- Advertisement -
Beranda blog Halaman 228

PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan Listrik di Bali, Sejumlah Wilayah Terdampak Pemadaman Sementara

Ilustrasi perbaikan listrik.
Ilustrasi perbaikan listrik. (Foto:PLN)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – PLN sedang melaksanakan pemeliharaan sistem kelistrikan di sejumlah wilayah di Bali pada Senin (5/5/2025). Pemeliharaan ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan.

Adapun dampak dari kegiatan ini ialah mengharuskan dilakukan pemadaman listrik sementara di beberapa titik layanan.

Dilansir dari akun Instagram resmi @pendistribusibali, berikut adalah wilayah-wilayah di Bali yang dilakukan pemeliharaan sistem kelistrikan.

1. PLN UP3 Bali Selatan

ULP Kuta

  • Pukul 10.30 – 13.30 WITA di Jalan Sunset Road 808.
  • Pukul 12.00 – 15.00 WITA di Jalan Gunung Payung dan sekitarnya.

2. PLN UP3 Bali Timur

ULP Gianyar

  • Pukul 10.00 – 16.00 WITA di Seputaran Jalan Ir. Sutami, Kemenuh. Jalan Raya Mas Ubud, Nirmala Supermarket, dan sekitarnya.
  • Pukul 11.00 – 15.00 WITA, Pelanggan Khusus Gajah Taro dan seputaran Jalan Raya Singakerta, Dangin Labak

ULP Karangasem

  • Pukul 11.00 – 14.00 WITA di Tenganan, Nyuh Tebel, Pesedahan

ULP Klungkung/Nusa

  • Pukul 10.00 – 16.00 WITA di Jalan Sentak Kangin, Nusa Penida
  • Pukul 09.00 – 11.00 WITA di Dusun Batumulapan

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman ini. Pelanggan diimbau untuk mengantisipasi kegiatan yang memerlukan pasokan listrik selama waktu pemeliharaan berlangsung.

Jika terjadi pemadaman di luar jadwal yang telah ditetapkan, pelanggan dapat segera menghubungi PLN 123 atau melapor melalui aplikasi PLN Mobile. (ana)

Identitas dan Penyebab Kematian Pria di Sungai Yeh Bumbung Tabanan Belum Terungkap

Evakuasi mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Tukad Yeh Bumbung, Banjar Pangkung Tibah Delodan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, pada Minggu (4/5/2025).
Evakuasi mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Tukad Yeh Bumbung, Banjar Pangkung Tibah Delodan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, pada Minggu (4/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Aparat kepolisian dari Polsek Kediri, Polres Tabanan, masih menyelidiki penemuan mayat pria tanpa identitas di tepi Sungai Tukad Yeh Bumbung, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu (4/5/2025).

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki identitas dan penyebab kematian korban.

“Belum diketahui, masih kami lidik. Informasi sementara, menurut keterangan kepala wilayah setempat, korban ini sudah lama berada di sekitar lokasi. Dari logat bicaranya, diduga ia adalah warga Bali. Namun kami masih menelusuri kebenarannya,” jelasnya, Senin (5/5/2025).

Saat ini, polisi telah memeriksa dua orang saksi, yakni Marselinus Wedolo (41), buruh harian lepas yang pertama kali menemukan korban, serta Kepala Wilayah Banjar Pangkung Tibah Delodan, I Wayan Agus Wirata (43).

“Kemarin juga ditemukan barang bukti tambahan di lokasi, berupa celana dan senter. Namun, lokasinya cukup jauh dari titik penemuan mayat,” tambah Sukadana.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Pangkung Tibah dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria tak dikenal di tepi sungai. Korban ditemukan dalam kondisi membusuk, mengenakan helm serta pakaian berlapis.

Dari keterangan saksi Marselinus, korban sudah terlihat berada di sekitar Tukad Yeh Bumbung sejak sebelum Hari Raya Nyepi. Ia bahkan sempat mengobrol dengan korban.

Saksi lainnya, I Wayan Agus Wirata, menyebut terakhir bertemu korban saat Hari Raya Galungan. Saat itu, ia juga sempat berbincang dengan korban, namun yang bersangkutan tampak linglung dan sulit diajak berkomunikasi.

Kemudian, pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WITA, Marselinus yang tengah memancing mencium bau menyengat dari arah sungai. Saat didekati, ia menemukan jasad pria tersebut dalam posisi tergeletak dengan helm masih dikenakan. Peristiwa itu segera dilaporkan ke warga sekitar dan kemudian ke Polsek Kediri.

Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Tabanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban telah meninggal lebih dari lima hari. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi membusuk, dengan lebam di beberapa bagian, terdapat larva, serta dua gigi atas yang hilang.

“Saat ini jenazah dititipkan di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah Denpasar) sembari menunggu proses identifikasi lebih lanjut,” tutup Kompol Sukadana. (ana)

Pelayanan PDAM Tabanan Terganggu Akibat Pasokan Listrik Belum Stabil

Perbaikan saluran air oleh tim teknis Perumda TAB Tabanan.
Perbaikan saluran air oleh tim teknis Perumda TAB Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Pelayanan distribusi air bersih Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan mengalami gangguan akibat pasokan listrik dari PLN yang belum stabil sejak Jumat (2/5/2025) lalu.

Hingga Senin (5/5/2025), pemeliharaan jaringan masih berlangsung sehingga suplai listrik belum sepenuhnya pulih.

Kepala Bagian Langganan Perumda TAB, I Wayan Agus Suanjaya, didampingi Humas TAB, Putu Wahyu Untung menjelaskan, secara teknis, ketidakstabilan pasokan listrik membuat sejumlah pompa air tidak dapat beroperasi secara optimal.

“Meskipun kami telah menyiapkan genset, daya listrik yang dihasilkan belum mampu mengimbangi kebutuhan seluruh unit pompa,” ujar Agus Suanjaya.

Perumda TAB telah melakukan berbagai upaya agar distribusi air kembali normal, seperti membuang udara dari jaringan pipa dan mengatur katup distribusi (valve). Namun, pihaknya belum dapat memastikan kapan gangguan ini akan sepenuhnya teratasi.

Untuk itu, pelanggan diminta tetap bersiaga dengan menampung air saat aliran masih tersedia.

Sebelumnya, pada Jumat (2/5/2025), Bali mengalami pemadaman listrik total akibat gangguan sistem transmisi di wilayah Jawa-Bali. Pemadaman listrik terjadi selama hampir 12 jam, sebelum petugas PLN memperbaiki saluran listrik secara bertahap. Namun, kondisi ini berdampak luas pada pelayanan publik, termasuk distribusi air bersih di sejumlah daerah. (ana)

Perda Desa Adat Bali Jadi Tameng Masuknya Ormas Luar 

Klian Desa Adat Kesiman Denpasar dan juga sebagai Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Taksu Bali Jro Mangku Wisna.
Klian Desa Adat Kesiman Denpasar dan juga sebagai Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Taksu Bali Jro Mangku Wisna.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Organisasi masyarakat (Ormas) berkedok pengamanan masuk Pulau Dewata tengah menjadi sorotan masyarakat.

Di media sosial ramai beredar foto dan video yang menampilkan keberadaan organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) di Bali. Kehadiran ormas tersebut pun menuai berbagai tanggapan masyarakat.

Mereka mempertanyakan tujuan dan keberadaan GRIB di tengah sistem keamanan adat Bali dengan Pecalang yang sudah sejak lama diterapkan seluruh desa adat di Bali.

Klian Desa Adat Kesiman Denpasar dan juga sebagai Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Taksu Bali Jro Mangku Wisna (JMW) mengatakan, Gubernur Bali Wayan Koster mengunci pintu Pulau Dewata dengan menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang desa adat.

Dalam Perda tersebut jelas diatur terkait desa adat, organisasi, fungsi, peran, dan hubungan desa adat dengan pemerintah daerah.

Tujuan Perda ini tentu untuk melindungi, menjaga, dan mengembangkan kelembagaan desa adat serta kearifan lokal di Bali.

“Beliau (Wayan Koster) sudah lebih dulu membaca arah bahaya. Ormas-ormas yang datang dengan baju pengamanan tapi punya agenda lain, itu bukan untuk Bali. Itu sebabnya lahir Perda Nomor 4 Tahun 2019 dan Pergub Nomor 20 Tahun 2020,” ujarnya Minggu (4/5/2025).

JMW menyampaikan Gubernur Koster telah mengunci gerbang Pulau Dewata  sejak awal. Untuk itu ia mengajak semua aparat desa adat bersatu menjaga Bali.

“Sekarang giliran kita semua, terutama desa adat, untuk berjaga. Jangan beri ruang, jangan beri celah,” katanya.

Ia pun berharap seluruh desa adat untuk tetap bersatu dan waspada. Ancaman ormas liar, katanya, tidak hanya fisik tetapi juga ideologis yang dapat menggerus nilai-nilai harmoni dan rasa aman yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Bali.

Dia mengatakan, peraturan yang telah diterbitkan Gubernur Koster merupakan payung hukum yang mengikat untuk menegaskan sistem keamanan di Bali bersumber dari adat istiadat sendiri.

Pecalang, sebagai ujung tombak pengamanan berbasis desa adat, telah menjalankan perannya sejak lama dengan kedekatan sosial dan kewibawaan budaya yang tidak dimiliki oleh ormas.

“Pecalang itu bukan aparat semu. Mereka tahu siapa yang tinggal di lingkungannya, siapa tamu yang datang, dan bagaimana cara mengedepankan dialog tanpa kekerasan. Ditambah dengan Sipandu Beradat, sistem kita sudah solid. Tidak perlu ormas luar yang justru bisa menambah keruwetan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, kemunculan ormas-ormas yang tiba-tiba masuk ke pasar, proyek, atau kawasan adat seringkali membawa pola-pola yang mencurigakan. Ada yang beroperasi tanpa izin desa adat, ada pula yang justru meresahkan warga.

“Kalau datang bawa nama pengamanan tapi ujungnya maksa, minta jatah, atau bikin warga takut, itu bukan pengamanan. Itu pemerasan. Itu premanisme. Dan Bali tidak boleh kompromi soal itu,” katanya.

JMW juga menggarisbawahi, kekhususan Bali dalam sistem hukum nasional, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, memberikan hak konstitusional bagi pemerintah daerah untuk menjaga keotentikan adat dan budayanya. Ini termasuk menolak segala bentuk organisasi yang bertentangan dengan spirit kearifan lokal.

“Bali ini bukan tanah kosong yang bisa dimasuki siapa saja seenaknya. Kita punya aturan, punya adat, punya cara sendiri untuk menjaga keamanan. Bukan dengan kekerasan, bukan dengan pungli, bukan dengan intimidasi,” imbuhnya. (ana)

Bupati Tabanan Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga dalam Pelaksanaan Upacara Agama di Dua Desa

Bupati Tabanan bersama jajaran saat menghadiri pelaksanaan dua upacara yadnya di Desa Lalanglinggah dan Desa Kelating, Minggu (4/5/2025).
Bupati Tabanan bersama jajaran saat menghadiri pelaksanaan dua upacara yadnya di Desa Lalanglinggah dan Desa Kelating, Minggu (4/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya berikan apresiasi terhadap semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam pelaksanaan dua upacara yadnya di Desa Lalanglinggah dan Desa Kelating.

Dalam kunjungan pada Minggu (4/5/2025), Bupati Sanjaya mengikuti persembahyangan bersama yang berlangsung secara khidmat, menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap kegiatan adat dan spiritual masyarakat.

Persembahyangan pertama yang diikuti yakni Upacara Pujawali di Ida Bhatara Ring Kahyangan Jagat Luhur Pucak Bukit Rangda, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Dilanjutkan dengan peran sebagai murdaning jagat dalam Upacara Dewa Yadnya Karya Caru Manca Kelud, Melaspas, dan Ngenteg Linggih di Pura Beten Bingin, Pertisentana Pasek Gelgel Banjar Dinas Dangin Pangkung, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei mendatang.

Kehadiran Wakil Bupati I Made Dirga, jajaran DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, para asisten, serta OPD terkait turut mempertegas sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pelestarian adat dan budaya Bali tetap menjadi prioritas dalam pembangunan spiritual dan sosial di Kabupaten Tabanan.

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat gotong royong warga. “Saya apresiasi gotong royong yang luar biasa ini, jika ada karya bersama-sama, ikut ngayah dan semuanya tidak bisa dihitung dengan uang.

Ukuran yadnya yang utama adalah ketika yadnya ini dibangun dengan lascarya dan tulus ikhlas. Kepuput oleh sang sulinggih dan kesaksi saking murdaningjagat, ini termasuk yadnya yang satwika, utamaning utama” ujar Bupati Sanjaya.

Ia menambahkan, pelaksanaan karya yang berlandaskan pada kesucian, kebersamaan, menjadikan kegiatan ini sebagai sebuah karya yang utama, penuh dengan nilai-nilai kesucian dan keikhlasan.

“Semangat ini perlu terus kita jaga dan lestarikan sebagai bagian dari jati diri masyarakat Tabanan,” tambahnya.

Di lokasi kedua, Bendesa Adat Kelating, Dewa Made Maharjana, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dan kehadiran pemerintah daerah. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Bupati bersama jajaran pemerintah. Ini adalah bentuk perhatian nyata terhadap kegiatan masyarakat, yang tentunya menjadi semangat tambahan bagi kami dalam menyelesaikan karya ini dengan baik,” ungkapnya.

Kegiatan yang bedasarkan persembahyangan dan upacara adat, bukanlah rangkaian persembahyangan semata, melainkan bagian dari karya besar yang merepresentasikan kekuatan nilai gotong royong, dedikasi, dan spiritualitas masyarakat Tabanan yang kuat.

Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat seperti ini terus tumbuh dalam setiap kegiatan adat di masa mendatang, demi mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (rls)

Vario Bonceng Tiga Tabrak Truk di Teuku Umar Denpasar, Satu Tewas di TKP

Korban pengendara motor terkapar di bawah truk usai tabrakan maut di Simpang Teuku Umar Barat – Pura Demak, Denpasar, Minggu (4/5).
Korban pengendara motor terkapar di bawah truk usai tabrakan maut di Simpang Teuku Umar Barat – Pura Demak, Denpasar, Minggu (4/5).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan maut terjadi di Simpang Jalan Teuku Umar Barat – Jalan Pura Demak, Denpasar, pada Minggu pagi, 4 Mei 2025. Sebuah sepeda motor Honda Vario yang dikendarai oleh tiga orang bertabrakan dengan truk Hino hingga menewaskan satu orang di lokasi kejadian.

Korban tewas diketahui berinisial AWN (24), pengendara motor asal Dusun Krajan, Banyuwangi, Jawa Timur. Ia mengalami luka parah di kepala dan dada hingga meninggal di tempat. Jenazahnya telah dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membenarkan insiden tragis tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WITA saat Honda Vario berpelat W 3235 SR yang dikendarai AWN melaju dari arah utara (Jalan Pura Demak) menuju selatan. Di motor tersebut, korban membonceng dua temannya, MFS (18) dan satu orang lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Di saat bersamaan, sebuah truk Hino bernomor polisi B 9785 FCK yang dikemudikan MA (42), pria asal Medan, melaju dari arah barat ke timur. Diduga, sepeda motor korban menerobos jalur prioritas saat memasuki simpang, sehingga tabrakan pun tak terhindarkan.

“Sepeda motor korban memotong jalur dan masuk ke arah prioritas kendaraan truk. Tabrakan pun terjadi,” jelas AKP Sukadi.

Akibat benturan keras, MFS mengalami luka di kaki dan tangan serta pendarahan dari telinga, dan kini dirawat di RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah. Sementara satu penumpang lain hingga kini belum diketahui identitas maupun keberadaannya.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kronologi pasti kecelakaan ini. (mah)

Tumpahan Dexlite di Tanjakan Goa Gong Picu Kemacetan

Petugas gabungan membersihkan tumpahan Dexlite yang membuat jalan licin di tanjakan Goa Gong, Jimbaran, Minggu (4/5).
Petugas gabungan membersihkan tumpahan Dexlite yang membuat jalan licin di tanjakan Goa Gong, Jimbaran, Minggu (4/5).

BADUNG, PANTAUBALI.COM  – Arus lalu lintas di tanjakan Pura Goa Gong, Jimbaran, Kuta Selatan, sempat tersendat akibat tumpahan bahan bakar jenis Dexlite pada Minggu (4/5) sekitar pukul 11.00 WITA. Bahan bakar tumpah ke jalan dari sebuah mobil pickup Daihatsu Zebra Espass bernomor polisi DK 8391 CL yang dikemudikan Made Dwianto Setiawan, warga Renon, Denpasar.

Mobil tersebut diketahui mengangkut jerigen berisi Dexlite menuju proyek di kawasan Pantai Pandawa. Namun, saat melintasi tanjakan Goa Gong, salah satu jerigen yang tidak terikat dengan baik bocor, menyebabkan solar tumpah dan membuat permukaan jalan licin.

Kondisi tersebut langsung mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Meski tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil, situasi sempat membuat pengendara panik dan terpaksa mengurangi kecepatan.

Petugas Satlantas Kuta Selatan yang tiba di lokasi segera melakukan pengaturan lalu lintas dan mengimbau pengendara untuk menghindari jalur tersebut sementara waktu. Koordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran Badung juga dilakukan guna membersihkan tumpahan dari badan jalan.

Polisi memberikan teguran langsung kepada pengemudi kendaraan dan menekankan pentingnya pengangkutan bahan bakar dengan cara yang lebih aman, seperti menggunakan drum tertutup yang terikat dengan baik.

Kapolsek Kuta Selatan, AKP I Komang Agus Dharmayana W, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dalam pengangkutan bahan berbahaya seperti BBM.

“Kami mengingatkan seluruh pengemudi, khususnya yang membawa bahan berbahaya, agar selalu memperhatikan standar keamanan. Kelalaian sekecil apapun bisa berdampak besar bagi keselamatan pengguna jalan lain,” ujarnya.

Penanganan berlangsung cepat dan situasi lalu lintas di kawasan tersebut kini telah kembali normal. (MAH)

Mobil Diparkir Dekat Pura, Kaca Dipecah Pelaku – Rp70 Juta Nyaris Raib

Kaca mobil Wayan Sukerti dipecahkan di depan Pura Prajapati, Banjar Jalanbau, Desa Sulahan, Kecamatan Susut.
Kaca mobil Wayan Sukerti dipecahkan di depan Pura Prajapati, Banjar Jalanbau, Desa Sulahan, Kecamatan Susut.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Nasib naas  menimpa I Wayan Sukerti (50), warga Desa Abangsongan, Kintamani. Kaca mobil yang diparkirnya dipecahkan oleh orang tak dikenal (OTK)  pada Jumat (2/5/2025) sekitar pukul 10.30 WITA di depan Pura Prajapati, Banjar Jalanbau, Desa Sulahan, Kecamatan Susut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, Sukerti baru saja mencairkan dana bantuan senilai Rp70 juta dari BPD Unit Kintamani. Uang tersebut merupakan bantuan untuk Dadia Pande Sesana Tamanbali. Ia lalu pergi bersama rekannya, I Nyoman Sasih (43), ke rumah Jro Kelian Wayan Widana untuk menyerahkan bukti rekening koran pencairan dana.

Mobil Suzuki Splash bernomor polisi DK 1764 PG milik Sukerti diparkir di pinggir jalan, tepat di depan pura. Saat sedang berada di dalam rumah, mereka mendengar suara alarm mobil. Awalnya suara itu tidak dihiraukan karena disangka hanya akibat getaran dari kendaraan lain yang melintas.

Namun, begitu kembali ke tempat parkir, Sukerti dibuat kaget. Kaca pintu depan sebelah kanan mobilnya sudah pecah. Pelaku diduga memecahkan kaca untuk mengambil uang yang disangka ditinggal di dalam mobil. Beruntung, uang Rp70 juta tersebut dibawa oleh Sasih, sehingga tidak berhasil digondol pelaku.

Meski tidak kehilangan uang, korban tetap mengalami kerugian material sekitar Rp2,5 juta akibat kerusakan pada kaca mobil.

Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

“Kasus masih kami selidiki. Untung saja uang tidak disimpan di dalam mobil,” ujar AKP Jaya Winangun. (MAH)

Sebelum Ditemukan Membusuk di Sungai Yeh Bumbung, Pria Tanpa Identitas Sempat Linglung dan Mengaku Diusir dari Rumah

Evakuasi mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Tukad Yeh Bumbung, Banjar Pangkung Tibah Delodan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, pada Minggu (4/5/2025).
Evakuasi mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Tukad Yeh Bumbung, Banjar Pangkung Tibah Delodan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, pada Minggu (4/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Kepolisian dari Polsek Kediri Polres Tabanan tengah menyelidiki mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di tepi Sungai Tukad Yeh Bumbung, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu (4/5/2025).

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengungkapkan, sebelum ditemukan korban ditemukan membusuk di tepi sungai, korban sempat beberapa kali berinteraksi dengan warga sekitar sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenakan helm dan pakaian lengkap.

Dari keterangan saksi Marselinus Wedolo (41), seorang buruh harian lepas mengatakan bahwa ia sudah melihat korban di tepi sungai Tukad Yeh Bumbung sejak sebelum hari raya Nyepi. Bahkan Maselinus sempat ngobrol dengan korban dan mengaku diusir dari rumah.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Wilayah Banjar Pangkung Tibah Delodan, I Wayan Agus Wirata (57). Ia menyebut terakhir bertemu korban saat Hari Raya Galungan. Saat itu Agus Wirata sempat berbicara dengan korban, namun ia terlihat linglung dan sulit diajak komunikasi.

Kemudian, pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WITA, mayat korban ditemukan oleh saksi Marselinus yang sedang memancing. Ia mencium bau menyengat dari arah tepi sungai dan saat didekati, terlihat jasad pria tersebut dalam kondisi masih mengenakan helm dan beberapa lapis pakaian.

Kejadian itu lantas dilaporkan ke warga sekitar dan Polsek Kediri. Jenazah korban lantas dievakuasi ke RSUD Tabanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasilnya, korban diduga telah meninggal lebih dari lima hari. Terdapat lebam pada tubuh, larva di beberapa bagian, serta dua gigi bagian atas yang hilang.

“Sementara identitas dan penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan,” kata Kompol Sukadana.

Saat ini jenazah korban dititipkan di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah Denpasar) sembari melakukan pencarian terhadap identitas dan keluarga korban. (ana)

Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Yeh Bumbung Tabanan

Evakuasi mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Tukad Yeh Bumbung, Banjar Pangkung Tibah Delodan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, pada Minggu (4/5/2025).
Evakuasi mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Tukad Yeh Bumbung, Banjar Pangkung Tibah Delodan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, pada Minggu (4/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di tepi Sungai Tukad Yeh Bumbung, Banjar Pangkung Tibah Delodan, pada Minggu (4/5/2025) sekitar pukul 10.00 WITA.

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi mengenakan helm, baju jaket dan celana panjang. Mayat sudah dalam kondisi hitam membusuk dikerumuni belatung.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan oleh Kanwil Banjar Pangkung Tibah Delodan,  I Ketut Subawa (57), yang menerima informasi dari saksi bernama Marselinus Wedolo (41).

“Saksi menyebut mencium bau menyengat saat memancing dan mendapati mayat dalam kondisi mengenakan helm, tergeletak di tepi sungai,” kata Sukadana dikonfirmasi Minggu sore.

Usai menerima laporan, anggota Polsek Kediri lantas ke lokasi dan melakukan evakuasi mayat tersebut. Jenazah dibawa ke RSUD Tabanan untuk visum luar, kemudian akan dititipkan di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah Denpasar) untuk penanganan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan awal oleh dokter, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari lima hari sebelum ditemukan. Kondisi mayat menunjukkan lebam, terdapat larva, serta gigi bagian atas hilang dua buah,” jelas Sukadana.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas dan penyebab pasti kematian korban. (ana)