- Advertisement -
Beranda blog Halaman 59

Disperpa Badung Gelar Sterilisasi dan Vaksinasi Rabies Gratis

Layanan sterilisasi serta vaksinasi gratis bagi Hewan Penular Rabies (HPR) serangkaian peringatan HUT ke-16 Mangupura.
Layanan sterilisasi serta vaksinasi gratis bagi Hewan Penular Rabies (HPR) serangkaian peringatan HUT ke-16 Mangupura.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung menggelar layanan sterilisasi serta vaksinasi gratis bagi Hewan Penular Rabies (HPR) serangkaian peringatan HUT ke-16 Mangupura.

Kegiatan berlangsung di klinik hewan Mangupura Vet Care, Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Badung, kawasan Pusat Pemerintahan Badung, pada 22–23 November 2025. Layanan sterilisasi ini cukup diminati oleh masyarakat.

Kepala Disperpa Badung, I Wayan Wijana, mengatakan, pihaknya membuka 100 kuota sterilisasi gratis dan langsung terisi penuh hingga hari terakhir pendaftaran.

Tingginya minat masyarakat untuk men-strilisasi hewan peliharaannya, mengingat biaya prosedur ini tergolong mahal jika dilakukan secara mandiri.

“Sesuai dengan arahan Bapak Bupati, kami melaksanakan layanan sterilisasi secara gratis kepada masyarakat. Karena kalau secara mandiri, bayar sendiri, biayanya juga memang cukup mahal. Karena itu, Bapak Bupati ingin kita hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan sterilisasi secara gratis,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Mantan Kabag Organisasi Setda Badung ini menambahkan, sterilisasi merupakan salah satu strategi kunci dalam pengendalian populasi anjing di Badung. Melalui pengendalian poulasi, harapannya dapat mengurangi kasus gigitan, terutama di desa-desa dengan populasi anjing tinggi dan di kawasan yang terdapat banyak anjing liar.

Namun untuk kegiatan kali ini, kuotanya masih dibatasi sebanyak 100 ekor, mengingat keterbatasan waktu dan jumlah tenaga dokter hewan.

“Ke depan sesuai dengan arahan Pak Bupati dan Wakil Bupati, kegiatan ini kita arahkan agar bisa dilaksanakan secara rutin dan nanti kita akan arahkan ke desa, terutama desa-desa yang populasi anjingnya cukup besar, yang kasus gigitanya cukup banyak, dan juga desa-desa yang terdapat kawanan anjing liar yang cukup banyak. Ini juga salah satu upaya kita untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, memberikan keamanan, kepada wisatwan terutama dari kasus gigitan anjig liar,” kata Wijana.

Sedangkan layanan vaksinasi rabies tidak dibatasi. Wijana menyebut, selain sterilisasi, Pemkab Badung juga menggenjot capaian vaksinasi rabies.

Hingga November 2025, cakupan vaksinasi telah mencapai 84 persen dari estimasi populasi HPR sebanyak 98 ribu ekor. Angka ini berada di atas standar nasional sebesar 70 persen.

“Sampai saat ini cukupan vaksinasi rabies di Badung rata-rata memang sudah mencapai di atas 80 persen. Standar nasional itu kan 70 persen, jadi kita setiap tahun sudah di atas 80 persen, bahkan 90 persen. Untuk tahun 2025 ini, cakupan vaksinasi sampai dengan bulan November ini sudah mencapai 84 persen dari seluruh populasi HPR yang dari badung yang kita berkirakan sebelum 98 ribu,” terangnya.

Wijana mengatakan, dalam kegiatan penanggulangan kasus rabies, pihaknya juga menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kabupaten Badung dan PDHI Bali.

Melalui kegiatan menggelar layanan sterilisasi serta vaksinasi gratis ini, pihaknya berharap masyarakat semakin peduli dan lebih bertanggung jawab dalam memelihara hewan terhadap kesehatan hewan peliharaannya.

“Kami juga berharap masyarakat tumbuh kesadaran bahwa anjing-anjing yang dipelihara itu, harus betul-betul dirawat, di pelihara dengan baik, divaksin secara rutin dan juga diberikan perawatan serta pengobatan,” sebutnya. (jas)

Aneka Jenis Simbar Dipamerkan di Mangupura Platycerium Exhibition

Pameran simbar di perayaan HUT Mangupura ke-16.
Pameran simbar di perayaan HUT Mangupura ke-16.

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Serangkaian perayaan HUT Mangupura ke-16 juga digelar Mangupura Platycerium Exhibition yang berlangsung di lapangan Puspem Badung mulai dari 22-23 November 2025. Pameran simbar ini menghadirkan simbar lokal mau pun luar negeri.

Koordinator Mangupura Platycerium Exhibition I Putu Gede Wijaya menjelaskan, kegiatan pameran ini kerja sama dengan teman-teman sesama pencinta platycerium. Pameran ini sebagai pemanasan, karena di tahun 2026 ini bakal banyak ada kontes platycerium. ”Sekarang pemanasan dulu,” jelasnya, Sabtu (22/11/2025).

Kata dia, total ada 40 peserta dan 4 pedagang yang ikut dalam Mangupura Platycerium Exhibition. Jenis platycerium yang ditampilkan pun beragam. Mulai platy lokal, luar Bali dan juga import luar negeri. ”Jadi kita cari yang berbeda, ada jenis lokal, luar dan impor juga ada. Semuanya beragam, jadi orang awam melihatnya ada perbedaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, platy yang dipamerkan itu juga ada yang dijual. Harganya pun bervariasi. Ada mulai dari Rp 200 ribu ke atas dan juga ada yang harga Rp 5 juta ke atas. ”Ya, ada juga yang kita jual, harganya juga bervariasi,” terangnya.

Semantara yang juga optimitisi untuk pasar platycerium masih tinggi dan demain juga masih tinggi. Hanya saja, tahun ini kompetisi platycerium kurang. ”Mungkin tahun depan rencananya banyak ada kompetisi mau pun exhibition, mungkin bisa lebih ramai lagi,” pungkasnya. (jas)

Angkat Sistem Subak, Bupati Tabanan Paparkan Strategi Ketahanan Pangan di Universitas Indonesia

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Pengentasan Kemiskinan Berbasis Kearifan Lokal Jumat, (21/11/2025), di Gedung IASTH UI, Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Pengentasan Kemiskinan Berbasis Kearifan Lokal Jumat, (21/11/2025), di Gedung IASTH UI, Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hadir sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Pengentasan Kemiskinan Berbasis Kearifan Lokal, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan pentingnya penguatan kearifan lokal sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.

Seminar yang berlangsung pada Jumat, (21/11/2025), di Gedung IASTH UI, Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-42 Program Studi Kajian Ketahanan Nasional, Departemen Kajian Stratejik Ketahanan dan Keamanan, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, bekerja sama dengan BP Taskin RI.

Melalui sambutannya, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, Ir. Iwan Sumule menegaskan kaitan Seminar nasional kali ini yang sangat relevan dengan salah satu pilar Badan percepatan penanganan kemiskinan RI. Pihaknya menyebutkan bangsa ini memiliki harta karun berupa inisiasi berbasis kearifan lokal yang terbukti mampu menguatkan ketahanan pangan.

“Sebagai contoh kita lihat sistem Subak di Bali, jaringan irigasi berbasis Tri Hita Karana, juga di kabupaten Solok praktik tradisional persawahan dan filosofi gotong royong merupakan fondasi kuat untuk ketahanan pangan”, jelasnya

Dalam paparannya, Bupati Sanjaya menekankan Sistem Subak sebagai strategi peningkatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal di Bali. Ia menjelaskan bahwa Subak telah menjadi fondasi kehidupan petani Bali selama berabad-abad sebagai sistem irigasi tradisional yang memadukan rekayasa pertanian dengan nilai spiritualitas.

“Subak merupakan organisasi tata kelola air berbasis gotong royong yang hingga kini masih dipegang teguh. Tradisi ini tetap dijaga melalui awig-awig dan hukum adat sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Tabanan dapat dipertahankan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Sanjaya, nilai-nilai kearifan lokal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional. Dengan potensi alam yang subur, bentang alam yang lengkap dari gunung, danau, hingga laut, Tabanan disebut telah mencapai kedaulatan pangan dan berperan sebagai lumbung pangan Bali.

“Salah satunya desa Jatiluwih Di kabupaten Tabanan yang ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia World Heritage oleh Unesco. Inilah warisan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur”, tegasnya.

Lebih lanjut, Sanjaya mengaitkan nilai-nilai Subak dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan antara Tuhan, alam lingkungan, dan sesama manusia. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari ajaran leluhur yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Bali.

“Ajaran ajaran kearifan lokal yang Diwariskan oleh para leluhur berkorelasi terhadap ketahanan pangan yang memang menjadi kebijakan Nasional saat ini,” jelas Sanjaya.

Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Bali, Bupati Sanjaya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk tetap berpijak pada sektor pertanian sebagai prioritas utama. Ia bahkan mengajak generasi muda untuk kembali mencintai pertanian sebagai profesi mulia.

“Tetap berpijak kepada sektor pertanian, sektor pertanian adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia, sebuah persembahan kepada alam semesta, sehingga nantinya pariwisata adalah bonus. tetapi pariwisata adalah bonus” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, ditegaskan bahwa program kajian ketahanan nasional sejalan dengan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada keberlanjutan serta percepatan pengentasan kemiskinan.

Melalui forum akademis ini, diharapkan terbangun kerjasama strategis antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi Universitas Indonesia dalam penelitian serta pengkajian ketahanan pangan, sehingga tercipta masyarakat yang tangguh dan mampu mengakses pangan secara berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, civitas akademika prodi ketahanan nasional, serta menghadirkan Bupati Solok, Sumatra Barat, Jon Firman Pandu, dan Ketua Departemen Kajian Stratejik Ketahanan dan Keamanan SPPB Universitas Indonesia, Dr. Palupi Lindiasari Samputra, S.Pi., M.M., sebagai narasumber. Seminar mengangkat isu strategis dengan tema Ketahanan pangan sebagai pilar pengentasan kemiskinan berbasis kearifan lokal. (rls)

Nuanu Creative City akan Bangun Rumah Flora untuk 50 Spesies Terancam Punah

Kawasan Nuanu Creative City.
Kawasan Nuanu Creative City.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Pada pertengahan 2026 mendatang, pengunjung Nuanu Creative City akan bisa melihat dan mempelajari langsung berbagai spesies flora langka Bali yang terancam punah di Magic Garden.

fasilitas edutainment botani yang dikembangkan di kawasan kreatif seluas 44 hektare tersebut.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Nuanu dalam merawat keberlanjutan alam Bali, sekaligus memperkuat posisi Tabanan sebagai destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan yang ingin terhubung kembali dengan kekayaan hayati pulau ini.

Magic Garden menjadi ruang khusus bagi pengunjung untuk belajar, menghadirkan pengalaman yang mudah diakses untuk memahami betapa pentingnya menjaga kelestarian ekosistem flora Bali.

Beberapa spesies flora terancam punah kini mulai dikonservasi di Nuanu, antara lain Majegau Bali, jenis pohon kayu asli yang sejak lama digunakan dalam tradisi Bali namun kini semakin sulit ditemukan; Cendana (Sandalwood) yang dikenal karena nilai sakral dan aromanya yang khas; serta Randu Alas, pohon dengan bunga merah yang menyerupai serat sutra yang dulu banyak tumbuh di sekitar kawasan pura.

Mereka, beserta beberapa spesies lain dari yang hampir punah sampai terancam, akan menjadi bagian dari program edukasi di Nuanu.

“Di sini, kami merangkai yang terbaik dari Bali untuk para pengunjung, termasuk mengumpulkan dan mengonservasi flora Bali yang terancam punah,” kata CEO Nuanu Creative City Lev Kroll, Sabtu (22/11/2025).

Menurutnya, perhatian dan pengetahuan adalah sarana paling efektif untuk melindungi alam. “Ketika spesies yang terancam punah menjadi bagian dari sebuah pengalaman, orang dapat belajar lebih banyak dan pariwisata pun bisa selaras serta benar-benar memberi manfaat bagi alam,” tambahnya.

Membangun sebuah kawasan kreatif yang memadukan alam, seni, budaya, dan teknologi membutuhkan konsistensi serta kerja bersama yang mendalam.

Nuanu Creative City dibangun oleh para ahli lintas bidang yang bekerja menuju visi bersama, yaitu: menciptakan kawasan liburan yang menginspirasi, membuka ruang dialog, dan membuktikan pembangunan yang menghormati nilai alam dan budaya itu ada, menjadikan Nuanu sebagai salah satu destinasi liburan yang wajib untuk dikunjungi di Bali.

“Sebagaimana tukang kebun menjaga setiap sudut kebunnya, kami di Magic Garden merawat keseluruhan ekosistem yang tumbuh di Nuanu Creative City,” ujar Komang Sri Junisabtika, Magic Garden Venue Manager.

Mulai pertengahan 2026, pengunjung dapat merasakan pengalaman baru di Magic Garden sebagai bagian dari liburan mereka di Nuanu Creative City. Mereka juga dapat didampingi para ahli untuk mempelajari lebih dalam tentang flora-flora Bali yang sudah tergolong langka. (rls)

Bus Terobos Lampu Merah Tabrak Pelajar di Tabanan 

Kondisi motor terlibat kecelakaan di jalur Umum jurusan Denpasar - Gilimanuk, tepatnya di simpang Kasih Ibu, termasuk Desa Dauh Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan pada Jumat (21/11/2025) sore.
Kondisi motor terlibat kecelakaan di jalur Umum jurusan Denpasar - Gilimanuk, tepatnya di simpang Kasih Ibu, termasuk Desa Dauh Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan pada Jumat (21/11/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Umum jurusan Denpasar – Gilimanuk, tepatnya di simpang Kasih Ibu, termasuk Desa Dauh Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan pada Jumat (21/11/2025) sore.

Seorang pelajar berusia 17 tahun mengalami luka setelah sepeda motor Yamaha NMax yang dikendarainya tertabrak sebuah bus yang menerobos lampu merah di simpang Kasih Ibu.

Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Anton Suherman membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.00 Wita yanh melibatkan bus dengan nomor polisi AG 7243 UB dan sepeda motor Yamaha NMax DK 6309 GBO.

Pengemudi bus diketahui bernama Vahrur Rozi (38), asal Sampang, Jawa Timur. Ia tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, pengendara NMax, I Putu Gede Nata Sutristyana Prasetya (17), pelajar asal Desa Dauh Peken, mengalami luka lecet pada alis kiri.

“Pengendara motor yanh terluka langsung dilarikan ke RS Kasih Ibu untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Adapun kecelakaan bermula saat bus melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Sesampainya di simpang Kasih Ibu, pengemudi bus diduga menerobos lampu merah.

Pada saat bersamaan, korban pengendara motor sedang melaju dari arah utara karena lampu lalu lintas di jalurnya menyala hijau. Benturan pun tidak dapat dihindari, menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka.

“Kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta. Tidak ada korban jiwa,” ujar AKP Anton.

Polisi yang menerima laporan pada pukul 17.15 Wita langsung mendatangi lokasi kejadian dan tiba di TKP sekitar pukul 17.25 Wita.

Petugas kemudian melakukan olah TKP, mencatat identitas para pihak dan saksi, mengamankan barang bukti, serta mengecek kondisi korban di rumah sakit. (ana)

Tim IGA 2025 Validasi Inovasi Bali, dari Digitalisasi PWA hingga Pengelolaan Sampah

Tim penilai Innovative Government Award (IGA) 2025 melakukan penilaian teba modern pada Jumat (21/11/2025).
Tim penilai Innovative Government Award (IGA) 2025 melakukan penilaian teba modern pada Jumat (21/11/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tim penilai Innovative Government Award (IGA) 2025 melakukan validasi lapangan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bali pada Jumat (21/11/2025).

Tim yang terdiri dari unsur akademisi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan media nasional Kompas TV ini meninjau sejumlah inovasi daerah sekaligus mencocokkan data dengan kondisi lapangan.

Selain mengunjungi OPD, tim penilai juga mendatangi Bandara I Gusti Ngurah Rai, Hotel Westin Nusa Dua, serta Desa Adat Cemenggaon, Celuk, Sukawati, salah satu nominator penerima penghargaan berkat keberhasilannya mengelola sampah dari sumber.

Di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, tim penilai memantau langsung penerapan aplikasi We Love Bali, platform pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA). Aplikasi ini dikembangkan sepenuhnya oleh tim internal Diskominfos tanpa melibatkan vendor.

“Sistem ini mendukung pemungutan PWA baik di hotel maupun destinasi wisata melalui kode QR. Mobile checker dan banner digital juga sudah berjalan,” ujar Sekretaris Diskominfos Bali, Gusti Ngurah Kama Wijaya.

Aplikasi We Love Bali kini dapat diakses dari 162 negara. Dinas Pariwisata menyediakan layanan customer support untuk menjawab pertanyaan wisatawan mancanegara. Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Nyoman Sumarajaya, menegaskan percepatan integrasi sistem sesuai arahan Gubernur Bali.

“Kami terus berupaya mengurangi loss wisatawan yang belum membayar PWA,” ujarnya.

Hingga Oktober 2025, PWA telah menghasilkan lebih dari Rp320 miliar, dengan target Rp380 miliar pada akhir tahun.

Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) menjadi inovasi lain yang mendapat perhatian tim penilai. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pendekatan ini menjadi kunci menuju Bali Bersih Sampah 2027.

Sebagai bagian dari penilaian, tim IGA mengunjungi Desa Adat Cemenggaon untuk melihat penerapan Pola PESAN-PEDE (Pengelolaan Sampah Mandiri Pedesaan).

Pola ini memadukan kearifan lokal Desa Adat dan filosofi Tri Hita Karana dalam sebuah Perarem yang mengatur pemilahan sampah dari rumah tangga.

Sejak 2020, setiap kepala keluarga di desa memiliki Teba Modern atau lubang permanen dari buis berdiameter sekitar 1 meter dan kedalaman 3 meter untuk mengolah sampah organik rumah tangga dan sisa upacara adat. Sampah anorganik dikelola oleh Bank Sampah Sami Asri.

Sebelum program diterapkan, sekitar 1,2 ton sampah per hari dikirim ke TPA Temesi. Kini, residu yang dihasilkan hanya satu pick up per minggu. Pengelola PESAN-PEDE menganjurkan setiap rumah memiliki dua Teba Modern untuk memastikan proses penguraian berjalan optimal.

Kompos dapat dipanen setelah satu tahun ketika telah berwarna kehitaman, tidak berbau, dan bertekstur tanah.

Tim penilai IGA menilai praktik Cemenggaon sebagai contoh konkret pengelolaan sampah berbasis sumber yang sederhana namun efektif.

Dalam sesi penilaian sebelumnya, Gubernur Koster menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci menjaga keberlanjutan pembangunan Bali yang sangat bergantung pada pariwisata.

Bali menyumbang 53 persen devisa pariwisata nasional dan kontribusi 66 persen terhadap perekonomian daerah.

Dengan tantangan seperti sampah, kemacetan, dan krisis air bersih, inovasi daerah diharapkan mampu menjaga kualitas pariwisata dan keberlanjutan lingkungan Bali.

Hasil penilaian IGA 2025 akan menentukan daerah yang layak menerima penghargaan inovasi pemerintahan terbaik tahun ini. (rls)

Dekranasda Bali Fashion Week 2025 Sesi 2 Siap Digelar

Rapat persiapan pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 Sesi 2 yang akan berlangsung pada 2-8 Desember 2025 di Ruang Rapat Dekranasda, Gedung Narigraha, Denpasar, Jumat (21/11).
Rapat persiapan pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 Sesi 2 yang akan berlangsung pada 2-8 Desember 2025 di Ruang Rapat Dekranasda, Gedung Narigraha, Denpasar, Jumat (21/11).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 Sesi 2 akan berlangsung pada 2–8 Desember 2025. Persiapan pergelaran pun telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, di Ruang Rapat Dekranasda, Gedung Narigraha, Denpasar, Jumat (21/11/2025).

Dalam rapat yang turut dihadiri oleh event organizer serta para desainer yang terlibat dalam DBFW Sesi 2, Ibu Putri Koster menekankan pentingnya penguatan ekosistem fesyen Bali, mulai dari desainer, penenun, perajin aksesori, hingga para model dan pelaku kreatif lainnya.

Meskipun dengan anggaran terbatas, DBFW 2025 direncanakan berjalan hingga 14 hari, menunjukkan bahwa sektor fesyen memiliki potensi besar dalam menggerakkan rantai ekonomi di Bali.

Ketua Dekranasda menegaskan bahwa mengangkat desainer berarti mengangkat seluruh pendukungnya, mulai dari penenun, tukang jahit, model, hingga koreografer dan komposer.

“Inilah circle yang harus kita jaga melalui karya desainer. Dengan kegiatan ini, ekonomi di berbagai sektor bergerak,” ujarnya.

Dalam arahannya, Ibu Putri Koster juga menekankan bahwa desainer bukan hanya pemilik brand, tetapi harus menghasilkan busana yang benar-benar dipakai masyarakat dan beredar di pasaran.

Suasana fashion show di Bali pun diharapkan lebih segar dengan menampilkan busana yang berani dipakai dan relevan.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menyoroti pentingnya kompetensi dasar seorang desainer, termasuk kemampuan membuat pola dasar, pecah mode, merancang aksesori, hingga memahami karakter pemakai.

Ibu Putri juga mengingatkan bahwa untuk kategori anak-anak, penampilan model harus disesuaikan dengan usia mereka, termasuk dari segi busana, sepatu, dan riasan.

Dalam pertemuan kali ini, Ibu Putri juga kembali menekankan pentingnya menjaga keberadaan kain tenun Bali, mengingat hampir 80 persen kain tenun yang beredar di pasaran bukan hasil tenun penenun asli Bali, melainkan diproduksi di luar Bali.

Kondisi ini dinilai tidak hanya berdampak pada perajin lokal, tetapi juga mengancam kelestarian wastra Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menyampaikan, berbagai kekurangan pada sesi pertama telah dievaluasi dan akan diperbaiki pada sesi kedua.

Kadisperindag menegaskan bahwa tema besar “Wastra Hitakara” tetap menjadi pedoman untuk menjaga identitas wastra Bali sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan DBFW 2025.

Selama tujuh hari pelaksanaan sesi kedua, DBFW 2025 akan menampilkan desainer terpilih Dekranasda seperti Turah Mayun, Taksu Design, dan Body and Mind, disertai koleksi dari Ketua Dekranasda serta fashion show dari desainer umum.

Keterlibatan instansi vertikal, perguruan tinggi, TP PKK, TP Posyandu, Pakis, BUMN, BUMD, perangkat daerah, dan komunitas Pokli turut memberi warna pada penyelenggaraan acara.

Busana yang ditampilkan meliputi busana kasual, busana kerja, busana dewasa dan anak-anak, serta dilengkapi aksesori dari Puspa Mega, Darmawan Silver, Bara Silver, dan tas Geocraft. Kegiatan DBFW 2025 Sesi 2 juga akan dirangkai dengan Fashion Photography Competition.

Seluruh karya yang ditampilkan diwajibkan menggunakan bahan baku kain tenun tradisional Bali atau material yang mencerminkan kekhasan fesyen Bali.

Menutup rapat kali ini, Ibu Putri Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan DBFW 2025 Sesi 2 sebagai ruang kolaborasi yang tidak hanya memajukan kreativitas, tetapi juga memperkuat keberlanjutan ekosistem fesyen Bali serta menjaga kelestarian wastra Bali. (rls)

Sampah di Tabanan Meningkat 30 Persen Pasca Galungan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Gusti Putu Ekayana
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Gusti Putu Ekayana

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perayaan Hari Raya Galungan berdampak pada meningkatnya  sampah upacara di Kabupaten Tabanan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan mencatat kenaikan volume sampah mencapai sekitar 30 persen dibandingkan hari-hari normal.

Kepala DLH Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, mengatakan, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Kerambitan didominasi oleh sisa-sisa upakara dan sampah rumah tangga dari seluruh wilayah pelayanan. Total tonase sampah selama periode ini diperkirakan mencapai 30-40 ton.

“Peningkatan sampah terlihat sejak satu hari sebelum hingga dua hari setelah perayaan Galungan,” ujar Ekayana, Jumat (21/11/2025).

Meski terjadi lonjakan, ia memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan lancar tanpa penambahan jumlah petugas. “Petugas bekerja seperti biasa, hanya jumlah sampahnya yang bertambah,” tambahnya.

Ekayana juga menyampaikan, kondisi di TPA Mandung mulai stabil pada Jumat. Proses pembuangan dan pengangkutan kembali normal tanpa terjadi penumpukan yang signifikan.

Ia menegaskan, peningkatan volume sampah saat hari raya merupakan pola tahunan. Karena itu, DLH terus melakukan pengawasan dan evaluasi, termasuk mengoptimalkan armada dan pengaturan jadwal pengangkutan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. (ana)

Dekranasda Kota Pekalongan Belajar Pengembangan UMKM ke Kabupaten Badung

Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyambut kunker Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Jawa Tengah Hj. Inggit Soraya dan rombongan di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (21/11).
Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyambut kunker Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Jawa Tengah Hj. Inggit Soraya dan rombongan di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (21/11).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berkunjung ke Kabupaten Badung, pada Jumat (21/11/2025).

Kunjungan itu bertujuan untuk bertukar pengalaman dan program-program unggulan, terutama dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif dan UMKM berbasis pariwisata dengan Dekranasda Kabupaten Badung.

Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyambut kunjungan kerja dari Dekranasda Kota Pekalongan, yang dipimpin oleh Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dekranasda Kota Pekalongan ke Kabupaten Badung.

Ia berharap kunjungan ini mampu memberikan pengalaman dan program-program unggulan, terutama dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif dan UMKM berbasis pariwisata.

“Kabupaten Badung, sebagai destinasi pariwisata mendunia, memiliki banyak hal yang bisa dibagikan, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM yang berbasis pariwisata,” ujarnya.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah rencana pembangunan pusat perbelanjaan modern yang akan menampung para penggiat kerajinan dan UMKM di Kabupaten Badung.

Selain itu, program Sidi Kumbara, inisiatif Pemkab Badung yang memberikan dukungan finansial kepada UMKM, juga menjadi sorotan.

Program kerjasama dengan Bank BPD Bali ini menawarkan pinjaman modal hingga Rp 100 juta tanpa bunga, dengan seluruh biaya pinjaman ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Keistimewaan program ini adalah pelaku UMKM hanya perlu membayar pokok pinjaman, sehingga sangat meringankan beban finansial mereka. Kami berharap pengalaman yang didapat di Kabupaten Badung dapat diterapkan di Kota Pekalongan,” tutup Rasniathi.

Sementara itu, Hj. Inggit Soraya, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan menyampaikan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk-produk UMKM di Kota Pekalongan.

Ia mengakui, Kabupaten Badung memiliki banyak inovasi dan program yang inspiratif dalam mendukung UMKM, terutama yang terkait dengan pariwisata.

“Kami berharap dapat mengadopsi beberapa program tersebut untuk diterapkan di Kota Pekalongan,” ujarnya seraya berharap Kabupaten Badung dapat membalas kunjungan ke Kota Pekalongan.

Dalam kesempatan tersebut di akhir acara dilakukan tukar menukar cinderamata antara Dekranasda Kabupaten Badung dan Dekranasda Kota Pekalongan sebagai kenang-kenangan yang diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi. (ana)

Wapada Modus Penipuan Dengan Share Screen di Aplikasi WhatsApp

Ilustrasi - Penipuan dengan modus share screen WhatsApp.
Ilustrasi - Penipuan dengan modus share screen WhatsApp.

PANTAUBALI.COM – Modus penipuan di era digital terus berkembang. Aplikasi sehari-hari seperti WhatsApp pun kerap dimanfaatkan pelaku untuk mengelabui pengguna. Belakangan, muncul modus baru berupa permintaan share screen yang dilakukan oleh nomor tidak dikenal.

Kejahatan share screen ini terjadi ketika pelaku menghubungi korban dan membujuknya untuk mengaktifkan fitur berbagi layar.

Setelah korban menyetujui, pelaku dapat melihat informasi sensitif seperti kode OTP, kata sandi, detail perbankan, hingga data pribadi lain yang kemudian disalahgunakan untuk kepentingan finansial maupun tindak penipuan lainnya.m

Sekretaris Dinas Kominfo Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, mengatakan modus tersebut umumnya dilakukan dengan berpura-pura sebagai pihak resmi, misalnya bank, perusahaan, atau lembaga tertentu.

Pelaku mengaku sedang melakukan verifikasi data atau menangani masalah teknis, lalu meminta korban membagikan layar.

“Modus lain, pelaku menyamar sebagai teman atau keluarga yang meminta bantuan karena mengaku mengalami kendala teknis. Mereka memanfaatkan rasa percaya atau rasa panik yang diciptakan secara sengaja,” jelas Winiantara.

Menurut dia, dampak kejahatan share screen sangat serius karena memberi pelaku akses langsung terhadap seluruh aktivitas di layar korban secara real-time.

Pelaku dapat memperoleh OTP, kata sandi, nomor rekening, hingga membaca percakapan pribadi. Dengan akses tersebut, pelaku bisa mengambil alih akun bank, melakukan transaksi ilegal, hingga menggunakan data korban untuk menipu orang lain.

Winiantara juga mengingatkan sejumlah langkah pencegahan, salah satunya tidak pernah membagikan kode OTP dalam kondisi apa pun karena sifatnya rahasia.

Jika harus menggunakan fitur share screen untuk keperluan yang sah, masyarakat diminta memastikan aplikasi yang berisi data sensitif, seperti perbankan atau email.

Ia menegaskan pentingnya memverifikasi identitas pihak yang menghubungi. Masyarakat disarankan menghubungi langsung bank atau lembaga terkait melalui nomor resmi apabila menerima permintaan mencurigakan.

Selain itu, masyarakat perlu waspada terhadap permintaan yang tidak wajar, tidak mudah percaya pada pesan yang mendorong tindakan tergesa-gesa, serta menghindari membuka tautan dari pihak tidak dikenal.

“Sebagai masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi, kewaspadaan digital menjadi sangat penting. Jika ada permintaan mencurigakan, tolak saja. Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Jangan beri celah bagi pelaku memanfaatkan kelengahan,” kata Winiantara. (ana)