- Advertisement -
Beranda blog Halaman 592

Capai Hasil Prevalensi Stunting Terendah, Stafsus Wapres Apresiasi Strategi Komitmen Pemerintah Provinsi Bali

 

PANTAUBALI.COM,DENPASAR – Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Bali mengalami penurunan prevalensi angka stunting hingga 8,0% yang menjadikan Provinsi Bali menjadi capaian prevalensi stunting terendah di Indonesia di Tahun 2022. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Sukawati saat menerima kunjungan kerja staf khusus Wakil Presiden Republik Indonesia tentang Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Bali di Ruang Rapat Wiswa Sabha Pratama, Senin (14/8).

Cok Ace menyampaikan bahwa dua tahun terakhir yaitu tahun 2020 hingga 2022 merupakan tahun yang sangat berat bagi Bangsa Indonesia dan bahkan juga dunia untuk bertahan dalam situasi pandemi Covid-19. Dalam kondisi seperti ini, pencapaian program pembangunan Provinsi Bali juga terimbas dengan belum sepenuhnya target yang telah ditetapkan semua dapat dicapai. Namun di tengah keadaan sulit tersebut Provinsi Bali masih tetap memberikan hasil yang sangat baik dalam hal prevalensi angka stunting di Bali. “Hal ini menunjukkan bahwa upaya dan intervensi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali, BKKBN Perwakilan Bali beserta Lintas Sektor terkait selama ini telah menunjukkan hasil yang baik,” ungkap Cok Ace.

Ia pun menyampaikan selamat dan terima kasih kepada para pemangku kepentingan di Provinsi Bali, Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bali hingga menjadikan Provinsi Bali kembali menjadi Provinsi dengan capaian prevalensi stunting terendah di Indonesia Tahun 2022. Disamping itu ia juga mengapresiasi Kabupaten/Kota lokus stunting yang telah melaksanakan 8 (delapan) aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom menyampaikan bahwa berdasarkan data SSGI Tahun 2021 dan 2022 Bali merupakan Provinsi dengan prevalensi stunting terendah di seluruh Indonesia, walaupun masih terdapat Kabupaten yang memiliki prevalensi stunting di atas rata-rata Provinsi Bali. Prevalensi stunting Tahun 2022 (8,0%) telah melampaui target yang ditetapkan untuk Provinsi Bali yaitu (9,28%), meskipun pada Kabupaten Buleleng dan Gianyar terdapat peningkatan prevalensi stunting dari tahun sebelumnya.

I Nyoman Gede Anom menyampaikan bahwa berbeda dengan Provinsi lainnya, Provinsi Bali juga memanfaatkan kearifan lokal Bali dalam strategi percepatan penurunan stunting antara lain adalah dengan melakukan sosialisasi melalui media seni tradisional seperti bondres, janger dan wayang kulit, turut melibatkan intervensi melalui Desa Adat, melaksanakan posyandu berbasis banjar serta pemanfaatan media kul-kul disamping juga melakukan edukasi saat upacara pernikahan dan megedong-gedongan.

Sementara Staf Khusus Wakil Presiden Prof. Zumrotul Mukaffa M.Ag juga turut mengapresiasi kerja keras Pemerintah Provinsi Bali serta instansi terkait. “Tentu pertama karena komitmen yang sangat tinggi terhadap program ini, saya yakin ini faktor yang sangat menentukan. Kedua karena kerja keras Bapak/Ibu semua sehingga Bali jauh di bawah rata-rata capaian nasional yang masih di atas 21% tapi Bali sudah mencapai 8%,” jelasnya. Ia berharap upaya Provinsi Bali ini dapat di desiminasikan dan diduplikasi oleh provinsi lain dalam upaya penurunan stunting di daerah masing-masing.

75 Paskibraka HUT RI Ke-78 di Tabanan Dikukuhkan Bupati Sanjaya

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, mengukuhkan 75 anggota Paskibraka Kabupaten Tabanan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, mengukuhkan 75 anggota Paskibraka Kabupaten Tabanan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tabanan dikukuhkan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).

Puluhan anggota Paskibraka yang terdiri dari pelajar SMA atau sederajat di Kabupaten Tabanan ditambah pasukan pengawal dari kesatuan TNI dan Polri tersebut akan melaksanakan tugas pada upacara pengibaran Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih di Kabupaten Tabanan, pada 17 Agustus mendatang.

Saat upacara pengukuhan, anggota paskibraka mengikrarkan sumpah “Ikrar Putra Indonesia”. Kemudian, Bupati Sanjaya menyematkan atribut Paskibraka secara simbolis.

Bupati Sanjaya juga menegaskan, sumpah yang telah diucapkan oleh seluruh anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan serta meningkatkan potensi diri sebagai generasi tumpuan masa depan Tabanan ke depan.

“Saya harap Putra-Putri terbaik Tabanan dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya, tulus dan ikhlas serta mampu melaksanakan tanggung jawab yang diberikan,” ucapnya.

Turut hadir dalam upacara yakni Ketua DPRD dan Wakil Bupati Tabanan, Tjokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, serta undangan terkait lainnya. (ana)

Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali, Bupati Sanjaya Harap Masyarakat Konsisten Bali dan Tabanan

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM memimpin upacara peringan Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM memimpin upacara peringan Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar upacara memperingati Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, yang dipimpin Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).

Dalam amanatnya membacakan sambutan Gubernur Bali, Bupati Sanjaya berharap momentum ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus berkarya yang terbaik guna membangun Bali dan Tabanan pada khususnya.

Pembangunan Provinsi Bali diselenggarakan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang telah dituangkan dalam RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali 2018 – 2023 dan dilaksanakan dengan konsisten, teguh pendirian dan komitmen kuat. Visi ini adalah untuk menjaga alam, manusia dan kebudayaan Bali secara niskala dan sekala.

“Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang penyucian dan pemulian enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia, terdiri atas : Atma Kerthi yang berarti penyucian dan pemuliaan Atma atau jiwa, Segara Kerthi yang berarti penyucian dan pemuliaan laut dan pantai, Danu Kerthi berarti penyucian dan pemuliaan sumber air, Wana Kerthi berarti penyucian dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan, Jana Kerthi yang berati penyucian dan pemuliaan manusia, serta jagat kerthi yang berati penyuciaan alam semesta,” ujar Sanjaya mengutip sambutan Gubernur.

Ditambahkan, Visi pembangunan Bali yang dilaksanakan dengan pola pembangunan Semesta Berenacana meliputi lima bidang prioritas, yakni, bidang sandang pangan dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang Jaminan Sosial Ketenaga Kerjaan, bidang adat, agama tradisi, dan budaya, serta bidang pariwisata.

Lima bidang prioritas tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara secara berintegrasi dan terkondisi. Dimana visi ini sangat linier dengan visi misi di Kabupaten Tabanan serta Kabupaten/Kota se-Bali.

Pihaknya juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan seluruh elemen masyarakat Bali. Atas restu dan tuntunan Beliau, Ida Betara Sesuhunan, Ida Dalem, Raja-raja Bali, leluhur, lelangit dan guru-guru suci serta kerja keras jajaran Pemprov Bali, Pemkab/Pemkot se-Bali, Forkopimda se-Bali, Pemerintah Deda Adat, Kelurahan dan seluruh komponen masyarakat Bali, sehingga dalam kurun 5 tahun dikatakannya telah tercapai kinerja pembangunan dalam tatanan Bali Era Baru yang fundamental dan monumental.

Seperti halnya penanganan gering agung pandemi Covid-19, sebuah catatan yang sangat penting. Tidak pernah terbayangkan terjadi peristiwa dahsyat yang munculnya gering agung pandemi Covid-19 yang melanda Bali dan semua Negara di dunia. Kasus ini pertama kali muncul di Bali pada 10 Maret 2020, terjadinya ini berdampak besar terhadap kesehatan dan perekonomian Bali. Berbagai upaya secara sekala dan niskala dilakukan dalam penanganan pandemi ini agar dapat dikelola sebaik-baiknya, menerapkan strategi yang atensif, cermat dan terukur guna meminimkan resiko terhadap masyarakat.

“Astungkara berkat kerja keras dan kerja sama tim dan adanya semangat gotong royong semua pihak, bersama masyarakat, pandemi Covid-19 dapat dikelola dengan baik dan berhasil dilewati dengan prestasi gemilang. Bali merupakan Provinsi terbaik dalam kategori dalam penanganan Covid-19 serta pencapaian tercepat dan tertinggi dalam vaksinasi,” imbuhnya.

Selain itu juga disampaikan, Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dilaksanakan dengan memperlakukan 52 produk hukum dan pentingnya strategi terdiri atas 25 peraturan daerah dan 27 peraturan Gubernur yang meliputi produk hukum dasar merupakan produk hukum yang berkaitan dengan alam manusia dan kebudayaan Bali.

Kemudian, produk hukum yang berkaitan dengan infrastruktur energi lingkungan hidup dan pendapatan asli daerah dan seluruh produk hukum tersebut untuk menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali serta sebagai landasan hukum dan haluan dalam mempercepat pencapaian Bali Era Baru.

Turut hadir dalam upacara yaitu Ketua DPRD dan Wakil Bupati Tabanan, Tjokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala Instansi Vertikal dan Direktur BUMD, Ketua Forum Bendesa Adat, jajaran TNI, Polri serta ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. (rls)

Warga Desa Adat Kelecung Kembali Gerudug PN Tabanan

Warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Senin (14/8/2023).
Warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Senin (14/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, kembali mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Senin (14/8/2023).

Mereka datang menghadiri sidang pembacaan gugatan perdata kasus sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung seluas 27,8 are yang digugat oleh Jero Marga yang tidak menemukan titik terang setelah sebelumnya dilakukan mediasi sebanyak tiga kali.

Ratusan warga ini berjalan dari Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta menuju Kantor PN Tabanan didampingi oleh sepuluh orang pengacara bersama Perbekel Tegal Mengkeb dan dikawal personil kepolisian.

“Kami berharap para penegak hukum memberikan keadilan. Karena sudah dari jaman nenek moyang kami mempunyai tanah desa adat itu. Maka sudah jelas tanah itu milik Desa Adat Kelecung,” ujar Perbekel Desa Adat Tegal Mengkeb Dewa Made Widarma.

Adapun pihak penggugat dalam perkara ini yakni A.A Ketut Mawa Kesama, AA Nyoman Supadma, Anak Agung Bagus Maradi Wiswa Damana dan Anak Agung Bagus Ngurah Maradi Putra yang merupakan ahli waris dari (Alm) Gusti Ketut Bagus.

Sementara, pihak tergugat yakni Pura Dalem Desa Pekraman Kelecung, I Ketut Siada, Wayan Arjana dan ATR/BPN Kabupaten Tabanan.

“Pihak penggugat bersama Desa Adat Kelecung sudah bersama-sama membuat sertifikat melalui PTSL. Waktu itu tidak ada gugatan, tapi mengapa setelah (sertifikat) terbit mereka gugat,” kata Widarma.

Kuasa Hukum Tergugat III Gusti Ngurah Alit Putra mengatakan, agenda sidang hari ini adalah pembacaan gugatan dari pihak pengunggat kepada pihak tergugat.

“Tadi pembacaan gugatan oleh pihak penggugat. Dan giliran tergugat nanti akan dilakukan sidang online melalui aplikasi pada 28 Agustus,” ungkap Alit Putra usai sidang berlangsung.

Ia menyebut, pokok gugatan yang dilayangkan ahli waris Jero Marga selaku pihak pengunggat adalah klaim tanah gugatan yang telah bersertifikat nama Pura Dalem Desa Adat Kelecung sebagai milik dari tanah penggugat.

“Petitumnya, klaim tanah gugatan yang telah bersertifikat atas nama Pura Dalem itu sebagai bagian dari tanah mereka (penggugat) padahal bagian dari mereka sama-sama telah bersertifikat,” paparnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Penggugat Anak Agung Sagung Ratih Maheswari menyebutkan, tanah sengketa adalah sah tanah waris milik almarhum Gusti Ketut Bagus.

Sebab formulir PTSL yang dipakai sebagai persyaratan permohonan pensertifikatan Tanah Sengketa adalah Surat yang direkayasa oleh tergugat seolah-olah tanah itu sudah dikuasai oleh tergugat lebih dari 20 tahun.

Namun, kenyataannya tidak pernah dikuasai oleh pihak manapun kecuali dikuasai oleh Jero Marga sebagai pemilik.

“Itu terbukti dari SPPT sampai pembayaran terakhir pada 2022 masih atas nama I Gusti Ketut Bagus, alamat Jero Marga,” imbuhnya. (ana)

Gubernur Bali,Menyerahkan Piala Gubernur Bali Kepada Pemenang Festival Layang- Layang Tahun 2023

 

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan Piala Gubernur Bali kepada Group Kubu Kaja sebagai pemenang Festival Layangan Bali 2023 yang digelar oleh Komunitas Seni Layangan Bali dengan tema ‘Bayu Segara Kerthi’ pada, Minggu (Redite Umanis, Langkir) 13 Agustus 2023 di pelataran Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha dan Lanang Botak dalam kesempatannya juga menyerahkan piala penghargaan kepada : 1) Juara I pemenang Lomba Foto, Dewa Krisna; 2) Juara I pemenang Lomba Video, Damartuhu; 3) Juara I pemanang Lomba Pindekan, Group Sepin; 4) Juara I pemenang Lomba Celepuk Cuting, Group Culackk; 5) Juara I pemenang Lomba Celepuk Air Brush, Group Braca Brece.

Kemudian juara selanjutnya,   6) Juara I pemenang Lomba Layangan Bebean Remaja, Group Berani Hitam Gianyar Aman; 7) Juara I pemenang Lomba Pecukan Remaja, Group Kebo Goyang; 8) Juara I pemenang Lomba Janggan Buntut Remaja, Group Ayu Cahyani; 9) Juara I pemenang Lomba Janggan Remaja, Group Baper Team; 10) Juara I pemenang Lomba Bebean Dewasa, Group Monalisa; 11) Juara I pemenang Lomba Pecukan Dewasa, Group Markas Pusat; 12) Juara I pemenang Lomba Janggan Buntut Dewasa, Group Kinara; 13) Juara I pemenang Lomba Janggan Dewasa, Group Belalang ne Borr.

Selanjutnya, 14) Juara I pemenang Lomba Kreasi, Group Jogading Kite; 15) Juara I pemenang Lomba Bebean Big Size, Group Kubu Kaja; dan 16) Juara I pemenang Lomba Janggan Buntut Big Size, Group Sajiwo Pati. 3. Komunitas Seni Layangan Bali mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi komitmen Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah berkesinambungan memberikan dukungan kepada generasi muda di Bali untuk melestarikan permainan tradisional layangan Bali.

Gubernur Wayan Koster menegaskan permainan tradisional layangan Bali yang diselenggarakan oleh para generasi muda dari berbagai komunitas di Bali dengan kegiatan festival harus diberikan dukungan. Karena terselenggaranya festival layangan ini sebagai wujud dari pelestarian kebudayaan Bali.

“Kita harus bangga, karena Bali merupakan suatu Provinsi yang sangat serius menekuni permainan tradisional layang – layang yang dinovasikan berupa festival oleh komunitas generasi muda di Bali,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Komunitas Seni Layangan Bali, Putu Chris Budhi Setyawan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali,  Wayan Koster karena terus berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Layangan Bali.

“Atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Bapak Gubernur Wayan Koster, maka ini merupakan wujud keseriusan beliau sebagai pemimpin Bali yang memberikan wadah berkreasi kepada para Rare Angon (generasi muda) untuk mengembalikan layangan sebagai bagian dari pelestarian budaya Bali,” ujarnya.

Mendekati Akhir Agustus, 41.154 HPR Telah Divaksin

Kegiatan vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.
Kegiatan vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 41.153 ekor Hewan Penular Rabies (HPR), baik anjing maupun kucing yang tersebar di Kabupaten Tabanan telah mendapat vaksinasi sampai hari ini.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan Gede Eka Parta Ariana mengatakan, target vaksinasi pada Agustus ini mencapai 70 persen.

Target tersebut, dilihat dari populasi anjing di Tabanan sebanyak 62.104 ekor anjing dan 247 ekor kucing. Maka total HPR baik anjing dan kucing sekitar 43.400 ekor, yang harus divaksin Distan Tabanan.

Untuk saat ini dengan total 41.154 ekor anjing dan 247 ekor kucing yang divaksin. Maka, Distan Tabanan sudah mencapai sekitar 65,87 persen vaksinasi rabies.

“Sebelumnya ditarget 80 persen. Namun, karena banyak upacara hari raya Umat Hindu Bali, maka kami target 70 persen sampai akhir Agustus,” ujarnya, Minggu (13/8/2023).

Ia menjelasakan, pemerintah pusat memang menarget realisasi vaksinasi rabies sebesar 80 persen dari populasi. Namun, fakta di lapangan banyak perayaan perayaan hari raya hingga akhir Agustus ini maka target paling realistis adalah 70 persen. “70 persen itu sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap),” tegasnya.

Terkait kasus gigitan HPR, Eka menyebut tidak ada penambahan kasus lagi sebab upaya antisipasi penularan rabies dari anjing ke hewan lain terus digencarkan. Disamping itu, pada bulan Juli lalu, pihaknya dipasok sebanyak dua kali untuk vaksin rabies.

“Pada 5 Juli lalu sebanyak 3.200 dosis. Kemudian tanggal 17 Juli ditambah lagi sebesar 3.000 dosis vaksin,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tabanan, capaian vaksinasi rabies ada di Kecamatan Marga sebesar 89,62 persen atau sekitar 4.440 yang tervaksin dari populasi 4.934 ekor HPR.

Selanjutnya, Kecamatan Penebel sebesar 79,51 persen dari estimasi populasi 6.974 ekor 5.546 HPR tervaksin. Kecamatan Baturiti sebesar 78,60 persen dari estimasi populasi sebesar 5.500 ekor, yang sudah tervaksin 4.323 ekor HPR baik kucing atau anjing.

Selemadeg Timur sebesar 79,74 persen dari estimasi populasi 4.326 ekor, yang tervaksin 3.452 ekor. Kecamatan Kediri sebesar 79,34 persen dari estimasi populasi 7.917 ekor dan tervaksin sebanyak 6.281.

Kecamatan Tabanan sebesar 63.77 persen dari estimasi populasi 8.304 ekor atau tervaksin 5.332, Selemadeg Barat 63,34 persen dari estimasi populasi 6.124 ekor yang tervaksin 3.894.

Kecamatan Selemadeg sebesar 56.16 persen dari estimasi populasi 4.359 ekor yang tervaksin 2.465 ekor. Pupuan sebesar 38.25 persen dari estimasi populasi 6.902 ekor yang sudah tervaksin sebanyak 2.735, dan Kerambitan sebesar 38.78 dari estimasi populasi 6.764 ekor dan yang tervaksin 2.627 ekor. (ana)

Komisi I DPRD Tabanan Harap Rekrutmen PPPK Nakes Prioritaskan Pengabdian Lama

Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi
Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan pada September 2023 mendatang akan melaksanakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tenaga kesehatan (nakes).

Adapun kuota rekrutmen PPPK nakes yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Kemen PANRB) tersebut sebanyak 1.072 formasi.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi berharap dengan adanya rekrutmen PPPK nakes tersebut, Pemkab Tabanan bisa memprioritaskan nakes di rumah sakit umum maupun swasta yang telah lama mengabdi.

“Kami harapkan dengan adanya formasi atau usulan untuk tenaga kesehatan maka yang pertama dituntaskan adalah tenaga medis di rumah sakit pemerintah maupun swasta,” ujar Eka Nurcahyadi , Minggu (13/8/2023).

Selain itu, dinas terkait atau rumah sakit harus memastikan pelamar tersebut telah terdaftar dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISMDK) agar bisa ikut mendaftar dalam rekrutmen PPPK nantinya.
Menurutnya, kuota 1.072 yang diberikan oleh kementrian tersebut dirasa kurang mengingat jumlah nakes yang ada di Tabanan saat ini mencapai dua sampai tiga ribu orang.

“Kami berharap tenaga administrasi juga tetap akan masuk jadi tidak hanya tenaga medis saja,” ucap Politisi PDIP asal Marga itu.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi mengatakan, sesuai arahan dari Kemenpan RB seluruh nakes yang ada di rumah sakit maupun puskesmas mulai dari bidan, perawat, hingga nakes penunjang bisa mengikuti rekrutmen.

Namun, untuk detil persyaratan pendaftaran belum diberitahukan oleh Kemen PANRB. “Kami baru menerima informasi kuotanya saja,” tegasnya. (ana)

Mesuryak, Tradisi Antar Roh Leluhur ke Sunia Loka saat Kuningan

Tradisi Mesuryak di Banjar Adat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.
Tradisi Mesuryak di Banjar Adat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tradisi mesuryak menjadi tradisi turun temurun yang rutin dilaksanakan warga di Banjar Adat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan saat perayaan hari suci Kuningan.

Dalam tradisi ini, masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa saling berebut uang setelah melakukan persembahyangan di depan pintu masuk utama rumah.

Kelian Banjar Adat Bongan Gede I Komang Suparman menjelaskan, makna dari tradisi Mesuryak sendiri adalah mengantarkan para leluhur kembali ke sunia loka atau tempat bersemayam.

Sebab, warga meyakini para leluhur mereka kembali ke rumahnya masing-masing dan berkumpul saat hari suci Galungan hingga Kuningan.

“Dan hari ini kami mengantar para leluhur kembali ke sunia loka dengan kegembiraan,” ujar Suparman, Sabtu (12/8/2023).

Sebelum Mesuryak, warga akan melakukan persembahyangan di Merajan atau tempat suci keluarga besar. Satu kepala keluarga akan menghaturkan persembahan yang terdiri dari sandang, panganan hingga uang yang akan dibagikan saat Mesuryak.

Setelah melakukan persembahyangan di merajan, mereka akan melanjutkan persembahyangan di depan pintu masuk utama rumah sebagai bentuk melepas para leluhurnya kembali ke sunia loka.

Kemudian, aneka persembahan termasuk uang tersebut akan dibagi-bagikan kepada anggota keluarga dengan berebutan.

“Tidak ada batasannya berapa uang yang harus disediakan. Sebetulnya bukan hanya uang yang bisa dibagikan, buah-buahan dan jajan-jananan juga bisa. Tetapi, lebih banyak yang mengejar sesari berupa uang,” kata Suparman.

Perserta Mesuryak tidak hanya dari anggota keluarga, tetapi semua warga banjar boleh ikut berebut uang yang dilontarkan ke atas. Uang yang dibagikan biasanya berupa pecahan seribu hingga seratus rupiah.

Momen berebut uang inilah yang paling banyak dinantikan sejak upacara di masing-masing pura keluarga digelar di pagi hingga menjelang tengah hari.

“Semua warga banjar juga boleh ikut karena sama-sama dianggap sebagai keluarga. Melontarkan uang ke atas ini juga dimaksudkan sebagai punia atau sedekah,” jelasnya.

Suparman menyebut, tidak ada yang mengetahui pasti kapan tradisi Mesuryak ini ada dan berkembang di desanya.

“Kapan pastinya tradisi ini, kami tidak mengetahuinya karena tidak ada sumber sejarah tertulis. Kami di sini hanya mewarisi tradisi ini tiap Kuningan,” imbuhnya. (ana)

Bakal Calon DPRD Provinsi Dicoret, DPC PDIP Tabanan Pasrahkan ke DPD

Pengurus DPC PDIP Tabanan menggelar konferensi pers untuk menanggapi polemik yang terjadi Kecamatan Kediri, Sabtu (!2/8/2023).
Pengurus DPC PDIP Tabanan menggelar konferensi pers untuk menanggapi polemik yang terjadi Kecamatan Kediri, Sabtu (!2/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tabanan menanggapi perubahan nama calon DPRD Provinsi Bali yang keluar dari usulan awal di tingkat pleno DPC, Sabtu (12/8/2023).

Sesuai rapat pleno DPC, nama Ketua PAC PDIP Kediri I Nyoman Mulyadi semula masuk dalam usulan bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Bali. Namun, hingga tahap pencermatan daftar bacaleg, nama tokoh Kediri itu justru tidak muncul sesuai aspirasi di tingkat pleno DPC.

Inilah yang kemudian membuat sejumlah warga di Kecamatan Kediri yang didampingi Ketua Ranting Desa Kediri, Bendesa se-Kecamatan Kediri, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kediri mendatangi rumah Nyoman Mulyadi, Jumat (11/8/2023).

Mereka mempertanyakan kejelasan status Nyoman Mulyadi dalam proses pendaftaran bacaleg DPRD Bali. Selain itu, mereka juga datang untuk memberikan dukungan agar pengurus partai baik di tingkat DPC hingga DPP memberikan jawaban.

Sekretaris DPC PDIP Tabanan I Nyoman Arnawa mengatakan, keputusan penetapan calon DPRD Provinsi berada di tingkat DPD partai. Pihaknya di tingkat DPC hanya mengusulkan nama calon ke DPP sesuai pleno pencalonan tingkat DPC.

“Kami di DPC partai hanya memiliki hak untuk mengusulkan calon-calon yang maju ke provinsi. Untuk (pleno penetapan) calon DPRD Provinsi itu urusan DPD partai,” ujar Arnawa, Sabtu (12/8/2023).

Ia menyebut, saat pleno penetapan calon DPRD provinsi yang akan diajukan ke DPD, nama I Nyoman Mulyadi telah diusulkan untuk masuk dalam daftar bacaleg bersama tujuh kader lainnya.

Adapun nama yang diusulkan ke DPD berdasarkan hasil pleno, yakni I Ketut Suryadi, I Made Suparta, I Ketut Purnaya, Ni Putu Sri Utami, I Wayan Agus Adi Darmawan, I Gusti Ayu Komang Sri Indriyani, Leoni serta I Nyoman Mulyadi. Namun, Leoni yang menjadi kader dari Kecamatan Kediri mengundurkan diri.

Setelah SK untuk daftar bacaleg provinsi turun dari DPP, nama Nyoman Mulyadi dan I Gusti Ayu Komang Sri Indriyani tidak ada. Justru ada calon di luar usulan DPC yang masuk yakni kader nonstruktural partai, Ni Made Usmatari.

“Saat rapat pleno di DPC, nama Nyoman Mulyadi muncul dan kami telah usulkan itu ke DPD partai. Setelah kami melakukan usulan, kami menyerahkan seluruhnya ke DPD partai karena itu ranahnya.” ucapnya.

Terkait kriteria pengajuan kader untuk provinsi dari DPC ke DPD, Arnawa menjelaskan, harus mengacu pada struktural partai masing-masing kader tersebut.

“Seperti Ketut Purnaya maka kami sampaikan Purnaya ini incumbent dan juga menjadi struktural di DPC Partai yang membidangi kehormatan partai,” sambungnya.

Sementara, pihaknya tidak berani memastikan pengaruh perolehan suara PDIP pada Pemilu 2024 nanti akibat adanya kisruh ini.

“Kami tidak berani berbicara entah itu berpengaruh atau tidak. Tetapi kami selalu siap menghadapi situasi politik dan apa yang manajdi tujuan kami bersama minimal untuk mempertahankan kursi di tingkat satu dan dan dua. Kami sudah diapkan itu,” sebut Arnawa. (ana)

12 Sekaa Ikuti Lomba Barong Bangkung se-Bali di Tabanan

Bupati Sanjaya bersama jajaran dan sekaa Barong Bangkung yang mengikuti perlombaan Barong Bangkung se-Bali yang digelar di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi Tabanan, Jumat (11/8/2023).
Bupati Sanjaya bersama jajaran dan sekaa Barong Bangkung yang mengikuti perlombaan Barong Bangkung se-Bali yang digelar di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi Tabanan, Jumat (11/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 12 Sekaa Barong Bangkung mengikuti perlombaan Barong Bangkung se-Bali yang digelar di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi Tabanan, Jumat (11/8/2023).

Peserta lomba berasal dari Tabanan maupun luar Tabanan yang didominasi oleh para generasi muda usia belasan tahun. Lomba ini menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dan pendidikan bagi generasi muda tentang warisan budaya Bali.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, yang juga hadir menyaksikan pertunjukkan memberikan dukung penuh pagelaran lomba. Pertunjukan itu mampu mengundang decak kagum serta mendapat apresiasi dari ribuan penonton yang memadati area GWS saat itu.

Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga dan bersyukur memiliki generasi muda yang penuh kreasi dan inovasi, terlebih, mampu berkontribusi dalam pelestarian tradisi dan budaya adiluhung Bali.

“Ketika melihat Barong Bangkung, saya selalu teringat Barong Bangkung ini kita pentaskan pertama kali di Tabanan tahun 2002 yang saat itu Bapak Adi Wiryatama sebagai Bupati. Saya waktu itu audiensi dengan beliau minta dilaksanakan festival Barong Bangkung pertama di Bali, ada di Tabanan. Sudah 21 tahun yang lalu,” kenang Sanjaya.

Hal itu dikatakannya agar lebih mudah mengorganisir para sekaa yang terdiri dari banyak komunitas.

“Harus ada wadah atau lembaga, sehingga Pemerintah gampang membantu dan tidak tumpang tindih. Seperti sekarang ini membuat kegiatan festival ini, sehingga kedepan bisa membuat festival-festival serupa secara bergantian dan nampak bagus. Astungkara kedepan ada forum yang mewadahi sekaa Barong di Tabanan atas inisiasi Pemkab Tabanan melalui Dinas Kebudayaan,” imbuh Sanjaya.

Salah satu peserta lomba, I Putu Gede Dharma Utama dari Sekaa Demen Menawaratna Kapal mengatakan, sangat bahagia bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Tujuan tiang ikut festival ini adalah turut berpartisipasi karena tergugah akan bangkitnya kesenian Bali. Harapan kedepannya, semoga masyarakat Bali selalu melestarikan tradisi Ngelawang ini, karena dengan adanya ngelawang ini, hari raya galungan dan kuningan yang utama itu menjadi lebih ramai, lebih meriah. Kalau tidak ada barong, suasana itu terasa kurang,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan I Gede Agustina Yoga Putra selaku Panitia, lomba ini juga ditujukan untuk menyemarakan hari raya Galungan dan Kuningan serta memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-78 Tahun 2023, juga Hari Ulang Tahun Komunitas Seni Bangkal Ganas.

Pihaknya berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan euforia untuk meningkatkan kesenian di Tabanan, khususnya Barong Bangkung.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya anggota Komisi IV DPR RI, Ketua DPRD Bali, Ketua DPRD Tabanan beserta beberapa anggotanya, Tjokorda Anglurah Tabanan, dan Kepala OPD terkait. (ana)