- Advertisement -
Beranda blog Halaman 368

Bakar Sampah di Pekarangan Rumah, Lansia di Tabanan Tewas Terpanggang

Evakuasi lansia bernama Sukasdi yang tewas terpanggang di belakang rumahnya di Jl Gunung Agung, Gang 16, Br Pasekan Blodan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, Senin (21/10/2024).
Evakuasi lansia bernama Sukasdi yang tewas terpanggang di belakang rumahnya di Jl Gunung Agung, Gang 16, Br Pasekan Blodan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, Senin (21/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Sukasdi tewas terpanggang di belakang rumahnya di Jl Gunung Agung, Gang 16, Banjar Pasekan Blodan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, Senin (21/10/2024).

Lansia berumur 81 tahun itu diduga terpanggang akibat terpeleset saat membakar sampah di halaman belakang pekarangan rumahnya.

Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Nyoman Sumantara mengatakan, berdasarkan keterangan anak korban, Purgianto (54), sebelum kejadian, ia sempat memperingatkan ayahnya agar tidak membakar sampah di siang hari karena cuaca panas dan angin kencang.

Namun, korban mengabaikan peringatan tersebut. Setelah memperingatkan ayahnya, Purgianto kembali bekerja di gudang samping rumah.

Sekitar pukul 14.30 WITA, tetangga bernama Sahamudin memberi tahu Purgianto bahwa ada sesuatu terbakar seperti boneka di tempat pembakaran dan bertanya apakah ayahnya ada di rumah.

Mendengar hal itu, Purgianto segera mencari korban di dalam rumah, namun tidak menemukannya.

“Ketika mengecek ke tempat pembakaran, anak korbanterkejut mendapati bahwa yang terbakar bukanlah boneka seperti yang diduga, melainkan ayahnya sendiri,” ujar Sumantara.

Mengetahui kejadian itu, ia pun segera meminta bantuan warga untuk memadamkan api yang masih menyala dengan menggunakan selang.

Setelah api berhasil dipadamkan, Purgianto melaporkan kejadian tersebut kepada kawil setempat dan Bhabinkamtibmas Desa Dajan Peken.

“Kami belum bisa simpulkan penyebab kematian korban karena keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah,” pungkasnya. (ana)

PBB Korlap Wanara Petak Nyatakan Dukungan Penuh untuk Mulyadi – Ardika

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemuda Bali Bersatu (PBB) Korlap Wanara Petak merayakan hari jadi ke-3 di kediaman Calon Bupati Tabanan I Nyoman Mulyadi, di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan pada Minggu (20/10/2024) malam.

Ketua PBB Korlap Wanara Petak I Ketut Suadnyana alias Jero Lilir mengatakan, momen perayaan hari jadi di kediaman Nyoman Mulyadi juga sebagai bentuk dukungan PBB kepada calon bupati nomor urut 1 itu Pilkada Tabanan 2024.

Menurutnya, Mulyadi adalah sosok pemimpin yang tepat untuk Tabanan. Beliau merakyat, visioner, fleksibel dan tegas dalam mengambil keputusan, serta memiliki jiwa sosial masyarakat yang tinggi.

“Didampingi Nyoman Ardika alias Jero Sengap yang seorang seniman dan spiritual tentu akan menambah semakin lengkap, untuk mengantarkan masyarakat Tabanan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, momentum HUT dimanfaatkan untuk bersyukur atas kebersamaan serta kekompakan organisasi yang tetap terjaga. Selain menjaga solidaritas, pihaknya juga telah banyak melakukan kegiatan sosial dengan baik.

“Kami berharap kedepannya bisa membantu masyarakat di bidang sosial, seperti turut berpartisipasi di bidang pembangunan Pura maupun bedah rumah bagi warga yang tidak mampu,” ujarnya.

Sementara itu, Nyoman Mulyadi dalam kesempatan itu berharap, PBB Korlap Wanara Petak terus memberi manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusifitas Tabanan selama tahapan Pilkada berlangsung.

“Jangan ada permusuhan walaupun berbeda pilihan, jaga kondusifitas Kabupaten Tabanan. Jaga kekompakan dan soliditas antar anggota, tetap bersikap ramah dan selalu membantu masyarakat yang mengalami kesulitan,” ucap Mulyadi.

Acara perayaan ulang tahun itu ditutup dengan pengucapan yel-yel kemenangan paslon Bupati Tabanan Mulyadi – Ardika dan Gubernur Bali Mulyawan Arya – Putu Agus Suradnyana (Mulya – PAS). (ana)

Tinjau Tes CAT CPNS, Sekda Dewa Indr Ingatkan Peserta Jangan Percaya Calo

Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meninjau pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dengan sistem CAT (Computer Assisted Test) di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, Denpasar, pada Senin (21/10/2024).
Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meninjau pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dengan sistem CAT (Computer Assisted Test) di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meninjau pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dengan sistem CAT (Computer Assisted Test) di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, Denpasar, pada Senin (21/10/2024).

Peninjauan dilakukan bersama Plh. Kepala BKPSDM Provinsi Bali, I Dewa Putu Sunartha dan Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Provinsi Bali, Esa Maha Putra.

Adapun, pelaksanaan Tes CAT CPNS di ITB STIKOM Bali diikuti oleh 930 peserta yang dibagi dalam 4 sesi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Dewa Indra menekankan pentingnya rekrutmen CPNS yang bersih dan transparan di Provinsi Bali.

Seluruh peserta Tes CAT CPNS diingatkan agar tidak mempercayai calo atau oknum yang mengaku bisa membantu meloloskan mereka dalam seleksi CPNS dengan imbalan tertentu.

“Tes ini menggunakan sistem CAT; selesai tes, nilai langsung keluar. Catat segera berapa nilai yang kalian dapatkan. Ini sistem yang sangat adil, jadi tidak ada yang bisa membantu selain diri kalian sendiri,” tegas Dewa Indra.

Dewa Indra juga menyoroti, masih ada oknum di beberapa daerah yang mencoba menipu peserta seleksi CPNS dengan mengatasnamakan kedekatan dengan pejabat pemerintahan. Padahal di Provinsi Bali, seleksi CPNS dilakukan secara ketat dan transparan.

“Saya tidak ingin ada yang ikut tes di Pemprov Bali ini tertipu oleh orang yang mengaku bisa membantu. Jangan sampai hal itu terjadi. Jadi, yang lulus ya lulus, yang tidak lulus ya tidak lulus,” tambahnya. (ana)

42 Desa di Tabanan Belum Terhubung SIAK, DPRD Minta Tuntas Sebelum Akhir 2024

Komisi I DRPD Tabanan saat rapat koordinasi dengan dinas terkait di ruang rapat DPRD Tabanan, Jumat (18/10/2024).
Komisi I DRPD Tabanan saat rapat koordinasi dengan dinas terkait di ruang rapat DPRD Tabanan, Jumat (18/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 42 desa yang ada di Kabupaten Tabanan ternyata belum terhubung dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Hal itu diungkapkan saat rapat koordinasi antara Komisi I DPRD Tabanan dengan organisasi perangkat daerah terkait pada Jumat (18/10/2024).

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan Dewa Sumerta mengungkapkan, penyebab belum terintegrasinya 42 desa ke SIAK disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satunya adalah terbatasnya petugas yang menguasai aplikasi SIAK. Yang mana hanya ada dua orang petugas yang menguasai analisis database kependudukan (ADB) tentang aplikasi SIAK.

“Dengan kondisi itu, kami di Disdukcapil tidak dapat melakukan instalasi secara bersamaan di masing-masing desa,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Gusti Nyoman Omardani meminta agar dinas terkait baik dari  Disdukcapil dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk berkoordinasi mencari solusi agar 42 desa tersebut segera terintegrasi dengan SIAK sebelum akhir 2024 ini.

“Harus segera dituntaskan. Kami minta DPMD segera mengundang 42 desa itu untuk menanyakan apa hambatan dan kendala yang dialami mereka untuk kemudian bersama-sama dicarikan solusinya,” ucapnya.

Menurutnya, kendala yang terjadi itu bukan berkaitan dengan sarana dan prasarana (sapras) ataupun yang lainnya.

“Kami rasa tidak ada persoalan. Karena itu sudah ada anggarannya baik dari ADD (Dana Alokasi Desa) yang memungkinkan untuk melakukan kegiatan tersebut,” ucapnya. (ana)

Plt Bupati Tabanan akan Tertibkan Proyek Tak Berizin

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan menegaskan pemerintah daerah akan melakukan penertiban terhadap proyek pembangunan yang tidak memiliki izin lengkap.

Hal itu disampaikan terkait adanya sejumlah proyek di wilayah Kabupaten Tabanan yang dikerjakan tanpa memenuhi persyaratan perizinan yang lengkap.

Seperti proyek akomodasi pariwisata berupa restoran yang tidak memiliki izin lengkap dan dibangun di lahan produktif pertanian di Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan.

“Tentunya kami pemerintah Kabupaten Tabanan akan bertindak tegas terhadap proyek yang tidak memenuhi syarat,” ujar Edi Wirawan.

Ia menyebut, pihaknya akan melakukan penertiban secara tegas jika memang benar proyek-proyek tersebut terbukti tidak memiliki izin lengkap. “Setelah kami terima laporan sidak inspeksi kami akan kaji dulu lebih lanjut,” tegasnya.

Edi juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan akan menerapkan asas keadilan dalam menangani proyek-proyek yang belum berizin tersebut.

Dikatakannya, jika proyek itu belum memiliki izin, maka pemilik proyek atau investor diminta untuk menghentikan sementara kegiatan dan mengurus semua izin yang dibutuhkan.

“Jika pembangunan berada di zona yang diizinkan, silakan lanjutkan setelah melengkapi izin. Jika tidak, maka proyek tersebut akan kami tutup,” tambahnya. (ana)

Pria Asal Jember Curi 15 Tiang Besi di Denpasar, Kerugian Capai Rp 20 Juta

Rega Eka Yudi Ramadhani (25) asal Jember, Jawa Timur, diringkus aparat Polsek Denpasar Utara. (Dok Istimewa)
Rega Eka Yudi Ramadhani (25) asal Jember, Jawa Timur, diringkus aparat Polsek Denpasar Utara. (Dok Istimewa)

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Seorang pria bernama Rega Eka Yudi Ramadhani (25) asal Jember, Jawa Timur, ditangkap aparat Polsek Denpasar Utara setelah tertangkap mencuri tiang besi di sebuah gudang di Jalan Dewata Cargo Permai, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara. Aksi pencurian tersebut mengakibatkan kerugian hingga Rp 20 juta, di mana sebanyak 15 batang tiang besi berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa kasus ini dilaporkan oleh Eko Sutrisno (48), manajer perusahaan pemilik gudang. Eko mencurigai aktivitas yang tidak biasa di depan gudang pada Kamis, 18 Oktober 2024, sekitar pukul 09.30 WITA. Saat itu, ia melihat seseorang tengah menaikkan tiang besi sepanjang 7 meter ke atas mobil pick up.

“Melihat hal itu, Eko segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Denpasar Utara,” jelas AKP Sukadi.

Mendapat laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Denpasar Utara yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Denut segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tidak lama berselang, pelaku berhasil ditangkap di Jalan Kargo, Denpasar Utara, bersama barang bukti hasil curian.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 15 batang tiang besi sepanjang 7 meter, sebuah mobil pick up Daihatsu Grand Max hitam dengan nomor polisi DK 8938 AO, dan satu kaleng cat piloks warna hitam yang diduga digunakan untuk menyamarkan tiang besi curian.

Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Ia berencana menjual tiang besi tersebut seharga Rp 350.000 per batang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pelaku memanfaatkan situasi gudang yang tidak terkunci, lalu mengangkut tiang-tiang besi tersebut menggunakan mobil pick up,” terang Sukadi.

Saat ini, pelaku ditahan di Polsek Denpasar Utara dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (*)

Profil Mayor Teddy, Dari Ajudan Prabowo Kini Jadi Sekretaris Kabinet Merah Putih

Mayor Teddy, Sekretaris Kabinet Merah Putih. (foto: Wikipedia)
Mayor Teddy, Sekretaris Kabinet Merah Putih. (foto: Wikipedia)

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Mayor Teddy ditunjuk menjadi Sekretaris Kabinet pada Kabinet Merah Putih pada pemerintahan Presiden Parabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka.

Mayor Teddy sebagai Sekretaris Kabinet diumumkan Prabowo pada Minggu (20/10/2024) malam di Istana Merdeka, Jakarta.

Seperti diketahui sebelumnya, Mayor Teddy merupakan ajudan Prabowo sekaligus Wakil Komandan Batalion Infanteri Pada Raider 328/Dirgahayu. Ia semakin dikenal publik ketika mengawal Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dan maju dalam Pilpres 2024.

Pria dengan nama lengkap Mayor Teddy Indra Wijaya ini lahir di Manado Sulawesi Utara pada 14 April 1989.

Ia mengenyam pendidikan menegah atas di SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah pada tahun 2011. Kemudian, menempuh pendidikan Akademi Militer (Akmil).

Beberapa tahun kemudian Mayor Teddy ditunjuk menjadi asisten ajudan Presiden Joko Widodo dari 2014 hingga 2019.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di US Army Ranger School di Amerika Serikat. Kemudian, ia lulus dari International Honor Graduate dari sekolah tersebut.

Dengan pangkat kapten, Mayor Teddy kembali ke Jakarta untuk menjadi ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sejak 2024.

Dari sana ia sering tampil saat mendampingi Prabowo dalam berbagai kegiatan sebagai menteri dan selama kampanye Pilpres 2024. Dan dari sana pula, namanya mulai dikenal luas oleh publik.

Kini Mayor Teddy diangkat menjadi Sekretaris Kabinet Merah Putih oleh Prabowo dengan tugas utamanya ialah melaksanakan misi presiden dan wakil presiden dengan memberikan dukungan manajemen kabinet dengan memberikan rekomendasi tepat, cepat dan aman atas penyelenggaraan pemerintahan. (ana)

Pria Sebatang Kara Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos

Ismail (35) ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya Jalan Cokroaminoto, Ubung, Denpasar Utara. (Dok Istimewa)
Ismail (35) ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya Jalan Cokroaminoto, Ubung, Denpasar Utara. (Dok Istimewa)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang pria bernama Ismail (35) ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Jalan Cokroaminoto, Ubung, Denpasar Utara. Jasad Ismail ditemukan dalam posisi terbaring dengan kepala menghadap utara, mengenakan kaos kuning dan sarung kotak-kotak putih.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Sukadi, mengungkapkan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh I Ketut Astina (66), seorang purnawirawan Polri. Astina mencium bau tidak sedap sekitar pukul 10.00 WITA dan kemudian memanggil tetangganya, Sahwil (45), untuk memeriksa sumber bau tersebut di kamar kos nomor 7.

“Setelah pintu dibuka, keduanya menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan tubuh yang membengkak,” jelas Iptu Sukadi.

Astina kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Denpasar Utara. Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan memanggil tim Inafis Polresta Denpasar untuk identifikasi lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan luka pada tubuh korban, namun jenazah sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan,” tambah Sukadi.

Sahwil, yang terakhir kali berkomunikasi dengan korban pada 18 Oktober, menyatakan bahwa korban masih dalam keadaan sehat saat itu. Berdasarkan keterangan tetangga, diketahui bahwa Ismail tinggal sendiri di Bali tanpa keluarga, hanya ditemani rekan kerja yang memiliki hubungan darah dengannya.

Jenazah Ismail telah dibawa ke RS Sanglah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki lebih dalam terkait penyebab kematian korban. (sm)

 

Daftar Nama Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Prabowo-Gibran

Foto resmi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Sekretariat Negara)
Foto resmi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Sekretariat Negara)

NASIONAL, PANTAUBALI.COM – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memperkenalkan kabinet pemerintahannya yang diberi nama Kabinet Merah Putih dalam acara yang berlangsung di Istana Kepresidenan pada Minggu malam (20/10/2024). Pada kesempatan tersebut, Prabowo didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan bahwa nama Kabinet Merah Putih dipilih berdasarkan kesepakatan dengan para ketua umum partai koalisi, mencerminkan semangat persatuan dan nasionalisme.

Kabinet Merah Putih ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang signifikan dalam pemerintahan, serta mempercepat pembangunan nasional di berbagai bidang. Masyarakat menantikan kiprah serta langkah nyata dari kabinet baru yang dipimpin oleh Prabowo-Gibran.

Berikut adalah nama-nama menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah-Putih :

Menteri/kepala badan:

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan: Yusril Ihza Mahendra
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Pratikno
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan: Budi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: Agus Harimurti Yudhoyono
Menteri Koordinator Pangan: Zulkifli Hasan
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat: Abdul Muhaimin Iskandar
Menteri Sekretaris Negara: Prasetyo Hadi
Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
Menteri Luar Negeri: Sugiono
Menteri Agama: Nasaruddin Umar
Menteri Hukum: Supratman Andi Agtas
Menteri Hak Asasi Manusia: Natalius Pigai
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: Agus Andrianto
Menteri Keuangan: Sri Mulyani
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Abdul Mu’ti
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi: Satrio Sumantri Brodjonegoro
Menteri Kebudayaan: Fadli Zon
Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin
Menteri Sosial: Saifullah Yusuf
Menteri Ketenagakerjaan: Yassierli
Menteri Penempatan Migran: Abdul Kadir Karding
Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perdagangan: Budi Santoso
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Bahlil Lahadalia
Menteri Pekerjaan Umum: Raden Dodi Hanggodo
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman: Maruarar Sirait
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal: Yandri Susanto
Menteri Transmigrasi: Iftitah Suryanegara
Menteri Perhubungan: Dudy Purwagandhi
Menteri Komunikasi dan Digital: Meutya Hafid
Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni
Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono
Menteri Agraria dan Tata Ruang: Nusron Wahid
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Rachmat Pambudy
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Rini Widiantini
Menteri Badan Usaha Milik Negara: Erick Thohir
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional: Wihaji
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup: Hanif Faisol
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Penanaman Modal: Rosan Roeslani
Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi
Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah: Maman Abdurrahman
Menteri Pariwisata: Widianti Putri
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Teuku Riefky Harsya
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Arifatul Choiri Fauzi
Menteri Pemuda dan Olahraga: Dito Ariotedjo

Jaksa Agung: ST Burhanuddin
Kepala Badan Intelijen Negara: M Herindra
Kepala Staf Kepresidenan: AM Putranto
Kepala Presidential Communication Office (PCO): Hasan Nasbi
Sekretaris Kabinet: Teddy Indra Wijaya

Wakil menteri:

Wamen Koordinator Politik dan Keamanan: Lodewijk Freidrich Paulus
Wamen Koordinator Bidang Hukum, HAM, Migrasi dan Pemasyarakatan: Otto Hasibuan
Wamen Sekretaris Negara: Surhayanto
Wamen Sekretaris Negara: Juri Adiantoro
Wamendagri: Bima Arya Sugiharto
Wamendagri: Ribka Haluk
Wamenlu: M Anis Matta
Wamenlu: Arrmanatha Christiawan Nasir
Wamenlu: Arif Hafas
Wamen Pertahanan: Doni Hermawan
Wamenag: H M Syafii
Wamenhum: Umar Syarief Hariej
Wamenham: Mugiyanto
Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan: Silmy Karim
Wamenkeu: Thomas Djuwandono
Wamenkeu: Suahasil Nazara
Wamenkeu: Anggito Abimayu
Wamen Pendidikan: Fajar Riza Ul Haq
Wamen Pendidikan: Atip Latipulhayat
Wamen Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi: Fauzan
Wamen Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi: Stella Christie
Wamen Kebudayaan: Giring Ganesha
Wamen Kesehatan: Dante Saksono Harbuwono
Wamen Sosial: Agus Jabo Priyono
Wamenaker: Immanuel Ebenezer Gerungan
Wamen Perlindungan Pekerja Migran/Wakil Kepala Badan Pekerja Migran: Christina Aryani
Wamen Perlindungan Pekerja Migran/Wakil Kepala Badan Pekerja Migran: Dzulfikar Ahmad Tawalla
Wamen Perindustrian: Faisol Riza
Wamen Perdagangan: Dyah Roro Esti Widya Putri
Wamen ESDM: Yuliot
Wamen PU: Diana Kusumastusti
Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman: Fahri Hamzah
Wamen Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal: Ahmad Riza Patria
Wamen Transmigrasi: Viva Yoga Mauladi
Wamen Perhubungan: Suntana
Wamen Komunikasi dan Digital: Angga Raka Prabowo
Wamen Komunikasi dan Digital: Nezar Patria
Wamen Pertanian: Sudaryono
Wamen Kehutanan: Sulaiman Umar
Wamen Kelautan dan Perikanan: Didit Herdiawan
Wamen Agraria dan Tata Ruang/Wakil Badan Perlindungan Pertanahan Nasional: Ossy Dermawan
Wamen Perencanaan Pembangunan Nasional: Febrian Alphyanto Ruddyard
Wamen Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi: Muraji Arianto
Wamen BUMN: Kartika Wirdjo Artmojo
Wamen BUMN: Aminuddin Ma’ruf
Wamen BUMN: Doni Oskaria
Wamen Kependudukan Keluarga/Wakil Kepala Kependudukan Keluarga Berencana: Ratu Ayu Isyana Bagus Oka
Wamen Lingkungan Hidup: Diaz Faisal Hendropriyono
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi: Tudo Tua Pasaribu
Wamen Koperasi: Veri Juliantono
Wamen UMKM: Helvi Yuni Moraza
Wamen Pariwisata: Ni Luh Enik Ernawati (Ni Luh Puspa)
Wamen Ekonomi Kreatif: Nirina Umar
Wamen PPA: Veronica Tan
Wamen Pemuda dan Olahraga: Taufik Hidayat
Wakil Kepala Staf Kepresidenan: M Qodari

(*)

Ditabrak Bus, Pengendara Scoopy Tewas dengan Kepala Pecah di Baturiti

Kondisi bus terlibat kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar-Singaraja, wilayah Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Minggu (20/10/2024).
Kondisi bus terlibat kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar-Singaraja, wilayah Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Minggu (20/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pengendara sepeda motor bernama Putu Yuda Arif Pramesti (27), tewas mengenasakan setelah terlibat kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar-Singaraja, wilayah Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Minggu (20/10/2024) sekitar pukul 16.30 Wita.

Pria asal Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng itu meninggal dengan kondisi mengalami pecah kepala akibat tertabrak bus setelah terjatuh dari sepeda motor Honda Scoopy DK 4726 UAV yang dikendarainya.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, kecelakaan berawal saat korban dengan membonceng temannya melaju dari arah Denpasar menuju Singaraja.

Setibanya di lokasi kejadian, korban berusaha mendahului mobil Avanza hitam. Namun, sepeda motornya menyenggol bagian belakang mobil tersebut hingga terjatuh di badan jalan.

Naas, dari arah berlawanan, bus dengan nomor polisi DK 7619 AF melintas dan tidak dapat menghindari korban yang terjatuh di jalurnya. Bus itu dikemudikan oleh Kadek Suryawan asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana,

Akibat benturan keras, Putu Yuda mengalami luka parah di kepala dan meninggal di tempat kejadian. “Korban meninggal seketika di lokasi karena mengalami pecah kepala. Korban dibawa ke RSUD Tabanan, ” ujar Berata.

Sementara itu, teman koban yang dibonceng bernama Putu Nesa Briantin dalam keadaan selamat. Namun, mengalami luka lecet di pelipis kiri dan jari tangan kiri.

“Dalam keadaan sadar dan langsung dilarikan ke RSU Semara Ratih, Luwus, untuk perawatan lebih lanjut,” tambah Berata.

Kecelakaan ini juga mengakibatkan kerusakan pada sepeda motor Scoopy yang dikendarai korban dan bus yang menabraknya. (ana)