- Advertisement -
Beranda blog Halaman 33

Polisi Ajukan Red Notice 6 WNA Tersangka Penculikan WN Ukraina di Bali

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menjelaskan terkait pengajuan red notice terhadap enam WNA tersangka penculikan Igor Komarov.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menjelaskan terkait pengajuan red notice terhadap enam WNA tersangka penculikan Igor Komarov.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Polda Bali mengajukan red notice untuk memburu enam warga negara asing (WNA) yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penculikan terhadap warga negara Ukraina, Igor Komarov (28). Para tersangka kini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan diduga melarikan diri ke luar negeri.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengungkapkan pengusutan kasus bermula dari penangkapan seorang WNA berinisial CH yang diamankan saat hendak kabur ke wilayah Nusa Tenggara Barat.

CH diduga menyewa satu unit mobil Toyota Avanza dan dua sepeda motor menggunakan paspor palsu untuk mendukung aksi penculikan tersebut.

“Dari hasil pengembangan, kami menetapkan enam WNA lainnya sebagai tersangka, yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH. Mereka kini berstatus DPO,” tegas Ariasandy di Denpasar, Jumat (27/2).

Dari hasil pelacakan, dua tersangka terdeteksi masih berada di Indonesia, sementara empat lainnya diduga telah keluar negeri. Kepolisian pun berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri guna mempercepat penerbitan red notice agar para pelaku dapat ditangkap di negara mana pun mereka berada.

Kasus ini mencuat setelah rekan korban melaporkan dugaan penculikan ke polisi. Tim gabungan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menelusuri rekaman CCTV di sejumlah titik. Dari hasil analisis, penyidik mengidentifikasi mobil Avanza dan dua sepeda motor yang digunakan saat kejadian.

Di sebuah vila yang diduga menjadi lokasi penyekapan, polisi menemukan bercak darah yang kemudian diamankan untuk uji forensik. Jejak serupa juga ditemukan di dalam kendaraan yang disewa CH.

“Hasil identifikasi sementara menunjukkan darah di vila dan di kendaraan identik,” ungkap Ariasandy.

Penyidik menduga vila tersebut menjadi lokasi korban merekam video siaran langsung yang sempat beredar luas. Dalam video itu, Igor Komarov terlihat meminta uang tebusan kepada keluarganya.

Korban dilaporkan hilang pada Minggu (15/2) saat berlatih mengendarai sepeda motor di kawasan tanjakan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Saat itu, Igor berada di posisi paling belakang dan dibonceng rekannya.

Dalam perjalanan, mereka diserang orang tak dikenal. Rekan korban berhasil melarikan diri dan melapor ke rombongan di depan sebelum akhirnya membuat laporan resmi ke Polsek Kuta Selatan.

Tak lama setelah laporan dibuat, muncul video siaran langsung yang memperlihatkan korban berada di sebuah vila dan meminta tebusan, memperkuat dugaan tindak pidana penculikan terencana.

Di sisi lain, penyidik juga mendalami kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan penemuan potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (26/2) sekitar pukul 10.00 WITA.

Potongan tubuh tersebut telah dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk proses autopsi dan pengambilan sampel DNA. Identifikasi dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Ditreskrimum dan Bidlabfor Polda Bali.

Polisi menemukan sejumlah bagian tubuh, antara lain kepala, potongan tangan dan bahu, dada, sebagian paha, telapak kaki kanan, hingga organ dalam. Secara kasat mata, aparat memastikan korban mengalami mutilasi dengan potongan yang terlihat kasar.

Meski terdapat dugaan kemiripan ciri fisik seperti tato dengan korban yang dilaporkan hilang, Ariasandy menegaskan identifikasi tetap mengacu pada analisis forensik ilmiah. Pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga Igor Komarov untuk pengambilan sampel DNA guna pencocokan.

“Dugaan ada kemiripan memang ada, namun secara saintifik harus dipastikan melalui analisis forensik. Penyidikan terus berjalan untuk mengungkap peran masing-masing tersangka dan motif di balik dugaan penculikan ini,” pungkasnya. RAN

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkab Tabanan Perkuat Desa Tangguh dan Sekolah Aman

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkab Tabanan Perkuat Desa Tangguh dan Sekolah Aman

TABANAN, PANTAUBALI.COM  – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus meningkatkan upaya mitigasi bencana dengan memperkuat kesiapsiagaan desa dan satuan pendidikan di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah menggelar Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana sebagai langkah membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Februari 2026, di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan tersebut melibatkan perwakilan desa, kader posyandu, serta tenaga pendidik tingkat SMP dari seluruh Kabupaten Tabanan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Sri Nadha Giri, mengatakan penguatan kapasitas desa dan sekolah menjadi fokus utama pemerintah daerah karena kedua unsur tersebut merupakan garda terdepan dalam penanganan awal ketika terjadi bencana.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan pemerintah desa dan satuan pendidikan memiliki pemahaman, kemampuan, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang belakangan cukup sering terjadi,” ujarnya, Jumat (28/2/2026).

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Penilaian Ketangguhan Desa (PKD). Sebanyak 50 perwakilan desa dan 10 kader posyandu dibekali pengetahuan mengenai identifikasi risiko bencana, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga tata kelola kebencanaan berbasis komunitas.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, BPBD Tabanan juga menyerahkan spanduk peringatan cuaca ekstrem kepada masing-masing desa untuk dipasang di lokasi-lokasi strategis.

Sementara pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada program Satuan Pendidikan Aman Bencana yang diikuti 60 tenaga pendidik SMP. Materi yang diberikan meliputi penyusunan rencana kontinjensi sekolah, simulasi evakuasi, serta penguatan pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah.

Menurut Sri Nadha Giri, pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan guru dan warga sekolah dalam mengambil langkah cepat apabila terjadi bencana, sehingga keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik dapat lebih terjamin.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan daerah yang tangguh terhadap bencana, sejalan dengan arahan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang mendorong penguatan kapasitas masyarakat hingga ke tingkat desa dan sekolah.

“Harapan kami seluruh desa dan satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan semakin siap menghadapi potensi bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin,” pungkasnya. (rls/kmftbn)

Wabup Badung Tinjau Titik Banjir di Kedonganan, Pastikan Penanganan Cepat dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, Jumat (27/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, Jumat (27/2/2026). Peninjauan dilakukan di Jalan Kharisma, Jalan Kantawali, dan Jalan Segara Madu guna memastikan penanganan banjir berjalan cepat sekaligus merumuskan solusi jangka panjang. Dalam kunjungan tersebut, Wabup juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir dan memastikan langkah penanganan darurat telah dilakukan, seperti normalisasi saluran air, pembersihan material yang menyumbat drainase, hingga pendataan warga terdampak.

 

Turut hadir dalam peninjauan tersebut perwakilan Dinas PUPR, BPBD Badung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung, Kecamatan Kuta, Kelurahan Kedonganan, Bendesa Desa Adat Kelan I Wayan Sukerana, dan Kepala Lingkungan se Kelurahan Kedonganan.

 

Wabup Bagus Alit Sucipta mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat bersama organisasi perangkat daerah terkait untuk mengatasi dampak banjir yang terjadi akibat hujan lebat beberapa waktu terakhir.

 

“Pemerintah Kabupaten Badung bergerak bersama perangkat daerah terkait untuk mempercepat penanganan dan meminimalisir dampak banjir. Kami turun langsung untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, terutama pembersihan saluran air dan material yang menyumbat drainase sehingga aliran air bisa kembali lancar,” ujarnya.

 

Menurutnya, selain penanganan darurat, Pemkab Badung juga menyiapkan langkah jangka panjang agar banjir tidak terus berulang di kawasan permukiman tersebut. “Kami juga tengah menyiapkan langkah jangka panjang guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tambahnya.

 

Pemerintah Kabupaten Badung pun disebut akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak banjir, sekaligus mempercepat penanganan teknis di lapangan. Diharapkan dengan langkah darurat yang dilakukan saat ini serta perencanaan penanganan jangka panjang, potensi banjir di kawasan permukiman tersebut dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Ia juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

 

“Masyarakat kami imbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan jika ditemukan saluran air yang tersumbat di lingkungan masing-masing,” harapnya. (rls)

Sidak ke Dua SD di Kota Tabanan, Komisi IV DPRD Tabanan Temukan Perbedaan Mutu Menu MBG

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Untuk memastikan mutu dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Komisi IV DPRD Tabanan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua sekolah dasar di wilayah Kota Tabanan, Jumat (27/2/2026). Dari hasil pemantauan, dewan menemukan adanya perbedaan kualitas menu makanan yang disajikan kepada siswa.

Kunjungan lapangan dilakukan di SDN 1 Dajan Peken dan SDN 6 Delod Peken. Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan ketimpangan kualitas menu MBG di dua sekolah tersebut.

Menurutnya, menu makanan yang diterima siswa di SDN 6 Delod Peken dinilai lebih lengkap dan variatif dibandingkan dengan yang disajikan di SDN 1 Dajan Peken. Perbedaan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kesetaraan pemenuhan gizi peserta didik sebagai penerima manfaat program MBG.

“Temuan di lapangan menunjukkan adanya perbedaan jenis menu. Kondisi ini tentu berdampak pada kualitas gizi yang diterima siswa. Kami khawatir terjadi ketimpangan pemenuhan gizi antar sekolah,” ujarnya.

Selain perbedaan menu, Komisi IV DPRD Tabanan juga menyoroti belum tersedianya pos atau mekanisme pelaporan di sekolah sebagai sarana menampung keluhan terkait program MBG, termasuk kondisi khusus siswa. Dewan mendorong pihak sekolah dan koordinator keamanan pangan untuk lebih aktif memantau kebutuhan anak, seperti siswa yang memiliki alergi makanan, tidak cocok dengan menu tertentu, atau memerlukan perlakuan khusus.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi IV DPRD Tabanan berencana memanggil seluruh penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tabanan guna melakukan rapat koordinasi. Langkah ini bertujuan menyamakan standar menu serta memastikan kualitas gizi makanan yang disajikan kepada siswa di seluruh satuan pendidikan.

Dewan berharap, melalui penyamaan standar dan penguatan pengawasan, potensi risiko seperti gangguan kesehatan akibat pangan tidak aman dapat dicegah. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen DPRD Tabanan dalam mendukung keberhasilan program MBG agar manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh peserta didik di Kabupaten Tabanan. (pmc) 

Magister Hukum Unud Dorong Akuntabilitas Dana Desa Lewat Studi Ekskursi di Keramas

PANTAUBALI.COM, GIANYAR — Program Studi Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Udayana Angkatan 2025 menggelar kegiatan Studi Ekskursi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat tema “Membangun Sinergi Lintas Sektoral dalam Penguatan Tata Kelola Dana Desa Guna Mewujudkan Akuntabilitas Desa Mandiri”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan ini menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain sebagai wahana edukasi bagi aparatur desa, studi ekskursi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik tata kelola dana desa di lapangan.

Peserta kegiatan melibatkan mahasiswa Program Studi Magister Hukum Angkatan 2025, perangkat Desa Keramas, Desa Pering, dan Desa Bona, serta perwakilan masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sinergi lintas sektoral antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan pengelolaan dana desa yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Udayana, I Nyoman Bagiastra, yang hadir mewakili Dekan FH Unud, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa.

“Kegiatan studi ekskursi ini tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa sebagai proses pembelajaran lapangan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi aparatur desa dalam memahami aspek hukum dan tata kelola dana desa secara akuntabel. Sinergi seperti ini penting agar pengelolaan dana desa dapat berjalan transparan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Program Studi Magister Hukum FH Unud, Desak Putu Dewi Kasih. Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dana desa perlu terus dilakukan melalui pendampingan akademisi.

“Pengelolaan dana desa membutuhkan pemahaman hukum yang baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Melalui forum seperti ini, kami berharap aparatur desa semakin paham regulasi dan mampu menerapkannya secara konsisten,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Mahasiswa, Ketua Himpunan Program Studi Magister Hukum, Perbekel Desa Keramas, serta Wakil Dekan III FH Unud. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari unsur akademisi dan mahasiswa, dilanjutkan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab bersama peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara civitas akademika dan masyarakat desa, sekaligus menjadi rujukan praktik baik dalam mewujudkan tata kelola dana desa yang akuntabel, partisipatif, dan berorientasi pada kemandirian desa di Kabupaten Gianyar. (tim) 

Temuan Potongan Tubuh Manusia di Gianyar, Polisi Cocokkan DNA dengan WN Ukraina Korban Penculikan

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan potongan tubuh di muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Gianyar.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan potongan tubuh di muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Gianyar.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Aparat gabungan dari Polda Bali dan Polres Gianyar terus mendalami temuan potongan tubuh manusia di muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Gianyar. Penyelidikan mengarah pada dugaan kemiripan tato dan DNA dengan korban penculikan warga negara Ukraina, Ihor Komarav (28), yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Kuta Selatan.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy menegaskan, meski terdapat indikasi kesamaan ciri fisik, kepastian identitas korban masih menunggu hasil uji forensik.

“Memang ada dugaan kemiripan tato dan ciri fisik dengan salah satu korban yang dilaporkan hilang. Tapi kami tidak bisa menyimpulkan hanya dari pengamatan visual. Semua harus dipastikan melalui analisis forensik dan pencocokan DNA,” ujarnya, Jumat (27/2).

Potongan tubuh tersebut ditemukan warga sekitar pukul 10.00 Wita di kawasan muara sungai. Mendapat laporan, tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama personel Polres Gianyar dan Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya, bagian tubuh yang ditemukan dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk dilakukan autopsi dan pengambilan sampel DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Dari pemeriksaan awal, kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk. Potongan tubuh yang ditemukan meliputi kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki, bahkan sebagian organ dalam turut ditemukan di lokasi.

“Kalau dilihat secara kasat mata, itu jelas potongan tubuh. Sayatannya terlihat kasar di bagian persendian. Jadi bisa kami pastikan ini mutilasi,” tegas Ariasandy.

Penyidik juga telah mengambil sampel DNA dari pihak keluarga korban penculikan WN Ukraina untuk kepentingan pencocokan. Hasil uji laboratorium forensik tersebut akan menjadi penentu apakah temuan potongan tubuh itu berkaitan dengan kasus penculikan yang tengah ditangani aparat.

Polisi menduga potongan tubuh kemungkinan dibuang dari lokasi lain dan terbawa arus sungai sebelum akhirnya terdampar di muara saat kondisi pasang surut. Namun, titik awal pembuangan masih dalam penyelidikan.

Selain uji forensik, aparat juga memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengungkap pelaku dan motif di balik kasus tersebut.

Hingga kini, identitas resmi korban belum diumumkan. Polisi memastikan hasil analisis DNA akan menjadi dasar utama dalam memastikan keterkaitan antara temuan mutilasi di Gianyar dan laporan penculikan warga Ukraina tersebut. RAN

Aksi Cepat Tim SAR, ABK WN Filipina Dievakuasi dari Kapal di Perairan Bali

Tim SAR gabungan mengevakuasi ABK Kapal KOOL ICE yang mengalami gangguan jantung pada Jumat (27/2/2026).
Tim SAR gabungan mengevakuasi ABK Kapal KOOL ICE yang mengalami gangguan jantung pada Jumat (27/2/2026).

DENPASAR, BALINEWS.ID – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) Kapal KOOL ICE yang mengalami gangguan jantung di perairan Bali, Jumat (27/2/2026). Proses evakuasi atau medical evacuation (medevac) dilakukan dengan mengerahkan rigid inflatable boat (RIB) dari perairan Pelabuhan Benoa.

Korban diketahui bernama Carl Mauricio Montevirgen (45), warga negara Filipina. Titik intercept atau pertemuan dengan kapal ditentukan pada koordinat 8°46.351’S – 115°14.884’E.

Dalam proses pemindahan korban dari atas kapal ke RIB, tim sempat menghadapi kendala akibat gelombang laut yang cukup keras. Meski demikian, evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa menuju Dermaga Disnav Pelabuhan Benoa untuk menjalani pemeriksaan awal oleh petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan.

Selanjutnya, korban dirujuk ke RS Siloam Denpasar guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Koordinator Lapangan, Arif Yuliyanto, memastikan proses evakuasi berjalan lancar hingga korban tiba di rumah sakit.

“Kegiatan berjalan lancar, pasien sudah dilakukan medevac dan dibawa ke RS Siloam untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur gabungan, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Denpasar, TNI AL, Polairud Mabes Polri, Ditpolairud Polda Bali, VTS Pelabuhan Benoa, Imigrasi Pelabuhan Benoa, BBKK Pelabuhan Benoa, tim medis RS Siloam, serta agen kapal PT Trans Cakrawala.

Dengan selesainya proses evakuasi dan penanganan awal terhadap korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. RAN

Ngaku Petugas, Residivis Narkoba Peras Pemuda Hingga Rp 10 Juta untuk Main Judi Slot

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati memaparkan kronologi kasus pemerasan dan penganiayaan dalam konferensi pers.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati memaparkan kronologi kasus pemerasan dan penganiayaan dalam konferensi pers.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi nekat dua pria berinisial IPPD alias Pasek (30) dan KOA alias Olen (36) berakhir di tangan polisi. Keduanya ditangkap aparat Polsek Denpasar Barat setelah diduga melakukan pemerasan dan penganiayaan terhadap seorang pemuda asal Banyuwangi berinisial MYA (23).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 4 Desember 2025 sekitar pukul 02.00 Wita di Jalan Mahendradata, Gang Kulma, Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat.

Modusnya terbilang licik. Kedua pelaku menghentikan korban dengan berpura-pura sebagai aparat yang sedang memburu pelaku transaksi narkoba.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, menjelaskan bahwa pelaku menuduh korban sebagai pengedar narkoba dan langsung melakukan penggeledahan.

“Pelaku berpura-pura sebagai aparat dan menuduh korban sebagai pengedar narkoba, lalu melakukan penggeledahan,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, korban dipaksa menuju kamar kos untuk pemeriksaan lanjutan. Karena takut dan merasa terancam, korban menuruti permintaan tersebut. Namun di dalam kamar, korban tetap membantah tuduhan itu. Salah satu pelaku justru memukul bagian perut korban hingga mengalami memar.

Meski tak menemukan barang bukti narkotika, kedua pelaku tetap memaksa korban mengakui tuduhan dan meminta uang damai. Korban diminta menghubungi kakaknya untuk mentransfer uang sebesar Rp10 juta.

Setelah uang masuk ke rekening korban, pelaku membawa korban ke ATM di wilayah Sidakarya. Uang Rp4 juta ditarik tunai, sedangkan Rp6 juta lainnya ditransfer melalui QR ke dua akun judi slot, masing-masing Rp3 juta.

Usai menguras uang korban, pelaku meninggalkan korban seorang diri di kawasan Jalan Keboiwa. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian perut serta kerugian materiil sebesar Rp10 juta.

Berdasarkan penyelidikan, tim opsnal Polsek Denpasar Barat berhasil mengamankan Pasek di kawasan Sidakarya dan Olen di Jalan Gunung Soputan. Keduanya kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan antara lain bukti transfer ke akun slot, rekaman CCTV di lokasi kejadian dan ATM, satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih yang digunakan pelaku, serta hasil visum korban dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bali.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah bersepakat mencari korban secara acak dengan modus tuduhan narkoba. Uang hasil pemerasan digunakan untuk bermain judi slot dan kebutuhan sehari-hari. Salah satu pelaku juga diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 482 KUHP dan atau Pasal 492 KUHP tentang pemerasan, pengancaman, serta penipuan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. RAN

Pemkab Tabanan Siap Terapkan Digitalisasi Bansos, Dorong Transparansi dan Ketepatan Sasaran

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Perluasan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Kamis (26/2).

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan komitmen kuat dalam mendukung percepatan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Dukungan tersebut ditegaskan saat Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Perluasan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial bersama Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Kamis (26/2/2026).

Rapat koordinasi tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dan dihadiri jajaran Forkopimda Bali, para bupati/wali kota se-Bali, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan implementasi Government Technology di Bali.

Forum yang terselenggara melalui kolaborasi dengan Dewan Ekonomi Nasional tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola bansos agar lebih tepat sasaran, transparan, dan terukur. Agenda pembahasan mencakup pengantar strategis, penegasan target dan luaran pertemuan, pemaparan kebijakan nasional, hingga presentasi pilot project oleh komite dan koordinator wilayah.

Dalam kesempatan itu, peserta juga mendapatkan paparan pengalaman dari Bupati Banyuwangi terkait praktik digitalisasi bansos di daerahnya, termasuk tantangan teknis, strategi penyelesaian, serta dampak positif yang dirasakan masyarakat.

Bagi Pemkab Tabanan, rakor ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik. Wakil Bupati Dirga menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Melalui sistem digital, proses penyaluran dapat dilakukan lebih cepat, transparan, dan akurat. Ini penting untuk meminimalisasi potensi kesalahan data maupun penyimpangan,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi, Pemkab Tabanan optimistis implementasi digitalisasi bansos mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Tabanan. (pmc)

BPBD Tabanan Intensifkan Edukasi Kebencanaan, Desa dan Sekolah Didorong Lebih Tangguh

Foto: Kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026 yang digelar BPBD Tabanan di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Rabu (25/2).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Upaya memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan, kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026 digelar selama dua hari, Rabu–Kamis (25–26 Februari 2026), di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Tabanan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, sekaligus memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas dan satuan pendidikan.

Pada hari pertama, sosialisasi mengusung tema Penilaian Ketangguhan Desa (PKD). Sebanyak 50 perwakilan desa dan 10 kader posyandu dari seluruh kecamatan di Tabanan mengikuti kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas desa dalam mengidentifikasi risiko bencana, menyusun langkah mitigasi, hingga membangun sistem kesiapsiagaan yang terstruktur.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BPBD Tabanan menyerahkan spanduk peringatan cuaca ekstrem kepada perwakilan desa. Spanduk tersebut diharapkan dipasang di lokasi strategis agar informasi kebencanaan dapat diakses masyarakat secara cepat, sehingga kewaspadaan terhadap potensi bencana semakin meningkat.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada tema Satuan Pendidikan Aman Bencana. Sebanyak 60 tenaga pendidik dari seluruh SMP se-Kabupaten Tabanan bersama perwakilan Dinas Pendidikan mengikuti pemaparan materi. Pembahasan meliputi penyusunan rencana kontinjensi sekolah, pelaksanaan simulasi evakuasi, serta integrasi edukasi kebencanaan dalam proses belajar mengajar.

Langkah ini sejalan dengan arahan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, yang dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya membangun daerah yang aman dan tangguh terhadap risiko bencana. Penguatan desa dan satuan pendidikan dinilai menjadi fondasi utama dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui kegiatan KIE Rawan Bencana 2026, Pemkab Tabanan menargetkan terbentuknya desa-desa tangguh dengan sistem kesiapsiagaan yang jelas, serta sekolah-sekolah yang mampu menjamin keamanan lingkungan belajar. Upaya ini diharapkan mampu mewujudkan Tabanan yang harmonis, berdaya saing, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana. (pmc)