- Advertisement -
Beranda blog Halaman 35

Pria Lansia Ditemukan Meninggal Membusuk Dalam Kamar di Denpasar

Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan jasad pria lansia di sebuah kamar di Denpasar Timur.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan jasad pria lansia di sebuah kamar di Denpasar Timur.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Seorang pria lanjut usia berinisial S (69) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di kawasan Jalan Letda Tantular, Gang Merpati, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur, Minggu (22/3/2026) pagi. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita oleh seorang saksi berinisial YY ang mencium bau tidak sedap saat melintas di depan lokasi kejadian.

Menurut keterangan saksi, saat itu dirinya hendak berolahraga ke Lapangan Renon. Namun, di depan rumah korban, ia mencium bau menyengat seperti bangkai.

“Awalnya saya kira bangkai tikus. Setelah dicek, memang ada bangkai tikus, tapi bau masih menyengat. Saya lalu masuk ke halaman rumah korban yang pagarannya tidak terkunci,” ungkapnya.

Saat berada di dalam, saksi melihat adanya aktivitas binatang dari arah kamar korban. Ia kemudian mengintip dari celah pintu dan mendapati korban sudah tergeletak di lantai dalam kondisi tidak bernyawa serta mengeluarkan bau busuk. Temuan itu langsung dilaporkan kepada warga sekitar.

Saksi lainnya, NNK , mengaku terakhir bertemu korban pada 17 Maret 2026. Saat itu, korban sempat datang ke warungnya untuk membeli kopi dan mengeluh sedang sakit.

“Korban bilang sedang tidak enak badan. Saya sempat menyarankan untuk ke dokter, tapi korban mengatakan nanti akan membeli obat sendiri,” ujarnya.

Dua hari kemudian, saksi sempat mendatangi rumah korban untuk mengantarkan makanan, namun tidak mendapat respons meski sudah memanggil dan mengetuk pintu kamar.

Sementara itu, saksi lain berinisial A.A.D.P. menerima informasi dari warga terkait adanya mayat di dalam kamar korban. Ia kemudian menuju lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Petugas Inafis Polresta Denpasar yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan korban dalam posisi tengkurap di lantai kamar. Kondisi jasad sudah dikerumuni lalat dan belatung, menandakan korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

Korban saat ditemukan mengenakan kemeja lengan panjang bergaris warna biru abu-abu dan sarung kotak-kotak warna kuning.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan di lokasi kejadian.

“Petugas menerima laporan dari masyarakat, kemudian mendatangi TKP, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tim medis untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar ke Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya, mengingat korban diketahui tinggal seorang diri. RAN

Tutup Jegeg Bungan Desa 2026, Bupati Apresiasi Kreativitas Pemuda dalam Festival Seni Budaya XIV

Bupati Adi Arnawa, secara resmi menutup perlombaan Jegeg Bungan Desa 2026 serangkaian Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta ditandai dengan peniupan Sungu di Open Stage Majelangu, Pura Segara Kuta, Sabtu (21/3).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, secara resmi menutup perlombaan Jegeg Bungan Desa 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta. Prosesi penutupan ditandai dengan peniupan Sungu di Open Stage Majelangu, Pura Segara Kuta, Sabtu (21/3/2026).

 

Dalam acara tersebut, Bupati hadir didampingi Ketua DPRD Badung I Gst Anom Gumanti, Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Trisna Anom Gumanti, Camat Kuta D. Ngurah Bayudewa, unsur Tripika Kecamatan Kuta, Lurah Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, serta tokoh masyarakat setempat.

 

Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap pelestarian seni dan budaya di wilayah Kuta, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana motivasi sebesar Rp 50 juta.

 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Desa Adat Kuta dalam menyelenggarakan festival tahunan ini. “Atas nama pribadi dan Pemkab Badung, saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta serta Lomba Jegeg Bungan Desa 2026. Tema ‘Samudramanthana’ ini merupakan wujud kreativitas dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa yang adiluhur,” ungkap Adi Arnawa.

 

Ia menambahkan, mengingat pariwisata Badung berbasis budaya, kegiatan ini adalah implementasi pariwisata berkelanjutan. Melalui ajang ini, diharapkan generasi muda dapat memberi pengaruh positif serta menjadi pelopor yang peduli akan keberlanjutan pariwisata di Kabupaten Badung.

 

Adi Arnawa juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendampingi kreativitas masyarakat, termasuk memberikan reward bagi mereka yang berprestasi. “Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan seni dan budaya. Bagi masyarakat yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi maupun nasional, akan diberikan penghargaan berupa insentif sebagai bentuk motivasi agar terus berkarya lebih baik,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan termasuk perayaan Hari Suci Nyepi di wilayah Kuta berjalan dengan tertib, aman, dan tanpa pelanggaran. Hal ini menjadi bukti tingginya kesadaran masyarakat dalam menjalankan Catur Brata Penyepian

 

Ia menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya ke-XIV ini telah berlangsung sejak 7 Maret 2026 dengan berbagai perlombaan dan kegiatan budaya, yang puncaknya ditandai dengan penutupan Lomba Jegeg Bungan Desa. “Samudramanthana ini terinspirasi dari konsep yang melambangkan proses perjuangan, kerjasama serta usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan kehidupan, samudra menjadi simbul-simbul kehidupan sekaligus menjadi inspirasi dalam berkarya, berproses dan berimplementasi,” ucapnya. (rls)

 

Satpol PP Tabanan Tertibkan 89 Reklame Langgar Aturan, Libatkan 69 Personel Gabungan

Satpol PP Tabanan Tertibkan 89 Reklame Langgar Aturan, Libatkan 69 Personel Gabungan

SINGASANA, PANTAUBALI.COM  – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar penertiban besar-besaran terhadap reklame yang melanggar ketentuan di wilayah Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri, Minggu (22/3/2026). Dalam operasi tersebut, petugas menurunkan sebanyak 89 reklame yang dinilai mengganggu ketertiban, keindahan kota, dan keselamatan pengguna jalan.

Penertiban melibatkan 69 personel gabungan yang terdiri atas unsur Satpol PP, Polres Tabanan, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), BPBD, aparat kecamatan, serta pecalang desa adat.

Apel kesiapan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Tabanan sebelum seluruh personel dibagi menjadi dua tim untuk menyisir sejumlah ruas jalan utama. Tim pertama bergerak ke arah barat melintasi Jalan Pahlawan, Jalan Pulau Batam, Jalan Ir. Soekarno hingga Jalan Diponegoro. Sementara tim kedua menyisir Jalan Ngurah Rai, Jalan Ahmad Yani hingga jalur Kediri–Tanah Lot.

Kegiatan penertiban mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 5 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Pelindungan Masyarakat, Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Reklame, serta Peraturan Bupati Tabanan Nomor 72 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Dari hasil operasi, petugas menurunkan 25 spanduk, lima baliho, dan 59 papan reklame yang terdiri atas banner, billboard, maupun pamflet. Reklame tersebut ditertibkan karena dipasang tanpa memperhatikan ketentuan, dalam kondisi rusak, mengganggu estetika kawasan, hingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satpol PP Kabupaten Tabanan, I Made Agus Hartawiguna, mengatakan penertiban dilakukan sebagai upaya menjaga fungsi ruang publik agar tetap tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan reklame yang dipasang secara sembarangan tidak hanya mengurangi keindahan wajah kota, tetapi juga dapat membahayakan masyarakat, terutama apabila kondisinya sudah rusak atau dipasang di lokasi yang tidak semestinya.

“Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan secara berkala. Kami juga mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar mematuhi seluruh ketentuan dalam pemasangan reklame sehingga tercipta lingkungan yang tertib, indah, dan aman,” ujarnya.

Seluruh rangkaian penertiban berlangsung aman dan lancar. Pemkab Tabanan berharap kegiatan serupa mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan yang lebih rapi dan nyaman. (kmftbn)

Bupati Adi Arnawa Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti XX, Perkuat Tradisi Jadi Kekuatan Ekonomi Badung

Bupati Wayan Adi Arnawa Bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri perhelatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu di Catus Pata Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (20/3).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri perhelatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu yang berpusat di Catus Pata Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (20/3/2026). Kehadiran Bupati yang didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi di tengah gempuran modernisasi.

 

Acara tahunan ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Tama Tenaya, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, anggota DPRD Badung I Made Reta dan I Nyoman Karyana, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Benoa I Wayan Karang Subawa, Bendesa Adat Bualu I Made Suarma, tokoh masyarakat setempat.

 

Dresta Lango dan Dharma Shanti merupakan panggung kreativitas masyarakat Bualu yang mengintegrasikan seni, tradisi, dan ekonomi kerakyatan melalui lomba ogoh-ogoh, pameran UMKM, lomba gebogan bunga, hingga Fruit Carving.

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa kegiatan ini adalah pilar penting dalam menjaga kohesi sosial dan identitas budaya Bali. “Kegiatan ini secara tidak langsung sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Bali, dan juga sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan antara masyarakat Desa Adat Bualu. Kami mendukung penuh inisiatif seperti ini, yang memberi ruang bagi kreativitas dan melibatkan generasi muda dalam menjaga warisan budaya,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa kekuatan tradisi yang konsisten terjaga akan menjadi daya tarik magnet bagi sektor pariwisata yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. “Sebagai daerah pariwisata, Bali menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi yang tak terpisahkan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan seni dan tradisi Bali kepada wisatawan, serta mengangkat potensi pariwisata di Bali khususnya Badung,” jelas Bupati Adi Arnawa.

 

Dukungan Pemkab Badung terhadap kreativitas generasi muda (Yowana) memang tergolong masif. Hal ini terlihat dari besaran apresiasi pada ajang Badung Fest, di mana Juara I ogoh-ogoh mendapatkan Rp 500 juta, Juara II Rp 450 juta, Juara III Rp 400 juta, dan Rp 350 juta untuk Juara Harapan I serta bantuan dana partisipasi sebesar Rp 200 juta bagi setiap peserta.

 

Ketua Panitia, Suwirya, melaporkan bahwa agenda dalam rangkaian Rahina Suci Nyepi Caka 1948 ini mengusung tema “Dahaning Sira Parinama”. Tema tersebut melambangkan api semangat transformasi masyarakat pesisir Desa Adat Bualu.

 

Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan pada instruksi PHDI, MDA Provinsi Bali, juknis Dinas Kebudayaan terkait lomba ogoh-ogoh 2026 serta Berita Acara Prajuru Desa Adat Bualu tanggal 28 Februari 2026, dan Surat Keputusan Bendesa Adat Bualu tentang pembentukan Panitia Dresta Lango Dharma Shanti ke-XX Tahun 2026.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Bali melalui pengembangan kreativitas generasi muda, khususnya pemuda-pemudi di Desa Adat Bualu, agar terus menjaga seni adat dan budaya Bali.

 

Selain pawai ogoh-ogoh di Catus Pata yang diikuti oleh Sekaa Teruna se-Desa Adat Bualu dan menjadi daya tarik utama bagi tamu hotel dan wisatawan mancanegara, rangkaian acara juga diisi dengan gotong royong lintas krama serta prosesi Melasti di Pesisir Pantai Nusa Dua. (rls)

Polda Bali Amankan Sholat Idul Fitri di Renon, Wujud Nyata Toleransi di Pulau Dewata

Personel Polda Bali melakukan pengamanan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (20/3/2026).
Personel Polda Bali melakukan pengamanan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (20/3/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Bali kembali menegaskan predikatnya sebagai pulau toleransi. Setelah sukses mengawal rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang berlangsung khidmat, jajaran Polda Bali kini memastikan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan aman dan lancar.

Pengamanan dilakukan dalam Operasi Ketupat Agung-2026 dengan pusat kegiatan di Lapangan Niti Mandala Renon, Jumat (20/3/2026). Sejak pagi, aparat kepolisian telah disiagakan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan serta menjamin kelancaran ibadah yang dihadiri ratusan hingga ribuan jamaah.

Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Bali yang juga Kasatgas Preventif Ops Ketupat Agung-2026, Musni Arifin, turun langsung memantau jalannya pengamanan di lapangan. Ia memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan sesuai rencana operasi. Kehadiran kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga masyarakat dapat melaksanakan Sholat Idul Fitri dengan khusyuk,” ujarnya.

Selain fokus di area utama pelaksanaan ibadah, pengamanan juga diperketat di kawasan parkir. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya pencurian kendaraan bermotor.

Secara umum, pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapangan Niti Mandala Renon berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Situasi ini mencerminkan kuatnya nilai toleransi serta kebersamaan antarumat beragama yang terus terjaga di Bali.

Menutup pernyataannya, Musni Arifin menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang merayakan.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga kita semua senantiasa diberkahi kedamaian dan kebahagiaan,” tutupnya. RAN

Pawai Ogoh-Ogoh Desa Adat Kota Tabanan Gaungkan Nyepi Damai dan Tabanan Bersih

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar persembahyangan Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Singasana, Rabu (18/3). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Pawai Ogoh-Ogoh se-Desa Adat Kota Tabanan yang berlangsung meriah di depan jaba Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Dua rangkaian kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, M.M, bersama Istri Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Kegiatan Tawur Agung Kesanga ini merupakan bagian penting dalam rangkaian Hari Raya Nyepi yang bertujuan untuk menyucikan alam semesta beserta isinya serta menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Sementara itu, Pawai Ogoh-Ogoh menjadi wujud kreativitas sekaligus pelestarian seni budaya masyarakat. Berbagai ogoh-ogoh yang ditampilkan mencerminkan nilai-nilai filosofis serta kritik sosial yang dikemas secara artistik, sehingga mampu menarik perhatian masyarakat yang turut memadati lokasi kegiatan.

Sebanyak 25 ogoh-ogoh dari para yowana 24 Banjar Adat yang ada di Desa Adat Kota Tabanan tampil dalam parade. Turut hadir saat itu, Wakil Bupati I Made Dirga beserta istri, Ny. Budiasih Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan dan beberapa anggota, jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah, Instansi Vertikal, hingga Perbekel, Bendesa Adat serta unsur dan jajaran Desa Adat setempat.

“Kita di Kota ini dari tahun 2000 sudah 26 tahun yang lalu, kita selalu melepas ogoh-ogoh yang diselenggarakan oleh Desa Adat Kota, sungguh tidak terasa. Tiap tahun sudah mengikuti bagaimana perkembangan yowana membuat proses ogoh-ogoh yang ada di Desa Adat Kota, dari yang sederhana, sekarang sudah sangat canggih dengan teknologinya. Ini salah satu kemajuan besar, dan kemarin pun kita di pemkab Tabanan membuat festival ogoh-ogoh yang diikuti 64 ogoh-ogoh, dan astungkara berjalan dengan baik,” ujar Sanjaya dalam sambutannya saat membuka acara.

Lebih lanjut, Orang nomor satu di Tabanan itu menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kreativitas generasi muda. Dalam rangka mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, pihaknya selalu berusaha hadir di tengah-tengah yowana, tatkala mendorong kreatifitas anak-anak muda. Apalagi saat ini dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi, sehingga momentum ini dimanfaatkan sebagai wadah untuk menumbuhkan semangat berkarya, melestarikan seni budaya, serta mempererat kebersamaan di kalangan generasi muda.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi. Dalam rangka mengikuti catur brata penyucian, semoga masyarakat Tabanan, mangda rahayu sareng sami dan juga umat Muslim yang ada di Tabanan, selamat menunaikan ibadah puasa, dan selamat Hari Raya Idul Fitri, semoga damai semuanya. Kita bersama-sama mendoakan semoga di dalam melaksanakan keagamaannya berjalan khidmat damai,” pungkas Sanjaya.

Selain itu, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi kekompakan dari seluruh yowana dan krama Desa Adat Kota Tabanan dalam kegiatan ini. Apalagi kali ini menggaungkan pesan pentingnya menjaga kebersihan alam dan lingkungan. Ia juga berpesan agar masyarakat senantiasa selalu menjaga kebersihan, khususnya pada malam pengerupukan ini. Dikatakannya kebersihan merupakan isu nasional yang harus dijaga bersama sebagai bentuk tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

Dalam kesempatan yang sama, I Made Suwardika selaku Bendesa Adat Kota Tabanan, menyampaikan 25 ogoh-ogoh yang hadir dari 24 banjar, termasuk dua ogoh-ogoh yang ditampilkan oleh ST. Manusmrrti Dauh Pala dan Manusmrrti Pengabetan. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang senantiasa diberikan oleh Bapak Bupati dan jajaran serta dukungan dari masyarakat dan seluruh pihak. Ia juga menambahkan, bahwa setiap ogoh-ogoh diiringi yowana yang membawa plastik (plybag) untuk mengumpulkan sampah yang berserakan, sehingga bisa meminimalisir sampah, terutama sampah plastik. (rls)

Pemkab Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026

Pemkab Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Menyambut Tahun Baru Saka 1948, momen suci Hari Raya Nyepi kembali hadir sebagai pengingat pentingnya menjaga keseimbangan hidup melalui keheningan, introspeksi, dan penyucian diri. Nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Nyepi diharapkan mampu memperkuat harmoni kehidupan masyarakat di Kabupaten Tabanan.

Menyambut hari suci tersebut, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu (Semeton Sedharma) di Kabupaten Tabanan dan di manapun berada.

Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa Hari Raya Nyepi merupakan momentum sakral untuk melakukan introspeksi diri melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, sebagai upaya menyucikan diri sekaligus menyeimbangkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh keluarga kami umat Sedharma di manapun berada,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, ia berharap perayaan Nyepi mampu menghadirkan kedamaian serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Tabanan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Sementara itu, Wabup Dirga menambahkan bahwa makna Nyepi hendaknya benar-benar dihayati melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian. “Semoga dalam keheningan Catur Brata Penyepian, kita mampu menyucikan diri, menata pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta memperkuat sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ungkap Dirga.

Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap seluruh masyarakat dapat melaksanakan Hari Raya Nyepi dengan penuh khidmat, menjaga ketertiban, serta saling menghormati. Dengan semangat tersebut, diharapkan kedamaian, keharmonisan, dan nilai persaudaraan akan terus terjaga dalam mendukung terwujudnya Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani. (rls)

Produksi Video Porno di Vila Kawasan Pererenan, Tiga WNA Diamankan

Ketiga tersangka WNA saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Badung.
Ketiga tersangka WNA saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kasus produksi video pornografi yang melibatkan tiga warga negara asing (WNA) di kawasan Pererenan, Mengwi, Badung, berhasil diungkap aparat kepolisian.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, didampingi Kasat Reskrim AKP Muhamad Said Husen, mengungkapkan bahwa tiga tersangka masing-masing berinisial MMJL (23), perempuan asal Prancis, NBS (24), laki-laki asal Italia, serta ERB (26), laki-laki asal Prancis.

MMJL dan NBS diamankan usai hendak kabur dari Bali melalui jalur udara. Sementara ERB diamankan di sebuah villa kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung.

“ERB berperan sebagai manajer sekaligus pengunggah konten,” jelasnya, Selasa (17/3).

Peristiwa pembuatan video tersebut diketahui terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.40 WITA di sebuah vila di Jalan Pantai Pererenan, Desa Pererenan, Mengwi, Badung. Para pelaku diduga sengaja memproduksi konten pornografi untuk meraup keuntungan melalui distribusi di platform digital.

Kasus ini terungkap setelah Satreskrim Polres Badung melakukan penelusuran terhadap video yang beredar luas di media sosial dan diduga direkam di wilayah hukum Badung.

Penyelidikan dimulai pada Jumat, 13 Maret 2026, dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk seorang pengemudi ojek online yang sempat terlibat dalam pembuatan konten tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku dan lokasi kejadian. Aparat kemudian berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Ngurah Rai setelah memperoleh informasi bahwa dua tersangka berencana meninggalkan Bali melalui jalur udara.

“Kami bergerak cepat berkoordinasi dengan Imigrasi, sehingga dua pelaku berhasil diamankan saat hendak terbang keluar Bali,” ujar Kapolres.

Ketiga tersangka selanjutnya dibawa ke Mapolres Badung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tiga unit ponsel iPhone, satu kamera DJI Osmo, satu unit MacBook Air, serta rompi ojek online yang digunakan dalam pembuatan video.

Selain itu, penyidik telah memeriksa lima orang saksi yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 407 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara minimal enam bulan dan maksimal sepuluh tahun. Mereka juga dikenakan Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

“Ketiganya bukan residivis dan saat ini masih dalam proses penyidikan,” tutup Kapolres. RAN

Niat Benahi Helm Berujung Maut, Pemotor Tewas Tertabrak Fuso di Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk. Insiden yang terjadi di Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Senin (16/3/2026) pagi itu menewaskan seorang pengendara sepeda motor di lokasi kejadian.

Korban diketahui berinisial IPDR (33), warga Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Ia meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah truk fuso dari arah berlawanan.

Kapolsek Kediri, Kompol I Putu Budiawan, menjelaskan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.45 Wita. Saat itu korban mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax dengan nomor polisi DK 4674 FBN melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.

Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga kehilangan konsentrasi saat berkendara. Ia disebut sempat hendak memperbaiki helm yang dikenakan, sehingga laju kendaraan tidak terkendali dan melewati garis tengah jalan.

“Diduga korban kurang konsentrasi saat berkendara karena memperbaiki helm, sehingga kendaraannya keluar jalur,” jelasnya.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi P 9420 VB yang dikemudikan Nuriyanto (58), warga Banyuwangi yang berdomisili di Denpasar. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

Benturan keras terjadi di jalur sebelah utara garis tengah jalan atau di jalur truk. Akibatnya, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan tubuh, termasuk robek pada kepala dan dahi, patah tulang kaki kanan, serta sejumlah luka serius lainnya.

Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara pengemudi truk selamat tanpa luka berarti.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat di lokasi kejadian. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp4 juta.

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. (pmc)

Nuanu Creative City Jadi Magnet Fotografer Dunia, 693 Karya dari 80 Negara Masuk FOTO Bali Festival 2026

Pameran FOTO Bali Festival 2025 di Nuanu Creative City. Kredit Foto: Nuanu Creative City

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Festival fotografi internasional FOTO Bali Festival kembali digelar untuk edisi kedua pada 3 Juni hingga 12 Juli 2026 di kawasan kreatif Nuanu Creative City, Bali. Ajang ini menunjukkan peningkatan minat yang signifikan dari komunitas fotografi dunia dengan masuknya ratusan karya dari berbagai negara.

Penyelenggara mencatat sebanyak 693 karya fotografi dari 80 negara dan wilayah dikirim melalui program open call. Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan penyelenggaraan perdana pada 2025 yang hanya menerima 247 karya dari 29 negara.

Partisipasi datang dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika hingga Oseania. Indonesia, India, dan Italia menjadi negara dengan jumlah pengirim karya terbanyak, disusul fotografer dari Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, serta sejumlah negara di Eropa dan Asia Tenggara.

Festival Director Kelsang Dolma mengatakan meningkatnya partisipasi internasional menunjukkan bahwa festival ini mulai dikenal luas di kalangan fotografer dunia.

“Penerimaan karya dari 80 negara pada edisi kedua merupakan sinyal kuat bahwa festival ini mulai beresonansi melampaui Bali dan Indonesia. Yang terpenting bagi kami bukan sekadar jumlah, tetapi kualitas serta keragaman praktik fotografi yang hadir melalui proses seleksi ini,” ujarnya.

Pada edisi 2026, festival mengangkat tema “Afterimage”, yang mengajak fotografer mengeksplorasi jejak yang tertinggal setelah sebuah peristiwa, perubahan, atau momen berlalu. Tema ini menempatkan fotografi sebagai medium untuk menelusuri memori, waktu, dan transformasi yang terus berlanjut.

Kurator festival Kurniadi Widodo menilai karya yang masuk menunjukkan beragam pendekatan visual, mulai dari refleksi personal tentang sejarah dan identitas hingga isu global seperti perubahan lingkungan dan dinamika sosial masyarakat.

Sementara itu, kurator lainnya, Putu Sridiniari, menambahkan bahwa banyak fotografer memanfaatkan fotografi tidak hanya sebagai alat dokumentasi, tetapi juga sebagai medium untuk membangun makna dari perjalanan waktu dan pengalaman manusia.

Festival ini merupakan bagian dari ekosistem budaya yang dikembangkan oleh Nuanu Creative City, yang mempertemukan seniman, kurator, pemikir, dan komunitas kreatif melalui berbagai program lintas disiplin.

Selama pelaksanaannya, FOTO Bali Festival 2026 akan menghadirkan berbagai agenda seperti pameran fotografi, program seniman, diskusi publik, serta kegiatan edukatif yang melibatkan fotografer, kurator, dan pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

Melalui partisipasi dari puluhan negara tersebut, festival ini sekaligus mempertegas posisi Bali sebagai salah satu pusat pertukaran gagasan dan kreativitas visual di tingkat internasional. (rls)