- Advertisement -
Beranda blog Halaman 38

Parade Ogoh-Ogoh PAUD Mengwi Libatkan Ribuan Anak, Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini

Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Parade Ogoh-Ogoh PAUD dan TK se-Kecamatan Mengwi di areal GOR Lapangan Umum Mengwi, Selasa (10/3).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ribuan anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memeriahkan Parade Ogoh-Ogoh se-Kecamatan Mengwi yang digelar di areal GOR Lapangan Umum Mengwi, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya Bali sejak usia dini sekaligus menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.

Parade ogoh-ogoh tersebut secara resmi dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung, Camat Mengwi, Perbekel Mengwi, Bunda PAUD Kecamatan Mengwi, serta Bunda PAUD desa dan kelurahan se-Kecamatan Mengwi.

Sebanyak 34 perwakilan TK dan PAUD dari berbagai wilayah di Kecamatan Mengwi ambil bagian dalam parade tersebut. Masing-masing peserta menampilkan ogoh-ogoh hasil kreativitas bersama antara anak-anak, guru, dan orang tua.

Kreasi ogoh-ogoh yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan keterampilan seni, tetapi juga menggambarkan pemahaman terhadap filosofi ogoh-ogoh sebagai bagian dari tradisi budaya Bali.

Dalam sambutannya, Rasniathi Adi Arnawa mengatakan kegiatan ini memiliki makna penting bagi perkembangan anak-anak, terutama dalam mengenalkan nilai-nilai budaya lokal sejak dini.

“Melalui parade ogoh-ogoh ini, anak-anak tidak hanya mengenal bentuk ogoh-ogoh secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya Bali yang mengajarkan kesadaran diri, penghormatan terhadap alam, serta pentingnya hidup rukun dalam kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini akan terus didorong untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia Ni Putu Sulistya Dewi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Parade ogoh-ogoh tahun ini mengangkat tema “Melalui Kegiatan Ogoh-Ogoh Kita Tanamkan Seni Budaya Bali Sejak Dini.”

Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Mengwi yang didukung oleh Bunda PAUD Kecamatan Mengwi serta mendapat dukungan dari Bunda PAUD Kabupaten Badung.

“Total ada 34 lembaga dari 46 TK yang ada di Kecamatan Mengwi yang ikut berpartisipasi, dengan jumlah peserta sekitar 2.000 anak,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi budaya bagi anak-anak, tetapi juga mempererat kebersamaan antara lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat dalam melestarikan tradisi Bali. (rls)

Resah! Dokter Senior Bongkar Krisis Obat RSUD Tabanan, Direktur Akui Dampak Dari Lilitan Utang 36 Miliar

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketersediaan sejumlah obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan dilaporkan sempat mengalami kekosongan. Kondisi ini mencuat setelah beredar pesan dari seorang dokter senior yang mengeluhkan tidak tersedianya obat bagi pasien dan viral di kalangan internal rumah sakit.

Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa selama 26 tahun bertugas di RSUD Tabanan, baru kali ini terjadi persoalan kekosongan obat seperti sekarang.

Direktur RSUD Tabanan dr. I Gede Sudiarta membenarkan adanya keterbatasan stok obat. Namun ia menegaskan, obat yang kosong bukan obat kategori darurat atau yang tercantum dalam Formularium Nasional (Fornas), melainkan obat yang masuk dalam kategori suplemen di formularium rumah sakit.

“Yang tidak tersedia ini obat yang sifatnya suplemen atau masuk dalam formularium rumah sakit. Untuk obat emergency atau yang termasuk fornas masih tersedia dan aman,” ujar dr. Sudiarta saat memberikan keterangan di RSUD Tabanan, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat tertundanya pencairan klaim BPJS Kesehatan. Keterlambatan ini berkaitan dengan proses peralihan sistem administrasi rumah sakit dari manual ke sistem digital.

Akibat proses tersebut, pengadaan obat sempat terhambat karena sistem keuangan tidak dapat memproses pembayaran sebelum klaim BPJS dicairkan.

“Saat stok mulai menipis sebenarnya pengadaan sudah kami lakukan. Namun sistem menolak karena kondisi keuangan belum memungkinkan untuk pembayaran, karena klaim BPJS belum cair,” jelasnya.

Pihak manajemen RSUD Tabanan kini tengah mempercepat proses penyesuaian data dari sistem manual ke digital agar klaim BPJS dapat segera diproses. Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, klaim BPJS disebut sudah mulai dicairkan.

“Kami pastikan sesuai hasil koordinasi per 16 Januari 2026 klaim BPJS sudah mulai cair, sehingga proses pengadaan obat kembali bisa berjalan,” tegasnya.

Selain itu, RSUD Tabanan yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) murni juga telah mengajukan bantuan dana kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan guna menjaga stabilitas operasional rumah sakit.

“Kami mengajukan subsidi sekitar Rp60 miliar untuk membantu operasional rumah sakit. Astungkara, mudah-mudahan bisa terealisasi pada anggaran perubahan sehingga ketersediaan obat kembali stabil,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Manajemen Operasional RSUD Tabanan Ni Wayan Primayani menjelaskan keterlambatan klaim BPJS terjadi selama tiga bulan, yakni sejak Desember 2025 hingga Februari 2026.

“Setiap bulan nilai klaim yang belum cair rata-rata sekitar Rp7 miliar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut terjadi karena proses penyesuaian administrasi dalam peralihan sistem layanan dari manual ke digital. Tercatat sekitar 9.000 berkas klaim harus dilengkapi kembali datanya dalam sistem digital.

Persoalan administrasi ini turut berdampak pada operasional rumah sakit, termasuk kesejahteraan 952 pegawai serta pengadaan Barang Medis Habis Pakai (BMHP). Bahkan jasa pelayanan (jaspel) pegawai sejak Januari hingga Februari 2026 belum dapat dibayarkan.

Hingga 31 Desember 2025 total utang RSUD Tabanan tercatat lebih dari Rp36 miliar. Rinciannya, utang obat mencapai lebih dari Rp19 miliar dan utang BMHP sekitar Rp16 miliar yang merupakan kewajiban dari tahun-tahun sebelumnya. (*)

Fraksi Gerindra DPRD Tabanan Soroti Keluhan Dokter Senior Soal Stok Obat Habis di RSU

Fraksi Gerindra DPRD Tabanan menyoroti keluhan dokter senior terkait dugaan kekosongan stok obat di RSUD Tabanan.
Fraksi Gerindra DPRD Tabanan menyoroti keluhan dokter senior terkait dugaan kekosongan stok obat di RSUD Tabanan.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Beredarnya rekaman suara (voice note) seorang dokter senior di RSUD Tabanan pada Senin malam memicu perhatian publik. Rekaman tersebut berisi keluhan terkait kondisi pelayanan di rumah sakit, khususnya mengenai ketersediaan obat di depo farmasi.

Dalam rekaman suara yang beredar di media sosial tersebut, dokter yang mengaku telah bertugas selama 26 tahun di RSUD Tabanan menyampaikan kegelisahannya mengenai kondisi pelayanan medis yang dinilai mengalami penurunan akibat keterbatasan stok obat.

Berikut isi rekaman suara tersebut:

“Selamat pagi para Direksi dan Manajemen yang ada di WA Grup ini, maafkan saya pakai voice note, supaya intonasi saya didengar dengan bagus. Mohon maaf ini sebelumnya, ini rumah sakit mau dibawa kemana ya? Ini satu persatu obat sudah tidak ada di depo,karena kita tidak membayar ya. Kemungkinan karena hutang kita terlalu banyak. Sekarang yang terakhir Citicoline yang tidak ada. Sedangkan kami tidak boleh bicara sama pasien bahwa obat tidak ada.

Berikan saya menumpahkan isi hati saya sekarang disini sebagai dokter yang paling senior saat ini yang ada di RSUD Tabanan. yang sudah bekerja selama 26 tahun, yang kali ini baru merasakan situasi seperti sekarang ini. Entah apa yang menyebabkannya, saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu.

Yang saya ingin tahu adalah pelayanan terhadap pasien kita yang ada di Rumah Sakit Tabanan. 26 tahun saya disini, sekarang inilah yang saya rasakan periodenya yang paling jelek. Saya sebagai dokter spesialis saraf yang sudah 26 tahun disini merasakan banget ya, merasakan apa yang harus kami lakukan terhadap pasien-pasien yang sudah terlanjur kami rawat disini dan terlanjur sudah masuk ke rumah sakit ini.

Mohon diberikan jawaban yang terbaik, siapa yang berwenang, kalau saya salah silahkan berikan saya Punishment (hukuman), atau Punishment yang akan diberikan kepada saya sebagai dokter yang paling senior di rumah sakit ini.

Silakan, karena jiwa saya masih Bersatu untuk pasien, jiwa saya untuk pasien, pelayanan nomor satu yang ingin kami berikan kepada pasien-pasien yang ada di rumah sakit Tabanan ini, tolong berikan jawaban yang terbaik hari ini, di hari Senin ini, buat saya pribadi dan untuk kami DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) di Rumah Sakit Tabanan. Saya dr. Ayu, dokter spesialis saraf yang berbicara disini.”

Menanggapi beredarnya rekaman tersebut, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Tabanan, I Wayan Wiryadana, meminta pihak manajemen RSUD Tabanan memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.

Menurutnya, pihak Fraksi Gerindra DPRD Tabanan menyayangkan jika benar terjadi kekosongan stok obat di rumah sakit daerah tersebut.

“Kami di Fraksi Gerindra sangat menyayangkan jika kondisi ini sampai terjadi. RSUD Tabanan merupakan rumah sakit daerah berstatus tipe B yang menjadi rujukan dari rumah sakit tipe C di Kabupaten Tabanan dan sekitarnya. Kenapa bisa sampai kehabisan obat, ada apa sebenarnya?” ujarnya.

Ia menilai, sebagai rumah sakit daerah, RSUD Tabanan seharusnya memiliki sistem manajemen yang baik, termasuk dalam pengelolaan stok obat dan perlengkapan medis lainnya.

“Sebagai rumah sakit daerah, seharusnya memiliki sistem manajemen yang baik sehingga pengelolaan bisa dilakukan secara transparan. Dengan begitu, ketersediaan obat dan perlengkapan medis dapat terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” katanya.

Wiryadana juga meminta pihak manajemen rumah sakit segera memberikan klarifikasi terkait kondisi tersebut.

“Kalau sampai kondisinya seperti sekarang, bagaimana pertanggungjawaban pihak rumah sakit. Ada apa ini hingga kondisi ini bisa terjadi. Dokter tidak boleh bicara, obat habis. Kami minta pihak manajemen rumah sakit memberikan penjelasan terkait kondisi ini,” tegasnya. (RAN)

Kukuhkan Pengurus FK2D Abiansemal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Penguatan Pelayanan Publik

Bupati Wayan Adi Arnawa saat mengukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Kelian Dinas Kecamatan Abiansemal masa bakti 2026–2031 di Sunfield, Darmasaba, Senin (9/3).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Mengambil tema “Memupuk Silaturahmi dan Rasa Kebersamaan Antar Forum Komunikasi Kelian Dinas se-Kecamatan Abiansemal”, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Kelihan Dinas (FK2D) Kecamatan Abiansemal masa bakti 2026–2031 di Sunfield, Darmasaba, Senin (9/3/2026).

 

Didampingi Ketua TP PKK Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Bupati menegaskan peran strategis Kelian Dinas sebagai ujung tombak sekaligus garda terdepan pelayanan masyarakat di Kabupaten Badung. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program pembangunan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah dengan perangkat kewilayahan di tingkat Banjar dan Desa.

 

“Kelihan Dinas adalah perpanjangan tangan pemerintah. Melalui koordinasi yang kuat, berbagai program strategis dapat diterjemahkan secara efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

 

Dalam arahannya, Bupati memaparkan sejumlah capaian dan keberlanjutan program pro-rakyat. Salah satunya adalah pemberian bantuan hari raya sebesar Rp2 juta bagi setiap Kepala Keluarga (KK) saat Galungan, serta santunan lansia senilai Rp3 juta per tahun bagi warga usia 75 tahun ke atas.

 

“Kebijakan ini bukan sekadar bantuan sosial, tapi bentuk penghargaan dan motivasi bagi warga untuk menjaga derajat kesehatan dan pola hidup sehat agar mencapai usia harapan hidup yang tinggi,” jelasnya.

 

Sektor pendidikan juga menjadi sorotan utama. Mulai tahun 2026, Pemkab Badung resmi menggratiskan biaya SMA bagi siswa di wilayah Badung. Selain itu, disiapkan beasiswa perguruan tinggi hingga lulus bagi anak-anak keluarga petani.

 

“Kami ingin memastikan tidak ada anak Badung yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Anak petani harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi,” tegas Bupati.

 

Terkait administrasi kependudukan, Bupati mengingatkan pembaruan skema santunan kematian sebesar Rp 10 juta yang kini mensyaratkan pengurusan akta kematian maksimal satu minggu setelah kejadian. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan tertib administrasi.

 

Di sisi lain, menjelang rencana penutupan TPA Suwung pada April 2026, Adi Arnawa menginstruksikan seluruh Kelian Dinas untuk masif mengedukasi warga mengenai pemilahan sampah berbasis sumber.

 

“Sampah harus selesai di tingkat rumah tangga. Tanpa kesadaran bersama, ini akan menjadi tantangan besar bagi kita,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Ketua FK2D Abiansemal terpilih, I Made Nada Sariada, menyatakan kesiapannya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Ia berkomitmen menjadikan forum ini sebagai jembatan yang solid dalam mensosialisasikan program pembangunan kepada masyarakat.

 

Acara pengukuhan ini juga diisi dengan apresiasi dari Ketua FK2D periode sebelumnya, I Gusti Ngurah Suwindra, atas kerja sama yang telah terjalin baik selama masa jabatannya. (rls)

Fraksi Gerindra Soroti Krisis Obat di RSUD Tabanan, Desak Manajemen Buka Kondisi Sebenarnya

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kondisi pelayanan di RSUD Tabanan menjadi sorotan setelah beredar rekaman suara seorang dokter senior yang mengeluhkan kosongnya sejumlah obat di depo rumah sakit. Rekaman tersebut viral di media sosial pada Senin malam dan memicu perhatian publik terhadap kondisi rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Dalam rekaman berdurasi sekitar dua menit itu, dr. Ayu, dokter spesialis saraf yang telah mengabdi selama 26 tahun di RSUD Tabanan, menyampaikan kekecewaannya kepada jajaran direksi dan manajemen rumah sakit. Dengan suara bergetar, ia mempertanyakan arah pengelolaan rumah sakit yang dinilai sedang menghadapi persoalan serius, terutama terkait ketersediaan obat.

Ia menyebutkan bahwa beberapa jenis obat mulai habis di depo farmasi rumah sakit. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan pembayaran kepada vendor penyedia obat yang belum terselesaikan. Salah satu obat yang disebut terakhir kali tidak tersedia adalah Citicoline.

Dalam pesan suara itu, dr. Ayu juga mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua dekade bekerja di RSUD Tabanan, baru kali ini ia merasakan kondisi pelayanan yang menurutnya paling sulit. Ia menekankan bahwa para dokter tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, meski dihadapkan pada keterbatasan obat.

Menanggapi beredarnya rekaman tersebut, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Tabanan, I Wayan Wiryadana, menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang terjadi di RSUD Tabanan. Ia menilai sangat disayangkan apabila rumah sakit daerah yang berstatus tipe B sampai mengalami kekosongan obat.

Menurut Wiryadana, RSUD Tabanan merupakan rumah sakit rujukan bagi sejumlah rumah sakit tipe C di Kabupaten Tabanan dan wilayah sekitarnya. Karena itu, ketersediaan obat dan kelengkapan pelayanan medis seharusnya menjadi prioritas utama.

Ia menegaskan bahwa sebagai rumah sakit milik daerah, RSUD Tabanan seharusnya memiliki sistem manajemen yang kuat dan transparan, terutama dalam pengelolaan keuangan serta pengadaan obat dan alat kesehatan.

“Kami meminta pihak manajemen rumah sakit memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait kondisi ini. Jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terganggu karena persoalan manajemen,” tegasnya.

Fraksi Gerindra DPRD Tabanan pun mendesak agar persoalan tersebut segera diselesaikan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal. (tim)

Dua WNA Australia Terdakwa Penembakan di Vila Badung Divonis 16 Tahun Penjara

Mevlut Coskun dan Paea-i-Middlemore Tupou saat menjalani sidang putusan kasus penembakan di Pengadilan Negeri Denpasar.
Mevlut Coskun dan Paea-i-Middlemore Tupou saat menjalani sidang putusan kasus penembakan di Pengadilan Negeri Denpasar.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Dua warga negara asing (WNA) asal Australia yang terlibat kasus penembakan di sebuah vila di wilayah Mengwi, Badung, akhirnya dijatuhi hukuman penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar.

Dalam sidang putusan yang digelar Senin (9/3), terdakwa Mevlut Coskun (22) dan Paea-i-Middlemore Tupou (26) divonis masing-masing 16 tahun penjara karena terbukti melakukan pembunuhan berencana yang menewaskan sesama warga Australia, Zivan Radmanovic.

Ketua Majelis Hakim Wayan Suarta menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Mevlut Coskun dan terdakwa II Paea-i-Middlemore Tupou masing-masing selama 16 tahun penjara,” ujar hakim saat membacakan amar putusan.

Selain itu, dalam perkara terpisah, rekan mereka Darcy Francesco Jansen juga dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas keterlibatannya dalam kasus yang sama.

Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Fizzer V. Simanjuntak dan Ryan Mahardika yang sebelumnya menuntut Coskun dan Tupou dengan hukuman 18 tahun penjara.

Dalam pertimbangannya, hakim menyebutkan sejumlah hal yang meringankan, di antaranya para terdakwa mengakui perbuatannya selama persidangan serta menyatakan penyesalan atas tindakan yang dilakukan.

Namun majelis juga menilai perbuatan para terdakwa sangat meresahkan karena menyebabkan Zivan Radmanovic meninggal dunia dan membuat korban lainnya, Sanar Ghanim, mengalami luka-luka. Selain itu, aksi penembakan tersebut juga dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali.

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa Rajendra Sing menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya. “Kami pikir-pikir yang mulia,” ujarnya di hadapan majelis hakim.

Sikap serupa juga disampaikan pihak jaksa yang menyatakan masih pikir-pikir sebelum menentukan apakah akan mengajukan upaya hukum lanjutan. Kedua pihak diberi waktu selama satu minggu untuk menyatakan sikap.

Dalam dakwaan terungkap, para terdakwa bersama Darcy diduga menjalankan perintah seseorang yang berada di Australia. Mereka menyiapkan kendaraan dan berbagai perlengkapan yang digunakan dalam aksi penembakan.

Ketiganya bahkan menyewa kamar di sebuah vila di Bali selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp10 juta per bulan sebagai bagian dari rencana tersebut. Darcy juga disebut menyewakan sejumlah sepeda motor yang kemudian digunakan saat melakukan aksi.

Penembakan terjadi pada Sabtu dini hari, 14 Juni 2025 sekitar pukul 00.15 WITA di Villa Casa Cantisya, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Saat itu, Tupou menjebol pintu gerbang vila menggunakan palu. Korban yang terbangun dari tidur berusaha bersembunyi di kamar mandi. Namun para pelaku berhasil masuk ke dalam dan langsung melepaskan tembakan.

Coskun menembak Zivan Radmanovic hingga tewas di tempat, sementara Tupou menembak Sanar Ghanim yang berada di kamar terpisah hingga mengalami luka-luka. Aksi tersebut juga disaksikan oleh istri korban Zivan, Jazmyn.

Setelah melakukan penembakan, para pelaku melarikan diri menuju wilayah Buwit, Tabanan, untuk meninggalkan sepeda motor yang digunakan. Mereka kemudian melanjutkan pelarian menggunakan mobil menuju Surabaya dan Jakarta.

Para terdakwa bahkan sempat merencanakan kabur ke Kamboja melalui Singapura dari Bandara Soekarno-Hatta. Namun rencana tersebut gagal setelah aparat kepolisian lebih dahulu menangkap mereka. RAN

Paket Ganja dari Sumatera Terendus di Bandara Ngurah Rai, Dua Pria Dibekuk

Dua pria diamankan polisi setelah kedapatan menerima paket berisi ganja kiriman dari Sumatera melalui jalur kargo Bandara Ngurah Rai.
Dua pria diamankan polisi setelah kedapatan menerima paket berisi ganja kiriman dari Sumatera melalui jalur kargo Bandara Ngurah Rai.

GIANYAR, PANTAUBALI.COM – Upaya penyelundupan narkotika melalui jalur kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali berhasil digagalkan aparat kepolisian. Satuan Reserse Narkoba Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai mengamankan paket berisi ganja seberat 152 gram yang dikirim dari Sumatera Utara ke Bali, serta menangkap dua pria yang diduga sebagai penerima barang haram tersebut.

Kasus ini terungkap setelah petugas menemukan paket mencurigakan di gudang kargo domestik Bandara Ngurah Rai pada Minggu (8/3/2026). Paket yang dibungkus plastik hitam itu memicu kecurigaan karena pola pengirimannya dianggap tidak lazim.

Kasi Humas Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, mengatakan tim opsnal Satresnarkoba yang dipimpin AKP I Nyoman Madriana kemudian melakukan pengawasan terhadap paket tersebut hingga sampai ke alamat tujuan.

“Petugas melakukan pengawasan sejak paket ditemukan di gudang kargo hingga diantar ke alamat penerima,” ujar Artana, Selasa (10/3).

Paket tersebut akhirnya diantar oleh kurir pada Senin (9/3) sekitar pukul 15.45 Wita ke sebuah warung masakan Padang di Jalan Patih Jelantik, Gianyar. Saat paket diterima oleh seorang pria berinisial DD (25), petugas langsung melakukan penangkapan.

Dari pemeriksaan awal, DD mengaku paket itu bukan miliknya, melainkan milik rekannya KNP (30) yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Polisi kemudian bergerak menuju rumah KNP di kawasan yang sama.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah KNP, petugas menemukan barang tambahan berupa satu lembar paper rokok bertuliskan “Radja Mas”. KNP kemudian dibawa ke lokasi penerimaan paket untuk menyaksikan pembukaan paket yang sebelumnya berada dalam pengawasan petugas.

Ketika dibuka, paket berbentuk tabung yang dililit lakban bening tersebut ternyata berisi daun, batang, dan biji kering yang diduga kuat ganja. Barang bukti tersebut memiliki berat sekitar 154 gram bruto atau 152 gram netto.

Selain itu, polisi juga menyita satu unit iPhone 13 warna biru beserta kartu SIM yang diduga digunakan untuk berkomunikasi terkait pengiriman narkotika tersebut.

Dalam pemeriksaan awal, KNP mengaku ganja itu dipesan dari seseorang berinisial I yang berada di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Barang tersebut kemudian dikirim ke Bali melalui jasa ekspedisi.

“Pengakuan sementara, ganja tersebut dikirim dari luar daerah melalui jasa pengiriman. Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di balik pengiriman ini,” jelas Artana.

Saat ini kedua pria tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai. Sementara itu, polisi juga terus memburu pengirim yang diduga menjadi pemasok ganja dari Sumatera Utara ke Bali. RAN

Hadiri Festival Imlek dan Cap Go Meh, Bupati Sanjaya Tegaskan Harmoni Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Senin, (9/3/2026), Festival Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh di Tabanan dipadati ribuan warga yang tumpah ruah memadati Jalan Gajah Mada menuju Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana untuk merayakan Parade serta Pentas Seni Budaya Nusantara. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, dan festival menampilkan budaya warga Tionghoa yang dipadukan dengan berbagai kesenian dari lintas etnis, suku, agama, sehingga menghadirkan nuansa selaras, harmonis serta penuh kebersamaan.

 

Suasana meriah penuh warna menjadi potret nyata keberagaman yang hidup berdampingan di Bumi Lumbung Pangannya Bali. Rangkaian kegiatan diawali dari Vihara Dharma Catta/Kong Co Bio Tabanan. Bupati Sanjaya memimpin langsung pelepasan parade, yang ditandai dengan pemukulan tambur. Ratusan peserta defile kemudian memadati Jalan Gajah Mada, menghadirkan atraksi budaya yang memukau mulai dari pembawa spanduk, bendera Merah Putih, drumband, iring-iringan Pelangi Harmoni enam agama dari FKUB Tabanan.

 

Berbagai komunitas budaya dan kesenian seperti Paguyuban Sunda, Paguyuban Flobamora, Hadrah Tunggal Sari, drumband SD Immaculata Tabanan, iring-iringan Barong Landung, Barong Bangkung, barongsai, serta beragam cosplay menambah semarak perjalanan parade menuju lokasi utama acara di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana. Di sana, berbagai penampilan seni juga tampil, diantaranya Tari Kebesaran Jayaning Singasana AUM, pertunjukan angklung, pagelaran tari dan suara moderasi beragama “Padma Samarasya” oleh Koor WKRI, pertunjukan Wushu Tabanan, Tari Imlek “Yingjie Huanxi Nian Zhen Xingfu” dari Tim Angkasa Raya, fragment tari lokal, hingga hiburan bondres dan penampilan band Yan Srikandi.

 

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam petunjukan harmoni ini, yakni Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, salah satu anggota DPRD Provinsi Bali atau yang mewakili, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Danrindam IX/Udayana atau yang mewakili, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala Kantor Kementerian Agama Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat, hingga tokoh masyarakat setempat

 

Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa festival ini menjadi bukti nyata keharmonisan masyarakat Tabanan yang hidup dalam keberagaman. “Sangat luar biasa. Dari awal kita mengikuti parade dan menyaksikan kesenian nusantara yang sangat mempesona. Ini membuktikan bahwa tidak salah Kementerian Agama mempredikatkan Tabanan sebagai kota harmoni di seluruh Indonesia,” ujarnya.

 

Sebelum acara puncak, Sanjaya didampingi Wabup Dirga dan salah satu anggota DPRD Tabanan, melakukan demo masak, yakni memasak nasi goreng. Selanjutnya, nasi goreng tersebut dibagikan kepada warga yang hadir di lokasi. “Kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak ingin harmoni hanya menjadi piagam atau slogan. Kami memberi ruang, waktu, dan kesempatan bagi saudara-saudara kita, termasuk warga Tionghoa yang telah lama menetap di Bali, untuk menampilkan seni dan budayanya. Sejak dahulu akulturasi budaya dan agama sudah hidup berdampingan,” tegasnya.

 

Melalui cara sederhana memasak Nasi Goreng, Bupati Sanjaya menggambarkan toleransi antarumat beragama. Aksi tersebut dimaknai sebagai pesan, bahwa keberagaman masyarakat dapat berpadu seperti bahan-bahan nasi goreng yang dicampur menjadi satu hidangan. Keberagaman dapat menyatu menjadi kekuatan, seperti nasi, sayuran, telor dan bumbu ketika dipadukan dan diolah dengan baik, maka akan menghasilkan cita rasa yang lezat. “Memasak nasi goreng itu semua bahannya dicampur. Ada nasi, garam, telor dan sayur. Kalau semuanya bersatu rasanya jadi enak. Begitu juga dengan harmoni di Tabanan. Jika kita bersatu hasilnya pasti baik,” ujarnya.

 

Sanjaya juga menambahkan, kini tugas pemerintah adalah memastikan seluruh masyarakat merasa dilindungi dan dihargai dalam keberagaman, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis di tengah masyarakat. “Di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung. Kita semua bersaudara. Tugas saya sebagai Bupati adalah mengayomi semua umat agar hidup rukun dan damai. Inilah yang disebut harmoni,” imbuh politisi asal Dauh Pala tersebut.

 

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Liem Surya Adinata dalam laporannya menyampaikan, Festival Imlek dan Cap Go Meh telah tiga kali digelar secara berturut-turut di Tabanan sebagai bukti komitmen daerah dalam menjaga toleransi dan keharmonisan. “Festival ini bukan hanya tradisi milik warga Tionghoa, tetapi milik kita semua. Sesuai tema tahun ini, Harmoni Imlek Nusantara, ini adalah wujud nyata keragaman budaya yang kita miliki. Mari jadikan momentum ini untuk semakin mempererat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ajaknya. (rls)

Badung Çaka Fest 2026 Sukses Digelar, Bupati Apresiasi Kreativitas dan Inovasi Ogoh-Ogoh Generasi Muda

Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi menutup Lomba Ogoh-Ogoh "Badung Çaka Fest 2026" di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi menutup Lomba Ogoh-Ogoh “Badung Çaka Fest 2026” yang telah berlangsung selama tiga hari. Menampilkan 21 karya ogoh-ogoh terbaik dari para Sekaa Teruna se-Kabupaten Badung di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3/2026).

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta lomba yang telah menampilkan kreativitas dan inovasi seni sekaligus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Badung bersama seluruh jajaran menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta lomba ogoh-ogoh yang telah menunjukkan kreativitasnya serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga pelaksanaan lomba ogoh-ogoh dalam rangka Badung Çaka Festival ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” ucap Bupati.

 

Adi Arnawa juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan para penonton yang sejak pembukaan hingga malam penutupan tetap menjaga ketertiban dan disiplin selama menyaksikan jalannya lomba. Menurutnya, partisipasi masyarakat yang tertib merupakan indikator penting keberhasilan sebuah penyelenggaraan festival budaya. “Sejak awal pembukaan lomba ogoh-ogoh ini saya melihat para penonton duduk dengan tertib dan rapi. Ini luar biasa. Mari kita berikan tepuk tangan untuk masyarakat kita yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menikmati sebuah pertunjukan seni budaya,” ujar Bupati.

 

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang. Ia bahkan berjanji akan menghadirkan konsep penyelenggaraan yang lebih spektakuler pada Badung Çaka Festival 2027. “Saya berjanji pada Badung Çaka Festival tahun 2027 nanti akan kami tampilkan yang lebih wah lagi. Tempat pelaksanaan lomba ogoh-ogoh ini akan kami tata lebih baik sehingga penonton bisa lebih nyaman dan menikmati setiap penampilan dengan lebih maksimal,” jelasnya. Sebagai bagian dari peningkatan fasilitas, pemerintah juga merencanakan penambahan layar LED berukuran besar di area venue agar seluruh masyarakat dapat menyaksikan penampilan ogoh-ogoh dengan lebih jelas. “Nanti di sisi kiri dan kanan venue akan kami pasang layar LED yang besar, sehingga masyarakat yang berada di berbagai sudut tetap bisa menyaksikan penampilan ogoh-ogoh dengan baik,” imbuhnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat menjadi landasan penyempurnaan festival pada masa mendatang. “Pada malam terakhir ini kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan Badung Çaka Fest masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Mudah-mudahan ke depan festival ini bisa kita selenggarakan dengan lebih baik, lebih meriah dan lebih membanggakan,” ungkapnya.

 

Usai acara penutupan, Bupati Adi Arnawa kepada awak media menilai kualitas ogoh-ogoh yang ditampilkan tahun ini sangat luar biasa. Bahkan menurutnya, tingkat kreativitas yang tinggi membuat tim juri menghadapi tantangan dalam menentukan pemenang. “Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan Lomba Ogoh-ogoh Badung Çaka Fest 2026. Saya melihat karya-karya ogoh-ogoh yang ditampilkan benar-benar luar biasa. Bahkan mungkin tim juri juga sedikit kebingungan menentukan siapa yang menjadi pemenangnya karena semuanya menampilkan kreativitas yang sangat tinggi,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kualitas karya ogoh-ogoh tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Badung memiliki potensi besar generasi muda di bidang seni dan budaya. Ini membuktikan bahwa di Badung ternyata banyak talenta-talenta muda yang sangat luar biasa di bidang seni. Anak-anak muda kita mampu menampilkan karya ogoh-ogoh yang kreatif, inovatif dan memiliki nilai artistik yang tinggi,” katanya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa penyelenggaraan lomba ogoh-ogoh tidak hanya dimaknai sebagai tradisi menjelang Nyepi, tetapi juga menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, gagasan dan ekspresi seni yang konstruktif. “Badung Çaka Fest ini bukan hanya bagian dari rangkaian perayaan Nyepi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda khususnya Sekaa Teruna untuk menampilkan ide-ide kreatifnya yang sejalan dengan visi pemerintah dalam melestarikan seni dan budaya,” jelasnya.

 

Bupati juga menyampaikan pesan kepada para pemenang maupun peserta yang belum berhasil meraih juara agar tetap menjadikan ajang ini sebagai motivasi untuk terus berkarya.

“Bagi yang nantinya menjadi pemenang saya ucapkan selamat, tetapi jangan jumawa. Teruslah berkarya dan berinovasi. Sementara bagi yang belum mendapat kesempatan menjadi juara, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus melangkah maju dan memunculkan ide-ide kreatif yang lebih baik lagi,” pesannya.

 

Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan seni tradisi, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan bantuan hibah kepada karya ogoh-ogoh yang dinilai layak tampil di Puspem Badung, meskipun tidak meraih juara.

“Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada karya seni yang dibuat oleh sekaa teruna. Bukan hanya juara yang kami hargai, tetapi semua karya yang memiliki kualitas dan kreativitas tinggi. Pemerintah ingin memberikan ruang dan posisi bagi para seniman muda kita untuk terus berkembang,” tegasnya.

 

Acara penutupan turut dihadiri anggota DPRD Badung I Made Yudana, I Wayan Loka Astika dan I Made Rai Wirata, Forkopimda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab. Badung, Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta serta Ketua Gatriwara Badung Ny. Gusti Ayu Trisna Dewi Anom Gumanti. (rls)

Koster Ultimatum Desa dan Kelurahan di Denpasar, Sampah Organik Harus Selesai di Sumber Sebelum 31 Maret 2026

Gubernur Bali Wayan Koster memberikan arahan kepada kepala desa dan lurah se-Kota Denpasar terkait percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber di Gedung Sewaka Dharma, Denpasar.
Gubernur Bali Wayan Koster memberikan arahan kepada kepala desa dan lurah se-Kota Denpasar terkait percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber di Gedung Sewaka Dharma, Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Penanganan sampah dan pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, produsen maupun pelaku usaha. Penanganan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan ekonomi.

Untuk itu perlu peningkatan kapasitas dan kualitas penanganan sampah termasuk juga pembinaan kepada swakelola jasa angkutan sampah, mulai dari pemisahan/pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemusnahan sampah, serta penegakan sanksi hukum di bidang lingkungan hidup harus dilakukan secara efektif dan konsisten, agar dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampahnya dengan baik.

Hal itu ditekankan Gubernur Bali Wayan Koster dalam arahannya dihadapan Kepala Desa dan Lurah se-Kota Denpasar terkait Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang berlangsung di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar pada Senin (9/3) pagi.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam arahannya menyampaikan permasalahan sampah saat ini menjadi isu strategis baik secara nasional maupun internasional yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan.

Ia mengatakan bahwa sejak periode pertama menjabat, telah menerbitkan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekai Pakai (kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik). Peraturan ini bertujuan mengurangi sampah plastik demi menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali.

“Untuk larangan penggunaan sedotan plastik sudah berjalan dengan bagus, tapi untuk penggunaan tas kresek masih banyak terjadi terlebih di pasar tradisional. Kalau di pasar modern sudah bagus dan sudah dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Selanjutnya juga telah dikeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di hotel, restoran, mall, tempat ibadah, lembaga pendidikan, pasar tradisional, perkantoran, tempat wisata dan desa.

“Mau di genjot, tiba-tiba tahun 2020 terjadi Covid-19. Sehingga kebijakan ini tidak bisa dijalankan dengan maksimal. Dari tahun 2021 hingga 2022 Kita fokus menangani pandemi dan pemulihan ekonomi masyarakat. Tahun 2023 periode pertama Saya selesai dan akhirnya berhenti sementara sehingga tidak maksimal lagi jadinya,” jelas Gubernur asal Buleleng ini.

Setelah kembali memimpin Bali, Gubernur Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali kemudian megeluarkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah sebagai bentuk gerakan bersama seluruh komponen yang ada di Bali untuk mewujudkan Bali yang hijau, bersih, indah, dan berkelanjutan. Kebijakan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber, yaitu pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari rumah tangga, perkantoran, pelaku usaha, hingga kawasan publik

Dari sis regulasi, Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar dikatakan Koster sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menangani permasalahan sampah. Bahkan Pemkot Denpasar sangat lengkap kebijakannya terkait penanganan sampah ketimbang kabupaten lain di Bali.

“Bali sebagai destinasi wisata dunia memerlukan ekonomi yang bagus dan berkualitas, hal ini juga telah diatur dalam program Pemprov Bali “Nangun Sad Kerthi Loka Bali”, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya,” tambahnya.

Untuk itu, dibutuhkan komitmen bersama secara holistik untuk pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir dimulai dengan memisahkan dan mengolah sampah dari sumbernya. Sampah organik harus selesai dikelola disumbernya paling lambat tanggal 31 Maret 2026, selesai dirumah tangga, kawasan perumahan, pariwisata,Desa Kelurahan/Desa Adat.

“Mari kita meneguhkan komitmen untuk bergotong royong melindungi alam Bali demi generasi yang akan datang. Keberhasilan Gerakan Bali Bersih Sampah akan menjadi warisan yang tak ternilai, bukan hanya untuk Bali, tetapi juga untuk Indonesia dan dunia,” imbuhnya.

Bahkan, Gubernur Koster mengungkapkan jika kasus TPA Suwung telah naik ke tahap penyidikan. Sesuai penegasan Menteri Hanif Faisol, mulai April 2026 TPA Suwung hanya diperbolehkan menerima sampah anorganik atau residu. Sementara sampah organik wajib diselesaikan di sumbernya.

“Jangan sampai kepala daerah menjadi tersangka. Kita tidak ingin ada yang jadi tersangka kan?. Ini menjadi tanggungjawab Kita semua. Kita harus siap menyelesaikan permasalahan sampah sesuai target yang telah ditentukan. Semua harus bergerak untuk menangani sampah. Ini harus Kita lakukan dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam laporannya menyampaikan bahwa permasalahan sampah sangat mendesak untuk segera diselesaikan.

Regulasi yang telah dibuat yakni Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 tahun 2023 mengatur tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah. Regulasi ini merujuk pada Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah.

Perda ini bertujuan menciptakan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber, di mana warga diwajibkan memilah dan mengolah sampah mulai dari rumah.

Untuk menindaklanjuti Perda tersebut, telah dikeluarkan Instruksi Walikota Denpasar No. 100.3.4.3/1/HK TAHUN 2026 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Sampah. RAN