- Advertisement -
Beranda blog Halaman 293

Warganet Keluhkan PPN 12% untuk QRIS, Ini Penjelasan Kemenkeu

Tahun 2025, Pembayaran QRIS juga turut dikenai PPN 12%. (Foto: IKPI)
Tahun 2025, Pembayaran QRIS juga turut dikenai PPN 12%. (Foto: IKPI)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% untuk transaksi menggunakan QRIS mulai tahun depan menuai keluhan dari warganet. Menanggapi hal ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi terkait aturan tersebut.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Dwi Astuti, menegaskan bahwa pengenaan PPN atas transaksi elektronik bukanlah kebijakan baru. Menurutnya, hal ini telah diatur sejak lama dalam Undang-Undang PPN Nomor 8 Tahun 1983 yang mulai berlaku pada 1 Juli 1984.

“Pengenaan PPN atas jasa layanan uang elektronik bukanlah objek pajak baru. Ketentuan ini sudah ada sejak diberlakukannya UU PPN Nomor 8 Tahun 1983,” jelas Dwi Astuti, dikutip dari Antara, Jumat (20/12/2024).

Peraturan tersebut kemudian diperbarui melalui UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Dalam UU HPP, layanan uang elektronik tidak termasuk kategori yang dibebaskan dari PPN.

Layanan yang dikenakan PPN mencakup uang elektronik (e-money), dompet elektronik (e-wallet), gerbang pembayaran, switching, kliring, penyelesaian akhir, dan transfer dana. PPN dikenakan pada biaya layanan atau komisi yang dibebankan kepada penyelenggara, seperti biaya registrasi, top-up saldo, pembayaran transaksi, transfer dana, dan tarik tunai.

Hal serupa berlaku pada layanan dompet elektronik, termasuk biaya pembayaran tagihan dan layanan paylater. PPN juga diterapkan pada biaya merchant discount rate (MDR). Namun, nilai uang elektronik itu sendiri, seperti saldo, bonus point, reward point, dan transaksi transfer dana murni, tidak dikenakan PPN. (sm)

Pemprov Bali Luncurkan SIGENTING untuk Tangani Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Acara Kolaborasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, Sabtu (21/12/2024).
Acara Kolaborasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, Sabtu (21/12/2024).

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan platform SIGENTING (Sistem Monitoring Pencegahan Kemiskinan dan Stunting) untuk mengatasi permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Platform ini bertujuan untuk mendata, mengukur, memantau, mengevaluasi, dan memberikan intervensi pada balita atau keluarga yang berisiko stunting dan kemiskinan ekstrem.

Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya mengatakan, masalah stunting pada balita bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut ketidakadilan sosial.

Asupan gizi yang tidak memadai dan pola asuh yang salah menjadi faktor utama yang menghambat tumbuh kembang balita, sehingga berpotensi merugikan masa depan anak-anak tersebut.

“Di daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi, kita melihat masih banyak keluarga yang kualitas hidupnya kurang, yang berdampak pada kebahagiaan mereka,” ujar Mahendra Jaya saat menghadiri acara Kolaborasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, Sabtu (21/12/2024).

Untuk menanggulangi masalah ini, lanjut Mahendra Jaya Pemprov Bali terus melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan meluncurkan platform SIGENTING.

“Dengan aplikasi ini, kita dapat mengakses data stunting di Bali secara real-time, untuk mendapatkan informasi yang valid dan akurat dalam memastikan program intervensi yang tepat,” terangnya.

Mahendra Jaya juga mengungkapkan, hasil survei Kesehatan Indonesia 2023 yang menunjukkan penurunan prevalensi stunting di Bali menjadi 7,2 persen, turun 0,8 poin dari tahun sebelumnya.

Hal ini menandakan Bali sebagai provinsi dengan tingkat stunting terendah di Indonesia, berkat upaya kolaboratif yang dilakukan oleh berbagai pihak.

Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71,8 miliar untuk program Percepatan Penurunan Stunting tahun 2024. Dana ini akan difokuskan pada intervensi di 166 desa yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Selain itu, telah dibentuk 3.327 Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader PKK, dan kader KB, yang bertugas mendampingi keluarga berisiko stunting.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji yang juga hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi langkah Pemprov Bali dan mengatakan pengentasan stunting memerlukan sinergitas serta kerja sama seluruh komponen masyarakat.

Menurutnya upaya penanganan stunting di tiap daerah berbeda, disesuaikan dengan kondisi serta budaya dari daerah masing-masing. (ana)

Lamaran Ditolak Kekasih, Buruh Proyek di Kuta Selatan Depresi dan Nyaris Akhiri Hidup

AA nyaris akhiri nyawa lantaran depresi lamaran ditolak sang kekasih.
AA nyaris akhiri nyawa lantaran depresi lamaran ditolak sang kekasih.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aksi nekat seorang buruh proyek berinisial AA (18) sempat menghebohkan warga di kawasan Banjar Bakung Sari, Ungasan, Kuta Selatan, pada Sabtu (21/12/2024) pagi. Pria asal Jember, Jawa Timur, tersebut mencoba mengakhiri hidup dengan melompat dari lantai tiga bangunan proyek tempatnya bekerja di Jalan Kahuripan 4. Dugaan awal menyebutkan, AA merasa frustrasi setelah lamaran pernikahannya ditolak oleh sang kekasih.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 WITA. Kejadian bermula ketika seorang saksi bernama Pendrik (37) menerima telepon dari istrinya yang mengabarkan bahwa adiknya, AA, berada di lantai atas bangunan dan mengancam akan melompat karena tekanan emosional.

Sebelum aksi tersebut, AA diketahui sempat mengonsumsi minuman keras jenis arak. Ia juga berbicara dengan istrinya di lantai bawah, berpamitan dengan niat untuk mengakhiri hidupnya.

“Panik dengan situasi itu, sang istri langsung berteriak meminta bantuan pekerja proyek lain,” ungkap Sukadi.

Sejumlah pekerja proyek berusaha menenangkan dan menghentikan aksi AA. Namun, korban yang berada dalam kondisi emosional sempat mengamuk, sehingga mereka memutuskan untuk mengikat tubuhnya dengan tali demi mencegahnya melompat. Setelah berhasil dievakuasi ke lantai satu, AA terlihat tidak memakai baju, hanya mengenakan celana pendek, dan terus memberontak.

Menurut saksi di lokasi, AA juga mengeluarkan busa dari mulutnya, diduga akibat konsumsi minuman keras. Para pekerja segera mencari bantuan dengan menghubungi Masjid Palapa untuk meminta ambulans.

“Korban akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Bali Jimbaran guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” terang Sukadi. (sm)

Pekarangan Rumah Warga di Kediri Tergerus Longsor, Tiga Kamar Kos dan Dua Motor Hanyut

Kondisi rumah warga di Perumahan Kavling Mahapertiwi, Banjar Jagasatru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri usai tergerus longsor Sabtu (21/12/2024). 
Kondisi rumah warga di Perumahan Kavling Mahapertiwi, Banjar Jagasatru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri usai tergerus longsor Sabtu (21/12/2024). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selain menyebabkan banjir di beberapa titik jalan dan perumahan, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan sejak Sabtu (21/12/2024) pagi juga mengakibatkan tanah longsor.

Tanah longsor terjadi di Perumahan Kavling Mahapertiwi, Banjar Jagasatru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri sekitar pukul 09.00 WITA. Akibat kejadian ini, pekarangan rumah beserta tiga kamar kos dan garase milik warga bernama Saniyasari (24) tergerus longsor.

Selain itu, dua unit motor juga sempat hanyut terbawa derasnya aliran sungai yang berada di belakang bangunan rumah kos.

“Dua motor yang hanyut yakni Honda Beat dan Yamama Vixion milik penghuni kos namun sudah ditemukan,” ungkap Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata.

Ia menyebut, longsor disebabkan oleh hujan deras yang mengakibatkan meluapnya aliran air Sungai Yeh Datu hingga menggerus area permukaan pekarangan rumah milik warga seluas 10×3 meter.

“Air sungai meluap dengan arus deras, menyebabkan pekarangan rumah tergerus dan akhirnya longsor,” jelasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material akibat tanah longsor ini diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

“Anggota sudah ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi kerusakan yang terjadi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” tambah Berata. (ana)

Ide Merayakan Tahun Baru Agar Tidak Monoton

Camping bersama keluarga. (foto: Settocamp)
Camping bersama keluarga. (foto: Settocamp)

PANTAUBALI.COM – Perayaan tahun baru biasanya menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Menyalakan kembang api, pesta makan malam bersama keluarga hingga karaoke adalah kegiatan yang sudah sering dilakukan.

Namun, kegiatan seperti itu sudah terlalu biasa dan monoton. Kamu harus mencoba kegiatan yang berbeda agar perayaan pergantian tahun terasa berkesan.

Berikut adalah beberapa ide kegiatan yang bisa dilakukan untuk merayakan tahun baru agar tidak monoton.

  1. Camping

Camping atau berkemah di alam terbuka bersama teman atau saudara menjadi ide menyenangkan untuk merakan tahun baru. Kamu bisa menikmati indahnya alam terbuka dengan ditemani api unggun dan BBQ bersama sambil berbagi cerita.

Kegiatan ini bisa menjadi cara untuk merefleksikan perjalanan selama satu tahun terakhir. Manfaatkan juga momen ini untuk menyusun rencana selama satu tahun ke depan.

2. Mendaki Gunung

Selain camping, mendaki gunung juga bisa menjadi pilihan kegiatan saat perayaan tahun untuk mencari pengalaman baru. Suasana alam yang tenang dan udara segar menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan diri dan menyusun resolusi tahun baru.

Selain itu, mendaki gunung juga membantu kamu untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan menumbuhkan semangat baru di tahun mendatang.

3. Menginap di Vila

Jika kamu tinggal di wilayah perkotaan, kegiatan menginap di vila bersama keluarga atau teman menjadi ide perayaan tahun yang menyenangkan. Pilih vila yang berlokasi jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, seperti di tengah persawahan atau hujan.

4. Mengikuti kegiatan volunter

Berbagai kegiatan volunter seperti membagikan makanan, memberi bantuan ke panti atau kegiatan sosial lainnya menjadi ide perayaan tahun baru yang bisa dicoba. Kegiatan semacam ini tidak hanya memberikan manfaat kepada orang yang menerima bantuan, tetapi juga membawa kebahagiaan untuk diri sendiri.

Tanpa Alasan Jelas, Gede Adi Aniaya Pria di Denpasar

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tanpa alasan yang jelas, seorang pria bernama I Gede Adi Putra (28) menganiaya korban bernama I Ketut Gampin (27) di depan Warung Sate Madura, Jalan Nagasari, Desa Penatih Dangri, Denpasar Timur. Kejadiam itu terjadi pada Selasa, 17 Desember 2024, sekitar pukul 11.45 WITA.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi membeberkan bahwa awalnya korban  hendak membeli nasi menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba saat tiba di lokasi, korban dihentikan oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah.

Pelaku yang didampingi seorang perempuan, bertanya kepada korban, “Kamu orang Jawa?” Korban menjawab, “Tidak, saya orang Bali.”

“Pelaku langsung memukul korban dengan tangan kanan yang mengepal, sebanyak empat kali,” terang Sukadi, Sabtu (21/12).

Pukulan tersebut mengenai hidung korban dua kali, pipi kiri sekali, dan belakang telinga kiri sekali. Setelah itu, pelaku juga menendang korban di bagian pinggul kiri.

“Usai menganiaya korban, pelaku melarikan diri ke arah Gianyar,” tambahnya.

Akibatnya korban mengalami luka pada hidung yang mengeluarkan darah dan pembengkakan pada pipi kiri. Ia pun membuat laporan ke kantor polisi. Setelah menerima laporan, tim Opsnal Polsek Dentim melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang didapat, tim berhasil mengetahui keberadaan pelaku di wilayah Singapadu, Sukawati, Gianyar dan berhasil mengamankannya beserta barang bukti.

“Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya dengan menganiaya korban,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 1 helm warna putih, 1 kaos warna hitam, 1 celana jeans warna hitam dan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah doff

Pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek Denpasar Timur untuk proses hukum lebih lanjut.  (Sm)

DPRD Denpasar Sahkan Ranperda Ogoh-Ogoh, Apa Saja yang Diatur?

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Setelah melalui proses pembahasan yang panjang dan mendalam, termasuk diskusi antara legislatif dan eksekutif serta masukan dari berbagai pihak, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pelestarian Ogoh-ogoh akhirnya disepakati.

Keputusan tersebut diumumkan dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun 2024 DPRD Kota Denpasar, yang dilaksanakan di Gedung DPRD Kota Denpasar pada Jumat, 20 Desember 2024. Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, turut hadir dalam momen tersebut.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, I Wayan Mariana Wandhira, Ida Bagus Yoga Adi Putra, dan I Made Oka Cahyadi Wiguna. Selain itu, hadir juga Forkopimda Kota Denpasar, segenap anggota DPRD Kota Denpasar, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan bahwa Ranperda tentang pelestarian ogoh-ogoh berpedoman pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang bertujuan memberikan perlindungan dan pelestarian terhadap warisan budaya.

Ogoh-ogoh, sebagai salah satu warisan budaya Bali, menggabungkan unsur keagamaan dan tradisi, yang erat kaitannya dengan perayaan Nyepi, yang memiliki makna mendalam sebagai simbol netralisasi butha kala dan harmonisasi alam semesta.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat kekhawatiran terkait hilangnya nilai spiritual dan keagamaan dalam upacara ogoh-ogoh serta penurunan kualitas pembuatan dan penyelenggaraan pawai. Dengan adanya Ranperda ini, diharapkan tradisi ogoh-ogoh dapat tetap terjaga kualitasnya, tidak hanya sebagai tontonan, tetapi tetap memiliki makna spiritual dan budaya yang kuat.

Ranperda ini mencakup berbagai aspek penting, seperti keselamatan, waktu pelaksanaan, dan jalur pawai. Hal ini diharapkan dapat menghindari gangguan ketertiban umum, kemacetan, serta potensi bentrokan antar kelompok masyarakat. Selain itu, regulasi ini memberikan legitimasi hukum bagi pemerintah daerah dalam melakukan pelestarian budaya, meningkatkan kualitas pawai, mendukung seniman lokal, memberikan edukasi kepada generasi muda, melindungi lingkungan, meningkatkan potensi pariwisata, serta melindungi hak cipta dan partisipasi masyarakat.

“Kami menyadari bahwa setiap kebijakan tentu menghadapi tantangan dan perbedaan pandangan. Namun, berkat sinergi antara legislatif dan eksekutif, serta dukungan semua pihak, kami dapat menyelesaikan pembahasan Ranperda ini dengan penuh tanggung jawab,” tambah Arya Wibawa.

Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, memberikan apresiasi atas terselesaikannya pembahasan Ranperda ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran Perda ini sangat penting dalam upaya menjaga kelestarian tradisi ogoh-ogoh, termasuk pakem-pakem yang ada.

“Semoga pembahasan Ranperda ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para yowana, dalam menjaga pakem dan kesenian ogoh-ogoh di Kota Denpasar,” ujarnya.

Dalam sidang tersebut, seluruh fraksi DPRD Kota Denpasar menyetujui Ranperda tentang Pelestarian Ogoh-ogoh, yang nantinya akan ditetapkan menjadi Perda. (sm)

Hujan Deras, Jalan Bypass Tanah Lot hingga Rumah Warga Terendam Banjir

Kondisi jalan Bypass Tanah Lot, Beraban Kediri,Tabanan tergenang banjir Sabtu (21/12/2024).
Kondisi jalan Bypass Tanah Lot, Beraban Kediri,Tabanan tergenang banjir Sabtu (21/12/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali pada Sabtu (21/12/024) pagi menyebabkan banjir di sejumlah titik daerah. Salah satunya terjadi di wilayah Kabupaten Tabanan.

Sejumlah titik jalan hingga perumahan warga terendam banjir. Seperti di jalur Bypass Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, yang merupakan jalur utama menuju Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot.

Dari informasi, jalan menuju Tanah Lot itu tergenang banjir setinggi setengah meter. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan baik mobil maupun motor tidak bisa melintas. Beberapa kendaraan harus putar arah untuk mencari jalur alternatif.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan adanya banjir di titik jalan Bypass Soekarno. Ia menyebut, daerah tersebut memang kerap menjadi langganan banjir ketika terjadi hujan deras.

Penyebab utama banjir ialah penyempitan gorong-gorong akibat dari pembangunan senderan saluran air. Sehingga ketika terjadi hujan deras, air yang berasal dari luapan irigasi sawah dan pemukiman warga tidak dapat mengalir dengan lancar.

“Selain itu, di selatan gorong-gorong ada kabel melintang yang juga mempersempit aliran air,” jelasnya.

Atas kondisi itu, pihaknya pun sebelumnya sudah mengusulkan perbaikan ke dinas terkait untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan. “Kami sudah sempat mengusulkan ke Dinas PUPR provinsi untuk membantu melakukan perbaikan,” ujarnya.

Selain jalan Bypass Soekarno, Srinadha Giri menyebut, banjir juga merendam salah satu rumah warga di Banjar Anyar, Kediri. Posisi rumah tersebut memang lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya. “Tim kami masih melakukan penanganan di rumah warga tersebut. Namun kondisi sudah aman,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati selama musim hujan yang diprediksi akan terjadi selama akhir tahun 2024, terutama terhadap potensi pohon tumbang, tanah longsor dan banjir.

Masyarakat juga diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan dan rutin membersihkan saluran air untuk mengindari banjir saat hujan deras.  (ana)

Pj Gubernur Bali: Upacara Adat Penggerak Perekonomian, Bukan Pemborosan

Pj Gubernur Bali menerima audiensi pengurus Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) di Jayasabha, Denpasar, Jumat (20/12/2024).
Pj Gubernur Bali menerima audiensi pengurus Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) di Jayasabha, Denpasar, Jumat (20/12/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyebut upacara adat di Bali bukanlah bentuk pemborosan, melainkan cara menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Ekonomi berputar melalui kegiatan adat dan upacara,” ujar Mahendra Jaya saat menerima audiensi dari pengurus Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) di Jayasabha, Denpasar, Jumat (20/12/2024).

Ia juga menyampaikan, keberagaman pasemetonan yang ada di Bali seharusnya menjadi kekuatan, bukan malah terkotak-kotak. Keberadaan pasemetonan juga sangat mendukung pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti kemiskinan, stunting, dan masalah sosial lainnya.

“Banyak warna, tapi akarnya satu. Keberagaman ini memperindah kerukunan, bukan memecah belah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MGPSSR Pusat, Prof. Wayan Wita mengatakan, di Bali sendiri terdiri sekitar 39 pasemetonan. Yang mana, 18 di antaranya sudah membentuk struktur organisasi. Mereka berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada adat dan agama, tetapi juga menangani isu-isu sosial yang terjadi di Bali.

“Dengan adanya pasemetonan, kami tidak ingin mengkotak-kotakkan diri, melainkan memperkaya keberagaman budaya yang menjadikan Bali lebih indah,” ungkap Prof. Wita.

Ia juga menyampaikan, organisasi ini secara rutin menyelenggarakan pesamuhan agung setiap tahun dan Mahasabha setiap lima tahun sekali sebagai bagian dari konsolidasi internal dan pemeliharaan nilai-nilai luhur.

Dengan semangat kebersamaan, MGPSSR diharapkan terus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, memperkuat identitas budaya, serta membantu mengatasi berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat Bali. (ana) 

Sekda Dewa Indra Sebut Ada Tiga Faktor Penyumbang Inflasi di Bali Selama Nataru

High-Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelang Nataru, di Ruang Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Jumat (20/12/2024).
High-Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelang Nataru, di Ruang Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Jumat (20/12/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 berpotensi menaikkan angka inflasi akibat kebutuhan masyarakat terhadap barang-barang pokok meningkat.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyebutkan ada tiga faktor utama penyumbang inflasi yang perlu diantisipasi oleh jajaran TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota selama Nataru.

Pertama, meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan barang-barang pokok strategis, baik dari penduduk lokal maupun wisatawan.

“Hal ini tak hanya untuk masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke Bali. Berdasarkan data PHRI, tingkat hunian hotel diprediksi mencapai minimal 80 persen,” jelasnya saat High-Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelang Nataru, di Ruang Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Jumat (20/12/2024).

Faktor kedua yakni cuaca ekstrem yang melanda Bali. Informasi dari BMKG menyebutkan cuaca ekstrem ini berpotensi mengganggu pasokan kebutuhan pokok strategis. “Jika tidak ditangani, gangguan pasokan ini dapat mempengaruhi angka inflasi,” ungkap Dewa Indra.

Ketiga, penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen mulai 1 Januari 2025. Dewa Indra berharap kebijakan ini tidak memicu pembelian berlebihan oleh masyarakat sebelum penerapannya. “Kita harus waspada agar efek psikologis akibat kebijakan ini tidak berdampak pada kenaikan harga,” ujarnya.

Ia pun meminta TPID di tingkat kabupaten/kota untuk merapatkan barisan dan merancang program pengendalian inflasi. Serta mendorong kolaborasi antara  Perusahaan Umum Daerah (Perumda) lintas kabupaten/kota untuk menjaga ketersediaan dan keamanan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

“Perhatikan komoditas yang berpotensi menyumbang inflasi. Pastikan kebutuhan masyarakat saat Nataru terpenuhi,” tegasnya.

Dewa Indra menambahkan, angka inflasi Bali pada November 2024, yaitu 0,50 pesen secara month-to-month (mtm) dan 2,50 persen secara year-on-year (yoy).

Komoditas penyumbang inflasi meliputi bawang merah, tomat, dan cabai. Namun, ia memastikan stok beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pangan lainnya mencukupi.

“Kami menjamin ketersediaan pangan memadai. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli secukupnya saja. Distribusi juga dipastikan lancar melalui dukungan lintas sektor, termasuk Dinas Perhubungan,” imbuhnya. (ana)