- Advertisement -
Beranda blog Halaman 231

Tim Sapu Jagat Tabanan Tertibkan Iklan Ilegal hingga Pedagang Liar

Tim Sapu Jagat Satpol PP Tabanan tertibkan iklan ilegal di Jalur Denpasar-Gilimanuk pada Jumat (11/4/2025).
Tim Sapu Jagat Satpol PP Tabanan tertibkan iklan ilegal di Jalur Denpasar-Gilimanuk pada Jumat (11/4/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tim Sapu Jagat dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan melaksanakan kegiatan penertiban terhadap berbagai jenis alat peraga promosi (iklan) ilegal hingga pedagang liar di kawasan Stadion Debes dan sekitarnya, pada Jumat (11/4/2025).

Kepala Satpol PP Tabanan I Gede Sukanada mengatakan, kegiatan penertiban ini lakukan dalam rangka menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan di wilayah Kabupaten Tabanan.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat,” jelasnya.

Hasilnya, Tim Sapu Jagat yang terdiri dari 20 orang pertugas berhasil menertibkan berbagai alat peraga yang melanggar aturan karena tidak memiliki izin, dalam kondisi rusak atau usang, serta dipasang di lokasi yang tidak semestinya.

Dengan rincian yakni 73 buah banner, 14 bendera partai, 9 umbul-umbul iklan, 4 tiang iklan tak bertuan, 8 spanduk iklan dan 2 baliho.

Selain itu, petugas juga melakukan pembinaan terhadap dua pedagang yang berjualan di area yang tidak diperbolehkan, tepatnya di sekitar kawasan Stadion Debes.

“Sasaran utama kegiatan penertiban ini ialah wilayah Kecamatan Kediri dan Kecamatan Tabanan, khususnya di sepanjang jalur By Pass Ir. Sukarno dari Perempatan Gubug hingga Koripan.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Tabanan dalam menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman.

Putri Koster Wanti-wanti Masyarakat Olah Sampah Berbasis Sumber

Dialog interaktif bertajuk Gerakan Bali Bersih Sampah Plastik di Radio Elkoga, Denpasar pada Kamis (10/4/2025).
Dialog interaktif bertajuk Gerakan Bali Bersih Sampah Plastik di Radio Elkoga, Denpasar pada Kamis (10/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Koster tak henti-hentinya mengedukasi masyarakat akan pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Salah satunya adalah pengelolaan sampah berbasis sumber, yang mulai dikelola di masing-masing rumah tangga. Sehingga setiap warga masyarakat Bali mempunyai rasa tanggung jawab sendiri akan sampah yang mereka hasilkan.

Hal tersebut disampaikannya dalam dialog interaktif bertajuk Gerakan Bali Bersih Sampah Plastik di Radio Elkoga, Denpasar pada Kamis (10/4/2025).

Ia mengatakan, masyarakat jangan sampai berfikir jika pengelolaan sampah hanya urusan pemerintah, karena masyarakat sudah membayar iuran untuk mengangkut sampah. Padahal lebih dari itu, ia pun mengungkapkan bahwa masyarakat harus mempunyai kesadaran sendiri untuk mengelola sampah mereka masing-masing.

“Inilah pentingnya pengolahan sampah berbasis sumber, masing-masing individu dan rumah tangga sudah harus bisa mengelola sampah mereka, sampah organik bisa diolah dirumah masing-masing, sedangkan sampah non-organik dan residu bisa diangkut ke TPS3R,” ujarnya.

Salah satu cara untuk memudahkan pengolahan sampah organik di masing-masing rumah tangga adalah dengan membuat teba modern. “Dengan membuat lubang yang cukup untuk memasukkan sampah organik masing-masing rumah tangga bisa membuat lingkungan lebih bersih dan tertata,” imbuhnya.

Di sisi lain, desa adat dan bendesa memiliki peran penting dalam memastikan seluruh sistem pengelolaan ini berjalan dengan baik melalui regulasi dan dukungan fasilitas yang memadai.

Perbekel Desa Punggul Kadek Sukarma menekankan perlunya aturan desa yang tegas dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya setiap desa memiliki karakteristik tersendiri, baik wilayahnya maupun penduduknya. Sehingga peranan Kepala Desa dalam menegakkan regulasi pengolahan sampah sekaligus melakukan pendekatan kepada warga terkait pengolahan sampah begitu penting.

Senada dengan Ny. Putri Koster, Ketua KPID Provinsi Bali, Agus Astapa, turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan Bali yang bersih dan bebas sampah.

“Sudah seharusnya kita menjadi contoh bagi orang lain, terutama tetangga terdekat kita,” tutupnya. (ana)

Dampak Perang Dagang Antara AS dan China Bagi Perekonomian Global

Ilustrasi perang dagang AS dan Cina.
Ilustrasi perang dagang AS dan Cina.

PANTAUBALI.COM –  Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China telah menjadi sorotan utama dalam arena ekonomi global, mempengaruhi tidak hanya kedua negara tersebut tetapi juga dampaknya yang meluas ke seluruh dunia.

Ketegangan perdagangan ini tidak hanya tentang tarif dan pengenaan bea masuk, tetapi juga mencakup isu-isu strategis, keamanan, dan teknologi yang semakin kompleks.

1. Implikasi Ekonomi Global
Dampak ekonomi perang dagang AS-China terasa secara global. Pasar keuangan internasional merespons dengan fluktuasi yang signifikan, mencerminkan ketidakpastian yang dihadapi pelaku pasar terkait stabilitas ekonomi global. Investor dan perusahaan multinasional harus menyesuaikan strategi investasi mereka dengan perubahan dalam kebijakan perdagangan dan regulasi.

2. Sektor Manufaktur dan Pasokan Global
Industri manufaktur, terutama yang terkait dengan teknologi tinggi dan komponen elektronik, menghadapi tantangan besar akibat tarif tambahan yang diberlakukan oleh kedua negara. Rantai pasokan global terganggu, mempengaruhi produktivitas dan biaya produksi di berbagai negara.

3. Dampak Terhadap Konsumen
Kenaikan harga barang-barang konsumen yang diimpor dari China ke AS dapat menyebabkan inflasi dan menekan daya beli konsumen di AS. Sementara itu, China juga mengalami dampak serupa terkait barang-barang impor dari AS, mempengaruhi harga dan ketersediaan produk di pasar domestiknya.

4. Implikasi Politik dan Strategis
Perang dagang ini juga memiliki implikasi politik dan strategis yang jauh lebih dalam. Persaingan antara AS dan China dalam hal pengaruh geopolitik, keamanan regional, dan pengembangan teknologi canggih menjadi bagian penting dari dinamika konflik ini.

5. Dampak Terhadap Hubungan Diplomatik
Hubungan diplomatik antara AS dan China tegang sebagai akibat dari perang dagang ini. Negosiasi dan dialog tingkat tinggi menjadi kunci dalam upaya meredakan ketegangan dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Perang dagang antara AS dan China bukan hanya masalah bilateral, tetapi memiliki dampak global yang signifikan. Stabilitas ekonomi global, kebijakan perdagangan internasional, dan dinamika geopolitik merupakan beberapa dari banyak aspek yang terpengaruh. (*)

Tips Menghadapi Ancaman Resesi Ekonomi

Ilustrasi resesi ekonomi.
Ilustrasi resesi ekonomi.

PANTAUBALI.COM – Ancaman resesi ekonomi bisa datang kapan saja dan berdampak besar pada stabilitas keuangan individu maupun rumah tangga. Ketidakpastian ekonomi seperti inflasi, PHK massal, hingga penurunan daya beli masyarakat dapat menimbulkan tekanan serius jika tidak diantisipasi sejak dini.

Untuk itu, penting bagi setiap orang untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu. Berikut adalah beberapa tips sederhana namun efektif untuk menghadapi ancaman resesi ekonomi:

1. Diversifikasi Sumber Pendapatan
Jangan hanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Jika memungkinkan, cari alternatif pemasukan tambahan seperti freelance, usaha kecil, atau investasi yang relatif stabil. Diversifikasi pendapatan dapat menjadi bantalan ketika salah satu sumber mengalami gangguan.

2. Kelola Utang dengan Bijak
Utang yang tidak terkendali bisa menjadi beban berat saat resesi datang. Prioritaskan untuk melunasi utang konsumtif, seperti kartu kredit atau pinjaman berbunga tinggi. Hindari menambah utang baru kecuali benar-benar dibutuhkan dan pastikan Anda memiliki kemampuan membayar.

3. Bangun Dana Darurat
Dana darurat adalah penyelamat di tengah krisis. Idealnya, siapkan dana darurat setara 3–6 bulan pengeluaran rutin. Simpan dalam bentuk yang mudah diakses seperti tabungan atau deposito jangka pendek.

4. Investasi dalam Pengembangan Diri
Resesi bisa berdampak pada pekerjaan. Tingkatkan keterampilan, ikut pelatihan atau sertifikasi yang relevan dengan bidang Anda. Dengan kemampuan yang lebih luas, peluang untuk bertahan dan bahkan berkembang di tengah krisis akan lebih besar.

5. Pantau Perkembangan Ekonomi
Ikuti berita ekonomi secara berkala untuk mengetahui tren dan kebijakan terbaru. Dengan informasi yang tepat, Anda bisa membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan cepat beradaptasi.

6. Hidup Hemat dan Efisien
Evaluasi kembali pengeluaran bulanan Anda. Pangkas pengeluaran yang tidak penting, cari alternatif yang lebih murah, dan biasakan gaya hidup hemat. Kebiasaan ini dapat memperkuat ketahanan finansial Anda.

7. Manfaatkan Program Pemerintah
Jangan ragu memanfaatkan berbagai program bantuan atau insentif dari pemerintah, baik berupa subsidi, bantuan sosial, maupun pelatihan kerja. Program-program ini dirancang untuk membantu masyarakat bertahan di masa sulit.

Resesi ekonomi memang menakutkan, namun bukan berarti tidak bisa dihadapi. Dengan perencanaan keuangan yang baik, disiplin dalam pengeluaran, serta kesiapan mental dan keterampilan, Anda dapat melalui masa sulit dengan lebih tenang dan percaya diri. Ingat, krisis adalah ujian yang juga bisa menjadi peluang bagi mereka yang siap.

 

Hadiri Pelantikan WALUBI Bali, Wagub Giri Prasta Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Agama

Pelantikan pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Provinsi Bali serta Rapat Kerja Daerah Masa Bhakti 2024-2029, di Hongkong Garden Restaurant pada Kamis (10/4/2025).  Wagub Giri Prasta menyebut pelantikan pelantikan pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Provinsi Bali serta Rapat Kerja Daerah Masa Bhakti 2024-2029, di Hongkong Garden Restaurant pada Kamis (10/4/2025).
Pelantikan pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Provinsi Bali serta Rapat Kerja Daerah Masa Bhakti 2024-2029, di Hongkong Garden Restaurant pada Kamis (10/4/2025). Wagub Giri Prasta menyebut pelantikan pelantikan pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Provinsi Bali serta Rapat Kerja Daerah Masa Bhakti 2024-2029, di Hongkong Garden Restaurant pada Kamis (10/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menghadiri pelantikan pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Provinsi Bali serta Rapat Kerja Daerah Masa Bhakti 2024-2029, di Hongkong Garden Restaurant pada Kamis (10/4/2025).

Wagub Giri Prasta menyebut pelantikan pengurus organisasi WALUBI Provinsi Bali sebagai momen yang sangat penting, tidak hanya bagi umat Buddha, tetapi juga bagi semua yang ingin mewujudkan masyarakat Bali yang lebih damai, sejahtera, dan harmonis.

Ditambahkannya, WALUBI terus berkembang dan menjadi organisasi yang tak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sosial, budaya, dan lingkungan.

WALUBI berperan sangat strategis untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama serta melestarikan nilai-nilai luhur ajaran Buddha yang sarat dengan kedamaian dan kebajikan.

“Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama dan intern umat, bersama-sama kita bersinergi, kita membangun Bali dan jaga Bali. Kita bangun komunikasi lintas agama yang harmonis,” imbuhnya.

Kepada para pengurus WALUBI yang baru dilantik, mantan Bupati Badung ini berharap melalui program-program yang dijalankan, WALUBI dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga kedamaian, keharmonisan, serta pelestarian lingkungan dan budaya Bali.

Pelantikan Pengurus WALUBI Provinsi Bali turut dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Biro Pemkesra) Provinsi Bali, Ketut Sukra Negara, Ketua DPD WALUBI Bali, tokoh agama Buddha serta perwakilan PHDI Bali.

Dalam kesempatan ini, Wagub Bali menyerahkan Punia pribadi sebesar Rp25 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia pelantikan pengurus WALUBI Provinsi Bali. (rls)

Bali Siap Operasikan 10 Bus Listrik Hibah Korea Selatan

Bali Siap Operasikan 10 Bus Listrik Hibah Korsel, Wujud Nyata Komitmen Gubernur Koster Jaga Lingkungan.
Bali Siap Operasikan 10 Bus Listrik Hibah Korsel, Wujud Nyata Komitmen Gubernur Koster Jaga Lingkungan

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Upaya Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga lingkungan kembali mendapat pengakuan internasional. Pemerintah Korea Selatan memberikan hibah 10 unit bus listrik senilai Rp75 miliar untuk mendukung transportasi ramah lingkungan di Pulau Dewata. Bus-bus ini dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026 mendatang.

Kehadiran bus listrik ini menandai langkah nyata menuju sistem transportasi berkelanjutan di Bali. Prototype bus telah ditinjau langsung oleh Gubernur Koster bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Korea, Lee Byoung Hwa, di halaman Gedung Wiswa Sabha Utama, Kamis (10/4/2025). Peninjauan ini juga dihadiri perwakilan K-Water, GGGI, dan kepala daerah Sarbagita.

“Transportasi berbasis listrik sangat penting untuk Bali. Selain mengurangi polusi, ini juga akan meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi wisatawan maupun masyarakat lokal,” kata Koster.

Dalam kunjungannya, Wakil Menteri Lee memberikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur Koster yang dinilai berhasil menyeimbangkan pembangunan dan pelestarian alam. “Bali bukan hanya ikon pariwisata dunia, tapi juga menjadi panutan dalam kebijakan lingkungan. Kami siap mendukung langkah-langkah Bali untuk masa depan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Hibah bus listrik ini merupakan hasil kerja sama dalam proyek Bali Electric Mobility, yang dimulai lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan di Jakarta, Rabu (9/4/2025), lalu dilanjutkan dengan program lanjutan di Denpasar keesokan harinya.

Kepala Dinas Perhubungan Bali, IGW Samsi Gunarta, menjelaskan bahwa spesifikasi bus akan disesuaikan dengan kondisi geografis Bali. “Kami minta ukuran delapan meter agar bisa bermanuver dengan baik. Rute operasionalnya sedang dipetakan agar bisa benar-benar efektif,” ujarnya.

Bus listrik ini akan dilengkapi dengan fasilitas pengisian daya dan dirancang untuk mendukung kebijakan hijau Bali. Sebelumnya, Gubernur Koster juga telah menerbitkan sejumlah regulasi penting seperti Pergub No. 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik, Pergub No. 45 Tahun 2019 tentang Energi Bersih, dan Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang pembatasan plastik sekali pakai.

Langkah ini memperkuat posisi Bali sebagai pelopor provinsi hijau di Indonesia dan menunjukkan bahwa pariwisata dan pelestarian alam bisa berjalan beriringan. (*)

 

Bali Terima Hibah 10 Bus Listrik dari Korea Selatan

Gubernur Koster bersama Wakil Menteri KLH Republik Korea, Lee Byoung Hwa, perwakilan K Water, pihak GGGI dan sejumlah kepala daerah Sarbagita meninjau bus listrik.
Gubernur Koster bersama Wakil Menteri KLH Republik Korea, Lee Byoung Hwa, perwakilan K Water, pihak GGGI dan sejumlah kepala daerah Sarbagita meninjau bus listrik.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebanyak sepuluh bus listrik ramah lingkungan akan segera beroperasi pada 2026 mendatang untuk melayani Krama Bali. Bus listrik ramah lingkungan ini merupakan hibah dari Pemerintah Korea Selatan sebagai apresiasi kepada upaya nyata Pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga alam.

Bantuan sepuluh unit bus listrik beserta fasilitas charger senilai Rp75 miliar telah disalurkan dan siap dioperasikan pada 2026 mendatang.

Bahkan Prototype atau contoh bus telah dilihat langsung Gubernur Bali Wayan Koster di depan Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (10/4/2025). Peninjauan bus tersebut dilakukan Gubernur Koster bersama Wakil Menteri KLH Republik Korea, Lee Byoung Hwa, perwakilan K Water, pihak GGGI dan sejumlah kepala daerah Sarbagita.

Pemberian hibah dilakukan dalam acara penandatanganan (MoU) pelaksanaan proyek Bali Electric Mobility antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan di Kantor Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rabu (9/4/2025).

Kemudian dilanjutkan dengan program Kementerian Lingkungan Hidup Korea di Wiswa Sabha Denpasar Kamis (10/4/2025).

“Transportasi berbasis listrik ini bagi kami di Bali sangat penting, mengingat Bali ini merupakan daerah wisata yang cukup besar jumlah pengunjungnya, yang mencapai 6,4 juta dan wisatawan domestiknya mencapai 9,5 juta pada tahun 2024, ” jelas kata Gubernur Koster.

Ia mengatakan, tingginya kunjungan ini tentunya memerlukan transportasi ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi tanpa menghadirkan polusi alam Bali.

“Tadi kami sudah lihat contoh bus listrik di depan (Wisma Sabha) dan berikutnya akan dihibahkan pada tahun 2026. Tentu saja akan sangat membantu upaya kami untuk mengatasi masalah kemacetan transportasi di Bali sekaligus menjaga alam bersih karena bus listrik itu tidak menimbulkan polusi,” katanya.

Beberapa kebijakan Gubernur Koster yang membuktikan komitmennya terhadap transportasi ramah lingkungan, seperti Pergub No. 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai; Pergub No. 45 Tahun 2019 Tentang Pemanfaatan Energi Bersih; dan dan Pergub No. 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Sementara itu, Wakil Menteri KLH Republik Korea, Lee Byoung Hwa memberikan apresiasi terhadap komitmen Gubernur Koster yang menjaga keberlanjutan alam Bali agar tetap bersih dengan sejumlah kebijakan pro alam, budaya dan manusia.

“Selain pariwisata, Bali juga telah menjadi contoh utama kepemimpinan lingkungan dengan kebijakan inovatifnya untuk mempromosikan keberlanjutan. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Korea berkomitmen penuh untuk mendukung masa depan Bali yang berkelanjutan dan siap untuk bergabung dengan anda dalam perjalanan penting ini,” kata Lee Byoung Hwa.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Bali, IGW Samsi Gunarta menambahkan, penandatanganan (MoU) pelaksanaan proyek Bali Electric Mobility antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan di Kantor Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rabu (9/4/2025) di Jakarta.

Selanjutnya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan hadir di Denpasar untuk menunjukkan contoh bus listrik kepada Gubernur Bali. “Ini harus di desain baru, karena untuk Bali Speknya bus tentunya berbeda. Kita tidak bisa menerima Spek yang sudah ada, tapi harus disesuaikan dengan kondisi Bali,” kata Samsi.

Dia mengatakan, untuk hibah ini, Pemprov Bali meminta spek bus listrik panjang delapan meter. “Kita minta bus yang delapan meter karena lebih mudah manuver. Untuk Rutenya sementara dipelajari, karena Pak Gubernur ingin efektif rute bus listrik ini,” katanya. (rls)

Pemilik Mudik, Warung Makan di Kuta Ludes Terbakar

Kebakaran di warung nasi bucil di di Jalan Mataram, No. 1, Kuta, Badung.
Kebakaran di warung nasi bucil di di Jalan Mataram, No. 1, Kuta, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Sebuah kebakaran hebat melanda warung makan Nasi Bucil yang terletak di Jalan Mataram, No. 1, Kuta, Badung, pada Jumat dini hari (11/4). Kobaran api berhasil menghanguskan seluruh bangunan, menyebabkan kerugian besar pada peralatan dan fasilitas di dalamnya.

Pemilik warung, Jumalia, diketahui sedang berada di Jember, Jawa Timur, untuk mudik, menjadikan warung tidak beroperasi selama tiga hari terakhir. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang mengakibatkan kebakaran cepat meluas.

I Wayan Wiryawan, pemilik bangunan yang menyewakan lokasi tersebut, pertama kali mengetahui kejadian tragis ini melalui telepon dari seorang penghuni kos di sekitar lokasi. “Saya tiba di lokasi saat api sudah terlalu besar untuk dikendalikan,” ungkap Wiryawan.

Petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Badung merespons cepat dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 03.05. Meskipun tidak ada korban jiwa dilaporkan, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Polsek Kuta telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan bekerja sama dengan pihak terkait seperti PLN dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran ini. (*)

Hunian Hotel di Badung Turun Akibat Banyak WNA Menginap di Rumah Kos, Pemkab Bentuk Tim Terpadu

Rapat koordinasi pengawasan dan pengendalian pembangunan/pengelolaan rumah kos di Badung, di Ruang Nayaka Gosana I Puspem Badung, Kamis (10/4/2025).
Rapat koordinasi pengawasan dan pengendalian pembangunan/pengelolaan rumah kos di Badung, di Ruang Nayaka Gosana I Puspem Badung, Kamis (10/4/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Di tengah tingginya angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung ternyata tidak terlalu berdampak terhadap peningkatakan pendapatan daerah.

Hal itu diakibatkan oleh tingkat hunian hotel yang justru merosot drastis akibat banyak wisatawan asing (WNA) memilih tinggal di rumah kos yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi mereka.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan regulasi untuk mengatasi persoalan tersebut sehingga potensi pendapatan daerah dari sektor akomodasi pariwisata dapat digali dengan optimal.

Pemerintah akan membentuk tim terpadu yang melibatkan lintas sektoral, termasuk instansi vertikal lain untuk melakukan penertiban rumah-rumah kos yang dihuni wisatawan asing.

Pembentukan tim tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pengawasan dan pengendalian pembangunan/pengelolaan rumah kos di Badung pada Kamis (10/4/2025).

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta memaparkan, pengendalian pengelolaan rumah kos dinilai penting dilaksanakan. Salah satu pemicunya adalah adanya keluhan para pengusaha akomodasi di Badung terkait turunnya hunian hotel mereka. Hal ini terlihat kontradiksi, karena jumlah kunjungan wisatawan di Badung tetap tinggi.

“Intinya adalah bagaimana Badung bisa menggali lebih dalam potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang selama ini kurang digali, dengan membuat regulasinya. Sebab, kebutuhan saat ini di Badung berbeda jauh kondisinya dibanding sebelumnya,” terangnya Adi Sucipta.

Disinggung maraknya wisatawan asing yang disinyalir menginap di rumah kos, menurutnya kondisi tersebut menjadi titik penting pembahasan. Sesuai regulasi, yang boleh kos adalah orang yang punya KTP. Dengan demikian, wisatawan asing tidak bisa tinggal di rumah kos. Sebab, rumah kos bukan akomodasi pariwisata.

“Rapat koordinasi tadi bersama Sekda dan Kepala OPD yang berkaitan dengan pendapatan daerah, kami sepakat membentuk Tim Terpadu Optimalisasi Pendapatan Pajak Daerah. Anggotanya dari OPD terkait, untuk selanjutnya bersama-sama melakukan pengecekan ke lapangan terhadap apa itu rumah kos, villa atau hotel,” urainya.

Setelah itu, sambungnya, melaksanakan penertiban terhadap wisatawan atau warga negara asing yang menginap di rumah kos. Melalui kebijakan ini diharapkan terwujud pariwisata berkualitas, dan wisatawan asing yang ke Badung benar-benar wisatawan berkualitas.

“Nanti kita cek ke lapangan seperti apa, sehingga langkah yang diambil Pemkab lebih terarah dan terukur,” urai Alit Sucipta.

Yang jelas, tegasnya, Pemkab Badung serius menggali potensi pendapatan yang selama ini mungkin kurang diperhatikan. Untuk memperkuat landasan hukumnya, eksekutif akan berkoordinasi dengan DPRD untuk membuat peraturan daerah.

“Di awal bisa saja ada pro dan kontra, kami sadari itu. Tapi langkah ini kami lakukan demi lebih memberi kesejahteraan bagi masyarakat Badung,” tandasnya. (ana) 

Driver Online Terciduk Bawa Puluhan Paket Sabu, Disembunyikan di Plastik Snack

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Upaya licik seorang driver ojek online untuk menyelundupkan sabu gagal total setelah ia diciduk aparat kepolisian di wilayah Denpasar Barat. Pria berinisial HJ (32) ini tertangkap tangan membawa puluhan paket sabu yang dibungkus menggunakan tisu dan disembunyikan dalam plastik bekas snack berwarna biru putih.

Penangkapan terjadi pada Senin, 7 April 2025 sekitar pukul 12.10 WITA di pinggir Jalan PB Sudirman, Banjar Sanglah, Desa Dauh Puri Kelod. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut.

“Petugas membuntuti pria yang mengendarai motor Honda Vario hitam, gerak-geriknya mencurigakan,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.

Setelah dihentikan dan digeledah, polisi menemukan sebuah tas selempang hitam yang berisi 23 paket sabu dengan berat bersih total 3,94 gram. Satu unit ponsel Redmi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan pengedar juga ikut diamankan dari holder motor pelaku.

Dari pengakuan awal, HJ menyebut dirinya hanya bertugas sebagai kurir. Ia mendapat paket sabu dari seseorang bernama Diki untuk diedarkan secara sistem tempel, dengan imbalan Rp50.000 per titik pengantaran.

Kini, HJ ditahan di Polresta Denpasar untuk penyidikan lebih lanjut. Ia dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena memiliki dan menguasai narkotika golongan I tanpa hak.

Polisi juga menyebut HJ belum pernah memiliki catatan kriminal sebelumnya. (*)