- Advertisement -
Beranda blog Halaman 39

Bupati Badung Targetkan Normalisasi Tukad Pungut Jadi Priorities

Bupati Wayan Adi Arnawa turun langsung ke lapangan untuk memantau aliran Tukad Pungut di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (3/1).
Bupati Wayan Adi Arnawa turun langsung ke lapangan untuk memantau aliran Tukad Pungut di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (3/1).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Mengawali tahun 2026, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turun langsung ke lapangan untuk memantau penanganan banjir yang menjadi salah satu skala prioritas utama Pemerintah Kabupaten Badung.

Pemantauan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik rawan banjir guna memastikan langkah penanganan berjalan optimal dan tepat sasaran. Salah satu pemantauan dilakukan pada aliran Tukad Pungut di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (3/1/2025)

Normalisasi ini merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir sekaligus peningkatan kapasitas aliran air, sehingga mampu mengurangi risiko luapan saat intensitas hujan tinggi.

Penanganan banjir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pekerjaan infrastruktur pengendalian banjir, termasuk normalisasi sungai dan saluran air.

Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim di lapangan yang telah bekerja keras siang dan malam dengan penuh dedikasi. Kerja kolektif ini dinilai sangat penting dalam menjaga keselamatan serta kenyamanan masyarakat Badung.

“Kami Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah dan melakukan pemantauan rutin guna memastikan upaya pengendalian banjir berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (ana)

Puncak Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati Tabanan

Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan Tahun 2026.
Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan Tahun 2026.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan Persembahyangan Bersama Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan Tahun 2026.

Upacara sakral yang berlangsung di Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (3/1/2026), dihadiri langsung Bupati Tabanan I Komang Sanjaya beserta Istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati I Made Dirga, beserta Istri, Ny. Budiasih Dirga, Sekda dan jajaran.

Rangkaian persembahyangan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, Kepala Instansi Vertikal dan BUMD di Tabanan dan para Sulinggih, Pemangku (PSN), dan Prawartaka karya, serta seluruh pegawai di Lingkungan Pemkab Tabanan.

Sebelum upacara puncak Pujawali, pada Jumat, 2 Januari 2026 dilaksanakan prosesi Ngemijiang Ida Bhatara ring Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, dilanjutkan pada malam hari dilaksanakan kegiatan Pekemitan.

Sebagaimana diketahui bersama, upacara ini juga dimaknai sebagai penyempurnaan yadnya setelah renovasi kantor pada tahun 2023 lalu. Karya ini menjadi tonggak penting untuk menjaga keharmonisan secara sekala dan niskala di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Upacara juga bertepatan dengan Rahina Tumpek Klurut, yang dimaknai sebagai hari kasih sayang dan keharmonisan bagi umat Hindu. Diharapkan Momentum suci ini memperkuat makna persembahyangan sebagai wujud rasa syukur, cinta kasih, dan penghormatan kepada alam semesta beserta seluruh isinya.

Tak hanya sebagai ungkapan terima kasih kepada Ida Bhatara atas limpahan anugerah bagi Kabupaten Tabanan, persembahyangan ini juga dipersembahkan sebagai doa kerahayuan dan ngrestiti jagat.

Doa dipanjatkan agar keseimbangan dan keselamatan senantiasa tercurah, termasuk bagi saudara-saudara yang tengah tertimpa bencana di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh.

Dalam pelaksanaannya, tampak ayah-ayahan dari sekaa gong lanang dan istri, tarian rejang dewa, serta persembahan budaya tridatu yang berlangsung dengan penuh khidmat. Secara khusus, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai bersama Ibu-Ibu istri Kepala Perangkat Daerah dan pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan Ngayah  Nari Rejang sebagai wujud persembahan tulus ikhlas dalam ritual sakral tersebut.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah ngayah. Beliau berharap semangat kebersamaan dan gotong-royong ini dapat terus terjaga demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan.

“Saya berterima kasih karena hari ini, kita Pemkab Tabanan telah melakukan kegiatan ritual yadnya dari pagi sampai puncak acara hari ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan puncak karya ini merupakan bagian dari rangkaian besar yang telah dimulai sejak dua tahun lalu. Sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga tradisi, adat, dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Hari ini sesuai sastra, wajib melaksanakan atau Nugtugan Karrya yang terakhir. Pujawali jelih pas Purnama Kapitu, bertepatan dengan Tumpek Klurut, sebuah perpaduan yang luar biasa dan sangat sakral,” ungkap Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menjelaskan piodalan ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas berkah Ida Bhatara, yang diyakini menjadi sumber sinar suci. Diharapkan seluruh jajaran dan pegawai mampu menjadikan momentum ini sebagai landasan untuk meningkatkan sraddha dan bhakti dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

“Dari sinilah kita mendapatkan berkah, sehingga Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani bisa kita wujudkan berkat restu Beliau dan kerja keras kita bersama,” tegasnya.

Menutup sambutannya, orang nomor satu di Tabanan itu mengingatkan pentingnya kepedulian bersama terhadap lingkungan dan terkait bencana yang tengah melanda. Pun ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, solidaritas, serta saling membantu dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kita sedang prihatin terhadap bencana di negeri ini. Mari kita berdoa bersama agar saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara khususnya diberikan kerahayuan, dan semoga bencana ini hilang dari Indonesia, bahkan dari dunia,” pintanya.  (rls)

Mulai Tahun ini, Bali Saring Turis Asing Dengan Cek Saldo Tabungan

Wisatawan asing di Bali. (Foto: Istimewa)
Wisatawan asing di Bali. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Provinsi Bali tengah mematangkan kebijakan baru yang akan mengatur kedatangan wisatawan mancanegara mulai 2026. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan pemeriksaan kondisi keuangan turis asing yang berlibur ke Pulau Dewata.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, wisatawan mancanegara nantinya akan diminta menunjukkan bukti kemampuan finansial, termasuk riwayat tabungan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya mengubah arah pembangunan pariwisata Bali dari kuantitas menuju kualitas.

“Ini bagian dari penataan agar pariwisata Bali lebih tertib dan berkualitas. Jadi tidak hanya soal jumlah wisatawan, tetapi juga dampak yang ditimbulkan,” ujar Koster saat mendampingi kunjungan Menteri Pariwisata di Gianyar, Jumat (2/1/2026), seperti dikutip dari Antara.

Selain aspek keuangan, Pemprov Bali juga berencana melakukan seleksi terhadap rencana lama tinggal serta aktivitas yang akan dilakukan wisatawan selama berada di Bali. Seluruh data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengontrol dan memetakan kunjungan wisatawan secara lebih menyeluruh.

Koster menegaskan, kebijakan ini bukan hal baru dalam praktik pariwisata global. Menurutnya, banyak negara telah lebih dulu menerapkan seleksi serupa terhadap wisatawan asing yang masuk ke wilayah mereka.

“Kita hanya menerapkan hal yang sama seperti yang dilakukan negara lain kepada wisatawan asing,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga memaparkan capaian kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 yang mencapai 7,05 juta orang melalui jalur udara dan sekitar 71 ribu orang melalui jalur laut. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali dan menandai pemulihan pascapandemi COVID-19.

Namun, lonjakan kunjungan itu juga memunculkan berbagai persoalan, mulai dari sampah, kemacetan, hingga perilaku wisatawan yang dinilai meresahkan. Koster mengakui bahwa dampak negatif tersebut tidak bisa diselesaikan secara instan dan memerlukan kebijakan jangka panjang yang konsisten.

Oleh karena itu, mulai tahun ini Pemprov Bali berkomitmen mengarahkan pembangunan pariwisata yang lebih terukur melalui regulasi kepariwisataan daerah, dengan fokus pada keberlanjutan, ketertiban, dan kualitas pengalaman wisata.

WNA Rusia Ditemukan Gantung Diri, Polisi Temukan Surat Wasiat

TKP rumah kontrakan WNA asal Rusia yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung.
TKP rumah kontrakan WNA asal Rusia yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial VG (50) ditemukan meninggal dunia di teras rumah kontrakannya di Jalan Muding Indah, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas tali.

Pihak kepolisian menduga kuat korban mengakhiri hidupnya sendiri. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya surat wasiat yang berisi curahan keputusasaan akibat tekanan hidup serta kondisi psikologis yang dialami korban.

Dalam surat yang ditujukan kepada saudaranya, korban mengaku kehabisan biaya hidup dan menyebut berhenti bekerja karena menolak membayar pajak kepada pemerintah Rusia yang menurutnya digunakan untuk kepentingan perang.

“I have no money left to live. Long ago I quit the job because my conscience doesn’t allow me to pay my taxes to fascist russia for the war. Putin has taken everything from me. Nothing good ahead, so no reason and power to continue,” tulis korban dalam surat tersebut.

Selain itu, korban juga meninggalkan beberapa pesan lain, di antaranya permintaan agar kucing peliharaannya dirawat, izin untuk mendonorkan organ tubuh jika diperbolehkan secara hukum di Indonesia, menyumbangkan pakaian yang masih layak pakai, hingga permintaan agar jenazahnya dikremasi dan abunya ditebarkan di laut. Korban juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarganya.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh pembantunya, Ni Wayan Latri (50). Saksi awalnya hendak memberi makan kucing korban dan melihat lampu garasi masih menyala.

“Saksi menuju garasi untuk mematikan lampu, namun melihat korban sudah dalam keadaan tergantung. Saksi kemudian berteriak dan memberitahu suaminya, lalu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan pemilik rumah,” jelas Inastuti, Jumat (2/1/2026).

Petugas Polres Badung dan Polsek Kuta Utara yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan korban mengenakan daster warna hijau tosca. Pada tubuh korban terdapat tanda-tanda lebam mayat, bekas jeratan tali di leher, lidah menjulur keluar, tangan mengepal, serta keluarnya cairan tubuh. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban berupa uang tunai sekitar Rp60 juta, mata uang asing, dua paspor, satu unit telepon genggam, serta surat wasiat.

Pemilik rumah kontrakan, Made Nasia (63), mengungkapkan bahwa korban diketahui mengalami depresi sejak konflik Rusia–Ukraina. Korban bahkan sempat menjalani pemeriksaan medis dan dinyatakan mengalami gangguan depresi. Selama tinggal di Bali, korban juga jarang beraktivitas di luar rumah.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keterangan saksi, serta isi surat wasiat, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri,” tutup Inastuti. RAN

Libur Nataru 2026, Wisatawan Lokal Kian Ramai Kunjungi DTW Jatiluwih

Kunjungan wisata di DTW Jatiluwih saat libur Nataru.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kabupaten Tabanan mencatat peningkatan jumlah kunjungan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Menariknya, lonjakan tersebut turut diiringi dengan semakin besarnya peran wisatawan domestik dalam komposisi pengunjung.

Selama periode liburan ini, kawasan persawahan berundak yang berstatus Warisan Budaya Dunia UNESCO tersebut tidak lagi sepenuhnya didominasi wisatawan mancanegara. Minat wisatawan nusantara terlihat meningkat dan memberi warna baru dalam arus kunjungan ke Jatiluwih.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna mengungkapkan, kontribusi wisatawan domestik mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Jika sebelumnya porsi wisatawan lokal hanya sekitar 10 persen, kini angkanya meningkat menjadi sekitar 15 persen atau bahkan lebih.

“Peningkatan ini cukup menggembirakan, khususnya di bulan Desember. Salah satu faktor pendukungnya adalah optimalisasi promosi melalui media sosial yang kami lakukan untuk memperluas jangkauan informasi tentang Jatiluwih,” ujar pria yang akrab disapa Jhon, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar wisatawan domestik yang datang berasal dari Jakarta serta sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Tren tersebut dinilai sebagai sinyal positif dalam upaya memperluas segmen pasar pariwisata Jatiluwih yang selama ini cenderung bergantung pada wisatawan asing.

Meski kontribusi wisatawan lokal meningkat, pasar mancanegara masih menjadi penopang utama kunjungan. Jhon menyebutkan, wisatawan asing masih menyumbang sekitar 85 hingga 90 persendari total pengunjung.

“Wisatawan Eropa seperti dari Prancis, Jerman, dan Italia masih mendominasi. Selain itu, pasar Asia seperti Singapura, Malaysia, dan India juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik,” jelasnya.

Dari sisi statistik kunjungan, pengelola mencatat bahwa pada periode sepi, jumlah wisatawan harian berkisar antara 700 hingga 1.000 orang. Sementara pada musim ramai, angka tersebut melonjak hingga 1.500 sampai 2.000 pengunjung per hari.

Di balik tren positif tersebut, pengelola DTW Jatiluwih masih menghadapi sejumlah tantangan yang juga menjadi persoalan pariwisata Bali secara umum, seperti masalah sampah, kemacetan, serta kekhawatiran akan overtourism.

“Ketika kami melakukan promosi ke Eropa, isu sampah dan kemacetan sering kali menjadi perhatian utama calon wisatawan,” ungkap Jhon.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih tegas dalam penataan pariwisata, khususnya dalam pengelolaan lalu lintas. Menurutnya, kemacetan yang semakin parah menyulitkan agen perjalanan dalam menyusun jadwal kunjungan karena waktu tempuh yang tidak menentu.

Terkait persoalan sampah, Jatiluwih disebut telah menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga di tingkat desa.

Namun, demikian, upaya tersebut dinilai masih memerlukan dukungan yang lebih luas dari pemerintah daerah maupun pusat agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan dalam skala yang lebih besar. (ana)

Pemancing Terseret Arus di Aliran Tukad Badung, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR cari pria berusia 37 tahun dilaporkan terseret arus di aliran Tukad Badung, tepatnya di Jalan Hasanudin, Denpasar, saat sedang memancing, Jumat (2/1/2025)sekitar pukul 19.00 Wita.
Tim SAR cari pria berusia 37 tahun dilaporkan terseret arus di aliran Tukad Badung, tepatnya di Jalan Hasanudin, Denpasar, saat sedang memancing, Jumat (2/1/2025)sekitar pukul 19.00 Wita.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang pria berusia 37 tahun dilaporkan terseret arus di aliran Tukad Badung, tepatnya di Jalan Hasanudin, Denpasar, saat sedang memancing, Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 19.00 Wita.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata yang melihat korban terseret arus sungai. Saksi sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan,  laporan kejadian tersebut baru diterima pada Sabtu (3/1/2025) sekitar pukul 11.00 Wita dari Ditsamapta Polda Bali.

Korban diketahui bernama Surya Fajar Irawan, warga Kehen, Kesiman Petilan, Denpasar Timur.

Setelah menerima informasi, Kantor SAR Denpasar langsung mengerahkan 10 personel yang didukung oleh unsur SAR terkait menuju lokasi kejadian.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, tim tiba di lokasi dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya yang berada di tempat.

Tim SAR gabungan kemudian dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga ke arah Pulau Buru, Taman Pancing, dan Dam Buagan, dengan total area pencarian sekitar 4 kilometer.

“Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap korban masih terus berlangsung,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, Kodim 1611/Denpasar, Polsek Denpasar Barat, Polresta Denpasar, Potensi SAR 115, Balawista Denpasar, TRC BPBD Denpasar, Yayasan Bali Emergency, Arjuna Rescue, Bali Ranger Community, Bima Sakti Rescue, Indonesia Escorting Ambulance, Nanggala Medica Respon, serta dibantu oleh masyarakat setempat. (ana)

Rahina Tumpek Klurut, Anak Muda Bali Antusias Nikmati Kopi dan Babi Guling Traktiran Gubernur Koster

Gubernur Koster mentraktir ribuan cup kopi di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop Denpasar, pada Sabtu (3/1/2026).
Gubernur Koster mentraktir ribuan cup kopi di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop Denpasar, pada Sabtu (3/1/2026).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster merayakan Hari Tumpek Klurut (Hari Tresna Asih) dengan cara sederhana. Dalam momentum hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali ini, Gubernur Koster mentraktir ribuan cup kopi di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop Denpasar, pada Sabtu (3/1/2026).

Tak hanya kopi, Gubernur Koster juga mentraktir menu babi guling di Warung Men Wenci kawasan Sangeh, Kabupaten Badung sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

Sejak pagi, lokasi babi guling ini dipadati pengunjung. Dua ekor be guling ludes sekejap.

Saat ditemui di Tan Panama Coffee Shop, Gubernur Koster tampak bercengkrama santai dengan para pengunjung yang didominasi anak-anak muda (yowana).

Suasana berlangsung hangat dan akrab. Bahkan, Gubernur Koster sempat menjadi pusat objek foto bersama. Gubernur dua periode ini melayani dengan tulus setiap permintaan selfie.

Gubernur Koster mengatakan, perayaan Tumpek Klurut dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa tresna asih (kasih sayang), mempererat hubungan antar sesama, serta memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Bali.

“Tumpek Klurut ini adalah hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali. Kita maknai dengan berbagi, membangun interaksi yang hangat, terutama dengan generasi muda, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujar Gubernur Koster.

 

Ia menegaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara niskala lan sekala. Secara niskala diawali dengan persembahyangan yang dipusatkan di Pura Candi Narmada, sementara secara sekala diwujudkan melalui interaksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak muda, di ruang-ruang publik seperti coffee shop.

 

Antusiasme pengunjung cukup besar,  Salah seorang pengunjung bernama Prama asal Denpasar, mengaku senang bisa berada langsung di lokasi dan merasakan suasana kebersamaan tersebut.

“Kebetulan sekalian weekend, terus ditraktir sama Pak Gubernur. Senang sekali, awal tahun sudah ada momen seperti ini. Terima kasih banyak, senang sekali,” ujar Prama.

 

Di sisi lain, Gubernur Koster mengatakan UMKM lokal Bali memiliki peran strategis dalam menjaga  budaya Bali sekaligus menjadi ruang kreativitas generasi muda.

 

Karena itu, momentum Tumpek Klurut dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas, kebersamaan, lan rasa tresna asih di tengah masyarakat.

 

Perayaan Tumpek Klurut ini pun menjadi contoh bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Bali tetap relevan dan dapat dimaknai secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat modern.

Tujuannya menurut Gubernur adalah untuk membangun jati diri, karakter, dan identitas krama Bali, yang merupakan warisan leluhur. “Ini penting untuk kita rawat dan perkuat bersama,” tuturnya.

 

Tak sampai disana, Koster juga menghadirkan hiburan pentas musik di Panggung terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar di hari yang sama untuk dinikmati bersama oleh masyarakat luas mulai pukul 18.00 WITA hingga selesai.

” Musiknya dikemas untuk menciptakan suasana tenang, damai, lan becik, agar masyarakat bisa menikmati kebersamaan dengan nyaman,” pungkas Koster. (rls)

Tanah Longsor di Desa Karyasari Pupuan Tutupi Akses Jalan Warga

Pembersihan tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (3/1/2026).
Pembersihan tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (3/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat sore (2/1/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan longsor terjadi pada lahan sawah yang berada di tepi jalan dan materialnya melebar hingga menutupi seluruh badan jalan, sehingga menyebabkan akses lalu lintas terputus sementara.

“Curah hujan yang tinggi sejak sore hari mengakibatkan tanah sawah di sekitar lokasi longsor dan materialnya menutup akses jalan,” ujar Srinadha Giri dikonfirmasi Sabtu (3/1/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim TRC dan Pusdalop BPBD Tabanan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan bersama tim gabungan dari TNI, Polri, staf Trantib Kecamatan Pupuan, serta masyarakat setempat.

Material longsoran berhasil dievakuasi sehingga akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan pada Sabtu siang.

“Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Saat ini longsoran sudah berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas kembali normal,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di beberapa wilayah Kabupaten Tabanan. (ana)

Nuanu Bawa Musik Elektronik Indonesia di Malam Tahun Baru

Suasana perayaan Tahun Baru di Nuanu Creative City.
Suasana perayaan Tahun Baru di Nuanu Creative City.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Di saat sebagian besar perayaan malam Tahun Baru di Bali diwarnai format serupa dengan deretan nama internasional yang sudah akrab, Nuanu Creative City justru memilih arah berbeda.

Pada 31 Desember 2025, melalui gelaran PORTAL x Nuanu, kawasan kreatif di Tabanan ini menghadirkan perayaan Tahun Baru yang berakar pada eksplorasi kolektif dan praktik kreatif lokal dengan menampilkan 21 musisi elektronik dan alternatif Indonesia.

Sebagai rumah eksklusif PORTAL di Bali, perayaan tersebut menempatkan seniman Indonesia sebagai pusat dari keseluruhan pengalaman. Malam Tahun Baru ini dipimpin oleh para musisi yang bekerja lintas format, mulai dari elektronik, live, hybrid, hingga audiovisual, yang merefleksikan keragaman serta semangat eksperimentasi dalam lanskap musik kontemporer Indonesia.

PORTAL x Nuanu berlangsung di dua panggung utama, yakni Detak dan Sumbu, yang masing-masing menawarkan atmosfer berbeda. Detak mengusung energi malam melalui set elektronik dan hybrid berbasis ritme, sementara Sumbu menjadi ruang yang lebih performatif untuk karya live, vokal, dan eksplorasi audiovisual yang menekankan relasi antara suara, visual, dan ruang.

Kedua panggung tersebut berlokasi di Block 42, ruang multifungsi Nuanu yang dibangun dari kontainer pengiriman hasil daur ulang. Sepanjang malam, projection mapping menghidupkan struktur kontainer dan mengubah kawasan ini menjadi lingkungan berlapis menyerupai labirin.

Saat audiens berpindah dari satu panggung ke panggung lain, permainan cahaya dan suara yang terus berubah menciptakan sensasi seolah melintasi portal visual yang saling terhubung.

Ragam penampilan yang dihadirkan sepanjang malam menunjukkan bagaimana musik elektronik Indonesia menemukan resonansinya ketika diberi kepercayaan, konteks, serta lingkungan kuratorial yang tepat.

Adapun deretan seniman yang tampil dalam PORTAL x Nuanu meliputi Asylum Uniform, Bagvs, Big Chun a.k.a. Naken, Dekadenz, Gumatat Gumitit Gospell (live), JayDawn & Wukir Suryadi, Kuntari (organic set), Mairakilla, Non Archive, Raissa Febriani b2b Hatagarah, Verdy Arien b2b Magis, Txetext (live), Madness On Tha Block, Parakuat (live), Alkahfa (hybrid), Ambrukt, Paradata (A/V), Su66en9 (hybrid), PURE! Records, Linda b2b Masagi b2b Masayu, Barbara Pleaser, Temu Gerak, serta Putu Septa ft. Janurangga.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan perayaan ini menegaskan kembali tujuan Nuanu sebagai ruang tumbuh komunitas kreatif Indonesia.

“Indonesia memiliki komunitas kreatif yang kuat dan terus bertumbuh. Nuanu hadir untuk berjalan bersama mereka, dengan menciptakan platform yang dapat didefinisikan dan dibentuk bersama oleh para seniman,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PORTAL menyebut musik elektronik Indonesia lahir dari kerja kolektif yang melampaui sekadar genre.

“PORTAL x Nuanu menghadirkan pertemuan yang lebih luas, di mana suara hadir berdampingan dengan tari, instalasi multimedia, dan beragam bentuk ekspresi alternatif lainnya. Fokusnya bukan pada genre, melainkan pada para seniman dan praktik kreatif yang membentuk pengalaman malam tersebut,” jelasnya.

Dengan kehadiran audiens dari Bali, berbagai kota di Indonesia, hingga komunitas internasional yang berada di Bali selama musim liburan akhir tahun, PORTAL x Nuanu menjadi titik temu lintas budaya.

Di tengah musim perayaan yang kerap diwarnai pengulangan, acara ini menjadi contoh bagaimana perayaan Tahun Baru dapat berfungsi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan ekosistem kreatif Indonesia. (ana)

KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Indonesia Masuki Era Baru Penegakan Hukum

Pengesahan KUHAP baru terlaksana di ruang paripurna DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/11). (Foto: ANTARA)
Pengesahan KUHAP baru terlaksana di ruang paripurna DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/11). (Foto: ANTARA)

NASIONAL, PANTAUBALI.COM – Indonesia resmi memasuki babak baru dalam sistem hukum nasional. Terhitung mulai Jumat, 2 Januari 2026, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) versi terbaru mulai diberlakukan secara nasional.

Pemberlakuan ini menandai berakhirnya masa transisi sekaligus menggantikan KUHP lama peninggalan era kolonial yang selama puluhan tahun menjadi dasar hukum pidana di Indonesia. KUHP baru sendiri telah disahkan DPR RI pada 6 Desember 2022 melalui rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Undang-undang tersebut kemudian ditandatangani Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2 Januari 2023 dan diundangkan sebagai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Dalam Pasal 624 ditegaskan bahwa KUHP baru mulai berlaku tiga tahun setelah diundangkan, sehingga efektif diterapkan pada awal 2026.

Seiring dengan itu, pembaruan sistem hukum pidana turut diperkuat melalui pengesahan KUHAP baru. DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang KUHAP pada 18 November 2025 dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani, setelah mendengarkan laporan dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

“Undang-undang ini akan mulai berlaku nanti tanggal 2 Januari 2026,” ujar Puan Maharani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, saat itu.

Presiden Prabowo Subianto kemudian menandatangani aturan tersebut pada 17 Desember 2025, yang selanjutnya ditetapkan sebagai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025.

Meski telah resmi diberlakukan, KUHP dan KUHAP baru tidak luput dari perhatian publik. Sejumlah pasal sebelumnya menuai kritik dan kekhawatiran terkait potensi penerapan di lapangan. Kendati demikian, pemerintah dan DPR menegaskan bahwa pembaruan regulasi ini bertujuan memperkuat kepastian hukum serta menyesuaikan sistem peradilan pidana dengan dinamika masyarakat dan perkembangan zaman.

Dengan berlakunya dua regulasi fundamental tersebut, aparat penegak hukum, praktisi hukum, hingga masyarakat luas kini memasuki era baru penegakan hukum nasional yang diharapkan lebih modern, adil, dan berkeadilan. RAN