- Advertisement -
Beranda blog Halaman 374

Tidak Hadiri Tes SKD CPNS 2024 Apakah Bisa di Blacklist?

Tidak Hadiri Tes SKD CPNS 2024 Apakah Bisa di Blacklist?

PANTAUBALI.COM – Bagi Para Calon peserta seleksi pegawai negeri sipil (CPNS) kini dapat mencetak kartu ujian untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) mulai 9 Oktober 2024. Kartu ujian tersebut berisi informasi penting mengenai jadwal, waktu, dan lokasi tes yang dijadwalkan berlangsung dari 16 Oktober hingga 14 November 2024.

Seiring dengan persiapan ujian, sejumlah warganet mengajukan pertanyaan mengenai sanksi bagi peserta yang tidak hadir pada ujian SKD. Jika tidak datang, apakah  akan di-blacklist untuk pendaftaran tahun depan?

MPlt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN), Vino Dita Tama, menjelaskan bahwa peserta yang tidak hadir dalam pelaksanaan tes SKD tidak akan di-blacklist.

“Peserta hanya akan dinyatakan gugur dan masih dapat mengikuti seleksi CPNS pada tahun berikutnya,” ungkapnya, Senin (14/10/2024).

Namun, terdapat beberapa kondisi yang juga akan membuat peserta dinyatakan gugur. Selain ketidakhadiran, peserta akan kehilangan kesempatan jika terlambat lebih dari 30 menit, tidak membawa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (eKTP) asli atau surat keterangan pengganti yang masih berlaku, atau tidak mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Misalnya, mengenakan kaus, celana jeans, dan sandal.

Lebih lanjut, Vino menekankan bahwa tindakan kecurangan, seperti menyebarkan soal SKD melalui media sosial, akan mengakibatkan diskualifikasi. Ini sesuai dengan Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024 mengenai prosedur penyelenggaraan seleksi dengan metode Computer Assisted Test (CAT).

Bagi peserta yang melanggar tata tertib selama SKD, ada beberapa sanksi yang akan diterapkan, mulai dari teguran hingga diskualifikasi. Rincian sanksi tersebut meliputi:

1. Teguran hingga pembatalan : Jika peserta membawa barang terlarang, berbicara dengan peserta lain, atau merokok di ruang seleksi.

2. Gugur : Jika peserta tidak mengenakan pakaian yang sesuai, tidak membawa identitas yang diperlukan, atau tidak memiliki PIN registrasi.

3. Diskualifikasi : Jika peserta melakukan kecurangan atau menyebarkan soal ujian.

Dengan mengetahui informasi ini, calon peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti ujian CPNS 2024. (sm)

Operasi Zebra Agung 2024 Mulai Digelar, Simak Sasaran Pelanggarannya

Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Agung 2024 di Polres Tabanan, Senin (14/10/2024).
Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Agung 2024 di Polres Tabanan, Senin (14/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Operasi Zebra Agung 2024 serentak mulai digelar hari ini Senin 14 Oktober 2024. Operasi akan berlangsung selama 14 hari, hingga 27 Oktober 2024.

Operasi ini digelar sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

“Sasaran yang menjadi atensi dalam pelaksanaan operasi yaitu perilaku pengendara yang berpotensi menyebabkan pelanggaran lalu lintas, kemacetan, maupun laka lantas,” ujarnya Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma saat melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Agung 2024, Senin (14/10/2024).

Ia merinci, ada enam sasaran pelanggaran yang akan ditindak dalam Operasi Zebra Agung 2024 ini. Pertama, berkendara melawan arus. Berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun menggunakan hanphone saat mengemudi.

Tidak menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara roda 2 dan tidak menggunakan sabuk pengamanan bagi pengendara roda 4. Pengendara di bawah umur.

Kemudian, kendaraan roda 2 maupun roda 4 yang tidak dilengkapi surat-surat maupun yang tidak menggunakan spesifikasi standar seperti knalpot brong. Terakhir, pelanggaran rambu lalu lintas.

“Saya harap masyarakat dapat berkontribusi positif dalam meminimalisir permasalahan lalu lintas seperti pelanggaran, laka lantas dan kemacetan arus lalu lintas yang terjadi pada titik-titik strategis di wilayah Tabanan,” tambahnya.

Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Made Sumadi menambahkan, khusus di Tabanan sendiri, titik yang menjadi atensi selama pelaksanaan operasi Zebra Agung ialah sepanjang jalur Denpasar-GIlimanuk dari Simpang Dadakan, Kediri hingga Pos Adi Pura.

Jalur tersebut menjadi daerah rawan kecelakaan, kemacetan hingga pelanggaran lalu lintas. Sementara tren angka kecelakaan tahun 2024 hingga bulan September meningkat menjadi 773 kasus, dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya terjadi 643 kasus

“Penyebab meningkatnya angka kecelakaan karena pelanggaran pengendara yang tidak disiplin dalam berlalu lintas.  Mudah-mudahan upaya yang kami lakukan selama operasi,” tambahnya. (ana)

Menghilang Empat Hari, Kakek 84 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Ayung

Evakuasi I Wayan Rugeg, warga Banjar Pane, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, ditemukan meninggal di Sungai Ayung, Minggu (13/10/2024).
Evakuasi I Wayan Rugeg, warga Banjar Pane, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, ditemukan meninggal di Sungai Ayung, Minggu (13/10/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang kakek bernama I Wayan Rugeg, warga Banjar Pane, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang selama empat hari.

Kakek berusia 84 tahun itu dilaporkan hilang sejak Rabu (9/10/2024), dan jasadnya ditemukan mengapung di Sungai Ayung pada Minggu (13/10/2024).

Kasi Humas Polres Badung, Ipda I Putu Sukarma menjelaskan, korban Wayan Rugeg meninggalkan rumahnya sekitar pukul 00.00 WITA. Keesokan paginya, keluarga melaporkan kehilangannya ke Polsek Abiansemal.

“Pihak keluarga, bersama Bendesa Adat, Pecalang, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Sibanggede, melakukan pencarian mulai pukul 07.30 WITA, namun hingga hari ketiga belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.

Pencarian semakin intensif, termasuk dengan menyusuri Sungai Ayung menggunakan perahu kecil (kano). Warga juga mengerahkan gamelan baleganjur di lokasi yang dianggap keramat, terutama di area sekitar pohon besar.

Akhirnya, korban ditemukan oleh salah seorang warga di samping batu besar di Sungai Ayung. Saat ditemukan, posisi tubuhnya tengkurap dan masih mengenakan pakaian yang terakhir kali ia kenakan.

“Korban ditemukan dalam kondisi utuh, tanpa luka bekas senjata tajam, hanya ada beberapa luka lebam di tubuhnya,” jelas Ipda Sukarma.

Jasad Wayan Rugeg kemudian dibawa ke rumah duka untuk prosesi pemakaman. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan korban meninggal sekitar tiga hingga empat jam sebelum ditemukan. (jas)

Debat Publik Pilkada Badung 2024, KPU Siapkan Dua Lokasi

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Agung Rio Swandisara.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Agung Rio Swandisara.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung mulai mempersiapkan pelaksanaan debat publik atau debat terbuka antar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Badung 2024.

Ada dua lokasi yang akan disiapkan untuk pelaksanaan debat nanti. Debat pertama akan berlangsung pada 25 Oktober 2024 di Hotel Trans.

Selanjutnya debat kedua dijadwalkan pada 8 November 2024 dan ketiga pada 22 November 2024 akan diadakan di Balai Budaya Giri Nata Mandala.

Dalam rangka mematangkan persiapan, KPU Badung juga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada Minggu, 13 Oktober 2024, di ruang rapat lantai II Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata, Jl. Kebo Iwa No.39, Denpasar.

Komisioner KPU Badung, I Nyoman Dwi Suarna Artha mengatakan, debat publik akan digelar sebanyak tiga kali di lokasi berbeda dan diikuti oleh kedua pasangan calon.

“Kami berharap Tim Perumus dapat memberikan masukan dan kajian untuk mematangkan acara debat,” ujar Dwi.

Dilanjutkan, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Agung Rio Swandisara menambahkan, tujuan dari debat publik ini adalah untuk memperkenalkan profil, visi, misi, serta program kerja para pasangan calon kepada masyarakat.

“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang cukup dan mempertimbangkan pilihannya dengan matang,” ucapnya. (jas)

Bawaslu Tabanan Hentikan Penanganan Laporan Intimidasi Mangku Pura Melanting dan Warga Kesiut

Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta.
Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan menghentikan penanganan dua laporan kasus dugaan intimidasi akibat beda pilihan politik yang dialami oleh Mangku Pura Melanting Pasar Tabanan dan salah seorang warga Banjar Kesiut Tengah Kaja, Desa Kesiut, Kerambitan.

Penghentian penanganan ini telah diputuskan melalui rapat pleno Bawaslu Tabanan pada Sabtu (12/10/2024) lalu.

“Status laporan kedua pelapor yang kami terima Minggu lalu dihentikan karena dugaan pelanggaran tidak terpenuhi,” ujar Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta, Minggu (13/ 10/2024).

Ia menjelasakan, alasan penghentian proses laporan ialah karena laporan yang dibuat Mangku Ketut Widiana terhadap terlapor atas nama I Made Indra Bayu yang merupakan Kepala Pasar Umum Tabanan, dinyatakan tidak terbukti sebagai pelanggaran Pemilihan.

Begitu juga dengan laporan I Nengah Heri Putra, terhadap pelapor I Nengah Suardana dinyatakan tidak sesuai degan ketentuan yang tertuang dalam pasal  182A ata Pasal 187 ayat (2) jo pasal 69 huruf d Undang-Undang no 10 tahuun 2016 tentang Pilkada.

“Kedua laporan yang kami terima statusnya dihentikan karena tidak ditemukan adanya unsur pelanggaran dan tidak terpenuhinya bukti sebagai sebuah pelanggaran pemilihan,” tambahnya.

Sebelumnya, kedua laporan tersebut ditindaklanjuti Bawaslu Tabanan karena memenuhi syarat formil dan materiil, sebagaimana ketentuan Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penanganan Pelanggaran Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Syarat formil itu meliputi identitas pelapor, nama dan domisili terlapor, waktu penyampaian pelaporan tidak melebihi ketentuan paling lama tujuh hari terhitung sejak diketahuinya atau ditemukannya dugaan pelanggaran, kesesuaian tanda tangan dalam formulir laporan dengan kartu identitas.

Kemudian, syarat materiil meliputi waktu dan tempat kejadian dugaan pelanggaran, uraian kejadian dugaan pelanggaran, dan bukti.

“Berdasarkan syarat itu, kami bersama unsur Kepolisian dan Kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) melakukan pembahasan pertama untuk menentukan pasal yang diterapkan,” tambah Narta.

Karena laporan sudah dihentikan, maka kelanjutan dari kasus tersebut berhenti sampai di Bawaslu saja dan tidak ada tindak lanjut sampai ke ranah kepolisian. (ana)

Istirahat Kampanye, Sengap Pilih Jalan Santai hingga Bagi-Bagi Sayuran di Kerambitan bersama Relawan Semut

Sengap bersama Relawan Semut menggelar jalan santai di Kecamatan Kerambitan pada Minggu (13/10/2024).
Sengap bersama Relawan Semut menggelar jalan santai di Kecamatan Kerambitan pada Minggu (13/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon wakil bupati (cawabup) Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Ardika alias Sengap, menggelar jalan santai di Kecamatan Kerambitan pada Minggu (13/10/2024).

Ratusan masyarakat tampak antusias dan semangat mengikuti kegiatan jalan santai yang mengambil start dan finish di depan Puri Anyar Kerambitan tersebut.

Kegiatan jalan santai ini dipilih meskipun wilayah Kerambitan menjadi zona kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Mulyadi dan I Nyoman Ardika (paket MS Glowing).

“Hari ini kami dengan tim (Relawan Semut) jalan-jalan saja. Kalau jalan santai kan melibatkan seluruh masyarakat dan pendukung,” kata Sengap.

Tidak hanya jalan-jalan, Sengap bersama tim Relawan Semut juga menyapa masyarakat sambil bagi-bagi sayur di Banjar Pekandelan, Banjar Wani, Baturiti, Pasar Kerambitan.

“Kami bawa satu pick up. Mungkin sekitar empat ratus sampai lima ratus bungkus,” terangnya.

Sengap juga menegaskan, dalam momen tersebut pihaknya tidak menyampaikan pesan politik apapun. Sebab sejak awal sudah sepakat memanfaatkan momen itu untuk istirahat dari padatnya jadwal politik.

Disamping itu, ia juga berpendapat bahwa masyarakat juga pastinya bosan dengan padatnya agenda kampanye.

“Yang ikut juga keluarga Relawan Semut di Kerambitan ini. Mungkin (yang ikut) sekitar lima ratusan orang. Ya ‘masliahan’ dari aktivitas kampanye. Kebetulan ini juga zona kami untuk berkampanye,” sebutnya.

Usai jalan-jalan di Kerambitan, Sengap juga mengaku akan menghadiri pembukaan kejuaraan futsal di tempat lainnya. (ana) 

Sengap: Media dan Masyarakat Berhak Protes, Pemimpin Harus Siap Dikritik

Sengap saat Simakrama di Banjar Dalem, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan Sabtu (12/10/2024).
Sengap saat Simakrama di Banjar Dalem, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan Sabtu (12/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon Wakil Bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Ardika alias Sengap mengingatkan masyarakat dan media berhak memberikan protes jika dirinya terpilih sebagai wakil pimpinan Tabanan mendampingi I Nyoman Mulyadi.

Menurutnya, media bisa menjadi salah satu lembaga yang hadir memberikan aspirasi bagi masyarakat ke pimpinan yang terpilih.

“Media berhak memprotes. Kalau pemimpin tidak siap diprotes, tidak usah jadi pemimpin,” ungkap Sengap saat Simakrama di Banjar Dalem, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan Sabtu (12/10/2024) malam.

Ia yang juga pernah berkecimpung di kesenian Bondres itu bahkan mengakui pernah menerima protes dari pihak-pihak maupun masyarakat.

“Saya jadi Bondres 15 tahun, saya dapat ejekan, hujatan. Tetapi itu sebagai suatu pelajaran,” lanjutnya.

Sebagai calon pemimpin baru yang mendampingi Mulyadi, ia mengaku hal tersebut bisa jadi pembelajaran. Tidak hanya di kesenian tapi jadi wakil pimpinan untuk masyarakat Tabanan.

Ia juga berjanji akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat walaupun nantinya tidak cukup terpuaskan dalam mengemban tugas sebagai calon wakil Bupati Tabanan.

“Kita tidak bisa memberikan yang selalu positif bagi orang lain. Menurut kita sudah positif, tapi belum tentu orang lain. Jadi kita harus terima juga sebagai bentuk pelajaran,” katanya. (ana)

Generasi Z dan Millennial Terancam Miskin karena Doom Spending

Ilustrasi Doom Spending. (Istimewa)
Ilustrasi Doom Spending. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM –  Belakangan ini, istilah Doom Spending menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama di media sosial. Aktivitas ini dianggap berbahaya karena dikaitkan dengan gaya hidup boros yang dapat memperburuk kondisi keuangan generasi Z dan millennial. Lantas, apa sebenarnya Doom Spending, dan bagaimana cara kedua generasi ini menjaga keuangan agar tetap stabil di masa depan?

Doom Spending mengacu pada kebiasaan berbelanja impulsif yang dilakukan sebagai upaya untuk meredakan kecemasan atau stres yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi dan kekhawatiran akan masa depan. Kebiasaan ini sering kali dipicu oleh perasaan pesimis terhadap kondisi keuangan pribadi dan lingkungan sosial yang penuh tekanan.

Menurut Daivik Goel, pendiri startup asal Silicon Valley, kebiasaan boros yang sering ia lakukan seperti membeli pakaian mewah, gadget terbaru, hingga menghabiskan uang untuk kegiatan berfoya-foya, sebenarnya berakar dari ketidakpuasan terhadap pekerjaannya dan tekanan dari teman-temannya.

Goel menjelaskan dalam wawancaranya dengan CNBC Make It, bahwa banyak anak muda terjebak dalam pola perilaku serupa akibat pengaruh lingkungan dan media sosial.

Sementara itu, Ylva Baeckstrom, dosen senior keuangan di King’s Business School sekaligus mantan bankir, mengungkapkan bahwa paparan media sosial yang terus-menerus dapat memicu kebiasaan doom spending. Ia memperingatkan bahwa fenomena ini bisa berdampak fatal bagi keuangan generasi Z dan millennial, yang berpotensi membuat mereka menjadi lebih miskin dibandingkan generasi sebelumnya.

Hasil pengamatan yang dilakukan oleh Survey Monkey mengungkapkan bahwa hanya 36,5% orang dewasa di dunia merasa kondisi finansial mereka lebih baik dibandingkan orang tua mereka. Sebaliknya, 42,8% responden justru merasa keuangan mereka lebih buruk daripada generasi sebelumnya. Survei ini melibatkan 4.342 orang dewasa dari berbagai negara.

Lebih lanjut, Baeckstrom menekankan bahwa sikap dan kebiasaan keuangan seseorang sering kali diwariskan dari keluarganya. Pola pengelolaan uang, bagaimana keluarga mengatur keuangan, serta siapa yang memegang kendali finansial dalam keluarga, semuanya berperan penting dalam membentuk pandangan seseorang terhadap uang dan kebiasaan berbelanjanya.

Fenomena doom spending yang semakin marak di era digital ini mengingatkan generasi muda akan pentingnya kesadaran finansial dan kemampuan mengendalikan pengeluaran. Alih-alih terjebak dalam kebiasaan konsumtif, penting bagi generasi Z dan millennial untuk mulai merencanakan keuangan jangka panjang agar tetap kaya di masa depan. (sm)

Jangan Diabaikan, Kenali Gejala-Gejala Kamu Alergi Telur!

Ciri-ciri alergi makanan yang timbul di kulit. (Foto: Halodoc)
Ciri-ciri alergi makanan yang timbul di kulit. (Foto: Halodoc)

PANTAUBALI.COM – Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein yang sangat penting dalam menu harian. Kaya akan nutrisi, telur sering kali menjadi pilihan utama dalam berbagai hidangan. Namun, di balik manfaat kesehatannya, tidak semua orang dapat menikmati telur tanpa risiko.

Bagi sebagian orang, telur justru dapat memicu reaksi alergi yang serius. Alergi telur terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi protein yang terkandung dalam telur sebagai ancaman, sehingga tubuh bereaksi dengan berlebihan. Reaksi ini dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari ringan hingga yang dapat mengancam nyawa.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda alergi telur agar dapat memberikan penanganan yang tepat saat gejala muncul. Lalu, apa saja gejala alergi telur yang perlu diwaspadai?

Menurut Cleveland Clinic, reaksi alergi terhadap telur dapat muncul dalam beberapa bentuk. Pada kasus ringan, gejala yang muncul bisa berupa sakit perut, diare, batuk, gatal-gatal, mual, muntah, ruam di kulit, hingga kesemutan atau pembengkakan pada bibir, lidah, dan tenggorokan.

Meskipun gejala ini mungkin tampak tidak terlalu mengkhawatirkan, mereka tetap membutuhkan perhatian, terutama jika sering terjadi setelah mengonsumsi telur. Namun, pada kasus yang lebih parah, reaksi alergi ini dapat memicu kondisi serius yang disebut anafilaksis.

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang sangat berbahaya dan memerlukan tindakan medis darurat. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan bernapas, kesulitan menelan, pusing, tekanan darah yang menurun drastis, sesak napas, serta rasa sesak di dada atau tenggorokan.

Memahami dan mengenali gejala sejak dini dapat membantu mencegah kondisi memburuk dan memastikan penanganan yang tepat. (sm)

Kapal Tenggelam di Nusa Penida, 5 Penumpang Selamat

Seluruh penumpang dan ABK kapal selamat.
Seluruh penumpang dan ABK kapal selamat.

PANTAUBALI.COM – Lima orang nyaris kehilangan nyawa saat kapal mereka, KM Nyaman Catamaran, tenggelam di perairan timur Pulau Nusa Penida, Klungkung, pada Sabtu (12/10/2024). Insiden ini terjadi saat kapal yang berlayar dari Serangan menuju Gili Gede, Lombok, mengalami masalah di tengah laut.

“Kapal tersebut berangkat pada Kamis (10/10/2024) pukul 05.00 WITA. Namun, dua hari kemudian, pada Sabtu sore, kapal tersebut tenggelam di sekitar 10 mil laut dari Nusa Penida,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Kepanikan terjadi saat air mulai memasuki kapal, dan mereka terpaksa mengapung di laut menunggu bantuan. Kelima korban yang berada di atas kapal, termasuk nahkoda dan kru, terombang-ambing di lautan tanpa pertolongan.

Racmad Faisal (37), nahkoda kapal, bersama Taufiq Urrohman (27) selaku KKM, Muhamad Albar (27) yang merupakan ABK, serta dua penumpang Faul Stefen (30) dan Wahyudi (27) hanya bisa berharap akan ada kapal yang lewat.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera mengirimkan tim penyelamat dari Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida. Mereka bergerak cepat menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida.

Namun, sebelum tim SAR tiba di lokasi, KMP Rama Giri Nusa lebih dulu menemukan dan menyelamatkan kelima korban yang terapung di laut. Evakuasi berlangsung sekitar pukul 17.30 WITA, dan seluruh korban langsung dibawa ke Pelabuhan Padang Bai. (sm)