- Advertisement -
Beranda blog Halaman 298

Dewan Tabanan Dorong Pemda Optimal Kelola Aset Daerah

Ketua Komisi III DPRD Tabanan Anak Agung Nyoman Dharma Putra.
Ketua Komisi III DPRD Tabanan Anak Agung Nyoman Dharma Putra.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menilai potensi aset daerah belum dikelola dengan optimal oleh pemerintah daerah. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi III DPRD Tabanan Anak Agung Nyoman Dharma Putra.

Menurutnya, banyak sektor pendapatan daerah, seperti pajak, retribusi, dan pendapatan lain yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tabanan jika dikelola dengan baik.

“Aset ini perlu pengelolaan yang jelas karena memang beberapa aset kita masih dikelola dengan tidak baik oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menyabut, aset pemerintah daerah yang bisa dimanfaatkan yakni lahan perkebunan produktif yang ada di Kecamatan Pupuan. Namun saat ini tarif sewa yang dipungut pemerintah terlalu kecil yakni hanya Rp300 ribu per meter persegi.

Contoh lain aset daerah yang hingga kini belum dikelola dengan optimal ialah aset di kawasan Bedugul, Kecamatan Baturiti sehingga tidak menghasilkan pendapatan untuk daerah.

“Maka dari itu, kita harus merancang lagi MOU terkait pemungutan retribusi ini, apalagi ini sangat sensitif dengan masyarakat. Perlu ada sosialisasi,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya khususnya di Komisi III mendorong pemerintah lebih serius mengelola setiap aset daerah di Kabupaten Tabanan sehingga memberikan kontribusi terhadap penambahan PAD di tahun 2025 ini. (ana)

Kenapa Imlek Identik dengan Hujan? Ini Penjelasan Menurut BMKG dan Feng Shui 

Aktivitas bersih-bersih di salah satu Vihara untuk menyambut Imlek 2025.
Aktivitas bersih-bersih di salah satu Vihara untuk menyambut Imlek 2025.

PANTAUBALI.COM – Hari Raya Imlek atau Tahun Baru China, yang jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025 nanti, merupakan momen perayaan penting bagi masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Saat Imlek, umat Tionghoa akan melakukan sembahyang untuk mendoakan para leluhur disertai mempersembahkan berbagai makanan dan minuman.

Selain itu ada juga tradisi pemberian Angpao atau amplop merah berisi uang yang diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak atau anggota keluarga yang belum menikah. Pementasan Barong Sai, petasan, serta menghias rumah dan tempat suci dengan lampion juga menjadi tradisi yang kental dengan Imlek.

Namun, perayaan Imlek nyatanya juga sering kali dikaitkan dengan turunnya hujan, yang dalam kepercayaan Tionghoa dianggap sebagai tanda keberkahan. Mungkin muncul pertanyaan, mengapa Imlek selalu identik dengan hujan, dan apa penjelasan di balik fenomena tersebut?

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perayaan Imlek biasanya berlangsung pada bulan Januari atau awal Februari, periode yang bertepatan dengan musim hujan.

Di Indonesia, Imlek jatuh di puncak musim hujan, ketika intensitas curah hujan sedang tinggi. Oleh karena itu, secara ilmiah, hujan yang turun saat Imlek bukanlah kebetulan, melainkan karena perayaannya berlangsung pada musim hujan.

Sedangkan, dalam pandangan ahli Feng Shui, hujan yang turun saat Imlek dianggap membawa keberuntungan. Jika wilayah tertentu diguyur hujan deras, maka dipercaya keberuntungan akan melimpah.

Namun, jika hujan yang turun berbentuk badai, maknanya berbeda, karena badai dianggap sebagai pertanda kurang baik dan dapat membawa musibah.

Sebaliknya, hujan gerimis dipercaya membawa keberuntungan kecil, tetapi jika gerimis berlangsung sepanjang hari, maka diyakini akan mendatangkan keberuntungan sepanjang tahun.

Selain itu, turunnya hujan saat Imlek juga dikaitkan dengan mitos Dewi Kwan Im yang dipercaya menyiram bunga Mei Hwa menjelang perayaan. Hujan dianggap sebagai berkah dari langit, sementara bunga Mei Hwa diyakini sebagai bunga yang ditanam oleh Dewi Kwan Im, menambah makna simbolis pada perayaan Imlek. (ana)

Hadiri Peringatan Hari Republik India , Presiden Prabowo Jalin Berbagai Kerja Sama Baru

Presiden Prabowo hadiri peringatan Hari Republik India yang ke-76.
Presiden Prabowo hadiri peringatan Hari Republik India yang ke-76.

PANTAUBALI.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengunjungi New Delhi, India pada 23-26 Januari 2025, dalam rangka peringatan Hari Republik India yang ke-76. Selama kunjungannya, Prabowo diundang sebagai tamu kehormatan untuk menghadiri acara tersebut.

“Saya diundang untuk hadir sebagai tamu kehormatan pada Perayaan Ke-76 Hari Republik India, yaitu 26 Januari 2025,” kata Prabowo, sebagaimana dikutip dari laman resmi Presiden RI.

India memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Indonesia, terutama pada tahun 1949 ketika India memberikan bantuan berupa obat-obatan dan dukungan finansial untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa India adalah sahabat sejati Indonesia dan mitra strategis yang penting.

Sebagai bagian dari partisipasi Indonesia dalam perayaan tersebut, Indonesia mengirimkan kontingen pasukan TNI, yang terdiri dari pasukan defile dan drumben. Pasukan Indonesia berada di urutan ketiga setelah pasukan pembuka dan veteran. Sebanyak 352 prajurit TNI berpartisipasi dalam perayaan yang dihadiri oleh berbagai negara tersebut.

Selain menghadiri perayaan, Presiden Prabowo juga bertemu dengan Presiden India, Droupadi Murmu, di Istana Kepresidenan India, Rashtrapati Bhavan. Pertemuan ini diikuti dengan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Hyderabad House. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas kerja sama strategis dalam berbagai bidang.

Pada 25 Januari 2025, Indonesia dan India menandatangani beberapa Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup sejumlah sektor penting, termasuk perdagangan, investasi, pariwisata, kesehatan, energi, kecerdasan buatan (AI), serta kerja sama di bidang keamanan dan teknologi digital.

Berikut adalah lima kesepakatan yang tercapai dalam penandatanganan MoU antara Indonesia dan India:

  1. Kerja Sama Kesehatan: Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Kesehatan Indonesia dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India.
  2. Pengawasan Obat Tradisional: Kerja sama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia dan Komisi Pharmacopoeia India dalam pemastian mutu obat tradisional.
  3. Pengembangan Digital: Kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia dengan Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India dalam
  4. pengembangan digital.
    Keamanan Maritim: Kerja sama antara Badan Keamanan Laut Indonesia dan Penjaga Pantai India dalam keselamatan dan keamanan maritim.
  5. Pertukaran Budaya: Program pertukaran budaya antara Kementerian Kebudayaan Indonesia dan Kementerian Kebudayaan India untuk periode 2025-2028.

Kunjungan Presiden Prabowo ke India menunjukkan kedekatan hubungan antara kedua negara, dengan harapan dapat meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang. (*)

Makna Perayaan Hari Suci Siwaratri Bagi Umat Hindu

Dewa Siwa sebagai manivestasi yang dipuja saat Siwaratri. (foto:freepik)
Dewa Siwa sebagai manivestasi yang dipuja saat Siwaratri. (foto:freepik)

PANTAUBALI.COM – Hari ini, Senin (27/1/2025) umat Hindu memperingati hari suci Siwaratri. Berdasarkan kalender Bali, hari suci Siwaratri diperingati setiap satu tahun sekali saat Tilem (bulan mati) kepitu atau bulan ketujuh. Pada hari suci ini, umat Hindu melaksanakan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa.

Jika diartikan, Siwaratri berasal dari kata “siwa” dan “ratri”. Dalam bahasa Sansekerta, kata Siwa berarti baik hati, memberikan harapan, membahagiakan dan suka memaafkan.

Siwa merupakan nama kehormatan manifestasi Tuhan yaitu Dewa Siwa yang dalam Hindu diyakini sebagai pelebur atau pemrelina. Sementara, Ratri berarti malam atau kegelapan. Sehingga kata Siwaratri dapat berarti pelebur kegelapan untuk menuju jalan terang.

Namun, sebagian besar masyarakat memaknai Siwaratri sebagai malam penghapusan dosa, padahal makna sejati dari Siwaratri ialah malam perenungan suci untuk mengintrospeksi diri atas perbuatan dan dosa-dosa yang telah diperbuat selama hidup.

Tujuannya ialah sebagai pengingat setiap umat manusia untuk selalu meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik kedepannya.

Disamping itu, Siwaratri juga tidak lepas dari cerita seorang pemburu binatang bernama Lubdaka yang ditulis oleh Mpu Tanakung. Kisah Lubdaka pun menjadi pembelajaran untuk introspeksi diri merenungkan segala dosa untuk masa depan yang lebih baik.

Saat malam Siwaratri, umat Hindu juga melakukan ritual/brata dengan tidak tidur semalaman. Ritual ini juga disebut Jagra yang artinya mengendalikan tidur. Makna dari ritual ini sendiri yakni agar panca indra dibuka sepenuhnya dan diisi dengan ajaran suci untuk tetap mawas diri

Selain itu, ada beberapa bentuk brata yang biasa dilakukan diantaranya Mona Brata yakni menahan diri dalam kata-kata atau diam dan tidak berbicara. Ritual ini dilakukan selama 12 jam dari pagi hingga malam, tepatnya pukul 06.00 hingga 18.00.

Kemudian, Upawasa yang dilakukan selama 24 jam yaitu mengatur makan dan minum, bermakna mengatur diri sendiri dari keterikatan duniawi. (ana)

Wanita Muda di Bali Curi Perhiasan Mantan Suami Karena Terlilit Utang, Kerugian Capai Rp 60 Juta

NWSP kini ditahan di Polsek Abiansemal dan dijerat dengan Pasal 362 KUHP. (Istimewa)
NWSP kini ditahan di Polsek Abiansemal dan dijerat dengan Pasal 362 KUHP. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang wanita berinisial NWSP (29) ditangkap polisi setelah terbukti mencuri perhiasan emas milik mantan suaminya, I Komang M (39), yang bernilai Rp 60 juta.

Kejadian ini berlangsung di rumah korban di Desa Abiansemal, Bali, dan terjadi pada Kamis, 2 Januari 2025. Polisi berhasil menangkap tersangka pada Kamis malam, 23 Januari 2025, di sebuah penginapan di Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung.

Kasi Humas Polres Badung, IPDA I Putu Sukarma, menjelaskan bahwa perhiasan berupa kalung dan gelang emas 24 karat, masing-masing seberat 20 gram, hilang dari lemari di rumah korban ketika ia sedang bekerja.

Sebelum kehilangan tersebut, ibu dan adik korban sempat melihat NWSP datang ke rumah untuk menemui anaknya, lalu membawa anak tersebut ke kamar korban dan menutup pintu.

“Meski adik korban sempat mengingatkan NWSP, tersangka tetap melanjutkan aksinya,” jelas Sukarma.

Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menemukan pelaku bersembunyi di sebuah penginapan di Klungkung. Tersangka diamankan tanpa perlawanan dan barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy yang digunakan dalam aksi pencurian tersebut turut disita.

Dalam pemeriksaan, NWSP mengaku telah mencuri perhiasan itu dan langsung menggadaikannya di Denpasar seharga Rp 13,5 juta untuk membayar utang. Polisi kini sedang melanjutkan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak yang menerima gadai perhiasan tersebut.

NWSP kini ditahan di Polsek Abiansemal dan dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. (*)

WN Prancis Jatuh ke Jurang di Pejaten Akibat Jalan Berlubang 

WNA perempuan bernama Calvi (70), terperosok ke jurang di jalan umum jurusan Pejaten-Bedha, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (26/1/2025) pagi.
WNA perempuan bernama Calvi (70), terperosok ke jurang di jalan umum jurusan Pejaten-Bedha, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (26/1/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang Warga Negara Asing (WNA) laki-laki bernama Calvi (70), terperosok ke jurang di jalan umum jurusan Pejaten-Bedha, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (26/1/2025) pagi.

WNA Prancis tersebut terperosok ke jurang akibat menghindari jalan berlubang saat mengendarai sepeda motor. Korban mengalami patah tulang dan kini mendapatkan perawatan di RSUD Tabanan.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Saat itu, Calvi yang mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi DK-6563-ADK melaju dari arah Barat menuju Timur.

Setibanya di lokasi kejadian di Banjar Pangkung, Desa Pejaten, korban diduga melintasi jalan berlubang sehingga kehilangan kendali dan jatuh ke jurang.

“Korban jatuh ke jurang yang berada di sisi Utara jalan,” kata Iptu Berata.

Adapun kejadian tersebut diketahui oleh warga sekitar dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Korban mengalami patah tangan kiri, patah pinggang kiri, serta luka lecet pada bahu dan wajah.

Sementara, Kendaraan korban mengalami kerusakan berupa lecet pada bagian sayap depan, body kiri, serta pecah pada bagian belakang. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 500.000.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Tabanan, Polsek Kediri, Polsek Kota, BPBD Tabanan, serta warga sekitar, lantas melakukan evakuasi korban dan kendaraannya.

“Saat ini korban dalam keadaan sadar dan sedang dirawat di RSUD Tabanan,” terangnya. (ana) 

5 Makanan Khas Perayaan Imlek yang Sarat Makna

Jeruk makanan khas imlek.
Jeruk makanan khas imlek.

PANTAUBALI.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan tradisi budaya yang sarat makna, termasuk dalam hal makanan. Setiap hidangan yang disajikan memiliki filosofi dan simbol tertentu, mencerminkan harapan serta doa untuk keberuntungan dan kemakmuran. Berikut adalah lima makanan khas yang biasanya hadir dalam perayaan Imlek:

1. Jeruk

Buah jeruk, terutama berbagai jenisnya seperti jeruk mandarin dan jeruk Bali, menjadi simbol keberuntungan dan kemakmuran. Dalam bahasa China, jeruk disebut “jú” yang berarti keberuntungan.

Sementara jeruk Bali disebut “youzi,” yang melambangkan kelimpahan. Tradisi menyajikan jeruk saat Imlek telah berlangsung sejak Dinasti Qing, awalnya dipercaya untuk mengusir roh jahat.

2. Dumpling

Dumpling atau jiaozi merupakan makanan yang wajib hadir saat Imlek. Hidangan ini pertama kali diperkenalkan oleh Zhang Zhongjing, seorang ahli pengobatan, dan berbentuk menyerupai kantung uang, melambangkan kekayaan. Kata jiaozi juga memiliki kesamaan fonetik dengan perubahan dari yang lama ke yang baru, menjadikannya simbol keberuntungan.

3. Ikan

Ikan, dalam bahasa China disebut “yu,” memiliki arti melimpah. Karena itu, penyajian ikan utuh menjadi tradisi penting saat Imlek. Ketika menyantapnya, tulang ikan tidak boleh dibalik untuk menjaga maknanya, melainkan diangkat secara hati-hati untuk menikmati bagian bawahnya.

4. Beras Ketan

Beras ketan yang lengket sering diolah menjadi berbagai hidangan, baik manis maupun gurih. Lengketnya melambangkan hubungan erat dalam keluarga, sementara rasanya yang manis menggambarkan keharmonisan. Tradisi ini telah ada sejak Dinasti Tang, di mana beras ketan disebut yuanxiao atau tangyuan.

5. Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam, pakcoy, dan lettuce menjadi elemen penting dalam hidangan Imlek. Sayuran ini dipercaya membawa keberuntungan, sehingga kerap dihidangkan sebagai campuran atau dimasak terpisah.

Kelima makanan ini tidak hanya memperkaya cita rasa perayaan Imlek, tetapi juga menjadi simbol harapan baik bagi tahun yang akan datang. (ana)

Manfaat Air Rebusan Jagung Bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Manfaat air rebusan jagung. (Foto: freepik)
Manfaat air rebusan jagung. (Foto: freepik)

PANTAUBALI.COM – Jagung rebus adalah camilan yang banyak disukai. Namun air rebusannya sering kali dibuang. Padahal, air rebusan jagung mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Adapun kandungan nutrisi pada jagung yakni protein, karbohidrat, serat, dan lemak sehat. Selain itu, jagung mengandung berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin B3, B5, B6, B9 (folat), serta potasium. Tidak hanya itu, jagung juga tinggi antioksidan yang melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Selama proses perebusan, banyak senyawa aktif dari jagung yang larut ke dalam air, sehingga layak untuk dimanfaatkan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah manfaat Air rebusan jagung:

1. Kesehatan Tulang

Air rebusan jagung mengandung fosfor, magnesium, dan kalsium yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang. Vitamin K di dalamnya juga membantu penyerapan kalsium, memperkuat struktur tulang.

2. Perawatan Kulit

Antioksidan dalam air rebusan jagung mampu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan sinar UV.

3. Mencegah Kanker

Kandungan antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin dapat mencegah kerusakan oksidatif, yang menjadi salah satu penyebab kanker.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Serat pada air rebusan jagung membantu menurunkan kadar kolesterol, sedangkan asam folatnya mampu mengontrol kadar homosistein, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

5. Mendukung Penurunan Berat Badan

Tingginya serat dalam air rebusan jagung mengurangi penyerapan kalori, sehingga membantu proses penurunan berat badan. Senyawa lutein dan zeaxanthin juga mencegah penumpukan lemak.

6. Mencegah Diabetes

Serat dalam air rebusan jagung membantu mengatur gula darah, sehingga efektif untuk mencegah diabetes.

7. Kesehatan Mata

Lutein dan zeaxanthin pada air rebusan jagung melindungi mata dari kerusakan akibat sinar UV dan mencegah degenerasi makula.

Untuk mendapatkan manfaat ini, rebus jagung hingga empuk agar nutrisi larut ke dalam air. Pastikan jagung dicuci bersih sebelum direbus agar airnya aman untuk diminum.

Dengan mengonsumsi air rebusan jagung, Anda tidak hanya menikmati rasa jagung rebus, tetapi juga memperoleh manfaat kesehatan. (ana)

Makna Ucapan Populer Saat Perayaan Imlek

Perayaan imlek. (Foto: Freepik)
Perayaan imlek. (Foto: Freepik)

PANTAUBALI.COM – Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 29 Januari 2025 akan segera dirayakan oleh masyarakat Tionghoa. Perayaan ini identik dengan angpao dan berbagai ucapan dalam bahasa Mandarin. Berikut adalah beberapa ucapan yang sering terdengar saat Imlek beserta maknanya:

1. Xin Nian Kuai Le

Ucapan ini merupakan cara umum untuk mengucapkan selamat Tahun Baru. “Xin Nian” berarti “Tahun Baru,” dan “Kuai Le” berarti “Bahagia.” Secara keseluruhan, “Xin Nian Kuai Le” berarti “Selamat Tahun Baru” atau “Semoga Tahun Baru membawa kebahagiaan.” Ucapan ini biasa digunakan untuk menyapa keluarga, teman, dan rekan kerja.

2. Gong Xi Fa Cai

Ucapan ini paling sering terdengar, terutama saat memberikan angpao atau berkumpul dengan keluarga. “Gong Xi” berarti “Selamat,” sedangkan “Fa Cai” bermakna “Mendapatkan rezeki” atau “Menjadi kaya.” Jadi, “Gong Xi Fa Cai” berarti “Selamat dan semoga kamu mendapatkan banyak rezeki” atau “Selamat dan semoga kaya raya.”

3. Kiong Hi

“Kiong Hi” adalah versi singkat dari “Gong Xi” dalam bahasa Hokkien. Artinya tetap sama, yaitu “Selamat.” Ucapan ini sangat populer di kalangan masyarakat Tionghoa peranakan di Indonesia dan sering digunakan saat perayaan Imlek.

4. Angpao Na Lai

Ungkapan ini sering digunakan oleh anak-anak dengan nada ceria. “Angpao” merujuk pada amplop merah berisi uang, sedangkan “Na Lai” berarti “Bawa sini” atau “Berikan.” Secara keseluruhan, “Angpao Na Lai” berarti “Angpao, beri sini!” Ungkapan ini menjadi salah satu tradisi khas yang penuh keceriaan selama Imlek.

Setiap ucapan ini mencerminkan doa, harapan, dan kegembiraan dalam menyambut Tahun Baru Imlek. (ana)

Truk OC Tabrak Warung di Pinggir Jalan Denpasar-Gilimanuk, Kerugian Capai Puluhan Juta

Truk Isuzu kecelakaan tunggal dan timpa warung di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu (25/1/2025) sekitar pukul 13.00 WITA. 
Truk Isuzu kecelakaan tunggal dan timpa warung di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu (25/1/2025) sekitar pukul 13.00 WITA. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Truk Isuzu dengan nomor polisi AA-9058-EE mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu (25/1/2025) sekitar pukul 13.00 WITA.

Truk tersebut menabrak sebuah warung yang ada di pinggir jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan pada warung dengan total kerugian mencapai puluhan juta.

Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Nyoman Artadana menjelaskan, kecelakaan berawal saat pengemudi truk bernama Kukuh Gani Setiawan (31) asal Temanggung, Jawa Tengah, melaju dari arah barat (Gilimanuk) menuju timur (Denpasar). Sesampainya di lokasi kejadian, truk mencoba mendahului kendaraan di depannya. Namun, dari arah berlawanan datang truk lain yang tidak diketahui identitasnya.

“Untuk menghindari tabrakan, pengemudi truk membanting setir ke kiri hingga kendaraan oleng dan terbalik. Bagian depan truk kemudian menimpa emperan warung,” kata AKP Artadana.

Adapun warung yang tertimpa truk diketahui milik I Made Adi Asta (44), warga Banjar Dinas Megati Kelod, Desa Megati. Bagian depan warung rusak parah, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp35 juta.

Selain itu, dua pengontrak warung juga mengalami kerugian akibat insiden ini. Mereka adalah Nur Hayati (34), warga asal Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami kerusakan pada dua rombong beserta isinya dengan kerugian Rp50 juta dan Aceng Gunawan (50), warga Abian Tuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, melaporkan kerusakan dua kursi sofa dengan kerugian Rp500 ribu. Sementara pengemudi truk selamat tanpa luka serius.

“Personel sudah ke lokasi kejadian melaksanakan pengaturan lalin agar tidak terjadi kemacetan. Sedangkan truk yang jatuh menimpa warung sudah kami evakuasi dengan ditarik menggunakan dua truk lain,” tambah Artadana. (ana)