- Advertisement -
Beranda blog Halaman 499

Cabuli 5 Anak PAUD, Kakek Asal Jepang Dideportasi Imigrasi Bali

TK (58) asal Jepang tersangka pencabulan terhadap lima anak PAUD, dideportasi Rudenim Imigrasi Kemenkumham Bali.
TK (58) asal Jepang tersangka pencabulan terhadap lima anak PAUD, dideportasi Rudenim Imigrasi Kemenkumham Bali.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Rumah Detensi (Rudenim) Imigrasi, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali kembali mendeportasi Warga Negara Asing (WNA) berinisial TK (58).

TK yang berkewarganegaraan Jepang dideportasi lantaran telah terlibat dalam kasus pencabulan terhadap lima anak PAUD.

Dalam kasus ini TK dipidana penjara 5 tahun subsider denda 3 bulan penjara di Lapas Kerobokan karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul sebagaimana dimaksud dengan Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (4) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU tentang Perlindungan Anak.

Kepala Rudenim Denpasar, Gede Dudy Duwita, menyatakan bahwa TK adalah pemegang Itas Pensiun C319 yang berlaku sampai dengan 31 Oktober 2020 dan terlibat dalam kasus pencabulan terhadap lima anak PAUD.

“Sejak Februari 2018, TK menjadi sukarelawan di sebuah PAUD di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar, Bali. Selama itu TK tinggal di sana dan  bertugas menjaga kebun dan perlengkapan PAUD. Ia juga kerap menggantikan tukang masak disana,” terangnya.

Selanjutnya dirinya menjelaskan, pencabulan ini terjadi sekitar bulan Januari sampai April 2019 pada saat jam istirahat siang. Motifnya TK meminta lima murid yang menjadi korban untuk masuk ke kamarnya lalu meminta mereka melepas pakaian, dan melakukan perbuatan tidak senonoh. Anak-anak yang menjadi korban tersebut terpengaruh karena sering diberi hadiah oleh TK.

“Setelah itu orang tua korban mulai menyadari perubahan perilaku anak-anak pada Minggu (17/3/2019) dan setelah makan bersama pada Sabtu (30/3/2019), anak-anak menceritakan perbuatan cabul TK kepada orang tua mereka setelah  Mendengar hal ini, orang tua korban segera melaporkan kasus ini ke polisi,” imbuhnya.

Dirinya menjelaskan, setelah menjalani pokok pidana TK pun lepas dari Lapas Kerobokan pada tanggal 02 Januari 2024 yang selanjutnya menyerahkan TK ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai untuk direkomendasikan agar dilakukan pendeportasian. Selanjutnya Kanim Ngurah Rai menyerahkan TK ke Rudenim Denpasar pada (4/1/2024) untuk didetensi dan diupayakan pendeportasiannya lebih lanjut.

Dudy Duwita juga mengatakan, setelah TK didetensi selama 21 hari dan jajarannya berupaya ekstra dalam mengupayakan pendeportasiannya, maka TK dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada (25/1/2024) dengan seluruh biaya ditanggung oleh keluarganya. Setelahnya, TK yang dideportasi akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Sesuai Pasal 102 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, penangkalan dapat dilakukan paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan dan selain itu penangkalan seumur hidup juga dapat dikenakan terhadap Orang Asing yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Namun demikian keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya,” tutup Dudy. (jas)

Restoran La Torre Dalung Hangus Terbakar, Diduga Akibat Minyak Panas

Restoran La Torre di Jalan Raya Tuka, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, terbakar pada Senin (29/1/2024)
Restoran La Torre di Jalan Raya Tuka, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, terbakar pada Senin (29/1/2024)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kebakaran kembali terjadi di daerah Kecamatan Kuta Utara, kali ini si jago merah melalap sebuah bangunan Restoran La Torre yang beralamat di Jalan Raya Tuka, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin (29/1/2024) pagi.

Kasi Humas Polres Badung Iptu I Ketut Sudana saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar terjadi kebakaran di salah satu restoran di daerah Tuka Desa Dalung, dan saat ini api sudah dapat dipadamkan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan seorang Kapten Kitchen. Sekitar pukul 07.00 WITA ia menghidupkan dua kompor untuk memanaskan minyak, satu kompor digunakan untuk memasak kerupuk dan satu lainnya lagi masih untuk memanaskan minyak.

Selang beberapa saat, dikarenakan minyak yang terlalu panas sehingga kompor mengeluarkan api. Lalu ia mencoba memadamkan dengan menyemprotkan air tetapi api malah semakin membesar dan api tersebut langsung menyambar atap Kitchen yang terbuat dari Fiber. Api kemudian melalap atap restauran yang terbuat dari alah-alang.

Atas kejadian tersebut restauran hangus terbakar dan enam unit mobil pemadam kebakaran dari pos induk Badung dan pos Dalung dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.

“Astungkara tidak ada korban jiwa sementara kerugian material belum bisa di tafsirkan,” ungkap Sudana. (jas)

Acungkan Pisau Belati ke Pengendara Motor, Pria Asal Sumba Diamankan Polsek Mengwi

Imanuel Lere Mawo (24), pelaku pengancaman dengan mengacungkan senjata tajam di Jalan Raya Cepaka - Panglan, tepatnya di depan UD Sinar Ulan, wilayah Banjar Cepaka, Desa Kapal, Mengwi, Badung.
Imanuel Lere Mawo (24), pelaku pengancaman dengan mengacungkan senjata tajam di Jalan Raya Cepaka - Panglan, tepatnya di depan UD Sinar Ulan, wilayah Banjar Cepaka, Desa Kapal, Mengwi, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Unit Reskrim Polsek Mengwi mengamankan seorang pria bernama Imanuel Lere Mawo (24) usai melakukan aksi pengancaman dengan mengacungkan senjata tajam di Jalan Raya Cepaka – Panglan, tepatnya di depan UD Sinar Ulan, wilayah Banjar Cepaka, Desa Kapal, Mengwi, Badung pada Minggu (28/1/2024).

Pria asal Desa Watu Karere, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur itu diketahui bekerja sebagai sopir dan tinggal sementara di kos-kosan Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana menjelaskan, kejadian ini berawal saat pengendara sepeda motor Yamaha NMax Hitam DK 2403 UAU dikendarai oleh I Kadek Agus Putra dengan membonceng Gede Juni Surya Atmaja datang dari arah Utara mengarah ke selatan.

Tepat di depannya terdapat pengendara sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai oleh Imanuel Lere Mawo dengan membonceng salah satu temannya. Lalu dari sisi sebelah kanan ada pengendara sepeda motor Kawasaki KLX yang menyerempet sepeda motor Imanuel yang menyebabkan sepeda motornya miring kekiri.

“Setelah itu, Imanuel berhenti sambil mengambil pisau belati dengan tangan kanan yang diselipkan di pinggang sebelah kiri. Selanjutnya Imanuel mengacungkan pisau belati tersebut kearah Agus Putra dan Joni Surya, dan mengejarnya kearah Selatan, karena panik Agus Putra dan saksi berlari kearah selatan, pelapor berlari sampai di tikungan Pura Dalem Bangun Sakti dan diam disebuah warung,” terang Ketut Adnyana saat dikonfirmasi Senin (29/1/2024).

Selanjutnya, berselang  lima belas menit, Agus Putra kembali keutara lalu melihat kerumunan warga yang sudah ramai di sekitar TKP, lalu segera melaporkan kejadian ke Polsek Mengwi.

Dari olah TKP diketahui terduga pelaku kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau belati. Lalu pelaku beserta barang buktinya diamankan oleh Unit Opsnal Polsek Mengwi.

“Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, dia merasa marah dan mengira pengendara NMax tersebut merupakan teman pengendara sepeda Kawasaki KLX yang menyerempet pelaku,” imbuh Ketut Adnyana. (jas)

DPC PDI Perjuangan Tabanan Kibarkan Bendera Abiantuwung Bersatu dan Deklarasi Ganjar – Mahfud

PANTAUBALI.COM, TABANAN –  Semakin solid dan terus bergerak maju bersama masyarakat, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri acara Pengibaran Bendera Abiantuwung Bersatu dan Deklarasi mendukung Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor urut 3 Ganjar Pranowo – Mahfud MD dan Caleg asal Desa Abiantuwung yang bertempat di Wantilan Desa Adat Abiantuwung, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Minggu, (28/1/2024).

“Patut kita berbangga hari ini, selain titiang didaulat untuk menyampaikan serta menyerap aspirasi masyarakat, juga nanti dalam rangka pengibaran Bendera Abiantuwung Bersatu dan deklarasi. Maka hari ini di tengah-tengah kita, titiang mengajak Petugas Partai yang duduk di Legislatif Provinsi Bali, Kabupaten Tabanan hingga petugas Partai tingkat Anak Ranting di Desa Abiantuwung,” ujar Sanjaya dalam sambutannya.

Dimana nanti disampaikannya, kalau sudah mempunyai tokoh-tokoh yang kredibel membangun Desa, sudah barang tentu akan memberikan dampak positif bagi perkembangan Desa serta kesejahteraan masyarakat.

Saat itu, Sanjaya turut didampingi anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Purnaya, Anggota DPRD Tabanan Anak Agung Sagung Ani Ariani, serta Pengurus DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting se-Desa Abiantuwung, hingga simpatisan dan relawan partai, duduk bersama dengan masyarakat.

“Desa Abiantuwung ini adalah Desa yang bersejarah, patutlah saya sebagai Ketua DPC Partai dan sekaligus saya diberikan mandat oleh Partai sebagai pejabat eksekutif menjadi Bupati, seyogyanya, wajib hukumnya bagi saya memiliki wakil rakyat yang akan menyerap aspirasi masyarakat kita, khususnya di Desa Abiantuwung. Hal itu juga sudah terbukti selama lima tahun ini dengan adanya Wakil Rakyat dan tokoh-tokoh yang kredibel,” tegas Sanjaya.

Kedepannya, Sanjaya juga berharap, bahwa Desa Abiantuwung yang luar biasa dan memiliki jumlah pemilih sekitar 8 ribuan orang, semoga bisa digunakan dengan baik agar memberikan manfaat yang baik pula dalam menyambut Pemilu Serentak 2024 mendatang. Desa Abiantuwung diharapkan selalu menjadi Desa yang bersatu dan selalu mampu membuktikan dukungan kepada wakilnya untuk berkompetisi dalam rangka memperjuangkan serta mewujudkan pembangunan di Desa setempat.

Usai memberikan sambutan dihadapan ribuan masyarakat, Sanjaya menandai dengan pemukulan Gong Deklarasi mendukung Ganjar – Mahfud dan mengusung Caleg Desa Abiantuwung Anak Agung Sagung Ani Ariani oleh masyarakat Desa Abiantuwung. Kemudian Sanjaya bersama Masyarakat dan para Wakil Rakyat serta hadirin lainnya mengibarkan Bendera Abiantuwung Bersatu berukuran super besar di Desa yang penuh sejarah tersebut.

Selaku Bendesa Adat, I Gusti Ketut Widiana, SE, menyampaikan rasa bangga dan terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Desa Abiantuwung serta dukungan dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan beserta para tokoh lainnya, kader dan simpatisan, hingga relawan partai yang turut hadir.

“Titiang di Desa Adat Abiantuwung Bersatu, mendukung sepenuhnya Bapak Ganjar – Mahfud menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI. Semoga berkat Pasuecan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan restu Ketua DPC, mampu mencapai tujuan pada perhelatan Pemilu Serentak yang akan datang,” pungkasnya. (ana)

Kanwil Kemenkumham Bali Gandeng KPU Berikan Sosialisasi Pemilu 2024

KPU Badung bersama Kemenkumham Bali memberikan sosialisasi kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan yang digelar di Wisma Besakih, Lapas Kerobokan, Minggu (28/1/2024).
KPU Badung bersama Kemenkumham Bali memberikan sosialisasi kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan yang digelar di Wisma Besakih, Lapas Kerobokan, Minggu (28/1/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, Bali, memberikan sosialisasi kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan yang digelar di Wisma Besakih, Lapas Kerobokan, Minggu (28/1/2024).

Dalam sosialisasi tersebut, KPU Badung menyampaikan informasi terkait jadwal, tahapan, dan tata cara penyelenggaraan Pemilu 2024. Selain itu, KPU Badung juga memberikan edukasi kepada warga binaan mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam Pemilu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Romi Yudianto menyampaikan, warga binaan juga memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pemilu. Oleh karena itu, KPU perlu memberikan sosialisasi agar warga binaan dapat memahami dan menjalankan haknya tersebut.

“Pemilu merupakan sarana untuk kedaulatan rakyat dan merupakan hak dari setiap warga negara. Oleh karena itu, setiap warga negara, termasuk warga binaan, memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pemilu,” ujar Romi.

Kegiatan tersebut juga disambut baik Kepala Lapas Kerobokan Kristyo Nugroho, dirinya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga binaan untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024. Warga binaan juga diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat penting bagi warga binaan. Dengan adanya sosialisasi ini, warga binaan dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam Pemilu,” ujar Kristyo. (jas)

Karya Melaspas Pewayangan Ida Betara di Pura Dalem Balangan

Sekda Adi Arnawa menghadiri upacara melaspas dan pasupati Pewayangan Ida Betara di Pura Dalem Desa Adat Balangan Desa Kuwum, Mengwi, Sabtu (27/1).
Sekda Adi Arnawa menghadiri upacara melaspas dan pasupati Pewayangan Ida Betara di Pura Dalem Desa Adat Balangan Desa Kuwum, Mengwi, Sabtu (27/1).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Dengan rampungnya ngodak Pewayangan Ida Betara, Sekda Adi Arnawa menghadiri upacara melaspas dan pasupati Pewayangan Ida Betara di Pura Dalem Desa Adat Balangan Desa Kuwum, Mengwi.

Karya dipuput oleh Ida Pedanda Bajing dari Griya Tegal Jingga Denpasar, Sabtu (27/1/2024) dan dihadiri anggota DPRD Kab. Badung I Wayan Regep, Made Yudana, Camat Mengwi Nyoman Suartana, Perbekel Desa Kuwum dan undangan lainnya.

Sebagai wujud bakti dan dukungan kepada masyarakat pengempon Pura, Sekda Adi Arnawa memberikan bantuan dana pribadi sebesar Rp10 juta, Bagus Alit Sucipta Rp5 juta, Wayan Regep Rp 2,5 juta dan Made Yudana Rp2,5 juta.

Mewakili Bupati Giri Prasta dalam sambrama wecananya Sekda Adi Arnawa menyampaikan rasa bahagia karena masyarakat Desa Adat Balangan sudah melaksanakan karya ngodak, melaspas dan pasupati Pewayangan Ida Betara di Pura Dalem sebagai wujud bakti krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Pelaksanaan karya yang besar ini tentu diharapkan akan berdampak baik kepada warga yang sudah bersatu padu sehingga semua berjalan dengan baik lancar, sida sidaning don,” ucap Sekda Adi Arnawa.

Sementara Panitia Karya Ketut Sumatra menyampaikan terima kasih kepada Sekda Adi Arnawa selaku pemerintah karena sudah selalu hadir di tengah tengah krama dan selalu mensupport serta membantu di segala kegiatan yang dilaksanakan.

“Karya ngodak, melaspas dan pasupati yang dilaksanakan mulai tanggal 27 November 2023 dilanjutkan Ngeratep dan Melaspas yang dilaksanakan 27 Januari 2024. Adapun tapakan-tapakan yang di pelaspas dan di pasupati antara lain Tapakan Ratu Mas, Ratu Ayu, Ratu Gede, Ratu Nyoman, Ratu Ketut, Ratu Sidakarya lan 11 Pratima. Tujuannya untuk meningkatkan sradha bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan meningkatkan rasa kebersamaan diantara warga masyarakat pengempon pura,” tutupnya.  (rls)

Bupati Sanjaya Turun Langsung Buka Lomba Mancing di Dua Desa di Kecamatan Kerambitan

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan membuka Lomba Mancing kreativitas pemuda di dua Desa di Kecamatan Kerambitan, Minggu (28/1/2024).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan membuka Lomba Mancing kreativitas pemuda di dua Desa di Kecamatan Kerambitan, Minggu (28/1/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Berbaur dan menikmati suasana pedesaan di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan turun langsung menghadiri Lomba Mancing kreativitas pemuda di dua Desa di Kecamatan Kerambitan, Minggu (28/1/2024).

Diantaranya, ba Mancing ST. Putra Bayu Acintya Banjar Dinas Dauh Pangkung, Desa Tista di Saluran Irigasi Subak Belumbang dan Lomba Mancing ST. Taruna Bhakti Banjar Jagatamu, di Desa Meliling, Desa Meliling di saluran Irigasi Subak Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Uniknya, Bupati Sanjaya beserta jajaran naik motor menuju lokasi lomba mancing di Banjar Jagatamu. Nampak hadir bersama Bupati Sanjaya dalam kedua rangkaian kegiatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan beserta Jajaran Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Kerambitan, Perbekel, Bendesa Adat setempat yang mendapatkan antusias dan sambutan positif dari para pemuda.

Semarak kegiatan lomba mancing yang berlangsung di dua Desa di Kecamatan Kerambitan tersebut mendapatkan antusias dari masyarakat, yang mana kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas para pemuda sekaligus digunakan sebagai ajang pencarian dana untuk pembuatan ogoh-ogoh dalam menyambut hari raya Nyepi yang akan datang. Uniknya pada kesempatan di Banjar Jagatamu, Bupati Sanjaya naik motor menuju kegiatan lomba mancing.

Adapun dalam kegiatan lomba mancing Sekaa Teruna Bayu Acintya dengan biaya tiket Rp.60.000 ini, para pemancing mania memancing ikan lele dan kaper yang telah tebar. Sedangkan Lomba Mancing Sekaa Taruna Bhakti Banjar Jagatamu dengan harga tiket Rp.50.000, pemancing berusaha mendapatkan ikan lele yang telah ditebar. Dari kedua kegiatan lomba tersebut sama-sama memperebutkan hadiah Juara I dengan total hadiah Rp1.5 juta dan Juara II dengan hadiah Rp.1.000.000, dan juara III mendapatkan Rp.500 ribu, beserta hadiah lainnya.

Dalam kehadirannya di tengah-tengah pemuda, Sanjaya berikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya akan animo masyarakat dan khususnya kepada para pemuda sekaa taruna yang telah mampu membuat lomba mancing ini. Pihaknya menilai lomba mancing ini juga sebagai ajang media untuk saling berinteraksi antara para pemimpin, tokoh dan juga masyarakat.

“Ini sebagai ajang, hari minggu kita manfaatkan, selain menghibur kita mengikuti lomba mancing, juga kita berinteraksi, tujuannya adalah bagaimana kita bangga sebagai orang Tabanan yang memiliki potensi yang sangat luar biasa khususnya di bidang pertanian, perikanan dan lain-lainnya. Terbukti hari ini dan mungkin bahkan kalau bapak liat selama 10 tahun belakangan ini, dan bapak bandingkan di antara kabupaten lain mungkin sebulan sekali atau bahkan setahun 2-3 kali baru bikin lomba mancing, tapi di Kabupaten Tabanan apalagi di Kerambitan bisa tiap hari minggu bikin lomba mancing,” ucap Sanjaya.

Di Kesempatan yang sama Sanjaya sekaligus menambahkan agar para pemuda tetap menjaga kebersamaan dan soliditas khususnya dalam menyambut berbagai hari raya seperti Galungan, Kuningan dan Nyepi yang beriringan dengan kontestasi pemilu di tanggal 14 Februari 2024 mendatang. “Saya titip semoga Desa Tista semoga rahayu tetap jaga soliditas dan kebersamaan, selama ini sudah baik agar tetap ditingkatkan lagi,” imbuh Sanjaya, sekaligus memberikan bantuan dana dalam kegiatan tersebut.

Selaku ketua Sekaa Taruna Bhakti Banjar Adat Jagatamu. Desa Meliling, I Made Putra Sedana sampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya atas kehadirannya yang ke-dua kalinya pada pada acara lomba mancing yang telah diselenggarakan oleh ST Taruna Bakti. Pihaknya sebagai sekaa teruna dan banjar Jagatmu menegaskan untuk siap mendukung Bapak Bupati kedepannya. (rls)

Sanjaya Hadiri Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud Ranting PDI Perjuangan Desa Kesiut

Kampanye akbar Ganjar-Mahfud yang diselenggarakan oleh Ranting PDI Perjuangan Desa Kesiut yang berlangsung di Wantilan serba guna Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (28/1/2024). 
Kampanye akbar Ganjar-Mahfud yang diselenggarakan oleh Ranting PDI Perjuangan Desa Kesiut yang berlangsung di Wantilan serba guna Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (28/1/2024). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam mendukung suksesnya pemilu yang solid dan serempak, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, hadir dan berpartisipasi dalam giat kampanye akbar Ganjar-Mahfud yang diselenggarakan oleh Ranting PDI Perjuangan Desa Kesiut yang berlangsung di Wantilan serba guna Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (28/1/2024).

Diikuti oleh Para Caleg DPR RI Provinsi Bali, Caleg DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua PAC Kecamatan Penebel, Ketua Ranting Desa Kesiut, Bendesa Adat setempat dan seluruh relawan serta simpatisan, kegiatan kampanye berlangsung dengan semarak dan penuh semangat.

Di kesempatan itu, selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, Sanjaya menyuarakan apresiasinya terhadap gotong-royong dan soliditas para kader dan relawan dalam menyukseskan kemenangan Ganjar – Mahfud sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2024. Semangatnya saat itu juga disambut dengan animo yang tinggi dari para kader dan relawan, yang nampak memadati wantilan serba guna Desa Kesiut, sejak pagi dimulainya acara.

“Dinamika politik kita saat itu, apa yang terjadi, sesuai dengan apa yang disampaikan Ibu Ketua Umum, yaitu Satyam Eva Jayate yang berarti “Kebenaran Pasti Akan Menang”, seandainya hari ini dilakukan pemilu, yakin pasti Bapak Ganjar yang akan menang,” sebutnya penuh antusias.

Sanjaya juga menambahkan, bedasarkan survei terakhir, dapat dipastikan di Bali, khususnya di Tabanan yang terbukti sangat kompak untuk mendukung kemenangan Bapak Ganjar sebagai presiden.

“Karena kita memilih pemimpin, haruslah yang memiliki rekam jejak yang baik, orang yang memiliki kredibilitas yang baik dan bagus memimpin Bangsa dari Sabang sampai Merauke, yang sampai saat ini masih sangat melekat dan memegang teguh Ideologi Bangsa Kita yaitu Indonesia dan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD RI 1945 sebagai pedoman kita,” jelasnya.

Sanjaya juga menegaskan, dengan menekankan asas gotong-royong, dalam memilih pemimpin akan memiliki dampak dan asas manfaat yang baik untuk rakyat. Hal tersebut terbukti dari ragam manfaat pembangunan yang sudah terjadi di Tabanan, seperti ragam pembangunan jalan, wantilan, kantor desa, hingga pembangunan Yadnya.

“Semua kita baguskan demi kita bersama, khususnya PDI Perjuangan. Tidak salah, semua tokoh mencari pemimpin untuk mengawal pembangunan, semua berkumpul demi mencari pemimpin yang memiliki rekam jejak yang baik,” imbuhnya.

Dengan arahan yang disampaikan ketua DPC PDIP siang itu, diharapkan dapat meningkatkan soliditas dan kebersamaan dalam menyukseskan pemilu dan pemenangan Ganjar-Mahfud sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia mendatang, sehingga kemenangan PDIP secara ‘Hatrik’ atau tiga kali berturut-turut dapat direalisasikan.

Saat itu, selain menyampaikan orasi dan semangat bagi seluruh simpatisan, acara juga dirangkaikan dengan simulasi cara pencoblosan, penayangan video dokumenter dan dirangkaikan dengan penyampaian aspirasi masyarakat. (ana)

Mencicipi Lawar Empas di Desa Pejaten Kediri, Kuliner Ekstrem dengan Banyak Khasiat

Lawar Empas - Kuliner ekstrem di Desa Pejaten, Kediri, Tabanan.
Lawar Empas - Kuliner ekstrem di Desa Pejaten, Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lawar sudah dikenal sebagai kuliner khas Pulau Dewata. Umumnya lawar Bali menggunakan bahan dasar daging babi, ayam atau sapi.

Namun, tak jarang ada juga yang menggunakan daging hewan yang tergolong ekstrem seperti daging Labi-labi atau Bulus atau masyarakat di Bali menyebutnya dengan Empas.

Seperti contohnya di salah satu warung makan milik Wayan Sudarta (48) yang berlokasi di Banjar Dalem Baleran, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Saat ditemui di warungnya pada Minggu (28/1/2024) , Sudarta mengungkapkan warung makan miliknya sudah berdiri sejak tahun 2020 lalu. “Khusus untuk menu olahan dari Empas kami menyediakan lawar dan serapah. Ada juga yang dari daging kambing,” jelasnya.

Ia menceritakan, awal mula idenya berjualan Lawar Empas ini ketika ia diberi Empas oleh pemancing di sungai dekat tempat tinggalnya. Saat hendak menjual Empas tersebut, orang tuanya menyarankan agar menjualnya dalam bentuk olahan makanan.

“Nah semenjak saat itulah saya akhirnya menjual Empas yang sudah diolah menjadi lawar dan serapah di sekitar rumah. Dan ternyata masyarakat di sekitar sini menyukai masakan saya. Bahkan sering kewalahan memenuhi pesanan,” ucapnya.

Dengan cita rasa yang pekat dengan bumbu khas Bali serta tekstur daging yang kenyal membuat para pelanggannya ketagihan sehingga tidak heran jika pelanggan di warungnya kebanyakan berasal dari luar Tabanan.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi lawarnya sendiri, Sudarta mengaku mencari Empas hampir ke seluruh Kabupaten di Bali, seperti Karangasem, Jembrana, Bangli. Bahkan sampai mendatangkan dari Pulau Jawa.

“Biasanya saya mencari Empas ukuran besar dengan berat rata-rata diatas 15 kilogram. Karena semakin besar ukurannya maka cita rasa dagingnya semakin enak dan kalau yang kecil-kecil daging dan lemaknya cuma sedikit,” ungkapnya.

Selain karena diminati oleh masyarakat yang suka mengkonsumsi dagingnya, ada juga yang membeli olahan daging Empas untuk keperluan pengobatan. Seperti mengobati asam lambung, menormalkan kadar kolesterol hingga untuk membangkitkan stamina.

Selain Lawar Empas, Sudarta juga menjual minyak Empas. Minyak ini didapat dari lemak daging Empas yang dijemur dibawah terik matahari selama 1,5 tahun.

“Khasiat juga hampir sama dengan dagingnya seperti dapat mengobati asam lambung. Kemudian bisa juga untuk gatal, menghilangkan jerawat hingga menyembuhkan luka bakar,” ucapnya.

Sementara itu, Pemilik Warung Di Pangkung ini, menyebutkan harga olahan daging Empas per porsinya dijual dengan harga Rp30 ribu. Dengan harga itu pelanggan sudah bisa menikmati satu porsi olahan daging empas yang terdiri lawar, serapah, nasi putih dan juga kuah.

Sedangkan untuk minyak empas dijual mulai dari Rp4 ribu per mililiter. Ia bersama keluarga mulai berjualan dari pukul 09.00 WITA hingga habis.

“Astungkara selalu ramai. Dalam sehari rata-rata bisa menghabiskan 20 Kilogram daging empas. Untuk lemaknya, tergantung pada besar dan kecilnya Empas yang kami dapat,” imbuhnya. (ana)

12 Petani Tersambar Petir di Jembrana, 1 Orang Dinyatakan Meninggal

Sawah di Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, tempat 12 petani panen semangka tersambar petir.
Sawah di Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, tempat 12 petani panen semangka tersambar petir.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Sebanyak 12 orang petani yang sedang memanen semangka di Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, tersambar petir. Satu orang diantaranya dinyatkan meninggal dunia, satu orang kritis dan dua lainnya mengalami luka berat.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Agus Riwayanto membenarkan adanya peristiwa tersebut, yang terjadi hari ini Sabtu (27/1/2024). Dalam kejadian tersebut, sedikitnya ada sebanyak 12 orang yang menjadi korban tersambar petir.

Adapun identitas 12 korban yakni Ni Wayan Suriati (58), I Ketut Wiasa (60), Ni Nyoman Ratni (60), Ni Nyoman Toni (65), Ketut Wati (46) Ni Luh Suratini (50) yang berasal dari Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo.

Kemudian, Ni Komang Ayu Sri Suparmi (39), Wayan Murdani (28) asal Desa Penyaringan. I Ketut Nalya (57) dan Ketut Sulasih (60) asal Desa Delodberawah. Made Sariani (51) asal Desa Mendoyo Dauh Tukad, dan Ni Kadek Suardani (49) asal Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo.

AKP Agus Riwayanto menuturkan, menurut keterangan salah satu korban. Peristiwa naas tersebut bermula pada saat 13 orang petani tiba dilokasi panen semangka sekitar pukul 13.30 Wita.

Setibanya dilokasi, para petani langsung melakukan panen semangka sebanyak 5 petak sawah. Namun, sekitar pukul 14.30 Wita turun hujan grimis, sehingga yang berhasil dipanen para petani hanya 3 petak sawah saja.

“Para pekerja (petani) berinisiatif untuk mencari tempat berteduh. Dimana, 12 orang berteduh di sebuah gubuk yang berada di tengah sawah. Sedangkan 1 orang berteduh di rumah warga yang berada disebelah timur sawah berjarak sekitar 25 meter,” ungkapnya.

Kemudian, sekira pukul 15.00 Wita hujan yang turun semakain lebat. AKP Agus Riwayanto menjelaskan bahwa menurut keterangan salah satu korban, semua korban yang berada tidak mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa mereka.

Lanjut AKP Agus Riwayanto, disaat tersadar, korban yang berjumlah 12 orang tersebut telah terpental beberapa meter diseputaran gubuk yang menjadi tempat meneduh para korban. Sementara 1 korban lainnya masih berada di atas gubuk.

“Menurut keterangan korban, bahwa ketika tersadar merasakan seluruh badan kaku dan tidak bisa digerakan serta melihat seluruh rekan-rekannya dalam keadaan tidak sadarkan diri di seputaran gubuk, ” terangnya.

Setelah korban dapat bergerak, korban langsung mengambil posisi duduk dan melambaikan tangan ke arah saksi I Gede Sumerta (50) dan I Ketut Mikayasa (47) asal Kelurahan Tegal Cangkring yang berada di mobil yang berada tidak jauh dari TKP.

Naasnya, pada peristiwa tersebut, satu (1) orang korban atas nama Ni Wayan Suriati dinyatakan meninggal dunia, kemudian, satu (1) orang korban atas nama I Ketut Wiasa saat ini dinyatakan kritis.

“Dua orang lainnya mengalami luka berat, serta 8 lainnya mengalami luka ringan, ” pungkasnya. (*)