- Advertisement -
Beranda blog Halaman 34

Diduga Oknum Debt Collector Rusak Mobil Warga di Kuta

insiden pengeroyokan dan perusakan mobil milik warga di kawasan Jalan Pantai Kuta, Badung.
insiden pengeroyokan dan perusakan mobil milik warga di kawasan Jalan Pantai Kuta, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Insiden pengeroyokan disertai perusakan kendaraan terjadi di Jalan Pantai Kuta, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung, pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Peristiwa ini melibatkan diduga oknum debt collector (DC) dan kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Kuta.

“Perkara ini masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (25/3).

Peristiwa tersebut telah resmi dilaporkan dengan nomor LP/B/34/III/2026/SPKT/Unit Reskrim/Polsek Kuta/Polresta Denpasar/Polda Bali.

Korban berinisial AY (48) mengalami luka-luka akibat pengeroyokan. Tak hanya itu, kendaraan yang ditumpanginya juga mengalami kerusakan cukup parah setelah dirusak secara brutal oleh sekelompok orang.

Berdasarkan keterangan istri korban, TW, kejadian bermula saat mobil yang mereka tumpangi sempat bersenggolan dengan sebuah taksi di kawasan Kuta Square. Meski sempat terjadi insiden kecil, mereka memilih melanjutkan perjalanan.

Namun situasi berubah mencekam saat tiba di Jalan Pantai Kuta. Kendaraan korban tiba-tiba diteriaki “maling-maling” oleh sejumlah orang, lalu dihadang hingga terpaksa berhenti.

Tak lama, massa langsung melakukan aksi perusakan menggunakan tangan kosong, kunci roda, batu, hingga helm, disertai pengeroyokan terhadap korban.

“Situasi sempat memanas sebelum akhirnya petugas keamanan setempat datang dan mengendalikan keadaan,” tambahnya.

Mendapat laporan, polisi segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Dari hasil penyelidikan awal, petugas telah mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial LG alias Arif (29) dan ON alias Mesak (29), yang diduga merupakan oknum debt collector. Polisi juga masih memburu pelaku lainnya yang melarikan diri.

Selain itu, hasil tes urine menunjukkan salah satu terduga pelaku, Arif, terindikasi positif mengandung amphetamine dan methamphetamine.

Hingga kini, kasus tersebut masih terus didalami oleh pihak kepolisian guna mengungkap seluruh pelaku dan motif di balik aksi brutal tersebut. RAN

DPRD Tabanan Soroti Skema Bedah Rumah, Dinilai Membebani Warga Miskin

rapat kerja internal pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tabanan Tahun Anggaran 2025, Rabu (25/3/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan memberikan catatan tegas terhadap pelaksanaan program bedah rumah yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan. Kritik tersebut mencuat dalam rapat kerja internal pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tabanan Tahun Anggaran 2025, Rabu (25/3/2026).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV, I Gusti Komang Wastana, tetap mengapresiasi sejumlah capaian pemerintah daerah sepanjang tahun 2025. Di antaranya raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berkelanjutan serta penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas inovasi program pembangunan desa.

“Prestasi ini patut diapresiasi karena menjadi modal penting bagi kemajuan daerah ke depan,” ujar Wastana.

Namun di balik capaian tersebut, pihaknya menyoroti serius sektor pelayanan dasar, khususnya program bedah rumah yang kini dikelola Dinas PUPRPKP dengan pola bantuan stimulan. Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, ditemukan sejumlah kendala yang dinilai memberatkan masyarakat penerima manfaat.

Komisi IV mencatat, bantuan yang diberikan umumnya hanya berupa material bangunan, namun belum mencakup komponen penting seperti pintu dan jendela. Selain itu, biaya tenaga kerja atau upah tukang sepenuhnya dibebankan kepada warga penerima bantuan, yang mayoritas berasal dari kalangan kurang mampu.

Kondisi tersebut dinilai justru menimbulkan beban baru. Bahkan, dalam beberapa kasus, warga terpaksa mencari pinjaman untuk menutupi biaya pembangunan.

“Ada warga yang sampai menjaminkan sertifikat rumahnya ke bank demi membayar tukang. Ini sangat memprihatinkan karena berpotensi menimbulkan masalah baru,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, Komisi IV mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema program. Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah mengembalikan pola pelaksanaan seperti sebelumnya, ketika program ditangani Dinas Sosial dengan sistem penyediaan material sekaligus tenaga kerja.

Dengan pola tersebut, pembangunan rumah dinilai dapat berjalan lebih optimal tanpa membebani penerima bantuan. DPRD pun berharap perbaikan sistem segera dilakukan agar program bedah rumah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan. (pmc)

Bupati Adi Arnawa Hadiri Prosesi Ngodak Pelawatan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

Bupati Adi Arnawa saat menjadi upasaksi dalam rangkaian Karya Ngodak Pelawatan Ida Sesuhunan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu (25/3).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri sekaligus menjadi upasaksi dalam rangkaian Karya Ngodak Pelawatan Ida Sesuhunan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu (25/3/2026).

 

Kehadiran orang nomor satu di Badung ini disambut hangat oleh krama setempat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengikuti prosesi sakral Nebes dan Munggel Pelawatan, menyatu bersama krama dalam balutan suasana spiritual yang khidmat.

 

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh krama Desa Carangsari, khususnya pengemong dan pengempon pura, atas komitmen menjaga tradisi leluhur. Menurutnya pelaksanaan karya ini merupakan wujud nyata bhakti umat sekaligus implementasi nilai dharmaning agama dan dharmaning negara.

 

“Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh krama Desa Carangsari, khususnya para pengemong dan pengempon Pura Dalem Bebalang, yang dengan penuh ketulusan dan kebersamaan terus menjaga tradisi ini dengan sangat baik. Atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa, seluruh rangkaian prosesi dapat berjalan dengan lancar. Harapan kami, karya ini benar-benar mencapai sida purna dan memberikan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa menyaksikan langsung prosesi parikrama dalam Karya Ngodak Pelawatan ini menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan bagi dirinya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan keharmonisan alam semesta.

 

“Ini menjadi pengalaman pertama bagi saya menyaksikan langsung prosesi parikrama ini. Momentum ini sangat bermakna sebagai sarana kita bersama memohon keselamatan dan keharmonisan alam, baik untuk Bali, Nusantara, maupun khususnya Kabupaten Badung. Melalui yadnya ini, kita berharap kehidupan masyarakat selalu dalam keadaan rahayu, harmonis, dan penuh kedamaian,” ucapnya.

 

Di sela-sela kegiatan religi tersebut, Bupati juga menyelipkan pesan penting mengenai kesadaran kolektif dalam pengelolaan lingkungan, terutama terkait persoalan sampah yang kian kompleks. Pihaknya pun mendorong jajaran pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa untuk berperan aktif mengedukasi warga.

 

“Saat ini persoalan sampah menjadi tantangan serius. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mulai disiplin memilah sampah, baik organik, anorganik, maupun plastic. Kami berharap Camat, Perbekel, perangkat desa, dan tokoh masyarakat dapat bersama-sama mengedukasi krama agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah,” lanjutnya.

 

Bupati juga menegaskan, akan ada langkah konkret berupa penegakan aturan yang tegas terhadap pelanggaran pengelolaan sampah guna menjaga kelestarian lingkungan karena itu merupakan komitmen pemerintah daerah,

 

“Kami akan bertindak tegas terhadap pelanggaran pengelolaan sampah. Ini bukan semata penegakan hukum, tetapi upaya menjaga lingkungan kita tetap bersih dan lestari. Jangan lagi membuang sampah ke sungai. Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Sampah organik masih bisa dimanfaatkan, asalkan tidak tercampur dengan plastik,” pungkasnya.

 

Turut hadir mendampingi Ketua TP. PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Camat Petang AA. Ngurah Dharma Putra, Perbekel Carangsari I Made Sudana, Bendesa Adat Carangsari AA. Ngurah Ariawan, Penglingsir Puri Agung Carangsari, serta para pengempon Pura dan tokoh masyarakat setempat. (rls)

Wabup Badung Serahkan Penghargaan Tertib Administrasi Akte Kematian di Pererenan, Harapkan Dapat Meringankan Beban Masyarakat

Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan penghargaan tertib administrasi pengurusan akte kematian di Banjar Tiying Tutul, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Rabu (25/3).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta menyerahkan penghargaan tertib administrasi pengurusan akte kematian kepada keluarga almarhum (Alm) I Putu Deni Rahady di rumah duka Banjar Tiying Tutul, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Rabu (25/3/2026). Penyerahan penghargaan berupa sertifikat dan akta kematian diterima keluarga almarhum. Hadir mendampingi Wakil Bupati, Plt. Kadisdukcapil Putu Suryawati, Bendesa Adat Pererenan Gusti Ngurah Rai Suara, Perbekel Pererenan I Nyoman Sumartana serta BPD Desa Pererenan.

 

Pada kesempatan tersebut, Wabup. Bagus Alit Sucipta atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Putu Deni Rahady yang bertugas di RSD Mangusada. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu tabah dan kuat. Dijelaskan, kehadirannya di rumah duka, selain mendoakan almarhum, juga sebagai wujud komitmen Pemkab. Badung untuk meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga almarhum yang akan melaksanakan upacara ngaben.

 

Implementasi dari misi Kabupaten Badung yakni “Sapta Kriya Adi Cipta” ini diwujudkan melalui program pemberian penghargaan tertib administrasi pelaporan kematian untuk pengurusan akte kematian. Dengan ketepatan waktu pelaporan kematian 1-7 hari sehingga diberikan reward sebesar Rp 10 juta yang langsung di transfer melalui Bank BPD Bali ke rekening ahli waris. “Kami harapkan bantuan ini dapat meringankan di saat ngaben. Upacara ngaben di Bali dengan tingkatan madya, itu biayanya hingga Rp 20 juta. Nah dengan reward dan ditambah patus dari krama Banjar kami rasa sangat meringankan bagi keluarga,” terangnya.

 

Ditambahkan, program ini lebih menekankan pada kesadaran warga untuk secara aktif melaporkan peristiwa kehidupan secara tepat waktu. Sehingga pemberian reward pun dirancang berdasarkan ketepatan waktu pelaporan. Masyarakat yang melapor kematian 1-7 hari mendapat insentif Rp 10 juta, pelaporan 8-15 hari mendapat insentif Rp 7,5 juta dan pelaporan 16-30 hari kerja mendapat insentif Rp 5 juta. (rls)

Komisi II DPRD Tabanan Tekankan Penanganan Sampah dan Perbaikan Jalan dalam Evaluasi LKPJ 2025

Raker Komisi II DPRD Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Komisi II DPRD Tabanan menaruh perhatian serius terhadap persoalan pengelolaan sampah dan keterbatasan anggaran pemeliharaan infrastruktur jalan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tabanan Tahun Anggaran 2025.

Sorotan tersebut mengemuka dalam rapat kerja internal Komisi II yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Tabanan, I Wayan Lara, di Gedung DPRD Tabanan, Rabu (25/3/2026). Dua sektor tersebut dinilai masih menjadi pekerjaan rumah utama yang perlu penanganan berkelanjutan oleh pemerintah daerah.

I Wayan Lara menegaskan, persoalan sampah hingga kini masih menjadi prioritas utama, baik dari sisi sistem pengelolaan maupun ketersediaan lahan penunjang. “Fokus kami tetap pada pengelolaan sampah dan jalan, karena dua hal ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya usai rapat.

Di sektor infrastruktur, Komisi II mencermati kondisi jalan di Kabupaten Tabanan yang secara umum telah menunjukkan capaian positif. Berdasarkan data tahun 2025, sekitar 80 persen ruas jalan berada dalam kondisi baik. Namun, masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan perbaikan lanjutan.

Menurutnya, kendala utama bukan pada ketiadaan anggaran, melainkan keterbatasan alokasi yang tersedia untuk pemeliharaan. Hal ini disebabkan sebagian besar ruas jalan telah masuk kategori baik, sehingga anggaran difokuskan secara selektif pada ruas yang masih memerlukan penanganan.

Komisi II DPRD Tabanan memastikan akan terus mengawal upaya perbaikan jalan yang belum tuntas, guna menjamin aksesibilitas masyarakat secara merata. Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk menyusun skala prioritas penganggaran yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Pembahasan lanjutan terkait strategi penanganan sampah serta optimalisasi anggaran pemeliharaan jalan akan kembali dibahas dalam rapat kerja berikutnya. (pmc)

Koster Kukuhkan Ribuan Pengurus PDIP Tabanan, Perkuat Mesin Partai hingga Tingkat Banjar

TABANAN, PANTAUBALI.COM — Struktur organisasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Tabanan semakin diperkuat. Ketua DPD PDIP Provinsi Bali, Wayan Koster, secara resmi mengukuhkan ribuan pengurus partai mulai dari tingkat PAC, ranting hingga anak ranting masa bakti 2025–2030, Selasa (24/3/2026).

Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya itu turut dihadiri Ketua DPC PDIP Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, beserta jajaran pengurus partai.

Dalam arahannya, Koster menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penugasan kepada kader untuk memperkuat kerja-kerja politik di tengah masyarakat. Ia menyebut para pengurus yang dikukuhkan merupakan ujung tombak partai dalam menjaga ideologi serta memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput.

“Kader yang dikukuhkan hari ini harus mampu bekerja nyata, menjaga soliditas, serta menggerakkan masyarakat dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” tegasnya.

Selain itu, Koster juga mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya konsep Sad Kerthi, sebagai landasan dalam setiap gerakan partai di Bali. Hal tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya.

Ia juga mengapresiasi capaian konsolidasi partai di Bali yang dinilai cepat dan solid hingga ke tingkat bawah. Menurutnya, kekuatan struktur yang terbangun harus diimbangi dengan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Sementara itu, Sanjaya menegaskan bahwa pengukuhan ribuan pengurus ini menjadi bukti kuatnya mesin partai di Tabanan. Dengan struktur yang lengkap hingga tingkat banjar, ia optimistis program-program kerakyatan dapat dijalankan secara maksimal.

“Dengan jumlah pengurus yang besar dan solid, mesin partai akan bergerak satu komando untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Adapun total pengurus yang dikukuhkan mencapai lebih dari lima ribu orang, terdiri dari jajaran DPC, PAC, pengurus ranting di desa/kelurahan, hingga anak ranting di tingkat banjar atau lingkungan.

Sanjaya berharap seluruh kader mampu menjadi garda terdepan dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengawal pembangunan daerah agar tetap sejalan dengan visi partai dan kebutuhan masyarakat Tabanan. (rls)

Mobil Terjun ke Jurang di Tabanan, Lima Penumpang Alami Luka Ringan

Evakuasi mobil Daihatsu Feroza yang terperosok ke jurang sedalam 8 meter di Jalan Payangan–Apuan, Tabanan.
Evakuasi mobil Daihatsu Feroza yang terperosok ke jurang sedalam 8 meter di Jalan Payangan–Apuan, Tabanan.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Sebuah mobil Daihatsu Feroza bernomor polisi DK 1526 FAA terperosok ke jurang sedalam sekitar 8 meter di jalur Payangan–Apuan, tepatnya di kawasan  Banjar Dinas Kalibalang, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/3/2026) siang.

Mobil tersebut mengangkut lima orang yang diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian Tabanan. Kendaraan sempat terguling sebelum akhirnya berhenti di dasar jurang.

Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dan seluruh penumpang mengalami luka ringan.

“Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat. Lima orang penumpang dilaporkan mengalami luka ringan,” ujarnya.

Kelima korban terdiri dari pengemudi berinisial IMW (53), serta empat penumpang, yakni KAW (43), IDNT (56), IGAS (30), dan IPYAS (41). Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Marga untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut keterangan polisi, kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah utara (Apuan) menuju selatan (Payangan). Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan diduga melindas gundukan batu di sisi kiri jalan.

Akibatnya, ban kiri depan mobil terangkat sehingga pengemudi panik dan membanting setir ke kiri, mengakibatkan mobil oleng dan terperosok ke jurang.

“Diduga pengemudi panik setelah ban depan kiri terangkat akibat melindas batu, sehingga kendaraan oleng dan jatuh ke jurang,” jelas AKP Berata.

Petugas kepolisian dari Polsek Marga bersama Tim SAR setempat segera melakukan evakuasi kendaraan dan membantu penumpang keluar dari jurang. Evakuasi mobil memerlukan alat berat karena posisi kendaraan yang cukup dalam.

AKP Berata mengimbau para pengendara agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. RAN

WNA Asal Belanda Tewas Usai Diserang Dengan Sajam di Vila

Petugas melakukan olah TKP di lokasi penikaman WNA Belanda di Kuta Utara. (Foto: Istimewa)
Petugas melakukan olah TKP di lokasi penikaman WNA Belanda di Kuta Utara. (Foto: Istimewa)

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda berinisial RP (49) ditemukan bersimbah darah setelah diserang dengan senjata tajam di depan sebuah villa kawasan Kuta Utara, Badung, Senin (23/3/2026) malam. Korban meninggal dunia akibat luka parah yang dialami dan diduga kehabisan darah.

Ps. Kasubsi Penmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan peristiwa bermula sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, korban berjalan bersama kekasihnya berinisial PI (30).

Berdasarkan keterangan saksi, ada dua orang laki-laki berboncengan motor matic warna hitam mendekati mereka. Pelaku yang mengendarai mengenakan jaket ojol hitam, helm hitam, dan masker biru. Sedangkan yang dibonceng memakai kaos oranye tanpa helm.

“Korban sempat berhenti dan meminta kekasihnya untuk mengunci villa. Tak lama kemudian korban diserang dengan pisau,” tambahnya.

Saksi inisial KPTAP (34), yang sedang melakukan persembahyangan di dekat lokasi, mengaku sempat mendengar teriakan dari arah TKP. “Ketika menoleh, saksi melihat diduga dua pelaku meninggalkan lokasi dengan motor Vario hitam, dan salah satunya membawa pisau. Karena bersenjata, saksi tidak berani mendekat,” ujar saksi.

Petugas identifikasi Polres Badung menemukan sejumlah barang bukti di lokasi, termasuk mata pisau, kacamata, handphone, serta sepatu korban dan saksi. Korban mengalami luka robek parah di pipi kiri hingga telinga, kepala, leher, bahu, lengan, punggung, dan paha.

“Setibanya di RS BIMC, korban sudah tidak sadarkan diri dan meninggal dunia pukul 23.29 WITA akibat kehilangan banyak darah,” tambah Inastuti.

Menurut keterangan saksi dan tim identifikasi, tidak ditemukan adanya barang yang hilang dari korban maupun villa.

“Dugaan awal, pelaku hanya dua orang. Identitas mereka masih dalam penyelidikan, dan kami tengah menelusuri rekaman CCTV di jalur sekitar TKP,” jelas Inastuti. RAN

Buntut Unggahan Hina Nyepi di Medsos, Bule asal Swiss Ditetapkan Tersangka

WNA asal Swiss, LAZ, saat diamankan petugas Subdit III Ditreskrimum Polda Bali terkait unggahan yang menghina Hari Raya Nyepi.
WNA asal Swiss, LAZ, saat diamankan petugas Subdit III Ditreskrimum Polda Bali terkait unggahan yang menghina Hari Raya Nyepi.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Swiss, inisial LAZ, ditangkap Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali setelah unggahan di akun Instagramnya dianggap menghina Hari Raya Nyepi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menjelaskan, kasus ini berawal pada Jumat (20/3/2026) ketika akun Instagram @luzzysun memposting story berisi kalimat: “a day of silence where you’re not allowed to go outside in Bali is pretty peaceful outside :), Fuck Nyepi Day and Fuck Your Rules Too”.

Unggahan tersebut diduga menimbulkan kebencian terhadap umat Hindu di Indonesia.

“Setelah identitas pemilik akun diketahui, petugas melakukan pencarian hingga akhirnya tersangka berada di rumah Ni Luh Djelantik di Mengwi, Badung, dan diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kombes Ariasandy.

Usai gelar perkara, tersangka Luzian Andrin Zgraggen resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Bali. Tersangka dijerat Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang mengatur penyebaran tulisan, gambar, atau rekaman yang mengandung tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan melalui teknologi informasi.

Kombes Ariasandy menegaskan, unsur-unsur pasal tersebut telah terpenuhi, mulai dari identitas pelaku, media yang digunakan, hingga maksud agar unggahan diketahui publik.

Penyidik pun merencanakan sejumlah langkah tindak lanjut, termasuk pengiriman SPDP, penyitaan ponsel tersangka, pemeriksaan akun Instagram, dan pemeriksaan saksi-saksi terkait.

“Polda Bali menegaskan komitmen untuk menindak setiap bentuk penyebaran konten yang dapat menimbulkan permusuhan atau kebencian terhadap golongan tertentu, termasuk yang berkaitan dengan kepercayaan dan hari raya umat Hindu di Bali,” tegas Kombes Ariasandy. RAN

Wisatawan Nusantara Dominasi Lonjakan Kunjungan di Tanah Lot Saat Libur Lebaran

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Momentum libur Hari Raya Idul Fitri membawa berkah bagi destinasi wisata Tanah Lot. Daya Tarik Wisata (DTW) yang terkenal dengan panorama pura di atas batu karang ini mencatat lonjakan kunjungan signifikan, didominasi wisatawan domestik.

Selama periode libur Lebaran, jumlah kunjungan harian ke Tanah Lot menembus lebih dari 4.000 orang. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan rata-rata kunjungan normal yang berkisar sekitar 1.500 wisatawan per hari. Tingginya animo ini menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan libur panjang keagamaan untuk berwisata bersama keluarga.

Di sisi lain, manajemen DTW Tanah Lot juga mencermati dinamika global yang berdampak pada pergerakan wisatawan mancanegara. Ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, disebut berpengaruh terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan dari wilayah tersebut.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap total kunjungan. Wisatawan asal India dan China masih mendominasi pasar mancanegara, sementara kontribusi wisatawan Timur Tengah relatif kecil. Kuatnya pergerakan wisatawan domestik menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas kunjungan selama libur Idul Fitri.

Mayoritas wisatawan lokal yang datang ke Tanah Lot tercatat berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran mereka menjadi penopang utama sektor pariwisata di tengah ketidakpastian global.

Untuk meningkatkan daya tarik kunjungan, pengelola juga menghadirkan hiburan budaya berupa pertunjukan seni tradisional Joged Bumbung yang digelar menjelang matahari terbenam. Atraksi ini menjadi favorit wisatawan karena menghadirkan interaksi langsung sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Bali.

Dengan berbagai strategi tersebut, pengelola DTW Tanah Lot berkomitmen menjaga kualitas layanan serta memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. (pmc)