- Advertisement -
Beranda blog Halaman 59

Bantah Isu Pariwisata Bali Sepi, Koster Sebut Kunjungan Wisman Cetak Rekor Tertinggi

Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana.
Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Isu pariwisata Bali yang disebut-sebut sepi di media sosial dibantah langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Berdasarkan data resmi hingga akhir 2025, kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Bali justru mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan angka mencapai lebih dari 7,1 juta orang, sekaligus menegaskan Bali tetap menjadi destinasi favorit dunia.

Gubernur Bali, Wayan Koster pun mendapatkan apresiasi oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, atas pencapaian itu.

Hal itu terungkap saat Gubernur Wayan Koster bersama Penglingsir Puri Agung Ubud, Tjokorda Gde Putra Sukawati, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Tjokorda Gde Raka Sukawati yang mendampingi Menpar RI berkunjung ke Puri Agung Ubud, Gianyar secara langsung melihat betapa antusiasnya Wisman dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) berlibur di Ubud pada Kamis (2/1/2026).

Berdasarkan data Angkasa Pura sampai 31 Desember 2025, Gubernur Koster secara rinci menyatakan jumlah Wisman ke Bali di tahun 2025 mencapai 7.050.000 orang lebih. Kalau dibanding pada tahun 2024 yang lewat udara itu hanya mencapai 6,3 juta Wisman.

Jadi pada tahun 2025 kunjungan Wisman meningkat 750 ribu orang atau 11,3 persen dan ini angka tertinggi yang pernah dicapai.

“Rekor ini. Sebelum Covid-19, tahun 2019 Wisman ke Bali hanya 6,27 juta, sebelum itu lebih rendah lagi. Rupanya Bali tetap menjadi daya tarik masyarakat dunia, apapun isu-nya Wisman tetap pilih Bali,” tegas Koster.

Untuk kedatangan Wisman ke Bali melalui cruise/laut berdasarkan informasi Pelabuhan Benoa, jumlahnya mencapai 71 ribu orang. Kalau dibandingkan pada tahun 2024 itu kunjungannya hanya 53 ribu Wisman.

“Jadi kalau kedatangan Wisman dari udara ini ditambah dengan kedatangan dari laut itu jumlahnya menjadi 7,1 juta lebih. Nah ini kita tidak hitung dengan yang di darat,” jelas Gubernur Bali.

Kemudian kedatangan Wisatawan Nusantara  pada tahun 2025 mencapai 9,28 juta, sedangkan di tahun 2024 jumlahnya 10,1 juta orang ke Bali. Jadi kunjungan Wisnus di tahun ini turun kira-kira 700 ribu lebih.

“Kalau ditotal kedatangan Wisman dan Wisnus di tahun 2025 ke Bali mencapai sekitar 16,38 juta orang atau menurun dibandingkan pada tahun 2024, yang mana jumlah total kunjungannya berada di angka 16,4 juta,” ungkap Koster.

Ia juga menyebut, kunjungan wisatawan pada 2025 turun sekitar 121 ribu atau 0,7 persen, penyebabnya karena kedatangan wisatawan domestik ke Bali menurun.

Karena itu, apa yang selama ini menjadi isu Bali sepi di media sosial sudah dibantah. Ibu Menteri pasti sudah meninjau Bandara Ngurah Rai, Mall, meninjau destinasi wisata, salah satunya Ubud, ternyata tidak sepi dan di jalan macet.

“Data sudah membantah bahwa Bali tidak sepi, kedatangan Wisman ke Bali malah mencapai rekor tertinggi,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini seraya melaporkan keamanan Bali sangat aman dan kondusif.

Atas penjelasan Gubernur Wayan Koster, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, Bali adalah prioritas Pemerintah Pusat. Ketika Bapak Presiden RI menginstruksikan semua Menteri untuk berkunjung ke seluruh Indonesia, Kemenpar nomor satu utamakan Bali. Jadi selalu di support industri pariwisata Bali.

“Bali adalah destinasi yang sangat penting bagi Indonesia, World Bank juga sudah melakukan kajian terkait apa saja isu – isu Bali dan bagaimana quality tourism di Bali bisa dibangun yang sesuai dengan Perda Provinsi Bali tentang Pariwisata Bali yang berkualitas,” kata Menpar RI seraya menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali atas atensinya. (rls)

Catat! Tahun 2026 DTW Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan Bakal Naikkan Tarif Tiket

Kunjungan wisata di DTW Ulun Danu Beratan, Baturiti, Tabanan.
Kunjungan wisata di DTW Ulun Danu Beratan, Baturiti, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua daya tarik wisata (DTW) terkenal di Kabupaten Tabanan, yakni Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan, akan menaikkan tarif tiket masuk bagi pengunjung pada tahun 2026.

Di DTW Tanah Lot, penyesuaian tarif tiket mulai diberlakukan pada 1 April 2026. Sementara itu, kenaikan tarif di DTW Ulun Danu Beratan akan berlaku mulai 1 Juli 2026.

Asisten Manager DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi rencana kenaikan tarif tersebut kepada agen perjalanan wisata serta melalui berbagai platform media sosial.

Adapun rincian kenaikan tarif di DTW Tanah Lot yakni untuk wisatawan domestik anak-anak naik menjadi Rp25.000 dari sebelumnya Rp20.000, sedangkan wisatawan domestik dewasa naik menjadi Rp40.000 dari sebelumnya Rp30.000.

Sementara untuk wisatawan mancanegara, tarif tiket anak-anak naik menjadi Rp60.000 dari sebelumnya Rp40.000 per orang. Adapun wisatawan mancanegara dewasa dikenakan tarif Rp100.000 dari sebelumnya Rp75.000 per orang.

“Kami mulai memberlakukan kenaikan tarif per 1 April nanti,” jelas Toni saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, penyesuaian harga tiket dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kenaikan tarif yang telah diterapkan tahun sebelumnya. Selain itu, kenaikan ini juga bertujuan untuk menunjang biaya pemeliharaan kawasan DTW Tanah Lot yang berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan.

“Ke depan kami juga berencana menambah destinasi berupa spot foto untuk menarik minat kunjungan wisatawan,” tambahnya.

Sementara itu, Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, menyampaikan bahwa kenaikan tarif tiket di DTW Ulun Danu Beratan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026. Rinciannya, tarif wisatawan domestik anak-anak naik menjadi Rp25.000 dari sebelumnya Rp20.000, sedangkan wisatawan domestik dewasa naik menjadi Rp50.000 dari sebelumnya Rp40.000.

Untuk wisatawan mancanegara, tarif anak-anak naik dari Rp50.000 menjadi Rp75.000, sementara tarif dewasa naik menjadi Rp100.000 dari sebelumnya Rp75.000 per orang.

“Kenaikan harga tiket ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya,” jelas Sukarata.

Dengan adanya penyesuaian tarif tersebut, pihak pengelola berencana menambah daya tarik wisata, seperti atraksi seni dan budaya yang akan digelar secara rutin pada hari-hari tertentu.

“Sosialisasi sudah kami lakukan lebih awal kepada agen perjalanan wisata, sehingga sejak awal mereka dapat menyesuaikan paket wisata yang ditawarkan,” pungkasnya. (ana)

Jasad Pemuda yang Diduga Ulah Pati di Jembatan Tukad Bangkung Ditemukan

Jasad Pemuda Diduga Ulah Pati Ditemukan di Jembatan Tukad Bangkung, Badung.
Jasad Pemuda Diduga Ulah Pati Ditemukan di Jembatan Tukad Bangkung, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Penemuan sebuah sepeda motor tanpa pemilik di atas Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, menghebohkan warga pada Jumat (2/1/2026) pagi. Setelah diselidiki, petugas gabungan menemukan jasad pemuda berinisial MKA (21), asal Kabupaten Buleleng, yang identitasnya dipastikan sebagai pemilik kendaraan tersebut.

Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya telah dievakuasi ke RS Mangusada untuk penanganan lebih lanjut.

“Korban dinyatakan meninggal dunia. Identitas korban sesuai dengan pemilik sepeda motor yang ditemukan di Jembatan Tukad Bangkung. Saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Mangusada, dan kami masih menunggu tim SAR Polda Bali serta proses identifikasi dari Polres,” ujar Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 06.32 Wita. Seorang warga yang melintas menuju arah Denpasar melihat sebuah sepeda motor terparkir di atas jembatan dalam kondisi mencurigakan. Kunci kendaraan masih tergantung, sementara helm dan tas tetap berada di atas motor.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh saksi bernama I Made Derik Yasnawan, yang saat itu tengah berjaga di kediaman Wakil Gubernur Bali. Setelah memastikan tidak ada pemilik di sekitar lokasi, saksi langsung menghubungi pihak Polsek Petang.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengungkap sebuah sepeda motor Yamaha Lexy berwarna biru dengan nomor polisi DK 2115 AEX.  Selain sepeda motor, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya tas, helm, telepon genggam, powerbank, dompet berisi uang tunai Rp235.000 beserta identitas diri, serta sebuah mantel.

Dari ponsel korban, petugas menemukan ketikan pesan WhatsApp yang berisi permintaan maaf kepada orang tua atas kesalahan yang telah dilakukan.

Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga kini belum dapat menyimpulkan motif maupun penyebab pasti dari peristiwa tersebut.

“Untuk sementara motif dan dugaan belum dapat dipastikan. Kasus ini masih dalam penanganan dan pendalaman lebih lanjut,” tegas Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.

Saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dengan melibatkan unsur terkait guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian yang menewaskan korban. ran

Penghujung Tahun Pemprov Bali Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Kintamani dan Kursi Roda Pasien RSJ Bangli

Pemprov Bali serahkan bantuan lima unit kursi roda bagi pasien yang dirawat di RS Manah Shanti Mahottama, Kabupaten Bangli pada Rabu (31/12/2025).
Pemprov Bali serahkan bantuan lima unit kursi roda bagi pasien yang dirawat di RS Manah Shanti Mahottama, Kabupaten Bangli pada Rabu (31/12/2025).

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Menandai penutupan tahun 2025, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyerahkan bantuan pembangunan rumah senilai Rp50 juta kepada satu keluarga kurang mampu di Banjar Surakarma, Desa Kintamani, Kabupaten Bangli.

Pada hari yang sama, Sekda Dewa Indra juga menyerahkan bantuan berupa lima unit kursi roda bagi pasien yang dirawat di RS Manah Shanti Mahottama, Kabupaten Bangli. Bantuan yang diserahkan pada Rabu (31/12/2025) tersebut merupakan punia yang dikumpulkan ASN Pemprov Bali selama tahun 2025.

Melalui program bertajuk Pemprov Bali Hadir, ASN di lingkungan Pemprov Bali menyisihkan sebagian pendapatan untuk berbagi dengan krama yang membutuhkan. Salah satu warga kurang mampu yang memperoleh bantuan pembangunan rumah adalah I Nyoman Sukarta (58). Saat ini, Sukarta tinggal di rumah yang dibangun di atas tanah milik desa yang berada di belakang Pasar Manik Liyu.

Tinggal bersama istri dan seorang anak yang masih duduk di bangku SMA, Sukarta bekerja sebagai tenaga serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Untuk membantu perekonomian keluarga, sang istri menerima jasa servis pakaian.

Sekda Dewa Indra berharap bantuan sebesar Rp50 juta tersebut dapat dimanfaatkan keluarga Sukarta untuk membangun rumah di atas lahan milik sendiri. Untuk menghemat penggunaan dana, ia meminta Kepala Dusun Surakarma membantu memfasilitasi gotong royong.

“Kalau dikerjakan dengan gotong royong, saya kira dana tersebut cukup sampai rumahnya terbangun,” ujarnya. Selain bantuan pembangunan rumah, Sukarta juga menerima dua krat telur dan 10 kg beras.

Sukarta, yang didampingi Kepala Dusun Surakarma I Ketut Sumartika dan Pj. Kepala Desa Kintamani I Wayan Andi Wijaya, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemprov Bali. Dengan bantuan tersebut, ia berharap dapat memiliki hunian yang lebih layak di atas tanah hak milik seluas 1,88 are yang dibelinya secara mencicil. “Matur suksma, bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga saya,” ucapnya.

Usai menyalurkan bantuan kepada keluarga Sukarta, Sekda Dewa Indra beserta rombongan menyerahkan bantuan berupa lima unit kursi roda untuk menunjang operasional RS Manah Shanti Mahottama.

Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada lima pasien lansia oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali, Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, bersama Asisten Administrasi Umum I Wayan Serinah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Luh Ayu Aryani, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Dewa Gede Mahendra Putra, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian I Wayan Eka Dina.

Dalam kesempatan tersebut, didampingi Direktur Utama RS Manah Shanti Mahottama dr. Ni Wayan Murdani, Sekda Dewa Indra juga meninjau gedung khusus penanganan rehabilitasi Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif Lainnya (NAPZA). (rls)

Pelinggih Pura Desa di Banjar Anyar Kediri Terbakar Akibat Percikan Kembang Api

Kondisi pelinggih di Pura Desa Jadi Anyar, Kediri, Tabanan yang terbakar akibat kembang api pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
Kondisi pelinggih di Pura Desa Jadi Anyar, Kediri, Tabanan yang terbakar akibat kembang api pada Kamis (1/1/2026) dini hari.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Euforia perayaan malam pergantian Tahun Baru yang seharusnya dipenuhi suka cita, mendadak berubah menjadi ketegangan di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Saat sebagian warga masih beristirahat usai memantau keamanan desa, kobaran api tiba-tiba melalap salah satu pelinggih di Pura Desa Jadi Anyar, Kamis (1/1/2026) dini hari.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 Wita, bertempat di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.

Api pertama kali diketahui warga saat Kelihan Adat bersama pecalang dan masyarakat sedang beristirahat di Balai Banjar usai melakukan pengamanan malam pergantian tahun.

Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, menjelaskan bahwa kebakaran diketahui setelah salah seorang warga melaporkan adanya api di area Pura Desa. Mendapat laporan tersebut, Kelihan Adat bersama pecalang dan sejumlah warga segera menuju lokasi.

“Setibanya di Pura Desa, api terlihat membakar bagian atap salah satu pelinggih yang terbuat dari ijuk,” jelas Kompol Sukadana.

Melihat kondisi tersebut, warga secara spontan bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya, sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Tabanan tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan.

“Sekitar 15 menit kemudian api berhasil dipadamkan sepenuhnya,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran diduga dipicu oleh bara kembang api yang dinyalakan saat perayaan malam Tahun Baru. Bara api tersebut kemungkinan jatuh dan mengenai atap pelinggih berbahan ijuk, sehingga mudah terbakar.

Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta. Kerugian tersebut mencakup kerusakan pelinggih serta biaya pelaksanaan upacara adat yang diperlukan pascakejadian.

Adapun saksi dalam peristiwa ini yakni Kelihan Adat Desa Jadi Anyar, I Gusti Ngurah Juliadi, serta Jro Mangku Desa Jadi, I Wayan Patra.

Kapolsek Kediri menyebutkan, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan interogasi terhadap saksi-saksi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.

“Dari pihak pengempon pura dan Kelihan Adat Desa Jadi Anyar menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas Kompol Sukadana. (ana)

Kembang Api Picu Kebakaran 10 Bangunan Villa di Pecatu

Kondisi bangunan Villa di Pecatu yang hangus terbakar usai kebakaran hebat pada malam pergantian Tahun Baru 2026.
Kondisi bangunan Villa di Pecatu yang hangus terbakar usai kebakaran hebat pada malam pergantian Tahun Baru 2026.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah villa di kawasan Jalan Tegal Sari Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, di tengah euforia pergantian Tahun Baru 2026. Akibatnya, sebanyak 10 unit bangunan dilaporkan ludes terbakar pada Kamis (1/1) dini hari.

Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh percikan kembang api yang dinyalakan oleh salah satu tamu villa. Percikan api mengenai atap bangunan yang terbuat dari alang-alang sehingga dengan cepat memicu kobaran api dan merambat ke bangunan lainnya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Ariasandy, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, api mulai terlihat sekitar pukul 00.30 WITA, saat aktivitas perayaan tahun baru masih berlangsung di kawasan tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, tamu yang menempati kamar nomor 5 sempat dinyatakan telah ditegur oleh petugas keamanan villa agar tidak menyalakan kembang api di area penginapan. Namun imbauan tersebut diabaikan hingga akhirnya api muncul dari atap kamar.

Petugas keamanan bersama sejumlah tamu sempat berusaha memadamkan api menggunakan APAR dan air kolam renang, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Material bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar.

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Badung dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung cukup lama hingga api benar-benar dapat dikendalikan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil ditaksir cukup besar karena seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar. Aparat Polsek Kuta Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak menyalakan kembang api di area permukiman maupun penginapan, terutama yang memiliki material bangunan mudah terbakar. RAN

Dua Perumda Tabanan Berpredikat Baik dan Sehat

Bupati Tabanan saat melakukan pembinaan terhadap dua perumda.
Bupati Tabanan saat melakukan pembinaan terhadap dua perumda.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua perusahaan umum daerah (Perumda) milik Pemerintah Kabupaten Tabanan menunjukkan kinerja berpredikat baik dan sehat sepanjang tahun 2025.

Adapun kedua Perumda tersebut yakni Perumda Sanjayaning Singasana dan Perumda Tirta  Amertha Buana.

Selama kepemimpinan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, kinerja kedua Perumda tersebut terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Tabanan, I Nyoman Hari Sujana, menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan intensif yang dilakukan Bagian Perekonomian Setda Tabanan atas arahan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, I Gusti Agung Rai Dwipayana, serta Sekretaris Daerah Tabanan, I Gede Susila, sepanjang tahun 2025.

“Selama tahun 2025 kami melakukan berbagai langkah pembinaan, mulai dari monitoring, rapat koordinasi evaluasi kinerja, koordinasi dan konsultasi, capacity building, hingga audit kinerja rutin. Hasilnya, kinerja kedua Perumda menunjukkan peningkatan yang signifikan,” tegasnya, Rabu (31/12/2025).

Predikat baik dan sehat tersebut, lanjut Hari Sujana, didasarkan pada tiga indikator utama. Pertama, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Provinsi Bali terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Tabanan menunjukkan seluruh temuan terkait Perumda telah ditindaklanjuti secara tuntas.

Kedua, berdasarkan hasil audit independen oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), kedua Perumda memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), telah mencatatkan keuntungan (profitable), serta mampu memberikan dividen kepada daerah.

Ketiga, hasil audit kinerja oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP-RI) Perwakilan Provinsi Bali menunjukkan nilai kinerja yang positif. Perumda Sanjayaning Singasana memperoleh nilai 77,85 dengan kategori Sehat dan predikat A.

Sementara itu, Perumda Tirta Amertha Buana memperoleh nilai 71,76 dengan kategori “Sehat” dan nilai 3,89 dengan kategori “Baik”, keduanya juga berpredikat A.

Capaian tersebut mencerminkan bahwa kinerja kedua Perumda telah sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tabanan serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan perekonomian daerah.

Perumda Sanjayaning Singasana yang bergerak di bidang pangan dalam arti luas, sesuai arahan Bupati Tabanan, diharapkan ke depan mampu berperan sebagai offtaker dalam pengendalian pangan di Tabanan.

Selain itu, Perumda ini juga diarahkan menjadi holding company bagi sektor bisnis lainnya, termasuk pariwisata, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Tabanan.

Dengan peran tersebut, diharapkan produk pertanian dan peternakan lokal seperti kopi, sayur, buah, daging babi, ayam, serta telur dapat terserap optimal untuk mendukung industri pariwisata di Bali.

Ke depan, Perumda Sanjayaning Singasana juga direncanakan mengelola Rice Milling Unit (RMU) serta pabrik pakan ternak guna memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tabanan.

Sementara itu, kinerja pelayanan Perumda Air Minum Tirta Amertha Buana pada tahun 2025 juga menunjukkan tren yang sangat positif. Tingkat kepuasan pelanggan meningkat, sementara jumlah keluhan masyarakat mengalami penurunan. Setiap keluhan yang muncul dapat ditangani secara cepat dan responsif sebagai bagian dari upaya perbaikan layanan.

Dalam hal sistem pembayaran, Perumda Tirta Amertha Buana telah menerapkan digitalisasi dengan menggandeng berbagai mitra, antara lain mobile banking Bank BPD Bali, Griya Bayar Bank BTN, Alfamart/Alfamidi, Indomaret, Tokopedia, Dana, dan Shopee. Langkah ini dinilai semakin meningkatkan transparansi sekaligus memudahkan masyarakat.

Bupati Tabanan menegaskan bahwa keberadaan Perumda harus menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perumda diharapkan mampu menyerap produk-produk UMKM, BUMDes, koperasi desa, serta pelaku usaha ekonomi lainnya di tingkat desa.

Selain itu, pelayanan air minum sebagai kebutuhan vital masyarakat juga harus terus ditingkatkan agar optimal, higienis, dan berdampak positif terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (rls)

Nuanu Sambut Tahun Baru dengan Gelombang Baru Musik Elektronik Indonesia

PORTAL x Nuanu berlangsung pada 31 Desember 2025 di Nuanu Creative City.
PORTAL x Nuanu berlangsung pada 31 Desember 2025 di Nuanu Creative City.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Di tengah perayaan malam Tahun Baru di Bali yang selama ini kerap didominasi nama-nama internasional dengan konsep acara yang cenderung seragam, sebuah arus baru justru menguat dari dalam negeri.

Gerakan ini lahir dari para produser, DJ, serta live performer Indonesia yang tengah membangun identitas, gaya, dan bahasa mereka sendiri dalam ranah musik elektronik dan alternatif.

Momentum tersebut diambil oleh Nuanu Creative City yang pada malam pergantian tahun ini memilih terlibat aktif dalam mendorong skena musik elektronik Indonesia.

Berkolaborasi dengan PORTAL, Nuanu menjadi rumah eksklusif PORTAL di Bali dengan menghadirkan deretan musisi Tanah Air sebagai lineup utama.

Lebih dari 20 musisi elektronik dan alternatif generasi baru dijadwalkan tampil dalam satu malam. Perayaan ini menandai pergeseran pendekatan dalam menyambut tahun baru—dari sekadar hitung mundur dan kemegahan visual menuju pengalaman yang lebih visioner, dengan fokus pada praktik eksperimental, penguatan komunitas, serta perluasan cara musik elektronik Indonesia diproduksi, didengar, dan dirasakan.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan Nuanu ingin menjadi ruang yang dipercaya oleh para seniman untuk berekspresi secara autentik. Menurutnya, Nuanu tidak memposisikan diri sebagai destinasi pesta konvensional, melainkan sebagai ruang temu bagi seniman dan audiens lintas budaya.

“Memasuki tahun baru, tujuan kami bukan sekadar menghadirkan pesta, tetapi menciptakan ruang pertemuan bagi para seniman untuk bebas berekspresi dan menggali autentisitas Indonesia. Melalui platform seperti PORTAL, kami membuka ruang ini dan mengundang audiens global untuk merasakan serta belajar dari gagasan yang dihadirkan para seniman,” ujarnya.

PORTAL x Nuanu akan menghadirkan dua panggung utama, yakni Detak dan Sumbu, yang masing-masing dirancang dengan pendekatan kreatif berbeda.

Panggung Detak akan berfokus pada musik elektronik sebagai ruang utama bagi DJ untuk menghadirkan pengalaman lantai dansa dengan kualitas audio tinggi.

Sementara itu, panggung Sumbu ditujukan bagi vokalis, pertunjukan hybrid, serta format audiovisual yang menekankan eksplorasi suara dan visual.

Kehadiran dua panggung ini disebut sebagai wujud komitmen Nuanu Creative City dalam menyediakan ruang aman bagi seniman untuk bereksperimen, berkolaborasi, serta menemukan bentuk ekspresi yang paling relevan dengan karya mereka.

Sebanyak 24 musisi Indonesia akan tampil dengan berbagai format, mulai dari live set, hybrid, hingga pertunjukan audiovisual. Mereka antara lain Asylum Uniform, Bagvs, Big Chun a.k.a. Naken, Dekadenz, Gumatat Gumitit Gospell (live set), JayDawn & Wukir Suryadi, Kuntari (organic set), Mairakilla, Non Archive, Raissa Febriani, Verdy Arien b2b Magis, Txtext (live set), Parakuat (live set), Alkahfa (hybrid set), Paradata (A/V set), Su66en9 (hybrid set), Pure! Records, Linda b2b Masagi b2b Masayu, Barbara Pleaser, Temu Gerak, serta Putu Septa ft. Janurangga.

Kehadiran para musisi ini diharapkan menghadirkan pengalaman kolektif yang berbeda sekaligus memperkuat solidifikasi lanskap musik alternatif Indonesia yang terus berkembang.

Acara PORTAL x Nuanu akan berlangsung pada 31 Desember 2025 di Nuanu Creative City. Tiket telah tersedia melalui Megatix dengan kapasitas terbatas. (rls)

Tabanan Raih Penyelesaian Tindak Lanjut BPK Tertinggi di Bali

Kabupaten Tabanan meraih persentase tertinggi penyelesaian tindak lanjut rekomendasi temuan BPK, yakni 99,54 persen.
Kabupaten Tabanan meraih persentase tertinggi penyelesaian tindak lanjut rekomendasi temuan BPK, yakni 99,54 persen.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih persentase tertinggi penyelesaian tindak lanjut rekomendasi temuan BPK, yakni 99,54 persen.

Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima dan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2025 dari BPK Perwakilan Provinsi Bali atas LHP Kepatuhan Belanja Daerah Tahun 2024 dan 2025 Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Kegiatan berlangsung di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Selasa (30/12/2025), dan LHP diterima langsung oleh Bupati Tabanan dan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan.

Penyerahan ini menjadi bagian dari mekanisme akuntabilitas dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah yang rutin dilaksanakan BPK.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Bali, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali. Saat itu Bupati Tabanan hadir beserta Ketua DPRD, Sekda, dan Kepala Inspektorat Kabupaten Tabanan.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, menyampaikan, setiap tahun BPK menjalankan kewenangannya sesuai undang-undang dengan melakukan pemeriksaan laporan keuangan daerah.

“Setiap tahun kami melaksanakan pemeriksaan laporan keuangan dari bulan Februari hingga penyerahan di bulan Mei. Hasilnya, baik provinsi, kabupaten, maupun kota umumnya telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian. Rata-rata pemerintah daerah di Bali bahkan telah meraih WTP lebih dari 10 kali. Harapannya, opini WTP kali ini benar-benar berkualitas dan bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan peran strategis BPK sebagai lembaga negara yang mendapat mandat konstitusional. BPK adalah satu-satunya institusi yang diberi mandat oleh negara untuk melakukan audit keuangan negara.

“Apa yang dijalankan BPK merupakan bagian dari penyelenggaraan negara. Karena itu, kepala daerah wajib bertanggung jawab, tertib, dan disiplin dalam pengelolaan keuangan,” tegasnya.

Ia juga menekankan, tata kelola keuangan negara harus berlandaskan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

“Ini menyangkut dana yang bersumber dari masyarakat dan harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Melalui capaian tersebut, pemerintah memberikan Dana Insentif Daerah sebagai bentuk apresiasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali turut memberikan apresiasi terhadap gaya kepemimpinan Bupati Tabanan. “Kalau saya harus melakukan meeting contest dengan masyarakat Tabanan, Bupati Tabanan nomor satu. Perhatiannya kepada masyarakat luar biasa. Seperti itulah seharusnya seorang pemimpin. Saya mengamati perkembangan dari tahun ke tahun berdasarkan penilaian BPK, dan Tabanan sudah sangat maju,” ungkapnya.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh jajaran.

“Pengawasan menjadi kunci, karena jika diawasi dengan baik dan benar, saya yakin tidak akan ada temuan. Hari ini kami bersyukur karena kerja sama tim, baik OPD, Inspektorat, dan seluruh jajaran, berjalan sangat baik. Kami bangga mendapatkan penilaian terbaik di Bali,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut mencerminkan WTP yang berkualitas. “Ini WTP yang benar-benar sesuai dengan apa yang diinginkan BPK RI, yakni akuntabilitas dan transparansi. Ternyata Tabanan sudah berada pada jalur yang baik. Terima kasih atas kerja sama semua pihak,” katanya.

Terkait apresiasi Gubernur Bali atas kedekatannya dengan masyarakat, Sanjaya menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan secara alami.

“Melalui program Bungan Desa, kunjungan ke desa-desa, serta kehadiran pemerintah di berbagai event olahraga dan budaya, masyarakat merasa diperhatikan. Ketika pemimpinnya hadir, semangat masyarakat Tabanan tumbuh. Interaksi inilah yang menjadi kekuatan untuk mewujudkan Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya. (rls) 

Ungkap 3.427 Kasus Sepanjang 2025, Polda Bali Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Keamanan

Kapolda Bali Irjen Pol. Danie l Adityajaya membeberkan capaian kinerja operasional selama tahun 2025.
Kapolda Bali Irjen Pol. Danie l Adityajaya membeberkan capaian kinerja operasional selama tahun 2025.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kepolisian Daerah Bali membeberkan capaian kinerja operasional selama tahun 2025 dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun yang digelar pada Selasa (30/12/2025). Paparan tersebut menjadi wujud transparansi sekaligus pertanggungjawaban Polda Bali kepada publik.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 3.427 kasus kejahatan. Capaian tersebut mencakup berbagai jenis tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polda Bali.

“Rilis akhir tahun ini merupakan bentuk akuntabilitas Polri kepada masyarakat. Ini menjadi refleksi atas kinerja Polda Bali selama 2025 dalam menjaga kamtibmas, memberikan perlindungan dan pelayanan, serta menegakkan hukum secara presisi,” ujar Kapolda.

Dalam pemaparannya, Kapolda Bali menjelaskan bahwa Polda Bali secara konsisten melaksanakan beragam operasi kepolisian guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Operasi tersebut mencakup agenda nasional seperti Operasi Ketupat dan Operasi Lilin, hingga operasi kewilayahan seperti Operasi Sikat, Operasi Pekat, Cipta Kondisi, serta kegiatan rutin kepolisian lainnya.

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga situasi kondusif di Bali tidak terlepas dari sinergi lintas sektor. Menurutnya, sistem keamanan nasional tidak dapat diwujudkan oleh Polri semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh elemen, baik pemerintah daerah, instansi terkait, maupun masyarakat.

“Sepanjang 2025, Polri terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan sistem keamanan yang komprehensif dan inklusif,” jelasnya.

Kapolda Bali juga menekankan bahwa stabilitas keamanan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Keberhasilan pengamanan berbagai agenda nasional dan internasional dinilai menjadi bukti bahwa keamanan merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Polda Bali menyatakan komitmennya untuk terus melakukan reformasi operasional, tidak hanya pada aspek teknis di lapangan, tetapi juga pada nilai dan filosofi kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kebebasan menyampaikan pendapat di ruang publik tetap dijamin sebagai hak konstitusional warga negara, dengan Polri berperan sebagai pengaman dan pelayan masyarakat.

“Polri hadir untuk memastikan setiap aktivitas masyarakat dapat berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai dengan koridor hukum,” pungkas Kapolda Bali. RAN