- Advertisement -
Beranda blog Halaman 346

Jangan Diabaikan, Kenali Gejala-Gejala Kamu Alergi Telur!

Ciri-ciri alergi makanan yang timbul di kulit. (Foto: Halodoc)
Ciri-ciri alergi makanan yang timbul di kulit. (Foto: Halodoc)

PANTAUBALI.COM – Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein yang sangat penting dalam menu harian. Kaya akan nutrisi, telur sering kali menjadi pilihan utama dalam berbagai hidangan. Namun, di balik manfaat kesehatannya, tidak semua orang dapat menikmati telur tanpa risiko.

Bagi sebagian orang, telur justru dapat memicu reaksi alergi yang serius. Alergi telur terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi protein yang terkandung dalam telur sebagai ancaman, sehingga tubuh bereaksi dengan berlebihan. Reaksi ini dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari ringan hingga yang dapat mengancam nyawa.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda alergi telur agar dapat memberikan penanganan yang tepat saat gejala muncul. Lalu, apa saja gejala alergi telur yang perlu diwaspadai?

Menurut Cleveland Clinic, reaksi alergi terhadap telur dapat muncul dalam beberapa bentuk. Pada kasus ringan, gejala yang muncul bisa berupa sakit perut, diare, batuk, gatal-gatal, mual, muntah, ruam di kulit, hingga kesemutan atau pembengkakan pada bibir, lidah, dan tenggorokan.

Meskipun gejala ini mungkin tampak tidak terlalu mengkhawatirkan, mereka tetap membutuhkan perhatian, terutama jika sering terjadi setelah mengonsumsi telur. Namun, pada kasus yang lebih parah, reaksi alergi ini dapat memicu kondisi serius yang disebut anafilaksis.

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang sangat berbahaya dan memerlukan tindakan medis darurat. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan bernapas, kesulitan menelan, pusing, tekanan darah yang menurun drastis, sesak napas, serta rasa sesak di dada atau tenggorokan.

Memahami dan mengenali gejala sejak dini dapat membantu mencegah kondisi memburuk dan memastikan penanganan yang tepat. (sm)

Kapal Tenggelam di Nusa Penida, 5 Penumpang Selamat

Seluruh penumpang dan ABK kapal selamat.
Seluruh penumpang dan ABK kapal selamat.

PANTAUBALI.COM – Lima orang nyaris kehilangan nyawa saat kapal mereka, KM Nyaman Catamaran, tenggelam di perairan timur Pulau Nusa Penida, Klungkung, pada Sabtu (12/10/2024). Insiden ini terjadi saat kapal yang berlayar dari Serangan menuju Gili Gede, Lombok, mengalami masalah di tengah laut.

“Kapal tersebut berangkat pada Kamis (10/10/2024) pukul 05.00 WITA. Namun, dua hari kemudian, pada Sabtu sore, kapal tersebut tenggelam di sekitar 10 mil laut dari Nusa Penida,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Kepanikan terjadi saat air mulai memasuki kapal, dan mereka terpaksa mengapung di laut menunggu bantuan. Kelima korban yang berada di atas kapal, termasuk nahkoda dan kru, terombang-ambing di lautan tanpa pertolongan.

Racmad Faisal (37), nahkoda kapal, bersama Taufiq Urrohman (27) selaku KKM, Muhamad Albar (27) yang merupakan ABK, serta dua penumpang Faul Stefen (30) dan Wahyudi (27) hanya bisa berharap akan ada kapal yang lewat.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera mengirimkan tim penyelamat dari Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida. Mereka bergerak cepat menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida.

Namun, sebelum tim SAR tiba di lokasi, KMP Rama Giri Nusa lebih dulu menemukan dan menyelamatkan kelima korban yang terapung di laut. Evakuasi berlangsung sekitar pukul 17.30 WITA, dan seluruh korban langsung dibawa ke Pelabuhan Padang Bai. (sm)

Kenali 5 Manfaat Air Rebusan Kunyit Untuk Kesehatan

Manfaat air rebusan kunyit.
Manfaat air rebusan kunyit.

PANTAUBALI.COM – Kunyit adalah salah satu rempah yang sering digunakan sebagai bumbu masakan, ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan. Penggunaannya dalam pengobatan tradisional sudah berlangsung lama, terutama karena kandungan kurkumin, senyawa aktif yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat.

Salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan manfaat dari kunyit adalah dengan mengonsumsi air rebusannya. Minuman ini selain menyegarkan, juga kaya manfaat untuk kesehatan.

Berikut beberapa manfaat kesehatan dari air rebusan kunyit:

1. Menjaga Kesehatan Jantung
Kunyit dipercaya mampu melindungi jantung dari berbagai penyakit. Kandungan kurkumin di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan yang kuat, membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Sebuah tinjauan pada 2019 menemukan bahwa kurkumin mampu mengurangi stres oksidatif yang berpotensi memicu penyakit kardiovaskular.

2. Mendukung Fungsi Hati
Kurkumin dalam kunyit juga diketahui mampu membantu fungsi hati, khususnya pada penderita penyakit hati berlemak non-alkoholik. Studi yang dilakukan pada 2021 menunjukkan bahwa konsumsi rutin kunyit membantu menurunkan kadar enzim hati, trigliserida, dan kolesterol, yang dapat memperbaiki kondisi hati.

3. Meningkatkan Proses Pencernaan
Air rebusan kunyit juga bermanfaat untuk sistem pencernaan. Dilansir dari Health Shots, kunyit membantu memperlancar produksi empedu dan enzim pencernaan, sehingga mampu mengurangi gejala kembung dan memperlancar buang air besar. Selain itu, kunyit juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu dalam proses penurunan berat badan.

4. Mengurangi Masalah Sindrom Metabolik
Kurkumin terbukti membantu mengurangi indeks massa tubuh dan lingkar pinggang pada orang yang menderita sindrom metabolik. Penelitian dari meta-analisis 2019 menunjukkan bahwa kurkumin dapat menurunkan kadar leptin, hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak, sehingga bermanfaat bagi mereka yang berusaha menurunkan berat badan.

5. Meningkatkan Sistem Imun
Kandungan antioksidan dalam kunyit tak hanya melindungi jantung, tetapi juga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan konsumsi air rebusan kunyit secara rutin, tubuh akan lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

Dengan segala khasiatnya, air rebusan kunyit bisa menjadi solusi sederhana untuk menjaga kesehatan. Namun, tetap disarankan untuk mengonsumsinya dalam takaran yang wajar dan berkonsultasi dengan tenaga medis jika memiliki kondisi kesehatan tertentu. (sm)

Bagaimana Generasi Sandwich Bisa Mencapai Kebebasan Finansial?

Tips mencapai financial freedom bagi para sandwich generation.
Tips mencapai financial freedom bagi para sandwich generation.

PANTAUBALI.COM – Generasi sandwich, sebuah istilah yang menggambarkan individu yang terjepit di antara tanggung jawab finansial untuk orang tua, diri sendiri, dan anak-anak, seringkali dihadapkan pada tekanan ekonomi dan psikologis yang besar. Impian merdeka secara finansial pun menjadi tantangan berat bagi mereka. Namun, benarkah generasi sandwich masih memiliki peluang untuk mencapai kebebasan finansial?

Mengapa Generasi Sandwich Menghadapi Beban Berat?
Generasi sandwich sering kali harus mengatur keuangan dengan hati-hati, karena mereka tidak hanya memikul beban tanggungan diri sendiri, tetapi juga orang tua yang sudah tidak produktif serta anak-anak yang masih memerlukan dukungan pendidikan. Tekanan ini sering membuat mereka rentan secara ekonomi dan mental.

1. Kunci Kebebasan Finansial: Edukasi dan Kemandirian
Menurut Aidil Akbar Madjid, seorang perencana keuangan dan Co-Founder Purwantara, generasi sandwich tetap bisa mencapai kebebasan finansial, dengan syarat keluarga di atas dan di bawah mereka juga mandiri.

Salah satu langkah awal yang bisa diambil adalah mendidik anak sejak dini mengenai pentingnya mengelola keuangan. “Banyak orang tua zaman dulu enggan mengajarkan anak cara mengelola uang karena takut dianggap materialistis. Akibatnya, anak-anak justru tumbuh menjadi generasi stroberi yang mudah rapuh,” ujar Aidil kepada Kompas.com.

Aidil menambahkan, jika memungkinkan, generasi sandwich juga bisa membantu orang tua memulai usaha kecil agar mereka menjadi lebih mandiri secara finansial, meskipun awalnya mungkin terasa sulit.

2. Strategi Mengelola Keuangan untuk Generasi Sandwich
Aidil menekankan pentingnya memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Generasi sandwich, menurutnya, cenderung mudah terjebak dalam pengeluaran untuk hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan. Langkah pertama adalah membuat prioritas keuangan yang jelas. Setelah itu, menabung dan investasi juga menjadi bagian penting dalam rencana keuangan mereka.

Aidil merekomendasikan agar generasi sandwich menabung minimal 15-20 persen dari total penghasilan. Selain itu, mereka juga bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi, dimulai dengan produk-produk investasi berisiko rendah seperti emas, atau jika lebih berani, obligasi pemerintah, reksa dana saham, hingga cryptocurrency.

3.  Alokasi Keuangan Ideal untuk Generasi Sandwich
Sementara itu, Pripta Hapsari Ghozie, seorang perencana keuangan lainnya, menyarankan alokasi keuangan ideal bagi generasi sandwich sebagai berikut:
– Biaya hidup dan tanggungan keluarga: maksimal 70 persen dari gaji.
– Kesenangan pribadi: 10 persen dari gaji.
– Dana darurat dan investasi: 20 persen dari gaji.

Ia juga mengingatkan untuk selalu menghindari pinjaman online ilegal, disiplin menambah penghasilan, serta menjaga pola hidup hemat.

Dengan strategi yang tepat, generasi sandwich masih memiliki harapan untuk meraih kebebasan finansial di tengah segala tantangan yang dihadapi. Kuncinya adalah disiplin, perencanaan yang matang, serta keberanian untuk mengambil langkah-langkah finansial yang bijaksana. (sm)

Sekda Dewa Indra Ingin Bahasa Bali Tetap Eksis dan Fungsional

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengharapkan Bahasa Bali tetap eksis dan berfungsi dengan baik dalam kehidupan masyarakat Pulau Dewata.

Harapan tersebut disampaikannya dalam sambutan saat menutup Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2024 di Prime Plaza Sanur, Sabtu (12/10/2024).

Sekda Dewa Indra memberi gambaran tentang makin terkikisnya bahasa daerah.

“Keberadaan bahasa daerah, khususnya dalam hal ini Bahasa Bali, semakin terkikis. Banyak keluarga yang tidak lagi menggunakan Bahasa Bali dalam komunikasi di lingkungan keluarga. Gejala ini bisa kita rasakan dan amati,” ujarnya.

Menurut Dewa Indra, situasi ini harus disikapi karena Bali adalah daerah yang bertumpu pada kekuatan budaya, dan bahasa menjadi salah satu instrumen penting di dalamnya.

“Bahasa, yang menjadi salah satu unsur penting dari budaya ini, semakin terkikis, maka kekuatan budaya akan semakin rapuh,” ucapnya.

Jika budaya semakin rapuh, Bali sebagai destinasi wisata dunia lambat laun dikhawatirkan akan ditinggalkan.

“Selama ini orang mengenal Bali karena keunikan budayanya. Nah, kalau budayanya hilang, tidak ada bedanya dengan destinasi lain,” ungkapnya sembari menekankan pentingnya upaya pelestarian budaya dengan segenap unsurnya.

Lebih lanjut, Dewa Indra mengungkapkan, gejala menurunnya penggunaan bahasa daerah mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat hingga daerah.

“Pemerintah pusat berupaya melakukan langkah-langkah untuk melindungi dan merevitalisasi bahasa ibu di seluruh daerah, termasuk Bali,” sebutnya.

Sejalan dengan itu, Pemprov Bali juga menempuh langkah strategis dalam upaya pelestarian Bahasa Bali. Upaya tersebut antara lain diimplementasikan dengan mengeluarkan Perda Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali yang diturunkan dalam Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Aksara, Bahasa, dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

“Regulasi tersebut telah kami aktualisasikan dengan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali setiap awal tahun dan program lain seperti penggunaan Aksara Bali pada papan nama kantor dan usaha,” urainya.

Dewa Indra juga menilai, sinergi pemerintah pusat dan daerah akan memperkuat upaya menjamin kesinambungan bahasa ibu di setiap daerah.

“Kita berharap, bahasa ibu tetap survive, fungsional, dan menjadi instrumen budaya di setiap daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek RI, Imam Budi Utomo, dalam sambutannya memuji Pemprov Bali yang telah menempuh sejumlah upaya untuk melestarikan Bahasa Bali.

Ia juga mengajak masyarakat agar bangga dan tidak malu menggunakan bahasa daerah dalam interaksi sehari-hari. Harapan senada diungkapkan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Valentina Lovina Tanate.

“Cintai bahasa daerah, gunakan dalam berkomunikasi sehari-hari di lingkungan rumah dan sekolah,” ajaknya.

Penutupan FTBI 2024 juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba berbagai kategori tingkat Provinsi Bali. Sejumlah lomba yang digelar pada FTBI 2024, yaitu masatua Bali, matembang sekar alit, bebanyolan, nyurat Aksara Bali, ngripta lan ngwacen puisi anyar, ngripta Cerpen Bali, dan pidarta. (rls)

Jangan Buang Pakaian Bekas, Ini Cara Memanfaatkannya 

Tips Mengolah Pakaian Bekas. (Foto: MNC Media)
Tips Mengolah Pakaian Bekas. (Foto: MNC Media)

PANTAUBALI.COM – Pakaian bekas sering kali berakhir di tempat sampah begitu tidak terpakai lagi, padahal hal ini bisa memperburuk masalah limbah tekstil yang terus meningkat. Menurut Christina, Co-Founder EcoTouch, limbah tekstil merupakan salah satu jenis sampah terbesar di dunia, dan sebagian besar berasal dari rumah tangga.

Untuk mengurangi limbah ini, lebih baik jika kita mulai mendaur ulang pakaian bekas menjadi barang-barang yang berguna dan ramah lingkungan. Berikut beberapa ide kreatif yang bisa kamu coba:

1. Selimut

Pakaian bekas berbahan lembut seperti kaos katun bisa diubah menjadi selimut yang hangat. Kamu dapat menggabungkan berbagai potongan kain dengan motif dan warna berbeda untuk menciptakan selimut yang unik dan personal. Proyek ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberikan selimut nyaman yang bisa digunakan sehari-hari.

2. Tas Kain

Daripada membuang pakaian bekas, coba ubah mereka menjadi tas kain yang multifungsi. Bahan kuat seperti denim bisa dijahit ulang menjadi tote bag atau tas belanja yang tahan lama. Tas ini bisa dibawa ke mana-mana dan sangat ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan tas plastik sekali pakai.

3. Lanyard

Kamu juga bisa membuat lanyard unik dari pakaian bekas. Potongan kain berwarna-warni bisa diiris tipis lalu dikepang menjadi lanyard yang kuat dan tahan lama. Christina sendiri telah memamerkan hasil lanyard buatannya yang dibuat dari kain bekas. Ini adalah cara yang kreatif dan hemat untuk membuat gantungan kartu identitas.

4. Boneka Kain

Pakaian bekas dengan motif menarik atau warna cerah bisa dijadikan boneka kain untuk anak-anak. Kamu dapat membuat berbagai bentuk dan karakter boneka yang lucu sesuai kreativitasmu. Boneka kain ini ramah lingkungan dan bisa menjadi hadiah spesial yang unik untuk si kecil.

Dengan mendaur ulang pakaian bekas menjadi barang-barang bermanfaat, kita dapat mengurangi limbah tekstil sekaligus menciptakan sesuatu yang bernilai. Selain ramah lingkungan, barang-barang daur ulang ini juga memiliki sentuhan personal yang membuatnya semakin istimewa. (sm)

Cagub Koster-Giri dan Cabup Sanjaya-Dirga Janji Bangun Rumah Sakit Pratama di 10 Kecamatan Tabanan

Calon Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta (tengah) dan Calon Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya – Made Dirga berjanji akan membangun Rumah Sakit Pratama.
Calon Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta (tengah) dan Calon Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya – Made Dirga berjanji akan membangun Rumah Sakit Pratama.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon Gubernur Bali Wayan Koster – Nyoman Giri Prasta dan Calon Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya – Made Dirga berjanji akan membangun Rumah Sakit Pratama di sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan jika terpilih.

Hal itu disampaikan oleh Giri Prasta saat kampanye di Wantilan Desa Adat Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, Sabtu (12/11/2024).

“Astungkara jika Koster-Giri dan Sanjaya-Dirga terpilih maka rumah sakit pratama akan dituntaskan di setiap kecamatan,” ujar Calon Gubernur nomor urut 02 yang diusung oleh PDI Perjuangan tersebut.

Giri Prasta menjelaskan, program ini dibuat untuk meratakan fasilitas kesehatan sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan medis di kabupaten tetangga.

“Contohnya, untuk masyarakat yang di Selemadeg Barat agar tidak sampai berobat ke jembrana, cukup hanya di Selemadeg Barat. Sama juga yang ada di Pupuan biar tidak sampai berobat ke Buleleng,” ujarnya.

Mantan Bupati Badung itu juga menjanjikan akan menyiapkan mobil ambulans lengkap dengan bidan untuk 133 desa yang ada di Kabupaten Tabanan.

Fasilitas kesehatan ini akan menjadi prioritas, dengan anggaran minimal 10 persen dari APBD, sesuai amanat UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Jika ada kekurangan anggaran, Kabupaten Tabanan akan mendapatkan dukungan tambahan anggaran dari Kabupaten Badung untuk memastikan pembangunan ini terwujud. Itu solusi yang akan kami berikan jika Koster-Giri dan Sanjaya-Dirga terpilih,” ucapnya.

Selain di bidang kesehatan, Koster Giri juga menjanjikan peningkatan infrastruktur dan sektor lainnya, seperti memperbaiki seluruh jalan di Desa Kaba-Kaba, pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP, pelestarian adat dan budaya, pariwisata, hingga jaminan sosial. (ana)

Ternyata Ini Penyebab Bayi Rewel di Malam Hari

PANTAUBALI.COM –  Sebagai orang tua baru, wajar jika Bunda merasa cemas saat menghadapi si Kecil yang rewel di malam hari. Apalagi ketika Bunda sudah lelah seharian mengurus berbagai hal. Situasi seperti ini kerap terjadi pada bayi, terutama di bulan-bulan awal kehidupannya.

Penting bagi Bunda untuk memahami penyebab bayi menjadi rewel dan cara mengatasinya agar dapat menghadapi situasi ini dengan lebih tenang. Berikut beberapa penyebab umum dan tips mengatasi bayi yang rewel di malam hari.

  1. Ritme Tidur yang Belum Teratur

Bayi yang baru lahir belum memiliki ritme tidur yang teratur. Mereka masih menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang berbeda jauh dari kenyamanan dalam kandungan. Ketika si Kecil mulai terpapar cahaya, suara, dan suhu berbeda, hal ini dapat memengaruhi tidurnya dan membuatnya lebih mudah rewel, terutama di malam hari. Untuk membantu, Bunda dapat mencoba menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan konsisten agar bayi merasa lebih tenang.

2. Kelaparan

Bayi baru lahir membutuhkan asupan ASI secara rutin, setiap 2 hingga 4 jam sekali. Jika si Kecil merasa lapar, ia akan menjadi rewel dan menangis. Kerewelan ini bisa lebih sering terjadi saat bayi sedang mengalami growth spurt, di mana kebutuhan ASI meningkat pesat. Pada usia 2-3 minggu, 6 minggu, dan 3 bulan, si Kecil mungkin menyusu lebih sering karena tubuhnya sedang berkembang pesat. Pastikan Bunda memperhatikan pola menyusui si Kecil agar kebutuhannya terpenuhi dengan baik.

3. Kolik

Kolik bisa menjadi salah satu penyebab utama bayi rewel di malam hari. Bayi yang mengalami kolik biasanya menangis tanpa alasan yang jelas dan sulit untuk ditenangkan. Penyebab utamanya adalah gas yang terjebak di perut bayi, yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk mengatasi kolik, Bunda bisa membantu bayi mengeluarkan udara setelah menyusu dengan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut atau memiringkan badannya.

4. Terlalu Lelah

Bayi yang terlalu lelah justru akan lebih sulit tidur dan menjadi lebih rewel. Banyak orang tua mengira bahwa dengan mengajak bayi bermain di siang hari, bayi akan tidur lebih lama di malam hari. Namun, jika tidur siang bayi tidak terpenuhi dengan baik, ia akan kelelahan dan sulit untuk ditenangkan di malam hari. Pastikan Bunda menjaga rutinitas tidur bayi yang cukup, sekitar 14 hingga 17 jam sehari untuk bayi usia 0 hingga 3 bulan.

5. Popok Basah atau Penuh

Popok yang basah atau penuh juga bisa membuat bayi rewel di malam hari. Bayi yang merasa tidak nyaman dengan popoknya akan kesulitan tidur dan sering terbangun. Bunda sebaiknya selalu memastikan popok bayi dalam keadaan bersih sebelum tidur dan menggantinya ketika basah agar bayi tetap merasa nyaman sepanjang malam.

Dengan memahami penyebab-penyebab bayi rewel dan bagaimana cara mengatasinya, Bunda dapat membantu si Kecil merasa lebih nyaman dan tidur lebih nyenyak. Semoga tips ini bermanfaat dan membantu Bunda dalam merawat si Kecil! (sm)

Memperingati 22 Tahun Tragedi Bom Bali

Memperingati 22 Tahun Tragedi Bom Bali. (AFP Photo)
Memperingati 22 Tahun Tragedi Bom Bali. (AFP Photo)

PANTAUBALI.COM – Dua puluh dua tahun telah berlalu sejak ledakan bom menghancurkan kawasan wisata Kuta, Bali, pada tahun 2002. Tragedi yang mengguncang dunia ini merenggut 202 nyawa dari 21 negara, termasuk 88 warga Australia dan 38 warga Indonesia, serta melukai ratusan lainnya. Meski waktu terus berlalu, luka yang ditinggalkan oleh peristiwa ini masih terasa hingga kini.

Pada malam kelam 12 Oktober 2002, dua bom besar meledak di Paddy’s Pub dan Sari Club, yang kala itu merupakan pusat hiburan malam yang ramai. Ledakan dahsyat tersebut menghancurkan bangunan, memporak-porandakan kawasan Kuta, dan menebar kepanikan di antara wisatawan lokal dan internasional.

Hari ini, biasanya masyarakat Bali bersama keluarga korban dari berbagai negara berkumpul di Monumen Bom Bali yang terletak di Jalan Legian, Kuta. Monumen ini didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan simbol komitmen bersama untuk melawan kekerasan. Dalam suasana khidmat, mereka menyampaikan doa dan harapan untuk masa depan yang lebih damai, bebas dari ancaman terorisme.

Sejak tragedi tersebut, langkah-langkah konkret dalam memerangi terorisme semakin diperkuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan berbagai negara dan organisasi global untuk mencegah aksi terorisme serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya ekstremisme. (*)

Warga Kerambitan Bulatkan Tekad Dukung Koster-Giri dan Sanjaya-Dirga

Dukungan untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Wayan Koster – Nyoman Giri Prasta serta pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya – Made Dirga.
Dukungan untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Wayan Koster – Nyoman Giri Prasta serta pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya – Made Dirga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dukungan kuat terus mengalir dari masyarakat untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Wayan Koster – Nyoman Giri Prasta serta pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya – Made Dirga.

Dalam beberapa acara simakrama pada Kamis (10/11/2023), digelar di berbagai wilayah, warga bersepakat untuk berbulat tekad memenangkan kedua pasangan tersebut dalam Pilkada 2024.

Seperti scara simakrama yang diadakan di Banjar Tengah Kangin, Kerambitan, dihadiri oleh ratusan warga yang dengan tegas menyatakan dukungan penuh kepada Koster-Giri serta Sanjaya-Dirga.

Dukungan yang sama juga muncul di Banjar Pekandelan, Kerambitan, di mana warga menyatakan tekad untuk bersama-sama memenangkan kedua pasangan tersebut demi kemajuan Bali dan Tabanan.

Tak hanya di kawasan banjar, dukungan juga datang dari warga Perumahan Mandung V, Desa Mandung, Kerambitan.

Mereka menyatakan bahwa Koster-Giri dan Sanjaya-Dirga merupakan pilihan terbaik untuk membawa perubahan positif dan melanjutkan pembangunan yang telah berjalan.

Made Dirga, calon wakil Bupati Tabanan nomor urut 2, mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat Kerambitan. Ia menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dalam mewujudkan visi perubahan untuk Tabanan.

“Kami sangat mengapresiasi tekad dan dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat Kerambitan. Dengan kebersamaan dan kerja keras kita semua, saya yakin kita bisa membawa Tabanan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Paslon yang disebut dengan paket SANDI itu mengatakan akan merealisasikan program-program yang dirancangnya bersama Sanjaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan.

“Mari kita bersama-sama bulatkan tekad untuk memenangkan perubahan ini,” ujar Made Dirga.

Semangat kebersamaan dan tekad kuat dari masyarakat Kerambitan ini diyakini akan menjadi energi positif dalam mengantarkan Koster-Giri dan Sanjaya-Dirga menuju kemenangan pada Pilkada 2024. (ana)