- Advertisement -
Beranda blog Halaman 35

Petugas Gabungan Tertibkan Pengunjung yang Kedapatan Bawa Miras di Kawasan Bajra Sandi

Aparat gabungan Polsek Denpasar Timur bersama Satpol PP, pecalang, dan Linmas menertibkan pengunjung di kawasan Monumen Bajra Sandi.
Aparat gabungan Polsek Denpasar Timur bersama Satpol PP, pecalang, dan Linmas menertibkan pengunjung di kawasan Monumen Bajra Sandi.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aparat gabungan menertibkan sejumlah pengunjung yang kedapatan membawa minuman keras (miras) saat beraktivitas di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Minggu malam (11/1/2026). Penertiban ini dilakukan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan publik yang kerap ramai dikunjungi masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilaksanakan oleh Polsek Denpasar Timur (Dentim) bersama Satpol PP Provinsi Bali, pecalang, dan Linmas Desa Sumerta Kelod. Operasi dimulai sekitar pukul 18.15 Wita dengan menyasar area-area yang berpotensi menjadi lokasi pelanggaran kamtibmas.

Kapolsek Dentim, Kompol I Ketut Tomiyasa, mengatakan penertiban ini bersifat preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan akibat konsumsi minuman beralkohol di ruang terbuka umum. Menurutnya, keberadaan miras kerap memicu keributan hingga tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat.

“Melalui KRYD, kami berupaya memastikan kawasan publik tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga, khususnya dari aktivitas konsumsi miras yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah botol miras jenis arak dan bir yang dibawa pengunjung. Aparat memberikan teguran lisan di tempat serta mengamankan barang bukti untuk selanjutnya diserahkan ke Kantor Satpol PP Provinsi Bali guna diproses sesuai aturan yang berlaku.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 19.00 Wita dalam situasi aman dan kondusif. Aparat memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik di wilayah Denpasar Timur. RAN

Lansia Hilang di Mengwi Ditemukan Meninggal di Sungai pada Hari Kedua Pencarian

Evakuasi, Ni Ketut Menuh (72) lansia yang hilang ditemukan kondisi meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026).
Evakuasi, Ni Ketut Menuh (72) lansia yang hilang ditemukan kondisi meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Setelah dilaporkan hilang sejak Minggu (4/1/2026) malam, Ni Ketut Menuh (72) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.

Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membengkak dan berada dalam posisi terlentang di antara tumpukan sampah ranting serta dedaunan.

Pencarian memasuki hari kedua dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak pukul 07.30 Wita. Koordinator lapangan, Crista Priana, menjelaskan bahwa penyisiran dimulai dari area belakang rumah korban hingga menuju Dam Luk-Luk.

Sorti pertama berlangsung hingga pukul 09.00 Wita, kemudian pencarian dilanjutkan dengan menyusuri aliran sungai dari Dam Luk-Luk ke arah selatan.

“Sekitar pukul 10.20 Wita, korban berhasil ditemukan pada jarak kurang lebih 200 meter dari Dam Luk-Luk,” ungkap Crista.

Untuk memastikan identitas korban, tim SAR segera menghubungi pihak keluarga. Setelah dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Ni Ketut Menuh, jenazah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Kabupaten Badung, menggunakan ambulans.

Sebelumnya, pihak keluarga melaporkan korban hilang setelah meninggalkan rumah pada Minggu malam. Korban diketahui memiliki keterbatasan fisik dan sehari-hari menggunakan tongkat untuk berjalan. Namun, tongkat tersebut ditemukan masih berada di rumah, sehingga keluarga menduga korban terjatuh ke sungai yang berada di belakang rumah.

Berdasarkan dugaan tersebut, tim SAR gabungan memfokuskan pencarian di sepanjang aliran sungai. Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Samapta Polda Bali, Brimob Batalyon B Mengwi, Polsek Mengwi, PMI Badung, Gowri Rescue, Bima Sakti Rescue, SDI, SAR Dog, ORARI Bali, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Luk-Luk, serta masyarakat dan keluarga korban. (rls) 

Niat Hindari Pohon Roboh, Truk Tronton Alami Kecelakaan di Jalur Denpasar-Gilimanuk

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Truk tronton Isuzu mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Sabtu (10/1/2026).

Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Subadi mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Truk bernomor polisi DK 8160 FA melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.

“Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi terkejut melihat pohon perindang di bahu jalan yang diduga hendak roboh, sehingga kendaraan menabrak batang pohon dan pembatas jalan,” ujar Subadi.

Pengemudi truk berinisial MN, warga Pekutatan, Jembrana, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka. Saat kejadian, truk dalam kondisi tanpa muatan.

Namun, bagian depan truk mengalami kerusakan yang cukup parah akibat menabrak pembatas jalan.

Subadi menambahkan, kondisi jalan di lokasi merupakan jalan nasional dua arah dengan aspal yang masih baik dan cuaca cerah. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat faktor kelalaian manusia.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2 juta” tambahnya.

Petugas Polsek Selemadeg telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas, pendataan, serta pembuatan laporan. Arus lalu lintas di lokasi kejadian kini telah kembali normal. (ana)

Kobaran Api Hanguskan Rumah di Denpasar, Penghuni Tewas Terbakar

Kebakaran rumah di kawasan Panjer, Denpasar Selatan, Kamis (8/1) malam, yang menewaskan satu orang penghuni.
Kebakaran rumah di kawasan Panjer, Denpasar Selatan, Kamis (8/1) malam, yang menewaskan satu orang penghuni.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Peristiwa kebakaran hebat terjadi di kawasan Panjer, Denpasar Selatan, Kamis (8/1) malam, dan merenggut satu korban jiwa. Seorang pria berusia 29 tahun bernama Gerson Mengidima alias Geri ditemukan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api di lantai dua rumah tempat tinggalnya.

Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga Nomor 6, sekitar pukul 23.00 Wita. Api dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan, membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Inafis mengarah pada dugaan kebakaran dipicu arus pendek listrik.

“Korban mengalami luka bakar hingga 100 persen. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 Wita dengan bantuan delapan unit mobil pemadam kebakaran Kota Denpasar,” ujarnya.

Saksi mata, Viktor Ronaldo Leimena (45), menuturkan sebelum kebakaran terjadi, aliran listrik di rumah mendadak padam, sementara rumah lain di sekitarnya masih menyala. Saat dicek, meteran listrik dalam kondisi mati dan tidak bisa dinyalakan kembali. Tak lama berselang, bau asap mulai tercium.

Viktor sempat naik ke lantai dua dan melihat korban masih tertidur dengan headset terpasang. Setelah memastikan tidak ada kebocoran gas di lantai satu, api justru muncul dari kamar tengah dan dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan.

“Saksi sempat membangunkan penghuni lain untuk keluar rumah. Namun korban yang berada di lantai dua tidak sempat menyelamatkan diri,” jelas Iptu Adi.

Dalam upaya menyelamatkan diri, Viktor mengalami luka di kaki kiri akibat terkena pecahan kaca. Sementara itu, paman korban, Zetu Wadu (63), menyebutkan api merambat melalui kabel listrik hingga menyambar AC yang kemudian meledak.

Korban diduga terjebak setelah lantai rumah jebol akibat kobaran api dan akhirnya ditemukan dalam kondisi hangus di bawah reruntuhan bangunan. Dari keterangan rekan kerjanya, korban diketahui sempat mengeluh kurang enak badan dan pulang lebih awal sebelum kejadian.

Selain menelan korban jiwa, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp200 juta. Rumah tersebut dihuni empat orang, dan seluruh penghuni lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Jenazah korban dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut. Kasus kebakaran ini kini ditangani Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan bersama Satreskrim Polresta Denpasar. Polisi masih memeriksa saksi-saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta mendalami penyebab pasti kebakaran. ran

WNA Asal Ceko Dievakuasi Usai Terseret Ombak di Pantai Kelingking

Petugas Polsek Nusa Penida bersama Tim Basarnas mengevakuasi seorang WNA asal Republik Ceko yang terseret ombak saat berwisata di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung.
Petugas Polsek Nusa Penida bersama Tim Basarnas mengevakuasi seorang WNA asal Republik Ceko yang terseret ombak saat berwisata di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung.

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang warga negara asing (WNA) asal Republik Ceko mengalami kecelakaan laut saat berwisata di Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Jumat (9/1/2026).

Korban diketahui bernama Martello Romano (49). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, ketika korban tengah berada di area pantai untuk berfoto. Meski cuaca tampak cerah, kondisi gelombang laut di Pantai Kelingking saat itu cukup besar dan tidak stabil. Ombak besar yang datang secara tiba-tiba menyeret korban hingga terjatuh.

Mengetahui kejadian tersebut, life guard Pantai Kelingking bersama warga sekitar segera memberikan pertolongan awal dan mengevakuasi korban ke lokasi yang lebih aman. Namun, medan pantai yang curam dan berisiko membuat proses evakuasi lanjutan memerlukan bantuan tim gabungan.

Aparat Polsek Nusa Penida bersama Tim Basarnas Nusa Penida yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Aiptu I Putu Supradnya tiba di lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Dengan mengutamakan keselamatan korban dan petugas, proses evakuasi berlangsung cukup lama akibat medan yang sulit.

Sekitar pukul 18.00 WITA, korban akhirnya berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju Klinik Griya Medika untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut.

“Kami mengapresiasi kerja sama personel Polsek Nusa Penida, Basarnas, life guard, serta masyarakat setempat sehingga evakuasi dapat berjalan aman dan lancar. Keselamatan korban dan petugas menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para wisatawan agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya di Pantai Kelingking yang dikenal memiliki karakter ombak cukup kuat.

“Wisatawan diharapkan mematuhi rambu dan imbauan keselamatan, serta tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. (*)

Kurangi Macet, Pemkab Badung Kebut Pembangunan 4 Ruas Jalan Baru

Bupati Wayan Adi Arnawa saat meninjau ruas jalan di wilayah Kabupaten Badung.
Bupati Wayan Adi Arnawa saat meninjau ruas jalan di wilayah Kabupaten Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Rencana Pemerintah Kabupaten Badung untuk membuka empat akses jalan baru guna mengatasi kemacetan kini mulai berproses. Tahapan pembebasan lahan pada sejumlah trase jalan telah berjalan dan sebagian di antaranya sudah rampung.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, setelah proses pembebasan lahan selesai, pembangunan fisik akan dilanjutkan melalui tahapan tender. Ia menargetkan seluruh proyek tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026.

“Pembebasan lahan sudah berjalan dan beberapa titik sudah rampung. Selanjutnya akan masuk tahap tender pembangunan fisik. Astungkara, dengan dana pinjaman daerah ini, empat ruas jalan baru bisa segera dibuka untuk mengatasi kemacetan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati Badung, Puspem Badung, Kamis (7/1).

Sebelumnya, Pemkab Badung berencana mempercepat pembangunan empat ruas jalan tersebut melalui skema pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dengan nilai mencapai Rp2,8 triliun.

Bupati Adi Arnawa menjelaskan, empat trase jalan yang saat ini dalam proses pembebasan lahan meliputi Trase Jalan Pecatu–Melasti, Trase Pasar Desa Adat Pecatu–Jalan Raya Uluwatu, Trase Banjar Semer–Jalan Teuku Umar Barat, serta Trase Subak Sari–Banjar Semer.

Khusus Trase Subak Sari–Banjar Semer di wilayah Kerobokan, kata dia, akan dilakukan pelebaran jalan guna mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.

“Untuk trase Subak Sari–Banjar Semer, akan dilakukan perluasan jalan. Trase ini sudah siap untuk pembangunan fisik dan kami harapkan bisa segera diselesaikan,” imbuhnya.

Dengan dibukanya empat akses jalan baru tersebut, Pemkab Badung berharap permasalahan kemacetan lalu lintas dapat terurai sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Badung. (rls)

Si Doras Diluncurkan, ASN Tabanan Didorong Aktif Donor Darah

Pelantikan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan Masa Bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan launching program inovasi “Si Doras” (Singasana Donor Darah ASN), Jumat (9/1/2026).
Pelantikan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan Masa Bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan launching program inovasi “Si Doras” (Singasana Donor Darah ASN), Jumat (9/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meluncurkan program inovasi Si Doras  atau Singasana Donor Darah ASN. Peluncurkan juga dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan Masa Bakti 2025–2030.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabanan, Jumat (9/1/2026).

Bupati Sanjaya menilai peluncuran program inovasi donor darah Si Doras sebagai langkah konkret dan strategis dalam menjamin ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan di Kabupaten Tabanan. Program ini secara khusus melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pendonor aktif.

“ASN sebagai abdi negara dan abdi masyarakat diharapkan tidak hanya berperan dalam pelayanan administratif, tetapi juga menjadi teladan dalam aksi kemanusiaan. Melalui program ini, kita ingin menumbuhkan budaya peduli sesama, gotong-royong, dan kepedulian sosial yang terorganisir serta berkelanjutan,” imbuhnya.

Ia berharap program Si Doras dapat dilaksanakan secara rutin, terkoordinasi dengan PMI dan fasilitas kesehatan, serta menjadi bagian dari gerakan bersama yang melibatkan seluruh perangkat daerah.

“Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi keselamatan dan harapan hidup sesama. Jika donor darah menjadi kesadaran kolektif, maka kita tidak akan pernah kekurangan persediaan darah. Inilah fondasi penting untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tabanan yang juga Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga mengatakan, dengan program Si Doras PMI Tabanan bertekad melaksanakan inovasi donor darah ASN ini secara baik, inovatif, dan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat luas, termasuk para ASN yang membutuhkan donor darah.

“Semoga program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat semangat kemanusiaan di Kabupaten Tabanan,” pungkasnya.

Sementara itu, pelantikan pengurus PMI Kabupaten Tabanan menurut Dirga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen pengabdian, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan. (ana)

DPRD Tabanan Tahan Sikap Soal Moratorium Jatiluwih, Tunggu Rekomendasi Pansus TRAP

Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani.
Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan belum mengambil sikap final terkait wacana pemberlakuan moratorium khusus di kawasan Jatiluwih. Dewan memilih menunggu arah kebijakan yang tengah dibahas Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali sebelum melangkah lebih jauh.

Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian agar kebijakan yang diambil nantinya tidak menimbulkan persoalan hukum baru, sekaligus mampu menjawab polemik tata ruang di kawasan warisan budaya dunia itu.

“Kami masih menunggu rekomendasi dari Pansus TRAP DPRD Bali bersama pemerintah daerah sebelum membahas lebih lanjut soal moratorium di Jatiluwih,” ujarnya, jUMAT (9/1/2026).

Menurutnya, persoalan di Jatiluwih memiliki kompleksitas tinggi karena menyangkut berbagai kepentingan. Di satu sisi, terdapat kewajiban menjaga Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), namun di sisi lain juga ada kebutuhan ekonomi masyarakat setempat.

Meski demikian, DPRD Tabanan memastikan tetap memberikan perhatian serius terhadap perkembangan di lapangan. Terkait penyegelan 13 usaha yang sebelumnya melanggar aturan tata ruang, pihaknya menilai kondisi saat ini mulai menunjukkan kejelasan arah penyelesaian.

Ke depan, Komisi I menegaskan pentingnya menjaga estetika kawasan Jatiluwih sebagai destinasi kelas dunia. Pembangunan di wilayah tersebut diharapkan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, dengan membatasi jenis bangunan yang diperbolehkan.

“Ke depan tidak boleh ada lagi pembangunan yang merusak keindahan alam. Bangunan harus sesuai norma, dan hanya jenis tertentu yang diperkenankan,” tegasnya.

Selain itu, DPRD juga menyatakan dukungan terhadap aspirasi petani, terutama terkait pemberian insentif, pembebasan pajak bumi dan bangunan (PBB), serta transparansi sistem bagi hasil yang dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Omardani juga mengingatkan pemerintah daerah agar setiap kebijakan baru disosialisasikan secara menyeluruh hingga ke tingkat masyarakat bawah. Langkah ini dinilai penting agar publik benar-benar memahami aturan yang berlaku dan potensi konflik serupa dapat dihindari di masa mendatang. (pmc)

Hampir Sepekan Tak Pulang Lansia di Mengwi Dilaporkan Hilang, SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR lakukan pencarian terhadap lansia hilang di Desa Luk-Luk Anggungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Tim SAR lakukan pencarian terhadap lansia hilang di Desa Luk-Luk Anggungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang lanjut usia (lansia) bernama Ni Ketut Menuh (72) dilaporkan hilang dan belum kembali ke rumah sejak Minggu (4/1/2026). Hingga Senin malam sekitar pukul 23.00 Wita, korban tak kunjung pulang, sehingga pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil.

Ia diduga hilang di sekitar wilayah Desa Luk-Luk Anggungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Laporan resmi terkait kejadian tersebut baru diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Selasa (6/1/2025) pagi. Informasi hilangnya lansia itu disampaikan oleh Kepala Lingkungan Uma Anyar.

“Kami menerima laporan kejadian pagi ini sekitar pukul 09.00 Wita dari Kepala Lingkungan Uma Anyar,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara, Jumat (9/1/2026).

Usai menerima laporan, petugas siaga langsung melakukan koordinasi dan mengerahkan enam personel menuju lokasi kejadian. Tim rescue dilengkapi dengan peralatan SAR air, drone thermal, serta perlengkapan medis.

“Tim membawa peralatan SAR air karena di sekitar lokasi terdapat aliran sungai dan ada dugaan korban terjatuh ke sungai,” jelasnya.

Selanjutnya, tim SAR gabungan direncanakan melakukan penyisiran di sekitar rumah korban serta menyusuri aliran sungai di wilayah tersebut guna menemukan keberadaan korban. (ana) 

Jalan Nasional Denpasar – Gilimanuk Kembali Jebol di Meliling Kawan

Kondisi ruas Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk yang jebol di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Kondisi ruas Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk yang jebol di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ruas Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk kembali jebol. Kali ini, terjadi di ruas jalan di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, mengalami kerusakan serius setelah bagian pinggir jalan jebol.

Kerusakan tersebut diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Bagian jalan yang jebol berada di sisi selatan jalan, tidak jauh dari Warung Betutu Men Pandu. Lubang yang terbentuk cukup besar sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, lokasi kejadian telah dipasangi pengaman dan dijaga oleh petugas dari Polsek Kerambitan.

Berdasarkan informasi di lapangan, sebelum kejadian sempat terdapat sebuah truk yang parkir di area tersebut. Tidak berselang lama, badan jalan ambles dengan ukuran sekitar 2 x 1 meter dan kedalaman diperkirakan mencapai tujuh meter.

Di bawah badan jalan diketahui terdapat aliran air yang menjadi sarang biawak sehingga menyebabkan terbentuknya rongga di bawah permukaan jalan hingga akhirnya mengakibatkan jalan jebol.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga yang juga Sekretaris Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, membenarkan adanya kerusakan tersebut.

“Petugas sudah turun ke lokasi dan kondisi ini telah kami laporkan serta dikoordinasikan dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Pihak balai juga langsung melakukan survei,” ujar Partana saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2025).

Ia menyebutkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Tabanan, Agung Buda Artawan, bersama staf juga telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan teknis.

Mengingat, ruas jalan yang mengalami kerusakan merupakan jalan nasional sehingga penanganannya menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tabanan tetap melakukan koordinasi agar penanganan dapat segera dilakukan.

“Itu merupakan jalan nasional sehingga kewenangannya berada di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, dan kami sudah melaporkannya,” tegasnya. (ana)