- Advertisement -
Beranda blog Halaman 354

Percepat Penurunan Stunting, Dinkes Tabanan Luncurkan Posyandu HIU

Dinkes Tabanan luncurkan Posyandu HIU (holistik, integrasi dan unggul) pada Senin (11/11/2024) di Desa Peken Kecamatan Marga.
Dinkes Tabanan luncurkan Posyandu HIU (holistik, integrasi dan unggul) pada Senin (11/11/2024) di Desa Peken Kecamatan Marga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabanan meluncurkan Posyandu HIU (holistik, integrasi dan unggul) pada Senin (11/11/2024) di Desa Peken Kecamatan Marga.

Posyandu HIU ini berbeda dari umumnya, sebab melayani seluruh siklus kehidupan manusia mulai dari ibu hamil, bayi hingga lansia. Posyandu ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Tabanan.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi mengatakan, posyandu HIU ini telah diterapkan di sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan. Setiap Puskesmas telah memilih satu desa untuk pelaksanaan posyandu HIU ini.

”Ada 20 Puskesmas di Tabanan yang saat ini sudah dilaksanakan di satu desa dulu dan diharapkan nanti bisa ditularkan ke desa-desa lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan layanan Posyandu HIU ini dilakukan sesuai sasarannya masing-masing dan tidak bersamaan.

Misalnya posyandu untuk balita dan posyandu untuk lansia dilakukan tidak dalam waktu bersamaan.

“Jadi layanan Posyandu HIU ini menyasar semua dan saling terintegrasi. Misalnya ibu hamil bisa menjalani pemeriksaan USG dasar di posyandu HIU,” ucapnya.

Kedepannya, lanjut Wira Andi, Dinas Kesehatan Tabanan akan melakukan pelatihan bagi kader posyandu agar mereka mengetahui tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan dalam Posyandu HIU.

Dengan begitu, diharapkan, posyandu HIU bisa semakin menurunkan angka stunting di Tabanan. Yang mana sesuai data dari Dinas Kesehatan Tabanan angka stunting di Tabanan terus menunjukkan penurunan yang berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Pada 2021, angka stunting mencapai 9,2 persen. Kemudian turun menjadi 8,2 persen pada 2022. Kini mencapai angka terendah sebesar 6,3 persen pada 2023. (ana)

Tips Mencuci Sepatu Kanvas Putih agar Tetap Awet dan Tidak Cepat Berubah Warna

Tips mencuci sepatu kanvas putih. (Foto: Shutterstock)
Tips mencuci sepatu kanvas putih. (Foto: Shutterstock)

PANTAUBALI.COM – Sepatu berbahan kanvas merupakan jenis sepatu yang banyak disukai orang. Sepatu kanvas putih paling banyak disukai, karena mudah dipadupadamkan dengan berbagai outfit pakaian dan membuat kesan stylish.

Selain itu, tekstur kasar pada sepatu ini dapat menciptakan penampilan yang lebih kasual sehingga sering dipakai untuk membuat sneakers dan slip on.

Namun, sepatu kanvas putih lebih cepat kotor sehingga pemakaiannya harus sangat hati-hati. Selain itu, dalam mencuci sepatu kanvas juga diperlukan teknik khusus agar bersih dan tidak mudah berubah warna.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa tips mencuci sepatu kanvas putih agar tidak cepat berubah warna.

1. Rendam menggunakan air hangat

Untuk mencuci sepatu kanvas putih sebaiknya rendam sepatu kotor dalam air hangat sebelum dicuci. Tujuan merendam sepatu dilakukan untuk melunturkan noda yang menempel agar mudah saat disikat.

Selain itu, bisa juga campurkan sedikit cuka dengan baking soda dengan takaran satu banding satu. Kemudian diamkan selama 10-15 menit.

2. Jangan gunakan detergen

Saat mencuci sepatu kanvas putih hendaknya hindari menggunakan produk detergen. Sebaiknya gunakan stain remover berbahan lembut untuk menghilangkan bekas lumpur atau noda membandel pada permukaan sepatu.

3. Gunakan sikat nilon

Sepatu berbahan kanvas sebaiknya disikat dengan sikat gigi atau sikat berbahan lembut seperti nilon untuk membersihkan noda pada sepatu.

Hindari membersihkan sepatu kanvas dengan mesin cuci karena bisa merusak bentuknya.

Sikat bagian sol, upper, dan bagian dalam sepatu dengan gerakan searah dan bilas sampai bersih.

4. Jangan dijemur dibawah matahari langsung

Setelah dicuci, sepatu kanvas sebaiknya dijemur di tempat teduh agak tidak terpapar sinar matahari. Hal itu dapat merusak warna dan bentuk sepatu. (ana)

Cara Alami Mengusir Nyamuk dengan Tanaman yang Mudah Ditanam di Rumah

Tumbuhan lavender dapat mencegah nyamuk.
Tumbuhan lavender dapat mencegah nyamuk.

PANTAUBALI.COM – Musim hujan memang membawa banyak manfaat bagi alam, namun tak jarang juga membawa gangguan seperti kemunculan nyamuk. Genangan air yang terbentuk setelah hujan menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak.

Gigitan nyamuk tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa membawa penyakit berbahaya seperti demam berdarah dengue (DBD). Namun, jangan khawatir! Anda bisa menggunakan tanaman-tanaman alami berikut untuk mengusir nyamuk dari rumah.

Selain mudah ditanam, tanaman ini juga memiliki aroma yang tidak disukai oleh nyamuk, sehingga efektif menjadi solusi alami tanpa bahan kimia.

1. Serai
Serai atau sereh yang sering digunakan dalam masakan juga terkenal sebagai tanaman pengusir nyamuk. Tanaman ini mudah dibudidayakan di rumah dan tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu masakan, tetapi juga dapat mengusir serangga. Cukup tanam serai di pot atau pekarangan rumah untuk mendapatkan manfaat ganda.

2. Lavender
Aroma lavender yang menenangkan banyak digunakan dalam minyak atsiri untuk membantu tidur. Namun, tahukah Anda bahwa aroma ini juga sangat dibenci oleh nyamuk? Tanaman lavender mudah ditanam di rumah dan membutuhkan sedikit perawatan, menjadikannya pilihan populer bagi para pecinta tanaman.

3. Daun Mint
Daun mint memiliki aroma pedas yang khas, yang tidak hanya memberi rasa segar pada makanan dan minuman, tetapi juga bisa mengusir nyamuk. Tanaman mint cukup mudah tumbuh di pekarangan rumah, sehingga menjadi solusi alami yang praktis.

4. Basil
Tanaman basil atau kemangi memiliki aroma yang pedas dan kompleks, mirip dengan campuran bunga lawang, cengkeh, dan mint. Aroma ini sangat tidak disukai nyamuk, menjadikannya tanaman pengusir serangga yang efektif. Anda dapat menanam basil di pot atau di kebun untuk mencegah nyamuk.

5. Marigold
Tak hanya berfungsi sebagai tanaman hias, bunga marigold juga dapat mengusir nyamuk. Tanaman ini memiliki bunga cantik berwarna kuning-oranye yang mampu memperindah taman rumah. Selain itu, marigold juga mudah dirawat dan efektif mengusir nyamuk.

6. Rosemary
Rosemary adalah rempah yang biasa digunakan dalam masakan Barat dan tumbuh baik di lingkungan tropis. Selain memberikan rasa khas pada masakan, rosemary juga memiliki aroma yang tidak disukai nyamuk. Tanam rosemary di sekitar rumah atau kebun untuk menghindari gangguan nyamuk.

Dengan menanam tanaman-tanaman ini di rumah, Anda tidak hanya menciptakan suasana yang lebih hijau dan menyegarkan, tetapi juga dapat mengurangi kehadiran nyamuk yang mengganggu. Cobalah berbagai tanaman pengusir nyamuk ini dan nikmati rumah yang lebih nyaman dan bebas dari serangga. (sm)

Catat! Waktu Makan yang Tepat untuk Maksimalkan Penurunan Berat Badan

Ilustrasi. (Foto: Halodoc)
Ilustrasi. (Foto: Halodoc)

PANTAUBALI.COM – Waktu makan ternyata memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan diet dan penurunan berat badan. Selain menjaga porsi dan kalori, ada cara lain yang lebih efektif untuk mencapai tujuan tersebut, yakni dengan mengatur waktu makan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa waktu makan yang tepat bisa mengoptimalkan proses metabolisme tubuh, yang pada gilirannya membantu menurunkan berat badan.

1. Waktu yang Tepat untuk Makan Malam

Makan malam lebih awal, sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur, adalah kebiasaan yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan. Memberikan jeda waktu ini memungkinkan tubuh mencerna makanan dengan baik sebelum tidur, yang berpengaruh pada kualitas tidur. Tidur yang buruk bisa memicu produksi hormon yang memperlambat proses penurunan berat badan. Disarankan untuk makan malam antara pukul 17.00-19.00 WIB, dan hindari makan malam setelah pukul 20.00 WIB.

2. Manfaat Makan Siang pada Waktu yang Tepat

Makan siang mungkin tampak kurang penting dibandingkan dengan makan malam atau sarapan, namun waktu makan siang tetap memainkan peran dalam keberhasilan diet. Pada siang hari, tubuh berada dalam kondisi terbaik untuk mencerna makanan, membakar kalori, dan mengatur hormon.

Oleh karena itu, pilih makanan bergizi yang memberikan energi optimal karena tubuh lebih membutuhkan kalori pada waktu ini, saat aktivitas fisik paling tinggi.

3. Mulailah Hari dengan Sarapan yang Sehat

Sarapan adalah waktu makan yang sangat penting setelah tubuh berpuasa sepanjang malam. Disarankan untuk mengakhiri makan malam pada pukul 19.00 WIB dan memulai sarapan sekitar pukul 07.00 WIB keesokan harinya.

Sarapan yang baik membantu memulai metabolisme tubuh dan memberi energi untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. Pilih menu sarapan yang sehat dan bergizi untuk menjaga kestabilan energi dan mendukung proses penurunan berat badan.

Dengan memperhatikan waktu makan yang tepat, Anda bisa mendukung diet yang lebih efektif dan mengoptimalkan penurunan berat badan. Jangan lupa untuk mengimbangi dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur. (sm)

Sri Mulyani Pangkas 50% Anggaran Perjalanan Dinas, Menteri Diminta Hemat

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Bloomberg/Dhiraj Singh )
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Bloomberg/Dhiraj Singh )

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan baru yang bertujuan untuk mengoptimalkan anggaran negara melalui efisiensi belanja perjalanan dinas. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh kementerian dan lembaga pemerintah, sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam dua sidang kabinet pada Oktober dan November 2024.

Dalam arahan tersebut, Presiden menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih efisien untuk menjaga kestabilan ekonomi negara. Surat edaran yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 7 November 2024, mengatur beberapa langkah konkrit yang harus diambil oleh setiap kementerian dan lembaga.

Kebijakan ini dimulai dengan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan yang membutuhkan perjalanan dinas, yang tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2024.

Berikut adalah poin-poin utama yang diatur dalam kebijakan efisiensi belanja perjalanan dinas:

1. Evaluasi Kegiatan Perjalanan Dinas
Setiap kementerian dan lembaga diminta untuk meninjau kembali kegiatan perjalanan dinas yang ada dalam DIPA 2024, dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dapat disederhanakan atau dibatalkan tanpa mengganggu pencapaian target program.

2. Penghematan Minimal 50%
Kebijakan ini mewajibkan setiap kementerian dan lembaga untuk melakukan penghematan minimal 50% dari sisa anggaran perjalanan dinas yang tercantum dalam DIPA 2024, yang berlaku efektif segera setelah surat edaran diterbitkan.

3. Pengajuan Dispensasi untuk Perjalanan Mendesak
Jika terdapat perjalanan dinas yang harus tetap dilakukan, kementerian atau lembaga dapat mengajukan dispensasi kepada Menteri Keuangan untuk menggunakan dana yang masih tersedia, dengan catatan adanya alasan mendesak.

4. Pengecualian untuk Fungsi Utama Tertentu
Beberapa unit kerja yang memiliki tugas utama yang mengharuskan perjalanan dinas, seperti penyuluh pertanian, juru penerang, dan staf kedutaan besar, akan dikecualikan dari kebijakan ini.

5. Pembatasan Mandiri oleh Kementerian dan Lembaga
Masing-masing kementerian dan lembaga diwajibkan untuk membatasi sendiri pengeluaran perjalanan dinas melalui revisi DIPA, yang harus mencantumkan penghematan tersebut di bagian IV.A DIPA.

6. Revisi DIPA di Kanwil Ditjen Perbendaharaan
Revisi anggaran perjalanan dinas akan dilakukan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, untuk memastikan bahwa penghematan tercatat dengan benar sesuai ketentuan yang ada.

7. Pembayaran Perjalanan Dinas
Kementerian atau lembaga tidak diperbolehkan mengajukan pembayaran biaya perjalanan dinas tanpa terlebih dahulu melakukan revisi DIPA sesuai instruksi yang telah ditetapkan.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu memperkuat pengelolaan anggaran negara di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat, serta memastikan bahwa setiap kementerian dan lembaga dapat menjalankan tugasnya secara efektif dan efisien. (sm)

De Gadjah Soroti Inkonsistensi Program Pendidikan Koster-Giri dalam Debat Kedua

De Gadjah saat debat Pilgub kedua. (Doc)
De Gadjah saat debat Pilgub kedua. (Doc)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Debat kedua Pilgub Bali yang digelar pada Sabtu malam (9/11/24) dengan tema “Menyikapi Dinamika Otonomi Daerah di Bali” memunculkan perdebatan menarik antara calon gubernur Bali. Salah satu topik yang mengundang sorotan adalah program pasangan calon Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta yang berencana membangun sekolah serupa SMA Bali Mandara di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Dalam debat tersebut, Cawagub Nyoman Giri Prasta menyampaikan janji untuk menggratiskan biaya pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA dan SMK. Namun, Cagub nomor urut 1, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, menyanggah rencana tersebut dengan menyebutnya kontradiktif.

De Gadjah menyoroti kebijakan Gubernur Wayan Koster yang sempat menghapus sistem asrama di SMAN Bali Mandara pada masa pemerintahannya. Ia menyatakan bahwa penghapusan tersebut bertentangan dengan rencana Koster dan Giri Prasta untuk memperluas akses pendidikan di Bali, karena kebijakan tersebut justru berpotensi mengurangi kesempatan anak-anak kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan.

Sekolah Bali Mandara, yang dikenal dengan sistem asrama, selama ini diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang kesulitan untuk membayar biaya transportasi. Menurut De Gadjah, keputusan untuk menghapuskan asrama di Bali Mandara menunjukkan inkonsistensi dalam kebijakan pendidikan yang dijalankan oleh pemerintah saat itu.

“Jadi, ada kesan bahwa Sekolah Bali Mandara ini hanya dijadikan alat kampanye,” ujar De Gadjah dengan tegas, merujuk pada kebijakan yang dianggapnya bertentangan dengan janji yang sekarang diusung dalam Pilgub Bali.

Program pendidikan gratis yang digembar-gemborkan oleh pasangan Koster-Giri pun menjadi perbincangan hangat, memicu perdebatan tentang realitas kebijakan pendidikan di Bali, khususnya mengenai pemerataan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat Bali.

Subak Spirit Festival 2024 Libatkan Ratusan Warga dan Dongkrak Kunjungan Wisatawan Domestik di DTW Jatiluwih

Kunjungan wisatawan dalam Subak Spirit Festival 2024 di Kawasan Wisata Subak Jatiluwih, Tabanan.
Kunjungan wisatawan dalam Subak Spirit Festival 2024 di Kawasan Wisata Subak Jatiluwih, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Untuk pertama kalinya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mengadakan Subak Spirit Festival 2024 di Kawasan Wisata Subak Jatiluwih, Tabanan.

Festival ini digelar untuk melestarikan tradisi pertanian Bali yang semakin tergerus zaman serta mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan.

Kegiatan yang diadakan dua tahun sekali ini digelar selama dua hari yakni 9 – 10 November 2024. Berbagai tradisi kebudayaan pertanian ditampilkan dalam festival dengan melibatkan ratusan masyarakat Desa Jatiluwih.

Tentunya, gelaran festival ini menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berkunjung di Kawasan Wisata Jatiluwih, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara.

Manager Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Ketut Purna mengatakan, keterlibatan warga lokal menunjukkan betapa pentingnya kegiatan ini dalam menghidupkan kembali budaya lokal.

Sebagian besar peserta, termasuk penari dan pekerja lainnya, merupakan masyarakat sekitar yang terlibat langsung dalam setiap persiapan acara ini.

Manager Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Ketut Purna.
Manager Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Ketut Purna.

“Kami sangat bersyukur acara ini diadakan di sini, karena antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ucapnya, Minggu (10/11/2024).

Selain itu, Purna menyebut, dampak dari acara ini dirasakan langsung pada kunjungan wisata. Biasanya, kunjungan harian berkisar antara 500 hingga 1.000 pengunjung.

Namun dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat lokal dan kehadiran wisatawan berhasil mendongkrak kunjungan dan mendukung ekonomi masyarakat sekitar.

“Saat ini musim kunjungan wisatawan mancanegara sedang rendah (low season). Namun, per hari ini jumlah pengunjung lokal diperkirakan mencapai 1.500 orang selama acara berlangsung,” ungkap pria yang akrab disapa Jhon itu.

Purna berharap, Subak Spirit Festival 2024 ini mampu memperkenalkan dan mengajarkan kembali tradisi serta budaya pertanian Bali.

Sebab, Kementerian Kebudayaan mengadakan acara ini sebagai langkah untuk menjaga kebudayaan agraris yang mulai pudar, terutama di kalangan generasi muda. (ana)

Akibat Tersambar Petir, Bekas Kandang Ayam Warga di Desa Perean Kangin Ludes Terbakar

Pemadaman api kebakaran bangunan bekas kandang ayam milik warga di Banjar Dinas Piun, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Minggu (10/11/2024).
Pemadaman api kebakaran bangunan bekas kandang ayam milik warga di Banjar Dinas Piun, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Minggu (10/11/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bangunan bekas kandang ayam milik warga di Banjar Dinas Piun, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Tabanan, terbakar pada Minggu (10/11/2024).

Bangunan berukuran 8×40 meter milik I Ketut Winarsa (57) yang digunakan untuk menyimpan sabut kelapa itu diduga terbakar akibat tersabar petir saat hujan deras melanda wilayah Kabupaten Tabanan sekitar pukul  13.00 WITA.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, sebelum kejadian, pemilik kandang, Ketut Wiarsa, sempat mendengar suara petir yang sangat keras.

Berselang beberapa menit, Ia diberitahu oleh Putu Dika (16) bahwa bangunan kandang ayam miliknya mengeluarkan asap tebal yang berasal dari api kebakaran.

“Pemilik kandang langsung mendatangi kandang ayam miliknya yang berjarak 10 meter dari rumah dan api sudah membesar di tumpukan serabut kelapa yang ada di dalam kandang,” ujar Berata.

Selanjutnya, pemilik kandang meminta bantuan kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api serta melaporkan kejadian itu kepada Bhabinkamtibnas setempat.

“Api berhasil dipadamkan pukul 15.00 WITA dengan bantuan mobil pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan,” kata Berata.

Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.

“Dari dugaan api berasal dari sambaran petir ke kabel listrik yang berada di dekat kandang ayam sehingga memicu munculnya pai pada tumpukan serabut kelapa,” pungkasnya. (ana)

Ketua DPRD Tabanan Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Upacara peringatan Hari Pahlawan 2024 yang berlangsung khidmat di Lapangan Wagimin, Tabanan, Minggu (10/11/2024).
Upacara peringatan Hari Pahlawan 2024 yang berlangsung khidmat di Lapangan Wagimin, Tabanan, Minggu (10/11/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan 2024 yang berlangsung khidmat di Lapangan Wagimin, Tabanan, Minggu (10/11/2024).

Turut hadir dalam upacara Sekda Tabanan I Gede Susila, jajaran Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, serta ratusan peserta lainnya yang memadati lokasi sejak pagi.

Dengan mengusung tema ‘Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu’, peringatan tahun ini menjadi pengingat pentingnya semangat kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun tema tersebut menekankan setiap tindakan dan pikiran harus dilandasi semangat perjuangan para pahlawan, sementara cinta terhadap negeri diartikan sebagai wujud pengabdian yang nyata bagi kemajuan bangsa.

Sebagai pemimpin upacara, Kapolres Tabanan, AKBP Chandra Citra Kesuma, membacakan amanat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Dalam amanatnya, Menteri Sosial menekankan bahwa mencintai negeri di tengah tantangan global saat ini dapat diwujudkan melalui penguatan solidaritas sosial, persatuan, dan kesetiakawanan nasional.

“Semangat kepahlawanan kini berbeda bentuk dari masa lalu. Jika dulu perjuangan melawan penjajah, kini tantangan kita adalah mengatasi kemiskinan, kebodohan, dan berbagai masalah sosial yang menjadi akar persoalan bangsa,” ucapnya.

Ia juga menegaskan kemajuan bangsa bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga keberhasilan dalam mengelola permasalahan sosial dan menciptakan kesejahteraan yang inklusif.

“Semangat kepahlawanan hari ini harus diwujudkan melalui pembangunan masyarakat yang adil dan sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Tabanan, I Gede Susila mengatakan, Hari Pahlawan harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni. Semangat Hari Pahlawan diharapkan dapat menjadi dorongan bagi kita semua untuk memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan kesejahteraan sosial yang lebih baik, baik di Tabanan maupun secara nasional,” ujar Susila. (ana)

Pj. Gubernur Bali Maknai Hari Pahlawan Sebagai Semangat Entaskan Kemiskinan

Pj Gubernur Bali dalam upacara peringatan Hari Pahlawan ke-79 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (10/11/2024).
Pj Gubernur Bali dalam upacara peringatan Hari Pahlawan ke-79 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (10/11/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Dalam peringatan Hari Pahlawan ke-79 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (10/11/2024) Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk memaknai Hari Pahlawan dengan meneladani semangat perjuangan para pahlawan.

Mahendra Jaya bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan, upaya perjuangan kini adalah mengentaskan kemiskinan, dengan harapan seluruh rakyat Bali dapat menikmati kemerdekaan dan hidup sejahtera.

Ia menekankan pentingnya meneladani semangat pejuang kemerdekaan untuk mengatasi tantangan era saat ini, termasuk kemiskinan.

“Kita maknai Hari Pahlawan ini dengan meneladani semangat para pejuang. Bersama-sama kita ‘Ngrombo’ atau bergotong royong untuk membantu saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan.

“Angka kemiskinan di Bali saat ini sebesar 0,19 persen, angka terendah se-Indonesia, tetapi kita belum boleh puas. Kita akan terus bekerja sama membantu saudara-saudara kita hingga kemiskinan di Bali dapat sepenuhnya terentaskan,” tambahnya.

Dalam amanat yang disampaikan melalui Pj. Gubernur, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan semangat kepahlawanan masa kini adalah semangat membangun, menciptakan kemakmuran, serta mewujudkan perlindungan sosial dan kesejahteraan inklusif.

“Perjuangan membangun bangsa berbeda tiap masanya. Dahulu, pahlawan berjuang meruntuhkan kolonialisme. Kini, kita berjuang mengatasi kemiskinan dan kebodohan,” ujarnya.

Peringatan Hari Pahlawan 2024 mengusung tema ‘Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu’ sebagai pengingat akan nilai kepahlawanan yang adaptif terhadap tantangan saat ini. Pj. Gubernur Bali berharap, peringatan ini dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk terus menciptakan inovasi demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. (rls)