- Advertisement -
Beranda blog Halaman 56

Eksekutif – Legislatif Tabanan Sepakati Empat Ranperda

Rapat Paripurna persetujuan 4 Ranperda di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Kamis (27/11/2025).
Rapat Paripurna persetujuan 4 Ranperda di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Kamis (27/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan (eksekutif) dan DPRD Tabanan (legislatif) menyepakati empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dalam rapat paripurna, Kamis (27/11/2025). Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota bersama antara eksekutif dan legislatif.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa dan turut dihadiri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya serta Wakil Bupati I Made Dirga.

Empat Ranperda yang disetujui tersebut meliputi Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2026; Ranperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2055; Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 7 Tahun 2017 mengenai Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh; serta Ranperda tentang Penegasan Hari Lahir Ibu Kota, Himne, dan Mars Kabupaten Tabanan.

Sebelum disahkan, keempat rancangan peraturan daerah itu telah melalui serangkaian kajian serta pembahasan antara anggota DPRD Tabanan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan organisasi perangkat daerah terkait.

Plt. Sekretaris DPRD Tabanan I Made Agus Hartawiguna dalam laporannya menyampaikan bahwa pendapatan daerah dalam Ranperda APBD 2026 dirancang sebesar Rp 2,078 triliun lebih. Jumlah ini turun Rp 158,634 miliar atau 7,09 persen dibandingkan APBD Induk 2025.

Belanja daerah tahun 2026 dirancang sebesar Rp 2,151 triliun lebih, turun Rp 161,575 miliar atau 6,98 persen dari APBD Induk 2025.

Ia menegaskan bahwa penyusunan Ranperda APBD 2026 diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, baik pusat maupun daerah, sebagaimana tertuang dalam RPJMD dan RKPD Kabupaten Tabanan.

“Badan Anggaran berharap pemenuhan anggaran mandatori seperti belanja pegawai, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dapat dialokasikan secara efektif dan efisien guna mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” ujarnya.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan bahwa dengan pendapatan sebesar Rp 2,078 triliun lebih dan belanja Rp 2,151 triliun lebih, RAPBD 2026 mengalami defisit sebesar Rp 73,827 miliar lebih. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan netto yang bersumber dari SILPA tahun sebelumnya.

Meski menghadapi tantangan fiskal, Pemkab Tabanan menegaskan komitmennya tetap menjalankan agenda pembangunan daerah.

“Keempat Ranperda tersebut menjadi dasar penting dalam mewujudkan visi pembangunan Tabanan, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru di Kabupaten Tabanan: Tabanan Era Baru Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” tegas Sanjaya. (ana)

Ratusan Petani Milenial Tabanan Ikuti Bimtek Penguatan Sektor Pertanian

Bimtek dan sarasehan Petani Muda Milenial di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Kamis (27/11/2025).
Bimtek dan sarasehan Petani Muda Milenial di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Kamis (27/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ratusan petani muda milenial di Kabupaten Tabanan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan sarasehan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Kamis (27/11/2025).

Bimtek diikuti oleh sekitar 150 orang petani muda yang telah berkarya di sektor pertanian serta 77 peserta dari kalangan pelajar, sehingga total peserta mencapai 222 orang.

Sarasehan menghadirkan narasumber dari sektor pertanian komoditas padi, kopi, dan kakao, serta perbankan dari BPD Tabanan.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan, petani muda milenial adalah harapan baru bagi masa depan pertanian di Tabanan, yang dikenal sebagai lumbung pangan Bali.

“Petani Tabanan adalah penjaga keseimbangan, bukan hanya penyedia pangan, tetapi juga pelestari budaya dan alam. Namun tantangan sektor pertanian hari ini sangat besar, mulai dari alih fungsi lahan, biaya produksi, hingga perubahan iklim,” ujarnya di sela-sela acara.

Menurutnya, partisipasi generasi muda yang menguasai teknologi merupakan kunci keberlanjutan sektor pertanian.

Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan berbagai inovasi seperti pertanian presisi, digital farming, pengolahan hasil, hingga pemasaran berbasis platform digital.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Made Subagia mengungkapkan, kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap pertanian serta mendorong semangat kewirausahaan di sektor tersebut.

“Tantangan terbesar saat ini adalah minimnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian, sementara sebagian besar petani kita sudah lanjut usia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang pendanaannya bersumber dari DPPA Dinas Pertanian Tabanan ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp66.512.300, yang mencakup perlengkapan bimtek, makan minum, belanja natura, honor narasumber, serta sewa peralatan. (ana)

Gubernur Bali Minta Bupati/Walikota Tak Terbitkan Izin Pembangunan Hotel-Restoran dan Toko Modern Berjejaring

Penandatanganan komitmen bersama sertifikasi hak atas tanah antara Gubernur Bali Wayan Koster dan Kepala BPN Bali, yang disaksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar, bertepatan dengan Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria, Rabu (26/11/2025).
Penandatanganan komitmen bersama sertifikasi hak atas tanah antara Gubernur Bali Wayan Koster dan Kepala BPN Bali, yang disaksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar, bertepatan dengan Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria, Rabu (26/11/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster meminta para bupati dan wali kota se-Bali untuk tidak lagi menerbitkan izin pembangunan hotel, restoran, dan toko modern berjejaring, terutama yang memanfaatkan lahan produktif.

Langkah ini diambil untuk menekan laju alih fungsi lahan serta mencegah pelanggaran tata ruang yang selama ini masih terjadi di Pulau Dewata.

Koster mengatakan, sebagai daerah tujuan pariwisata, Bali menjadi magnet bagi investor di sektor jasa. Namun, perkembangan itu diiringi berbagai penyimpangan tata ruang, termasuk pelanggaran sempadan pantai, sungai, tebing, hingga alih fungsi lahan produktif yang mencapai 600–700 hektare per tahun.

“Mengingat pada zaman dahulu tata ruang belum tertata, maka jika dinilai dengan aturan sekarang, banyak sekali yang masuk pelanggaran. Untuk itu kami sudah merancang peraturan daerah pengaturan alih fungsi lahan produktif untuk kepentingan komersial, selaras dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan di Bali,” kata Koster.

Ia menegaskan, pemerintah kabupaten/kota tidak diperbolehkan lagi mengeluarkan izin baru pembangunan hotel dan restoran yang memanfaatkan lahan produktif. Hal yang sama juga berlaku bagi toko modern berjejaring.

“Ke depan tidak boleh lagi terjadi pelanggaran tata ruang. Yang sudah terbangun akan dicarikan solusi terbaik agar tidak menimbulkan keresahan. Karena itu sosialisasi sangat penting,” ujar Koster.

Instruksi tersebut disampaikan dalam acara penandatanganan komitmen bersama sertifikasi hak atas tanah antara Gubernur Bali Wayan Koster dan Kepala BPN Bali, yang disaksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid. Acara berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar, bertepatan dengan Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria, Rabu (26/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Nusron Wahid menegaskan, reforma agraria berdasarkan Perpres 62 Tahun 2023 bertujuan menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara berkeadilan.

Implementasinya mencakup legalisasi aset dan redistribusi tanah untuk menjamin kepastian hukum serta perlindungan negara atas sumber daya agraria.

Kebijakan ini, kata Nusron, sejalan dengan Asta Cita Presiden yang mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, hingga pengembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Semua itu diarahkan untuk pembangunan berbasis desa, pertumbuhan ekonomi, serta penurunan angka kemiskinan.

Sesuai Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan per kapita hingga level negara maju, pengurangan kemiskinan, peningkatan daya saing SDM, serta penurunan emisi menuju energi bersih.

Nusron mengingatkan bahwa penyusutan lahan sawah nasional mencapai 60.000–80.000 hektare per tahun, atau 165–220 hektare per hari. “Hilangnya lahan sawah dapat mengancam ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Untuk itu pemerintah menetapkan peta lahan sawah dilindungi (LSD) berdasarkan lahan baku sawah (LBS) yang telah diverifikasi dan dikurangi HGB, PSN, serta perizinan seperti KKPR dan PBG.

Kepala Kantor Wilayah BPN Bali, I Made Daging, juga menyampaikan bahwa pihaknya dan jajaran sedang melakukan penataan atau legalisasi aset, yakni melakukan pendampingan aset rakyat agar dapat di manfaatkan yang berkepentingan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Bali memiliki estimasi jumlah tanah sekitar 2,3 Ha tanah yang sudah terdaftar, dan yang sudah bersertifikat baru sekitar 84 persen dan ini menjadi konsen Gubernur Bali dan jajaran untuk segera ditindak lanjuti, sehingga 16 persen lagi mampu tuntas bersertifikat”.

Pada kesempatan ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid didamping Gubernur Bali Wayan Koster dan Kepala Kantor Wilayah BPN Bali, I Made Daging melaksanakan launching Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan Daerah NIB-NIK-NOP, serta penyerahan sertifikat Hak Guna Pakai kepada Pemerintah Provinsi Bali dengan jumlah 1 sertifikat. (rls) 

 

Rai Wahyuni Sanjaya Tekankan Peran Posyandu 6 SPM

Peningkatan Kapasitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang digelar di American Cruise College, Sangulan, Kediri, Tabanan, Rabu (26/11/2025).
Peningkatan Kapasitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang digelar di American Cruise College, Sangulan, Kediri, Tabanan, Rabu (26/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Upaya memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat terus dilakukan Kabupaten Tabanan, salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang digelar di American Cruise College, Sangulan, Kediri, Tabanan, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya sebagai narasumber utama.

Kegiatan turut diikuti oleh Sekretaris PKK Kabupaten Tabanan, jajaran Perangkat Daerah terkait, serta para perwakilan kader posyandu dari Kecamatan Penebel dan Kecamatan Tabanan.

Seluruh peserta hadir untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini menjadi arah transformasi pelayanan di tingkat desa.

Dalam arahannya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menekankan pentingnya memahami konsep Posyandu 6 SPM sebagai pondasi baru dalam pelayanan masyarakat. “Posyandu 6 SPM ini harus kita pahami bersama. Saya terus mensosialisasikan secara berkelanjutan agar masyarakat lebih mengenal program ini dan para kader semakin paham tugas-tugasnya,” ucapnya.

Ny. Rai Wahyuni juga menjelaskan, Posyandu 6 SPM merupakan program baru yang telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024.

Transformasi ini dikatakan memperluas cakupan pelayanan posyandu, yang sebelumnya berbasis kesehatan, menjadi mencakup enam bidang, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, dan sosial.

Lebih lanjut, Ia juga memaparkan bahwa para kader memiliki peran penting sebagai pencatat dan pengumpul informasi terkait permasalahan masyarakat.

“Nanti masyarakat bisa menyampaikan masalah dan aspirasinya. Tugas kader hanya mencatat, dan selanjutnya OPD terkait akan membantu menyelesaikan sesuai bidangnya. Sosialisasi kepada masyarakat sangat penting agar mereka tahu bahwa posyandu sudah bertransformasi,” tegas Bunda Rai.

Ia juga menyebut bahwa pola kerja Posyandu 6 SPM sangat sejalan dengan program milik Bupati Tabanan yakni Bupati Ngantor di Desa atau akrab dikenal dengan Bungan Desa yang menerapkan sistem jemput bola.

Pelayanan ini diharapkan memberikan dampak nyata karena mampu menjangkau kebutuhan dasar masyarakat secara langsung dan terintegrasi lintas sektor.

Dalam kesempatan itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, juga menegaskan kembali komitmen Kabupaten Tabanan yang kini memiliki 832 posyandu.

“Semua sudah memiliki SK Posyandu 6 SPM. Yang penting sekarang adalah implementasinya. Jangan hanya berhenti pada SK, tetapi harus benar-benar diterapkan di lapangan. Saya akan turun langsung memastikan pelaksanaannya, karena program ini luar biasa membantu masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang di PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Luh Gede Parwati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus posyandu dalam memberikan pelayanan sesuai standar baru.

“Peserta berasal dari total 832 posyandu dengan jumlah kader 4.160 orang. Pada peningkatan kapasitas kali ini, setiap posyandu diwakili satu orang kader,” jelasnya.

Pelatihan kali ini dibagi menjadi lima tahap, yakni tahap pertama telah dilaksanakan pada 10 November 2025 melibatkan pengurus posyandu se-Kecamatan Kediri dan Baturiti dengan jumlah 178 peserta. Hari ini merupakan tahap kedua dengan peserta dari Kecamatan Tabanan dan Penebel sebanyak 216 orang.

“Kami berharap para kader dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, sehingga pelayanan di Posyandu semakin optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.  (rls)

Tingkatkan Pemahaman Genarasi Muda Soal Ogoh-Ogoh, Disbud Badung Gelar Workshop

Workshop pembuatan ogoh-ogoh di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Rabu (26/11/2025).
Workshop pembuatan ogoh-ogoh di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Rabu (26/11/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung menggelar workshop pembuatan ogoh-ogoh di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Rabu (26/11/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh Sekaa Teruna dan Yowana se-Badung ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda, bahwa ogoh-ogoh tidak hanya sebagai karya seni, namun juga sarat filosofi.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha menjelaskan, workshop kali ini menghadirkan sejumlah narasumber antaranya AA Gede Agung Rahma Putra yang pendiri Pancer Langit, Marmar Herayukti, maestro ogoh-ogoh asal Denpasar, Nyoman Sungada, seorang pematung es yang karyanya telah mendunia, serta Arif Suciawan, kreator ogoh-ogoh asal Badung yang sudah dikenal luas. Kehadiran para narasumber ini diharapkan mampu memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas karya peserta.

“Workshop kali ini membahas empat materi utama. Pertama, teknik pembuatan ogoh-ogoh dari sisi konstruksi. Kedua, dari sisi karakter ogoh-ogoh. Kemudian ketiga, desain seninya. Serta terakhir, garapan keseluruhan karyanya nanti. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan para peserta,” ujarnya, di sela workshop.

Mantan Camat Petang itu menyatakan, pelaksanaan Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung tahun 2026 akan tetap mengikuti kriteria tahun 2025, namun dengan sejumlah penyempurnaan. Penyempurnaan itu, seperti penggunaan bahan ramah lingkungan, termasuk penggunaan undagi atau kreator lokal asal Badung, dan sejumlah hal lainnya.

“Utamanya juga terkait dengan kedisiplinan peserta, agar betul-betul pembuatan ogoh ogoh dibuat oleh Sekaa Teruna dan Yowana, kemudian arsitek atau undaginya adalah dari Kabupaten Badung. Dengan demikian, dapat bermakna dan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda, utamanya sekaa teruna dan yowana yang ada di kabupaten badung,” kata Sudarwitha.

Terkait lomba ogoh-ogoh tahun 2026, lanjutnya, tema lomba tetap menggunakan “Bhandana Bhuhkala”, yang bermakna pemurnian sifat-sifat keraksaan atau kala menjadi energi positif. “Tema ini bermakna agar energi negatif disomia untuk dimanfaatkan sebagai energi positif yang digunakan dalam melaksanakan atau mangarungi kehidupan,” ucap Sudarwitha. (jas)

Transaksi HUT ke-16 Kota Mangupura Tembus 1,2 Miliar

Perayaan Mangucita HUT ke-16 Kota Mangupura Kabupaten Badung.
Perayaan Mangucita HUT ke-16 Kota Mangupura Kabupaten Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Lonjakan ekonomi terjadi di perayaan Mangucita HUT ke-16 Kota Mangupura Kabupaten Badung. Selama dua hari gelaran di Kawasan Lapangan Pusat Pemerintah Kabupaten ygr Badung, 22–23 November 2025, total transaksi menembus lebih dari Rp 1,2 Miliar.

Pada hari pertama transaksi mencapai Rp 418.540.751, sementara hari kedua melonjak hingga Rp 829.276.000, sebuah capaian yang menunjukkan kuatnya denyut ekonomi lokal sekaligus antusiasme masyarakat yang terus meningkat.

Capaian ini sejalan dengan tema HUT ke-16 Kota Mangupura, “Rumaketing Taksuning Bhuwana”, yang bermakna menyatukan seluruh potensi untuk membangun Badung. Dari penyatuan seluruh potensi tersebut dapat menghasilkan rekapitulasi penjualan UMKM yang begitu fantastis.

Adanya peningkatan transaksi disertai tingginya antusiasme masyarakat, semakin menguatkan peran Mangucita HUT ke-16 Mangupura sebagai wadah kreativitas, kolaborasi, sekaligus pemberdayaan UMKM.

“Dalam peringatan HUT ke-16 ini, kita benar-benar merasakan kekuatan kolaborasi. Ada dukungan dari komunitas seni Badung, hadirnya musisi lokal hingga nasional, serta partisipasi 104 UMKM yang ikut memeriahkan dan menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Selasa (25/11/2025).

Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan perayaan HUT ke-16 Kota Mangupura.

“Terima kasih atas kolaborasi kepada semua pihak, UMKM, komunitas, dan seluruh elemen yang terlibat. Kolaborasi ini tidak hanya berhenti sampai HUT Mangupura saja, tapi berlanjut pada kegiatan lainnya. Momentum seperti ini diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempererat kebersamaan masyarakat Badung di masa mendatang”, tutupnya. (jas)

Polres Tabanan Peringkat 3 Nasional Indeks Kepuasan Layanan SKCK 2025

Polres Tabanan terima penghargaan Apresiasi Pelayanan SKCK yang digelar di Hotel Grand Said Jaya, Jakarta Pusat, pada Senin (24/11/2025).
Polres Tabanan terima penghargaan Apresiasi Pelayanan SKCK yang digelar di Hotel Grand Said Jaya, Jakarta Pusat, pada Senin (24/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Polres Tabanan Polda Bali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam acara Apresiasi Pelayanan SKCK yang digelar di Hotel Grand Said Jaya, Jakarta Pusat, pada Senin (24/11/2025), Polres Tabanan berhasil meraih Peringkat 3 Nasional pada Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Layanan SKCK Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh selaku lembaga independen pelaksana survei. Berdasarkan hasil penilaian, Polres Tabanan meraih nilai IKM 92,58, mengungguli ratusan polres lain di Indonesia.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh jajarannya untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh personel. Namun yang terpenting, ini menjadi pengingat bagi kami agar terus meningkatkan pelayanan, terutama pada proses penerbitan SKCK bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, survei dilakukan sepanjang tahun 2025 dengan melibatkan responden dari masyarakat pemohon SKCK, termasuk pengecekan langsung ke instansi pemerintah dan perusahaan yang rutin mengurus penerbitan SKCK bagi karyawannya.

Penilaian dilakukan melalui beberapa indikator, seperti kemudahan prosedur, kecepatan layanan, kepastian biaya, kenyamanan fasilitas, serta sikap petugas.

“Tingginya nilai IKM menunjukkan bahwa pelayanan SKCK Polres Tabanan mampu bersaing dengan jajaran Polres besar lainnya di Indonesia,” kata Bayu Pati.

Ke depan, Polres Tabanan berkomitmen untuk mempertahankan kualitas tersebut sekaligus menghadirkan terobosan baru.

“Penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk bekerja lebih baik, memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan presisi demi mewujudkan kepolisian yang semakin dipercaya masyarakat,” imbuhnya. (rls)

Pemugaran Pelinggih Rampung, Upacara Wraspati Kalpa Digelar di Pura Luhur Tanah Lot

Prosesi Mendak Siwi pada Rabu (2/11/2025), rangkaian Karya Wraspati Kalpa di Pura Luhur Tanah Lot.
Prosesi Mendak Siwi pada Rabu (2/11/2025), rangkaian Karya Wraspati Kalpa di Pura Luhur Tanah Lot.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemugaran bangunan Pelinggih Utama di Pura Luhur Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan, telah rampung. Sebagai tahapan akhir, Pengempon Pura bersama Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot menggelar upacara Wraspati Kalpa. Rangkaian upacara diawali dengan prosesi Mendak Siwi pada Rabu (2/11/2025).

Pemugaran yang berlangsung sejak Juni 2025 tersebut menjadi momentum penting bagi pengempon dan masyarakat, karena bangunan suci kini kembali dapat difungsikan secara penuh untuk menopang upacara adat dan kegiatan keagamaan di Pura Luhur Tanah Lot.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dukungan teknis dan sumber daya agar pelaksanaan pujawali berlangsung aman dan tertib.

“Fokus kami adalah pengamanan, kebersihan, serta keselamatan pemedek dan pengunjung, mengingat akses menuju pura sangat dipengaruhi pasang surut air laut. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.

Di tengah pelaksanaan karya, DTW Tanah Lot tetap beroperasi secara terbatas dan teratur sehingga wisatawan tetap dapat mengenal kekayaan budaya dan spiritualitas Bali.

Selama rangkaian upacara, para pemedek juga melaksanakan ngaturan ayahan, termasuk persembahan tari-tarian sakral yang menjadi atraksi budaya bernilai tinggi dan memberi pengalaman spiritual sekaligus edukatif bagi wisatawan.

Sebagai bentuk dukungan dan antisipasi kondisi alam, panitia pengempon melalui Manajemen Operasional DTW Tanah Lot juga akan merilis perkiraan waktu pasang – surut air laut sebagai panduan bagi pemedek yang akan tangkil ke Pura Luhur Tanah Lot.

Dukungan dari berbagai unsur juga dilibatkan secara maksimal, meliputi personel pengamanan, petugas kebersihan, petugas layanan informasi, personel Balawista hingga pengaturan arus pengunjung dan penempatan pos pantau di titik-titik strategis.

“Mengingat akses menuju pura sangat dipengaruhi oleh kondisi laut, kami imbau pemedek tetap waspada, berhati-hati, dan menyesuaikan waktu tangkil dengan jadwal pasang–surut demi keamanan dan kelancaran prosesi,” kata Sudiana. (ana)

Dua Tersangka Pencurian di Tabanan Dibebaskan Lewat Keadilan Restoratif

Kejari Tabanan menerapkan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, Selasa (26/11/2025).
Kejari Tabanan menerapkan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, Selasa (26/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan kembali menerapkan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Pada Selasa, (25/11/2025), Kepala Kejari Tabanan, Arjuna M. Wiritanaya, bersama Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Ngurah Wahyu Resta, melepas dua tersangka dari tahanan setelah perkara mereka dinyatakan dihentikan.

Kedua tersangka berinisial KK dan AP. Mereka masing-masing terlibat dalam kasus pencurian di Desa Beraban dan Desa Bantiran.

Kajari Tabanan Arjuna M. Wiritanaya menjelaskan, penghentian penuntutan dilakukan berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan.

Keadilan restoratif dapat diterapkan karena kedua pihak yakni tersangka dan korba telah mencapai kesepakatan damai.

“Pelepasan ini merupakan tindak lanjut dari terpenuhinya seluruh persyaratan formil maupun materiil penghentian penuntutan melalui mekanisme keadilan restoratif,” jelas Arjuna.

Adapun persyaratan yang telah dilenuhi yakni, kedua tersangka belum pernah dihukum, bersikap kooperatif, dan memiliki tanggung jawab keluarga.

“Selain itu, tokoh masyarakat di dua desa tersebut juga memastikan bahwa perkara tidak lagi menimbulkan gangguan sosial,” ujarnya.

Penghentian penuntutan juga telah mendapat persetujuan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum setelah melalui gelar perkara di Kejaksaan Agung RI.

“Sebagai bagian dari proses pemulihan sosial, Tersangka bersedia menjalani sanksi sosial berupa kegiatan pembersihan tempat ibadah selama periode waktu yang telah disepakati,” imbuh Arjuna.

Acara pelepasan turut dihadiri keluarga tersangka, pihak korban, serta Kepala Desa Beraban dan Kepala Desa Bantiran. (rls) 

Ngantor di Desa Antap, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Kelola Potensi Lokal 

Bupati Tabanan saat Ngantor di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (25/11/2025).
Bupati Tabanan saat Ngantor di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (25/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program Bungan Desa atau Bupati Ngantor di Desa kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan. Pada pelaksanaan ke-63 ini, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, hadir di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (25/11/2025).

Program ini sebagai wujud komitmennya untuk turun langsung di tengah masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong kemandirian desa menuju Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Kehadiran Sanjaya turut didampingi anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Sekda, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah serta berbagai undangan terkait lainnya.

Kunjungan pertama Bungan Desa di Desa Antap, diawali dengan menyapa pelaku UMKM lokal. Bupati Sanjaya bersama jajaran meninjau Perajin Gamelan Rindik dan Gangsa milik I Gusti Putu Widiana di Banjar Dinas Antap Dajan Telabah.

Selain berdialog dan menyaksikan proses pembuatan rindik, serta memainkan rindik, Ia juga memberikan dukungan nyata dengan memesan 10 rindik dan 4 gender sebagai upaya pelestarian seni dan budaya daerah. Perjalanan dilanjutkan menuju Kelompok Bakti Rahayu di Banjar Dinas Antap Kelod.

Di lokasi tersebut, beliau berinteraksi dengan para anggota kelompok sekaligus mengikuti proses pembuatan bubu (alat penangkap lobster), yang produk-produknya juga dipasarkan hingga ke wilayah Yeh Gangga.

Tidak hanya itu, Sanjaya turut meninjau peternakan kambing BUMDes setempat sebagai bagian dari dukungan penguatan ekonomi desa. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Sanjaya juga membeli hasil tangkapan dari seorang nelayan yang baru datang melaut, berupa ikan dan lobster.

Usai kunjungan, Sanjaya beserta jajaran hadir di Balai Banjar Desa Adat Antap Delod Sema, dengan sambutan hangat dari masyarakat. Kehadirannya pun diawali dengan menyapa anak-anak setempat, menyerahkan buku untuk mendukung layanan Perpustakaan Keliling, menyerahkan bantuan paket kepada dua anak terduga stunting, serta membagikan bingkisan bagi anak-anak setempat yang bernama Ketut.

Suasana semakin akrab melalui sesi maliang-liang dengan kuis yang diberikannya serta pembagian doorprize kepada setiap masyarakat yang mampu bisa menjawab pertanyaan Bupati Sanjaya.

Dalam sambutannya, Sanjaya menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komitmen desa dalam mendukung visi pembangunan Tabanan.

“Tujuan utama saya adalah mendekatkan program ring Kabupaten dengan program yang ada di Desa. Saya yakin visi-misi Pak Mekel (Perbekel) pasti selaras dengan visi kita di Kabupaten, yaitu bagaimana mempercepat proses pembangunan dan mensejahterakan masyarakat, khususnya di Desa Antap,” tegasnya.

Rangkaian Bungan Desa juga diramaikan dengan berbagai layanan publik terpadu guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya, Pelayanan Literasi Inklusi dan Akses Perbankan dari Bank BPD Bali, pelayanan kesehatan beserta pembagian kacamata gratis sebanyak 108 buah, serta pelayanan dari berbagai OPD: DPMPTSP (penyerahan perizinan), Dukcapil (penyerahan KTP Elektronik), Bakeuda (pembayaran PBB), pelayanan AK1 (Kartu Kuning), Samsat Keliling, hingga BPJS Keliling. Layanan-layanan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat desa.

Berbagai pelayanan diharapkan Sanjaya mampu memberikan manfaat yang positif bagi seluruh masyarakat serta mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Seperti biasa dalam kegiatan Bungan Desa, kami hadir dengan berbagai pelayanan. Hampir semua pelayanan yang kami miliki di Kabupaten kami persembahkan bagi Desa Antap yang kami cintai. Kami sekaligus ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat secara langsung, sehingga masyarakat betul-betul terlayani secara langsung sampai tingkat bawah, itulah tugas pemerintah,” imbuh politisi asal Dauh Pala tersebut.

Melihat potensi Desa Antap, mulai dari kerajinan alat musik kesenian Bali, sektor perikanan, hingga peternakan, dan pertanian yang ada, Sanjaya menekankan pentingnya penguatan pemasaran dan hilirisasi produk desa.

Ia menyoroti peran Dekranasda Tabanan dan Perusda Tabanan dalam pemberdayaan UMKM dan IKM, serta pentingnya sinergi dan penguatan antara Bumdes dan Perusda Sanjayaning Singasana untuk menampung dan memasarkan produk lokal secara lebih luas dan berkelanjutan.

Sanjaya sangat berharap, kehadirannya bersama jajaran di setiap Desa yang dikunjungi, mampu memberikan dampak yang positif dan berpihak untuk masyarakat.

“Kami datang ke desa bukan hanya memberikan bantuan, tetapi solusi pemberdayaan. Dengan desa presisi nanti, kita petakan potensi dan komoditas, sehingga Tabanan benar-benar menjadi lumbung pangannya Bali. Kita hidupkan Bumdes, Bumdes hidupkan Perusda, dan Perusda akan menjual produk masyarakat ke hotel-hotel, restoran, dan lainnya di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, I Ketut Wastika selaku Perbekel Desa Antap, sampaikan ucapan terima kasihnya atas kehadiran Bupati dan jajaran di tengah tengah masyarakat Desa antap.

Melalui paparannya, pihaknya menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki di Desa Antap, termasuk sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan hingga kerajinan yang diharapkan dapat terus diatensi oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Terkait potensi yang ada tersebut dapat menjadi penyokong dan pendukung dalam kemajuan desa adat, serta mohon dukungan dan bantuan dari Bapak Bupati Tabanan, sehingga dengan potensi-potensi yang ada, desa dapat menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat desa kami yaitu Desa Antap,” ujarnya.

Mengakhiri rangkaian kegiatan Bungan Desa, Sanjaya kemudian menuju Kantor Perbekel Desa Antap. Kegiatan diawali dengan sesi konseling calon pengantin melalui program Semara Ratih dan aktivitas pembahasan keselarasan program pemerintahan di ruang kerja Perbekel.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menerima audiensi Bendesa Adat Antap Delod Sema dan Bendesa Adat Bonian sebagai bentuk penyerapan dan mendengarkan aspirasi serta memperkuat sinergi pemerintah dengan desa adat. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon tabebuya sebagai simbol penghijauan dan kelestarian lingkungan. (rls)