- Advertisement -
Beranda blog Halaman 284

Mahendra Jaya Harap Pura Luhur Giri Salaka Jadi Wadah Pemersatu Umat Hindu di Jawa Timur

Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka, Jawa Timur, Kamis (13/2/2025).
Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka, Jawa Timur, Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah (PD) di lingkup Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka, yang terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (13/2/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian upacara pujawali yang puncaknya berlangsung pada Hari Raya Pagerwesi (12/2). Sementara itu, upacara penyineban dijadwalkan pada Sabtu (15/2/2025), sehingga umat Hindu yang ingin tangkil masih memiliki waktu sekitar dua hari.

Usai persembahyangan, Pj. Gubernur Bali menyampaikan apresiasi kepada para pemangku yang dengan penuh dedikasi melayani umat yang tangkil serta menjadi pengayom dan teladan bagi umat Hindu di Jawa Timur.

“Terima kasih kami ucapkan kepada para pemangku, prajuru, pengempon, hingga seluruh pengayah di Pura Luhur Giri Salaka. Mereka telah menjaga dan melestarikan situs spiritual umat Hindu sebagai wadah pemersatu umat sekaligus tempat untuk memanjatkan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Mahendra Jaya.

Selain bersembahyang di Penataran Mandala Utama Pura Luhur Giri Salaka, Sang Made Mahendra Jaya juga mengunjungi Situs Awal Pura peninggalan Kerajaan Majapahit yang dikenal sebagai Situs Kawitan. Situs yang terletak sekitar 100 meter dari Penataran Utama ini merupakan bagian dari sejarah perkembangan Hindu di Jawa Timur.

Pj. Gubernur Bali juga menyerahkan dana punia, menandatangani prasasti pembangunan Kori Agung Mandala Tengah yang pembiayaannya berasal dari Pemerintah Provinsi Bali, serta menyerahkan buku Kitab Suci Weda kepada para pemangku setempat.

Ketua Panitia Pujawali, Dhimas Theo Paku Sadewo, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pj. Gubernur Bali beserta rombongan yang ikut melaksanakan bhakti pujawali. Ia mengungkapkan bahwa umat Hindu setempat sangat antusias dalam menyambut pujawali, yang terlihat dari banyaknya umat yang ngayah menyiapkan sarana dan prasarana sejak Sabtu (8/2/2025).

Puncaknya, pada Rahina Pagerwesi, juga digelar prosesi Melasti yang dihadiri ribuan umat. Meskipun hujan turun sejak sehari sebelumnya, hal ini tidak mengurangi semangat para pemedek untuk tetap tangkil.

Sejumlah pimpinan perangkat daerah turut serta dalam rombongan Pj. Gubernur Bali dalam kegiatan persembahyangan ini. (rls) 

Distribusi Gas LPG di Badung Stabil

Tim Pengawas Terpadu Disperindag Provinsi Bali bersama instansi terkait menggelar sidak ke sejumlah pangkalan dan subpangkalan LPG 3 kg di Kabupaten Badung, pada Kamis (13/2/2025).
Tim Pengawas Terpadu Disperindag Provinsi Bali bersama instansi terkait menggelar sidak ke sejumlah pangkalan dan subpangkalan LPG 3 kg di Kabupaten Badung, pada Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tim Pengawas Terpadu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali bersama instansi terkait menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan dan subpangkalan LPG 3 kg di Kabupaten Badung, pada Kamis (13/2/2025).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar setelah diberlakukannya Surat Edaran (SE) 1 Februari 2025 yang mengatur pembelian LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi Pertamina.

Tim Pengawas Terpadu Disperindag Bali tersebut terdiri dari PT Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Bali, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, serta Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali. Mereka didampingi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Badung.

Koordinator Tim Pengawasan Terpadu Disperindag Bali, I Wayan Pasek Putra menyebut, distribusi LPG 3 kg di lapangan tetap stabil meski ada kebijakan baru.

“Sidak ini merupakan bagian dari normalisasi setelah terbitnya Surat Edaran tertanggal 1 Februari 2025, terkait peraturan yang mewajibkan masyarakat hanya bisa membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina, sementara penjualan LPG 3 kg secara eceran dilarang. Namun, berbeda dari ekspektasi awal, kondisi di lapangan tetap stabil dan terkendali. Setelah dilakukan penimbangan LPG 3 kg untuk memastikan isinya, hasilnya sudah sesuai dengan SOP yang berlaku dan memenuhi syarat distribusi,” ucapnya.

Ia menambahkan, sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kg di lapangan guna mencegah kelangkaan. Dengan kebijakan PT Pertamina terkait perluasan pangkalan, diharapkan distribusi LPG 3 kg semakin merata dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Semnetara itu, Sales Branch Manager V Bali Pertamina, M. Affriyana Al Hilmy menjelaskan, langkah yang diambil mencakup penambahan jumlah pangkalan agar lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, jumlah pasokan LPG 3 kg yang diterima setiap pangkalan kini rata-rata menjadi 50–80 tabung per hari, dari sebelumnya 120 tabung per hari.

“Dari pangkalan, dapat disalurkan ke subpangkalan sebanyak 10% dari jumlah tabung yang dimiliki, sementara sisanya dijual langsung kepada konsumen di sekitarnya. Kebijakan ini bertujuan untuk mempermudah warga yang berhak mendapatkan LPG 3 kg serta menghindari kelangkaan dan penumpukan pembeli,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan subsidi LPG 3 kg diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak serta mencegah penyalahgunaan distribusi. Pihaknya juga mengidentifikasi titik antrean tinggi, seperti di Pangkalan 08 Mengwi dan pangkalan di SPBU Dalung, yang mengalami peningkatan permintaan dan perlu tambahan pasokan.

Selain memastikan kelancaran distribusi, Hilmy menekankan pentingnya edukasi bagi pekerja di agen agar lebih teliti dalam menyiapkan LPG 3 kg sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“LPG 3 kg yang didistribusikan harus memiliki berat sesuai standar dan dilengkapi karet segel (seal) untuk memastikan keamanan konsumen sebagai pengguna LPG 3 kg,” tegasnya.

Dengan pengawasan rutin dan kerja sama berbagai instansi, diharapkan distribusi LPG 3 kg di Badung tetap lancar, tepat sasaran, dan sesuai aturan yang berlaku. (rls)

Kadek Parwata, Korban Penusukan Hingga Tewas di Denpasar, Tinggalkan Dua Orang Anak

Suasana rumah duka Kadek Parwata (31), korban penusukan hingga tewas oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari.
Suasana rumah duka Kadek Parwata (31), korban penusukan hingga tewas oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kadek Parwata (31), korban penusukan hingga tewas oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari sekitar pukul 02.15 WITA meninggalkan dua orang anak. Dua anaknya masih bersekolah di TK dan kelas 4 SD.

Kesedihan mendalam pun dirasakan oleh anak, keluarga dan kerabat Kadek Parwata di rumah kediamannya di Jalan Nangka Selatan, Nomor 26 C, Denpasar.

Kakak korban bernama Gede Dana Putra mengungkapkan, semasa hidup, Kadek Parwata dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik hati. Ia bekerja sebagai house keeping dan menjadi tulang punggung keluarga. Sebelum kejadian, keluarga tidak menduga tidak memiliki firasat buruk sebelumnya.

“Tidak ada firasat, dua hari sebelum kejadian Kadek sempat ingin melayat kerumah temannya, tapi tidak jadi karena hujan. Malam itu, barulah dia kesana melayat,” kata Gede Dana.

Dana Putra menceritakan, keluarganya mendapat kabar insiden penusukan dari teman yang mengantar korban sekitar pukul 02.00 WITA, bahwa Kadek sudah meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Adapun malam saat kejadian Kadek Parwata baru saja pulang dari melayat ke rumah temannya.

Saat perjalanan pulang dengan berboncengan bersama temannya, Kadek mampir ke warung madura yang merupakan tempat kejadian penusukan, untuk membeli minuman.

Namun, saat turun dari motor, Kadek tiba-tiba diserang secara brutal oleh pelaku yang saat itu berada di depan warung. Saat itulah, pelaku dengan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan menusuk tubuhnya.

“Kadek tidak tau apa-apa dan tidak mengenal pelaku, tapi malah ditikam,” kata Gede Dana ditemui di rumah duka di Jalan Nangka Selatan, Denpasar Utara, pada Kamis (13/2/2025).

Gede Dana mengungkapkan, adiknya mengalami luka tusukan yang cukup parah dengan jarak tembus sekitar 7 cm di bagian perut kiri, sehingga menyebabkan pendarahan hebat dan merenggut nyawanya.

“Meninggalnya saat tiba dirumah sakit karena pendarahan. Ketika diperjalanan naik motor itu sudah tidak sadarkan diri,” tambahnya.

Saat ini, jenazah Kadek Parwata dititipkan di RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar. Rencana pemakaman akan dilakukan pada Minggu (16/2/2025) mendatang.

“Kami berharap agar pelaku segera ditangkap, sudah sempat di cek plat kendaraannya tetapi hasilnya data tak ditemukan,” harapnya. (ana)

Keluarga Ungkap Sebelum Ditusuk Kadek Parwata Melayat ke Rumah Teman

Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).
Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kesedihan mendalam dialami oleh keluarga Kadek Parwata (31) yang tewas usai ditusuk dengan senjata tajam oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari sekitar pukul 02.15 WITA.

Kakak korban bernama Gede Dana Putra, menceritakan, keluarganya mendapat kabar insiden penusukan dari teman yang mengantar korban sekitar pukul 02.00 WITA, bahwa Kadek sudah meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Adapun malam saat kejadian Kadek Parwata baru saja pulang dari melayat ke rumah temannya.

Saat perjalanan pulang dengan berboncengan bersama temannya, Kadek mampir ke warung madura yang merupakan tempat kejadian penusukan, untuk membeli minuman.

Namun, saat turun dari motor, Kadek tiba-tiba diserang secara brutal oleh pelaku yang saat itu berada di depan warung. Saat itulah, pelaku dengan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan menusuk tubuhnya.

“Kadek tidak tau apa-apa dan tidak mengenal pelaku, tapi malah ditikam,” kata Gede Dana ditemui di rumah duka di Jalan Nangka Selatan, Denpasar Utara, pada Kamis (13/2/2025).

Gede Dana mengungkapkan, adiknya mengalami luka tusukan yang cukup parah dengan jarak tembus sekitar 7 cm di bagian perut kiri, sehingga menyebabkan pendarahan hebat dan merenggut nyawanya.

“Meninggalnya saat tiba dirumah sakit karena pendarahan. Ketika diperjalanan naik motor itu sudah tidak sadarkan diri,” tambahnya.

Saat ini, jenazah Kadek Parwata dititipkan di RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar. Rencana pemakaman akan dilakukan pada Minggu (16/2/2025) mendatang.

Terkait identitas pelaku, Gede Dana mengaku masih belum menerima informasi penangkapan dari pihak kepolisian. Bahkan, plat nomor kendaraan pelaku sempat ditelusuri, akan tetapi datanya tak ditemukan.

“Kami berharap agar pelaku segera ditangkap, sudah sempat di cek plat kendaraannya tetapi hasilnya data tak ditemukan,” pungkasnya. (ana)

Anggota Polres Tabanan Diberi Self Healing, Perkuat Mental dan Kurangi Pelanggaran

Anggota Polres Tabanan mengikuti sosialisasi program Dharma Self Healing pada Kamis (13/2/2025) di GOR Debes, Tabanan.
Anggota Polres Tabanan mengikuti sosialisasi program Dharma Self Healing pada Kamis (13/2/2025) di GOR Debes, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Anggota Polres Tabanan mengikuti sosialisasi program Dharma Self Healing yang digagas oleh Kapolda Bali. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (13/2/2025) di GOR Debes, Tabanan.

Adapun program ini bertujuan untuk mempekiat mental dan motivasi kerja personel Polri, khususnya di lingkungan Polres Tabanan.

Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma menjelaskan, program Dharma Self Healing bertujuan untuk memberikan keseimbangan mental bagi anggota Polri.

Menurutnya, tingginya angka pelanggaran di kalangan anggota Polri menunjukkan perlunya keseimbangan antara tugas sebagai aparat negara, kepala keluarga, serta bagian dari masyarakat.

“Personel Polri perlu penyegaran mental dan spiritual guna menghadapi berbagai tantangan, terutama pasca pergantian tahun, pemilu, dan pilkada serentak,” ucapnya.

Pihaknya berharap program ini dapat meningkatkan kesiapan mental dan fisik anggota dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Dharma Self Healing, Dr. Ketut Abid Halimi menyampaikan, anggota Polri sering kali melupakan kesejahteraan mental mereka sendiri karena tuntutan tugas yang berat. Oleh karena itu, program ini menjadi langkah preventif untuk mengurangi pelanggaran di internal kepolisian.

“Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan penyegaran dan keseimbangan pikiran menguatkan hati, dan mental agar personel Polri bekerja lebih produktif, inovatif, ikhlas, dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran serta menjadikan pekerjaan sebagai ibadah,” ucapnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan anggota Polres Tabanan dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan tugas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sesuai dengan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Waka Polres Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja Putra para pejabat utama (PJU) Polres Tabanan, kapolsek jajaran, personel yang terlibat, serta Wakil Ketua dan pengurus Bhayangkari Cabang Tabanan. (ana) 

Tungku Uap Pabrik Tahu di Denpasar Meledak, Satu Orang Luka-Luka

Kondisi pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Bedahulu V, Banjar Mekar Sari, Peguyangan, Denpasar Utara, meledak pada Rabu (12/2/2025) siang.
Kondisi pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Bedahulu V, Banjar Mekar Sari, Peguyangan, Denpasar Utara, meledak pada Rabu (12/2/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebuah pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Bedahulu V, Banjar Mekar Sari, Peguyangan, Denpasar Utara, meledak pada Rabu (12/2/2025) siang.

Ledakan tersebut bersumber dari tungku tabung uap pabrik yang disusul kebakaran. Bahkan, akibat kerasnya ledakan mengakibatkan kerusakan pada bangunan pabrik serta rumah kos di sekitarnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi mengatakan, pabrik tahu tersebut diketahui milik Hendri Budiono Suwanto (37) asal Situbondo, Jawa Timur. Selain kerusakan bangunan, insiden ini juga menyebabkan seorang penghuni kos Mega Anggela (26) asal Lumajang, Jawa Timur, mengalami luka robek di kaki sebelah kiri serta nyeri di bagian punggung akibat tertimpa reruntuhan tembok.

“Saat kejadian, korban sedang duduk di teras kos. Ia terkejut saat mendengar suara ledakan dari arah pabrik tahu yang bersebelahan dengan kosnya,” ujarnya.

Sementara itu, seorang karyawan pabrik berinisial Darius (29) asal Sumba Barat mengungkapkan bahwa ledakan terjadi saat ia tengah mengecek air di tabung uap.

Pabrik tahu ini menggunakan kayu bakar sebagai sumber panas, bukan gas. Sistem kerja tabung uap di pabrik tersebut mengharuskan pengisian air setiap 15 menit serta pemantauan rutin oleh karyawan.

“Saat itu saksi hendak memastikan kondisi air dalam tabung, tiba-tiba saja meledak dan menghantam bangunan di samping pabrik,” kata Sukadi.

Selain menghancurkan sebagian bangunan, ledakan juga memicu kebakaran. Namun, api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran Kota Denpasar dalam waktu sekitar satu jam.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kerugian materiil akibat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp 100 juta. (ana) 

Tak Terpengaruh Efisiensi Anggaran, Gaji ke-13 dan THR PNS Dipastikan Segera Cair

Ilustrasi gaji PNS. (foto:Liputan.com)
Ilustrasi gaji PNS. (foto:Liputan.com)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dipastikan tidak berdampak pada pencairan gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai negeri sipil (PNS). Gaji ke-13 dan THR akan tetap tersedia dan akan dicairkan sesuai rencana.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia menyebut, kebijakan pencairan tidak mengalami perubahan meskipun ada upaya efisiensi anggaran. Saat ini, anggaran sudah dialokasikan dan kini hanya menunggu penyelesaian administrasi.

“Dananya sudah ada dan sedang dalam tahap penyelesaian. Tinggal menunggu proses lebih lanjut,” ucapnya, dikutip Kamis (13/2/2025).

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini menegaskan, tidak ada kendala dalam proses pencairan kedua tunjangan tersebut.

“Semua sudah disiapkan dan dalam kondisi aman,” ujar Rini di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2025).

Ia menyebut, saat ini pemerintah masih menyusun Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur pencairan gaji ke-13 dan THR bagi PNS. Regulasi ini diharapkan dapat diterbitkan sebelum bulan Ramadan. “PP-nya sedang dalam proses. Mudah-mudahan sebelum puasa sudah bisa dikeluarkan,” ucapnya.

Meski demikian, beberapa detail besaran anggaran, jadwal pencairan pasti, serta dampak terhadap kebijakan fiskal belum dijelaskan lebih lanjut. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan tetap menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. (*)

Jaga Kesehatan Mental, Warga Binaan Lapas Tabanan Diberi ‘Teh Rina’

Kegiatan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) di Lapas Tabanan pada Kamis (13/2/2025).
Kegiatan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) di Lapas Tabanan pada Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai upaya mencegah sekaligus deteksi dini gangguan kesehatan mental para warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melakukan kegiatan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) pada Kamis (13/2/2025).

Bertempat di Aula Candra Prabhawa, kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Residen dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Dokter Lapas Tabanan Luh Putu Tresnadewi mengatakan, kegiatan Teh Rina dilaksanakan untuk memfasilitasi layanan kesehatan warga binaan dalam bentuk penyuluhan.

“Kami berharap teman-teman dapat mengikuti kegiatan dengan baik sehingga apa yang disampaikan oleh Residen dapat kalian terapkan untuk menjaga kesehatan mental kalian selama di Lapas serta saat nanti kembali ke masyarakat,” kata Tresna.

Adapun materi penyuluhan yang diberikan pada kegiatan kali ini ialah terkait gangguan kepribadian. Residen, dr. Irvin menjelaskan, gangguan kepribadian merupakan pola pikir, perasaan, perilaku yang tidak fleksibel yang berdampak pada kesulitan dalam hubungan dan fungsi sosial.

“Gangguan kepribadian merupakan hal yang sangat mengganggu untuk itu diperlukan dukungan dari keluarga, teman ataupun tenaga profesional sebagai pencegahan,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan kegiatan sharing dan diskusi terkait permasalahan-permasalahan yang dialami oleh Warga Binaan terkait masalah kepribadian.

Salah satu warga binaan, Cica, mengaku lebih paham tentang kondisi kepribadiannya usai mengikuti kegiatan Teh Rina. “Setelah menyampaikan masalah yang saya alami serta mendengarkan penjelasan dari Residen, sekarang saya menjadi lebih mengerti tentang gangguan kepribadian yang sebelumnya saya alami,” ucapnya. (ana) 

Pria di Denpasar Tewas Ditusuk Orang Tak Dikenal, Diduga Jadi Korban Salah Sasaran

Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).
Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR  – Seorang pria bernama Kadek Parwata (31) tewas setelah ditusuk oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara. Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis (13/2/2025), sekitar pukul 02.15 WITA. Korban diduga menjadi sasaran salah dalam insiden tersebut.

Peristiwa ini sempat terekam rekaman CCTV. Dalam video, terlihat terduga pelaku menyerang Parwata yang baru saja tiba di warung bersama temannya dengan mengendarai motor Scoopy Putih untuk berbelanja dan tidak mengetahui persoalan yang sedang terjadi di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saksi bernama I Made Darma Wisesa (19) awalnya datang ke Warung Auna untuk membeli minuman. “Saat itu, saksi baru pulang dari nongkrong dan hendak membeli minuman,” kata sumber yang namanya tidak mau disebutkan.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, Darma terlihat mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam, mengenakan pakaian serba hitam, serta helm abu-abu.

Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal datang mengendarai sepeda motor Honda Spacy merah. Pelaku tampak mengenakan kemeja jeans lengan panjang, celana panjang jeans abu-abu, helm hitam, dan masker penutup wajah berwarna hitam. Pelaku menabrak saksi dan langsung memukul Darma hingga helmnya terlepas.

Pelaku lalu berteriak dengan nada mengancam, menuduh Darma telah menyerempetnya, sehingga keduanya terlibat cekcok. Seorang penjaga warung bernama Ashuri (39) kemudian melerai perkelahian tersebut.

Setelah dilerai, pelaku sempat meninggalkan lokasi ke arah selatan. Namun, tak berselang lama, ia kembali dan bertanya kepada Ashuri apakah Darma adalah adiknya.

“Penjaga warung mengatakan Darma bukan adiknya, melainkan pelanggan yang sering berbelanja di sana,” tambah sumber.

Saat itu, Kadek Parwata tiba di warung dengan mengenakan kamben dan dibonceng oleh temannya. Namun, tanpa alasan jelas, pelaku justru mulai memaki-maki Parwata. Korban yang bingung dengan situasi itu pun mendekati pelaku, hingga terjadi cekcok antara keduanya.

“Di tengah perdebatan, pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau berukuran cukup panjang dan langsung menusuk korban hingga bersimbah darah,” ungkap sumber.

Dalam rekaman CCTV, usai ditusuk, Parwata masih terlihat berjalan sambil menutupi luka di perutnya, sedangkan darah sudah berceceran di jalan. Temannya segera membawanya ke Rumah Sakit Darma Bakti. Namun, sayang nyawa Parwata tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Saat ini, Polsek Denpasar Utara masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. (ana)

Hadiri Perayaam Cap Gomeh, Bupati Sanjaya Harap Tabanan Selalu Harmonis

Ramah Tamah dan Santap Malam Bersama dalam rangka perayaan Cap Gomeh di Wihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jalam Melati Nomor 18 Tabanan, Rabu (12/2/2025).
Ramah Tamah dan Santap Malam Bersama dalam rangka perayaan Cap Gomeh di Wihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jalam Melati Nomor 18 Tabanan, Rabu (12/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, bersama jajaran, pihaknya menghadiri acara Ramah Tamah dan Santap Malam Bersama dalam rangka perayaan Cap Gomeh di Wihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jalam Melati Nomor 18 Tabanan, Rabu (12/2/2025).

Acara yang rutin dilaksanakan oleh umat Konghucu ini menjadi momen spesial dalam mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan antar masyarakat di Tabanan.

Dalam sambutannya, Sanjaya menyampaikan, perayaan Imlek tahun ini memiliki makna yang sangat dalam bagi Tabanan. “Menyambut tahun baru Imlek ini sangat spesial, karena dalam visi misi Tabanan, kami berkomitmen untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam, baik secara sekala maupun niskala,” ujar Sanjaya.

Bupati Sanjaya melanjutkan, salah satu fokus penting dalam visi misi Tabanan adalah pelestarian adat dan agama, tidak hanya agama Hindu, tetapi juga semua agama khususnya yang ada di Tabanan agar selalu rukun dan harmonis.

“Semua agama memiliki peranan dan kontribusi yang sama. Maka dari itu, saya sambut dengan baik acara ini. Tunjukkan pada kabupaten lain, bahwa di Tabanan kita harmonis, tidak ada perbedaan. Kami sangat mengapresiasi bahwa tujuan kita adalah kedamaian, yang mahal harganya,” tegasnya.

Sanjaya juga menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai kedamaian melalui aksi nyata. Bukan hanya sekedar kata, namun keharmonisan dan persatuan antar umat itu harus dilaksnakan dan wajib dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kedamaian tidak bisa diwujudkan hanya dengan ajakan, tetapi dengan implementasi. Tunjukkan rasa kebersamaan kita, saling toleransi. Keberagaman ini saling terbuka, dan kita sudah berhasil menjadikan Tabanan sebagai contoh keharmonian,” tegasnya serasa berharap hal ini selalu dipertahankan.

Sebagaimana diketahui bersama, Perayaan Cap Gomeh ini menandai puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek dan dirayakan pada hari ke-15 bulan pertama dalam kalender Imlek. Acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua Yayasan Kerta Yasa, dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Sanjaya, serta doa bersama.

Kedatangan Bupati Tabanan disambut meriah dengan tarian Barongsai dan pemberian angpao kepada masyarakat. Untuk mempererat tali silaturahmi, kegiatan saat itu juga menggelar acara santap malam bersama.

Di akhir acara, Bupati Sanjaya menyempatkan waktu untuk melakukan ramah tamah dengan masyarakat Tionghoa, khususnya warga Wihara Dharma Cattra, sambil menikmati lontong Cap Gomeh yang menjadi ciri khas perayaan. Suasana kekeluargaan sangat nampak saat itu, dimana seluruh undangan dan masyarakat yang hadir bersatu padu dalam bingkai kebhinekaan.

“Sebagai bagian dari keluarga besar Tabanan, saya merasa berbangga dapat ikut serta dalam kegiatan ini, yang mencerminkan nilai-nilai toleransi dan kedamaian,” tutup Sanjaya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kerta Yasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan yang diberikan untuk perayaan Imlek tahun ini.

“Kami tetap diberi ruang untuk berekspresi dan berkreasi yang akan kami tuangkan dalam acara parade dan pentas budaya perayaan Imlek,” ujarnya.

Sebagai simbol harapan, dijelaskannya juga, lontong Cap Gomeh merupakan simbol penting dalam tradisi Tionghoa. Dipercaya, lontong Cap Gomeh adalah simbol makna dan harapan, serta berharap tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.

Turut hadir dalam acara yakni Wakil Bupati terpilih, I Made Dirga, serta anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan dan para kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. (ana)