- Advertisement -
Beranda blog Halaman 594

Bunda Rai Wahyuni Sanjaya, Hadiri dan Dukung Pasar Rakyat TP PKK Bangli

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M hadir dalam Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli, bertempat alun-alun Kabupaten Bangli, Rabu (9/8/2023).
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M hadir dalam Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli, bertempat alun-alun Kabupaten Bangli, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pasar Rakyat PKK, dengan tema ‘Berbelanja dan Berbagi’ menjadi program unggulan yang sangat dinanti oleh setiap masyarakat di masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Bali yang diinisiasi saat pandemi Covid-19 melanda.

Program ini merupakan program yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah di Bali, inovasi TP PKK Provinsi Bali di bawah komando Ny. Putri Suastini Koster guna memulihkan perekonomian pasca pandemi.

Tentunya tujuan mulia ini mendapat dukungan penuh dari Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M bersama dengan pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, hadir menunjukkan dukungannya dalam setiap perhelatan Pasar Rakyat yang kali ini dilaksankan di Kabupaten Bangli, bertempat alun-alun Kabupaten Bangli, Rabu (9/8/2023).

Dihadiri langsung oleh pemrakarsa program, Bunda Putri Suastini Koster, tujuan terus berlanjutnya kegiatan pasar rakyat utamanya adalah untuk membangkitkan kesejahteraan rakyat, membangun perekonomian dengan menggandeng para pengusaha kecil di masing-masing wilayah di Kabupaten/Kota.

Seluruh pengurus TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali dan TP PKK Provinsi Bali datang ke Bangli, semua berbelanja dan belanjaannya tersebut akan dibagikan kepada 100 orang penerima manfaat di Kabupaten Bangli berupa bantuan kebutuhan pokok.

Senada dengan pernyataan Bunda Putri Suastini Koster, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya menyatakan, bahwa Pasar Rakyat dengan tema ‘Berbelanja dan Berbagi’ ini menurutnya merupakan wujud nyata PKK dalam perannya turut serta dalam pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi.

“Berbelanja dan Berbagi ini sangat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, bagi para pedagang selain mendapat keuntungan dari penjualan, mereka mendapat wadah untuk mempromosikan produknya dalam skala yang lebih luas,” ujarnya.

Disamping itu, bagi para penerima bantuan dapat meringankan beban serta membantu memenuhi kebutuhan apalagi menjelang hari raya seperti sekarang. Begitu pula dengan para Ketua TP PKK dan anggota yang berkunjung, masing-masing bisa berkesempatan saling bertemu, bertatap muka dan saling sharing terkait program yang dilakukan masing-masing daerah. (rls)

Sekda Adi Arnawa Hadiri Rapat Kerja Dengan Tim Banggar DPRD Badung

Sekda Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Kerja dengan Tim Banggar DPRD Kabupaten Badung di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Rabu (9/8/2023).
Sekda Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Kerja dengan Tim Banggar DPRD Kabupaten Badung di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa selaku Ketua Tim TAPD Badung menghadiri Rapat Kerja dengan Tim Banggar DPRD Kabupaten Badung di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Rabu (9/8/2023).

Rapat kerja yang  membahas Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Perubahan Tahun 2023 ini turut dihadiri Ketua DPRD Badung Putu Parwata serta diikuti oleh seluruh anggota Banggar DPRD Badung dan anggota Tim TAPD Kabupaten Badung.

Sekda Adi Arnawa seusai Rapat Kerja menyampaikan terkait dengan pertanyaan dari salah satu anggota Banggar DPRD tentang perbaikan bendungan yang jebol di Subak Penarungan. Pemerintah Kabupaten Badung tidak bisa menyentuh karena itu menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai Bali Penida.

“Terkait hal ini, Bapak Bupati Badung Nyoman Giri Prasta tetap minta agar petani jangan sampai jadi korban, untuk itu tim teknis dari Dinas Pertanian dan Pangan sudah menghitung angka kerugian gagal panen yang dialami para petani, tapi mekanismenya tetap mekanisme akibat dampak bencana. Terkait dengan angka untuk penanganan Subak Penarungan sudah sempat dihitung kurang lebih keseluruhan Rp. 1,3 miliar dan mudah-mudahan itu tidak salah, yang jelas nanti petani akan kita bantu,” jelasnya.

Lebih lanjut Sekda Adi Arnawa mengungkapkan rencana dari pemerintah untuk membuat Museum yang ada di bekas Bom Bali, karena bagaimanapun juga tempat terjadinya Bom Bali itu sekarang menjadi destinasi wisata sehingga perlu dikemas sedemikian rupa untuk bagaimana membuat sebuah monumen yang lebih representatif.

“Pada prinsipnya Pemkab Badung ingin mendorong dan menambah berbagai macam destinasi wisata dan museum ini merupakan destinasi monumental yang pernah menjadi sejarah dengan harapan banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Bali untuk melihat suatu kejadian dan jangan sampai terulang kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan terkait dengan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2023 ada beberapa hal yang memang didiskusikan untuk membuat rancangan yang terbaik untuk kepentingan Badung, tetapi dalam hal ini tadi ada beberapa pertanyaan tentang penguatan adat, agama dan tradisi, juga tentang masalah pertanian bagaimana proteksi petani yang sudah diatur dengan Perda Perlindungan Pertanian.

“Bapak Sekda selaku Ketua Tim TAPD dengan penuh tanggung jawab, Beliau sudah mengatakan kalau ada hal-hal yang perlu difasilitasi kepada petani yang gagal panen, maka Sekda dalam hal ini sebagai Ketua Tim TAPD akan merancang bagaimana yang terbaik yang bisa dilakukan untuk petani,” katanya.

Selanjutnya mengenai Museum Bom Bali itu akan dievaluasi kembali, barangkali ada perencanaan pembangunan dan lain sebagainya dan itu sudah disampaikan jelas oleh Sekda Adi Arnawa selaku Ketua Tim TAPD akan dilakukan evaluasi lebih lanjut, artinya kalau memang belum saatnya akan dievaluasi untuk kepentingan masyarakat yang lebih prioritas. (rls)

Rapat Paripurna DPRD Badung Perubahan KUA-PPAS APBD 2023, Pendapatan Daerah Dirancang 7,4 T

Wabup Ketut Suiasa saat Rapat Paripurna DPRD Badung dengan agenda Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2023 di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Rabu (9/8/2023).
Wabup Ketut Suiasa saat Rapat Paripurna DPRD Badung dengan agenda Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2023 di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – DPRD Badung menggelar rapat Paripurna dengan agenda Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2023 di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Rabu (9/8/2023).

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, seiring perkembangan ekonomi pada sektor pariwisata yang mulai menunjukkan tren positif dan memberikan kontribusi terbesar bagi PAD Badung, Pemkab Badung pada Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2023 merancang pendapatan daerah sebesar Rp7,4 triliun lebih.

“Jumlah ini meningkat Rp 1,3 triliun lebih atau 22,13 persen dari APBD induk tahun anggaran 2023 sebesar Rp6 triliun lebih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendapatan daerah terdiri dari PAD dirancang Rp6,5 triliun lebih dan pendapatan transfer tidak mengalami perubahan tetap dirancang Rp872,8 miliar lebih. Sementara belanja daerah dirancang Rp8,4 triliun lebih. Mengalami peningkatan sebesar Rp 2,4 Triliun lebih atau 39,70% dari APBD Induk 2023 sebesar Rp 6 Triliun lebih.

Belanja daerah terdiri dari, belanja operasional sebesar Rp5,1 triliun lebih, belanja modal Rp1,4 triliun lebih, belanja tidak terduga Rp77,7 miliar lebih dan belanja transfer sebesar Rp1,8 triliun lebih.

Ditambahkan, pada perubahan KUA-PPAS 2023 ini, anggaran belanja dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan strategis, wajib dan mengikat sesuai bidang prioritas. Diantaranya bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya, bidang pariwisata, bidang infrastruktur serta bidang tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Kami berharap Pemkab Badung bersama DPRD melakukan evaluasi dan penyesuaian APBD untuk periode tahun anggaran yang tersisa, agar dalam pelaksanaannya berjalan dengan efektif. Dengan pembahasan yang detail dan konstruktif oleh Dewan sehingga hasilnya dapat memberi manfaat optimal bagi daerah dan masyarakat badung, ” jelasnya.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, dihadiri para Wakil Ketua dan anggota DPRD Badung, Forkopimda, Sekda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, Direksi Perusahaan Daerah serta Tenaga Ahli DPRD dan Fraksi DPRD Badung. (rls)

Bupati Sanjaya Lepas Kontingen Raimuna Nasional Tabanan ke Jakarta

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tabanan menuju perhelatan akbar perkemahan besar Pramuka Penegak (usia 16-21 tahun) di Jakarta, bertempat di halaman depan kantor Bupati Tabanan, Rabu (9/8/2023).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tabanan menuju perhelatan akbar perkemahan besar Pramuka Penegak (usia 16-21 tahun) di Jakarta, bertempat di halaman depan kantor Bupati Tabanan, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tabanan menuju perhelatan akbar perkemahan besar Pramuka Penegak (usia 16-21 tahun) di Jakarta, bertempat di halaman depan kantor Bupati Tabanan, Rabu (9/8/2023).

Sesuai dengan ketentuan Juknis Raimuna Nasional Tahun ini, Kwarcab Tabanan terdiri dari 48 peserta didik penegak (24 orang putra dan 24 orang putri), 12 orang Pinkoncab dan tiga orang Bindamping serta satu orang tenaga kesehatan yang berasal dari masing-masing Kwartir Ranting se-Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, Jakarta, dari tanggal 14 sampai dengan 21 Agustus 2023.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kwarcab Pramuka Kabupaten Tabanan yang telah mempersiapkan kontingen Pramuka Tabanan yang akan turut berpartisipasi dalam Raimuna tingkat Nasional XII Tahun ini.

“Saya berharap, kegiatan ini bisa dijadikan sebagai wahana untuk meningkatkan prestasi adik-adik dalam bidang kepramukaan. Melalui kesempatan ini saya juga berpesan, dalam mengikuti Raimuna XII yang juga merupakan kegiatan pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega seluruh Indonesia agar senantiasa menjaga sportifitas, kejujuran dalam bertingkah laku serta menjaga nama baik Pramuka Tabanan,” pinta Sanjaya.

Ia juga meminta agar peserta selalu menjaga kesehatan terhadap perubahan iklim. Selain itu, dengan pelatihan selama ini, para peserta bisa mengatasi segala situasi dan mampu mengharumkan nama Tabanan di tingkat nasional.

“Tunjukkanlah kemampuan dan ketrampilan untuk meraih prestasi dan mampu membawa kepramukaan Kabupaten Tabanan berkontribusi dalam mewujudkan visi Pemkab Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan sekaligus  Ketua Kwarcab Pramuka Tabanan Ngurah Darma Utama mengatakan, Raimuna Nasional Gerakan Pramuka adalah Perkemahan Besar Pramuka Penegak yang dikemas dalam kegiatan edukatif di alam terbuka dengan nuansa ceria dibalut dengan persaudaraan dan penuh dedikasi untuk mencetak Pramuka yang berprestasi sebagai kader pemimpin di masa depan.

Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut Asisten III Setda, Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Kemudian, Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Tabanan, Kakak-kakak Pengurus Kwartir, Kwartir Ranting, Pembina Pendamping dan Peserta Raimuna Nasional XII serta undangan lainnya. (rls)

Empat Jembatan Rusak di Tabanan Akibat Bencana Sedang Dibangun

Jembatan penghubung Marga-Apuan di Desa Cau Marga yang sedang diperbaiki.
Jembatan penghubung Marga-Apuan di Desa Cau Marga yang sedang diperbaiki.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Empat jembatan di Tabanan yang rusak akibat bencana alam pada Oktober 2022 lalu dibangun kembali oleh pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP).

Keempat jembatan tersebut yakni jembatan penghubung Marga – Apuan, jembatan Pegebengan – Ganter, jembatan Suralaga – Ganter dan Jembatan Gluntung menuju Uma Bali di Kecamatan Marga.

Kepala Bidang Cipta Marga Dinas PUPRPKP Tabanan I Gede Partana mengatakan, pembangunan empat jembatan telah dilakukan akhir Mei 2023 lalu dengan struktur permanen. Dari empat jembatan yang kini dalam pengerjaan, terpanjang dibangun Jembatan Marga – Apuan di Desa Tua, Marga, yang bisa menembus wilayah Baturiti.

“Panjang jembatan dibangun sekitar 30 meter dengan pengerjaan 180 hari kalender kerja. Biaya yang diperlukan sekitar Rp11,1 miliar lebih bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi,” jelasnya, Rabu (9/8/2023).

Tiga jembatan lainnya, yakni jembatan Pegebegan – Ganter menghabis anggaran sekitar Rp5,7 miliar. Jembatan penghubung Suralaga – Ganter menelan anggaran sekitar Rp8,4 miliar.

Kemudian, Jembatan Gluntung menuju Uma Bali dibangun dengan panjang 12 meter dengan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar.

“Waktu pelaksanaan pengerjaan ketiga jembatan tersebut selama 150 hari kalender kerja. Target pengerjaan sampai bulan Oktober mendatang,” ucap Partana.

Ia menambahkan, saat ini keempat jembatan tersebut sedang dalam pemasangan tiang panjang besi beton. “Secera keseluruh empat jembatan tersebut pengerjaan fisiknya baru mencapai 20 persen,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya rekonstruksi ulang empat jembatan tersebut maka konektivitas antar wilayah, baik barang, jasa dan manusia bisa lebih lancar.

“Terlebih empat jembatan itu merupakan jalan utama dari warga untuk menuju kabupaten hingga ke fasilitas publik lainnya,” paparnya. (ana)

Dua Pria Mabuk Asal Sumba Bikin Keributan, Sempat Bawa Pisau

Salah satu pemuda yang membuat keributan, Dominggus Kaka (29) saat meminta maaf ke pihak lingkungan Banjar Jadi Desa.
Salah satu pemuda yang membuat keributan, Dominggus Kaka (29) saat meminta maaf ke pihak lingkungan Banjar Jadi Desa.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua pria mabuk membuat keributan di sebuah warung Komplek Perumahan Griya Multi Jadi Ekslusif, Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (8/8/2023) sekitar pukul 23.30 WITA.

Kedua pria bernama Agustinus Oja Wolu (29) dan Dominggus Kaka (29) berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dilaporkan ke Polsek Kediri oleh Kawil Banjar Jadi Desa karena mengamuk dan membawa pisau.

Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti mengatakan, kedua pria tersebut diduga membuat keributan karena mabuk dan merasa tersinggung setelah ditegur oleh pemilik warung. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Karena tersinggung, pelaku sempat cekcok dengan pemilik warung,” ungkapnya, Rabu (9/8/2023).

Subakti menjelaskan, sebelum kejadian, kedua pelaku membeli dua botol arak dan minum di warung tersebut. Karena ribut dalam keadaan mabuk, pemilik warung menegur dan menyuruh mereka pulang.

Karena merasa kesal, kedua pelaku kembali ke tempat bekerjanya untuk mengambil pisau dapur. Setelah itu, kembali ke warung dan cekcok dengan pemilik warung.

“Dari pengakuan pelaku, hanya Dominggus Kaka saja yang membawa pisau, tapi dibuang saat ribut dan tidak ingat dimana membuangnya. Setelah ribut, mereka pun kembali ke tempat kerjanya,” jelasnya.

Subakti menyebut, dari koordinasi dengan Kawil Banjar Jadi Desa, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kawil Banjar Jadi Desa sudah memaafkan perbuatan pelaku dan pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” ucapnya. (ana)

Sering Jadi Keluhan, RSUD Tabanan akan Siapkan 2 Tempat Parkir

Kondisi parkir depan RSUD Tabanan.
Kondisi parkir depan RSUD Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kurangnya lahan parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan sering dikeluhkan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

Selama ini, ketersediaan parkir ada di halaman depan dan belakang gedung RSUD Tabanan serta ruas jalan sebelah Barat Gedung. Bahkan, ruas jalan di depan rumah sakit juga terkadang dijadikan tempat parkir motor dan mobil pasien.

Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu RSUD Tabanan dr. I Gusti Ngurah Bagus Juniada mengatakan, belakangan ini masalah parkir memang menjadi sorotan masyarakat karena sebagai pusat pelayanan publik. Terlebih luas lahan RSUD hanya 1,6 hektare.

“Jika kami perluas lahan dengan dikembangkan ke samping itu tidak mungkin karena sudah ditembok,” ujarnya saat acara Kopi Pewarta di Warung Penggak Halaman Kantor Bupati Tabanan, Rabu (9/8/2023).

Untuk mengatasi masalah itu, pihaknya berencana membangun dua tempat parkir secara bertahap yakni di Dinas Pariwisata Tabanan yang ada di sebelah Barat RSUD dan basement di Gedung UGD dan Poliklinik.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, kedepannya akan ada perombakan besar. Kami akan menjadikan Dinas Pariwisata sebagai tempat parkir serta pembangunan UGD dan Poliklinik yang dilengkepi basement,” jelasnya.

Adapun sumber dana yang digunakan dalam pembangunan pembangunan UGD dan Poliklinik yang dilengkepi basement tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp40 miliar. “Mudah-mudahan tahun depan bisa terlaksana,” sambungnya.

Juniada menambahkan, tahun ini akan dilakukan penataan taman depan RSUD untuk mempercantik halaman. Sehingga untuk sementara waktu, area parkir akan diarahkan ke Setra Adat Kota Tabanan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan bendesa adat. Nanti kami siapkan lahan parkir di dalam untuk pasien emergensi sedangkan yang tidak akan diarahkan ke setra,” ucapnya. (ana)

Bupati Tabanan Dampingi Gubernur Koster Launching Gumitir Sudamala

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, beserta Rektor IPB University dan Universitas Udayana melaunching Gumitir Bali Sudamala yang terdiri dari Bunga Gumitir Sudamala Oranye, Sudamala Kuning, Sudamala Emas, Sudamala Putih dan Sudamala merah, di Kebun Percobaan Bali Gumitir, Desa Antapan, Selasa (8/8/2023).
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, beserta Rektor IPB University dan Universitas Udayana melaunching Gumitir Bali Sudamala yang terdiri dari Bunga Gumitir Sudamala Oranye, Sudamala Kuning, Sudamala Emas, Sudamala Putih dan Sudamala merah, di Kebun Percobaan Bali Gumitir, Desa Antapan, Selasa (8/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai daerah agraris dan dikenal sebagai lumbung pangannya Bali, Kabupaten Tabanan memiliki kondisi geografis, iklim dan tanah yang mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman pertanian, seperti padi, sayur-mayur, buah-buahan, hingga tanaman berbagai bunga, salah satunya Gumitir.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali bekerjasama dengan IPB University dan Universitas Udayana mengembangkan Gemitir Bali Sudamala yang berlokasi di Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, beserta Rektor IPB University dan Universitas Udayana melaunching Gumitir Bali Sudamala yang terdiri dari Bunga Gumitir Sudamala Oranye, Sudamala Kuning, Sudamala Emas, Sudamala Putih dan Sudamala merah, di Kebun Percobaan Bali Gumitir, Desa Antapan, Selasa (8/8/2023).

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, inovasi-inovasi seperti ini yang khususnya memajukan sektor pertanian harus selalu dikembangkan.

“Saya kira ini yang harus kita kembangkan di bidang pertanian, supaya memberikan berkah kehidupan bagi masyarakatnya, ekonomi masyarakat, pendapatan masyarakat dan yang utama, kita sebagai negara agraris harus bisa berdaulat di bidang pangan,” tegasnya.

Koster juga berharap, semakin banyak yang bisa dikembangkan terkait potensi pertanian. Selain manggis, jeruk, mangga dan sayur-sayuran Bali yang sudah terkenal kualitasnya di mancanegara.

“Menurut saya, kita jangan hanya statis di situ saja. Kualitas-kualitas dari produk tersebut harus dikembangkan kembali. Ini sangat sejalan dengan transformasi perekonomian Bali yang sedang kita laksanakan saat ini,” imbuhnya.

Sementara, Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, M.Si, mengapresiasi langkah dari Gubernur Bali yang menginisiasi pengembangan Gumitir Bali Sudamala ini karena pengembangan Gemitir Bali Sudamala ini didukung dengan bahan-bahan ramah lingkungan seperti pupuk organik.

“Ini menjadi revolusi pertanian baru. Revolusi pertanian baru Indonesia berangkat dari Bali, karena mulai kembali pada alam,” ucapnya.

Senada dengan Gubernur Koster, Bupati Sanjaya juga menyampaikan rasa syukur dan bangganya karena Tabanan dijadikan sebagai pusat pengembangan Gemitir Bali Sudamala. Hal ini diyakini Sanjaya akan mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat dengan adanya lapangan kerja baru serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. (rls)

Regulator Gas LPG Bocor, Warung Bakso di Baturiti Ludes Terbakar

Kondisi warung bakso yang terbakar di Banjar Paneng, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (8/8/2023).
Kondisi warung bakso yang terbakar di Banjar Paneng, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (8/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah warung bakso di Banjar Paneng, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Tabanan, ludes terbakar pada Selasa (8/8/2023).

Warung bakso milik Zailani (43) diduga terbakar karena regulator tabung gas LPG kilogram yang digunakan untuk memasak bakso dagangannya bocor. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp42 juta.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengungkapkan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WITA.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya kerugian material saja,” ujarnya.

Berata menjelaskan, sebelum kejadian Zailani memanaskan kuah bakso di rombong yang ada di dalam warung sekitar pukul 08.00 WITA. Kemudian, ditinggal ke rumah belakang warung untuk membuat pentol bakso.

Sekitar pukul 10.30 WITA , Zailani mengecek ke warung dan kompor dalam mati karena gas yang dipakai habis. Setelah itu, ia menganti gas yang sudah habis dengan gas baru dan korban meninggalkan kompor dalam keadaan menyala ke belakang warung untuk makan.

Berselang sejam, anaknya melihat api dari dalam warung dan sontak berteriak kebakaran hingga didengar oleh Zailani. Upaya pemadaman api sempat dilakukan oleh warga sekitar dengan air PDAM. Namun, api baru bisa dipadamkan setelah dibantu Pemadam Kebakaran Tabanan.

“Sekira pukul 12.30 WITA api baru bisa dipadamkan. Adapun barang bukti yang diamankan satu tabung gas LPG 3 kilogram,” jelas Berata. (ana)

Remaja 16 Tahun Tewas Tabrakan di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Kasus kecelakaan melibatkan sepada motor dan truk di Jalur Denpasar-Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Selasa (8/8/2023). 
Kasus kecelakaan melibatkan sepada motor dan truk di Jalur Denpasar-Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Selasa (8/8/2023). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalur Denpasar – Gilimanuk tepatnya di KM 32.100 termasuk Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (8/8/2023).

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 06.30 WITA tersebut melibatkan sepada motor Honda Vario dengan nomor polisi DK 3479 GAK dan truk Isuzu dengan nomor polisi P 9178 VH.

Akibatnya, pengendara sepeda motor bernama Ni Kadek TAP (16) mengalami luka serius dan meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Sementara, penumpang motor bernama Ni Made ASA (17) mengalami luka lecet dan masih dirawat di RSUD Tabanan. Kedua korban merupakan warga Desa Gunung Salak, Selemadeg Timur.

“Satu korban pengendara sepeda motor meninggal dunia dan satunya lagi masih dirawat. Sedangkan, pengemudi pick up dalam keadaan selamat,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata, Selasa (8/8/2023).

Berata menjelaskan, kecelakaan bermula saat motor yang dikendarai oleh Ni Kadek TAP dan membonceng Ni Made ASA melaju dari arah Barat jurusan Gilimanuk menuju Timur jurusan Denpasar.

Saat milintasi jalan persimpangan ke SMK Bunut Puhun, ia memotong jalur hendak belok ke kanan. Namun, dari arah berlawanan datang truk yang dikemudikan Dwi Febrianto (31) asal Jawa Timur hingga terjadi tabrakan.

“Pengendara sepeda motor diduga kurang hati-hati dan tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas saat berbelok sehingga terjadi kecelakaan. Kemudian, kerugian material akibat kecelakaan ini Rp5 juta” ungkapnya. (ana)