- Advertisement -
Beranda blog Halaman 235

Mulai Juni 2025, SIM Indonesia Berlaku di 8 Negara ASEAN

Ilustrasi SIM Indonesia.
Ilustrasi SIM Indonesia.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kabar gembira untuk warga Indonesia yang sedang bepergian ke luar negeri, pasalnya Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia akan berlaku di delapan negara yang ada di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Dilansir dari laman Media Hub Humas Polri, kedelapan negara tersebut meliputi Thailand, Laos, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Myanmar, Malaysia, dan Singapura.

kebijakan ini berlaku efektif mulai Juni 2025 mendatang. Dengan adanya aturan ini, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan terkait administrasi, berkat reformasi sistem yang dilakukan oleh Korlantas Polri.

Langkah ini dianggap sebagai inovasi penting dalam penyatuan dokumen legal di Indonesia. Kini, SIM Indonesia menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai nomor identitas utama.

Perubahan ini juga sejalan dengan upaya Korlantas Polri dalam menyederhanakan penggunaan dokumen resmi seperti KTP, NPWP, dan BPJS.

Selain itu, SIM juga hadir dengan desain baru: SIM C akan diberi simbol motor, sedangkan SIM A akan menampilkan logo mobil, untuk memudahkan pengenalan oleh pihak berwenang di negara lain.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tiap negara memberlakukan aturan berbeda. Misalnya di Singapura, SIM Indonesia hanya berlaku selama satu tahun, setelah itu pemegang harus mengurus SIM lokal.

Kemudian di Malaysia, sejak 2018, pengemudi asing wajib memiliki SIM Internasional dan SIM dari negara asal yang masih berlaku, atau mengajukan permohonan SIM Malaysia.

Adanya pembaruan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat Indonesia di ASEAN serta menjadi awal dari pengakuan internasional yang lebih luas di masa depan.

Putri Koster Ajak PELINDO Sinergi Wujudkan Bali Bersih Sampah

Ny. Putri Koster dalam acara FGD Port Tourism, di Ruang Rapat Paruman Agung Kantor PT Pelabuhan Indonesia Sub Regional Bali Nusra, Jumat (25/4)
Ny. Putri Koster dalam acara FGD Port Tourism, di Ruang Rapat Paruman Agung Kantor PT Pelabuhan Indonesia Sub Regional Bali Nusra, Jumat (25/4)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Permasalahan sampah menjadi salah satu persoalan utama yang sedang dihadapi Bali saat ini. Sampah yang menumpuk dan tidak terkelola dengan baik, tidak hanya berdampak pada lingkungan sekitar tetapi juga berpengaruh besar terhadap sektor pariwisata.

Keberhasilan pengelolaan sampah di Bali dan terwujudnya Bali Bebas Sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.

Untuk itu, diperlukan sinergitas serta kerjasama seluruh komponen baik itu masyarakat, pemerintah, maupun swasta untuk menemukan pola pengelolaan sampah yang tepat sehingga persoalan sampah dapat kita atasi secepatnya.

PELINDO sebagai BUMN yang bergerak dalam sektor perhubungan, tidak hanya menyangkut pelayaran serta penyelenggaraan pelabuhan, tetapi juga sektor pariwisata. Seperti halnya Pelindo III sub Regional Bali Nusra kerap mendatangkan wisatawan asing yang datang berwisata ke Bali dengan kapal pesiar.

Dimana para wisatawan tentu saja berharap ketika kunjungannya ke Pulau Dewata, pulaunya bersih bebas sampah sehingga para wisatawan bisa menikmati keindahan Pulau Bali dengan nyaman. Untuk itu,Pelindo melalui CSR nya diharapkan ikut berkontribusi, bersinergi dengan pemerintah untuk turut berperan aktif menemukan pola pengelolaan sampah di Bali.

Harapan tersebut disampaikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster dalam acara FGD Port Tourism, di Ruang Rapat Paruman Agung Kantor PT Pelabuhan Indonesia Sub Regional Bali Nusra, Jumat (25/4/2025)

Lebih jauh dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menyampaikan partisipasi Pelindo melalui CSR nya dapat menggerakkan desa dibawah kepemimpinan Kepala Desa untuk membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah serta menemukan pola pengelolaan sampah yang sesuai dengan karakter desanya.

“Sampai saat ini belum ada desa yang benar benar tuntas mengelola sampahnya, sampah dihasilkan hari itu selesai hari itu juga secara tuntas tanpa keluar dari desa.Saya harap melalui CSR nya nanti, Pelindo mampu menggerakkan desa, kalau desa bebas sampah maka Bali juga bersih dari sampah,” imbuhnya.

Dalam FGD yang mengangkat tema ‘Mewujudkan Destinasi Lokal Berdaya Tarik Global” sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster juga berharap dengan tumbuhnya kunjungan wisman yang datang ke Bali melalui kapal pesiar dapat menumbuhkan UMKM Bali serta mendongkrak perekonomian Bali dari sektor UMKM.

Istri orang nomor satu di Bali ini juga mengingatkan agar para pedagang yang menjual produk kerajinan agar menjual produk kerajinan yang dihasilkan oleh para perajin Bali serta menjual dengan harga yang pantas. Dengan demikian para wisatawan membeli kerajinan yang berkualitas dan membawa hasil kerajinan tersebut ke negaranya masing-masing sebagai buah tangan.

“Tawarkanlah produk asli kerajinan para perajin kita di Bali, sehingga para wisatawan akan membeli produk berkualitas yang dihasilkan para perajin kita,” tuturnya

Dalam FGD yang turut dihadiri oleh Sub Regional Head PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional Bali Nusra, Fariz Hariyoso, jajaran Pelindo III, Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten/kota serta para pelaku dan organisasi kepariwisataan. Acara juga diisi dengan sesi bertukar pendapat serta penyampaian berbagai permasalahan yang dihadapi para pelaku pariwisata. (rls)

Koster Harap Pelaku Usaha Contoh Anvaya Resort Gunakan PLTS Atap

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengharapkan para pelaku usaha di Bali dapat mencontoh langkah Anvaya Beach Resort Bali yang telah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

Harapan ini disampaikannya saat meresmikan langsung instalasi PLTS Atap di Anvaya Beach Resort, Jumat (25/4). Ini merupakan peresmian kedua oleh Koster terkait penggunaan energi surya oleh pelaku usaha, setelah sebelumnya dilakukan oleh PT. Hatten Bali Tbk.

“Saya senang dan mudah-mudahan ini juga akan menggerakkan hotel-hotel lain dan pelaku-pelaku usaha lain untuk melakukan hal yang sama,” jelasnya ketika diwawancarai oleh awak media.

Menurutnya, Bali memiliki potensi besar dalam pemanfaatan PLTS atap mengingat wilayahnya berada di garis khatulistiwa sehingga memperoleh sinar matahari cukup banyak dalam setahun. Selain itu, lebih banyak paparan sinar matahari dibandingkan gelapnya.

“Jadi ini sumber energi yang tidak mengeksploitasi alam. Kan luar biasa. Selain itu murah dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Sebagai Gubernur yang selalu mendorong pemanfaatan green energi, Koster sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Anvaya Hotel tersebut. Menurutnya hal tersebut merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Surat Edaran Gubernur Bali No 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

“Ini penting untuk kita laksanakan secara bersama-sama. Selain karena kita memerlukan kehidupan dengan ekosistem yang sehat dan berkualitas, citra Pariwisata Bali di mata dunia juga akan naik,” jelasnya.

Ia menilai hal tersebut merupakan kepentingan bersama, bukan hanya pemerintah namun juga pelaku usaha sebagai bagian dari strategi untuk menciptakan Pariwisata Bali yang berkelanjutan.

General Manager Corporate Sales and Marketing Santika Indonesia L. Sudarsana menyampaikan, pemanfaatan pembangkit listrik berbasis PLTS atap di Anvaya Hotel and Resort Kuta merupakan bentuk langkah nyata Santika Indonesia dalam mendukung pemanfaatan energi hijau dan terbarukan di Provinsi Bali.

“Kami memperkenalkan langkah nyata melalui Spirit of Sustainability yang salah satunya diwujudkan dengan peluncuran solar panel di Anvaya Beach Resort Bali ini. Kami sudah memasang solar panel kurang lebih di tujuh hotel kami. Ini bentuk komitmen kami terhadap pariwisata yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Liana Setiawan, Komisaris Independen PT. Agra Surya Energi mengapresiasi langkah dan upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam pendukung tercapainya Net Zero Emission melalui kebijakan-kebijakan yang dicetuskan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

“Saya sebagai pemerhati di energi terbarukan sangat berbangga dan salut dengan provinsi Bali dimana beberapa Provinsi di Indonesia baru memulai tapi di Bali di tahun 2022 sudah ada surat edarannya, payung hukumnya,” jelas Liana.

Ia menilai kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali sangat mendukung percepatan pelaksanaan pemanfaatan energi hijau dan terbarukan di Bali. Tidak hanya untuk lembaga dan instansi pemerintah namun juga bagi industri swasta dan pelaku usaha lainnya. (ana)

Jumat Bersih, Bupati Tananan Imbau Masyarakat Jaga Fasilitas Umum

Jumat Bersih berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Jumat (25/4/2025).
Jumat Bersih berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Jumat (25/4/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya melaksanakan kegiatan Jumat Bersih yang berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Jumat (25/4/2025).

Kegiatan ini diawali dengan gerak jalan santai yang mengambil rute dari Kantor Bupati menuju Lapangan Alit Saputra, diikuti oleh Wakil Bupati, I Made Dirga, Sekda dan jajaran, serta pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan, menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya meninjau sejumlah fasilitas publik, di antaranya Kantor Perumda Dharma Santika, Pasar Taman Sari, Taman Perjuangan Singasana, hingga sarana dan prasarana yang tersedia di kawasan Lapangan Alit Saputra.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momen evaluasi bagi pemerintah daerah terhadap kondisi fasilitas umum yang ada, serta menggelorakan betapa pentingnya kebersihan lingkungan sekitar.

Setelah peninjauan, seluruh peserta Jumat Bersih terlibat dalam aksi bersih-bersih yang dilakukan di kawasan lapangan Alit Saputra. Dengan mengenakan pakaian olahraga dan peralatan kebersihan di tangan, para pegawai bahu-membahu membersihkan area lapangan, menunjukkan contoh nyata kepedulian terhadap lingkungan.

Bupati Sanjaya menyampaikan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala, guna membangun budaya bersih. “Kebersihan adalah bagian dari pelayanan publik. Jika kita ingin Tabanan maju dan sejahtera, maka kita harus mulai dari hal yang sederhana, menjaga kebersihan lingkungan kita,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, fasilitas publik adalah aset bersama yang harus dijaga oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Pihaknya menghimbau agar kegiatan ini harus terus direalisasikan baik di rumah maupun di lingkungan kerja.

“Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat Tabanan untuk tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga memanfaatkan fasilitas umum dengan penuh rasa tanggung jawab. Mari kita rawat bersama, karena ini milik kita semua,” tambah Sanjaya.

Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap dapat menumbuhkan serta meningkatkan semangat gotong-royong dan cinta terhadap lingkungan di tengah masyarakat. (ana) 

Cara Berjalan Kaki yang Efektif untuk Mengempiskan Perut Buncit

Jalan kaki untuk mengecilkan perut buncit. (Foto:freepik)
Jalan kaki untuk mengecilkan perut buncit. (Foto:freepik)

PANTAUBALI.COM – Menjaga kesehatan tubuh tidak selalu harus dilakukan dengan olahraga berat atau program kebugaran yang mahal. Cukup dengan berjalan kaki secara rutin, banyak manfaat kesehatan bisa diperoleh, termasuk mengecilkan perut yang buncit.

Perut buncit kerap menjadi masalah umum bagi mereka yang kurang aktif secara fisik. Namun, menurut sejumlah penelitian, berjalan kaki secara rutin terbukti efektif membantu mengurangi lemak di area perut. Selain itu, aktivitas ringan ini juga dapat memperkuat otot, termasuk otot perut.

Dilansir dari situs Halodoc mengutip Healthline, pria dengan lingkar pinggang lebih dari 102 cm dan wanita lebih dari 88 cm dikategorikan obesitas dan berisiko tinggi mengalami berbagai penyakit. Karena itu, disarankan untuk berjalan kaki setidaknya 30 hingga 60 menit setiap hari guna mendapatkan hasil yang optimal.

Tidak hanya itu, Harvard Medical School menyebutkan bahwa berjalan kaki bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, termasuk saat perjalanan menuju kantor. Aktivitas ini juga menjadi olahraga dengan persiapan paling sederhana. Hanya dengan sepatu yang nyaman dan postur tubuh yang benar, kamu sudah bisa memulai gaya hidup sehat.

Agar hasil maksimal, pastikan tubuh berdiri tegak saat berjalan, dengan bahu, telinga, dan pinggul berada dalam posisi sejajar. Tekuk lengan membentuk sudut 90 derajat dan ayunkan ke depan dan belakang untuk membantu meningkatkan kecepatan dan membakar lebih banyak kalori.

Lebih dari sekadar mengecilkan perut, berjalan kaki juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan secara keseluruhan. Berdasarkan informasi dari Better Health, aktivitas ini mampu menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, serta memperkuat tulang.

Bahkan, seperti ditulis dalam Journal of Experimental Psychology, berjalan kaki juga dapat merangsang kreativitas dan meningkatkan kesehatan mental. Dengan segala manfaatnya, berjalan kaki menjadi pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin memulai kebiasaan hidup sehat tanpa perlu ribet. (ana)

5 Kesepakatan Indonesia dan Amerika Untuk Batalkan Tarif Trump

Bendera Indonesia dan Amerika Serikat. (foto:iStock)
Bendera Indonesia dan Amerika Serikat. (foto:iStock)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Pemerintah Indonesia telah melakukan kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk membatalkan serangan dagang Presiden Donald Trump ke RI.

Kesepakatan itu terbentuk usai pemerintah melakukan proses negosiasi dan komunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat terkait tarif timbal balik yang diberlakukan Trump.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, ada lima bentuk kesepakatan Indonesia dengan Amerika Serikat untuk membujuk Presiden Trump membatalkan kebijakan tarif timbal balik yang diberikan kepada pemerintah Indonesia.

“Dalam pelaksanaan negosiasi ini dilakukan beberapa langkah,” ujarnya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (24/4/2025).

Disebutkannya, kesepakatan pertama ialah penyesuaian tarif bea masuk untuk produk-produk selektif dari Amerika Serikat.

Kedua, meningkatkan impor dari Amerika Serikat. Peningkatan impor ini berlaku untuk komoditas yang tidak diproduksi di Indonesia seperti, minyak dan gas bumi (migas), mesin dan peralatan teknologi, serta produk pertanian.

Ketiga, melakukan langkah reformasi di bidang perpajakan dan kepabeanan. Keempat, penyesuaian langkah-langkah non-tariff measures atau kebijakan selain tarif yang bisa mempengaruhi perdagangan Internasional. Dalam kebijakan ini ada beberapa poin yang menjadi perhatian, yakni tingkat komponen dalam negeri (TKDN), kuota impor, deregulasi, pertimbangan teknis (pertek) di berbagai kementerian/lembaga.

Kesepakatan kelima yakni Indonesia akan melakukan kebijakan penanggulangan banjir perdagangan barang-barang impor yang ditempuh dalam bentuk trade remedies secara responsif dan cepat.

“Kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, tetap menjaga stabilitas kebijakan makroekonomi, dan tentu keberlanjutan dari APBN,” tegas Sri Mulyani. (ana) 

Saksi Beberkan Detik-Detik Penemuan Jasad di Tukad Nyampuh

Polisi meminta keterangan saksi terkait penemuan jasad nenek di dalam aliran Tukad Nyampuh, Jalan Tukad Pakerisan, Panjer.
Polisi meminta keterangan saksi terkait penemuan jasad nenek di dalam aliran Tukad Nyampuh, Jalan Tukad Pakerisan, Panjer.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam aliran Tukad Nyampuh, Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan, tepat di depan Warung Nasi Lawar Men Lemuh, pada Kamis (24/4/2025) sekitar pukul 19.45 Wita.

Korban diketahui bernama IGAED, perempuan berusia 68 tahun, yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian yang hanya sekitar 20 meter dari TKP.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menerangkanb bahwa penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh Fathul Anam (23), saksi yang saat itu hendak memancing bersama empat rekannya yakni Imtatur Rohman, Andi Hindayat, Mustofa Alwi, dan Muhamad Imron.

“Mereka menuruni tangga menuju dasar sungai dan menyenter ke arah air untuk mencari ikan. Saat itulah Anam terkejut melihat ada kaki manusia,” terang Sukadi.

Ketika menduga itu mayat, saksi langsung naik ke atas dan memberi tahu warga sekitar. Pihak  keluarga menyebutkan bahwa korban terakhir terlihat keluar rumah sekitar pukul 13.00 Wita, sementara anggota keluarga lainnya sedang pergi ke Pura Besakih pada pukul 15.00 Wita. Korban diketahui memiliki penglihatan yang rabun dan sering keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Saat ditemukan, korban mengenakan baju batik cokelat dan rok hitam. Terdapat luka benturan di pelipis kiri, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuhnya. Posisi jasad saat ditemukan dalam keadaan tengadah.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah oleh petugas BPBD Kota Denpasar. Kasus penemuan mayat ini telah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut. (ran)

Kebakaran Hebat di Kuta, 30 Kamar Kos dan Warung Kelontong Ludes Terbakar

Kebakaran bangunan lantai 2 di Jalan Dewi Sri VIII, Legian Kelod, Kuta, Badung, Jumat (25/4/2025) dini hari.
Kebakaran bangunan lantai 2 di Jalan Dewi Sri VIII, Legian Kelod, Kuta, Badung, Jumat (25/4/2025) dini hari.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kepanikan menyelimuti kawasan Jalan Dewi Sri VIII, Legian Kelod, Kuta, Badung, Jumat (25/4/2025) dini hari, saat kobaran api melahap bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai warung kelontong sekaligus tempat kos.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 04.50 WITA, ketika sang pemilik, Moh Alfan Soleh (43), sedang meninggalkan rumah untuk menunaikan salat Subuh di Masjid Nurul Yatim.

Saat kembali dari masjid, Alfan dibuat syok melihat bangunannya telah dilahap si jago merah. Api berkobar hebat dan para penghuni kos berhamburan keluar menyelamatkan diri.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, api diduga pertama kali muncul dari lantai dua bagian timur kiri, tepatnya di dekat kamar mandi. “Sebelum api membesar, saksi sempat melihat aliran listrik padam, lalu terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari korsleting listrik,” jelasnya.

Akibat kejadian ini, sebanyak 30 kamar kos dan seluruh isi warung kelontong milik Alfan hangus terbakar. Tiga orang mengalami luka-luka, dua di antaranya penghuni kos yang kini dirawat intensif di RS Siloam Kuta dan RSUP Prof I.G.N.G. Ngoerah. Satu petugas pemadam kebakaran juga turut menjadi korban setelah tertimpa reruntuhan tembok saat proses pemadaman.

Lima unit mobil pemadam dari Pemkab Badung diterjunkan ke lokasi. Api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 08.00 WITA. Polisi telah memasang garis polisi dan melakukan olah TKP bersama tim identifikasi Polresta Denpasar.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami penyebab pasti kebakaran, meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak PLN untuk memastikan situasi kelistrikan sebelum insiden terjadi.

Sementara itu, kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pemilik dan para penghuni kos. Polisi menyarankan Alfan untuk segera membuat laporan resmi ke Polsek Kuta guna penanganan lebih lanjut. (RAN)

Heboh! Nenek Ditemukan Tewas di Tukad Nyampuh

IGAED (68) ditemukan tewas di aliran Tukad Nyampuh, Kamis malam (24/4).
IGAED (68) ditemukan tewas di aliran Tukad Nyampuh, Kamis malam (24/4).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM  – Warga Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang perempuan lanjut usia di aliran Tukad Nyampuh, Kamis malam (24/4) sekitar pukul 19.45 Wita.

Korban diketahui berinisial IGAED (68), seorang nenek yang selama ini tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Fathul Anam (23), seorang buruh yang saat itu hendak memancing bersama empat temannya.

“Saat kami turun ke sungai dan menyorot air dengan senter, saya melihat ada bagian kaki manusia. Sudah tidak bergerak. Saya langsung naik ke atas dan beri tahu warga,” ungkap Fathul.

Ketika ditemukan, korban mengenakan pakaian batik cokelat dan rok hitam. Hasil pemeriksaan awal polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan, korban terakhir terlihat keluar rumah sekitar pukul 13.00 Wita saat keluarga sedang melakukan persembahyangan. Hal itu disampaikan oleh A.A. Istri Mariatini Dewantati (68), yang juga mengungkap bahwa korban mengalami gangguan penglihatan dan sering pergi tanpa pamit.

“Jarak dari rumah ke lokasi sungai cuma sekitar 20 meter,” ujarnya.

Jenazah kini telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan tengah menyelidiki kasus ini untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. (*)

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Tinjau Ruang Ramah Anak di Pura Luhur Batukau

Peninjauan runag ramah anak di Pura Luhur Batukaru.
Peninjauan runag ramah anak di Pura Luhur Batukaru.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bertepatan dengan Umanis Galungan, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti persembahyangan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan pada Kamis (24/4/2025).

Bersama istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Bupati Sanjaya turut hadir didampingi Wakil Bupati, I Made Dirga dan istri, Ny. Budiasih Dirga, Ketua DPRD Tabanan dan beberapa anggota, Sekda dan jajaran perangkat daerah Pemkab Tabanan.

Persembahyangan berlangsung penuh khusyuk, dengan seluruh rombongan memanjatkan doa guna memohon kerahayuan dan kelestarian jagat Bali, khususnya Kabupaten Tabanan.

Dalam perjalanan menuju Beji Batukau, Bupati Sanjaya juga melakukan kegiatan simbolis dengan memberi makan ikan dan melepas burung perkutut. Hal ini mencerminkan keselarasan manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Karya Pujawali tersebut, puncaknya berlangsung mulai hari ini hingga 27 April 2025 mendatang, nyejer selama tiga hari.

“Persembahyangan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi merupakan perwujudan komitmen spiritual dan budaya kita. Ini bagian dari menjaga kearifan lokal, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya di sela kegiatan persembahyangan.

Di kesempatan yang sama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang juga sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten Tabanan, meninjau Ruang Ramah Anak di areal Pura Luhur Batukau.

Ruang tersebut diinisiasi langsung oleh Bunda Rai sebagai bentuk perhatian beliau terhadap kenyamanan anak-anak yang mengikuti orang tua melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Batukau.

“Jadi pada kesempatan hari ini bertepatan pujawali di Pura Luhur Batukau, yang jatuh pada Umanis Galungan, saya sekaligus mengunjungi Ruang Ramah Anak. Ini saya bentuk dengan pertimbangan, bahwa di sini ada suatu kearifan lokal, bahwa anak-anak yang belum ketus gigi belum boleh nangkil ikut ke luhur,” jelas Bunda Rai.

Ia juga menambahkan, sebagai bentuk dukungan, Bunda Rai juga memberikan alat permainan edukatif serta buku-buku bacaan. Sehingga anak-anak tidak bosan menunggu dan para orang tua pun nyaman meninggalkan anaknya sembahyang.

“Tujuan saya membuat ruang ramah ini agar orang tua bisa melaksanakan persembahyangan dengan khusyuk, sementara anak-anak merasa nyaman, tidak bosan, tidak rewel. Saya berharap ini akan menjadi role model bagi Pura lain untuk menyediakan ruang seperti ini,” harap Bunda Rai.

Lebih lanjut karena telah tersedianya ruang ramah anak di Pura Luhur Batukau, Bunda Rai menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir membawa anak-anak saat persembahyangan.

“Bagi para orang tua yang belum mengetahui, sekarang sudah ada ruang ramah anak, jadi bisa dititipkan anak-anak untuk bermain. Saya juga mengajak masyarakat yang memiliki buku atau mainan lebih untuk membantu melengkapi fasilitas ini agar lebih variatif,” imbuhnya.

Di akhir kunjungan, Bunda Rai berharap ke depan ruang ini dapat diperluas menjadi taman bermain yang lebih lengkap, termasuk ruang baca yang lebih memadai. Begitupun dengan Bupati Sanjaya, Wabup Dirga dan jajaran sangat mengapresiasi adanya ruang ramah anak di Pura Luhur Batukau.

“Berkenaan dengan suasana hari raya, saya mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, dumogi sami rahajeng,” tutup Bunda Rai dengan penuh harapan.

Menyambut kedatangan rombongan, Bendesa Adat Wongaya Gede, I Ketut Sucipto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bunda Paud sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, atas inisiasinya menghadirkan Ruang Ramah Anak di kawasan suci Pura Batukau.

“Kami mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian Bunda Rai dalam menciptakan ruang ramah anak ini, lengkap dengan fasilitas permainan edukatif dan buku bacaan. Semoga keberadaannya memberi manfaat nyata bagi anak-anak yang tangkil bersama orang tua ke Pura Batukau,” ujarnya. (ana)