- Advertisement -
Beranda blog Halaman 232

16 Ogoh-Ogoh Terbaik di Kota Denpasar Tampil dalam Kasanga Festival 2025

Pembukaan Kasanga Festival Yowana Pasikian Kota Denpasar 2025, Jumat (21/3/2025).
Pembukaan Kasanga Festival Yowana Pasikian Kota Denpasar 2025, Jumat (21/3/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 16 karya ogoh-ogoh terbaik di Kota Denpasar tampil pada pergelaran Kasanga Festival Yowana Pasikian Kota Denpasar 2025.

Pergelaran festival berlangsung di Kawasan Patung Catur Muka, titik nol Kota Denpasar, pada Jumat (21/3/2025).

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap terselenggaranya pelaksanaan Kasanga Festival Yowana Pasikian Kota Denpasar 2025.

Menurutnya, festival ogoh-ogoh ini bukan hanya menyangkut kreativitas dan seni, tetapi juga merupakan bentuk pelestarian budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun.

“Melalui festival ini, generasi muda memiliki ruang untuk mengekspresikan kreativitas mereka sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi,” tegas Giri Prasta.

Festival tahunan ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 21 hingga 23 Maret 2025. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan ruang bagi kreator ogoh-ogoh agar dapat berkompetisi secara produktif dengan tetap berpedoman pada konsep Satyam Siwam Sundharam (etika, logika, dan estetika).

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, bersama Wali Kota Denpasar, Wakil Wali Kota Denpasar, dan segenap Forkopimda Kota Denpasar mengarak ogoh-ogoh sebagai pertanda dibukanya Kasanga Festival Tahun 2025. Ogoh-ogoh ini diarak memutari Catur Muka.

Pesertanya antara lain Lila Lulo – Pedungan, Nyemuka – Pemecutan Kelod, Tirta Pengentas – Dauh Puri Kelod, Ageni Tandawa – Pemecutan Kelod, Angga Pat Rupa – Br. Kaja Panjer, Sandi Bhuwana – Ubung Kaja, Awajina – Sumerta Kaja, Rebut Medaya – Tegeh Tonja, Angkrah – Sesetan, Santa Rasa – Pemogan, Warak Keruron – Tembau Kelod, Bibianu – Sesetan, Amerih Konta – Kesiman, Nawa – Panjer, Phalanut Karma – Padangsambian, Mawah Warak – Sumerta Denpasar Timur

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyatakan, Kasanga Festival penting untuk dilaksanakan karena merupakan sarana interaksi dan komunikasi guna menumbuhkembangkan kreativitas di kalangan yowana dalam bingkai agama, adat, dan budaya Bali yang berkesinambungan.

Pihaknya juga memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang luar biasa, yang terlihat dari membludaknya penonton yang hadir.

Pada Kasanga Festival tahun ini, selain menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar dan ogoh-ogoh TK/PAUD se-Kota Denpasar, event ini juga menyelenggarakan Lomba Ogoh-ogoh Mini yang diikuti oleh 58 peserta, Lomba Sketsa Ogoh-ogoh dengan 51 peserta, serta yang terbaru, Lomba Baleganjur Ngarap yang diikuti oleh 20 peserta. (rls)

Giri Prasta: Pemprov Bali Komit Perbaiki Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Exit Meeting Pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2024 di Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (21/3/2025).
Exit Meeting Pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2024 di Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (21/3/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menegaskan Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk untuk terus memperbaiki pengelolaan keuangan dan aset daerah dari tahun ke tahun.

Hal itu ditegaskannya saat memberikan sambutan pada acara Exit Meeting Pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2024 di Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (21/3/2025).

Membacakan sambutan Gubernur, Wagub Giri Prasta menyampaikan, saat ini Pemprov Bali telah menyiapkan penyusunan LKPD Tahun 2024 sebaik mungkin dan akan segera dilaporkan kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Bali.

“LKPD tersebut juga telah dilengkapi dengan pengungkapan data ekonomi makro daerah serta kinerja mandatory spending dalam postur APBD,” jelasnya dalam acara yang turut dihadiri oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira.

Ia berharap, tahun ini Pemprov Bali kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang sebelumnya telah diraih sebanyak 11 kali berturut-turut sejak tahun 2013.

“Kami menyadari WTP bukan tujuan akhir, tetapi yang lebih utama adalah peningkatan transparansi serta akuntabilitas keuangan daerah. Namun, kami tetap bertekad dan berupaya agar opini tersebut dapat dipertahankan pada tahun 2024,” ungkapnya.

Adapun berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mempertahankan opini WTP atas LKPD Provinsi Bali, di antaranya peningkatan SDM akuntansi dan pelaporan di lingkungan Pemprov Bali, penyiapan kertas kerja pembantu bagi perangkat daerah selaku entitas akuntansi melalui Silau Pemda dan rekonsiliasi kas yang intensif guna memastikan saldo kas sesuai dengan data bank.

Kemudian, rekonsiliasi berkala antara urusan akuntansi, bendahara masing-masing perangkat daerah, dan BPKAD, rekonsiliasi aset yang lebih intensif setiap semester, dan  Pengoptimalan peran APIP, khususnya dalam review laporan keuangan perangkat daerah hingga laporan keuangan pemerintah daerah.

“Kami berharap kehadiran Bapak/Ibu tim pemeriksa dapat menjadi pedoman bagi kami untuk mencapai laporan keuangan yang lebih baik ke depannya. Pemprov Bali tentu siap dan mendukung pelaksanaan pemeriksaan terinci oleh tim BPK,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, menyampaikan, pemeriksaan interim oleh BPK bertujuan untuk memantau tindak lanjut hasil pemeriksaan sebelumnya, menilai efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI), menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, melakukan pengujian substantif terbatas, memutakhirkan profil risiko, mendukung perencanaan audit, serta memberikan kesimpulan atas hasil review SPI, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), serta memperoleh data dan informasi untuk pengembangan perencanaan pemeriksaan terinci.

Terkait dengan perolehan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut, ia menyampaikan apresiasi mendalam dan berharap capaian tersebut dapat kembali dipertahankan tahun ini. Ia juga mendorong Pemprov Bali untuk terus berkolaborasi serta mengajak pemerintah kabupaten/kota se-Bali mengikuti jejak Pemprov Bali dalam memperoleh opini WTP. (rls) 

Jaga Tradisi Keaksaraan, Putri Koster Apresiasi Buku “Semua Karena Nirankara?”

Peluncuran buku "Semua Karena Nirankara?" karya Andre Syahreza di Sutasoma Lounge, The Meru Sanur, pada Jumat (21/3/2025).
Peluncuran buku "Semua Karena Nirankara?" karya Andre Syahreza di Sutasoma Lounge, The Meru Sanur, pada Jumat (21/3/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri peluncuran buku “Semua Karena Nirankara?” karya Andre Syahreza di Sutasoma Lounge, The Meru Sanur, pada Jumat (21/3/2025). Peluncuran karya bergenre fiksi ini ditandai dengan penyerahan hard cover buku “Semua Karena Nirankara?” dari Andre Syahreza kepada Ny. Putri Koster.

Ny. Putri Koster, yang juga penggiat sastra, menyambut baik karya yang terinspirasi dari novel fenomenal “Sukreni Gadis Bali” karya Anak Agung Pandji Tisna. “Ini menarik, karena Ibu juga mengikuti proses syuting di Lovina saat Sukreni Gadis Bali difilmkan,” ucapnya.

Ia bangga melihat anak muda yang menekuni dunia sastra. “Benang merah dari peluncuran buku ini adalah memastikan bahwa penulisan konvensional tidak terhenti, sehingga tradisi keaksaraan di Bali tetap terjaga,” terangnya.

Perempuan yang juga dikenal sebagai penekun puisi ini berpesan agar para penulis tidak berhenti berkarya. “Masih banyak hal yang bisa digali dari budaya Bali untuk diangkat dalam karya sastra,” ungkapnya.

Menurutnya, buku “Semua Karena Nirankara?” patut diapresiasi karena mengusung tema perempuan. Ia berharap adaptasi Sukreni ke Nirankara mampu mengharmoniskan ruang tradisi dan modernitas. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya menggambarkan perempuan secara autentik.

“Bukan bermaksud menjelekkan, tetapi perempuan masa kini harus belajar memahami apa yang seharusnya ia lakukan,” tandasnya.

Ia pun mendorong kemunculan talenta baru di bidang sastra yang mengikuti jejak Andre Syahreza. Untuk mewadahi karya sastra, ia menyampaikan bahwa Pemprov Bali memiliki ajang Festival Bali Jani, yang telah berjalan selama lima tahun.

“Melalui ajang ini, kita mendorong anak muda untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan perkembangan zaman. Selanjutnya, jika Pusat Kebudayaan Bali telah rampung, akan digelar Bali International Book Fair. Karena kita sebagai tuan rumah, harus ada karya dari penulis lokal,” sebutnya.

Sementara itu, Andre mengungkapkan, novel pertamanya ini ia rancang untuk Generasi Z. “Dari segi kebahasaan, ringan. Ini memang bukan karya untuk sastrawan, tetapi bagi mereka yang baru memasuki dunia sastra,” tambahnya. Dengan demikian, sastra tidak lagi terkesan berat dan menakutkan. “Agar bisa berkembang, karya sastra harus terasa lebih ringan,” ujarnya.

Untuk diketahui, novel “Semua Karena Nirankara?” merefleksikan interaksi sosial yang dipengaruhi oleh motif ekonomi, dorongan nafsu, dan relasi kuasa. Cerita bermula dari kehidupan Ni Made Ayu Nirankara, seorang wanita muda pemilik Kafe Bara.

Bersama suaminya yang telah berumur, ia menyusun skenario tak lazim demi menarik lebih banyak pengunjung ke kafe mereka yang sepi di Bali Utara. Rencana mereka pun mengundang berbagai persoalan terkait asmara.

Cerita semakin penuh teka-teki dengan kehadiran Tala, seorang gadis lugu nan cantik, yang direkrut menjadi pramusaji di Kafe Bara. Keberadaannya membuat eskalasi cerita semakin dramatis dan membara.

Peluncuran novel “Semua Karena Nirankara?” dihadiri oleh sejumlah penulis nasional, termasuk Dee Lestari dan Henry Manampiring. (ana)

Pemprov Bali Dirikan Posko Satgas THR Keagamaan untuk Para Pekerja

Posko Satgas THR Keagamaan Provinsi Bali.
Posko Satgas THR Keagamaan Provinsi Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memastikan para pekerja mendapatkan hak Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan. Untuk memastikan kelancaran penerimaan THR, pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali mendirikan Posko Satgas THR Keagamaan yang siap beroperasi untuk menerima keluhan dan laporan pekerja terkait pembayaran THR yang mengalami kendala. Posko ini mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 7 April 2025.

“Posko Satgas THR Keagamaan juga dibentuk di masing-masing wilayah kabupaten/kota se-Bali, bertempat di instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Ida Bagus Setiawan, dalam siaran pers di Denpasar, dikutip Sabtu (22/3/2025).

Ia menyebut, Gubernur Bali I Wayan Koster, ingin memastikan pembayaran THR berjalan lancar dan sesuai aturan. “Oleh karena itu, posko pengaduan ini akan menjadi wadah bagi pekerja yang menghadapi permasalahan terkait THR,” imbuhnya.

Posko ini juga akan mengawasi pelaksanaan pembayaran THR serta menampung laporan atau pengaduan dari pekerja yang mengalami kendala dalam penerimaan hak mereka.

“Posko ini diharapkan dapat mendorong perusahaan memenuhi kewajibannya membayar THR kepada pekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Pembentukan Posko THR Tahun 2025 ini sejalan dengan penerbitan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04.00/III/2025 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2025 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, yang menegaskan bahwa pembayaran THR wajib dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Selain melalui Posko Satgas, pekerja juga dapat menyampaikan pengaduan terkait ketidakpatuhan perusahaan dalam pembayaran THR secara online melalui laman https://poskothr.kemnaker.go.id. Informasi ini juga telah dicantumkan dalam spanduk Posko Pengaduan THR yang telah terpasang.

Pemerintah Provinsi Bali siap melayani pekerja atau buruh secara langsung maupun daring, serta mengimbau para pekerja untuk memanfaatkan posko tersebut dengan baik.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk mengawasi dan menegakkan aturan terkait pemberian THR agar tidak ada pelanggaran.

“Kami akan mendorong perusahaan agar menunaikan kewajibannya terlebih dahulu. Namun, jika perusahaan tetap tidak membayarkan THR, maka Pemerintah Provinsi Bali akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk penegakan aturan, terutama dengan instansi yang memberikan izin usaha bagi perusahaan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan mereka dan keluarganya dalam menyambut Hari Raya Keagamaan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. (ana)

Diskop UKMP Badung Berkolaborasi dengan UMKM dalam Program Jumat Ceria

Kegiatan Jumat Ceria bersama UMKM di area parkir Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, pada Jumat (21/3/2025).
Kegiatan Jumat Ceria bersama UMKM di area parkir Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, pada Jumat (21/3/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskop UKMP) Kabupaten Badung kembali menyelenggarakan kegiatan Jumat Ceria bersama UMKM pada Jumat (21/3/2025).

Acara ini berlangsung di area parkir Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, dengan tujuan mendukung promosi produk UMKM lokal.

Kepala Bidang UMKM dan Kewirausahaan Diskop UKMP Badung, I Made Wirya Santosa, mengungkapkan, kegiatan ini kembali diadakan pada tahun 2025 untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM dalam memperkenalkan produk mereka secara berkala.

“Kami menghidupkan kembali Jumat Ceria sebagai wadah bagi UMKM untuk mempromosikan produk mereka di lingkungan Puspem Badung,” ujarnya.

Selain sebagai ajang promosi, program ini juga bertujuan untuk membangkitkan semangat pelaku usaha dalam menciptakan produk yang kreatif dan inovatif.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, UMKM di Badung semakin terdorong untuk terus berinovasi, sehingga produknya lebih dikenal dan memiliki daya saing yang kuat,” tambah Wirya.

Pada pelaksanaan kali ini, pemerintah Kabupaten Badung juga menjalin kolaborasi dengan pihak swasta yang turut mendukung perkembangan UMKM di daerah tersebut.

“Ada hal istimewa dalam Jumat Ceria kali ini, yaitu keterlibatan beberapa pihak swasta yang peduli terhadap pengembangan UMKM di Badung. Dukungan mereka sangat membantu kelancaran acara ini,” jelasnya.

Wirya memastikan bahwa Jumat Ceria akan menjadi agenda rutin yang diadakan setiap bulan sebagai bagian dari strategi pemasaran bagi UMKM lokal.

“Ke depannya, kami akan terus menggelar kegiatan ini setiap bulan agar UMKM di Badung semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Para pelaku UMKM menyambut baik inisiatif ini, termasuk Yuni Krisna, seorang peserta yang mengapresiasi program tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada Diskop UKMP Badung karena telah menyediakan wadah promosi bagi UMKM, terutama bagi kami yang bergerak di sektor usaha kecil,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan UMKM di Kabupaten Badung semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar lokal maupun nasional. (jas) 

Bale Gong Pura Merajan Desa Adat Beluangan Ambruk Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Bangunan Bale Gong di Pura Merajan Desa Adat Beluangan, Banjar Beluangan, Desa Perean Kangin, ambruk usai diterjang cuaca ektrem, Jumat (21/3/2025).
Bangunan Bale Gong di Pura Merajan Desa Adat Beluangan, Banjar Beluangan, Desa Perean Kangin, ambruk usai diterjang cuaca ektrem, Jumat (21/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selain mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Tabanan pada Jumat (21/3/2025) juga menyebabkan rusaknya bangunan pura.

Seperti yang terjadi pada bangunan Bale Gong di Pura Merajan Desa Adat Beluangan, Banjar Beluangan, Desa Perean Kangin, ambruk usai diterjang cuaca ektrem.

“Bangunan tersebut ambruk dan menimpa penyengker atau tembok bagian timur pura,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata.

Berdasarkan keterangan dari Bendesa Adat Beluangan, I Ketut Sukaantera (60), cuaca buruk mulai terjadi sejak Kamis sore dan berlanjut hingga Jumat (21/3/2025) dini hari.

Sekitar pukul 02.00 WITA, bangunan Bale Gong Pura Merajan Desa Adat Beluangan yang masih dalam tahap pembangunan tiba-tiba roboh akibat diterpa angin kencang.

Bangunan tersebut merupakan proyek yang didanai melalui dana hibah dari Kabupaten Badung pada tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp1.624.000.000. “Pembangunan Bale Gong tersebut belum sepenuhnya rampung,” jelasnya.

Berata menyebut, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Saat ini, pihak Desa Adat Beluangan bersama masyarakat setempat tengah berupaya membersihkan puing-puing bangunan dan melakukan koordinasi untuk langkah perbaikan lebih lanjut. (ana)

Rai Wahyuni Sanjaya Dikukuhkan Sebagai Ketua TP PKK, Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Tabanan

Pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabanan.
Pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ny. Rai Wahyuni Sanjaya resmi dikukuhkan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabanan.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan, Jumat (21/3/2025).

Acara juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Pengurus Dekranasda Kabupaten Tabanan, serta pelantikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Tabanan.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan, pengukuhan dan pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini menjadi sebuah amanah besar yang mengandung tanggung-jawab untuk mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Tabanan, khususnya dalam pemberdayaan keluarga, pengembangan kerajinan daerah, dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat melalui posyandu,” ujarnya.

Orang nomor satu di Tabanan itu juga menekankan, pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk mencapai visi pembangunan Tabanan yang lebih baik.

“Saya mempercayai semua organisasi yang hari ini dikukuhkan maupun dilantik memiliki program dan tujuan yang mulia. Tugas kita hanya satu, memastikan seluruh program yang dirancang dapat kita laksanakan dengan sasaran dan alat ukur yang jelas,” tambah Sanjaya.

Dalam kesempatan yang sama, Ny Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menyampaikan komitmennya untuk fokus pada pengentasan stunting di Kabupaten Tabanan.

“Program unggulan saya selanjutnya adalah untuk kembali mengentaskan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Kalau kemarin kita di angka sisa 6%, untuk target tahun ini saya bersama Bapak Bupati menargetkan bisa di angka 3% di 2025,” pungkasnya.

Selain itu, Bunda Rai juga menyoroti tantangan dalam mengubah pola pikir masyarakat terkait pola hidup sehat dan pengelolaan sampah yang harus kita tumbuhkan bersama, sehingga menjadi kebiasaan baik.

“Untuk program PKK karena mencakup 10 program, sudah barang tentu banyak tantangan, salah satunya bagaimana kita mengajak masyarakat, merubah pola pikir masyarakat, salah satunya untuk hidup sehat, mengentaskan stunting, untuk menyelesaikan masalah sampah,”

“Itu yang menjadi isu utama. Tantangan terberat ialah merubah mindset masyarakat. Solusinya, kami akan terus bekerja keras turun dan bersosialisasi,” tegas Bunda Rai.

Di bidang kerajinan daerah, Srikandi Tabanan tersebut memiliki target besar untuk meningkatkan pembinaan dan promosi produk lokal.

“Seperti yang sudah kita laksanakan rutin, ada pameran Inacraft di Jakarta yang menjadi ajang bertemunya pengrajin dengan buyer dari luar negeri. Target saya selain memantapkan yang sudah ada, juga menargetkan lagi membuat Pojok IKM di Jatiluwih dan Ulun Danu,” tegas Bunda Rai.

Turut hadir dalam acara yakni ribuan kader PKK, Posyandu dan Dekranasda se-Kabupaten Tabanan tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan beserta Istri, Ny. Budiasih Dirga selaku Ketua GOW dan dilantik sebagai Sekretaris I TP. PKK Kabupaten Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri selaku Ketua Gatriwara.

Kemudian, Sekda beserta Ketua DWP, jajaran Forkopimda Tabanan beserta Istri, para Asisten Setda dan para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, kepala Instansi vertikal di lingkungan Pemkab Tabanan, serta ketua organisasi wanita se-Kabupaten Tabanan. Kehadiran para tokoh dan pemangku kepentingan menunjukkan pentingnya peran PKK, Posyandu, dan Dekranasda dalam pembangunan daerah. (rls) 

Nahas! Pemotor Asal Tabanan Tewas Tetimpa Pohon Tumbang di Jalur Denpasar-Singaraja

Tangkapan Layar - Pengendara motor tewas tertimpa pohon di Jalur Denpasar-Singaraja, termasuk Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Jumat (21/3/2025).
Tangkapan Layar - Pengendara motor tewas tertimpa pohon di Jalur Denpasar-Singaraja, termasuk Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Jumat (21/3/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Nasib nahas dialami oleh Nyoman Adiawan (20), warga asal Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Ia tewas tertimpa pohon di Jalur Denpasar-Singaraja, termasuk Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Jumat (21/3/2025) pagi.

Pohon perindang yang menimpanya tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Kamis malam.

Kasi Humas Polres Badung Ipda Putu Sukarma mengatakan, dari keterangan saksi di lokasi kejadian, korban tertimpa pohon sekitar pukul 03.45 WITA. Korban yang mengendarai motor berpelat DK 5867 GBD itu pun meninggal dunia di tempat kejadian.

“Salah satu saksi yang melihat kejadian itu sempat memanggil korban, namun tidak merespon,” ungkapnya.

Warga lain yang melintas di lokasi kejadian lantas membantu membersihkan dahan dan ranting pohon. Sementara jasad Nyoman Adiawan berhasil dievakuasi beberapa saat kemudian oleh petugas kepolisian dari Polsek Mengwi dan PMI Badung. “Korban dibawa ke RSD Mangusada oleh PMI Badung,” tambah Sukadi. (ana) 

Pohon Tumbang Timpa Truk Semen di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Sopir Luka Akibat Terjepit Stir

Sopir truk semen tertimpa pohon tumbang di Jalur Denpasar Gilimanuk tepatnya di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Jumat (21/3/2025).
Sopir truk semen tertimpa pohon tumbang di Jalur Denpasar Gilimanuk tepatnya di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Jumat (21/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pohon perindang di Jalur Denpasar-Gilimanuk tumbang dan menimpa sebuah truk yang sedang melintas, tepatnya di depan Warung Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Jumat (21/3/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.

Akibat kejadian tersebut sopir truk Hino bernomor polisi DK 8513 OS, bernama I Komang Putra Ardana (46) mengalami luka lecet di tangan kanan serta lebam pada kedua kaki akibat terjepit stir mobil.

Kejadian itu juga sempat mengakibatkan kemacetan panjang di sepanjang jalur Denpasar Gilimanuk sebelum pohon tumbang dievakuasi.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Gusti Made Berata mengatakan, pohon tumbang itu terjadi akibat cuaca buruk hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Kamis malam.

Sebelum kejadian, truk datang dari Gianyar usai selesai bongkar muat semen. Saat melintas di lokasi, tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang dan pohon tumbang dan menimpa kepala truk.

“Sopir mengalami luka karena terjepit stir truk usai ditimpa pohon,” ujar Berata.

Proses evakuasi telah dilakukan oleh Polsek Selemadeg dan BPBD Kabupaten Tabanan. Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam truk, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Selemadeg untuk mendapatkan perawatan medis. “Kerugian materiil akibat insiden ini belum bisa ditentukan,” tambah Berata.

Selain itu, insiden pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang juga terjadi di titik lain Jalur Denpasar Gilimanuk. Seperti di Desa Selabih, Selemadeg Barat. Pohon jenis pohon jenis suar tumbang dan melintang di tengah jalan.

Kemudian, pohon jenis taep dan dua buah tiang listrik tumbang di Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat tepatnya sebelah timur jembatan Tukad Balian. Dahan pohon melintang di pinggir jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

“Nihil korban jiwa di dua kejadian pohon tumbang tersebut. Personel di lokasi melakukan buka tutup arus lalu lintas  untuk menghindari kemacetan panjang,” pungkas Berata. (ana)

KMP Nusa Makmur Kandas di Perairan Gilimanuk, Puluhan Penumpang Berhasil Dievakuasi

Evakuasi penumpang Kapal KMP Nusa Makmur kandas di perairan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana pada Kamis (20/3/2025).
Evakuasi penumpang Kapal KMP Nusa Makmur kandas di perairan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana pada Kamis (20/3/2025).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Kapal KMP Nusa Makmur kandas di perairan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana pada Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 02.00 WITA.

Kapal dengan rute Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk tersebut mengangkut 90 orang, yang mana 77 orang merupakan penumpang dan 13 orang kru kapal. Proses evakuasi para penumpang segera dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

Dewa Putu Hendri Gunawan selaku koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana mengatakan, TNI AL Gilimanuk meminta bantuan evakuasi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 06.30 Wita.

Setelah menerima informasi, diberangkatkan sembilan orang personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana. Kurang lebih pukul 08.15 Wita tim SAR gabungan menurunkan 1 unit rigid inflatable boat, 1 unit sea rider, dan 1 unit rubber boat.

“Kami melaksanakan evakuasi bersama, sampai dengan pukul 11.00 berhasil mengevakuasi 46 orang penumpang ke arah Gilimanuk dan 2 orang mengarah ke Tanjung Wangi,” terangnya.

Sementara sebanyak 29 orang penumpang beserta 13 orang ABK KMP Nusa Makmur masih berada diatas kapal menunggu air laut pasang.

Setelah air laut pasang, akhirnya KMP Nusa Makmur ditarik oleh KMP Nusa Penida menuju Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 11.20 WITA.

Selama berlangsungnya proses evakuasi turut melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, TNI AL Pos Gilimanuk, Batalyon C Pelopor Sat Brimob Gilimanuk, Polair Polres Jembrana, Polsek Pelabuhan Gilimanuk, KSOP Pel. Gilimanuk, PMI Jembrana, KUPP (Syahbandar) Gilimanuk, BBKK Gilimanuk dan Potensi SAR 115 Jembrana. (*)