- Advertisement -
Beranda blog Halaman 227

Rumah Warga di Tabanan Dibobol Maling Saat Pengarakan Ogoh-Ogoh, iPad dan Uang Tunai Raib

Ilustrasi pencurian (Foto: Herald)
Ilustrasi pencurian (Foto: Herald)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aksi pencurian terjadi di sebuah rumah di Banjar Senapahan Kelod, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, pada Jumat (28/3/2025) malam. Kejadian itu terjadi saat masyarakat tengah menyaksikan pengarakan ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan Nyepi.

Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian tersebut diketahui oleh pemilik rumah sekitar pukul 21.30 WITA. Saat itu, seluruh penghuni rumah sedang berada di luar untuk menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh di Desa Adat Senapahan, Banjar Senapahan Kelod, Desa Banjar Anyar.

Pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela rumah. Setelah berhasil masuk ke rumah, pelaku langsung menuju salah satu kamar korban. Dari aksi tersebut, pelaku berhasil membawa kabur satu unit iPad dan uang tunai sebesar Rp600 ribu.

“Pelaku mengambil satu buah iPad dan uang tunai sebesar 600 ribu rupiah,” ungkap seorang sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Usai melakukan aksinya, pelaku sempat dikejar oleh warga yang menyadari adanya tindak kejahatan tersebut. Warga bahkan telah menyisir hingga ke wilayah sekitar yakni Banjar Suralaga dan Koripan Kaja, namun pelaku berhasil melarikan diri dan jejaknya menghilang.

“Kemarin (pelaku) sempat dilacak iPad-nya tapi putus di daerah Suralaga,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana, yang dikonfirmasi pada Minggu (30/3/2025) menyatakan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi terkait kasus pencurian tersebut. “Belum ada laporannya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Insiden pencurian ini menjadi pengingat masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terlebih lagi saat meninggal rumah. Barang-barang berharga hendaknya disimpan di tempat yang aman. (ana)

Semarak Jimbaran Culture Festival dan Lomba Ogoh-Ogoh 2025

Bupati Wayan Adi Arnawa membuka Jimbaran Culture Festival 2025 dan lomba ogoh-ogoh di Catus Pata, Perempatan Pasar Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan, Jumat (28/3/2025).
Bupati Wayan Adi Arnawa membuka Jimbaran Culture Festival 2025 dan lomba ogoh-ogoh di Catus Pata, Perempatan Pasar Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan, Jumat (28/3/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG –  Jimbaran Culture Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Desa Adat Jimbaran yang berkolaborasi dengan Sabha Yowana Jimbaran, berlangsung di Catus Pata, Perempatan Pasar Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan, pada Jumat (28/3/2025).

Festival ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Pengerupukan atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1947, yang ditandai dengan menyalakan obor oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa sebagai simbol dimulainya kegiatan Jimbaran Culture Festival 2025.

Jimbaran Culture Festival kali ini menghadirkan acara budaya Mage Gebog dan Lomba Ogoh-Ogoh Desa Adat Jimbaran Tahun Caka 1947 yang diikuti 13 Ogoh-Ogoh hasil karya Sekaa Teruna Teruni se-Desa Adat Jimbaran.

Selain sebagai ajang perlombaan, Parade Ogoh-Ogoh menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas mereka. Setiap banjar menampilkan karya terbaik dengan mengusung konsep yang mendalam, baik berdasarkan mitologi Hindu maupun fenomena sosial yang berkembang.

Melalui festival, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas semakin diperkuat, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Dalam sambutannya, Bupati Wayan Adi Arnawa, menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaannya dapat hadir serta meresmikan Jimbaran Culture Festival. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama festival berlangsung.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan festival ini sebagai bagian dari upaya menggali dan mengembangkan potensi seni serta kreativitas yang ada di desa ini. Bagaimanapun juga, melalui perlombaan ini kita harus tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama agar acara ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian budaya, Bupati Adi Arnawa membantu dana untuk motivasi sebesar Rp50 juta.

Selain itu, setiap Sekaa Teruna yang berpartisipasi dalam Lomba dan Parade Ogoh-Ogoh diberikan bantuan sebesar Rp2 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi ini.

Bendesa Adat Jimbaran, I Gusti Made Rai Dirga, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta jajaran pemerintah daerah serta para tokoh masyarakat Jimbaran yang turut berpartisipasi dalam pembukaan Jimbaran Culture Festival.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi  kontribusi dalam menjaga dan memperkokoh warisan budaya Bali.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Sudira, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Jimbaran I Wayan Kardiyasa, Tripika Kuta Selatan, Bendesa Adat Jimbaran I Gusti Made Rai Dirga, serta Kelian Adat dan Dinas se-Desa Adat Jimbaran. (rls)

Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Tabanan

Upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar di Catus Pata Kota Tabanan, Jumat, (28/3/2025).
Upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar di Catus Pata Kota Tabanan, Jumat, (28/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai wujud sembah bakti dan pelestarian tradisi, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya bersama Ibu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta istri, Ny. Budiasih Dirga, menghadiri Upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar di Catus Pata Kota Tabanan, Jumat, (28/3/2025).

Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian penyambutan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1947 Tahun 2025 yang dilaksanakan serentak oleh seluruh Desa Adat di Bali.

Pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di Kota Tabanan secara rutin digelar di Catus Pata, yang merupakan titik nol Kota Tabanan, tepat di depan Patung Bung Karno, pada siang hari menjelang Catur Brata Penyepian.

Tawur Agung Kesanga memiliki makna sakral sebagai upaya Nyomia Bhuta Kala ke alam. Ritual ini bertujuan untuk mensucikan alam semesta beserta isinya sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.

Upacara ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait, Jero Bendesa Adat Kota Tabanan dan Prajuru Adat se-jebag Tabanan, serta krama adat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan ritual yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tabanan setiap tahunnya.

“Tujuan dari ritual yang rutin kita laksanakan setiap tahun ini, yang pada tahun ini jatuh pada Tahun Caka 1947 adalah untuk mengharmoniskan jagat Tabanan, jagat Bali, agar benar-benar sesuai dengan dresta agama kita. Sebelum memasuki Nyepi dengan Catur Brata Penyepian, ritual ini menjadi awal penyucian yang sangat penting bagi kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sanjaya juga berharap agar seluruh masyarakat Tabanan dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan baik dan penuh kesadaran. Ia berpesan, bahwa Nyepi adalah momen penting untuk introspeksi diri serta peningkatan spiritualitas diri yang harus dimaknai dengan baik.

“Nyepi adalah wujud dari keheningan dan kedamaian yang bertumpu pada konsep Tri Hita Karana. Saya berharap, pelaksanaan Nyepi esok hari dapat berjalan lancar dan menjadi momentum bagi kita semua untuk merefleksikan diri serta meningkatkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan,” tambahnya.

Pun dengan pelaksanaan upacara Tawur Agung Kesanga ini, diharapkan masyarakat Tabanan semakin memahami dan melestarikan tradisi leluhur, serta menjadikan Hari Raya Nyepi sebagai kesempatan untuk membangun kedamaian dan keseimbangan dalam kehidupan.

Begitu juga pihaknya berpesan agar dalam pengarakan ogoh-ogoh dan lainnya, diharapkan seluruh masyarakat dan pihak terkait selalu menjaga agar situasi selalu kondusif, tidak ada euforia berlebihan, sehingga perayaan nyepi bisa kita laksanakan dengan damai. (rls)

Kecelakaan Maut di Perempatan Tohpati Denpasar, Seorang Anak Tewas

Polisi melakukan olah tkp kecelakaan maut di perempatan Jalan WR Supratman dan Jalan Bypass Ngurah Rai, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
Polisi melakukan olah tkp kecelakaan maut di perempatan Jalan WR Supratman dan Jalan Bypass Ngurah Rai, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di perempatan Jalan WR Supratman dan Jalan Bypass Ngurah Rai, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, pada Jumat, 28 Maret 2025, sekitar pukul 02.00 WITA. Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk box ini mengakibatkan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, berinisial PDW, asal Gianyar, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasat Lantas AKP Yusuf Dwi Admodjo menjelaskan, pada saat kejadian, korban tengah dibonceng menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax berplat DK 5069 KBP yang dikendarai oleh IKE (21), bersama seorang wanita berinisial GAH.

“Saat kejadian, posisi pengendara motor  sedang bonceng tiga,” ujar AKP Yusuf.

Menurut keterangan polisi, kecelakaan berawal ketika sepeda motor yang melaju dari arah timur menuju barat memasuki perempatan pada saat lampu lalu lintas menyala kuning. Di saat yang bersamaan, sebuah truk box dengan plat nomor B 9641 VCC yang dikemudikan oleh EF (pria asal Jember, Jawa Timur) melintas dan keduanya bertabrakan keras di persimpangan.

Akibat kecelakaan tersebut, PDW meninggal dunia di tempat, sementara IKE dan pengemudi truk, EF, hanya mengalami luka ringan seperti lecet pada pipi kiri dan rasa sakit di bagian kepala.

Jenazah korban tewas dan dua korban lainnya segera dibawa ke RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan sedang memeriksa saksi-saksi terkait insiden ini.

Kecelakaan ini menjadi peringatan penting bagi pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melewati persimpangan. (*)

Polisi Bongkar Praktik Oplos Gas LPG Ilegal di Denpasar, Dua Tersangka Diamankan

Barang bukti yang disita dalam penggerebekan praktik oplos gas LPG ilegal.
Barang bukti yang disita dalam penggerebekan praktik oplos gas LPG ilegal.

PANTAUBALI.COM, DENAPSAR – Aparat Polresta Denpasar mengungkap praktik oplos gas LPG bersubsidi yang dilakukan oleh dua pria, MY (49) dan WS (59), di kawasan Jalan Gunung Sari, Denpasar Barat, pada Selasa, 25 Maret 2025. Kedua pelaku yang terlibat dalam bisnis ilegal ini diamankan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait penjualan gas LPG 12 kg dengan harga yang lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET).

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa laporan tersebut memicu penyelidikan oleh pihak kepolisian. Tim yang dipimpin oleh Kanit IV Iptu Joko Wijayanto langsung melakukan penggerebekan di lokasi.

“Setibanya di lokasi, petugas mendapati kedua pelaku tengah melakukan praktik oplos gas, yakni memindahkan isi gas 3 kg bersubsidi ke dalam tabung gas 12 kg non-subsidi, menggunakan pipa besi dan balok es,” ujar Sukadi.

Gas oplosan ini kemudian dijual kembali ke konsumen dengan harga sangat murah, yakni sekitar Rp 150.000 hingga Rp 160.000 per tabung, jauh lebih rendah dari HET yang seharusnya. Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 175 tabung gas LPG dari berbagai ukuran, pipa besi, segel gas, dan peralatan lainnya yang digunakan dalam praktik ilegal tersebut.

Adapun rincian barang bukti yang disita mencakup 10 tabung gas 12 kg terisi dan tersegel, 10 tabung gas 12 kg tanpa segel, 17 tabung gas kosong, serta 50 tabung gas 3 kg terisi.

Kedua tersangka kini dijerat dengan Pasal 55 UU Nomor 2 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang diubah melalui Pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp 60 miliar. Mereka juga dijerat dengan Pasal 32 Ayat (2) UU RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Perdagangan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik oplos gas LPG yang dapat merugikan konsumen dan mengancam keselamatan. Polisi terus berkomitmen untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan barang subsidi demi menjaga keadilan bagi masyarakat. (*)

Pemkab Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Kepada Seluruh Umat Se-Dharma

Pemerintah Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Kepada Seluruh Umat Se-Dharma
Pemerintah Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Kepada Seluruh Umat Se-Dharma

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 yang jatuh pada 29 Maret 2025 kepada seluruh umat se-dharma yang merayakan.

Dalam keheningan Nyepi, diharapkan umat se-darma dapat menemukan jati diri, memperkuat spiritualitas, dan meraih kedamaian serta kesejahteraan.

“Semoga, melalui catur brata penyepian bisa menjadi momen introspeksi diri dan kesucian jiwa serta meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Sanjaya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memaknai hari raya Nyepi dengan sederhana dan tanpa adanya euforia berlebihan.

Terlebih dalam perayaan Hari pengrupukan, mengingat pada hari Pengrupukan setiap pemuda sudah tentu mengarak ogoh-ogoh di wilayah masing-masing agar dilaksanakan dengan harmoni, sehingga tidak menimbulkan perselisihan antar warga.

“Selamat hari raya Nyepi kepada seluruh umat se-dharma yang merayakan. Mari kita laksanakan rangkaian catur brata penyepian dengan khidmat. Dengan demikian, catur brata penyepian bisa kita jalani dengan tenang, aman serta damai dalam hati dan jiwa kita masing-masing. Semoga kita selalu diberikan pikiran dan hati yang jernih untuk mewujudkan kedamaian di dunia ini,” imbuh Sanjaya. (rls) 

Musrenbang RKPD SB Tabanan 2026 Fokus Tingkatkan Kesejahteraan dan Kelanjutan Pembangunan

Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabana, Kamis (27/3/2025).
Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabana, Kamis (27/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya membuka sekaligus menjadi narasumber dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2026.

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabana, Kamis (27/3/2025), mengusung tema “Arah Kebijakan Pembangunan Tabanan Tahun 2026”.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan, Musrenbang RKPD merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Musrenbang RKPD pada dasarnya merupakan forum bersama untuk menentukan arah pembangunan tahun 2026. Oleh karena itu, saya harapkan forum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merumuskan program-program daerah dalam rangka menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan ke depan sehingga program yang dihasilkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” ujarnya.

Sebagai tahun terakhir dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana (RPJMD SB) 2021-2026, Bupati Sanjaya mengingatkan bahwa perencanaan tahun 2026 harus tetap mengakomodasi visi, misi, dan program kepala daerah terpilih selanjutnya.

“Saya menyadari, tantangan pembangunan ke depan tidaklah mudah, namun dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, saya meyakini kita akan mampu mengatasinya,” imbuh Sanjaya.

Ia juga menegaskan delapan fokus utama pembangunan Tabanan ke depan, di antaranya memperkuat sektor pertanian, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, melestarikan adat dan budaya, memperluas kesempatan kerja, membangun pariwisata berkelanjutan, meningkatkan birokrasi yang berorientasi global, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat infrastruktur fisik dan digital.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tabanan, I Gede Urip Gunawan, dalam laporannya menjelaskan, bahwa Musrenbang RKPD SB Tahun 2026 bertujuan untuk mendapatkan saran dan masukan guna penyempurnaan rancangan RKPD SB.

“Dari sisi pencapaian makro, pembangunan Kabupaten Tabanan menunjukkan tren positif, baik dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan per kapita, pemerataan pendapatan, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Selain itu, indeks pembangunan manusia juga mengalami peningkatan, yang mencerminkan daya saing masyarakat Tabanan yang semakin baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Urip Gunawan menyoroti berbagai capaian pembangunan daerah, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur jalan dan irigasi, serta peningkatan sarana dan prasarana publik.

Selain itu, penguatan adat, tradisi, seni, dan budaya juga menjadi fokus, di samping peningkatan akses layanan kesehatan, penurunan angka stunting, dan kemiskinan ekstrem.

“Dengan pencapaian tersebut, tentunya kita mengharapkan keberlanjutan pembangunan Kabupaten Tabanan yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Turut Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Kepala Bappeda Provinsi Bali, Sekda, serta para perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. (rls)

Ketua DPRD Tabanan Hadiri Musrenbang RKPD SB 2026

Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabana, Kamis (27/3/2025).
Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabana, Kamis (27/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2026.

Acara ini digelar di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabanan pada Kamis (27/3/2026), dengan tema “Arah Kebijakan Pembangunan Tabanan Tahun 2026”. Musrenbang ini menjadi forum strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Kepala Bappeda Provinsi Bali, Sekda, serta para perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Musrenbang RKPD pada dasarnya merupakan forum bersama untuk menentukan arah pembangunan tahun 2026. Oleh karena itu, saya harapkan forum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merumuskan program-program daerah dalam rangka menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan ke depan sehingga program yang dihasilkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” ujarnya.

Sebagai tahun terakhir dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana (RPJMD SB) 2021-2026, Bupati Sanjaya mengingatkan bahwa perencanaan tahun 2026 harus tetap mengakomodasi visi, misi, dan program kepala daerah terpilih selanjutnya.

“Astungkara, saya bersama Bapak Made Dirga selaku Wakil Bupati Tabanan diberikan amanah oleh rakyat Tabanan untuk dapat melanjutkan pembangunan lima tahun ke depan. Saya menyadari, tantangan pembangunan ke depan tidaklah mudah, namun dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, saya meyakini kita akan mampu mengatasinya,” imbuhnya.

Bupati Sanjaya juga menekankan delapan fokus utama pembangunan Tabanan ke depan, meliputi penguatan sektor pertanian, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pelestarian adat dan budaya, perluasan kesempatan kerja, pengembangan pariwisata berkelanjutan, reformasi birokrasi yang berorientasi global, kelestarian lingkungan, serta peningkatan infrastruktur fisik dan digital.

Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, turut mengapresiasi penyelenggaraan Musrenbang RKPD SB 2026. Ia menegaskan pentingnya peran DPRD dalam mengawal perencanaan pembangunan agar selaras dengan kebutuhan masyarakat.

“Musrenbang ini merupakan langkah strategis dalam memastikan bahwa setiap program pembangunan yang dirancang benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat. DPRD Tabanan akan terus mendukung serta mengawasi agar kebijakan yang dihasilkan dapat direalisasikan dengan baik dan sesuai dengan aspirasi masyarakat,” ujar Arnawa.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tabanan, I Gede Urip Gunawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD SB Tahun 2026 bertujuan untuk mendapatkan saran dan masukan guna penyempurnaan rancangan RKPD SB.

“Dari sisi pencapaian makro, pembangunan Kabupaten Tabanan menunjukkan tren positif, baik dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan per kapita, pemerataan pendapatan, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Selain itu, indeks pembangunan manusia juga mengalami peningkatan, yang mencerminkan daya saing masyarakat Tabanan yang semakin baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Urip Gunawan menyoroti berbagai capaian pembangunan daerah, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur jalan dan irigasi, serta peningkatan sarana dan prasarana publik. Selain itu, penguatan adat, tradisi, seni, dan budaya juga menjadi fokus, di samping peningkatan akses layanan kesehatan, penurunan angka stunting, dan kemiskinan ekstrem.

“Dengan pencapaian tersebut, tentunya kita mengharapkan keberlanjutan pembangunan Kabupaten Tabanan yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya. (ana)

Ogoh-Ogoh ‘Sekar Layu’ Karya ST Pushada, Angkat Kisah Nyata Cinta Tanpa Restu di Desa Pandak Bandung

Ogoh-Ogoh Sekar Layu, karya Sekaa Teruna (ST) Pushada, Banjar Bandung, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Ogoh-Ogoh Sekar Layu, karya Sekaa Teruna (ST) Pushada, Banjar Bandung, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sekaa Teruna (ST) Pushada, Banjar Bandung, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Tabanan, menciptakan sebuah karya ogoh-ogoh bertema ‘Sekar Layu’.

Karya ini terinspirasi dari kisah nyata yang ada di Desa Pandak Bandung, yakni mengisahkan tentang kisah cinta seorang anak perempuan bernama Diah Juwita tanpa restu orang tua.

Ogoh-ogoh ini tak hanya menjadi bagian dari tradisi perayaan Nyepi, tetapi juga memiliki makna mendalam yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Tokoh masyarakat sekaligus penggagas ogoh-ogoh Sekar Layu, Anak Agung Bagus Putra Ambara, menjelaskan, ada dua pelajaran penting yang terkadung dari kisah ogoh-ogoh Sekar Layu yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

“Di satu sisi, kami ingin menyampaikan bahwa saat ini bukan lagi zamannya perjodohan yang memaksakan kehendak anak. Namun, di sisi lain, sebagai anak, kita tetap harus meminta restu orang tua sebelum menikah,” ujar pria yang akrab disapa Gung Pram tersebut pada Kamis (27/3/2025).

Ia menceritakan, ogoh-ogoh ‘Sekar Layu’ mengangkat kisah nyata dari Desa Pandak Bandung, dengan tokoh utamanya adalah seorang perempuan cantik bernama Diah Juwita. Ia adalah putri seorang tabib terkenal bernama Jro Dukuh, yang memiliki keahlian tinggi dalam bidang pengobatan.

Diah Juwita tidak hanya dikenal karena kecantikannya, tetapi juga karena kepandaiannya dalam kesusastraan dan ilmu pengobatan. Sejak kecil, ia sudah membantu ayahnya dalam meracik obat dan mengobati orang-orang yang datang berobat. Selain Diah Juwita, Jro Dukuh juga memiliki dua murid sakti bernama Kaki Sapuh dan I Kuel.

Kaki Sapuh dikenal sakti, berwibawa, pendiam, dan galak. Ia memiliki kemampuan untuk mengubah dirinya menjadi burung garuda emas.

I Kuel terkenal usil, namun kesaktiannya juga luar biasa. Ia mampu mengubah dirinya menjadi binatang apapun sesuai kehendaknya.

Suatu hari, datang seorang utusan dari seorang penguasa ke rumah Jro Dukuh untuk meminta pengobatan. Jro Dukuh pun mengutus Diah Juwita untuk pergi mengobati penguasa tersebut.

Setibanya di tempat sang penguasa, Diah Juwita dengan cekatan mengobati penyakitnya hingga sembuh. Namun, dalam proses itu, ia bertemu dengan anak penguasa tersebut. Tanpa disangka, pertemuan itu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka.

Karena perasaan yang begitu kuat, Diah Juwita akhirnya menikah dengan anak sang penguasa tanpa meminta restu ayahnya. Padahal sebelumnya ia telah berjanji untuk tetap tinggal di rumah dan membantu ayahnya mengobati orang-orang.

Saat kabar pernikahan ini sampai ke telinga Jro Dukuh, ia merasa sangat marah. Dalam amarahnya, Jro Dukuh mengutus dua muridnya, Kaki Sapuh dan I Kuel, untuk menjemput paksa Diah Juwita.

Adegan penjemputan inilah yang menjadi inti dari ogoh-ogoh Sekar Layu. Kaki Sapuh berubah menjadi burung garuda emas dan terbang menuju tempat tinggal Diah Juwita. I Kuel menjelma menjadi kumbang dan ikut serta dalam perjalanan tersebut.

Diah Juwita akhirnya kembali ke rumah ayahnya, namun ia memilih untuk tidak menikah lagi hingga akhir hayatnya.

“Nah penjemputan inilah yang kami gambarkan dalam ogoh-ogoh. Kaki Sapuh berubah menjadi garuda emas yang berada diatas Diah Juwita dan I Kuel menjadi Kumbang yang berada di bawah,” jelasnya.

Dengan filosofi tersebut, ST Pushada ingin mengedukasi masyarakat bahwa restu orang tua tetap memiliki nilai yang tidak bisa diabaikan dalam sebuah pernikahan, tanpa harus menghilangkan hak seseorang dalam menentukan pasangan hidupnya.

Selain sebagai bentuk edukasi budaya, pembuatan ogoh-ogoh ini juga semula bertujuan untuk mewakili Kecamatan Kediri dalam perlombaan tingkat Kabupaten Tabanan. Dua tahun lalu, dalam perlombaan tingkat provinsi, ST Pushada berhasil meraih posisi tiga besar. Oleh karena itu, di tahun ini mereka berambisi menampilkan karya dengan tema lokal yang kuat.

Namun, karena perwakilan lomba tidak melalui seleksi melainkan langsung ditunjuk oleh camat, ogoh-ogoh Sekar Layu tidak dapat mengikuti perlombaan tingkat kabupaten.

Meskipun demikian, ST Pushada tetap bangga dengan hasil karyanya. Mereka ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa ogoh-ogoh ini tidak sekadar patung besar untuk parade, tetapi juga mengandung kisah nyata yang terjadi di Desa Pandak Bandung.

Pembuatan ogoh-ogoh Sekar Layu dimulai sejak November 2024 dan selesai pada H-5 sebelum Pengerupukan, yang jatuh pada 28 Maret 2025.

Menariknya, selama proses pengerjaan, beberapa kejadian aneh sempat terjadi. Salah satunya adalah kemunculan serangga kumbang yang menyerupai tokoh dalam ogoh-ogoh sebanyak tiga kali.

Selain itu, salah satu keluarga dari keturunan Diah Juwita juga mengaku bermimpi didatangi sosok yang dipercayai sebagai Diah Juwita, tokoh utama dalam cerita ini.

“Percaya atau tidak, saya merasa kejadian ini berkaitan dengan ogoh-ogoh yang sedang kami buat. Selain itu, imajinasi kami seakan mengalir begitu saja saat proses pembuatan,” kata Gung Pram.

Sementara itu, Ketua ST Pushada, Leo Pranata, menambahkan, ogoh-ogoh ini dibuat 100 persen menggunakan bahan ramah lingkungan. Rangka dasar dibuat dari besi dan bambu, sementara kertas koran digunakan untuk membentuk tubuh.

“Kami sama sekali tidak menggunakan sterofoam. Hiasannya pun menggunakan bahan alami seperti daun nangka dan daun pisang. Bahkan, untuk bagian sayap, kami memanfaatkan daun agar tetap ramah lingkungan,” jelasnya.

Dari segi biaya, pembuatan ogoh-ogoh ini menghabiskan dana sekitar Rp 25 juta. “Astungkara, dengan anggaran ini kami bisa menciptakan ogoh-ogoh yang membanggakan,” tambahnya. (ana) 

Bandara Ngurah Rai Tetap Layani Penerbangan Emergency Saat Nyepi

Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bandara I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan sementara seluruh pelayanan penerbangan baik domestik dan mancanegara pada Hari Raya Suci Nyepi, Sabtu 29 Maret 2025.

Penghentian operasional bandara berlangsung selama 24 jam, terhitung pukul 06.00 WITA sampai dengan Minggu, 30 Maret 2025 pukul 06.00 WITA.

Meskipun demikian, penerbangan yang bersifat medis atau medicaal evacuation dan penerbangan darurat tetap dibuka.

“Untuk mengantisipasi adanya permohonan medivac, emergency landing, atau technical landing, kami tetap menempatkan personel operasional, sekuriti dan teknik yang akan bersiaga di ruangan pusat kontrol operasi bandara,” ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, Kamis (27/3/2025).

Lebih lanjut, Syaugi menjelaskan, penutupan atau penghentian sementara pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai ini, dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu yang akan melaksanakan Nyepi.

Mengingat salah satu makna perayaan hari Nyepi yaitu amati lelungan atau tidak berpergian dan melakukan mawas diri.

Momen ini juga kami jadikan kesempatan untuk melakukan evaluasi atas pelayanan yang kami berikan kepada pengguna jasa, dan sekaligus kami manfaatkan pula untuk mengistirahatkan sejenak fasilitas opersional yang selama setahun telah bekerja 24 jam penuh untuk memenuhi standard pelayanan bandara.

Hal ini juga sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: B.16.100.3.4/865/LLJ/DISHUB TAHUN 2025 tentang Pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1947 dan pemberitahuan kepada pelaku penerbangan melalui penerbitan NOTAMN atau notice to airmen Nomor A0131/25 NOTAMN.

“NOTAMN ini dipublikasikan oleh Airnav Indonesia cabang Denpasar sejak 14 Januari 2025 lalu, sehingga semua maskapai dipastikan sudah mengatur jadwal penerbangannya sejak jauh-jauh hari dan menyesuaikan dengan jam operasional bandara selama Nyepi,” ujar Syaugi.

Berdasarkan jadwal penerbangan reguler dari 54 maskapai yang beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, terdapat 425 penerbaangan berjadwal yang bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi, yaitu 207 penerbangan rute domestik dan 218 penerbangan internasional.

“Untuk mempelancar proses pemberangkatan pertama pasca penutupan nanti, kurang lebih akan ada 19 pesawat yang terparkir di sini, karena keesokan harinya setelah selesai Nyepi kami sudah harus melayani penerbangan seperti biasanya,” pungkasnya. (ana)