- Advertisement -
Beranda blog Halaman 500

Wujudkan Pelayanan Pasti dan BerAKHLAK, Kemenkumham Bali Bangun Sinergitas Bersama Ombudsman

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Romi Yudianto, didampingi Kepala Divisi Administrasi, Mamur Saputra mengunjungi Kantor Perwakilan Ombudsman Provinsi Bali.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Romi Yudianto, didampingi Kepala Divisi Administrasi, Mamur Saputra mengunjungi Kantor Perwakilan Ombudsman Provinsi Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Dalam rangka audiensi dan silaturahmi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Romi Yudianto, didampingi Kepala Divisi Administrasi, Mamur Saputra mengunjungi Kantor Perwakilan Ombudsman Provinsi Bali, di sambut langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti pada Jumat (26/1/2024)

Kakanwil Kemenkumham Bali, Romi Yudianto menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya selain untuk memperkenalkan diri sekaligus bersilaturahmi juga untuk menguatkan sinergritas antar Kanwil Kemenkumham Bali dengan Ombudsman Perwakilan Bali.

“Kehadiran kami disini merupakan hal wajib selain silaturahmi kami juga berharap Sinergi dari Obudsman Perwakilan Bali agar dapat mendampingi Kanwil Kemenkumham Bali dalam menyelenggarakan Pelayanan Publik Kementerian Hukum dan HAM di Wilayah Bali,” ungkap Romi.

Selanjutnya dirinya menambahkan, Kanwil Kumham Bali membuka seluas luasnya akses bagi Ombudsman Bali untuk melakukan pengawasan dalam penyelenggaraan pelayanan publik Kanwil Kemenkumham Bali.

“Dengan demikian seluruh pelayanan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, jika nanti terdapat hal-hal yang terindikasi tidak sesuai di lapangan, khususnya dalam pelayanan publik pada satuan kerja kami, mari sama-sama kita benahi agar ke depan penyelenggaraan Pelayanan Publik di lingkungan Kemenkumham Bali Semakin PASTI dan BerAKHLAK,” tambah Romi.

Kepala Perwakilan Ombudsman Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti menyambut baik dan mengapresiasi maksud dan tujuan kedatangan Kakanwil Kemenkumham Bali tersebut.

“Saya harap melalui Audiensi ini dapat menjadi momentum untuk kita dapat berkolaborasi dalam mewujudkan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat,” imbuhnya.

Selanjutnya Kepala Sri Widhiyanti menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelayanan publik oleh Kanwil Kemenkumham Bali baik dalam Pelayanan Hukum, Keimigrasian, serta Pemasyarakatan.

“Melalui Audiensi ini diharapkan Standar Layanan Pelayanan Publik di Kemenkumham Bali dapat terpenuhi dan tersampaikan kepada masyarakat dengan utuh, kedepan dengan berkolaborasi bersama Ombudsman Perwakilan Bali dalam hal Pengelolaan Pengaduan khususnya Pengaduan Masyarakat terkait dengan Pelayanan Publik dapat terminimaliris dan berkurang, sehingga Pelayanan Publik yang semakin PASTI dan BerAKHLAK di Kemenkumham Bali dapat terwujud,” tutupnya. (jas)

Sekda Dewa Indra Apresiasi RS Mata Bali Mandara Raih Akreditasi A

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Setelah mengikuti sejumlah penilaian baik dari segi Sumber Daya Manusia dan sarana prasarana yang dimiliki, Rumah Sakit Mata Bali Mandara menjadi Institusi penyelenggara pelatihan kesehatan ke-3 di Bali yang meraih status akreditasi A. Dengan akreditasi A yang disandang saat ini, Rumah Sakit Mata Bali Mandara secara legal menjadi institusi pelatihan bidang kesehatan dalam rangka menunjang keahlian tenaga kesehatan dan tenaga medis se-Bali. “Saya mengucapkan selamat atas kinerja dan upaya-upaya peningkatan pelayanan yang dilakukan tim kesehatan Rumah Sakit Mata Bali Mandara. Dan saya tentunya mengapresiasi atas penerimaan sertifikat akreditasi yang diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia”, ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, di Aula Rumah Sakit Mata Bali Mandara, Sabtu (27/1).

Ia menambahkan Rumah Sakit Mata Bali Mandara yang melakukan pelayanan kesehatan mata tidak hanya di Rumah Sakit namun juga di luar RS (jemput bola) menjadi contoh pelayanan kepada masyarakat secara optimal. “Pengembangan layanan ini terus dilakukan sebagai inovasi dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan, sekaligus juga mengembangkan pelayanan fungsi Rumah Sakit Mata Bali Mandara. Terlebih setelah di SAH-kannya UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang memuat ketentuan umum, hak dan kewajiban, tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah, penyelenggaraan kesehatan, upaya kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, perbekalan kesehatan, ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan, teknologi kesehatan, sistem informasi kesehatan, kejadian luar biasa dan wabah, pendanaan kesehatan, koordinasi dan sinkronisasi penguatan sistem kesehatan, partisipasi masyarakat, pembinaan dan pengawasan, penyidikan, ketentuan pidana, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup”, ungkapnya.

Sekda Dewa Made Indra juga melaporkan bahwa upaya-upaya pelayanan yang dilakukan tenaga kesehatan Rumah Sakit Mata Bali Mandara diluar RS atau memberikan layanan jemput bola mendapatkan penghargaan WBK – WBBM (Wilayah Bebas dari Korupsi – Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).

Upaya ini dilakukan agar dapat mempermudah akses tenaga kesehatan mengembangkan kemampuan, dan meningkatkan keahlian untuk membekali diri di tengah persaingan yang semakin ketat.

Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, Arianti Anaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bali memiliki 3 (tiga) institusi penyelenggara pelatihan kesehatan dengan status akreditasi A, yakni UPTD. Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah dan RS Mata Bali Mandara. Ketiga institusi ini sudah masuk ke dalam Pelataran Kesehatan, yang memiliki kesempatan untuk mengadakan pelatihan tenaga kesehatan, tenaga medis dan tenaga penunjang dalam rangka memberikan penambahan kompetensi. Keberadaan lembaga terakreditasi ini nantinya akan dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan se-Bali.

“Saya mengucapkan selamat dan rasa syukur karena Bali kembali menelurkan institusi pelatihan bidang kesehatan untuk ke-3 kalinya, setelah Tim Assesor melakukan penilaian terhadap Sumber Daya Manusia, management, sarana dan prasarana yang dimiliki. Untuk itu ditetapkanlah Rumah Sakit Mata Bali Mandara sebagai institusi penyelenggara pelatihan dengan status akreditasi A, salah satu dari 134 institusi pelatihan bidang kesehatan se-Indonesia”, ungkapnya.

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Dukung Program Perhutanan Sosial KLHK RI

 

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya mendukung program penerapan program Perhutanan Sosial, yakni program yang dijalankan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Program ini merupakan sistem pengelolaan Hutan lestari yang dilaksanakan dalam Kawasan Hutan Negara atau Hutan Hak/Hutan Adat oleh Masyarakat setempat. “Kita tentu mengharapkan program seperti ini untuk membantu kesejahteraan masyarakat, terutama petani-petani kita,” kata Pj Gubernur saat beraudiensi dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) KLHK RI di Jayasabha, Denpasar pada Sabtu (27/1) malam.

Pj. Gubernur Mahendra Jaya menambahkan kerjasama dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah pusat perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat terutama mereka yang bergantung pada sektor pertanian dan masyarakat pedesaan. “ Perlu intervensi pemerintah agar masyarakat bisa mandiri, dikuatkan lagi sektor marketingnya misalnya agar bisa naik kelas produknya,” kata Pj. Gubernur. “Tapi sekaligus juga mampu menjaga kelestarian kawasan hutan, dengan menghasilkan kesejahteraan maka tentu masyarakat akan makin ‘sayang’ dan menjaga hutannya dengan baik,” imbuhnya lagi.

Mahendra Jaya pun mencontohkan beberapa komoditas unggulan di Bali seperti kopi dan manggis yang sangat potensial untuk lebih dikembangkan dalam program Perhutanan Sosial.

Sekretaris Direktorat Jenderal PSKL, Mahfudz, menjelaskan Program Perhutanan Sosial dilakukan dengan melalui pola pemberdayaan dan dengan tetap berpedoman pada aspek kelestarian. Program Perhutanan Sosial akan membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitar hutan untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan kepada pemerintah.

Sejak 2015 Program Perhutanan Sosial ini berjalan, sedikitnya 1,2 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia yang memanfaatkan lahan di kawasan hutan untuk aktivitas pertanian, budi daya dan perkebunan melalui pelaksanaan program Perhutanan Sosial. “Jutaan kepala keluarga tersebut tergabung ke dalam kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS), sejenis koperasi yang mengelola produk-produk hasilnya,” kata Mahfudz.

Mahfudz juga menjelaskan sejumlah komoditas mampu diberdayakan dengan baik seperti kopi, kelapa, kayu putih, rotan dan bambu, getah, tanaman pangan, hingga lebah madu. Sampai saat ini 6,37 juta hektare sudah mampu dikelola dan diberdayakan dan mampu secara signifikan berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar,” katanya lagi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Yusup dan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali I Made Teja.

Jadi Pengemis hingga Resahkan Warga Ubud, Kakek Asal AS Dideportasi

Pendeportasian WNA asal Amerika Serikat berinisial MAM (69).
Pendeportasian WNA asal Amerika Serikat berinisial MAM (69).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat berinisial MAM (69) dideportasi Rumah Detensi Imigrasi, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali. Pemberian sanksi administratif ini dilakukan karena yang bersangkutan telah melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Dalam ketentuan Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian menyebutkan bahwa Pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan. Sehingga dalam hal ini imigrasi melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian.

Kepala Rudenim Denpasar Gede Dudy Duwita menyatakan, MAM masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada (27/9/2023) dengan menggunakan VoA yang berlaku sampai dengan (26/10/2023).

Diketahui bahwa pada tanggal (16/11/2023) MAM terlihat mengemis di Bintang Supermarket, Jalan Raya Sanggingan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Pada saat kejadian, MAM diduga meresahkan masyarakat dengan meminta-minta di tempat umum.

Petugas Satpol PP segera merespons laporan tersebut dan berhasil mengamankan MAM. Saat diinterogasi, MAM tidak bersedia memberikan keterangan dan tidak bersikap kooperatif terhadap petugas.

Hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa MAM telah mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat, sesuai dengan Pasal 24 ayat (3) Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat.

Lalu, MAM direkomendasikan kepada Kantor Imigrasi Denpasar agar dapat ditangani sesuai ketentuan keimigrasian.

“Prinsip selective policy menjadi panduan kami. Hanya orang-orang asing yang dapat memberikan manfaat positif dan tidak membahayakan keamanan negara yang dapat diakomodasi. Kasus MAM menjadi contoh implementasi kebijakan ini, di mana keputusan pendeportasian diambil setelah evaluasi menyeluruh dan sesuai dengan ketentuan keimigrasian yang berlaku,” ujar Dudy

Selanjutnya dikarenakan pendeportasian belum dapat dilakukan maka Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar menyerahkan MAM ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar pada (17/11/ 2023) untuk didetensi dan diupayakan pendeportasiannya lebih lanjut.

“Setelah didetensi selama 69 hari dan pihak Konsulat Amerika Serikat bersedia membiayai tiket kepulangannya dengan skema pinjaman, akhirnya MAM dapat dipulangkan ke kampung halamannya,” terang Dudy

MAM telah dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada (26/1/2024) dengan tujuan akhir Seattle Tacoma International Airport – Amerika Serikat dengan pengawalan petugas Rudenim Denpasar lalu WNA yang telah dideportasi tersebut akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Sesuai Pasal 102 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, penangkalan dapat dilakukan paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan dan selain itu penangkalan seumur hidup juga dapat dikenakan terhadap Orang Asing yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Namun demikian keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya,” tutup Dudy.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Romi Yudianto menyampaikan, pendeportasian ini merupakan bentuk penegakan hukum terhadap WNA yang melakukan pelanggaran keimigrasian, serta dilakukan penangkalan untuk mencegah WNA bermasalah tersebut kembali ke Indonesia. Romi juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk melaporkan ke pihak berwenang jika ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh WNA di wilayahnya.

“Saya mengharapkan kepada seluruh WNA yang berkunjung ke Bali agar selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum, norma serta nilai budaya masyarakat Bali, jika melakukan pelanggaran tidak akan ada tempat bersembunyi karena setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Romi. (jas)

Gudang Jagung di Kediri Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Gudang jagung UD Mandiasih yang berlokasi di Jalan Taruna Jaya, Banjar Delod Puri, Desa/Kecamatan Kediri, Tabanan hangus terbakar, Sabtu (27/1/2024).
Gudang jagung UD Mandiasih yang berlokasi di Jalan Taruna Jaya, Banjar Delod Puri, Desa/Kecamatan Kediri, Tabanan hangus terbakar, Sabtu (27/1/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah gudang penyimpangan jagung UD Mandiasih yang berlokasi di Jalan Taruna Jaya, Banjar Delod Puri, Desa/Kecamatan Kediri, Tabanan hangus terbakar, Sabtu (27/1/2024).

Api dengan cepat melelap seluruh bangunan beserta isi gudang milik I Wayan Mandia (59) asal Banjar Jagasatru, Kediri, Tabanan tersebut. Adapun total kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.

“Diduga api berasal dari korsleting arus listrik gudang sehingga menyebabkan kebakaran,” ujar Kapolsek Kediri Kompol Ni Komang Sri Subakti.

Ia menjelaskan, peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 14.30 WITA. Saat itu, salah satu karyawan korban bernama Siti Nursela (20) sedang berada di kamarnya yang berada di belakang gudang.

Karena lampu mati, ia lantas mengecek meteran listrik yang berada di depan kamar Yudi dan melihat kepulan asap keluar dari dalam kamar tersebut.

Dalam keadaan panik, Siti langsung memberitahu Kadek Diah Candra Dewi yang merupakan anak pemilik gudang.

“Kemudian mereka mendobrak pintu kamar dan mendapati api sudah membakar tiga kamar karyawan hingga merembet ke Gudang Jagung UD Mandiasih,” jelasnya.

Karena api semakin membesar, mereka lantas menghubungi pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan untuk memadamkan kobaran api.

“Sekitar pukul 16.500 WITA, api baru dipadamkan dengan tiga unit mobil damkar,” jelas Subakti. (ana)

Kenaikan Harga Tiket di DTW Tanah Lot Tidak Menurunkan Kunjungan Wisatawan

Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot.
Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemberlakuan kenaikan harga tiket di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot per 1 Januari 2024, ternyata tidak berpengaruh terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan.

Hal itu diungkapkan oleh Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan. Ia menyebut rata-rata kunjungan masih sama seperti sebelum dilakukan kenaikan tiket yakni 4.000 – 5.000 orang per hari.

“Kunjungan masih normal atau tidak terjadi penurunan. Bahkan per tanggal 26 Januari kemarin total kunjungan mencapai 125.365 orang,” ucapnya, Sabtu (27/1/2024).

Toni menjelaskan, kunjungan wisatawan di objek wisata yang berada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri ini masih tetap didominasi oleh wisatawan domestik dari pulau Jawa. Khususnya pelajar yang melakukan study tour.

Disamping itu, pihaknya telah melakukan survei kepada beberapa wisatawan yang berkunjung dan juga agen-agen wisata terkait tanggapan mereka dengan kenaikan tiket.

“Tidak ada komplain dari tour agen maupun wisatawan. Mereka mengaku harga tiket masih terjangkau jika dibandingkan dengan DTW lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, pengelola kini sedang melakukan penataan fasilitas untuk mempercantik kawasan DTW Tanah Lot sehingga para wisatawan yang berkunjung merasa nyaman.
Salah satunya yakni menanam pohon Tabebuya di kawasan parkir serta jalur utama menuju DTW.

“Nantinya, kami juga berencana untuk memperbaiki toilet agar berstandar internasional dan juga perbaikan jalan,” imbuh Toni.

Seperti diketahui, pengelola DTW Tanah Lot resmi melakukan kenaikan tiket bagi wisatawan domestik dan manca negara.

Adapun rinciannya yakni untuk wisatawan mancanegara dewasa tiketnya menjadi Rp 75 ribu, naik Rp 15 ribu dari sebelumnya Rp 60 ribu. Untuk anak-anak mancanegara Rp 40 ribu naik Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 30 ribu.

Tiket wisatawan domestik dewasa Rp 30 ribu, naik Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 20 ribu. Tiket untuk golongan anak-anak domestik Rp 20 ribu, naik Rp 5 ribu dari sebelumnya Rp 15 ribu. (ana)

MR.DIY Kini Hadir di Sanur, Komitmen Untuk Jutaan Keluarga di Seluruh Indonesia

Grand opening MR.DITPY di Sanur, Denpasar Selatan, Bali.
Grand opening MR.DITPY di Sanur, Denpasar Selatan, Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – MR.DIY, salah satu ritel perlengkapan rumah tangga terbesar dan tercepat perkembangannya di Indonesia, kini telah hadir di Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali.

Division Manager MR.DIY Indonesia, Legowo menyampaikan, MR.DIY Indonesia akan terus berusaha untuk memberikan lebih banyak manfaat bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia.

Mulai dengan menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari melalui beragam produk yang lengkap dan berkualitas, hingga menawarkan harga yang terjangkau untuk membantu masyarakat agar bisa lebih hemat dalam memenuhi semua urusan sehari-hari.

“MR.DIY kini hadir lebih dekat dengan masyarakat di Sanur Kaja, Kec Denpasar Selatan. Bagi kami, pelanggan adalah prioritas dan MR.DIY Indonesia akan terus berusaha untuk memberikan lebih banyak manfaat bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia,” ungkapnya, Sabtu (27/1/2024).

Dengan mendukung konsep ‘Always Low Prices’, MR.DIY pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2017, MR.DIY telah menjangkau lebih dari jutaan anggota keluarga Indonesia. Saat ini MR.DIY Indonesia membuka toko ke-718 di Sanur Kaja, Bali.

“Pertumbuhan MR.DIY Indonesia yang luar biasa ini patut dirayakan dan tentunya kami sangat mengapresiasi dukungan dan antusiasme masyarakat. Ke depannya, kami masih optimis untuk memperluas serta memperbanyak toko kami di seluruh pelosok Indonesia supaya keluarga Indonesia semakin dekat dan nyaman berbelanja di MR.DIY Indonesia,” tambah Legowo yang biasa disapa dengan nama Ego.

Di tahun ini, MR.DIY Indonesia meluncurkan kampanye terbarunya dengan tagline ‘Semua Urusan, Semua Ketemu Di Sini’. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya berkesinambungan untuk terus memahami konsumen Indonesia dengan berbagai urusan yang harus dihadapi sehari-harinya sehingga MR.DIY Indonesia akan berusaha untuk memberikan yang terbaik dengan menyediakan kemudahan berbelanja dalam satu tempat.

“MR.DIY Indonesia akan terus berkomitmen untuk memenuhi segala urusan seluruh anggota keluarga Indonesia dengan menghadirkan harga yang selalu hemat setiap hari, produk yang lengkap untuk seluruh anggota keluarga dan lokasi toko yang nyaman dekat dengan masyarakat,” tutup Ego.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi:

Website: www.mrdiy.com/id/

FB: www.facebook.com/mrdiyID

IG: @mrdiy.indonesia

TikTok: @mrdiy.indonesia

YT: MR DIY Indonesia

Misbah Alami Luka Bakar Usai Gerobak Baksonya Dihantam Pengendara Motor di Gilimanuk

Kondisi gerobak bakso milik Misbah usai ditabrak dari belakang di Jalan Utama Denpasar - Gilimanuk.
Kondisi gerobak bakso milik Misbah usai ditabrak dari belakang di Jalan Utama Denpasar - Gilimanuk.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA  – Seorang penjual bakso bernama Bisbah (31) asal Jember alami luka bakar usai grobak bakso motor miliknya dihantam pengendara motor dari belakang di Jalan Utama Denpasar – Gilimanuk KM 122-123, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Jumat (26/1/2025).

Kapolsek Gilimanuk Kompol Dewa Putu Werdhiana menerangkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 Wita. Kejadian tersebut berawal saat korban mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun nopol DK 4813 WP (grobak bakso motor) melintas dari arah Timur (Denpasar) menuju Pelabuhan Gilimanuk.

“Sesampai di TKP datang kendaraan bus yang tidak dikenal dari arah berlawanan mendahului kendaraan lain dan mengambil lajur agak ke kanan sehingga mengakibatkan kendaraan sepeda motor Suzuki Shogun mengurangi kecepatan, ” ungkapnya, Sabtu (27/1/2024).

Naasnya, disaat bersamaan, dari arah belakang datang kendaraan sepeda motor Honda CB 150 nopol P 6576 RN yang dikendarai oleh Imam Tantowi (31) asal Gilimanuk dengan kecepatan tinggi.

“Datang dari arah belakang dengan kecepatan tinggi, tidak dapat menghindari dan menabrak bagian kiri belakang sepeda motor Shogun (grobak bakso motor) hingga kedua pengendara sepeda motor terjatuh,” terangnya.

Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, Bisbah mengalami luka bakar dibagian punggungnya, diduga akibat kuah bakso dagangannya yang tumpah. Sedangkan, pengendara Honda CB 150 hanya merasakan sakit dibagian betis kiri.

“Karena mengalami luka bakar dibagian punggung, korban lantas di rujuk ke RSU Negara,” pungkasnya. (*) 

Driver Taksi Online Dianiaya OTK di Parkiran Objek Wisata Tabanan

Ilustrasi penganiayaan (foto : Antaranews.com)
Ilustrasi penganiayaan (foto : Antaranews.com)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aksi penganiayaan terhadap seorang driver taksi online terjadi di area parkir salah satu objek wisata Tabanan yang berlokasi di Kecamatan Kediri.

Adapun driver tersebut diketahui laki-laki berinisial SK (38) asal Kecamatan Kediri, Tabanan. SK pun telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kediri pada Kamis (25/1/2024).

Kapolsek Kediri Kompol Ni Komang Sri Subakti saat dikonfirmasi pada Jumat (26/1/2024) membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya benar kejadiannya Kamis kemarin sekitar pukul 19.00 WITA. Korban juga telah melaporkan kejadian tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan Subakti, berdasarkan laporan korban dianiaya oleh dua orang tak dikenal (OTK) saat akan mengantar tamu. Mereka menghadang dan menyuruh SK untuk membuka jendela mobil.

Saat jendela sudah terbuka, korban mengaku diludahi oleh orang yang berbaju putih. Kemudian ia turun dari mobil lalu didorong oleh orang berbaju putih hingga terjatuh.

“Korban mengaku kedua lengan dan dadanya sakit setelah sempat didorong oleh dua orang tak dikenal,” ujarnya.

Subakti mengaku, korban telah melakukan visum. Hingga saat ini, pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Anggota masih mengumpulkan bukti-bukti kasus ini, khususnya CCTV di area lokasi kejadian,” tutupnya. (ana)

Apresiasi UNUD Terpilih Ikut Rancang Perpres tentang IKN, Sekda Dewa Indra Minta Kerahkan Gagasan Terbaik

 

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Sekretaris Daerah (Sekda) Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas terpilihnya Universitas Udayana (UNUD) menjadi salah satu Universitas yang dipercaya ikut dalam Menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rancangan Hukum Pengaturan Wilayah, Kewenangan dan Kearifan Lokal Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara.

“Jadi mari kita luangkan waktu bersama-sama memberikan sumbangsih pikiran terbaik agar rumusan yang dihasilkan dalam FGD ini juga luar biasa,” hal tersebut dikatakannya saat membuka FGD Rancangan Peraturan Presiden tentang Pembagian Wilayah Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Negara, bertempat di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Jumat (26/1).

Apalagi menurut birokrat asal Pemaron tersebut, IKN bukan hanya sebuah ibu kota, namun dirancang menjadi kota internasional, sustainable city, hingga konsep ibu kota masa depan, sehingga diperlukan pendekatan yang tidak biasa. Penggunaan nomenklatur-nomenklatur lama menurutnya sudah tidak digunakan lagi. “Namun saya percaya dengan tim UNUD, bisa menghasilkan rumusan yang membanggakan,” imbuhnya seraya mengatakan bahwa masukan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih berwarna.

Lebih lanjut, ia mengaku bahwa pemindahan sebuah ibukota bukan perkara yang mudah. Bahkan di beberapa negara memerlukan waktu yang sangat lama. Pemindahan IKN di Indonesia tergolong cukup cepat, sehingga diperlukan berbagai upaya yang lebih untuk merealisasikan. “Hanya strong leader yang bisa melakukan, dan tim UNUD termasuk orang-orang kuat di dalamnya,” tutupnya.

Sementara Kepala Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan Otorita Ibu Kota Negara IB Nyoman Wiswantanu mengatakan bahwa IKN akan menjadi pusat pengembangan, kemajuan ekonomi dan simbol identitas bangsa. Tak hanya itu, IKN juga akan menjadi kota untuk dunia, karena diperkirakan banyak investor dunia yang akan berinvestasi di sana. “Sehingga kita membutuhkan sumbangsih ide dan pikiran pada nomenklatur Perpres Pembagian Wilayah ini, salah satunya datang dari UNUD,” jelasnya.

Ia menambahkan infrastruktur terus dikembangkan di IKN hingga saat ini, bahkan diharapkan 17 Agustus tahun ini sudah bisa dilaksanakan upacara HUT Kemerdekaan RI. Pemerintah berharap dengan pembangunan IKN ini di Pulau Kalimantan, maka perekonomian tidak hanya terpusat di Jawa, namun bisa menyebar hingga wilayah timur Indonesia.

Apresiasi juga diutarakan oleh Dekan Fakultas Hukum UNUD, Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, SH., M.Hum. Hal ini merupakan salah satu sumbangsih Bali terutama UNUD untuk Indonesia, sehingga ia pun tetap meminta dukungan banyak pihak dalam proses penyusunan nomenklatur Perpres tentang Pembagian Wilayah di IKN.

Hadir pula narasumber dalam FGD kali itu Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum dan Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A, serta dimoderatori oleh Dr. I.B. Erwin Ranawijaya, SH., MH.