- Advertisement -
Beranda blog Halaman 593

Layanan Kestrad di RSUD Singasana Tabanan Kurang Diminati

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Layanan kesehatan tradisional (Kestrad) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singasana Tabanan yang diperkenalkan pada Maret 2023 masih sepi peminat.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Singasana I Wayan Doddy Setiawan. Menurutnya ada beberapa alasan yang mengakibatkan hingga saat ini layanan Kestrad di Klinik Singasana Usada Bali (Subali) sedikit diminati masyarakat.

Seperti belum banyak masyarakat yang mengetahui mengenai layanan Kestrad ini. Disamping itu, jenis layanannya belum menjadi obyek tertanggung BPJS sehingga masyarakat yang ingin langsung mendapatkan layanan ini statusnya pasien umum.

“Jenis terapi yang disediakan di Klinik ini belum tertanggung dalam layanan BPJS Kesehatan,” ujar Doddy Setiawan, Jumat (11/8/2023).

Meskipun demikian, jika pasien ingin mendapatkan layanan ini melalui tanggungan BPJS, maka bisa minta rujukan dari poliklinik kejiwaan.

“Pasien kejiwaan yang berobat ke poliklinik kejiwaan akan disarankan menjalani hipnoterapi yang bisa ditanggung BPJK Kesehatan,” jelasnyanya.

Layanan hipnoterapi di RSUD Singasana biasanya diberikan kepada pasien yang hendak menjalani operasi untuk mengurangi kecemasan.

“Melalui hipnoterapi ini pasien akan merasa tenang dan rileks,” ucap Doddy.

Ia menambahkan, hingga saat ini di klinik Subali baru dikembangkan dua layanan, yaitu hipnoterapi dan konsultasi obat herbal.

Layanan hipnoterapi lebih ke penanganan kesehatan seperti gangguan cemas, susah tidur, fobia, masalah kejiwaan, hingga depresi.

Sementara, layanan konsultasi herbal lebih ke penyediaan obat tradisional yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Kami sudah punya dokter spesialis kejiwaan yang bersertifikat untuk memberikan layanan Hipnoterapi ini,” imbuhnya. (ana)

Jagoan Warga Kediri Tak Muncul di Daftar DCS, Ratusan Warga Geruduk Kediaman Nyoman Mulyadi

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ratusan warga di Kecamatan Kediri mendatangi kediaman Calon DPR Provinsi Bali dari PDI Perjuangan Dapil Tabanan I Komang Mulyadi di Desa Kediri, Jumat (11/8/ 2023).

Mereka didampingi oleh Ketua Ranting Desa Kediri, Bendesa se-Kecamatan Kediri, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kediri hingga seka teruna, memberikan dukungan kepada Nyoman Mulyadi. Sebab, hingga jadwal akhir penetapan DCS, nama Nyoman Mulyadi tidak muncul dalam daftar.

Pengurus PAC Kediri Ketut Sutama menyatakan, pihaknya mendukung penuh I Nyoman Mulyadi sebagai calon DPR Provinsi Bali, karena sudah menjadi keputusan PAC PDIP Kediri mengusung I Nyoman Mulyadi sebagai calon DPRD Provinsi Bali. Disamping itu, ketokohan I Nyoman Mulyadi sudah terbukti merakyat.

“Harga mati Kami mendukung Bapak I Nyoman Mulyadi sebagai calon DPRD Provinsi Bali,” tegasnya.

Pihaknya berharap jajaran DPP PDIP mempertimbangkan dukungan masyarakat Kediri serta memohon kepada Ketua Umum PDI Perjuangan mengabulkan keinginan masyarakat Kediri.

“Kami memohon kepada Ketua Umum Ibu Megawati Soekarno Putri agar Bapak I Nyoman Mulyadi bisa menjadi calon DPRD Provinsi Bali,” harapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Saba Desa Adat Kediri I Wayan Pastika. Ia menyebut Kecamatan Kediri memiliki memiliki tokoh masyarakat yang bisa mewakili di DPRD Bali atas nama I Nyoman Mulyadi.

“Seperti apa yang kami sarankan kepada partai. Namun, nomornya tidak dikeluar. Untuk itu kami bersama masyarakat memohon dengan sangat Mulyadi lolos,” tegasnya.

Pihaknya juga mohon dengan sangat, terutama kepada Megawati menerima masukan nama Mulyadi, agar nomornya dikeluarkan.

Mulyadi terbukti membantu, bahkan mendirikan satu pura tanpa dibantu siapapun sehingga layak dipilih oleh masyarakat.

Sementara itu, Prajuru Desa Adat Nyitdah Gede Ketut Sumantra menuntut hasil pleno karena hingga saat ini tidak jelas.

Selain itu, juga memohon elit politik sehingga keputusan DPC teralisasi Ketut Dana dan Mulyadi lolos DPRD Bali dan ketut dana DPRD tabanan.

“Mohon dipertimbangakan nama keduanya agar masuk sebagi calon. Itu yang menjadi harapan masyarakat Nyitdah. Sebelumnya sudah menjadi DCS dengan hasil pleno, sudah melengkapi administrasi, tapi menghilang. Kami sangat percaya dengan ketokohan Mulyadi dan betul-betul nyata,” pungkasnya.

Hal yang sama disampaikan tokoh masyarakat asal pandak bandung Ketut Yoga Bagia Asmara. Pihaknya mempertanyakan hasil pleno DPC Tabanan yang sudah disampaikan DPD. Karena nama Nyoman Mulyadi tidak muncul.

“Saya mewakili masyarakat Kediri berharap bisa muncul dalam DCS, agar bisa memperhatikan masyarakat Tabanan untuk DPRD Bali,” jelasnya. (ana)

Bupati Sanjaya Dukung Yadnya Krama Desa Lalanglingah dan Desa Adat Mambang

Bupati Sanjaya dan jajaran, menghadiri upacara Dewa Yadnya.
Bupati Sanjaya dan jajaran, menghadiri upacara Dewa Yadnya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selalu berkomitmen meningkatkan sinergi dengan rakyat adalah hal yang penting untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan menyeluruh di suatu daerah. Untuk itu, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sangat konsisten hadir langsung memberikan dukungan terhadap pembangunan yang dilakukan krama/masyarakat guna bersama-sama mewujudkan visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

Bupati Sanjaya dan jajaran, menghadiri upacara Dewa Yadnya yang dilaksanakan Krama di dua Kecamatan, yakni Karya Dewa Lingga Kertih, Pengenteg Linggih, Wrespati Kalpa Utama, Rsi Gana, Mapedudusan Madya di Pura Pengasahan, Banjar Dinas Pengasahan, Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, serta Nyaksi Upacara Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Mapedudus lan Mawrespati Kalpa di Pura Dalem Desa Adat Dukuhpulu Kaja, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kamis (10/8/2023).

Selain apresiasi dan dukungan dalam kunjungannya, Bupati Sanjaya yang saat di Desa Lalanglinggah bersama Ketua DPRD Bali, salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda dan Kepala OPD terkait, Ketua MDA Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, dan di Desa Mambang bersama salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda, Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, juga memberikan bantuan kepada masyarakat guna meringankan beban masyarakat dalam pembangunan.

“Semeton tiang semuanya, tiang di Pemkab Tabanan memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, baik kepada Bendesa, Manggala Karya dan krama disini dikala telah menunjukan bhakti kepada Ida Sesuhunan dan juga cerminan pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya yang ada,” ujar Sanjaya.

Atas kekompakan dan semangat gotong-royong krama yang bahu membahu mewujudkan pembangunan, Sanjaya mengatakan kehadiran pihaknya beserta jajaran merupakan sebuah kewajiban guna memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat.

Terlebih, pembangunan yang dilakukan krama sangat selaras dengan visi Pemkab ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, dalam bidang pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya.

“Krama kita disini sudah sangat berkontribusi dalam mewujudkan visi menuju Tabanan Era Baru dalam bidang pelestarian Tradisi Adat, Agama dan Budaya yang ada. Untuk mewujudkan masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani, inilah tugas kita di Pemkab Tabanan, satu sebagai pengayom, dua sebagai Guru Wisesa, tiga sebagai Murdaning Jagat,” imbuh Sanjaya.

Sementara itu, Manggala Karya di masing-masing Desa Adat mewakili seluruh kramanya, menyampaikan apresiasi kepada Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif atas perhatian dan dukungan kepada pihaknya.

Seperti yang dikatakan oleh I Wayan Sukadana selaku Manggala Karya Ngenteg Linggih Desa Adat Lalanglinggah, menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif yang dikatakannya sangat bermanfaat bagi krama Desa Adat Lalanglinggah.

“Pura Pengasahan ini diempon oleh 320 KK pengempon, menghaturkan swasti prapta, menghaturkan rahajeng semeng dan suksma ring manah, ritatkala Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif sudah berkenan menghadiri kegiatan kami,” ujarnya. (rls)

KUA-PPAS Perubahan APBD Badung 2023 Ditetapkan

Wabup Ketut Suiasa hadiri Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (10/8/2023).
Wabup Ketut Suiasa hadiri Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (10/8/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – DPRD Badung bersama Pemkab Badung menetapkan dua dokumen penganggaran daerah yakni Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan tahun 2023, untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan rancangan perubahan APBD Badung tahun anggaran 2023, dalam Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (10/8/2023).

Penetapan KUA-PPAS ini dituangkan dalam Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan Tahun 2023, oleh Bupati Badung yang diwakili Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Wakil Ketua DPRD I Wayan Suyasa dan I Made Sunarta, disaksikan anggota DPRD Badung, Forkopimda, Sekda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, Direksi Perusahaan Daerah serta Tenaga Ahli DPRD dan Fraksi DPRD Badung.

Wakil Bupati Suiasa mengharapkan KUA-PPAS Perubahan 2023 ini dapat berfungsi sebagai instrumen untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat dan kesejahteraan masyarakat kabupaten badung.

Seluruh masukkan yang disampaikan Dewan dalam proses pembahasan tersebut, tentu akan dijadikan pertimbangan utama dalam menyempurnakan kebijakan pendapatan belanja daerah, serta menyelesaikan program, kegiatan dan sub kegiatan yang tertuang dalam dokumen perubahan KUA-PPAS 2023, agar lebih realistis, efektif dan efisien.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Badung atas dukungan dan kerjasama yang luar biasa dalam pembahasan perubahan KUA-PPAS, sehingga dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan antara DPRD dengan Pemkab. Badung telah dirancang jumlah pendapatan daerah sebesar Rp 7,4 Triliun dan belanja daerah  dirancang sebesar Rp 8,4 Triliun lebih.

“Tentu hasil pembahasan ini nantinya setelah ditetapkan menjadi kesepakatan bersama, akan menjadi pedoman dalam penyusunan RAPBD Perubahan tahun 2023. Dengan tetap memberikan ruang melakukan penyelarasan bersama, antara Bupati dengan DPRD sebelum nantinya dilakukan penetapan APBD Perubahan 2023,” terangnya. (rls)

Eksekutif dan Legislatif Tabanan Teken Kebijakan Bersama KUA-PPAS Tahun Anggaran 2024

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dan Pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 Kabupaten Tabanan.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dan Pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dan Pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan II Tahun 2023 yang berlangsung di Aula Rapat Kantor DPRD Kabupaten Tabanan, Rabu (10/8/2023).

Bupati Sanjaya mengatakan, sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah, mengamanatkan KUA dan Prioritas PPAS merupakan pedoman dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Pembahasan KUA dan PPAS telah dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai mekanisme yang berlaku. Hal itu tentunya tidak terlepas dari tanggungjawab, komitmen, kesungguhan dan kerjasama yang baik dari seluruh pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat,” ujarnya dalam sambutannya.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, setelah disetujui bersama, Sanjaya meminta agar TAPD Kabupaten Tabanan melaksanakan penyusunan Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tabanan.

“Untuk mendapatkan hasil yang optimal, kami mengharapkan kerjasama yang baik dari para anggota Dewan yang terhormat di dalam upaya kita bersama mewujudkan visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pinta Sanjaya.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Tabanan didampingi para Wakilnya dan turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan, para Anggota Dewan, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Para Asisten, Sekwan dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Instansi Vertikal dan BUMD serta Camat se-Kabupaten Tabanan, juga para awak media. (rls)

Rapat Paripurna DPRD Tabanan, Eksekutif dan Legislatif Sepakati Rancangan KUA-PPAS TA 2024 Rp564 M

Rapat Paripurna Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 bertempat di Aula Rapat Kantor DPRD Tabanan, Kamis (10/8/2023).
Rapat Paripurna Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 bertempat di Aula Rapat Kantor DPRD Tabanan, Kamis (10/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menggelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 bertempat di Aula Rapat Kantor DPRD Tabanan, Kamis (10/8/2023).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga tersebut dihadiri oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan Wakil Bupati berserta jajaran OPD serta Anggota DPRD Tabanan.

Sekwan DPRD Tabanan I Made Gugiarta mengatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan dari Rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2024 dipasang Rp564 miliar lebih.

“Jumlah tersebut naik sebesar Rp64 miliar lebih atau 12,78 persen dari APBD Induk tahun 2023 sebesar Rp500 miliar lebih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terkait pengalokasian belanja infrastruktur sarana dan prasaran umum sebagai penunjang optimalisasi potensi-potensi aset daerah maupun kawasan yang memiliki potensi dalam mendongkrak PAD Tabanan agar menjadi prioritas utama.

“Pengalokasian itu dapat menciptakan peluang investasi di masa depan sehingga pertumbuhan ekonomi daerah meningkat,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap, agar Badan Anggaran mengharapkan TAPD Kabupaten Tabanan mengakomodir perencanaan anggaran di Rancangan KUA-PPAS tahun 2024 khususnya terkait kebencanaan mengingat Kabupaten Tabanan rentan terhadap bencana alam, renovasi gedung perangkat daerah yang sudah mengalami rusak berat serta alokasi anggaran terhadap gaji.

“Serta tunjangan bagi tenaga P3K baik dibidang pendidikan dan kesehatan yang telah lulus dalam rekruitmen P3K,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya mengatakan, sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah KUA dan Prioritas PPAS merupakan pedoman dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Pembahasan KUA dan PPAS telah dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai mekanisme yang berlaku. Hal itu tentunya tidak terlepas dari tanggungjawab, komitmen, kesungguhan dan kerjasama yang baik dari seluruh pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat,” ujar Sanjaya.

Setelah disetujui bersama, Sanjaya meminta agar TAPD Kabupaten Tabanan melaksanakan penyusunan Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tabanan.

“Untuk mendapatkan hasil yang optimal, kami mengharapkan kerjasama yang baik dari para anggota Dewan yang terhormat di dalam upaya kita bersama mewujudkan visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pinta Sanjaya. (ana)

Bupati Tabanan Sarankan Petani Tanaman Palawija Masuki Kemarau Panjang

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya meminta masyarakat untuk melakukan antisipasi akan adanya kekeringan sebagai dampak El Nino.

Khususnya bagi para petani agar beralih untuk menanam palawija saat memasuki kekeringan panjang yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.

“Kekeringan panjang ini akan berdampak pada sektor pertanian. Solusi mengatasi kekeringan itu dengan bercocok tanaman palawija seperti jagung atau kedelai yang sedikit memerlukan air,” ucap Sanjaya usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Tabanan, Kamis (10/8/2023).

Pihaknya melalui Dinas Pertanian telah menyiapkan langkah antisipatif jika adanya kekeringan di wilayah Kabupaten Tabanan. Misalnya beberapa subak di daerah Selemadeg Timur telah menamam palawija seperti jagung dan kedelai.

Upaya tersebut dapat menjaga ketahanan pangan saat terjadi kekeringan panjang di Kabupaten Tabanan yang menjadi lumbung ketahanan pangan Bali.

“Kami telah ingatkan langkah antisipasi jika ada kekeringan, seperti pola cocok tanam apa yang harus dikembangkan,” jelas Sanjaya. (ana)

Hadapi Serbuan Media Digital, Sekda Dewa Indra Dorong Kolaborasi Perusahan Pers

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Menghadapi ‘tsunami informasi’ yang tersebar melalui media sosial dan media digital lainnya, termasuk platform asing yang dikendalikan oleh AI (kecerdasan buatan), Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mendorong perusahaan media konvensional yang tergabung dalam wadah Serikat Perusahan Pers (SPS) untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergitas. Hal tersebut diutarakannya saat hadir sebagai pembicara pada acara Dialog Nasional Serikat Perusahan Pers (SPS) di Harris Hotel & Convention Denpasar, Kamis (10/8/2023). Acara dialog yang digelar serangkaian memperingati HUT ke-77 SPS ini mengusung tema “Transformasi Industri Media Untuk Bangkit Bersama”.

Mengawali paparannya, Sekda Dewa Indra mengutip teori dromologi hasil pemikiran filsuf Paul Virilio. Secara sederhana, dromologi berarti semesta berpikir yang didasarkan pada prinsip kecepatan. Menurut Dewa Indra, mengacu pada teori itu, saat ini dunia tengah dikuasai oleh fenomena kecepatan. “Semua minta serba cepat, termasuk informasi. Kalau tidak cepat, seolah kita merasa akan ketinggalan,” ujarnya. Hal itu kemudian memicu pertarungan realitas dan virtual. Jika dicermati, saat ini kehidupan post modern dikuasai kehendak virtual. Ia lantas mencontohkan adanya kecenderungan mencitrakan diri sebagai orang kaya, baik hati, cantik dan rupawan di ruang virtual. “Padahal secara aktual belum tentu demikian. Kita sering tertipu oleh hal-hal yang tersaji secara virtual,” imbuhnya.

Bertolak dari teori dromologi, ia berpendapat kalau fenomena kecepatan itu juga membawa implikasi pada dunia pers. Kemunculan medsos dan media berplatform digital yang menawarkan kecepatan dalam penyebaran informasi menjadi tantangan yang harus dihadapi media konvensional seperti televisi dan surat kabar. Dewa Indra berharap, perusahaan pers yang mengelola media konvensional tak cengeng dalam menghadapi fenomena ini. “Hadapi tantangan ini dengan beradaptasi, meningkatkan kolaborasi dan susun strategi bersama agar bisa tetap survive,” cetusnya. Namun dalam beradaptasi, pengelola media konvensional diingatkan tetap berpedoman pada kaidah jurnalistik sehingga tetap bisa menjadi media arus utama yang menyajikan karya jurnalistik berkualitas.

Masih dalam paparannya, Dewa Indra menyampaikan rasa optimis terhadap keberlanjutan media konvensional. Optimisme itu mengacu pada hasil riset Dewan Pers yang bekerjasama dengan Universitas Moestopo Beragama pada tahun 2019. Hasil riset menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional lebih tinggi dibandingkan media siber. Berdasarkan hasil riset, tingkat ketidakpercayaan pada media siber tercatat sebesar 25 persen, sedangkan ketidakpercayaan kepada surat kabar harian 14 persen, surat kabar mingguan/tabloid/majalah berita 17 persen.

Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat ini merupakan modal bagi media konvensional untuk tetap bertahan. Terlebih, SPS yang mewadahi media konvensional telah memasuki usia 77 tahun. “Ini artinya, selama kurun waktu 77 tahun, SPS tetap eksis dengan beragam tantangan yang telah dihadapi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum SPS Januar Primadi Ruswita menyampaikan bahwa dalam 10 tahun belakangan media digital berkembang sangat pesat dan berimbas pada keberadaan media konvensional. “Imbasnya sangat terasa, banyak yang terpaksa tutup karena tak mampu bertahan baik karena alasan ekonomi maupun kesulitan adaptasi teknologi,” ucapnya. Oleh sebab itu, ia mengajak perusahaan pers yang tergabung dalam wadah SPS mengubah model bisnis agar terhubung dalam ekosistem digital, namun tetap berada dalam koridor jurnalistik. “Beradaptasi bukan berarti kita mengikuti sepenuhnya pola platform media digital. Itu nanti akan menjadi ancaman bagi misi suci pers dalam membangun karakter bangsa,” ujarnya. Januar menambahkan, dialog nasional serangkaian HUT ke-77 SPS menjadi momentum bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun jalan bersama. Ditambahkan olehnya, SPS yang saat ini beranggotakan 538 perusahaan media akan terus menyerukan penyelamatan pers sebagai warisan bangsa, menjalankan fungsi yang baik dan bermakna.

Di lain pihak, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengingatkan media konvensional mampu mengadopsi perkembangan teknologi agar bisa tetap bertahan. Namun demikian, media konvensional juga diingatkan agar tetap menjaga karya jurnalistik agar selalu kualitas. Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Budi Arie Setiadi yang menyampaikan paparan secara virtual menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap perkembangan media konvensional. Keberpihakan itu teraktualisasi dalam dua Rancangan Peraturan Presiden (Perpres), yakni Rancangan Perpres tentang Kerja Sama Perusahaan Platform Digital dengan Perusahaan Pers untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas serta Rancangan Perpres tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

Sisi Unik Pura Luhur Pekiyisan di Desa Babahan

Pelinggih Ratu Malen di Pura Luhur Pekiyisan di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.
Pelinggih Ratu Malen di Pura Luhur Pekiyisan di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pura Luhur Pekiyisan Beji Agung Sad Kayangan Jagat Luhur Batukaru yang terletak di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, menjadi menjadi salah satu pura yang menyimpan banyak keunikan.

Pura yang diperkirakan berdiri sejak zaman megalitikim ini menjadi salah satu tempat penyucian Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Batukaru.

“Biasanya penyucian Ida Bhatara dilakukan setiap 20 tahun sekali, karena bergantian dengan penyucian di Pura Luhur Tanah Lot,” kata Bendesa Adat Babahan Made Sukawana, Kamis (10/8/2023).

Ia menjelaskan, pura Luhur Pekiyisan memiliki pelinggih utama yakni Pelinggih Persimpangan Luhur Tanah Lot dan pekendungan, Pelinggih Manik Sakti, Pelinggih Simpangan Ida Rsi dan Pesimpangan Luhur Batukau.

Masyarakat yang akan melakukan persembahyangan di Pura Luhur Pekiyisan wajib membersihkan diri di beji yang terletak di sebelah timur pura.

“Sebelum melakukan persembahan ke area dalam pura, pemedek wajib membersihkan diri dulu ke beji,” ucapnya.

Ia menyebut, para pemedek atau penangkil juga bisa bersembahyang di tiga pura yang berada di jaba sisi. Pura tersebut diyakini masyarakat memiliki fungsinya masing-masing.

Seperti pura Ratu Malen untuk memohon kebijaksanaan karena perwujudan tokoh pemasangan yakni Malen yang dikaitkan dengan kebijaksanaan dan kewibawaanya. Pura ini terletak di Barat Pura Luhur Pekiyisan dan berdekatan dengan aliran Sungai Yeh Ho.

Kelihan Adat Banjar Babahan Tengah I Nyoman Sarkayasa mengatakan para pejabat pemerintahan sering datang untuk memohon kebijaksanaan.

“Mereka biasanya nangkil saat Purnama atau Tilem dengan membawa banten biasa atau pejati,” ungkapnya.

Kemudian, di sisi Selatan Pura Ratu Malen ada Pura Sri Sedana atau Rambut Sedana yang diyakini masyarakat untuk memohon kesejahteraan. Pura ini dikaitkan dengan subak di Bali sebagai sistem pengairan sawah.

Selain itu, terdapat Pura Pecalang atau Jagabaya yang dijadikan sebagai tempat memohon kewibawaan sekaligus taksu, baik seni maupun usaha.

Taksu ini merupakan kemampuan atau daya kreatifitas yang dimiliki seseorang dalam suatu bidang.

“Bagi mereka, seka pementasan seperti arja atau kesenian lainnya biasa nangkil kesini sebelum pentas,” ungkapnya. (ana)

Tak Kuat Menanjak, Truk Muatan Jagung Tabrak Pelajar Bermotor

Kondisi truk yang terlibat kecelakaan di jalan umum jurusan Kediri - Pangkung Tibah, termasuk Banjar Buduk, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Rabu (9/8/2023).
Kondisi truk yang terlibat kecelakaan di jalan umum jurusan Kediri - Pangkung Tibah, termasuk Banjar Buduk, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakan lalu lintas melibatkan truk dan sepeda motor terjadi di jalan umum jurusan Kediri – Pangkung Tibah, termasuk Banjar Buduk, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Rabu (9/8/2023) sekitar pukul 16.00 WITA.

Diduga Truk Fuso dengan Nomor Polisi K 8747 BC tidak kuat menjak hingga menyenggol pengendera sepeda motor honda Scoopy dengan Nomor Polisi DK 4757 GBI yang ada di belakangnya.

Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor yang masih bestatus sebagai pelajar SMP berinisial NKR (14) asal Banjar Telengis, Desa Bengkel, Kediri, mengalami luka lecet pada kaki dan dirawat di RSU Singasana Nyitdah dalam keadaan sadarkan diri.

“Saat kejadian korban membongceng temannya yang juga masih SMP. Namun, temannya selamat” ujar Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti, Rabu (9/8/2023).

Ia menjelaskan, truk yang dikemudikan Dede Hamdani (24) asal Tasikmalay, Jawa Barat, dengan muatan jagung datang dari arah Utara jurusan Kediri menuju arah Selatan jurusan Pangkung Tibah.

Saat melintasi jalan tanjakan dan tikungan landai kekiri, truk tidak kuat menanjak lalu mundur hingga menyenggol pengendara sepeda motor yang tengah melaju di belakangnya. Kemudian, truk terperosok di sebelah Barat bahu jalan.

“Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material mencapai Rp16 juta,” jelasnya.