- Advertisement -
Beranda blog Halaman 34

Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan Diresmikan Bupati Sanjaya

Upacara Pemelaspasan Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan, Selasa (13/1/2026).
Upacara Pemelaspasan Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan, Selasa (13/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat, budaya, serta penguatan sarana upacara keagamaan di wilayah Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menghadiri undangan ngupasaksi Upacara Pemelaspasan Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan, Selasa (13/1/2026).

Bupati Sanjaya sekaligus meresmikan sebagai simbol dimulainya operasional Gedung Graha Yadnya yang berlokasi di Jln. Kresna No. 1 Tabananyang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Peresmian gedung tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh krama Desa Adat sebagai pusat kegiatan yadnya, sosial, dan kemasyarakatan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Turut hadir, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda, para Asisten Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bendesa Adat dan Perbekel se-Kecamatan Tabanan, jajaran, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya.

Upacara Pemelaspasan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Pesaji Dangin Carik, sebagai bentuk permohonan penyucian dan pembersihan niskala agar bangunan yang diresmikan memiliki taksu, memberikan kenyamanan, keselamatan, serta kedamaian bagi seluruh krama yang memanfaatkannya.

Bupati Sanjaya menegaskan, pembangunan Graha Yadnya ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan merupakan wujud nyata kehadiran dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung kehidupan beragama, adat, dan budaya masyarakat Bali.

“Graha Yadnya ini dibangun dengan tujuan mulia, sebagai pusat kegiatan keagamaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, mempermudah krama dalam mempersiapkan sarana upacara secara lebih tertata, serta menjadi simbol keharmonisan antara pembangunan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan,” ujar Sanjaya.

Ia juga berpesan, aktivitas yadnya merupakan nafas kehidupan masyarakat Bali yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian krama.

Oleh karena itu, dikatakannya pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan fasilitas yang layak, nyaman, dan representatif, sehingga pelaksanaan upacara adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan bermartabat.

Keberadaan bangunan yang megah dan fungsional dikatakannya juga harus diiringi dengan kesadaran kolektif untuk merawat dan menjaganya secara berkelanjutan.

“Membangun itu tidak mudah, namun merawat jauh lebih sulit. Untuk itu, saya titipkan Graha Yadnya ini kepada seluruh masyarakat dan pengelola agar dijaga kebersihan, kesucian, serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat,” tegas Sanjaya.

Sekaligus menambahkan, Graha Yadnya adalah cerminan kesungguhan sradha bhakti masyarakat yang diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, I Gusti Made Adi Purama dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan dukungan penuh Bupati Tabanan terhadap Desa Adat Kota Tabanan.

Ia menegaskan, Graha Yadnya Sanjayaning Singasana merupakan gagasan, konsep, sekaligus inisiatif langsung dari Bupati Tabanan, yang telah lama diimpikan oleh krama desa adat.

Disampaikan pula, kompleks Graha Yadnya ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya kori lumbung, gedung sekretariat, ballroom, bale pawedan, hingga fasilitas pendukung lainnya yang terintegrasi dengan kawasan setra dan lingkungan desa adat.

Graha Yadnya Sanjayaning Singasana akan langsung mulai beroperasi pada bulan ini, Januari 2026 dan diharapkan menjadi pusat pelayanan kegiatan yadnya, upacara adat, serta kegiatan keagamaan masyarakat, tidak hanya bagi Desa Adat Kota Tabanan, tetapi juga sebagai contoh pengelolaan fasilitas keagamaan yang tertata dan berkelanjutan. (rls)

Dapur SPPG Polres Tabanan di Selbar Target Sasar 3.000 Penerima Manfaat dari Siswa hingga Ibu Hamil

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Polres Tabanan meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polripertama yang berlokasi di Banjar Kutuh, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan.

Peresmian dapur SPPG tersebut dilaksanakan pada Senin (12/1/2026) dan dipimpin langsung oleh Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati.

Peluncuran dapur SPPG ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, dan ibu hamil.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan, dapur SPPG di Selemadeg Barat saat ini menyasar sekitar 1.088 penerima manfaat, yang terdiri dari peserta Kelompok Belajar (KB), anak TK, serta siswa SD hingga SMP di wilayah Kecamatan Selemadeg Barat.

“Dapur SPPG Polres Tabanan di Selemadeg Barat melayani distribusi makanan bergizi dengan radius maksimal 15 kilometer, khusus di wilayah Kecamatan Selemadeg Barat. Target penerima manfaat ke depan mencapai sekitar 3.000 orang, termasuk balita dan ibu hamil,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

AKBP Bayu Pati menyampaikan, dapur SPPG Polri Polres Tabanan berdiri di bekas kantor koperasi desa berlantai dua yang disewa. Sementara itu, penyediaan perlengkapan dapur dilakukan melalui kerja sama dengan yayasan mitra Badan Gizi Nasional yang sebelumnya telah mendirikan dapur SPPG di wilayah Selemadeg Barat.

Di Kecamatan Selemadeg Barat sendiri telah terdapat sekitar tiga dapur SPPG yang menyediakan layanan MBG di sejumlah sekolah. Polres Tabanan juga bekerja sama dengan penyedia SPPG yang telah ada tersebut.

Untuk dapur SPPG yang dikelola Polri, Kapolres menegaskan bahwa operasionalnya telah memenuhi persyaratan khusus, di antaranya memiliki sertifikat, memenuhi kelayakan gizi, serta menerapkan standar keamanan pangan (food security). Pengawasan pelaksanaan SPPG nantinya akan dilakukan langsung oleh Polres Tabanan.

“Operasional dapur SPPG Polres Tabanan didukung oleh 21 staf, yang seluruhnya berasal dari masyarakat setempat sebagai bentuk pemberdayaan warga sekitar,” kata Bayu.

Ke depan, Polres Tabanan akan melakukan penjajakan terhadap wilayah yang belum tercover program Makan Bergizi Gratis. Saat ini, di Kabupaten Tabanan telah berdiri 22 dapur SPPG yang dikelola pihak swasta. Dengan berdirinya dapur SPPG Polres Tabanan, jumlah tersebut bertambah menjadi 23 dapur SPPG.

“Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan BPS serta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan untuk mengetahui jumlah penerima MBG yang belum tercover di masing-masing wilayah,” tutupnya. (ana)

Ngamuk Tak Diberi Uang, Pria di Mengwi Rusak Tempat Sembahyang Keluarga

Pelaku IBSAM (31) diamankan aparat kepolisian setelah merusak merajan keluarga di Desa Buduk, Mengwi, Badung.
Pelaku IBSAM (31) diamankan aparat kepolisian setelah merusak merajan keluarga di Desa Buduk, Mengwi, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Aksi perusakan tempat suci terjadi di wilayah Mengwi, Kabupaten Badung. Seorang pria berinisial IBSAM (31) harus berhadapan dengan hukum setelah meluapkan kemarahannya dengan menghancurkan merajan keluarga di Banjar Sengguan, Desa Buduk.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/1) malam dan mengakibatkan sejumlah bangunan suci mengalami kerusakan berat. Nilai kerugian akibat aksi nekat tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Informasi yang dihimpun kepolisian menyebutkan, amukan pelaku dipicu kekecewaan mendalam setelah permintaan uang sebesar Rp3 juta kepada ibu kandungnya yang berusia 66 tahun tidak dipenuhi. Sang ibu mengaku tidak memiliki uang, sehingga membuat pelaku tersulut emosi.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pelaku merusak merajan menggunakan pipa besi, menyasar berbagai bangunan dan perlengkapan upacara.

“Sejumlah pelinggih, atap piasan, patung, bale dangin, hingga pot bunga dirusak pelaku,” jelasnya, Senin (12/1).

Aksi perusakan itu pertama kali diketahui warga sekitar yang mendengar suara benturan keras dari arah merajan sekitar pukul 21.00 WITA. Setelah dicek, kondisi tempat persembahyangan sudah porak-poranda, sehingga peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke pihak keluarga dan kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan, IBSAM mengaku kerap merasa diabaikan oleh keluarganya. Ia mengklaim jarang diberi makan dan tidak diperhatikan, sehingga rasa kecewa yang terpendam berujung pada tindakan destruktif.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Mengwi bergerak cepat dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Saat ini, IBSAM telah ditahan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 305 ayat (2) juncto Pasal 521 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. RAN

Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Agung Dievakuasi Tim SAR

Evakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Senin (12/1/2026).
Evakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Senin (12/1/2026).

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Senin (12/1/2026). Pendaki tersebut diketahui bernama I Ketut Yedija Karunia Arta (18).

Korban memulai pendakian bersama seorang temannya melalui jalur Pura Pengubengan, Desa Besakih, sekitar pukul 13.30 Wita. Namun, pada malam hari sekitar pukul 23.40 Wita, korban mengeluh kedinginan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Keduanya kemudian memutuskan melapor ke Polsek Rendang dan beristirahat di Pos 2 sambil menunggu bantuan datang.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa (13/1/2026) pukul 01.30 Wita dari Polsek Rendang. Menindaklanjuti laporan itu, sebanyak delapan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Sebagai langkah awal, petugas siaga berkoordinasi dengan Polsek Rendang serta pemandu lokal untuk lebih dahulu menuju posisi korban. Sekitar pukul 03.40 Wita, tim rescue tiba di Pos Pura Pengubengan.

“Setelah sekitar empat jam pencarian, target berhasil ditemukan pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (MDPL) dalam keadaan selamat,” ujar Koordinator Lapangan, Putu Handika Bhayangkara.

Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh tim pemandu Pengubengan sekitar pukul 05.15 Wita. Namun, karena kondisi cuaca hujan deras disertai kabut tebal, proses evakuasi sempat ditunda hingga kondisi memungkinkan.

Tim SAR gabungan kemudian bergerak turun dan tiba di Pos 1 Pengubengan pada ketinggian 1.600 MDPL. Sementara itu, tim pemandu menurunkan korban secara bertahap menuju Pos 1.

Proses evakuasi sempat terkendala cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, serta kabut tebal yang membatasi jarak pandang. Setelah kondisi membaik, seluruh tim akhirnya tiba di Posko Pura Pengubengan pada pukul 10.05 Wita. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi selamat.

Dalam operasi evakuasi tersebut, unsur SAR yang terlibat antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Rendang, Babinsa Besakih, Bhabinkamtibmas Besakih, TRC BPBD Kabupaten Karangasem, serta pemandu lokal Pos Pura Pengubengan. (rls) 

Wanita di Badung Dianiaya Usai Tegur Pacarnya yang Mabuk dan Telepon Perempuan Lain

Pelaku penganiayaan terhadap pacarnya diamankan aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum di Polsek Abiansemal.
Pelaku penganiayaan terhadap pacarnya diamankan aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum di Polsek Abiansemal.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kasus kekerasan dalam hubungan asmara kembali terjadi di Kabupaten Badung. Seorang perempuan muda berinisial OB (23) menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pacarnya sendiri, EAP (25), di sebuah mess toko bangunan di Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/2) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Insiden bermula saat korban menegur pelaku yang sedang dalam pengaruh minuman keras dan kedapatan menelepon perempuan lain. Teguran itu justru memicu amarah pelaku hingga berujung aksi kekerasan.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan pelaku awalnya melempar korban dengan sebatang besi. Korban sempat menyelamatkan diri dengan masuk ke kamar, namun pelaku menyusul dan kembali melakukan penganiayaan.

“Pelaku memukul korban menggunakan tangan mengepal ke arah wajah beberapa kali hingga mata kiri korban mengalami lebam,” ujarnya, Senin (12/1).

Aksi brutal itu berlanjut dengan tendangan ke bagian dada dan pipi kanan korban. Tak hanya itu, pelaku juga memukul kepala korban menggunakan kursi lipat berbahan aluminium. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka, mulai dari lebam di mata kiri, luka di bibir dan dagu, dada terasa sesak, hingga benjolan di kepala.

Setelah kejadian tersebut, pelaku meninggalkan korban dan berpindah ke kamar lain. Korban yang kesakitan sempat memanggil pelaku namun tidak direspons. Saat keluar kamar, korban kembali mendapati pelaku menelepon perempuan lain, hingga akhirnya memilih meninggalkan mess karena tidak sanggup menahan rasa sakit.

Sekitar pukul 03.00 Wita, korban mendapatkan pertolongan dari pemilik bengkel di depan toko bangunan tersebut. Ia kemudian menghubungi keluarganya di Denpasar sebelum melaporkan kejadian itu ke Polsek Abiansemal.

Kapolsek Abiansemal Kompol I Nyoman Karang Adiputra langsung memerintahkan jajarannya melakukan penyelidikan. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil diamankan di lokasi kejadian.

“Pelaku telah mengakui perbuatannya dan saat ini diamankan untuk menjalani proses hukum,” kata Aiptu Ayu.

Atas tindakannya, EAP dijerat Pasal 466 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun enam bulan. ran

Korban Laka Lantas Terjatuh ke Sungai di Buleleng Ditemukan Meninggal

Screenshot

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Tim SAR gabungan menemukan korban kecelakaan lalu lintas yang terjatuh ke saluran air di Dusun Galiran, Desa Bakti Seraga, Kecamatan Buleleng, Senin (12/1/2026).

Korban atas nama Made Serina (59) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar muara Pantai Lingga oleh masyarakat setempat.

Korban diketahui beralamat di Perumahan Griya Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Sebelum kejadian, korban diduga melanggar lampu lalu lintas hingga tertabrak mobil hingga terpelanting ke sungai dengan lebar sekitar dua meter.

Saat kejadian, kondisi cuaca hujan deras sehingga aliran sungai cukup deras dan menyeret korban. Sepeda motor korban dengan nomor polisi DK 6662 VAL ditemukan dalam kondisi rusak di lokasi kejadian.

Setelah menerima informasi penemuan tersebut, tim SAR gabungan segera bergeser ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans PMI Kabupaten Buleleng.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan, sejak awal pencarian tim SAR telah menyusuri aliran sungai sesuai dengan kemungkinan arah korban terbawa arus.

“Di lokasi terdapat dua jalur aliran sungai, satu mengarah ke utara dan satu lagi ke barat,” jelasnya.

Pada pencarian tahap awal, tim menyisir aliran sungai ke arah utara sejauh kurang lebih 700 meter.

Pencarian kemudian dilanjutkan hingga ke muara sejauh sekitar 1 kilometer pada pukul 13.20 Wita. Karena korban belum ditemukan, tim kembali melakukan penyisiran ke arah barat sejauh kurang lebih 600 meter.

“Sekitar pukul 16.50 Wita, kami menerima informasi dari masyarakat bahwa korban ditemukan di pantai dekat muara,” terangnya.

Lokasi penemuan korban diketahui berjarak sekitar 3 kilometer dari titik awal korban terjatuh ke sungai.

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI AL Pos Sangsit, Polsek Kota Singaraja, Polairud Polres Buleleng, Camat Buleleng, Babinsa Desa Bakti Seraga, Bhabinkamtibmas, Satpol PP Kecamatan Buleleng, Bhuana Bali Rescue, PMI Kabupaten Buleleng, Dinas PUPR Kabupaten Buleleng, pihak keluarga korban, serta masyarakat setempat. (ana)

Keluarga Disabilitas Korban Banjir Terima Bantuan Pemkab Badung

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan bantuan sembako dan modal usaha kepada keluarga Disabilitas sekaligus korban banjir Ni Made Suriani (58) warga Lingkungan Tegeh, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Senin (12/1).
Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan bantuan sembako dan modal usaha kepada keluarga Disabilitas sekaligus korban banjir Ni Made Suriani (58) warga Lingkungan Tegeh, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Senin (12/1).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat dengan menyerahkan bantuan sembako dan modal usaha kepada keluarga Disabilitas sekaligus sebagai korban banjir Ni Made Suriani (58) warga Lingkungan Tegeh, Kelurahan Kerobokan,  Kecamatan Kuta Utara, Senin (12/1/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Badung dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

“Kami langsung mendatangi rumah Ibu Made Suriani, yang kedua anaknya mengalami disabilitas dan merupakan korban banjir. Kami sebagai perpanjangan tangan dari Bapak Bupati, yang sudah berjanji pada acara Pesona Ibu Badung 2025, untuk memberikan bantuan sebesar Rp 25 juta untuk membantu kebutuhan keluarga dan modal usaha,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa didampingi Kaling Tegeh I Wayan Arta dan staf Kelurahan Kerobokan menyerahkan paket sembako dan bantuan kepada para penerima Made Suriani.

Paket sembako berupa beras, telur, mie instan dan lainnya tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi bentuk kasih sayang dan perhatian pemerintah kepada masyarakat.

Selain itu kedua anaknya juga sudah mendapat bantuan Bupati Badung melalui program disabilitas masing-masing Rp 1 juta. “Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi dan memastikan mereka tetap merasakan kehadiran serta perhatian pemerintah,” imbuhnya.

Ia juga akan memfasilitasi dengan Instansi terkait agar segera mendapat bantuan perbaikan tembok penyengker yang roboh akibat banjir. “Kami akan fasilitasi untuk berkoordinasi dengan BPBD agar segera ditindaklanjuti perbaikan tembok tersebut,” jelasnya.

Sementara Ni Made Suriani yang berjuang sendiri untuk anak-anak, karena suaminya telah meninggal, sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati dan Bapak Bupati Badung yang telah memberikan perhatian yang begitu besar kepada keluarganya.

Bantuan ini memang sangat dirasakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari terlebih untuk menanggung kebutuhan anak-anaknya yang dalam kondisi disabilitas.

“Kami sekeluarga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut kedepannya,” harapnya. (rls)

Inflasi Badung Melandai Pada 2025, Dampak Bantuan Hari Raya 2 Juta Per KK

Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan Rp. 2 juta per KK di Wantilan Pura Dalem Khayangan Desa Adat Legian, Kuta dan di Wantilan Banjar Mumbul Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Rabu (12/11).
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan Rp. 2 juta per KK di Wantilan Pura Dalem Khayangan Desa Adat Legian, Kuta dan di Wantilan Banjar Mumbul Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Rabu (12/11).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Program Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan berupa uang sebesar Rp2 juta per KK, berhasil menekan angka inflasi daerah Kabupaten Badung. Hal tersebut tertuang dalam laporan Inflasi Tahunan Wilayah Cakupan IHK se-Bali tahun 2024 dan 2025.

Dilansir melalui website resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung tahun 2024 dan 2025 angka inflasi tahun 2025 di Kabupaten Badung berangsur turun dibandingkan tahun 2024.

Terutama saat pemberian Program Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan, dimana pada tahun 2025, tekanan inflasi tetap terkendali pada setiap momentum hari besar keagamaan, yakni pada Februari saat Imlek, inflasi tercatat sebesar 0,98 persen, Maret saat Idul Fitri sebesar 1,32 persen, Hari Raya Galungan dan Kuningan bulan April sebesar 1,80 persen dan Nopember sebesar 1,61 persen saat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan, mendapatkan laporan dari Bagian Ekonomi Setda Badung bahwa angka inflasi di Kabupaten Badung menurun pada bulan Februari, Maret, April dan November yang bertepatan dengan hari besar keagamaan saat program bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat.

“Berdasarkan data BPS Kabupaten Badung Tahun 2024 sebelum program ini dilaksanakan dan setelah program ini dilaksanakan di Tahun 2025, angka inflasi Kabupaten Badung mengalami penurunan secara keseluruhan terutama saat penyaluran bantuan sosial yang bertepatan dengan hari besar keagamaan misalnya Idul Fitri, Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Arnawa juga menyampaika, salah satu faktor penurunan angka inflasi ini dipengaruhi dengan stimulus oleh Pemkab Badung melalui pemberian Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan. Hal ini sejalan dengan tujuan dari program ini untuk menekan angka inflasi dan mendorong daya beli masyarakat.

“Astungkara program ini dapat benar-benar meringankan beban masyarakat Kabupaten Badung menjelang hari besar keagamaan seperti apa yang kami cita-citakan, kedepan kami akan teruskan program ini, agar masyarakat bisa fokus menjalani ibadah dalam hari raya keagamaan,” harapnya. ‎ (rls) 

Lapas Tabanan Jajaki Dukungan CSR BRI untuk Pengembangan UMKM dan Layanan Publik

Audiensi BRI di Lapas Tabanan membahas potensi bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) guna menunjang pembinaan dan peningkatan kualitas layanan publik, Senin (12/1/2026).
Audiensi BRI di Lapas Tabanan membahas potensi bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) guna menunjang pembinaan dan peningkatan kualitas layanan publik, Senin (12/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menjajaki dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Tabanan guna memperkuat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Warga Binaan serta meningkatkan kualitas layanan publik.

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi antara manajemen Lapas Tabanan dan pimpinan BRI Kanca Tabanan, Senin (12/1/2026).

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo menyampaikan, sinergi dengan dunia perbankan memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan program pembinaan di Lapas.

“Kami terus mendorong pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada pengembangan potensi dan kemandirian Warga Binaan,” ungkap Prawira.

Ia memperkenalkan UMKM Lapas Tabanan Sangkar Emas sebagai salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang dikelola oleh Warga Binaan.

“Dukungan CSR, baik untuk penguatan UMKM Sangkar Emas maupun pembinaan kepribadian dan peningkatan layanan, akan sangat membantu mewujudkan pembinaan yang lebih berkelas, humanis, dan berkelanjutan,” jelasnya,

Selain penguatan UMKM, audiensi juga membahas peluang dukungan CSR dari BRI Kanca Tabanan untuk kegiatan pembinaan kepribadian dan kemandirian, antara lain melalui bantuan sarana pendukung seperti alat musik untuk kegiatan pembinaan kepribadian, serta fasilitas lain yang dapat menunjang peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat dan keluarga Warga Binaan.

Sementara itu, Kepala BRI Kanca Tabanan, Zakky, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat sinergi dengan Lapas Tabanan. Sinergi yang telah terjalin dengan Lapas Tabanan selama ini akan terus didorong agar memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat luas

“BRI Kanca Tabanan pada prinsipnya siap mendukung program-program positif yang memberikan dampak sosial, termasuk pengembangan UMKM di lingkungan Lapas serta kegiatan pembinaan dan peningkatan layanan,” jelasnya. (ana)

Manajemen DTW Jatiluwih Salurkan 22,8 Ton Pupuk ke Tujuh Tempek Subak

Penyerahan bantuan pupuk kepada petani di Subak Jatiluwihj.
Penyerahan bantuan pupuk kepada petani di Subak Jatiluwihj.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih menyalurkan 22,811 ton pupuk kepada petani yang tergabung dalam tujuh Tempek Subak di kawasan Jatiluwih.

Bantuan pupuk tersebut disalurkan dalam rangka memasuki musim tanam pertama tahun 2026, yang berlangsung sejak 30 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.

Penyaluran ini bertujuan memastikan ketersediaan nutrisi tanaman tetap optimal, sekaligus menjaga kualitas padi beras merah khas Jatiluwih yang telah dikenal hingga mancanegara.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, mengatakan total luas lahan yang menerima bantuan pupuk mencapai 227,41 hektare. Pada penyaluran tahun ini, manajemen mengambil kebijakan khusus dengan memberikan tambahan pupuk kepada petani sebagai bentuk apresiasi.

“Kami ingin memastikan petani memiliki cadangan pupuk yang cukup. Karena itu, setiap Tempek kami berikan kelebihan 10 kilogram pupuk dari perhitungan standar luas lahannya,” ujar pria yang akrab disapa Jhon, Senin (12/1/2026).

Dengan kebijakan tersebut, total pupuk yang disalurkan mencapai 22,811 ton. Distribusi dilakukan secara transparan dan proporsional berdasarkan luasan wilayah masing-masing Tempek agar seluruh petani memperoleh hak sesuai lahan yang dikelola pada musim tanam Januari ini.

Secara rinci, penyaluran pupuk dilakukan kepada tujuh Tempek dengan ketentuan umum 1 kilogram per are, yakni Subak Gunung Sari sebanyak 4,859 ton, Subak Kedamaian 2,216 ton, Subak Besikalung 3,763 ton, Subak Kesambi 1,396 ton, Subak Umakayu 2,204 ton, Subak Telabah Gede 6,51 ton, serta Subak Umaduwi 1,863 ton. Seluruh perwakilan Tempek hadir langsung untuk menerima bantuan tersebut.

Jhon menegaskan, pemberian pupuk langsung ke petani ini telah dilakukan pihaknya sejak Desember 2025 lalu. Sebelumnya, bantuan diserahkan langsung ke Pekaseh berupa uang untuk membeli pupun.

Bantuan pupuk ini bukan sekadar program rutin, melainkan wujud sinergi antara sektor pariwisata dan pertanian. Sebagai kawasan Warisan Budaya Dunia UNESCO, Jatiluwih sangat bergantung pada keberlanjutan sistem Subak.

“Pariwisata di Jatiluwih dapat berkembang karena petani masih menjaga warisan leluhur berupa sawah yang dikelola secara alami dan tradisional. Karena itu, sudah menjadi kewajiban manajemen untuk mendukung kebutuhan sarana produksi mereka, terutama pupuk di awal musim tanam,” jelasnya.

Kegiatan penyaluran pupuk ini ditutup dengan harapan agar hasil panen pada musim tanam pertama tahun 2026 dapat optimal dan terhindar dari kendala berarti. (ana)