikarenakan bagaimanapun juga koperasi sebagai pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Dekopinda Badung I Made Sutarma dalam laporannya mengungkapkan, peringatan Hari Koperasi Ke-76 puncaknya pada tanggal 12 Juli 2023 diselenggarakan di Provinsi Bali. Selanjutnya kegiatan hari Koperasi, yang dilaksanakan di Kabupaten Badung yakni Gerakan Masyarakat Berkoperasi (Gemaskop).

“Kami menyelenggarakannya dengan jalan sehat berhadiah, bertempat di Pantai Mengening, Desa Adat Cemagi. UMKM Desa Cemagi juga bisa berbaur dengan Desa Wisata yang dikelola oleh Bendesa Adat dan Perbekel Cemagi. Puncak Hari Koperasi, rencananya akan digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung pada tanggal 20 Juli yang akan datang,” jelasnya. (rls)

Pemkab Tabanan akan Sisipkan KB Krama Bali ke Program Semara Ratih

Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom
Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program Keluarga Berencana (KB) Krama Bali akan disisipkan ke dalam program pernikahan Semara Ratih yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Hal itu sebagai upaya mengatasi pertumbuhan penduduk orang Bali yang stagnan selama sepuluh tahun terakhir sebab keberadaan anak ketiga dan keempat atau nyoman dan ketut di Bali mulai punah.

“Ini (KB Krama Bali) rencananya kami sisipkan di program Semara Ratih,” jelas Sekda Tabanan I Gede Susila usai peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-30 Tingkat Provinsi di Taman Bung Karno, Minggu (16/7/2023).

Ia menyebut, selama ini program KB secara nasional tidak spesifik disebutkan dua anak, tiga anak atau empat anak. Namun, lebih menekankan perencanaan dalam membangun sebuah keluarga.

“Tidak ada yang melarang lebih dari dua anak yang penting direncanakan. Misalnya anak pertama lahir tahun sekarang maka lima atau dua tahun lagi anak kedua dilahirkan. Begitupun seterusnya agar pertumbuhan anak juga berkualitas,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom pada kesempatan yang sama mengatakan program KB Krama Bali sebetulnya sudah berjalan.

Secara teknis kampanye program kepada masyarakat lebih banyak dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Adat (DPMA).

“Tujuannya mengatasi pertumbuhan orang Bali asli yang stagnan atau tidak ada penambahan karena rata-rata orang Bali asli memiliki satu hingga dua anak saja,” ungkapnya.

Data kemarin, sambung Anom, anak keempat atau ketut hanya tujuh persen dari semua anak di Bali begitu juga anak ketiga atau Nyoman hanya beberapa persen saja.

Maka dari itu, Gubernur Wayan Koster membuat program KB Krama Bali agar penyebutan untuk anak ketiga dan keempat di Bali tidak punah.

Anom menegaskan, dalam pelaksanaannya program ini disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dari masing-masing keluarga.

“Jadi kalau bisa agar tetap berencana. Kalau memang mampu silahkan sampai anak keempat tetapi kalau tidak silahkan berencana. Itu yang kami anjurkan,” tegasnya. (ana)