- Advertisement -
Beranda blog Halaman 534

Harga Gabah Tembus Rp7.500 Per Kilogram

Ilustrasi gabah (foto: iNews.id)
Ilustrasi gabah (foto: iNews.id)

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Tananan kini mencapai Rp7.500 per kilogram. Harga tersebut masih tergolong tinggi sebab periode akhir tahun ini masuk masa panen padi.

Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Tabanan I Ketut Budiarta mengatakan, harga GKP pada periode panen akhir tahun ini masih relatif tinggi, menembus angka Rp7.500 per kilogram.

“Harga gabah saat ini masih relatif tinggi, atau mencapai Rp7.500 per kilogram. Atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan awal bulan Desember lalu yang harganya masih di angka Rp7.200 per kilogram,” jelasnya, Selasa (12/12/2023)

Menurutnya, kenaikan harga gabah saat ini disebabkan karena kuantitas gabah yang dihasilkan pada musim panen saat ini menurun jika dibandingkan dengan kuantitas panen periode sebelumnya.

“Mahalnya harga gabah ini, juga disebabkan karena di beberapa kabupaten di Bali mengalami gagal panen sehingga banyak pemilik usaha penggilingan di luar Tabanan bahkan di luar Bali mengambil gabah Di Tabanan,” tambahnya.

Tingginya harga gabah ini juga berdampak pada harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Tabanan. Harga beras sampai saat ini masih menembus angka Rp15 ribu per kilogram.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ni Made Murjani ketika dikonfirmasi membenarkan jika harga beras di Kabupaten Tabanan masih relatif tinggi.

“Dari Pantauan tim kami di 10 Pasar Tradisional di Tabanan, harga beras masih relatif tinggi. Kondisi ini karena mengikuti mekanisme pasar. Untuk rencana operasi pasar, kami belum ada jadwal dan itu juga bukan kewenangan kami,” jelasnya. (ana)

3 Perbekel Mengundurkan Diri Karena Nyaleg, PAW Bakal Dilantik Bulan Ini

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tiga perbekel atau kepala desa Pergantian Antar Waktu (PAW) di Kabupaten Tabanan yang terpilih akan dilantik pada minggu ketiga bulan Desember 2023.

Adapun ketiga PAW ini dari Desa Sembung, Desa Pandak Gede dan Desa Antosari, menggantikan perbekel sebelumnya yang mundur karena mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2024.

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa, IGAN Supartiwi mengatakan, ketiga perbekel ini dipilih melalui Pemilihan Perbekel PAW (Pilkel PAW) yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa.

“Pemilihan dilakukan melalui musyawarah desa pada 31 Oktober 2023 lalu karena pelaksanaan Pilkel sesuai aturan dilakukan sebelum 1 November 2023,” ujarnya, Selasa (12/12/2023).

Ketiga Perbekel PAW yang terpilih yakni Perbekel Sembung, Kecamatan Kerambitan, I Nengah Suraja digantikan oleh I Gusti Nengah Sulandera.

Perbekel Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, I Wayan Widhiarta digantikan I Nyoman Agus Suriawan.

Kemudian, Perbekel Pandak Gede, Kecamatan Kediri, I Gusti Ketut Artayasa digantikan oleh I Made Topik Wibawa.

“Untuk mengisi kekosongan, di hari itu pun melalui SK yang sama telah ditunjuk Pj (penjabat). Kemudian, setelah melalui musyawarah mufakat terpilihlah ketiga PAW itu,” jelas Supartiwi.

Terkait jadwal pelantikan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Bupati Tabanan.

“Jadwal pelantikan masih dalam proses koordinasi dengan Bapak Bupati. Namun, dipastikan minggu ketiga bulan Desember ini,” tegasnya. (ana)

Wapub Badung Buka TJSP 2023, Beri Penghargaan Perusahaan yang Berkontribusi Dalam Program Pembangunan

Wabup Suiasa membuka acara Gathering TJSP Tahun 2023 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para stakeholder di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (11/12/2023).
Wabup Suiasa membuka acara Gathering TJSP Tahun 2023 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para stakeholder di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (11/12/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka acara Gathering Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Tahun 2023, bertempat di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (11/12/2023).

Acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para stakeholder perusahaan yang berkontribusi dalam program pembangunan di Kabupaten Badung di tahun 2023, dengan mengangkat tema ‘Sinergi Dunia Usaha Untuk Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan’.

Wabup Suiasa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung, melaksanakan acara Gathering Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kabupaten Badung dalam rangka secara bersama stakeholder TJSP Kabupaten Badung dengan Pemkab Badung dengan para pelaku usaha di bidang sosial, berkaitan dengan TJSP itu sendiri.

Selanjutnya melaksanakan diskusi dalam rangka menyampaikan berbagai gagasan, konsep dalam merumuskan strategi kompresional, untuk bagaimana mengelola, eksekusi terhadap program TJSP di Kabupaten Badung. Diharapkan, TJSP Kabupaten Badung bisa menjadi satu pemantik dalam terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang bersifat inklusif. Inklusif dalam arti bahwa TJSP benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat.

“Mengapa penting dilaksanakan inklusif, agar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat. Kita lakukan sesuatu, dalam membuat berbagai strategi operasional TJSP Kabupaten Badung, secara inklusif bahwa gathering merupakan proses panjang yang kita lakukan seperti membangun konsolidasi, FGD bahkan agar bisa lebih jauh lagi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan TJSP, perusahaan dan pemerintah membuat Musrenbang terlihat lebih jelas dan transparan. TJSP secara badan hukum berbentuk organisasi, kedepan agar lebih jelas progress yang sudah dilaksanakan.

TJSP juga sebagai pembangunan daerah dalam mengkoneksikan perusahaan dengan pemerintah untuk tetap bersinergi sesuai dengan visi dan misi kita dari segi aspek kesehatan, lingkungan, Pendidikan maupun dari aspek lainnya.

Selain itu dibutuhkan kerjasama dan sinergi dari semua pihak terutama dunia usaha yang memiliki sumber daya dan kapasitas untuk berkontribusi secara signifikan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Badung sangat menyambut baik dan mendukung setiap inisiatif dan program TJSP yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan di Kabupaten Badung. Mudah-mudahan melalui kerjasama dan sinergi yang baik antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum TJSP Badung I Made Suarsa dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakan Gathering, guna terjalinnya komunikasi yang lebih intens dalam mewujudkan konsep Sustainable Developments Goals (SDGS) Tahun 2015-2030.

Ada top partner TJSP Kabupaten Badung, yang terdiri dari tiga perusahaan TJSP di bidang pemberdayaan masyarakat, lima perusahaan TJSP di bidang sosial, empat perusahaan TJSP di bidang pendidikan dan tiga perusahaan TJSP di bidang lingkungan.

Dijelaskan bahwa pelaksanaan TJSP Tahun 2023, sampai dengan pertengahan Desember 2023, mencangkup bidang pemberdayaan masyarakat, bidang sosial, bidang Pendidikan, maupun bidang lingkungan. Untuk jumlah perusahaan yang aktif melaporkan pelaksanaan TJSP pada Tahun 2023 sebanyak 106 perusahaan.

“Berdasarkan laporan tersebut, dilakukan penilaian terhadap indikator-indikator yang meliputi, kepemilikan dokumen perencanaan program, kesesuaian implementasi program dengan potensi wilayah, keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan, kolaborasi multi pihak dalam implementasi program dampak sosial, ekonomi dan lingkungan, kesesuaian dengan SDGS, ketersediaan evaluasi program dan implementasi program berdampak terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan,” ungkapnya. (rls)

Harga Cabai Merangkak Naik, Kini Tembus Rp90 Ribu Per Kilogram

Penjualan cabai di Pasar Dauh Pala, Tabanan.
Penjualan cabai di Pasar Dauh Pala, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Harga cabai di sejumlah pasar di Kabupaten Tabanan kembali merangkak naik.

Seorang pedagang cabai di Pasar Dauh Pala, Anggi (35) mengatakan, harga cabai saat ini berkisar di harga Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.

“Harga cabai naik perlahan-lahan, bulan lalu harga cabai kecil masih Rp70 ribu, tapi sekarang sudah Rp90 ribu. Begitu juga cabai besar saat ini harganya Rp80 ribu dari Rp35 ribu,” jelasnya, Senin (11/12/2023).

Menurutnya, kenaikan harga ini terjadi akibat peralihan musim, dari musim panas menuju ke musim hujan sehingga pohon-pohon cabai banyak yang layu dan membusuk.

Biasanya Ia membeli cabai dari petani langsung untuk dijual dan ada juga yang mengambil dari pengepul.

“Terkadang petani yang hasil panennya tidak terlalu banyak akan dibawa ke pasar untuk dijual langsung ke pedagang. Untuk harga, tidak terlalu jauh berbeda, hanya selisih 3.000 saja,” ungkapnya.

Anggi menambahkan, kenaikan harga ini juga dipengaruhi menjelang hari Natal dan Tahun baru serta hari raya Galungan dan Kuningan.

“Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada cabai saja melainkan juga terjadi bahan pokok lainnya seperti bawang merah. Namun, kenaikannya tidak terlalu signifikan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan Ni Made Murjani menyebut kenaikan harga bahan pokok, khusunya cabai memang terjadi di beberapa pasar.

“Menurut data yang kami terima dari bulan sebelumnya, kenaikan ini memang ada, dari bahan pokok cabai khususnya hingga saat ini kurang lebih di kisaran Rp80 ribu per kilonya,” tuturnya.

Murjani menyebut, kenaikan harga belum ada yang signifikan. Misalnya bawang merah masih di kisaran harga Rp25 ribu termasuk cabai Rp80 ribu itu masih tergolong datar.

“Sebenarnya kenaikan harga ini karena permainan tengkulak di pasar. Jika stok di pedagang pasar sudah menipis, maka harga langsung dinaikkan. Tapi dari pengecekan rutin yang dilakukan, pasokan masih aman,” jelasnya.

Terkait antisipasi lonjakan sejumlah bahan pokok menjelang akhir tahun ini khususnya menjelang Nataru, Murjani mengatakan, tidak mengadakan pasar murah karena pasar murah ini hanya dilakukan dua kali selama setahun. Namun, kegiatan operasi pasar akan dilakukan jika terjadi lonjakan harga.

“Kami melihat kondisi pasar nantinya, jika diperlukan kami akan lakukan operasi pasar sebagai langkah antisipasi,” imbuhnya. (jas)

ASN Lapas Tabanan Jaga Netralitas Jelang Pemilu

Kegiatan apel pagi di halaman Lapas Kelas IIB Tabanan, Senin (11/12/2023).
Kegiatan apel pagi di halaman Lapas Kelas IIB Tabanan, Senin (11/12/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menekankan seluruh petugas untuk menjaga netralitas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang.

“Seperti kita ketahui, tahun depan adalah tahun politik. Saya berharap rekan-rekan sekalian dapat menjaga netralitas sebagai ASN. Sumbangsih kita pada pemilu nanti hanya dalam bentuk pemberian suara yang merupakan hak kita sebagai warga Negara,” ujar Kepala Lapas Tabanan Muhamad Kameily saat mengikuti kegiatan apel pagi di halaman lapas, Senin (11/12/2023).

Ia juga menghimbau agar stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) dapat dijaga menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Saya harap Ka. KPLP beserta jajaran agar dapat menjaga stabilitas kamtib menjelang nataru. Selalu laksanakan deteksi dini gangguan kamtib seperti sidak dan berkoordinasi dengan jajaran adkamtib,” tegasnya.

Selanjutnya Kalapas juga mengatakan agar pemenuhan hak-hak Warga Binaan agar dapat dipenuhi.

“Kasi Bimnadik dan Giatja beserta jajaran pembinaan tolong untuk pemenuhan hak-hak Warga binaan agar segera ditindaklanjuti dalam hal ini remisi khusus keagamaan bagi Warga Binaan umat Nasrani menjelang hari Natal,” ucap Kameily.

Menjelang nataru Kalapas juga menegaskan kepada petugas untuk menjaga kedisiplinan.

“Rekan-rekan sekalian menjelang nataru saya juga menghimbau untuk tetap menjaga kedisiplinan dalam bekerja. Jikapun nanti ada kepentingan yang sifatnya urgent, bisa dikoordinasikan terlebih dahulu dengan bagian kepegawaian,” terangnya. (ana)

Berniat Bunuh Diri, Pria Asal Jatim Melompat di Jembatan Under Pass Dewa Ruci

Seorang pria ditemukan tergeletak di Under Pass Dewa Ruci, Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, pada Senin (11/12/2023).
Seorang pria ditemukan tergeletak di Under Pass Dewa Ruci, Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, pada Senin (11/12/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Seorang pria ditemukan tergeletak di Under Pass Dewa Ruci, Jalan Sunset Road, Kecamatan Kuta, Badung, pada Senin (11/12/2023) sekitar pukul 06.00 WITA.

Korban berinisial IS (24) tersebut diduga melakukan percobaan bunuh dengan melompat dari atas jembatan.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, pria yang diketahui berasal dari Probolinggo, Jawa Timur itu, ditemukan dalam kondisi terlentang di tengah jalan dengan mengenakan celana jeans warna biru dan baju kaos lengan panjang warna hitam.

“Posisi tubuhnya ditemukan tengadah dengan kepala menghadap ke arah barat dan kedua lutut menekuk,” ujarnya.

Sukadi menyebut, dari rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi, terlihat korban sedang berdiri di pinggir pembatas jembatan. Kemudian, tiba-tiba dia melompat dan jatuh di Under Pass Dewa Ruci. Akibatnya, korban mengalami luka robek di bibir, kepala, serta lecet di tangan.

“Saat itu, korban ditemukan dalam keadaan hidup dan masih bergerak. Kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUP Prof Ngoerah Denpasar,” jelasnya.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sepeda motor Suzuki Smash warna biru-hitam dengan nomor polisi DK 6405 FG yang diduga milik korban.

“Hingga saat ini, korban masih dalam perawatan intensif, belum dapat diinterogasi dan sudah di tangani Polsek Kuta,” ucapnya. (ana)

Kecelakaan Maut di Kediri, 1 Korban Tewas dan 3 Luka Berat

Polisi lakukan olah TKP kecelakaan di Jalan A.Yani jurusan Denpasar - Gilimanuk tepatnya sebelah Barat jembatan termasuk wilayah Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung Kecamatan Kediri, Tabanan.
Polisi lakukan olah TKP kecelakaan di Jalan A.Yani jurusan Denpasar - Gilimanuk tepatnya sebelah Barat jembatan termasuk wilayah Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan maut terjadi di Jalan A.Yani jurusan Denpasar – Gilimanuk tepatnya sebelah Barat jembatan termasuk wilayah Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Minggu (10/12/2023) sekitar pukul 21.00 WITA.

Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor Yamaha N-Max dengan nomor polisi DK 4987 GBM dengan sepeda motor Honda Scoopy dengan Nomor Polisi DK 4091 GAV.

Akibatnya, pengendara Yamaha N-Max bernama Putu Roy Santika (22) asal Desa Abiantuwung, Kediri, Tabanan, meninggal di tempat akibat pendarahan pada kepala.

Korban membonceng Ni Luh Suci Wulandari (17) asal desa Tri Buana, Abang, Karangasem, mengalami luka robek pada pipi kanan, tidak sadarkan diri.

Sementara, pengendara sepeda motor Scoopy I Komang Aldy Setyawan (18) asal Desa Buwit, Kediri, Tabanan mengalami pendarahan pada hidung, luka robek dan patah pada tangan kanan, luka lecet pada lutut kaki kanan dan tidak sadarkan diri.

Korban juga membonceng Ni Luh Gede Sinta Junia Pratiwi (15) asal Desa Bengkel, Kediri, Tabanan, mengalami patah kaki kanan dan kini dirawat dalam kondisi sadarkan diri.

“Satu korban meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka berat kini dirawat di RSUD Tabanan,” jelas Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata saat dikonfirmasi, Senin (11/12/2023).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian sepeda motor Yamaha N-Max yang dikendarai I Putu Roy Santika dengan membonceng NI Luh Suci Wulandari  datang dari arah Timur jurusan Denpasar menuju arah Barat.

Korban berjalan di pinggir jalan sebelah Utara. Setibanya di TKP, tepatnya sebelah Barat jembatan, pengendara motor Yamaha N-Max menyebrang memotong jalur dari arah Utara menuju arah Selatan jalan.

Namun, pada saat yang bersamaaan datang sepeda motor Scoopy yang dikendarai Komang Aldy Setyawan dari arah Barat jurusan Gilimanuk menuju arah Timur jurusan Denpasar.

Kemudian terjadi tabrakan di sebelah utara as jalan atau di jalur sepeda motor Scoopy.

“Kecelakaan terjadi karena pengendara sepeda motor Yamaha N-Max kurang hati-hati saat menyebrang dengan memotong jalur dan tidak memperhatikan sepeda motor Scoopy yang datang dari arah Barat,” imbuh Berata. (ana)

Hendak Potong Kayu, Warga Tertimpa Dahan Pohon di Marga

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang warga tertimpa pohon di Subak Guame, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan pada Minggu (10/12/2023) pagi.

Korban bernama I Wayan Musna (50) asal Desa Selanbawak, Marga, Tabanan, mengalami luka serius pada bagian kaki akibat tertimpa dahan pohon

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menjelaskan, kejadian ini bermula saat korban hendak memotong pohon kayu Albesia sekitar pukul 10.00 WITA.

Namun, kayu yang di potong menimpa ranting pohon yang lain, dengan kondisi ranting yang ditimpa sudah rapuh sehingga jatuh dan menimpa kaki korban.

“Korban memotong kayu di lahan kebun orang lain karena korban ini beli kayu untuk dijual lagi dan korban juga yang motong sendiri,” jelasnya.

Setelah menerima laporan dari warga, BPBD Tabanan langsung mengevakuasi korban. Upaya evakuasi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tabanan dan dibantu warga sekitar pukul 10.15 WITA.

“Korban dibawa ke RSUD Tabanan Tabanan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” imbuhya. (jas)

Bupati Sanjaya Sembahyang Bersama di Pura Luhur Batukau

Bupati Sanjaya saat sembahyang bersama di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Penebel, Tabanan, Minggu, (10/12/2023). 
Bupati Sanjaya saat sembahyang bersama di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Penebel, Tabanan, Minggu, (10/12/2023). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tradisi sembahyang bersama antara Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dan krama subak serta pekaseh Tabanan mencerminkan hubungan erat antara pemerintah daerah dan komunitas pertanian.

Seperti sembahyang bersama yang mengambil tempat di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Penebel, Tabanan, Minggu, (10/12/2023).

Sembahyang bersama ini dapat menjadi wujud dukungan spiritual dan sosial dari pemerintah terhadap keberlanjutan subak, serta memperkuat rasa kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga sistem irigasi dan keberlanjutan pertanian di Tabanan.

Ketua DPRD Provinsi Bali, N. Adi Wiryatama yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa bahagianya melihat subak yang utuh hanya ada di Kabupaten Tabanan. Bukan hanya pengurus, namun krama/masyarakat dengan Pemerintah Daerah masih kompak bersatu mempertahankan tradisi adiluhung warisan leluhur pendahulu.

Hal ini juga ditandai dengan kondisi alam Tabanan yang sangat berpotensi dalam mengembangkan sektor pertanian yang menjadi profesi mayoritas masyarakat Tabanan.

Hal senada juga disampaikan Bupati Tabanan, bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat berkomitmen mewujudkan pembangunan menyeluruh di Kabupaten Tabanan, salah satunya melalui ketahanan pangan.

Untuk itu, tradisi subak yang didalamnya menyangkut masyarakat adat yang memiliki karakter sosio agraris religius dan memiliki konsep Tri Hita Karana yang tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan alam serta kehidupan masyarakat yang sangat sesuai dengan visi misi besar Pemkab.

“Pemerintah sangat peduli tentang keberadaan subak dan pekaseh di Bali, khususnya di Tabanan. Kita tidak mungkin hadir di tengah-tengah krama subak dan pekaseh kalau tidak ada hati kita disini, begitupun dengan undangan lainnya. Ini adalah spirit kita, dukungan kita terhadap kelestarian tradisi, seni, adat dan budaya yang ada di Bali,” ujar Sanjaya usai melaksanakan persembahyangan bersama.

Bupati Sanjaya juga sangat bersyukur dan menyampaikan rasa terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Ketua DPRD Bali dan seluruh pihak terkait yang turut serta dalam menggelar kegiatan ini, begitu juga kepada Tjokorda Anglurah Tabanan yang telah tetap konsisten dan tidak mau meninggalkan jati diri beliau yang selalu berada di tengah-tengah pelestarian adat agama dan budaya, meliputi 428 subak dan subak abian di Tabanan.

“Kenapa ini perlu dijaga, karena sejarah mencatat dan hari ini pun masih kita rasakan, bahwa alam di Tabanan ini dari sembilan Kabupaten/Kota yang ada di Bali, hanya Tabanan yang masyarakatnya sangat konsen dan memegang teguh dunia persubakan dan sangat peduli dengan alam pertanian. Tidak salah kita di Tabanan disebut lumbung pangannya Bali,” imbuh Sanjaya.

Turut hadir dalam kegiatan sembahyang bersama yakni Ketua DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, Ketua Majelis Subak dan Subak Abian Kabupaten Tabanan dan jajaran, Perbekel, Bendesa Adat serta tokoh masyarakat setempat. (ana)

Sekda Adi Arnawa Buka Turnamen Ceki ST Bhakti Karya

Sekda Adi Arnawa saat membuka acara Turnamen Ceki ST Bhakti Karya di Balai Banjar Sila Dharma, Mengwitani, Minggu (10/12).
Sekda Adi Arnawa saat membuka acara Turnamen Ceki ST Bhakti Karya di Balai Banjar Sila Dharma, Mengwitani, Minggu (10/12).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa, mewakili Bupati Badung membuka acara Turnamen Ceki ST Bhakti Karya di Balai Banjar Sila Dharma, Mengwitani, Minggu (10/12/2023).

Turnamen yang diikuti 125 orang ini dihadiri oleh Perbekel Desa Mengwitani, Klian Dinas Br Sila Dharma dan Tokoh Masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana dari pemerintah sebesar Rp30 juta kepada Ketua Panitia I Putu Jaya Cahyadi disaksikan oleh seluruh peserta Turnamen Ceki.

Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendukung, mengapresiasi, dan memfasilitasi kegiatan turnamen ceki yang ada di kabupaten Badung. Komitmen pemerintah untuk membuat masyarakatnya senang,gembira, dan terhibur dengan terselenggaranya kegiatan ini.

“Dengan adanya turnamen ini juga setidaknya dapat menjalin silaturahmi dan masyarakat dapat duduk bersama menjalin kebahagiaan. Khusus dalam Pemilu yang akan datang, saya mengharapkan agar masyarakat selalu kompak, bersatu dan tidak terpecah-pecah. Gunakan hak pilih, bagaimanapun juga itu adalah wujud kita sebagai warga negara Indonesia yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia I Putu Jaya Cahyadi dalam laporannya mengucapkan terimakasih kepada Sekda Badung dan para peserta turnamen Ceki yang sudah ikut memeriahkan dan mendukung kegiatan Turnamen Ceki yang dilaksanakan oleh Sekaa Teruna Bhakti Karya.

“Semoga kita bersama-sama dapat menjaga kekompakan dan mengisi dengan banyak kegiatan positif dengan masyarakat sekitar dan ST. Bhakti Karya memiliki tekad yang aktif dalam bidang apapun,” harapnya. (rls)