- Advertisement -
Beranda blog Halaman 362

Beda Strategi De Gadjah dan Koster Tangani Masalah Pendatang di Bali

Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di Kantor KPU Provinsi Bali, Rabu (30/10).
Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di Kantor KPU Provinsi Bali, Rabu (30/10).

DENPASAR, BALINEWS.ID –  Dalam debat perdana Pilkada Bali 2024 bertema “Memformat Bali Menuju Pariwisata Berkelanjutan,” dua kandidat gubernur, Muliawan Arya alias De Gadjah dan Wayan Koster saling menyampaikan gagasan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Bali, termasuk persoalan kepadatan penduduk akibat meningkatnya pendatang domestik dan asing.

Pendekatan De Gadjah: Tegas Tanpa Kompromi

Calon gubernur nomor urut 1, Muliawan Arya (De Gadjah), menekankan perlunya ketegasan tanpa kompromi dalam menangani masalah pendatang. Ia mengkritik pemerintahan Koster yang menurutnya belum berhasil menuntaskan isu ini.

Menurut De Gadjah, kunci penyelesaian masalah ini adalah penegakan hukum yang konsisten dan regulasi yang ditegakkan dengan tegas. Ia menyerukan agar semua pendatang yang melanggar aturan di Bali harus ditindak tanpa pandang bulu.

“Penegakan hukum harus adil dan merata, tanpa memandang posisi atau status. Siapapun yang melanggar atau yang bertanggung jawab atas izin harus dikenakan sanksi tegas, bekerja sama dengan instansi vertikal seperti kepolisian, Pecalang, Desa Adat, dan imigrasi,” tegasnya.

Pendekatan Koster: Edukasi dan Pendekatan Persuasif

Sementara itu, Wayan Koster mengedepankan pendekatan persuasif untuk mengatasi masalah pendatang. Koster berencana mengatur dan mendampingi para pendatang agar tetap harmonis dengan masyarakat lokal dan menjaga ketertiban.

Koster juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang menjadi masalah akibat bertambahnya penduduk, dengan skema berbasis sumber serta pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

“Kita perlu mengelola sampah secara berkelanjutan dengan pendekatan dari sumbernya, juga dengan regulasi untuk membatasi sampah plastik sekali pakai,” ujar Koster. Ia menambahkan bahwa pendatang akan didorong untuk menghormati hukum dan norma budaya di Bali.

Debat ini memperlihatkan perbedaan pendekatan antara kedua kandidat dalam menangani isu pendatang dan keberlanjutan pariwisata di Bali. De Gadjah menawarkan ketegasan hukum, sementara Koster memilih langkah edukasi dan persuasi demi menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan di Pulau Dewata. (sm)

Koster-Giri Prasta Akan Bangun Jalur Baru Atasi Kemacetan

Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di Kantor KPU Provinsi Bali. (Foto: Tangkapan Layar)

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Pada Debat Terbuka pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2024 yang digelar di Prime Plaza Hotel Sanur, pasangan calon Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta memaparkan program strategis mereka untuk mengatasi kemacetan di Bali.

Koster-Giri Prasta menjelaskan rencana pembangunan sejumlah jalur baru yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk masalah lalu lintas di Bali. Berikut rincian jalur yang diusulkan:

1. Jalur Konektivitas Pura Batur – Pura Besakih
Koster menjelaskan bahwa pembangunan jalur baru antara Pura Batur dan Pura Besakih sangat diperlukan, terutama saat Pujawali—upacara keagamaan besar di Bali—yang seringkali menyebabkan kemacetan parah. Selain jalur baru, Koster juga mengusulkan pembangunan gedung parkir di Pura Batur untuk mengakomodasi kendaraan para pengunjung saat perayaan keagamaan berlangsung.

2. Jalur Sang Hyang Ambu
Salah satu proyek unggulan Koster-Giri Prasta adalah jalan lingkar yang menghubungkan Klungkung dengan Karangasem melalui terowongan sepanjang 200 meter. Jalur ini diharapkan mampu memperlancar akses menuju kawasan pariwisata di pegunungan Bali Timur sekaligus meningkatkan keamanan bagi wisatawan.

3. Jalur Berina
Jalur ini direncanakan akan menghubungkan Kabupaten Karangasem dan Buleleng, sehingga wisatawan dapat menikmati akses yang lebih mudah ke destinasi wisata di kedua kabupaten tersebut.

4. Tol Gilimanuk – Mengwi
Jalan tol Gilimanuk-Mengwi tetap menjadi prioritas pasangan Koster-Giri Prasta. Proyek yang saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan dana APBN sebesar Rp500 miliar ini ditargetkan akan mulai dibangun pada 2025. Diharapkan jalan tol ini dapat meningkatkan aksesibilitas ke wilayah Bali Barat dan mendukung penyebaran pariwisata di Bali.

5. Underpass Tohpati-Denpasar dan Underpass Jalan Ahmad Yani
Kemacetan di titik Simpang Tohpati dan Jalan Ahmad Yani menjadi perhatian Koster. Rencana pembangunan underpass di kedua lokasi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas, sehingga memperlancar perjalanan di jalur utama Denpasar.

6. Jalur Baru Sunset Road – Mahendrata
Rencana jalur ini akan menghubungkan kawasan Sunset Road dengan Jalan Mahendrata untuk mempermudah akses dan mengurangi kemacetan, khususnya bagi wisatawan yang berada di Denpasar dan Badung.

7. Underpass Jimbaran, Badung
Sebagai daerah wisata utama di Badung, Jimbaran menjadi salah satu titik yang akan dibenahi melalui pembangunan underpass baru. Rencana ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di wilayah Jimbaran dan meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Program pembangunan infrastruktur ini menjadi salah satu prioritas Koster-Giri Prasta untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Bali, mendukung pariwisata, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali. (sm)

Pastikan LPG 3 Kg Tepat Sasaran, Disperindag Bali Sidak Tempat Usaha di Jembrana

Disperindag Provinsi Bali menggelar sidak terpadu untuk mengawasi peredaran gas LPG 3 Kg di Kabupaten Jembrana, pada Selasa (29/10/2024).
Disperindag Provinsi Bali menggelar sidak terpadu untuk mengawasi peredaran gas LPG 3 Kg di Kabupaten Jembrana, pada Selasa (29/10/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar sidak terpadu untuk mengawasi peredaran gas LPG 3 Kg di Kabupaten Jembrana, pada Selasa (29/10/2024).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Surat Edaran Dirjen Migas No. B-2461/MG/05/DJM/2022 berjalan dengan baik.

Yang mengatur delapan kategori usaha yang dilarang menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi, seperti restoran, hotel, laundry, usaha batik, peternakan, pertanian, usaha tani tembakau, dan usaha las.

Ketua Tim Pengawasan Terpadu Disperindag Provinsi Bali, I Wayan Pasek Putra mengatakan, pengawasan ini untuk memastikan ketersediaan LPG 3 Kg tepat sasaran dan mengurangi kegiatan ilegal seperti pengoplosan.

“Sidak dilakukan di beberapa usaha di Jembrana, seperti peternakan ayam, rumah makan, dan bengkel las, tim pengawas belum menemukan pelanggaran,” jelasnya.

Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Provinsi Bali Nyoman Kelapa Diana menegaskan, pembinaan akan dilakukan bagi pelaku usaha yang melanggar aturan penggunaan LPG 3 Kg.

“Kami akan bekerja sama dengan OPD dan stakeholder terkait dalam upaya ini,” jelasnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager V Bali Pertamina, M. Affriyana Al Hilmy menambahkan, penggunaan LPG 3 Kg di masyarakat harus sesuai dengan peruntukannya, yakni untuk rumah tangga miskin dan UMKM.

Menurutnya, masih ada penggunaan LPG bersubsidi yang tidak tepat sasaran di lapangan dan bahkan pengoplosan LPG 3 Kg menjadi LPG nonsubsidi.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Jembrana, I Ketut Antara, menyambut baik pengawasan LPG 3 Kg ini. Pengawasan ini penting dilakukan di tengah isu kelangkaan yang saat ini berkembang.

“Meski ada isu kelangkaan, kondisi di Jembrana relatif aman. Kami berharap pengawasan ini bisa rutin dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan LPG bersubsidi,” jelasnya.

Sidak ini juga melibatkan berbagai perangkat daerah di Pemerintah Provinsi Bali, termasuk Disnaker ESDM, Dinas Koperasi UKM, Dinas Pertanian Pangan, Dinas Pariwisata, Diskominfos, Biro Hukum, Satpol PP, dan Disperindag Kabupaten/Kota serta Pertamina dan Hiswana Migas. (ana)

Dukung Program Data Desa Presisi, Diskominfo Tabanan Gelar Forum Konsultasi Publik

Diskominfo Tabanan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP), Rabu (30/10/2024).
Diskominfo Tabanan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP), Rabu (30/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabanan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP).

FKP yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para Perbekel se-Kabupaten Tabanan dan dibuka langsung oleh Sekretaris Diskominfo, I Gusti Putu Winiantara, Rabu (30/10/2024).

FKP ini dilaksanakan dalam upaya mendukung dan menjabarkan  visi dan misi Kabupaten Tabanan untuk mewujudkan Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Dalam sambutannya, Winiantara menekankan pentingnya kerja sama antar instansi untuk mewujudkan program Tabanan Satu Data Desa Presisi.

“Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Diskominfo, kami berkomitmen mempercepat proses penyusunan data desa presisi di Tabanan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, Diskominfo Tabanan telah menjalin kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan untuk mengintegrasikan data dengan standar yang memenuhi pengakuan nasional hingga internasional.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Statistisi Madya dari Kantor BPS Tabanan I Wayan Putrawan menjelaskan, pentingnya standar statistik dalam pengumpulan data di desa-desa untuk memastikan akurasi dan validitas data.

“Semua data yang dikumpulkan dari desa-desa harus memenuhi standar statistik, sehingga data tersebut dapat diakui secara nasional maupun internasional,” ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program Pemkab Tabanan, BPS Tabanan telah mencanangkan Desa Kukuh di Kecamatan Kerambitan sebagai pilot proyek Desa Cantik (Desa Cinta Statistik).

Menurut Putrawan, Desa Cantik ini merupakan program yang diinisiasi BPS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam pentingnya data statistik.

Program Desa Cantik dan Data Desa Presisi dapat berjalan secara paralel untuk memperkuat fondasi data di Kabupaten Tabanan. (ana)

Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Warga Desa Buruan oleh Tiga Orang Tak Dikenal

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Moh Taufik Efendi.
Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Moh Taufik Efendi

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Satreskrim Polres Tabanan tengah menyelidiki kasus pengeroyokan yang dialami salah satu warga Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Tabanan, berinisial I Putu IW (27) di pinggir jalan Buruan-Tunjuk pada Minggu (27/10/2024) malam.

Korban dikeroyok oleh tiga orang tak dikenal saat dalam perjalanan pulang dari tempatnya bekerja di Desa Buahan, Tabanan. Akibatnya, korban mengalami luka serius di kepala.

Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Moh. Taufik Effendi menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Selain itu sejumlah saksi di lokasi kejadian juga telah dilakukan.

“Kami masih melaksanakan penyelidikan di lapangan. Sementara baru empat saksi yang diperiksa,” ujarnya, Rabu (30/10/2024).

Terkait kondisi korban, Taufik mengatakan, kondisinya sudah membaik dan harus menjalani perawatan. Sebelumnya korban sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Tabanan.

“Korban sudah keluar dari rumah sakit dan saat ini kondisi sudah membaik,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Putu IW dikeroyok oleh tiga orang tak dikenal di pinggir jalan Buruan – Tunjuk, termasuk Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Sebelum dikeroyok, Ia sempat dibuntuti oleh dua orang tak dikenal dari jalan raya Desa Buahan.

Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di depan kandang ayam, korban dipukul dengan balok kayu pada bagian punggung hingga jatuh tersungkur dari sepeda motornya.

Setelah itu, kedua pelaku melanjutkan serangan dengan memukuli korban menggunakan balok kayu. Kemudian, datang satu pelaku lagi yang ikut melakukan pengeroyokan.

Akibat pengeroyokan itu, korban sempat tidak sadarkan diri hingga akhirnya ditemukan oleh warga yang melintas. (ana)

DTW Tanah Lot akan Dilengkapi Panggung Terbuka untuk Kegiatan Umat dan Pariwisata

Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Tabanan.
Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot sedang merencanakan pembangunan panggung terbuka untuk memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pengunjung.

Fasilitas ini dirancang tidak hanya sebagai tempat pendukung kegiatan umat, tetapi juga akan menjadi sarana penunjang pariwisata di DTW yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan tersebut.

Panggung tersebut akan dimanfaatkan oleh beberapa sanggar seni untuk latihan.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana mengatakan, pembangunan panggung terbuka menjadi salah satu upaya melestarikan budaya lokal agar dikenal oleh generasi muda serta wisatawan.

“Dengan adanya panggung terbuka ini, seni dan budaya tradisional Bali bisa ditampilkan dan diapresiasi secara langsung oleh masyarakat luas,” ujarnya, Rabu (30/10/2024).

Menurutnya, pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak saat berkunjung ke daerah wisata Tanah Lot.

Selain menikmati panorama alam yang memukau, mereka juga dapat menyaksikan secara langsung proses latihan dari sanggar-sanggar seni yang beroperasi di area tersebut.

“Kami harap pembangunan panggung ini akan menjadi daya tarik baru yang menggabungkan keindahan alam dengan kekayaan budaya lokal,” tambahnya.

Pembangunan panggung terbuka ini akan menjadikan DTW Tanah Lot sebagai tempat wisata spiritual sekaligus pusat kegiatan seni dan budaya, memperkaya pengalaman pengunjung dari berbagai penjuru dunia. (ana)

De Gadjah Sebut Presiden Prabowo akan Kunjungi Bali November Mendatang

Calon gubernur (cagub) Bali nomor urut 1, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah bersama Presiden Prabowo Subianto.
Calon gubernur (cagub) Bali nomor urut 1, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah bersama Presiden Prabowo Subianto.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Calon gubernur (cagub) Bali nomor urut 1, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah menyebut Presiden Prabowo Subianto akan datang ke Bali pada awal November 2024 mendatang.

Kunjungan Prabowo yang pertama kali setelah menjabat Presiden RI menjadi istimewa, sebab bertepatan dengan momen De Gadjah selaku Ketua Gerindra Bali maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Putu Agus Suradnyana.

Meskipun Prabowo dipastikan akan datang pada awal November, De Gadjah belum memastikan apakah kunjungan presiden ke-8 itu sebagai Ketua Umum Partai Gerindra atau Presiden.

“Kami tidak tahu apakah lawatan beliau ke Bali selaku Ketua Umum Partai Gerindra atau Presiden, tapi yang jelas ini kunjungan pertama beliau setelah menjabat,” ujarnya belum lama ini.

Menurut De Gadjah, kedatangan Presiden Prabowo merupakan bentuk kepedulian akan provinsi Bali dan dukungan baginya dan kader Gerindra lainnya yang berkontestasi di Pilkada 2024. (ana)

Warga Desa Abiantuwung Kediri Bulatkan Tekad Dukung Koster-Giri dan Sanjaya-Dirga

Calon wakil bupati Tabanan I Made Dirga saat melaksanakan simakrama di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kediri, Sabtu (26/10/2024).
Calon wakil bupati Tabanan I Made Dirga saat melaksanakan simakrama di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kediri, Sabtu (26/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon Wakil Bupati yang diusung PDI Perjuangan, I Made Dirga tidak pernah absen menghadiri undangan warga untuk melakukan simakrama.

Seperti pada Sabtu (26/10/2024), Dirga yang juga mantan Ketua DPRD Tabanan melakukan simakrama di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Dalam kesempatan tersebut, I Made Dirga hadir dalam rangka memenuhi undangan masyarakat untuk melakukan simakrama. Dirga mengaku siap ngayah untuk masyarakat Tabanan lima tahun kedepan.

“Saya selaku wakil, siap ngayah untuk membangun Tabanan lima tahun kedepan,” ucap Dirga.

Kehadiran Dirga pun disambut antusias oleh warga setempat. Mereka kompak menyatakan dukungnya terhadap paket yang diusung oleh PDI Pejuangan yakni I Komang Gede Sanjaya – I Made Dirga (Paket SANDI) untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan.

Sedangkan untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur warga sepakat untuk memenangkan pasangan I Wayan Koster – I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri).

“Kami sepakat dan berbulat tekad memenangkan pasangan Sanjaya – Dirga dan Koster – Giri, karena sudah terbukti dan teruji memimpin,” ucap warga setempat.

Turut mendampingi I Made Dirga dalam kesempatan tersebut yakni, Ketua Team Pemenangan pasangan Sandi, yakni I Made Urip yang juga mantan anggota DPR RI, serta tokoh Kediri lainnya seperti Dewi Marhaeni, mantan anggota DPRD Tabanan asal Fraksi PDI Perjuangan. (rls)

Pasutri Penganiaya Bocah 4 Tahun di Badung Diringkus

Pasutri penganiaya bocah 4 tahun di Badung diringkus. (Dok Istimewa)
Pasutri penganiaya bocah 4 tahun di Badung diringkus. (Dok Istimewa)

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Polres Badung mengamankan dua tersangka pelaku kekerasan terhadap seorang bocah laki-laki berinisial MRRS, yang baru berusia empat tahun. Tersangka yang ditahan adalah Aditya Pratama Aji Saputro (22) selaku ayah tiri korban, serta Aisyah Tul Hasana (22), ibu kandung korban. Keduanya kini dalam proses penyidikan di Polres Badung.

Kasus ini mencuat setelah unggahan di akun Instagram @aryawedakarna yang menyoroti dugaan penganiayaan terhadap MRRS, hingga menarik perhatian aparat kepolisian serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Unggahan tersebut memicu tindakan cepat Polres Badung untuk menyelidiki kejadian.

Kasi Humas Polres Badung, Ipda I Putu Sukarma, menyampaikan bahwa korban mengalami luka parah, termasuk patah tulang paha kanan, cedera pada bahu kiri, dan kondisi tubuh yang lemah akibat infeksi.

“Penganiayaan ini dilakukan sejak akhir September 2024, terutama saat korban ditinggal bersama ayah tirinya,” jelas Ipda Sukarma dalam keterangannya pada Rabu (30/10).

Menurut pengakuan Aditya, kekerasan terhadap MRRS terjadi lantaran korban sering rewel dan beberapa kali buang air sembarangan di tempat kerjanya, sebuah warung makan di Jalan Raya Darmasaba.

“Saat korban buang air kecil dan besar sembarangan, pelaku merasa kesal dan marah hingga melakukan penganiayaan,” lanjut Sukarma.

Aditya mengaku sempat memperingatkan korban agar tidak mengulangi perbuatannya, namun ketika korban tidak mengindahkan sehingga emosi Aditya pun  tersulut. Ia kemudian memukul, mencubit, menggigit, dan bahkan menggunakan sapu bulu untuk menganiaya bocah malang tersebut.

Tak hanya ayah tiri, Aisyah, ibu kandung MRRS, juga turut melakukan kekerasan. Aisyah mengaku pernah mencubit bibir korban hingga terluka, melemparnya dengan telepon genggam, dan melakukan pemukulan ketika sang anak dianggap rewel.

Selama penyelidikan, polisi mendatangi rumah kos yang ditempati oleh pasangan ini bersama korban di Banjar Sempidi, Desa Abiansemal, Kabupaten Badung. Setelah mengamankan lokasi, polisi menangkap kedua pelaku di tempat kerja mereka untuk dibawa ke Polres Badung guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Saat ini, MRRS dirawat intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Sementara itu, Aditya dan Aisyah dikenakan Pasal 80 Ayat (1) Jo Pasal 76 C UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 351 Ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. (sm)

Bali Raih Prevalensi Stunting Terendah se-Indonesia

Acara Pengendalian Program dan Anggaran BKKBN wilayah Bali di Kantor BKKBN Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (29/10/2024).
Acara Pengendalian Program dan Anggaran BKKBN wilayah Bali di Kantor BKKBN Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (29/10/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI mengumumkan Provinsi Bali kembali menjadi daerah dengan prevalensi stunting terendah se-Indonesia.

Keberhasilan ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi atas kinerja dan kerja keras semua pemangku kepentingan, khususnya perwakilan BKKBN wilayah Bali.

Namun, keberhasilan ini hendaknya tidak membuat kita berpuas diri dan terlena, mengingat ancaman stunting akan terus ada seiring dengan dinamika pergerakan penduduk dan perekonomian.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam arahannya saat membuka acara Pengendalian Program dan Anggaran BKKBN wilayah Bali di Kantor BKKBN Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (29/10/2024).

Sekda Dewa Indra menyampaikan, raihan prevalensi stunting terendah bukanlah capaian puncak, mengingat dinamika kependudukan yang terus berkembang.

Kelahiran terus ada, kontraksi perekonomian terjadi, dan kondisi ini akan terus berubah. Pertambahan dan pertumbuhan keluarga baru belum tentu memiliki pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai cara mencegah stunting.

Begitu pula para ibu yang memiliki balita atau sedang hamil, meskipun sudah mendapatkan informasi dan edukasi tentang stunting, mungkin akan kesulitan menyediakan gizi dan pangan yang baik bagi balita jika kondisi ekonomi memburuk, sehingga berpotensi menimbulkan stunting.

“Capaian prevalensi stunting terendah harus kita apresiasi, namun ini bukanlah puncak capaian kinerja kita. Untuk itu, kita harus terus bekerja membangun sistem dan kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan, sehingga kasus stunting bisa terus kita tekan,” imbuhnya.

Sekda Dewa Indra juga meminta agar program BKKBN lainnya, seperti program Bangga Kencana, terus diakselerasi di tengah masyarakat.

Begitu pula penyerapan anggaran, baik itu Dana Alokasi Khusus Fisik maupun Non Fisik, diharapkan dapat dioptimalkan agar dana terserap dengan baik dan memberikan manfaat maksimal dalam upaya kita bersama mewujudkan generasi sehat yang tumbuh di keluarga berkualitas.

Acara yang digelar secara luring dan daring ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten/kota se-Bali, penyuluh KB se-Bali, serta Tim Kerja BKKBN Provinsi Bali. (rls)