- Advertisement -
Beranda blog Halaman 229

Wujudkan Desa Harmonis dan Berkeadilan di Tabanan, 133 Bale Sabha Adhyaksa Diresmikan

Peresmian Bale Sabha Adhyaksa di 133 Desa di Kabupaten Tabanan. Acara yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Rabu (26/3/2025).
Peresmian Bale Sabha Adhyaksa di 133 Desa di Kabupaten Tabanan. Acara yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Rabu (26/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 133 Bale Sabha Adhyaksa di seluruh desa di wilayah Kabupaten Tabanan diresmikan pada Rabu (26/3/2025).

Peresmian dilakukan olehKepala Kejaksaan Tinggi Bali I Ketut Sumedana, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya serta jajaran Forkopimda Bali dan pejabat daerah serta undangan terkait lainnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketut Sumedana, dalam arahannya saat itu menegaskan, program ini berakar dari konsep restorative justice yang ia tuangkan dalam bukunya pada tahun 2018.

“Kehadiran saya di sini adalah untuk program desa. Konsep Bale Restorative Justice berawal dari buku yang saya tulis pada tahun 2018, yaitu balai mediasi dalam perkembangan hukum desa,” jelasnya.

Sumedana memaparkan, tiga aspek utama dalam program ini. Pertama, mendampingi masyarakat desa dan aparatur desa dalam pembangunan agar tidak ada kebocoran anggaran. Kedua, masuk ke desa-desa untuk melakukan penyuluhan hukum agar masyarakat melek hukum.

“Ketiga, kita membangun Bale Sabha Adhyaksa untuk penyelesaian konflik di desa agar tercipta harmoni, damai, dan sejahtera,” tuturnya.

Sementara dalam sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, serta instansi vertikal dan pemerintah pusat.

“Tujuannya agar Bali dibangun secara utuh secara bersama-sama bersinergi dengan provinsi, kabupaten, kota se-Bali juga dengan instansi vertikalnya dan pemerintahan pusat yang ada di Bali,” ujarnya.

Gubernur Koster juga mengapresiasi langkah progresif yang diambil oleh Kejaksaan Tinggi Bali melalui program Jaksa Masuk Desa dan Jaksa Bina Desa.

“Langkah ini akan mengurangi masalah-masalah hukum yang berpotensi di desa. Jadi, sebagai Gubernur, mewakili masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali, matur suksema kepada Bapak Kajati Bali. Semoga program yang sangat baik ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.

Selaku Bupati Tabanan, Sanjaya, menyambut baik peresmian Bale Sabha Adhyaksa sebagai kelanjutan dari program Griya Restorative Justice yang telah diresmikan sebelumnya.

“Masih segar dalam ingatan kami, pada tanggal 1 November 2023 yang lalu, Kajati Bali telah meresmikan Griya Restorative Justice di sepuluh kecamatan. Selaku kepala daerah, kami menyambut dengan antusias dan memerintahkan kepada jajaran serta para camat untuk berkolaborasi dalam pembentukan Griya Restorative Justice,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati Sanjaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pemanfaatan Bale Sabha Adhyaksa sebagai sarana penyelesaian konflik secara damai.

“Peran tokoh adat, tokoh masyarakat, dan aparatur desa sangatlah penting dalam menyelesaikan permasalahan tanpa harus menempuh proses pidana yang justru dapat merugikan semua pihak,” katanya.

Dengan diresmikannya Bale Sabha Adhyaksa di seluruh desa di Tabanan, diharapkan masyarakat semakin sadar hukum dan berperan aktif dalam menjaga ketertiban serta menghindari tindak pidana.

“Melalui konsep keadilan restoratif ini, diharapkan kehidupan harmonis dapat pulih kembali. Semoga Bale Sabha Adhyaksa menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya tindak pidana,” kata Bupati Sanjaya. (ana) 

Dihantam Ombak, Nelayan Hilang di Perairan Tanah Lot 

Pencarian nelayan hilang di Perairan Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Pencarian nelayan hilang di Perairan Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang nelayan bernama Ahmad Baiti (55) belum kembali dari melaut di Perairan Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Korban pergi melaut sejak 22 Maret 2025 sekitar pukul 09.00 WITA bersama dengan Maulidin (saksi mata) dari Pantai Pebuahan, Negara, Jembrana menggunakan dua jukung.

Sesampainya di Perairan Tanah Lot tiba-tiba datang ombak dan menghantam jukung, hingga keduanya terpisah.

“Keterangan saksi mata yang selamat saat itu kondisi cuaca saat itu buruk dan mereka akhirnya terpisah kurang lebih pada pukul 12.00 WITA,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Selasa (25/3/2025).

Usai menerima laporan sekitar pukul 16.00 WITA, petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera berkoordinasi dengan Pol Air Polresta Tabanan dan POS TNI AL Pengambengan. Diungkapkan ciri-ciri jukung warna kuning tua dan bertuliskan SBR Nikmat.

Hari ini tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian di sekitar lokasi dengan menggunakan rubber boat.

“Menentukan posisi pencarian kami memperhitungkan arah dan kekuatan pergerakan angin dan arus, namun alam tidak bisa diprediksi secara pasti, disamping itu kejadian sudah dari tanggal 22 Maret,” jelasnya.

Operasi SAR melibatkan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Pol Air Polres Jembrana, Pos TNI AL Pengambengan, Pol Air Polres Tabanan, Bhabinkamtibmas Desa Banyubiru, serta pihak keluarga Korban.

Sidakarya menghimbau agar selalu berhati-hati saat melaut dan perhatikan kondisi cuaca. Mengingat data dari BMKG diprediksi masih akan terjadi kondisi cuaca ekstrim, hujan deras, petir dan angin kencang. (ana)

Semarak Lomba dan Parade Ogoh-Ogoh Adat Bongan Puseh Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ditandai dengan pemukulan Kulkul, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka secara resmi Lomba dan Parade Ogoh-Ogoh Adat Bongan Puseh, Desa Bongan, Tabanan, Selasa (25/3/2025).

Kegiatan yang di inisiasi oleh Sekaa Teruna beserta Prajuru Adat Banjar Bongan Puseh, dilaksanakan di kawasan Pasar Adat Bongan Puseh dan diikuti oleh enam Banjar Adat.

Keenam Banjar tersebut diantaranya, Banjar Adat Bongan Lebah Kaja dengan tajuk Ogoh-Ogoh yaitu Sang Bhuta Langkir, Banjar Adat Bongan Lebah Kelod dengan tajuk Ogoh-ogoh yaitu Sandikala.

Banjar Adat Bongan Gede dengan judul Sapuh Leger, Banjar Adat Bongan Kauh mengusung tema Gerebek Samar, Banjar Adat Bongan Tengah mengusung Tema Batara Kala, sedangkan Banjar Adat Bongan Jawa dengan tema Ogoh-ogoh yaitu Ang Geni Murka.

Atas inovasi dan kreativitas para pemuda, Bupati Tabanan, Sanjaya menyampaikan apresiasi dan dukungannya. Dimana setiap Banjar atau setiap peserta Lomba dan parade Ogoh-ogoh ini mendapatkan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 5 juta.

Tidak hanya itu, Sanjaya juga sampaikan penghargaannya karena dalam kegiatan ini para pemuda mampu menampilkan kesenian-kesenian yang menarik serta menyertakan pameran kuliner yang diikuti oleh 10 stand.

Sanjaya berpesan masyarakat harus mampu memaknai perayaan hari suci Nyepi sebagai perenungan dengan penuh ikhlas dan penuh mawas diri yang terikat dengan catur brata penyepian.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan juga berharap, agar pelaksanaan ogoh-ogoh ini tidak hanya menjadi ajang tradisi tahunan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dari segi budaya maupun ekonomi.

“Diatas semua itu, saya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan parade ini. Semoga pada tahun yang akan datang, parade ini akan mengalami peningkatan,baik dari sisi penyelenggaraan maupun dari sisi lainnya,” ujar Sanjaya.

Bendesa Adat Bongan Puseh, I Gusti Putu Sukarata, melaporkan lomba dan parade Ogoh-Ogoh saat ini mengambil tema ‘”Nyomya Bhuta Kala Nyanggra Nawa Warsa caka 1947 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana”, yang artinya buta kala di alam dan pada diri manusia dinetralisir agar sifat-sifat angkara murka, sombong dan angkuh menjadi sifat-sifat yang baik menuju kejayaan Kabupaten Tabanan.

Ia sangat bersyukur kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, khususnya masyarakat Bongan dan Pemkab Tabanan.

“Terimakasih kepada seluruh warga Bongan, serta tian mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan Bapak Bupati dan Wakil Bupati termasuk DPR selama ini di Desa Adat tidak pernah hentinya, tepuk tangan kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang tidak henti-hentinya memberikan bantuan dan dukungan termasuk pada acara ini. Sekali lagi tiang ucapkan terimakasih,” ungkapnya. (rls)

SMAN1 Kuta Utara Juara Umum PORJAR Badung 

Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, secara simbolis menyerahkan piala bergilir kepada para juara umum dari tiga jenjang pendidikan.
Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, secara simbolis menyerahkan piala bergilir kepada para juara umum dari tiga jenjang pendidikan.

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Kabupaten Badung 2025 resmi berakhir. Acara penutupan berlangsung di Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, pada Selasa (25/3/2025).

Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, secara simbolis menyerahkan piala bergilir kepada para juara umum dari tiga jenjang pendidikan.

Pada jenjang SMA/SMK, SMA Negeri 1 Kuta Utara berhasil meraih gelar juara umum dengan total 48 medali emas, 40 perak, dan 37 perunggu (total 125 medali).

Posisi kedua ditempati oleh SMA Negeri 1 Mengwi dengan 31 emas, 28 perak, dan 35 perunggu (total 94 medali), sedangkan SMA Negeri 1 Kuta menempati peringkat ketiga dengan 24 emas, 25 perak, dan 29 perunggu (total 78 medali).

Di jenjang SMP, juara umum diraih oleh SMP Negeri 1 Kuta yang mengumpulkan 24 medali emas, 23 perak, dan 21 perunggu (total 68 medali).

SMP Negeri 1 Kuta Utara berada di posisi kedua dengan 21 emas, 7 perak, dan 14 perunggu (total 42 medali), diikuti oleh SMP Negeri 2 Mengwi di peringkat ketiga dengan 20 emas, 10 perak, dan 22 perunggu (total 52 medali).

Sementara itu, di jenjang SD, Korwil Kecamatan Kuta Utara berhasil meraih juara umum dengan 66 emas, 58 perak, dan 67 perunggu (total 191 medali).

Korwil Kecamatan Abiansemal menempati posisi kedua dengan 59 emas, 42 perak, dan 69 perunggu (total 170 medali), sedangkan Korwil Kecamatan Mengwi meraih peringkat ketiga dengan 53 emas, 70 perak, dan 79 perunggu (total 202 medali).

Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, juri, serta para atlet yang telah berjuang dalam kompetisi ini. Ia menekankan bahwa Porjar Badung menjadi ajang persiapan bagi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar se-Bali.

“Dalam rangka mempersiapkan atlet yang akan bertanding di tingkat provinsi, kami akan melakukan pemusatan latihan (TC) yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan serta berbagai lembaga di bidang pendidikan dan olahraga,” ujarnya.

Selain itu, untuk meningkatkan semangat para atlet, Pemkab Badung berencana menaikkan jumlah bonus yang diberikan. “Tahun lalu kisarannya 7,5 juta, 5 juta, dan 3 juta. Kami akan koordinasi dengan Bapak Bupati agar bisa memberikan lebih dari itu demi memotivasi para atlet,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana, menegaskan, evaluasi akan dilakukan untuk meningkatkan performa atlet.

“Kami akan mengadakan seleksi khusus di setiap cabang olahraga agar wakil-wakil dari Badung bisa tampil maksimal di tingkat provinsi,” katanya.

Selain itu, latihan bersama akan diterapkan untuk meningkatkan kekompakan tim di berbagai cabang olahraga.

“Latihan akan dilakukan di venue masing-masing dengan harapan meningkatkan teknik dan kerja sama tim. Sesuai arahan Pak Wakil Bupati, target kita tetap tinggi, dan kami mohon dukungan dari masyarakat agar Badung bisa meraih hasil terbaik di tingkat Bali,” tutupnya. (jas)

 

 

Polisi Imbau Pemudik Manfaatkan Layanan Call Center 110 untuk Kondisi Darurat

Call Center 110
Call Center 110

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Memasuki musim mudik Lebaran 2025, Polres Tabanan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan call center 110 untuk kondisi gawat darurat.

Layanan ini memungkinkan masyarakat untuk melaporkan berbagai kejadian tindak kriminal, kecelakaan, bencana hingga situasi darurat lainnya secara cepat.

Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma menjelaskan, khusus masyarakat yang sedang mudik dan mengalami keadaan darurat seperti kecelakaan, mogok di jalan, atau pencurian di rumah saat ditinggal, dan lainnya bisa memanfaatkan layanan call center 110.

“Layanan panggilan darurat ini tidak dikenakan biaya pulsa. Layanan apa pun yang diperlukan masyarakat akan kami sediakan termasuk pemadam kebakaran, nanti akan kami sambungkan,” ucapnya.

Namun, masyarakat diminta agar bijak menggunakan layanan tersebut, bukan untuk panggilan iseng, sebab lokasi penelepon dapat langsung dilacak oleh petugas kepolisian.

“Gunakan dengan bijak. Kami akan langsung merespons jika ada telepon dari wilayah mana pun, tidak hanya di Tabanan,” tegas AKBP Chandra.

Pihaknya pun berharap dengan adanya layanan 110 dari Polri ini bisa membantu masyarakat dalam mengakses bantuan saat situasi darurat dengan mudah dan cepat. (ana)

Gelar Karya Bakti Pramuka, Kwarcab Badung Bagikan Sembako dan Bantu Informasi Arus Mudik

Kwarcab Kabupaten Badung mengadakan Karya Bakti Pramuka dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat.
Kwarcab Kabupaten Badung mengadakan Karya Bakti Pramuka dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Kabupaten Badung mengadakan Karya Bakti Pramuka yang berlangsung mulai 24 Maret hingga 8 April 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, dengan tujuan memberikan bantuan kepada masyarakat serta mendukung kelancaran arus mudik.

Sebanyak 530 anggota Pramuka dikerahkan untuk membantu memberikan informasi bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat di titik-titik rawan kepadatan. Selain itu, mereka juga menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Badung.

Wakil Ketua Abdimas, Humas, dan Informatika Kwarcab Badung, I Gede Wirawan, didampingi oleh Kasatgas KBL Badung 2025, Putu Widyastuti, menjelaskan, Karya Bakti Pramuka tahun ini mencakup berbagai aksi kemanusiaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di beberapa lokasi strategis, seperti Posko Terpadu, terminal, tempat ibadah, serta kawasan wisata.

“Kami melibatkan 530 anggota Satgas Pramuka Peduli, yang terdiri dari Pembina dan peserta didik dari berbagai golongan. Sebelum terjun ke lapangan, mereka akan mengikuti sesi pra-kondisi selama tujuh hari agar lebih memahami tugas serta teknis pelaksanaan Karya Bakti Lebaran (KBL) Badung 2025,” ungkap Wirawan.

Mereka bertugas meliputi penyediaan informasi bagi pemudik, membantu kelancaran lalu lintas, membagikan masker dan takjil gratis, serta mendistribusikan paket sembako. Kegiatan ini akan difokuskan pada enam titik utama, yaitu Terminal Tipe A Mengwi, Posko Sempidi, Posko Pantai Kuta, tempat ibadah, objek wisata, dan lokasi penyebaran bantuan sosial.

“Sebagai bentuk apresiasi, Pramuka yang aktif dalam kegiatan ini akan menerima piagam penghargaan Tanda Ikut Serta Gotong Royong (TIGOR), sementara orang dewasa yang berkontribusi akan mendapatkan Tanda Penghargaan untuk Orang Dewasa (TPOD),” ujarnya.

Wirawan menambahkan, sekitar 300 paket sembako akan disalurkan di setiap kecamatan, meliputi Petang, Mengwi, Abiansemal, Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan. Sasaran penerima bantuan adalah warga kurang mampu serta mereka yang terdampak bencana alam.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian Gerakan Pramuka terhadap perayaan hari raya keagamaan. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Ketua Harian Kwarcab Badung yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, I Gusti Made Dwipayana, menegaskan, Karya Bakti Pramuka merupakan kegiatan rutin yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan.

Ia berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pemudik dan pengguna jalan, serta menjadi ajang pembelajaran bagi anggota Pramuka untuk selalu siap membantu sesama.

“Kegiatan ini juga menanamkan kesadaran bahwa setiap Pramuka adalah pewarta yang bertugas menyebarkan informasi dengan semangat pengabdian. Harapannya, melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda yang tangguh dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” pungkasnya. (jas)

Kapolda Bali Tinjau Kesiapan Pos Pelayanan Mudik Lebaran 2025 di Tabanan

Kapolda Bali bersama jajaran dan Polres Tabanan saat meninjau kesiapan Pos Pelayanan (Pos Yan) Selabih di Selemadeg Barat, Tabanan, pada Senin (24/3/2025).
Kapolda Bali bersama jajaran dan Polres Tabanan saat meninjau kesiapan Pos Pelayanan (Pos Yan) Selabih di Selemadeg Barat, Tabanan, pada Senin (24/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya meninjau kesiapan Pos Pelayanan (Pos Yan) Selabih di Selemadeg Barat, Tabanan, pada Senin (24/3/2025).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pengamanan arus mudik Lebaran 2025.

Setibanya di lokasi, Kapolda dan rombongan melakukan pengecekan kesiapan fasilitas di Pos Yan serta mengevaluasi kesiapan anggota yang bertugas.

“Kami ingin memastikan kesiapan personel serta jalur mudik agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Irjen.Pol.Daniel saat melakukan peninjauan.

Selain itu, pihaknya juga menyerahkan bantuan logistik kepada perwakilan personel yang berjaga.

Sementara itu, Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma mengatakan, untuk memastikan keamanan selama perayaan Idul Fitri akan digelar Operasi Ketupat Agung 2025. Operasi akan berlangsung selama 17 hari, dari 23 Maret hingga 8 April 2025.

Selain itu, Polres Tabanan juga mendirikan lima pos pengamanan, yaitu tiga pos pengamanan di depan Masjid Besar Al-Hudah Kediri, DTW Tanah Lot, dan DTW Ulun Danu. Satu pos pelayanan di Rest Area Selabih dan satu pos terpadu di Adipura.

“Kami akan menyiagakan 182 personel yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti jalan nasional Denpasar-Gilimanuk, lokasi wisata, serta tempat keramaian lainnya,” ujarnya.

Terkait pelaksaan mudik, AKBP Citra mengimbau masyarakat agar melakukan mudik lebih awal untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. Terlebih lagi pelaksanaan mudik tahun ini bertepatan dengan Hari Suci Nyepi pada 29 Maret 2025. “Jangan sampai H-1 Nyepi, terjadi penumpukan kendaraan khususnya di Pelabuhan,” imbuhnya. (ana) 

Gara-Gara Salah Paham, 2 Remaja di Tabanan Terlibat Perkelahian

Dengan ditemani orang tua, dua remaja terlibat perkelahian di Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan pada Minggu (23/3/2025) sepakat berdamai. 
Dengan ditemani orang tua, dua remaja terlibat perkelahian di Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan pada Minggu (23/3/2025) sepakat berdamai. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua orang remaja di Kabupaten Tabanan, Bali, terlibat perkelahian akibat dari kesalahpahaman saat bermain game online.

Insiden ini terjadi pada Minggu (23/3/2025) sekitar pukul 19.00 WITA. Mereka terlibat perkelahian di teras rumah kontrakan di Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.

Adapun dua remaja yang terlibat perkelahian tersebut yakni berinisial I Kadek D (18) dan I Gede APW (18). Mereka sama-sama berasal dari Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Informasi yang dihimpun, perkelahian bermula saat pelaku I Gede APW salah paham dengan perkataan I Kadek D yang mengirim pesan suara. Merasa tidak terima dengan perkataan I Kadek D, Gede APW lantas menelepon.

Saat itu, Kadek D  menyebut kata “Kiering” (istilah dalam game online). Sayangnya, Gede APW salah dengar dan mengira korban menyebutnya dengan kata hewan ‘Cicing’ (anjing) yang membuatnya tersinggung.

Akibat kesalahpahaman itu, pelaku Gede APW mengancam akan mendatangi korban Kadek D dan meminta lokasi tempat tinggalnya. Kadek D pun mengirimkan lokasi kosnya di Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas.

Sekitar pukul 19.00 WITA, pelaku bersama rekannya, I Gede TA, tiba di lokasi dan menghubungi korban Kadek D.

Saat bertemu, tanpa banyak bicara, Gede APW langsung membuka bajunya dan mengeluarkan lempengan besi sepanjang 15 cm dan lebar 3 cm.

Korban yang ketakutan berusaha melarikan diri, namun dikejar oleh pelaku yang mengayunkan lempengan besi ke arahnya. Upaya pertama meleset, dan saat ayunan kedua menuju leher korban, korban berhasil menangkis dan merebut senjata tersebut. Perkelahian pun tak terhindarkan.

I Gede TA, yang berada di lokasi, segera mengambil lempengan besi yang terjatuh dan membuangnya ke semak-semak belakang rumah kontrakan. Sementara itu, Kadek D dan Gede APW masih terus saling pukul.

Setelah Gede APW dan Gede TA meninggalkan lokasi, Kadek D yang masih merasa terancam akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Selemadeg Timur.

Akibat perkelahian ini, Kadek D mengalami rasa sakit di ulu hati, pinggang belakang sebelah kanan, dan paha kiri, meskipun tidak ada luka atau bengkak yang terlihat. Sementara itu, Gede APW mengalami bengkak di mata kanan dan luka lecet di pergelangan tangan kiri

Kapolsek Selemadeg AKP I Nyoman Artadana membenarkan adanya peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan, Ia bersama tim langsung turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan.

“Kejadian tersebut murni karena kesalahpahaman antara korban dan pelaku hingga berujung perkelahian,” ujarnya ketika dikonfirmasi Senin (24/3/2025).

Namun, antara korban dan pelaku akhirnya sepakat untuk menyelesaikan perkara mereka melalui Restorative Justice. Meskipun demikian, Polsek Selemadeg Timu tetap memberlakukan wajib lapor bagi korban dan pelaku guna memastikan tidak ada permasalahan baru di kemudian hari.

“Kami memfasilitasi penyelesaian perkara ini secara Restorative Justice atas permintaan kedua belah pihak dan keluarga mereka,” imbuh AKP Artadana. (ana) 

Giri Prasta Lepas 250 Pemudik Program Martabak Mudik Bareng 2025

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, melepas Program Mudik Martabak Mudik Bareng 2025 yang diadakan oleh Persaudaraan Warga Tegal Bali (PWTB) di Denpasar, Senin (24/3/2025).
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, melepas Program Mudik Martabak Mudik Bareng 2025 yang diadakan oleh Persaudaraan Warga Tegal Bali (PWTB) di Denpasar, Senin (24/3/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, melepas Program Mudik Martabak Mudik Bareng 2025 yang diadakan oleh Persaudaraan Warga Tegal Bali (PWTB) di Denpasar, Senin (24/3/2025).

Program tahunan ini bertujuan memfasilitasi warga Tegal yang tinggal di Bali untuk kembali ke kampung halaman dalam rangka merayakan Hari Raya Idulfitri.

Program mudik bersama yang rutin diadakan setiap tahun ini menjadi salah satu agenda penting PWTB. Pada 2025, sebanyak 250 peserta mengikuti mudik bersama menuju Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Giri Prasta mengapresiasi program mudik yang diinisiasi oleh komunitas warga Tegal di Bali tersebut. Ia berharap perjalanan peserta berjalan lancar dan para pemudik dapat bertemu dengan keluarga di kampung halaman dalam keadaan selamat.

“Selamat melaksanakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan ridha kepada kita semua,” ujarnya.

Giri Prasta juga mengingatkan agar para sopir dan penyedia jasa transportasi memprioritaskan keselamatan dengan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan.

Dalam kesempatan yang sama, Giri Prasta mengapresiasi kontribusi umat Muslim di Bali yang meskipun merupakan minoritas, tetap memiliki peran penting dalam pembangunan di Pulau Dewata. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

“Yang berbeda jangan kita paksakan menjadi sama, tetapi yang sama jangan kita bedakan,” tegasnya.

Giri Prasta juga mengungkapkan harapannya agar umat Muslim di Bali dapat berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Ia mendorong generasi muda Muslim Bali untuk menghafalkan Al-Qur’an 30 Juz dan berharap Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional dapat diselenggarakan di Bali. Menurutnya, hal itu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pulau Dewata.

Untuk mendukung program mudik tersebut, Pemerintah Provinsi Bali memberikan bantuan dana kepada PWTB. “Pak Gubernur, melalui Pak Haji Umar, bersedekah untuk kita semua sebesar 50 juta rupiah, dan Pak Wakil Gubernur bersedekah sebesar 25 juta rupiah,” ungkap Giri Prasta.

Ketua Persaudaraan Warga Tegal Bali, Abdul Homam, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu organisasi dalam menjalankan program dan kegiatannya. (rls)

Pemkab Badung Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri dan Nyepi

Gerakan Pangan Murah (GPM) di Rest Area Jalan Mengwi-Bedugul, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, pada Senin (24/03/2025).
Gerakan Pangan Murah (GPM) di Rest Area Jalan Mengwi-Bedugul, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, pada Senin (24/03/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini berlangsung di Rest Area Jalan Mengwi-Bedugul, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, pada Senin (24/03/2025).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, menjelaskan, Gerakan Pangan Murah bertujuan memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi menjelang perayaan Idul Fitri 1446 H dan Nyepi Tahun Baru Saka 1947, sekaligus membantu stabilisasi harga di pasaran.

“Kami berharap program ini dapat menyerap hasil produksi para petani lokal serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan hari raya dengan harga lebih murah. Dengan begitu, perputaran ekonomi di masyarakat juga bisa meningkat,” ungkapnya.

Acara ini menghadirkan 10 stan UMKM yang menawarkan berbagai produk pertanian dan kebutuhan hari raya, seperti bunga, dupa, beras, minyak goreng, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.00 WITA hingga 12.00 WITA.

Lebih lanjut, Wayan Wijana menyatakan, Gerakan Pangan Murah akan menjadi program rutin di Kabupaten Badung. “Kami berencana mengadakan kegiatan ini setiap bulan di masing-masing desa agar manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat,” tambahnya. (jas)