- Advertisement -
Beranda blog Halaman 234

Optimalisasi Program Semara Ratih, DPRD Tabanan Dorong Sosialisasi dan Kolaborasi dengan Adat

Komisi I DPRD Tabanan saat kunjungan ke Disdukcapil Tabanan, Rabu (19/3/2025).
Komisi I DPRD Tabanan saat kunjungan ke Disdukcapil Tabanan, Rabu (19/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program Semara Ratih, yang bertujuan membantu pasangan menikah melalui konseling pernikahan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga muda di Kabupaten Tabanan, masih menjadi perhatian Komisi I DPRD Tabanan. Pasalnya program ini dinilai belum berjalan secara optimal.

Dalam kunjungan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan, Komisi I menyoroti perlunya evaluasi lebih lanjut terkait kendala yang dihadapi program ini.

“Apakah Program Semara Ratih kurang sosialisasi atau ada persyaratan yang sulit dipenuhi masyarakat. Ini perlu dikaji lebih dalam agar program ini benar-benar memberikan dampak maksimal,” ujar Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani usai kunjungan, Rabu (19/3/2025).

Omardani juga menekankan pentingnya pola kerja sama yang lebih efektif, tidak hanya dengan perangkat desa, tetapi juga dengan Bendesa Adat yang memiliki peran penting dalam prosesi pernikahan di desa.

“Jika Semara Ratih bisa melibatkan adat secara lebih luas, sosialisasi dan kepatuhan masyarakat terhadap program ini tentu bisa meningkat. Ini yang harus digenjot,” pintanya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi I meminta agar sosialisasi program ini lebih masif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan tokoh adat.

Program Semara Ratih juga diharapkan dapat selaras dengan kebijakan administrasi kependudukan lainnya, seperti penerbitan akta perkawinan dan akta kelahiran.

“Kalau program ini bisa diterapkan dengan baik, anak yang lahir akan lebih terjamin hak-haknya, baik dari sisi legalitas maupun kesehatan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Tabanan, IGA Rai Dwipayana mengungkapkan, meskipun program ini telah mendapatkan penghargaan nasional, implementasinya masih menghadapi kendala.

“Tidak semua pasangan pengantin siap mengikuti konseling pranikah, dan masih ada yang memilih menikah tanpa mengurus akta perkawinan. Ini yang menjadi kendala,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan terus mengupayakan peningkatan sosialisasi, terutama melalui desa adat, agar program unggulan pemerintah Tabanan ini dapat berjalan lebih efektif di masa depan. (ana)

Pengendara Motor Asal Buleleng Tewas Terlindas Truk di Baturiti

Pengendara motor terlindas truk di Jalan Nasional Denpasar-Singaraja Km 46,2, Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Rabu (19/3/2025).
Pengendara motor terlindas truk di Jalan Nasional Denpasar-Singaraja Km 46,2, Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Rabu (19/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan maut menewaskan pengendara motor kembali terjadi di Kabupaten Tabanan. Pada Rabu (19/3/2025) kecelakaan terjadi di Jalan Nasional Denpasar-Singaraja Km 46,2, Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Korban bernama Nyoman Hardi Suryawan (42) asal Desa Sukasada, Buleleng. Ia tewas di tempat kejadian setelah terlindas truk saat mencoba mendahului kendaraan di depannya.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.40 WITA. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Gear DK 5416 UBI melaju dari arah Denpasar menuju Singaraja.

Saat berusaha menyalip truk Isuzu Dump DK 8651 FJ yang dikemudikan oleh Antonius Tiser (50), korban kehilangan kendali karena ada kendaraan lain datang dari arah berlawanan.

“Korban kaget melihat motor lain dari arah depan, hingga terjatuh ke badan jalan dan terlindas truk yang berada di sampingnya,” kata Berata dikonfirmasi Kamis (20/3/2025).

Akibat kecelakaan tersebut, Nyoman Hardi Suryawan mengalami luka parah di kepala dan meninggal dunia di tempat. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSU Semara Ratih Luwus.

Sementara itu, pengemudi truk, Antonius Tiser, warga Timor Tengah Utara, selamat tanpa mengalami luka. Truk yang dikemudikannya juga tidak mengalami kerusakan.

“Sedangkan sepeda motor korban mengalami kerusakan pada bagian handle rem kiri, dek depan kiri, dan sayap depan kiri,” tambah Berata. (ana) 

Karyawan di Kuta Curi Perhiasan Majikan Saat Pulang Kampung

I WB (23), pelaku pencurian emas milik majikannya di Kuta, Badung.
I WB (23), pelaku pencurian emas milik majikannya di Kuta, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang karyawan rumah tangga berinisial I WB (23) ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kuta setelah mencuri perhiasan milik majikannya di Jalan Segara Mertha No. 9, Lingkungan Segara, Kuta, Badung.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi mengatakan, pelaku melakukan aksi pencurian saat majikannya, Rian Ganggas Puspatara (28) bersama istri tidak berada di rumah karena pulang ke kampung halamannya.

“Pelaku masuk ke kamar korban yang tidak terkunci dan mengambil perhiasan yang disimpan di bawah sofa. Pelaku berencana menjual emas tersebut untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (19/3/2025).

Sukadi menjelaskan, kejadian ini bermula pada Sabtu (15/3/2025), ketika korban bersama istrinya pulang kampung ke Gianyar. Sebelum meninggalkan rumah, korban memastikan kamar tidur dalam keadaan terkunci dan menyimpan kotak perhiasan di bawah sofa.

Namun, saat kembali ke rumah pada Minggu (16/3/2025) sore sekitar pukul 16.30 WITA, korban menemukan adanya jejak kaki di atas sofa. Setelah memeriksa tempat penyimpanan, korban menyadari bahwa sejumlah perhiasan telah hilang.

Perhiasan yang hilang berupa satu untai kalung emas seberat 2 gram 18 karat, dua pasang anting-anting emas 2,8 gram 18 karat, satu cincin dan gelang aksesori.

“Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 6,6 juta dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta,” ucap Sukadi.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Kuta segera melakukan penyelidikan. Dari hasil interogasi terhadap para pekerja di rumah korban, polisi menemukan salah satu karyawan berinisial I WB, mengakui telah mencuri perhiasan tersebut.

Pelaku menyembunyikan perhiasan emas hasil curian dengan menguburnya di belakang balai-balai rumah korban. Polisi juga menemukan bahwa sebagian emas telah dijual, dan uang hasil penjualan digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni satu kalung emas dengan liontin, satu cincin dan gelang putih serta uang tunai Rp 150 ribu yang merupakan sisa hasil penjualan anting-anting emas.

“Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Kuta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkas Sukadi. (ana) 

Pimpin Raker Komisi III, Arnawa Tekankan Optimalisasi Pendapatan Daerah

Rapat kerja Komisi III DPRD Tabanan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Pemerintah Kabupaten Tabanan bahas optimalisasi pendapatan daerah pada Rabu (19/3/2025).
Rapat kerja Komisi III DPRD Tabanan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Pemerintah Kabupaten Tabanan bahas optimalisasi pendapatan daerah pada Rabu (19/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa memimpin rapat kerja Komisi III dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Pemerintah Kabupaten Tabanan pada Rabu (19/3/2025).

Raker yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Tabanan tersebut membahas terkait optimalisasi Pendapatan Daerah dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan I Tahun Anggaran 2024.

Dalam rapat tersebut, Nyoman Arnawa menekankan optimalisasi pendapatan daerah sesuai dengan target harus menjadi fokus utama pemerintah daerah.

Ada beberapa hal yang disampaikannya dalam mengoptimalkan pendapatan daerah Tabanan yakni pelaksanaan e-tiket di setiap daya tarik wisata (DTW) yang ada di wilayah Tabanan, pelaksanaan jemput bola dalam pemungutan pembayaran pajak serta pendataan kembali perizinan usaha yang saat ini sedang berkembang.

“Sesuai dengan visi dan misi daerah dan untruksi Gubernur, optimalisasi dan penertiban bangunan yang belum berizin harus carikan solusi dan diberikan penegasan untuk tindak lanjutnya,” tegas Arnawa.

Ia juga menyinggung terkait pemberdayaan para petani di Kabupaten Tabanan yang seperti diketahui bersama dijuluki sebagai kabupaten lumbung padi Bali.

“Sejauh mana pemberdayaan petani untuk peningkatan hasil pertanian dengan support berupa pemberian atau subsidi pupuk dan lainnya agar petani gemar dalam bertani sehingga alih fungsi lahan bisa di stop,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Tabanan Anak Agung Darma Putra menekankan adanya solusi terkait intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran dengan optimalisasi pendapatan daerah.

Menurutnya sektor pajak dan retribusi harus dioptimalkan dari segi pemungutannya serta dibuatkan regulasi yang nantinya menjadi acuan yang pasti. Jika nantinya ada masalah atau kendala yang timbul dalam proses optimalisasi pendapatan daerah maka bisa dibahas serta dikaji untuk dicarikan solusi yang tepat.

“Kita harapkan adanya solusi dan catatan kita dalam menyikapi hal tersebut. Mari kita bersama berkolaborasi dalam meningkatkan pendapatan daerah, dimana banyaknya janji politik kita didaerah yang sudah masuk dalam rencana kerja daerah kita,” ucapnya. (ana)

Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor di Jalan Menuju Kota Tabanan

Pembersihan tanah longsor di Jalan Menuju Kota Tabanan, tepatnya di sebelah barat Jembatan Sanggulan, dekat Patung Sri Wedari, Rabu (19/3/2025).
Pembersihan tanah longsor di Jalan Menuju Kota Tabanan, tepatnya di sebelah barat Jembatan Sanggulan, dekat Patung Sri Wedari, Rabu (19/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang terjadi sejak Rabu (19/3/2025) pagi mengakibatkan tanah longsor di wilayah Kabupaten Tabanan. Tanah longsor tersebut terjadi di Jalan Menuju Kota Tabanan, tepatnya di sebelah barat Jembatan Sanggulan, dekat Patung Sri Wedari.

Akibatnya, longsoran tanah menutupi setengah badan jalan dan sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan selama beberapa jam.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan pun segera ke lokasi untuk melakukan pembersihan longsoran tanah yang menutupi jalan.

“Informasi adanya tanah longsor kami terima pukul 07.45 WITA, Tim Reaksi Cepat regu 1 dan 4 segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri.

Petugas dari BPBD juga turut dibantu oleh aparat kepolisian, serta masyarakat sekitar untuk pembersihan material longsor.

Upaya pembersihan berlangsung sejak pukul 08.00 WITA hingga selesai. Material longsor berhasil dibersihkan, dan arus lalu lintas kini telah kembali lancar. (ana) 

Kekurangan Ruang Kelas, Komisi IV DPRD Tabanan Kunjungi SMPN 5 Kediri

Kunjungan Komisi IV DPRD Tabanan ke SMP Negeri 5 Kediri pada Rabu (19/3/2025).
Kunjungan Komisi IV DPRD Tabanan ke SMP Negeri 5 Kediri pada Rabu (19/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi IV DPRD Tabanan melakukan kunjungan ke SMP Negeri 5 Kediri yang berlokasi di Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, pada Rabu (19/3/2025).

Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau kekurangan ruang kelas sehingga jam sekolah para siswa dibagi menjadi dua sesi yakni pagi dan siang. Kondisi itu tentunya menganggu kegiatan belajar mengajar di SMPN 5 Kediri.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana mengatakan, untuk menampung seluruh siswa di SMPN 5 Kediri dibutuhkan total 12 ruang kelas. Namun, saat ini baru tersedia 6 ruang kelas. “Sekarang hanya ada 6 kelas sehingga perlu diusulkan untuk pembangunan ruang kelas baru,” ujarnya.

Menurutnya, penambahan ruang kelas ini sangat perlu dilakukan agar semua siswa bisa sekolah pagi. “Karena jam masuk siswa yang baik untuk meningkatkan akademisnya adalah jam masuk pagi,” ungkapnya.

Wastana menyebut, sebelumnya penambahan ruang kelas sudah pernah diusulkan kepada Bupati melalui audiensi, tetapi akibat COVID-19 melanda pada tahun 2020 maka pemerintah melakukan refocusing anggaran.

“Sampai sekarang belum ada tindak lanjut lagi sehingga kami Komisi IV turun langsung mengecek ke lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Wastana menjelaskan, jika penambahan ruang kelas dimohonkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak sepenuhnya bisa dilakukan karena terkendala aturan. Salah satunya ialah luasan lahan minimal 20 are dan sekolah harus memiliki ruang lab sedangkan di SMPN 5 Kediri tidak memiliki ruang lab.

Maka dari itu, dalam kunjungan kali ini pihaknya turut serta mengajak instansi terkait dari Pemerintah Kabupaten Tabanan, seperti Dinas Pendidikan, Dinas PUPRPKP dan Bappeda agar bersama-sama mencari solusi terkait permasalahan di SMPN 5 kediri.

“Kami bersama-sama akan mengawal ini agar bisa anggaran dialokasikan oleh bupati ke pembangunan ruang kelas baru di SMPN 5,” pungkasnya. (ana)

10 Ribu Atlet Bertanding di PORJAR Badung 2025

Pembukaan PORJAR 2025 Kabupaten Badung.
Pembukaan PORJAR 2025 Kabupaten Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Kabupaten Badung tahun 2025 resmi dibuka di Lapangan Mangupraja Mandala Puspem Badung pada Selasa (19/3/2025).

Acara ini dibuka langsung oleh Asisten Pembangunan Kabupaten Badung, Ida Bagus Gde Arjana, yang mewakili Bupati Badung yang ditandai dengan pelepasan balon. PORJAR kali ini mengusung tema ‘Bangun Cakti Gajendra’.

Sebanyak 10.000 atlet dari berbagai sekolah di Kabupaten Badung, dengan 35 cabang olahraga yang dipertandingkan dan 8 Cabang Eksebisi akan bertanding. Mereka akan bertanding dalam berbagai cabang olahraga, mulai dari atletik, sepak bola, bola voli, renang, hingga cabang bela diri seperti pencak silat dan taekwondo dan yang lainnya.

Dalam sambutannya, Ida Bagus Gde Arjana menyampaikan, PORJAR tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan semangat juang.

“Tema tahun ini, Bangun Cakti Gajendra, mencerminkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kegigihan. Kami berharap para atlet dapat bertanding dengan semangat yang tinggi dan menjunjung sportivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga I Gusti Made Dwipayana menyampaikan, ajang ini berlangsung pada bulan Maret hingga bulan Juni depan, serta sudah ada beberapa cabang olahraga yang sedang berlangsung sebelumnya.

“Saya berharap, dengan adanya PORJAR ini, para atlet dapat menyalurkan bakatnya dan bersaing di tingkat provinsi dengan harapan dapat mengambil kembali juara umum 1 di tingkat Provinsi nanti,” ujarnya. (jas)

Sidak LPG 3 Kg di Kuta Selatan, Disperindag Temukan SPBE Langgar SOP

Tim Pengawasan Terpadu Disperindag Bali bersama PT Pertamina sidak gas LPG 3 Kg, Selasa (18/3/2025). 
Tim Pengawasan Terpadu Disperindag Bali bersama PT Pertamina sidak gas LPG 3 Kg, Selasa (18/3/2025). 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kegiatan inspeksi mendadak (sidak) gas LPG 3 Kg kembali dilakukan oleh Tim Pengawasan Terpadu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali bersama PT Pertamina.

Pada Selasa (18/3/2025), tim menyasar lima lokasi di wilayah Kuta Selatan. Lokasi tersebut meliputi Rachmad Riyadi (PT Astri Sari Perdana), Saleh Masyhadi, S.H. (PT Astri Sari Perdana), Warung Eka (PT Dwipa Nusa Dua Gas), Rahayu Artha (PT Dwipa Nusa Dua Gas), dan UD Nanda Maharani (PT Putra Ananta Mandiri).

Dari hasil sidak ditemukan, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Putra Bali Dwipa yang beralamat di Desa Sedang mengabaikan aspek keselamatan konsumen. Pihak SPBE lalai dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) penyediaan gas LPG yang berlaku.

“Kami menemukan pihak SPBE tidak melakukan pengecekan ulang terhadap kelengkapan LPG 3 Kg sebelum didistribusikan. Kami menemukan sejumlah tabung LPG 3 Kg yang tidak dilengkapi dengan cap seal (plastik) dan rubber clamp (karet),” kata Ketua Tim Pengawas Terpadu Disperindag Provinsi Bali, I Wayan Pasek Putra.

Wayan Pasek, yang didampingi oleh Sales Branch Manager V Bali Pertamina, M. Affriyana Al Hilmy, menambahkan, SPBE Putra Bali Dwipa merupakan satu-satunya SPBE di wilayah Badung. Namun, hal tersebut tidak membenarkan kelalaian dalam menerapkan SOP yang berkaitan erat dengan keselamatan konsumen.

Salah satu pemilik pangkalan, I Wayan Puspawan dari Warung Eka, mengungkapkan, dari 100 tabung LPG 3 Kg yang diterimanya, hanya sekitar 15 tabung yang sesuai dengan SOP yakni dilengkapi dengan rubber clamp dan cap seal, sedangkan sisanya tidak memenuhi standar. Hal ini tidak hanya membahayakan konsumen, tetapi juga merugikan pihak pangkalan.

Dari hasil pengawasan di lima lokasi tersebut, tidak ditemukan pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana. Namun, tim menemukan papan nama pangkalan yang dipasang tidak sesuai ketentuan, yakni diletakkan di dalam sehingga masyarakat tidak mengetahui bahwa lokasi tersebut merupakan pangkalan LPG 3 Kg.

Selain itu, banyak tabung LPG 3 Kg yang siap didistribusikan tetapi tidak sesuai SOP, yakni tanpa cap seal dan rubber clamp. (rls) 

Pemprov Bali Siapkan Sanksi bagi Hotel hingga Mal yang Tak Batasi Volume Sampah Plastik

Pemprov Bali rakor pengolahan sampah, pada Selasa (18/3/2025).
Pemprov Bali rakor pengolahan sampah, pada Selasa (18/3/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penuntasan penanganan masalah sampah saat ini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Bahkan, pemerintah telah menyusun program penanganan masalah sampah, yang salah satunya ialah pemerian sanksi kepada pengelola hotel, restoran, hhingga mal yang tidak melaksanakan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai.

Kebijakan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah pada kegiatan pariwisata oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali pada Selasa (18/3/2025), di Ruang Rapat Sad Kerthi, Dinas KLH Provinsi Bali.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas KLH Provinsi Bali, I Made Rentin, guna menindaklanjuti arahan Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah mengenai penuntasan permasalahan sampah yang termasuk dalam Program Super Prioritas Mendesak (PSPM), khususnya pengelolaan sampah di sektor usaha hotel, restoran, kafe, dan pusat perbelanjaan.

Made Rentin menyampaikan ada enam Program Super Prioritas Mendesak yang harus segera dilaksanakan yakni mencakup percepatan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai (tas kresek, pipet, styrofoam, serta produk dan minuman dalam kemasan plastik) sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Dua, mempercepat pengelolaan sampah berbasis sumber di desa dan desa adat sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Tiga, mempercepat penanganan sampah berbasis sumber di hotel, restoran, mal, tempat ibadah, lembaga pendidikan, pasar tradisional, perkantoran, dan tempat wisata sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019.

Empat, memberikan sanksi kepada hotel, restoran, dan mal yang tidak melaksanakan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah berbasis sumber.

Lima, memberikan hadiah atau penghargaan senilai Rp500 juta hingga Rp1 miliar kepada desa atau desa adat yang berhasil mengelola sampah berbasis sumber, termasuk pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai.

Penghargaan juga akan diberikan kepada hotel, restoran, mal, tempat ibadah, lembaga pendidikan, pasar tradisional, perkantoran, dan tempat wisata yang menerapkan pengelolaan sampah yang baik.

Dan terakhir, meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kota/kabupaten, general manager hotel, serta asosiasi restoran dan mal.

Pihaknya juga mengajak seluruh instansi yang hadir untuk meningkatkan kolaborasi dan komunikasi secara efektif guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan di Bali, sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Rakor ini diikuti oleh berbagai instansi, antara lain Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusa Tenggara, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bali, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali.

Kemudian dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, Biro Hukum Setda Provinsi Bali, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten/Kota se-Bali. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten/Kota se-Bali dan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Bali. (ana) 

Bandara Ngurah Rai Layani 3,6 Juta Orang Selama Dua Bulan, Jakarta dan Singapura Jadi Rute Favorit

Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Selama Januari-Februari 2025, Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat melayani 3.643.836 penumpang. Jumlah itu terdiri dari rute penerbangan internasional sebanyak 2.250.983 penumpang dan domestik 1.392.843 penumpang.

Sedangkan jumlah penerbangan yang terlayani mencapai 22.540 pergerakan yang juga didominasi oleh rute internasional mencapai 12.442 pergerakan dan 10.098 pergerakan penerbangan domestik.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, pergerakan penumpang dan pesawat rute internasional mengalami peningkatan yang cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun lalu, pertumbuhan trafik penumpang internasional mencapai 11 persen dan 7 persen untuk growth pergerakan pesawat.

“Walaupun memang untuk jumlah penerbangan domestik baik penumpang maupun penerbangannya turun 9 dan 11 persen. Namun, penurunan ini sudah kami prediksi karena memang kecenderungan trafik di Februari melandai atau memasuki periode low season,” kata Syaugi.

Ia menjelaskan, selama Januari dan Februari, lalu lintas penerbangan domestik terfavorit merupakan tujuan Cengkareng, dengan jumlah 697.891 orang penumpang dan 4.622 pergerakan pesawat.

Tertinggi kedua adalah rute Surabaya, yaitu 205.249 penumpang dan 1.274 pergerakan pesawat, serta di urutan ketiga rute Makassar, dengan 81.028 penumpang dan 567 pergerakan pesawat.

Kemudian untuk rute penerbangan internasional yang tertinggi masih dengan tujuan Singapura, yaitu mencapai 384.654 penumpang dengan 2.112 pergerakan pesawat. Posisi kedua yakni rute Kuala Lumpur yang melayani 262.062 penumpang dari 1.719 pergerakan pesawat.

Sedangkan Melbourne menjadi kota tujuan tertinggi ketiga, dengan jumlah penumpang sebanyak 178.170 orang. Adapun berdasarkan pergerakan pesawat, Perth di posisi ketiga setelah Kuala Lumpur, dengan jumlah penerbangan 1.151 pergerakan.

Masih dalam periode Januari dan Februari, jumlah WNA yang datang dan berangkat  melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat sebanyak 1.013.700 orang dan total 198 negara.

Dari data perlintasan WNA yang diperoleh dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, jumlah penumpang pemegang passpor Australia masih menempati urutan pertama yaitu 238.080 orang atau 23 persen dari total WNA.  Berikutnya adalah WNA asal Republik Rakyat Cina, sebanyak 103.528 orang, dan India 75.936 orang.

Dilihat dari trafik sampai dengan Februari, Syaugi optimis jumlah penumpang akan terus bergerak ke arah yang positif. Bahkan di tahun 2025 ini, pihaknya menargetkan bisa melayani 26,4 juta penumpang. Untuk mencapai target itu, pihaknya telah menyiapkan tambahan penerbangan baik dari rute domestik maupun internasional.

“Kami optimis dengan bertambahnya rute-rute penerbangan baru dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan tentu saja bagi pariwisata serta perekonomian Bali,” pungkasnya. (*)