- Advertisement -
Beranda blog Halaman 372

Wisatawan Asal India Hilang Usai Dihantam Ombak Diatas Tebing Pantai Billabong

Nilesh Mukhi (59), dilaporkan hilang setelah terseret arus di Pantai Billabong, Nusa Penida. (Dok Basarnas Bali)
Nilesh Mukhi (59), dilaporkan hilang setelah terseret arus di Pantai Billabong, Nusa Penida. (Dok Basarnas Bali)

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM –  Seorang wisatawan asal India, Nilesh Mukhi (59), dilaporkan hilang setelah terseret arus di Pantai Billabong, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, pada Rabu, 16 Oktober 2024, sekitar pukul 10.50 Wita. Kejadian ini terjadi saat Nilesh bersama sejumlah wisatawan lainnya menikmati pemandangan indah dari atas tebing.

Tiba-tiba, gelombang besar menghantam tebing, mengakibatkan Nilesh tergulung ke dalam air dan tenggelam. Tim Pos Unit Siaga Basarnas Nusa Penida segera menerima laporan insiden tersebut dan melakukan pencarian yang intensif.

Koordinator Pos Unit, I Putu Cakra Negara, menyatakan bahwa mereka langsung mengerahkan satu unit rigid inflatable boat (RIB) serta melibatkan unsur pencarian dan pertolongan gabungan.

“Kami melakukan pencarian dalam tiga sorti, berfokus pada area di mana korban diperkirakan jatuh,” ujar Cakra saat dikonfirmasi, Rabu (16/10).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengonfirmasi bahwa pencarian akan dilanjutkan pada pagi hari berikutnya dengan memperluas area pencarian.

“Tentu kami mempertimbangkan arah arus, cuaca, dan angin dalam rencana operasi pencarian,” tuturnya.

Pencarian korban sempat menghadapi kendala akibat kondisi gelombang yang tinggi. Upaya ini melibatkan empat anggota Basarnas, serta dukungan dari angkatan laut dan kepolisian yang memantau dari darat.

“Dari lokasi kejadian, boat hanya bisa masuk sejauh 25 hingga 30 meter karena air berwarna putih dan ombak yang pecah, membatasi jarak pandang kami,” ungkap Cakra.

Meskipun pencarian telah dilakukan, hingga saat ini belum ada titik terang mengenai keberadaan Nilesh. Cakra menegaskan bahwa setelah terseret arus, korban langsung hilang dari pandangan akibat besarnya gelombang. (sm)

Sindikat Penjualan SIM Card Ilegal Terungkap di Bali, 12 Pemuda Ditangkap

Polda Bali ungkap sindikat penjualan sim card ilegal di Bali.
Polda Bali ungkap sindikat penjualan sim card ilegal di Bali.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Bali berhasil membongkar sindikat penjualan SIM card ilegal yang melibatkan 12 pemuda. Para pelaku memanfaatkan data pribadi orang lain yang bocor dari situs gelap untuk melakukan aktivitas ilegal ini.

Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, bersama dengan AKBP Ranefli Dian Candra, Direktur Ditressiber, mengungkapkan bahwa pengungkapan sindikat ini berawal dari laporan masyarakat pada 9 Oktober 2024 mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di Jalan Sakura Gang 1, Denpasar.

“Awalnya, masyarakat menduga lokasi tersebut sebagai markas judi online. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata rumah itu digunakan untuk registrasi SIM card secara ilegal,” jelas Jansen di Mapolda Bali, Rabu (16/10).

Polisi menemukan barang bukti penting dalam penggerebekan, termasuk dua unit PC, delapan laptop, 24 modem pool, tujuh ponsel, dan ratusan ribu kartu perdana dari provider XL dan Axis. Menurut DBS, lokasi di Jalan Sakura hanya digunakan untuk registrasi, sedangkan penjualan dilakukan di Jalan Gatot Subroto I, Perumahan Taman Tegeh Sari Nomor 17 Denpasar.

Adapun para tersangka memiliki peran yang berbeda dalam operasi ini. Di antara mereka, DBS (21) dari Lamongan diketahui sebagai otak sindikat, sementara GVS (21) dari Karangasem berperan sebagai manajer. MAM (19) dari Denpasar berfungsi sebagai kepala sortir, dan FM (18) dari Denpasar bertanggung jawab atas produksi registrasi SIM card.

Tersangka lainnya, termasuk YOB (23) dari Nagekeo, NTT, dan TP (22) serta ARP (18) dari Banyuwangi, juga terlibat dalam proses registrasi. RDSS (22) dari Malang berperan dalam penjualan SIM card kepada konsumen, sementara DP (31) dari Denpasar bertindak sebagai research developer. IWSW (21) dari Denpasar menjalankan fungsi customer service, dan DJS (21) dari Denpasar bertanggung jawab atas promosi.

Para pelaku diketahui membeli 300 ribu NIK dari darkweb dengan harga Rp 25 juta, yang memungkinkan mereka untuk mendaftar hingga 3.000 SIM card per hari. SIM card tersebut kemudian dijual dengan kode One Time Password (OTP) seharga Rp 5.000.

“Sindikat cukup besar dan meraup keuntungan bulanan antara Rp 200-300 juta,” tambahnya.

Hasil interogasi menunjukkan bahwa SIM card yang diregistrasi menggunakan identitas orang lain sering kali digunakan untuk penipuan online, sehingga jejaknya sulit dilacak ke pelaku asli. Polisi kini tengah mencari enam pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diduga telah melarikan diri dari Bali.

“Tindakan para tersangka diancam dengan berbagai pasal, termasuk pelanggaran UU Perlindungan Data Pribadi dan UU ITE,”  tegas mantan Kapolresta Denpasar ini.

Polda Bali mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan dan menggunakan data pribadi, guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. (sm)

Mulyadi Programkan Peningkatan TPP 100 Persen Bagi ASN Demi Maksimalkan Pelayanan Publik

Calon Bupati Tabanan Nyoman Mulyadi saat kampanye di Banjar Bugbugan, Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga, Rabu (16/10/2024).
Calon Bupati Tabanan Nyoman Mulyadi saat kampanye di Banjar Bugbugan, Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga, Rabu (16/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon Bupati Tabanan Nomor Urut 1 I Nyoman Mulyadi menjadikan Peningkatan Tunjangan Penghasilan (TPP) 100 Persen bagi ASN sebagai salah satu program unggulannya.

Menurutnya program itu menjadi salah satu upayanya untuk meningkatkan kinerja para ASN sehingga bisa memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat, terutama dalam layanan publik.

Hal itu diungkapkannya saat menanggapi salah satu permintaan masyarakat di Banjar Bugbugan, Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga dalam kampanye tatap muka yang berlangsung pada Rabu (16/10/2024).

“Jika saya terpilih sebagai bupati, itu yang akan saya laksanakan sebab pelayanan publik itu penting,” ujar Mulyadi.

Ia juga menegaskan keikutsertaannya dalam Pilkada 2024 di Tabanan bersama calon wakilnya I Nyoman Ardika adalah untuk menjadi pelayan masyarakat. Sehingga, urusan pelayanan publik menjadi perhatian utama dirinya bersama Ardika.

“Saya kan pelayan. Rakyat itu raja. Katanya suara rakyat itu suara Tuhan. Makanya layanilah masyarakat dengan baik. Jika sudah terlayani dengan baik, saya yakin mudah memimpin Tabanan,” tambahnya.

Mulyadi pun optimis, programnya itu bisa terealisasi jika dirinya bersama Ardika terpilih dalam Pilkada 2024 untuk memimpin Kabupaten Tabanan.

Kampanye tersebut turut dihadiri oleh mantan Ketua DPRD Tabanan I Wayan Sukaja, yang juga merupakan warga Banjar Bugbugan.

Di kesempatan itu, Sukaja sempat memberikan pengantar sebelum Mulyadi memaparkan beberapa program dan visi misinya.

Masyarakat juga antusias menyimak pemaparan program dan visi misi yang disampaikan Mulyadi. Kampanye itu ditutup dengan riang gembira. (ana)

Polisi Pastikan Tak Ada Pelaku Lain Dalam Kasus Kematian Gung Balang dan Istrinya

Polisi pastikan tak ada pelaku lain dalam kasus kematian tak wajar Gung Balang dan Istrinya.
Polisi pastikan tak ada pelaku lain dalam kasus kematian tak wajar Gung Balang dan Istrinya.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Polda Bali memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus kematian tragis sepasang suami istri, Anak Agung Ketut Ngurah Setyawan, alias Gung Balang (38), dan istrinya, Anak Agung Sri Agung (38). Hasil penyelidikan menunjukkan dua kemungkinan penyebab kematian mereka yang tidak wajar.

Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, Kabid Humas Polda Bali, menjelaskan bahwa kondisi rumah saat kejadian dalam keadaan terkunci dari dalam, menyisakan dua spekulasi utama.

“Pertama, bisa jadi mereka berdua mengakhiri hidup secara bersamaan. Kedua, mungkin salah satu dari mereka dibunuh terlebih dahulu, kemudian yang lainnya mengikuti,” ujar Jansen pada Rabu (16/10).

Dalam penyelidikan, pihak kepolisian menemukan barang bukti narkoba di lokasi kejadian. Hasil tes menunjukkan bahwa keduanya positif menggunakan narkoba, yang bisa jadi menjadi faktor pendorong tindakan nekat tersebut.

“Narkoba yang ditemukan di kamar digunakan oleh kedua korban. Ini mungkin memengaruhi keadaan mental mereka pada saat kejadian,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian iini bermula ketika Gung Balang dan istrinya ditemukan tewas di dalam kamar rumah mereka di Jalan Kebo Iwa Utara, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar, pada Senin (23/9).

Putra mereka, yang dikenal dengan inisial AAKNS, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, orang tuanya menghadiri acara makan malam keluarga. Namun, AAKNS merasa curiga setelah mendengar pernyataan ayahnya yang mengatakan ingin mati bersama istrinya.

Awalnya, pernyataan itu dianggap candaan dan dianggap sebagai ungkapan cinta sehidup semati. Keanehan semakin terasa ketika pasangan tersebut mengunci pintu kamar dan tidak kunjung keluar. Keesokan harinya, saat pintu dibuka paksa, mereka ditemukan dalam posisi berpelukan, sudah tidak bernyawa.

Gung Balang ditemukan dengan luka tusuk di dada kiri, sementara istrinya mengalami luka tusuk di leher kanan. Jasad keduanya telah dievakuasi ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. (sm)

Sekda Dewa Indra Harap Pejabat Pengadaan Semakin Profesional dan Kredibel

Perayaan Hari Jadi ke-1 DPW IFPI (Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia) Bali di Hotel Aston, Denpasar, Rabu (16/10/2024).
Perayaan Hari Jadi ke-1 DPW IFPI (Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia) Bali di Hotel Aston, Denpasar, Rabu (16/10/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pejabat pengadaan barang dan jasa memegang peran penting dan strategis dalam pemerintahan. Hampir semua lini, baik itu pemerintah daerah, lembaga vertikal, pendidikan, hingga desa, terlibat dalam pengadaan barang dan jasa.

Dengan peran strategis ini, penting bagi pemangku jabatan pengadaan barang dan jasa untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kredibilitasnya.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat memberikan sambutan di Perayaan Hari Jadi ke-1 DPW IFPI (Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia) Bali di Hotel Aston, Denpasar, Rabu (16/10/2024).

Menurut Sekda Dewa Indra dengan peran strategis yang diemban pemangku jabatan pengadaan diharapkan mampu bertanggung jawab untuk meningkatkan serapan produk dalam negeri serta mendorong pertumbuhan UMKM.

“Pemangku jabatan harus terus meningkatkan profesionalisme dan kredibilitas, serta memitigasi risiko yang ada, sehingga pengadaan yang dilakukan semakin transparan, akuntabel, dan kredibel,” ungkapnya.

Dewa Indra menambahkan, organisasi IFPI sebagai wadah sah bagi pemangku jabatan fungsional pengadaan memegang peran penting dalam membangun profesionalisme, berbagi pengalaman, pengetahuan, serta memberikan proteksi kepada anggotanya.

“Saya melihat ada optimisme bahwa organisasi ini akan terus tumbuh dan perannya semakin kuat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPW IFPI Bali I Made Budi Adiana menyampaikan, DPW IFPI Bali telah dibentuk dan dikukuhkan pada 2023.

Anggota ASN Fungsional PBJ sebanyak 224 orang yang tersebar di Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali hingga instansi vertikal di wilayah Bali.

“IFPI sebagai wadah organisasi profesi fungsional pengadaan barang/jasa pemerintah bertujuan untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan pengadaan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses transformasi pengadaan merupakan tantangan yang cukup berat dan memerlukan SDM yang mumpuni.

Untuk itu, diharapkan DPW IFPI Bali dapat mewadahi pengembangan profesionalitas anggota serta senantiasa menjaga integritas dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah. (rls)

Pjs Bupati Jembrana Serahkan Santunan Duka Korban Tertimpa Pohon di Mendoyo

Pjs Bupati Jembrana menyerahkan bantuan kepada korban tertimpa pohon perindang di Jalan Denpasar-Gilimanuk pada Rabu (16/10/2024).
Pjs Bupati Jembrana menyerahkan bantuan kepada korban tertimpa pohon perindang di Jalan Denpasar-Gilimanuk pada Rabu (16/10/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – I Wayan Arsana (53), korban tertimpa pohon perindang di Jalan Denpasar-Gilimanuk tepatnya wilayah Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, meninggal dunia mendapat bantuan dana duka dari Pjs Bupati Jembrana. Santunan duka cita diserahkan kepada ahli waris dan keluarga pada Rabu (16/10/2024).

Dalam kesempatan yang sama, Pjs Bupati Jembrana  I Ketut Sukra juga meminta OPD terkait melakukan mitigasi sekaligus evaluasi sehingga kejadian serupa tidak terjadi kembali.

“Mitigasi dengan melakukan pengecekan pohon-pohon, yang berpotensi tumbang. Semua harus waspada dan hati-hati. Musibah ini akan jadi evaluasi bersama, agar ke depan jangan sampai terulang,’’ ucapnya.

Istri korban, Ni Ketut Sri Astuti mengatakan, suaminya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSU Negara. Kemudian dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah untuk memperoleh penanganan yang intensif.

“Selama kurang lebih 11 (sebelas) hari di rawat di RSUP Prof Ngoerah, suami tiang meninggal dunia. Untuk upacara pengabenannya sendiri sudah dilaksanakan pada 29 September yang lalu di Krematorium Pekutatan. Keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, bantuan yang diserahkan tersebut berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk santunan duka cita.

“Adapun jumlah santunan duka cita yang diserahkan yakni sejumlah Rp10 Juta,” pungkasnya.  (ana)

Debat Pilkada Tabanan Dirancang Tiga Sesi

Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra.
Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan tengah mematangkan persiapan debat bagi dua pasangan calon bupati (Cabup) dan wakil bupati (Cawapub) dalam Pilkada 2024.

Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra mengatakan, debat akan dijadwalkan berlangsung sebanyak tiga kali. Pertama akan dilaksanakan pada 31 Oktober, debat kedua pada 13 November, dan debat ketiga pada 20 November.

Awalnya, debat pertama dijadwalkan pada 30 Oktober, namun diundur sehari karena berbarengan dengan pelaksanaan debat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur oleh KPU Provinsi Bali.

“Kami menggeser jadwal debat sehari agar tidak berbenturan dengan jadwal provinsi,” kata Suwitra, Rabu (16/10/2024).

Ia menyebut, pihaknya berencana melaksanakan debat di tiga lokasi berbeda. Sejauh ini, ada tiga lokasi yang diusulkan adalah Hotel Homm Saranam di Baturiti, Hotel Aston, dan Hotel Prime Plaza di Denpasar.

“Ketiga lokasi itu dipilih karena dianggap representatif, tetapi keputusan final masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Begitu juga dengan jumlah peserta yang dapat hadir langsung di lokasi debat, Suwitra menegaskan bahwa pembatasan akan diterapkan.

Namun, seluruh rangkaian debat akan disiarkan langsung melalui stasiun televisi agar masyarakat luas bisa mengikuti jalannya debat secara transparan dan terbuka.

“Kami akan menyesuaikan kapasitas lokasi. Jika tempatnya luas, mungkin lebih banyak pendukung yang bisa diizinkan masuk,” katanya.

Terkait materi debat yang akan dibahas, Suwitra mengaku, saat ini pihaknya sedang membentuk tim perumus untuk menyusun materi debat.

“Tim perumus materi masih dalam proses pembentukan, sehingga tema dan materi yang akan dibahas belum diputuskan,” jelasnya. (ana)

Komisi II DPRD Tabanan Cek Proyek Restoran Bodong di Desa Mengesta

Komisi II DPRD Tabanan bersama dinas terkait melakukan pengecekan proyek pembangunan restoran di Desa Adat Wongaya Betan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Rabu (16/10/2024).
Komisi II DPRD Tabanan bersama dinas terkait melakukan pengecekan proyek pembangunan restoran di Desa Adat Wongaya Betan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Rabu (16/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan melakukan pengecekan proyek pembangunan restoran di Desa Adat Wongaya Betan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Rabu (16/10/2024).

Pengecekan dilakukan bersama dengan dinas terkait seperti Dinas PUPRPKP, Dinas PMPTSP, Dinas Pertanian, Camat serta aparat desa terkait.

Adapun pengecekan dilakukan karena proyek tidak memiliki izin lengkap alias bodong. Selain itu, bangunan restoran yang didirikan di tengah lahan persawahan itu mencaplok sekitar 1,2 hektare lahan pertanian produktif.

Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara mengatakan, pengecekan dilakukan setelah menerima laporan dari tokoh masyarakat setempat terkait adanya pelanggaran izin proyek tersebut.

Kemudian, lokasi pembangunan restoran berada di jalur hijau lahan pertanian produktif, yang seharusnya dilindungi dan tidak boleh dibangun secara sembarangan.

“Memang ada laporan dari tokoh-tokoh masyarakat bahwa pembangunan ini tidak berizin. Setelah kami turun ke lapangan, memang itu terbukti benar,” ujarnya.

Lara menyebut, pembangunan restoran ini sebenarnya sudah sempat dihentikan oleh Satpol PP Tabanan karena belum memiliki izin resmi. Namun, faktanya di lapangan, proyek tersebut masih berjalan.

“Kami menyarankan agar pembangunan ini dihentikan sementara sampai semua izin lengkap. Jika tidak ada penyelesaian, kami akan memanggil investor bersama perbekel untuk dimintai penjelasan di DPRD Tabanan,” tegasnya.

Pihaknya pun menegaskan jika menyambut baik investor yang ingin berinvestasi di Tabanan. Namun, selama proses pembangunan mengikuti peraturan dan perizinan yang berlaku. “Kami menerima investor, tapi harus patuh aturan,” tambahnya. (ana)

Apotek Melati Farma Tabanan Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp7 Miliar

Apotek Melati Farma dan Laboratorium Taksu yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai, No.45, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, terbakar pada Rabu (16/10/2024) pagi.
Apotek Melati Farma dan Laboratorium Taksu yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai, No.45, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, terbakar pada Rabu (16/10/2024) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kebakaran hebat melanda Apotek Melati Farma dan Laboratorium Taksu yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai, No.45, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (16/10/2024) pagi.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 7 miliar.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh I Ketut Suranata selaku Bendesa Adat Sanggulan.

Kronologi kejadian Menurut keterangan saksi-saksi, kobaran api terlihat sekitar pukul 07.00 WITA. Gustu Nuggy, staf analis di Laboratorium Taksu, menjadi salah satu saksi yang melihat api pertama kali.

“Samsi mendengar teriakan minta tolong dari arah Apotek Melati Farma dan segera berusaha mengambil alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan kobaran api. Namun, api telah membesar di dalam ruangan,” ungkap Sukadana.

Saksi lain, Ibu Rus, yang bekerja di Apotek Melati Farma, mengaku berusaha menyelamatkan barang-barang dari laboratorium ketika melihat api mulai menjalar dari gudang di sebelahnya.

Sementara itu pengakuan dari I Nyoman Gastama, penjaga di apotek tersebut, menyebut bahwa dirinya sempat melakukan pengecekan area sekitar pukul 06.00 WITA, tetapi tidak menemukan tanda-tanda adanya kebakaran atau hal yang mencurigakan.

Lima unit armada pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan dikerahkan ke lokasi, dengan bantuan satu unit tambahan dari Kabupaten Badung.

“Setiap armada harus bolak-balik mengisi air untuk memadamkan api yang terus membesar,” ungkapnya.

Sukadana menyebut, dari hasil olah tempat kejadian serta keterangan dari damkar, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting arus listrik.

“Pemilik apotek menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak melaporkan insiden tersebut ke ranah hukum,” tambahnya. (ana)

De Gadjah Minta Tim Hukumnya Laporkan Dugaan Intimidasi Mangku Melanting Pasar Tabanan ke Bawaslu Pusat

Calon Gubernur Bali Nomor Urut I, De Gadjah, usai melakukan simakrama dengan masyarakat di Banjar Gaduh, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (15/10/2024).
Calon Gubernur Bali Nomor Urut I, De Gadjah, usai melakukan simakrama dengan masyarakat di Banjar Gaduh, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (15/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon Gubernur Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah sangat menyayangkan keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyatakan kasus dugaan intimidasi terhadap Jro Mangku Pura Melanting Pasar Tabanan tak memenuhi unsur pelanggaran.

Begitu juga dengan laporan intimidasi yang dialami oleh salah seorang warga di Banjar Kesiut Tengah Kaja, Desa Kesiut, Kerambitan.

De Gadjah pun meminta tim kuasa hukumnya untuk melanjutkan laporan ke Bawaslu Pusat, Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP) atau pihak berwajib.

“Tim kuasa hukum kami, Legal Advokat Gadjah Agus Suradnya (LAGAS), akan segera melaporkan kasus dugaan intimidasi itu ke DKPP, Bawaslu Pusat dan aparat penegak hukum,” ujar De Gadjah, usai menghadiri simakrama di Banjar Gaduh, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Selasa (15/10/2024).

De Gadjah mengatakan, pelaporan ini bukanlah langkah main-main. Sebab, tindakan intimidasi kepada masyarakat terutama saat masa kampanye Pilkada merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Masyarakat yang diitimidasi itu sudah melanggar HAM, yakni kebebasan masyarakat untuk berdemokrasi. Tiidak boleh ada intimidasi lagi. Kita berdemokrasi dengan gembira dan santun,” tegas De Gadjah. (ana)