- Advertisement -
Beranda blog Halaman 26

Hampir Sepekan Tak Pulang Lansia di Mengwi Dilaporkan Hilang, SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR lakukan pencarian terhadap lansia hilang di Desa Luk-Luk Anggungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Tim SAR lakukan pencarian terhadap lansia hilang di Desa Luk-Luk Anggungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang lanjut usia (lansia) bernama Ni Ketut Menuh (72) dilaporkan hilang dan belum kembali ke rumah sejak Minggu (4/1/2026). Hingga Senin malam sekitar pukul 23.00 Wita, korban tak kunjung pulang, sehingga pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil.

Ia diduga hilang di sekitar wilayah Desa Luk-Luk Anggungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Laporan resmi terkait kejadian tersebut baru diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Selasa (6/1/2025) pagi. Informasi hilangnya lansia itu disampaikan oleh Kepala Lingkungan Uma Anyar.

“Kami menerima laporan kejadian pagi ini sekitar pukul 09.00 Wita dari Kepala Lingkungan Uma Anyar,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara, Jumat (9/1/2026).

Usai menerima laporan, petugas siaga langsung melakukan koordinasi dan mengerahkan enam personel menuju lokasi kejadian. Tim rescue dilengkapi dengan peralatan SAR air, drone thermal, serta perlengkapan medis.

“Tim membawa peralatan SAR air karena di sekitar lokasi terdapat aliran sungai dan ada dugaan korban terjatuh ke sungai,” jelasnya.

Selanjutnya, tim SAR gabungan direncanakan melakukan penyisiran di sekitar rumah korban serta menyusuri aliran sungai di wilayah tersebut guna menemukan keberadaan korban. (ana) 

Jalan Nasional Denpasar – Gilimanuk Kembali Jebol di Meliling Kawan

Kondisi ruas Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk yang jebol di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Kondisi ruas Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk yang jebol di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ruas Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk kembali jebol. Kali ini, terjadi di ruas jalan di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, mengalami kerusakan serius setelah bagian pinggir jalan jebol.

Kerusakan tersebut diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Bagian jalan yang jebol berada di sisi selatan jalan, tidak jauh dari Warung Betutu Men Pandu. Lubang yang terbentuk cukup besar sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, lokasi kejadian telah dipasangi pengaman dan dijaga oleh petugas dari Polsek Kerambitan.

Berdasarkan informasi di lapangan, sebelum kejadian sempat terdapat sebuah truk yang parkir di area tersebut. Tidak berselang lama, badan jalan ambles dengan ukuran sekitar 2 x 1 meter dan kedalaman diperkirakan mencapai tujuh meter.

Di bawah badan jalan diketahui terdapat aliran air yang menjadi sarang biawak sehingga menyebabkan terbentuknya rongga di bawah permukaan jalan hingga akhirnya mengakibatkan jalan jebol.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga yang juga Sekretaris Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, membenarkan adanya kerusakan tersebut.

“Petugas sudah turun ke lokasi dan kondisi ini telah kami laporkan serta dikoordinasikan dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Pihak balai juga langsung melakukan survei,” ujar Partana saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2025).

Ia menyebutkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Tabanan, Agung Buda Artawan, bersama staf juga telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan teknis.

Mengingat, ruas jalan yang mengalami kerusakan merupakan jalan nasional sehingga penanganannya menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tabanan tetap melakukan koordinasi agar penanganan dapat segera dilakukan.

“Itu merupakan jalan nasional sehingga kewenangannya berada di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, dan kami sudah melaporkannya,” tegasnya. (ana)

Pansus TRAP Rekomendasi Moratorium 13 Usaha di Jatiluwih, Badan Pengelola Dievaluasi

rapat koordinasi tindak lanjut pengelolaan dan penataan kawasan Jatiluwih yang digelar Kamis (8/1/2026).
Rapat koordinasi tindak lanjut pengelolaan dan penataan kawasan Jatiluwih yang digelar Kamis (8/1/2026).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis terkait penataan dan pengelolaan kawasan Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, yang berstatus sebagai Situs Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO.

Rekomendasi tersebut bertujuan menjaga kelestarian kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menyampaikan rekomendasi tersebut dalam rapat koordinasi tindak lanjut pengelolaan dan penataan kawasan Jatiluwih yang digelar Kamis (8/1/2026). Ia menegaskan, penataan kawasan harus dilakukan secara tegas, namun tetap berlandaskan prinsip keadilan.

“Penataan Jatiluwih harus tegas namun berkeadilan. Negara dan pemerintah harus hadir, dan masyarakat juga memiliki kewajiban untuk ikut menjaga warisan budaya dunia ini,” ujar Supartha.

Salah satu rekomendasi utama Pansus TRAP adalah penegasan peran negara dalam menjaga, melindungi, serta mengawal keutuhan Situs WBD UNESCO, termasuk lanskap persawahan Jatiluwih agar tetap lestari, harmonis, dan berkelanjutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pansus TRAP juga merekomendasikan pengendalian dan perlindungan sistem subak sebagai bagian integral dari situs warisan dunia. Upaya ini dinilai sejalan dengan penguatan kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Supartha menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas yang berpotensi mengancam keberlanjutan situs. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi kegiatan yang dapat berdampak pada risiko pencabutan status WBD UNESCO.

Sebagai langkah pengamanan kawasan, Pansus TRAP mendorong penerapan moratorium terhadap 13 bangunan atau usaha di kawasan Jatiluwih sebagaimana temuan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Moratorium tersebut dipandang sebagai langkah darurat untuk menahan laju tekanan pembangunan pariwisata, seperti restoran, vila, dan bangunan wisata lainnya di wilayah LSD.

“Moratorium diberikan terhadap kegiatan yang terlanjur ada di kawasan tersebut. Tanggung jawab utamanya berada pada Pemerintah Kabupaten Tabanan, namun juga melibatkan pemerintah provinsi serta partisipasi masyarakat,” jelas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali itu.

Selain pengendalian pembangunan, Pansus TRAP juga mendorong penguatan ekonomi petani subak di kawasan yang telah ditetapkan sebagai lahan pertanian abadi guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tak kalah penting, Pansus TRAP meminta Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk melakukan evaluasi terhadap Badan Pengelola Jatiluwih. Evaluasi tersebut mencakup kemungkinan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) atau kelembagaan lain yang dinilai lebih efektif, profesional, dan berpihak pada kepentingan petani serta pelestarian situs WBD.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan perlu memfasilitasi skema usaha berbasis komunitas pertanian berkelanjutan dan pariwisata budaya yang adil sebagai insentif nyata dalam menjaga keutuhan kawasan warisan budaya dunia,” tegas Supartha. (ana)

Bupati Terima Konjen Australia, Bahas Pembangunan Monumen Perdamaian

Bupati Wayan Adi Arnawa saat menerima kunjungan Konjen Australia, Jo Stevens di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Kamis (8/1).
Bupati Wayan Adi Arnawa saat menerima kunjungan Konjen Australia, Jo Stevens di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Kamis (8/1).

PANTAUBALI.COM,  BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, Jo Stevens dalam rangka mempererat kerjasama serta membahas rencana pembangunan Museum Perdamaian sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban peristiwa Bom Bali 2002. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Kamis (8/1). Turut hadir pada pertemuan ini, Konsul Diplomasi Publik Lachlan Norton, Kadis Kebudayaan I Gde Eka Sudarwitha dan Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa.

Bupati Adi Arnawa menegaskan komitmen Pemkab Badung dalam mendukung pembangunan Museum Perdamaian yang dilatarbelakangi oleh peristiwa Bom Bali 2002. Pembangunan museum tersebut merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para korban tragedi kemanusiaan tersebut. Lebih lanjut, Beliau menyampaikan bahwa museum ini akan dibangun sebagai ruang memorial untuk mengenang peristiwa Bom Bali, sekaligus menjadi simbol perdamaian. Ke Depan, Museum Perdamaian diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi sejarah dan edukasi di Kabupaten Badung, mengingat peristiwa Bom Bali juga melibatkan banyak warga negara Australia. Pemerintah Kabupaten Badung pun telah mengalokasikan anggaran pembangunan museum tersebut pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen nyata.

Dalam kesempatan itu, Konsulat Jenderal Australia, Jo Stevens menyampaikan terima kasih atas penerimaan oleh Bupati Badung. Ia juga mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Badung, terkait dukungan penyediaan lahan untuk rencana pembangunan Museum Perdamaian. Mendengar komitmen Bupati, Jo Stevens merasa sangat senang dan menyambut baik rencana pembangunan Museum Perdamaian tahun ini. “Kami berterima kasih dan mendukung penuh terhadap pembangunan museum sebagai simbol persahabatan dan refleksi sejarah,” jelasnya.

Sementara Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa menjelaskan, pembangunan Museum Perdamaian Bali mengadopsi konsep “Samsara” (lahir, hidup dan mati). Museum akan dibangun diatas lahan seluas 15 are dan dilengkapi basement. Berlokasi disebelah monumen bom bali. Bagian depan diisi halaman dan taman, didalamnya ada dokumen Bom Bali dilengkapi diorama dan auditorium, serta bagian belakang akan ada perpustakaan dan informasi lainnya. (rls)

Lebah Dendeng Ai Sengat Puluhan Wisatawan di Kebun Raya Bali Dibasmi Damkar

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tabanan bersama Damkar Kabupaten Badung mengevakuasi sarang lebah di areal Kebun Raya Bali, Kamis (8/1/2026).
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tabanan bersama Damkar Kabupaten Badung mengevakuasi sarang lebah di areal Kebun Raya Bali, Kamis (8/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aktivitas wisata di kawasan Kebun Raya Bali sempat terganggu akibat keberadaan sarang lebah jenis Dendeng Ai yang kerap menyerang dan menyengat wisatawan.

Menyusul insiden tersebut, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tabanan bersama Damkar Kabupaten Badung mengevakuasi sarang lebah di areal Kebun Raya Bali, Kamis (8/1/2026).

Sarang lebah diketahui berada di salah satu pohon lindung di dalam kawasan Kebun Raya Bali. Untuk mengamankan lokasi dan mencegah serangan susulan, petugas melakukan penyemprotan air bertekanan tinggi menggunakan selang mobil pemadam kebakaran hingga sarang lebah berhasil dihancurkan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Bidang IV Satpol PP Tabanan, I Wayan Suakta, seizin Kepala Satpol PP Tabanan I Gede Sukanada, mengatakan evakuasi dilakukan atas permintaan pengelola Kebun Raya Bali.

Mengingat posisi sarang berada di ketinggian, metode penyemprotan air dinilai sebagai langkah paling aman dan efektif.

“Karena sarangnya berada di atas pohon, kami lakukan evakuasi dengan menyemprotkan air menggunakan mobil damkar. Proses ini juga dibantu oleh Damkar Badung,” ujar Suakta.

Berdasarkan informasi dari pihak pengelola Kebun Raya Bali, sedikitnya 20 wisatawan dilaporkan mengalami sengatan lebah akibat kejadian tersebut. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa.

“Tidak ada korban meninggal dunia, namun beberapa wisatawan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit,” tegasnya.

Suakta menambahkan, lebah jenis Dendeng Ai tergolong berbahaya dan berpotensi mematikan apabila menyerang secara berkelompok.

Oleh karena itu, evakuasi sarang lebah dilakukan secepat mungkin guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak serta memastikan keamanan pengunjung di kawasan wisata tersebut. (ana)

Nelayan di Tabanan Diimbau Waspada Gelombang Tinggi

Nelayan di Pantau Yeh Gangga, Tabanan. (doc)
Nelayan di Pantau Yeh Gangga, Tabanan. (doc)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Para nelayan di Kabupaten Tabanan dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut menyusul potensi gelombang tinggi dan cuaca tak menentu yang terjadi belakangan ini. Nelayan juga diminta rutin mengecek prakiraan cuaca harian karena kondisi di laut dapat berubah dengan cepat.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua Peguyuban Nelayan Bali, I Ketut Arsana Yasa. Ia menjelaskan, saat ini Bali memasuki bulan ketujuh dalam perhitungan kalender Bali yang memiliki karakter cuaca tidak menentu, ditandai dengan hujan disertai angin kencang ringan. Memasuki bulan kedelapan, cuaca cenderung didominasi angin kencang hingga berpotensi badai.

“Kecepatan angin pada pagi hari berkisar antara 10 hingga 16 kilometer per jam, sementara hembusan angin bisa mencapai 24 hingga 30 kilometer per jam. Kondisi ini akan semakin berbahaya ketika disertai mendung,” jelas Ketut Arsana Yasa, Kamis (8/1/2026).

Selain angin kencang dan gelombang tinggi, potensi hujan deras juga masih terjadi dan hampir merata di seluruh wilayah Bali. Oleh karena itu, nelayan diimbau tidak mengabaikan informasi cuaca sebelum melaut.

Demi keselamatan, nelayan disarankan tidak melaut lebih dari tiga mil laut atau sekitar 5,5 kilometer dari bibir pantai.

“Cuaca sekarang berubah setiap hari. Yang paling relevan dan akurat adalah melihat perkiraan cuaca H-1 sebelum melaut,” tegas Arsana Yasa yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Tabanan itu.

Meski demikian, Arsana menyebut saat ini sejumlah komoditas ikan tangkapan mulai melimpah, seperti lobster serta ikan komersial untuk ekspor, di antaranya ikan layur, kapasan, dan dorang.

Untuk harga pasar, ikan dorang saat ini menjadi primadona dengan harga mencapai Rp280 ribu per kilogram.

Sementara ikan layur mengalami kenaikan harga menjadi Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan lobster dijual dengan harga berkisar Rp325 ribu hingga Rp350 ribu per kilogram.

“Jenis tangkapan ini sudah mulai banyak sejak Oktober dan diperkirakan berlangsung hingga April mendatang,” ujarnya.

Tingginya harga ikan tersebut turut membawa angin segar bagi para nelayan, meski harus tetap berhadapan dengan kondisi cuaca laut yang belum stabil. (ana)

Polsek Dentim Ungkap Kasus Curanmor di Renon, Dua Pelaku Diamankan

dua pelaku curanmor beserta barang bukti sepeda motor Honda Beat di Mapolsek Dentim.
dua pelaku curanmor beserta barang bukti sepeda motor Honda Beat di Mapolsek Dentim.

PANTAUBALI.COM – Jajaran Polsek Denpasar Timur (Dentim), Polresta Denpasar, berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHP yang terjadi di Jalan Kusuma Atmaja, tepatnya di depan Kantor Bank BRI, Denpasar Timur.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin Kanit Reskrim Polsek Dentim IPTU I Nyoman Agus Putra Ardiana, didampingi Panit Opsnal IPTU I Nyoman Padu. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan dua terduga pelaku berinisial YMA (19) dan YW (14 tahun 6 bulan), yang diketahui berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa pencurian terjadi pada Jumat, 21 November 2025 sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, korban bernama I Gusti Gese Utama Raharja (28) memarkir sepeda motor Honda Beat warna putih bernomor polisi DK 4856 DU di pinggir Jalan Kusuma Atmaja sebelum meninggalkan lokasi. Ketika kembali sekitar pukul 23.00 WITA, korban mendapati sepeda motornya telah hilang.

Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Ketut Tomiyasa, membenarkan kejadian tersebut.

“Korban memarkir sepeda motor di pinggir jalan dan ditinggal sementara,” ujarnya singkat.
Setelah menerima laporan, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengetahui keberadaan para pelaku di wilayah Baha, Mengwi, Kabupaten Badung. Kedua pelaku kemudian berhasil diamankan pada 22 Desember 2025 sekitar pukul 15.00 WITA.

“Kedua pelaku kami amankan di wilayah Baha, Mengwi,” kata Kompol Tomiyasa.
Dari hasil interogasi, pelaku YMA mengakui mengambil sepeda motor menggunakan kunci palsu, sementara pelaku YW berperan mengawasi situasi di sekitar lokasi kejadian.

“Pelaku menggunakan kunci palsu saat menjalankan aksinya,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. Barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat dan satu buah kunci palsu kini telah diamankan di Polsek Denpasar Timur untuk proses hukum lebih lanjut. RAN

Hujan Deras Guyur Kuta Selatan, Sejumlah Titik Tergenang Air

Genangan air terlihat di salah satu ruas jalan di wilayah Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.
Genangan air terlihat di salah satu ruas jalan di wilayah Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.

PANTAUBALI.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kuta Selatan sejak Kamis (8/1/2026) pagi memicu munculnya genangan air di sejumlah titik. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Kuta Selatan langsung melakukan pemantauan wilayah guna mengantisipasi dampak lanjutan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa, Aiptu Made Nidia, turun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi genangan air, banjir, hingga pohon tumbang akibat tingginya intensitas curah hujan.

Hasil pemantauan menunjukkan beberapa ruas jalan di Kelurahan Benoa mengalami genangan air. Titik-titik tersebut antara lain Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua tepatnya di depan Bank BNI Nusa Dua Lingkungan Mumbul, Simpang Siligita Lingkungan Mumbul, depan Hotel Santika Lingkungan Peminge, Jalan Trompong Lingkungan Peminge, serta Jalan Gopala Lingkungan Bualu. Kondisi ini diketahui kerap terjadi saat musim hujan dengan curah hujan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas tidak hanya memantau situasi, tetapi juga membantu masyarakat yang melintas di kawasan terdampak. Personel turut memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar berhati-hati, membantu mendorong kendaraan yang mogok akibat genangan, serta memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar.

Kapolsek Kuta Selatan menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

“Kami menginstruksikan seluruh personel, terutama Bhabinkamtibmas, untuk aktif memantau wilayah dan membantu masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama, sekaligus menjaga situasi kamtibmas dan kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan air dan pohon tumbang, serta menghindari jalur yang tergenang cukup dalam demi keselamatan bersama.

Hingga siang hari, genangan air di beberapa titik terpantau mulai berangsur surut seiring menurunnya intensitas hujan. Arus lalu lintas terpantau lancar, meski cuaca masih didominasi mendung tebal disertai hujan gerimis.

Polsek Kuta Selatan memastikan pemantauan wilayah akan terus dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat. RAN

Sejumlah Kafe di Pantai Jimbaran Alami Kerusakan Akibat Angin Kencang

Kondisi sejumlah kafe di kawasan Pantai Jimbaran tampak mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterjang angin kencang, Kamis (8/1/2026).
Kondisi sejumlah kafe di kawasan Pantai Jimbaran tampak mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterjang angin kencang, Kamis (8/1/2026).

PANTAUBALI.COM – Terjangan angin kencang menyebabkan sejumlah kafe di kawasan Cafe 9, Jalan Pantai Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, mengalami kerusakan, Kamis (8/1/2026) dini hari. Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Kuta Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Peninjauan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Jimbaran bersama Babinsa dan Linmas, dengan didampingi Camat Kuta Selatan, Lurah Jimbaran, serta prajuru Desa Adat setempat. Mereka meninjau langsung kondisi bangunan kafe yang terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, angin kencang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Hembusan angin menyebabkan sejumlah atap kafe berbahan alderon jebol dan rusak, sehingga beberapa tempat usaha tidak dapat beroperasi sementara waktu.

Adapun kafe yang terdampak antara lain Cafe Nyoman, Cafe Lia, Cafe Denas, Cafe Bayang, Cafe Bambu, dan Cafe Jimbaran Beach. Kerusakan yang ditimbulkan bersifat materiil dan hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Selain melakukan pemantauan, petugas juga berkoordinasi dengan pengelola kafe dan aparat desa setempat. Bhabinkamtibmas turut memberikan imbauan agar masyarakat dan pelaku usaha tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.

Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Komang Agus Dharmayana W., S.I.K., M.Si., mengatakan kehadiran kepolisian di lokasi merupakan bentuk respons cepat terhadap musibah yang dialami masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, serta melakukan koordinasi lintas instansi dalam penanganan pasca kejadian. Kami juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses pembersihan puing-puing bangunan masih menunggu penanganan lebih lanjut dari BPBD Kabupaten Badung. Secara umum, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan terkendali. ran

Kasus Super Flu Masuk di Indonesia, Masyarakat Diimbau Tak Panik dan Terapkan PHBS

Ilustrasi terjangkit virus Super Flu. (foto: Kominfo Tabanan)
Ilustrasi terjangkit virus Super Flu. (foto: Kominfo Tabanan)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu kini menjadi perhatian publik setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat sebanyak 62 warga Indonesia terjangkit pada Desember 2025.

Atas hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi informasi yang beredar.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menegaskan, masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebihan, namun tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

Ia mengajak seluruh warga Tabanan untuk menyikapi perkembangan informasi kesehatan secara bijak serta konsisten menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi melindungi kesehatan masyarakat,” tegas Bupati Sanjaya, Kamis (8/1/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi memastikan, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K di wilayah Kabupaten Tabanan.

“Hingga saat ini, berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabanan, belum ada kasus terkonfirmasi terpapar infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, secara umum gejala yang ditimbulkan virus tersebut mirip dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak mengabaikan gejala yang muncul.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan.

Vaksinasi ini terutama dianjurkan bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap berada di rumah apabila mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila kondisi memburuk atau tidak membaik dalam waktu lebih dari tiga hari.

Dinas Kesehatan Tabanan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait guna menjaga situasi kesehatan masyarakat tetap aman dan terkendali. (ana)