- Advertisement -
Beranda blog Halaman 57

Bupati Sanjaya Resmikan Gedung Pelayanan UPTD Puskesmas Tabanan II

resmikannya Gedung Pelayanan UPTD Puskesmas Tabanan II di Banjar Celagi, Desa Denbantas, Tabanan, oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Senin, (5/1).
resmikannya Gedung Pelayanan UPTD Puskesmas Tabanan II di Banjar Celagi, Desa Denbantas, Tabanan, oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Senin, (5/1).

PANTAUBALI.COM , TABANAN – Wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus diwujudkan secara berkelanjutan. Hal tersebut ditandai dengan diresmikannya Gedung Pelayanan UPTD Puskesmas Tabanan II di Banjar Celagi, Desa Denbantas, Tabanan, oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Senin, (5/1). Peresmian turut dihadiri oleh Sekda, Asisten I dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, serta unsur Forkopimcam Tabanan.

Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti dan Pemotongan pita oleh Bupati Sanjaya, dilanjutkan dengan peninjauan langsung fasilitas gedung pelayanan. UPTD Puskesmas Tabanan II yang berlokasi di Banjar Celagi, Desa Denbantas, merupakan Puskesmas dengan kategori pelayanan non rawat inap. Berdiri sejak tahun 1990, Puskesmas ini memiliki wilayah kerja yang mencakup enam desa, yakni Desa Denbantas, Subamia, Wanasari, Sesandan, Tunjuk, dan Buahan, dengan target pelayanan kepada sekitar 19.800 jiwa penduduk.

Melalui sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan peresmian gedung baru ini bukan sekadar penambahan bangunan fisik, melainkan simbol kesungguhan kepemimpinan Sanjaya–Dirga dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih layak, dan lebih manusiawi bagi masyarakat, meskipun di tengah keterbatasan Anggaran daerah. Ia menekankan, bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melayani, namun justru menjadi pemicu untuk terus berinovasi, berkreasi, dan bekerja lebih cerdas melalui perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta sinergi lintas sektor.

Lebih lanjut, Sanjaya menjelaskan desain bangunan Puskesmas Tabanan II yang menggunakan unsur bata merah serta ornamen piring dan cawan mengandung filosofi kearifan lokal sebagai simbol kemakmuran peradaban masa lalu. “Artinya, bangunan dengan kearifan lokal masa lalu yang hadir di sini membuktikan, bahwa Puskesmas Tabanan II telah mencapai tingkat kemakmuran dalam nilai-nilai kebudayaan. Dari fondasi yang baik inilah, kini kita terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan,” ujar politisi asal Dauh Pala tersebut.

Sanjaya saat itu juga menekankan pentingnya peran strategis Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Kehadiran gedung baru ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga dari peningkatan sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Saya berharap, dengan fasilitas yang lebih representatif ini, pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih cepat dan responsif, lebih ramah dan profesional serta lebih menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” pintanya.

Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya juga disampaikannya kepada seluruh tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Tabanan II atas dedikasi dan pengabdian dalam melayani masyarakat. “Pesan saya ke depan, pelayanan harus terus diberikan dengan baik dan sepenuh hati demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujar Sanjaya, sembari mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas kesehatan ini dengan sebaik-baiknya agar benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Tabanan secara luas.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Tabanan II, dr. I Gusti Agung Gde Bayupasti, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada tahun 1990, gedung pelayanan induk Puskesmas Tabanan II telah melewati berbagai masa kepemimpinan, dan baru pada masa kepemimpinan Bupati Sanjaya, Puskesmas tersebut mendapatkan pembangunan gedung pelayanan baru “Ini Yang kami harapkan selama ini. Saya Mewakili seluruh staf Puskesmas Tabanan II dan masyarakat di wilayah kerja kami, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati membangun di sektor kesehatan, baik Puskesmas pembantu dan juga gedung pelayanan Puskesmas,” pungkasnya. (rls)

Pelepasan Purna Tugas Kepala Perangkat Daerah di Pemkab. Badung

Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba melepas Purna Tugas para Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Badung, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Senin (5/1).
Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba melepas Purna Tugas para Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Badung, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Senin (5/1).

PANTAUBALI.COM , BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melepas Purna Tugas para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, bertempat di Kriya Gosana, Puspem Badung, Senin (5/1). Pada kesempatan tersebut Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan Penghargaan ASN Berprestasi Tingkat Nasional kepada Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan dan Lurah Legian Ni Putu Eka Martini.

Bupati Badung Adi Arnawa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas segala dedikasi selama mengemban tugas selaku Kepala OPD di Pemerintah Kabupaten Badung. Dirinya juga berharap kepada Kepala OPD yang purna tugas ini untuk tetap dapat menyumbangkan pemikiran-pemikirannya dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Badung.

“Terima kasih atas kerjasamanya, dedikasi dan kerja kerasnya selama ini untuk Pemkab Badung serta masyarakat Kabupaten Badung yang kita cintai bersama. Saya harap kedepan bapak-bapak tetap bisa berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Badung kedepannya,” ujarnya

Sekda Badung IB. Surya Suamba dalam laporannya menyampaikan bahwa adapun beberapa Kepala OPD yakni diantaranya I Made Widiana terakhir bertugas selaku Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, I Nyoman Sujendra terakhir bertugas selaku Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Badung, I Gede Wijaya terakhir bertugas selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Badung, Anak Agung Ngurah Arimbawa terakhir bertugas selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Badung, dan I Putu Eka Merthawan terakhir bertugas selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung.

“Para senior kita ini, ada yang pensiun dari mulai bulan April 2025 hingga tanggal 1 Januari 2026. Terima kasih sekali lagi saya ucapkan kepada teman-teman dan senior-senior kami yang sudah menjalani tugas dengan baik dalam melayani masyarakat Kabupaten Badung,” ucapnya

Turut hadir pada kesempatan ini, Ketua DWP Badung Ny. Oliviana Surya Suamba beserta anggota dan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung. (rls)

2.923 Tenaga Non ASN di Tabanan Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya (tengah), Wakil Bupati I Made Dirga (kanan), Sekda I Gede Susila (kiri).
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya (tengah), Wakil Bupati I Made Dirga (kanan), Sekda I Gede Susila (kiri).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan akan melakukan pengangkatan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi 2.923 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun Anggaran 2025.

Langkah ini sebagai bentuk penataan status kepegawaian tenaga non-ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Berdasarkan surat resmi nomor 005/0008/BKPSDM yang diterbitkan pada 2 Januari 2026, ribuan pegawai yang berasal dari berbagai unit kerja, mulai dari Sekretariat Daerah hingga perangkat kecamatan, dijadwalkan mengikuti prosesi pengangkatan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan geladi bersih pada Senin (5/1/2026) dan diakhiri dengan upacara penyerahan SK pada Selasa (6/1/2026).

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menegaskan, kebijakan ini diambil untuk memberikan kepastian hukum serta bentuk apresiasi atas dedikasi para pegawai dalam mendukung jalannya roda pemerintahan.

“Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini merupakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk menuntaskan status kepegawaian rekan-rekan non-ASN. Kami berharap, dengan status yang lebih jelas, semangat kerja dan profesionalisme dalam melayani masyarakat Tabanan dapat terus ditingkatkan,” ujar Bupati Sanjaya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tabanan, I Nyoman Sastera Wibawa menjelaskan, seluruh peserta diwajibkan mematuhi ketentuan atribut resmi yang telah ditetapkan, termasuk penggunaan topi kelangsah dengan pita merah putih serta kartu identitas (nametag) berukuran B4.

“Selain kedisiplinan atribut, kami juga menginstruksikan para peserta untuk membawa botol minum mandiri sebagai bagian dari kebijakan ramah lingkungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan,” tambahnya. (ana)

Petani Jatiluwih Cabut Seng dan Plastik di Tengah Sawah Usai Ditawarkan Solusi Moratorium

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Polemik penutupan 13 akomodasi wisata yang melanggar aturan tata ruang di kawasan wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, mulai menemui titik terang.

Para petani mencabut seng dan plastik yang sebelumnya dipasang di tengah lahan persawahan sebagai bentuk protes terhadap tindakan Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Provinsi Bali.

Pencabutan seng tersebut dilakukan usai Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta anggota DPRD Kabupaten Tabanan bertemu langsung dengan masyarakat petani Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, pada Senin (5/1/2026) di Kantor Desa Jatiluwih.

Dalam pertemuan tersebut, petani menyatakan kesediaannya mencabut seng setelah Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan komitmen untuk menyiapkan moratorium khusus bagi masyarakat lokal pemilik lahan dalam menjalankan usaha di kawasan Subak Jatiluwih.

Bupati Sanjaya menjelaskan kehadirannya di Jatiluwih merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ia menyebut, setelah menerima keluhan petani dan pelaku usaha yang terdampak penyegelan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Forkopimda, termasuk menyampaikan permohonan kebijakan kepada Ketua Pansus TRAP serta Gubernur Bali.

“Persoalan di Jatiluwih tidak hanya dilihat dari sisi hukum semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek budaya, sosial, dan ekonomi masyarakat lokal,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, terdapat sinyal positif dari Pansus TRAP terkait rencana penerapan moratorium yang memberikan kebijakan khusus bagi masyarakat lokal agar tetap dapat berusaha tanpa merusak keindahan dan nilai kawasan warisan dunia tersebut.

“Kalau semua dilarang tanpa solusi, dampaknya besar. Pariwisata menurun, masyarakat kehilangan pendapatan, lapangan kerja berkurang, dan akhirnya semua pihak dirugikan,” tegasnya.

Meski demikian, Sanjaya menekankan, pembangunan di tengah sawah tidak dibenarkan karena dapat mengganggu keindahan dan nilai ikonik Jatiluwih sebagai kawasan persawahan terasering. Ia meminta masyarakat tidak membangun secara permanen di tengah lahan sawah, meskipun lahan tersebut merupakan milik pribadi.

“Kalau ingin berusaha, jangan di tengah sawah. Bangunan sebaiknya di pinggir kawasan. Sawah itu ikon, harus dijaga bersama. Jangan sampai kita terus kucing-kucingan antara masyarakat dan aparat,” katanya.

Ia juga menegaskan, pencabutan seng bukan sekadar simbolis, melainkan langkah awal untuk mengembalikan keindahan kawasan Jatiluwih. Ke depan, pemerintah daerah bersama badan pengelola akan merumuskan kebijakan terbaik agar petani, masyarakat, badan pengelola, dan pemerintah sama-sama diuntungkan, sehingga wisatawan yang datang pun merasa nyaman.

Terkait moratorium, Sanjaya memastikan kebijakan tersebut akan dituangkan secara tertulis dan tetap berada dalam koridor aturan. Konsep usaha ke depan diarahkan pada bangunan non permanen, berbahan alami, serta selaras dengan karakter kawasan, bukan beton atau struktur permanen yang merusak lanskap sawah.

Sementara itu, salah seorang petani sekaligus pemilik usaha yang ditertibkan, Nengah Darmika Yasa, menyambut baik solusi moratorium yang ditawarkan pemerintah. Ia mengaku lega karena diberi kesempatan kembali berusaha untuk menopang ekonomi keluarga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan karena sudah memberi lampu hijau bagi kami sebagai petani untuk tetap berjualan dan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Ia berharap ke depan kesejahteraan petani semakin terjamin dan mereka dapat bekerja dengan tenang merawat sawah tanpa rasa khawatir. Darmika juga menyatakan kesiapannya mengikuti aturan yang akan ditetapkan, termasuk perubahan konsep bangunan agar tidak bersifat permanen.

“Seng baru dicabut hari ini, jumlahnya kurang lebih seratus lembar. Mudah-mudahan besok bisa dilanjutkan dan kawasan ini kembali bersih,” pungkasnya. (ana)

Tabanan Punya 7 UGD 24 Jam dan 13 UGD 12 Jam Siap Layani Warga

Peresmian Gedung Pelayanan UPTD Puskesmas Tabanan II oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Senin (5/1/2026).
Peresmian Gedung Pelayanan UPTD Puskesmas Tabanan II oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Senin (5/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Akses layanan kegawatdaruratan bagi masyarakat Tabanan kini semakin luas. Pemerintah Kabupaten Tabanan memastikan 7 puskesmas telah membuka layanan UGD 24 jam dan 13 puskesmas lainnya melayani UGD 12 jam, seiring upaya penguatan pelayanan kesehatan dasar yang merata hingga ke tingkat kecamatan.

Hal ini ditandai dengan peresmian Gedung Pelayanan UPTD Puskesmas Tabanan II oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Senin (5/1/2026).

Bupati Sanjaya menegaskan, peresmian gedung baru tersebut bukan semata penambahan bangunan fisik, melainkan simbol kesungguhan kepemimpinan Sanjaya–Dirga dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, layak, dan manusiawi, di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Peresmian gedung baru UPTD Puskesmas Tabanan II ini harus dimaknai sebagai wujud komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, peran strategis puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran gedung baru ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas pelayanan, tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta pendekatan yang lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan fasilitas yang lebih representatif, Bupati berharap pelayanan kesehatan di Puskesmas Tabanan II dapat berjalan lebih cepat dan responsif, lebih ramah dan profesional, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi, menyampaikan, Pemkab Tabanan juga terus mengembangkan layanan kesehatan di seluruh puskesmas. Saat ini, Kabupaten Tabanan memiliki 20 puskesmas yang tersebar di 10 kecamatan.

Pada awalnya, dari 20 puskesmas tersebut, hanya lima puskesmas rawat inap yang memiliki layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam, yakni Puskesmas Selemadeg Barat, Pupuan I, Selemadeg, Penebel I, dan Baturiti I.

“Mulai 1 Januari 2026, layanan UGD di puskesmas lainnya kami kembangkan menjadi layanan 12 jam dan 24 jam, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta ketersediaan tenaga medis, tenaga kesehatan, dan sarana prasarana di masing-masing puskesmas,” jelasnya.

Ia merinci, terdapat tujuh puskesmas yang membuka layanan UGD 24 jam, yaitu Puskesmas Selemadeg Barat, Pupuan I, Selemadeg, Penebel I, Baturiti I, Kediri I, dan Tabanan III. Sementara itu, 13 puskesmas lainnya melayani UGD selama 12 jam, yakni dari pukul 08.00 hingga 20.00 Wita.

Penambahan jam layanan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses pelayanan kesehatan yang lebih luas dan merata. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas.

“Seluruh puskesmas di Kabupaten Tabanan sudah terakreditasi, sehingga pelayanan yang diberikan pasti terstandar,” pungkas dr. Surya Wira Andi. (ana)

Simak Kriteria Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta yang Bebas Pajak

Pekerja di industri tekstil.
Pekerja di industri tekstil.

NASIONAL, PANTAUBALI.COM – Pemerintah resmi membebaskan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja dengan gaji hingga Rp10 juta per bulan selama tahun 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi nasional untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian.

Pembebasan PPh 21 tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 yang diterbitkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Aturan ini berlaku untuk masa pajak Januari hingga Desember 2026, dengan skema pajak ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Pemerintah menilai kebijakan fiskal ini penting untuk menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi dan sosial, sekaligus menjaga tingkat kesejahteraan pekerja agar konsumsi domestik tetap terjaga.

Insentif PPh 21 ini diberikan secara terbatas pada pekerja di lima sektor usaha, yakni industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, kulit dan barang dari kulit, serta sektor pariwisata. Fasilitas tersebut dapat dinikmati baik oleh pegawai tetap maupun pegawai tidak tetap dengan ketentuan tertentu.

Untuk pegawai tetap, insentif berlaku bagi pekerja yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang telah terintegrasi dengan sistem Direktorat Jenderal Pajak, serta menerima penghasilan bruto tetap dan teratur maksimal Rp10 juta per bulan.

Sementara bagi pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas, fasilitas ini diberikan kepada pekerja dengan upah rata-rata tidak lebih dari Rp500 ribu per hari atau paling banyak Rp10 juta per bulan. Selain itu, pekerja yang menerima insentif ini tidak sedang memperoleh fasilitas PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) pada periode sebelumnya.

Dalam regulasi tersebut juga ditegaskan bahwa penghasilan yang memperoleh fasilitas PPh 21 DTP tidak termasuk dalam kategori penghasilan yang dikenai pajak final berdasarkan ketentuan perpajakan tersendiri.

Dari sisi mekanisme, PPh 21 atas gaji pegawai tetap tetap dipotong secara administrasi oleh pemberi kerja. Namun, nilai pajak yang dipotong tersebut dikembalikan secara tunai, sehingga tidak mengurangi penghasilan bersih yang diterima pekerja. ran

Korban Tenggelam di Tukad Badung Ditemukan Terhimpit Gorong-gorong

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad korban tenggelam di Tukad Badung yang ditemukan terhimpit gorong-gorong, Minggu (4/1/2026).
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad korban tenggelam di Tukad Badung yang ditemukan terhimpit gorong-gorong, Minggu (4/1/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Upaya pencarian korban tenggelam di Tukad Badung akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan jasad Surya Fajar Irawan (37) pada Minggu (4/1/2026) siang sekitar pukul 11.35 Wita, tepat di lokasi awal korban dilaporkan hilang.

Korban sebelumnya diketahui tenggelam saat mencari ikan pada Jumat sore (2/1/2026). Saat ditemukan, tubuh korban berada dalam kondisi terhimpit di dalam gorong-gorong, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Wayan Juni Antara, mengatakan penemuan korban bermula dari pencarian mandiri yang dilakukan pihak keluarga.

“Benar, kerabat korban yang melakukan pencarian secara mandiri menemukan bagian kaki korban yang terhimpit gorong-gorong,” jelasnya.

Mendapatkan laporan tersebut, sembilan personel Tim SAR Gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Kondisi gorong-gorong yang sempit membuat proses pengangkatan jasad korban berlangsung cukup sulit.

“Lokasinya cukup sempit, setengah tubuh korban masuk ke dalam gorong-gorong. Namun dengan berbagai upaya, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengeluarkan tubuh korban,” imbuh Juni Antara.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Prof. Ngoerah, Denpasar, menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan membagi personel ke tiga titik, yakni lokasi kejadian, DAM Buagan, serta muara Tukad Badung. Pencarian melibatkan sekitar 50 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, SAR Samapta Polda Bali, Polairud Polda Bali, Brimob Polda Bali, TRC BPBD, BPBD Kota Denpasar, Lanal Denpasar, Balawista Denpasar, SAR MTA, Arjuna Rescue 115, Bali Ranger Community, Alfa Team, Bares, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Juni Antara menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah membantu proses pencarian dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi. Kepada keluarga korban, semoga diberikan ketabahan,” tutupnya.

Dengan ditemukannya korban pada hari kedua pencarian, Operasi Pencarian dan Pertolongan secara resmi dinyatakan dihentikan. (*)

Bupati Badung Resmika Jembatan Suwung Lemo

Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri upacara melaspas sekaligus meresmikan Jembatan Suwung Lemo di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Sabtu (3/1).
Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri upacara melaspas sekaligus meresmikan Jembatan Suwung Lemo di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Sabtu (3/1).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Jembatan Suwung Lemo di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, bertepatan dengan tumpek krulut dan Purnama Kapitu, Sabtu (3/1/2026).

Hadir mendampingi Bupati, anggota DPRD Badung Wayan Luwir Wiana bersama I Made Retha, Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta beserta Tokoh Masyarakat Tanjung Benoa.

Keberadaan jembatan Suwung Lemo memang sudah diperjuangkan oleh warga Suwung Lemo sejak 20 tahun lalu. Dengan komitmen Bupati Badung perjuangan warga telah dapat diwujudkan.

Salah satu manfaat utama dari pembangunan jembatan kayu ini adalah untuk memperlancar aktivitas adat dan budaya masyarakat, terutama dalam prosesi mengantar jenazah menuju Setra atau tempat pemakaman.

Ini merupakan bukti komitmen kuat dari Bupati Badung untuk mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Suwung Lemo.

“Kami tidak main-main dan kini terbukti, meskipun di tengah proses pembangunan jalan jembatan kayu ini sempat diragukan, namun dengan komitmen kuat dan dukungan warga Suwung Lemo, sekarang dapat terwujud,” jelas Bupati Adi Arnawa.

Diharapkan dengan terbangunnya jembatan yang menelan dana 3,9 M ini dapat memudahkan masyarakat setempat dalam beraktivitas, khususnya selama ini menjadi kendala ketika ada kematian untuk membawa ke Setra sangat berat harus melewati rawa-rawa.

“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini akan lebih memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dan kedepannya dapat menjadi satu destinasi yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Bupati juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar menyiapkan lampu penerangan jalan guna meningkatkan keselamatan, keamanan dan keamanan masyarakat.

Dibagian lainnya, Adi Arnawa mengajak masyarakat Suwung Lemo tetap konsisten mendukung program pemerintah kabupaten badung, terutamanya penanganan masalah sampah berbasis sumber.

Dalam hal ini pemkab badung telah mengoptimalkan TPS3R yang ada di Desa/Kelurahan termasuk TPST di Kecamatan. Selain itu pemerintah desa dan kelurahan juga didorong untuk membangun teba modern berbasis rumah tangga. Untuk memberi edukasi dan sosialisasi penanganan sampah, pihaknya juga telah membentuk Satgas penanganan sampah di masing-masing desa/kelurahan.

Dengan begitu masyarakat akan lebih memahami proses penanganan sampah yang dimulai dari memilah sampah dan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, sehingga penanganan sampah di tingkat TPS3R dan TPST menjadi berkurang.

Mengakhitsambutannya Bupati juga sangat setuju keinginan masyarakat Tanjung Benoa untuk mengembangkan Pulau Pudut menjadi destinasi wisata baru.

 

Tokoh masyarakat Tanjung Benoa, Ketut Widya menyampaikan, terima kasih kepada Bupati Badung dan Pemkab Badung yang telah membantu pembangunan jembatan Suwung Lemo. Memang keberadaan jembatan ini sudah dari dulu diidam-idamkan masyarakat Suwung Lemo.

Dan sejak 3 Januari 2026 telah dipelaspas dan diresmikan oleh Bupati Badung. Pihaknya juga mendorong Pemkab Badung untuk mengembangkan Pulau Pudut menjadi obyek pariwisata.

Bupati Badung Targetkan Normalisasi Tukad Pungut Jadi Priorities

Bupati Wayan Adi Arnawa turun langsung ke lapangan untuk memantau aliran Tukad Pungut di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (3/1).
Bupati Wayan Adi Arnawa turun langsung ke lapangan untuk memantau aliran Tukad Pungut di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (3/1).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Mengawali tahun 2026, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turun langsung ke lapangan untuk memantau penanganan banjir yang menjadi salah satu skala prioritas utama Pemerintah Kabupaten Badung.

Pemantauan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik rawan banjir guna memastikan langkah penanganan berjalan optimal dan tepat sasaran. Salah satu pemantauan dilakukan pada aliran Tukad Pungut di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (3/1/2025)

Normalisasi ini merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir sekaligus peningkatan kapasitas aliran air, sehingga mampu mengurangi risiko luapan saat intensitas hujan tinggi.

Penanganan banjir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pekerjaan infrastruktur pengendalian banjir, termasuk normalisasi sungai dan saluran air.

Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim di lapangan yang telah bekerja keras siang dan malam dengan penuh dedikasi. Kerja kolektif ini dinilai sangat penting dalam menjaga keselamatan serta kenyamanan masyarakat Badung.

“Kami Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah dan melakukan pemantauan rutin guna memastikan upaya pengendalian banjir berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (ana)

Puncak Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati Tabanan

Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan Tahun 2026.
Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan Tahun 2026.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan Persembahyangan Bersama Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan Tahun 2026.

Upacara sakral yang berlangsung di Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (3/1/2026), dihadiri langsung Bupati Tabanan I Komang Sanjaya beserta Istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati I Made Dirga, beserta Istri, Ny. Budiasih Dirga, Sekda dan jajaran.

Rangkaian persembahyangan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, Kepala Instansi Vertikal dan BUMD di Tabanan dan para Sulinggih, Pemangku (PSN), dan Prawartaka karya, serta seluruh pegawai di Lingkungan Pemkab Tabanan.

Sebelum upacara puncak Pujawali, pada Jumat, 2 Januari 2026 dilaksanakan prosesi Ngemijiang Ida Bhatara ring Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, dilanjutkan pada malam hari dilaksanakan kegiatan Pekemitan.

Sebagaimana diketahui bersama, upacara ini juga dimaknai sebagai penyempurnaan yadnya setelah renovasi kantor pada tahun 2023 lalu. Karya ini menjadi tonggak penting untuk menjaga keharmonisan secara sekala dan niskala di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Upacara juga bertepatan dengan Rahina Tumpek Klurut, yang dimaknai sebagai hari kasih sayang dan keharmonisan bagi umat Hindu. Diharapkan Momentum suci ini memperkuat makna persembahyangan sebagai wujud rasa syukur, cinta kasih, dan penghormatan kepada alam semesta beserta seluruh isinya.

Tak hanya sebagai ungkapan terima kasih kepada Ida Bhatara atas limpahan anugerah bagi Kabupaten Tabanan, persembahyangan ini juga dipersembahkan sebagai doa kerahayuan dan ngrestiti jagat.

Doa dipanjatkan agar keseimbangan dan keselamatan senantiasa tercurah, termasuk bagi saudara-saudara yang tengah tertimpa bencana di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh.

Dalam pelaksanaannya, tampak ayah-ayahan dari sekaa gong lanang dan istri, tarian rejang dewa, serta persembahan budaya tridatu yang berlangsung dengan penuh khidmat. Secara khusus, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai bersama Ibu-Ibu istri Kepala Perangkat Daerah dan pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan Ngayah  Nari Rejang sebagai wujud persembahan tulus ikhlas dalam ritual sakral tersebut.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah ngayah. Beliau berharap semangat kebersamaan dan gotong-royong ini dapat terus terjaga demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan.

“Saya berterima kasih karena hari ini, kita Pemkab Tabanan telah melakukan kegiatan ritual yadnya dari pagi sampai puncak acara hari ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan puncak karya ini merupakan bagian dari rangkaian besar yang telah dimulai sejak dua tahun lalu. Sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga tradisi, adat, dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Hari ini sesuai sastra, wajib melaksanakan atau Nugtugan Karrya yang terakhir. Pujawali jelih pas Purnama Kapitu, bertepatan dengan Tumpek Klurut, sebuah perpaduan yang luar biasa dan sangat sakral,” ungkap Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menjelaskan piodalan ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas berkah Ida Bhatara, yang diyakini menjadi sumber sinar suci. Diharapkan seluruh jajaran dan pegawai mampu menjadikan momentum ini sebagai landasan untuk meningkatkan sraddha dan bhakti dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

“Dari sinilah kita mendapatkan berkah, sehingga Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani bisa kita wujudkan berkat restu Beliau dan kerja keras kita bersama,” tegasnya.

Menutup sambutannya, orang nomor satu di Tabanan itu mengingatkan pentingnya kepedulian bersama terhadap lingkungan dan terkait bencana yang tengah melanda. Pun ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, solidaritas, serta saling membantu dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kita sedang prihatin terhadap bencana di negeri ini. Mari kita berdoa bersama agar saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara khususnya diberikan kerahayuan, dan semoga bencana ini hilang dari Indonesia, bahkan dari dunia,” pintanya.  (rls)