- Advertisement -
Beranda blog Halaman 213

Bus Trans Metro Dewata Kembali Beroperasi, Dibiayai Gotong Royong Pemprov Bali dan Pemda Sarbagita

Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, bersama kepala daerah se-Bali uji coba bus TMD, Jumat (18/4/2025).
Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, bersama kepala daerah se-Bali uji coba bus TMD, Jumat (18/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Trans Metro Dewata (TMD) Teman Bus Krama Bali kembali mengaspal mulai hari ini, Jumat (18/4/2025). Layanan transportasi publik yang melayani kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) ini kembali beroperasi setelah sempat terhenti akibat terbatasnya anggaran dari Kementerian Perhubungan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, pembiayaan kini dilakukan melalui konsep gotong royong antara Pemprov Bali dan pemerintah daerah di wilayah Sarbagita. Sebelumnya, TMD dibiayai penuh oleh Kemenhub sebesar Rp 80 miliar. Kini, dana operasional hingga Desember 2025 bersumber dari gotong royong senilai Rp 49,7 miliar, atau terjadi penghematan sekitar Rp 30 miliar.

“Pemprov Bali, Pemkot Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan semua sepakat TMD aktif kembali dan juga sepakat dievaluasi agar optimal melayani krama Bali,” kata Koster saat memimpin penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang bagi hasil PHR untuk pembangunan strategis daerah di Bali dan bantuan keuangan khusus (BKK) di Kerta Sabha, Jaya Sabha, Jumat (18/4/2025).

Ia menyebut, pembagian kontribusi dalam pembiayaan ini terdiri dari Pemprov Bali sebesar Rp 15 miliar (30 persen), Pemkot Denpasar Rp 14 miliar, Pemkab Badung Rp 16 miliar, Pemkab Gianyar Rp 4,7 miliar. Sementara untuk Kabupaten Tabanan, pembiayaannya akan didukung oleh Pemkab Badung.

Dana gotong royong untuk operasional TMD akan ditangani Pemprov Bali karena kontribusi kabupaten kota ada mekanismenya sehingga ditalangi sementara oleh Pemprov.  “Ini betul gotong royong kepala daerah Sarbagita untuk melayani krama Bali,” ujarnya.

Koste juga menjelaskan, bus TMD sudah menjadi bagian masyarakat Bali. Transportasi publik ini sifatnya layanan dan sudah bagian dari tugas negara serta pemerintah hadir untuk melayani masyarakat.

Gubernur Koster dan Semua kepala daerah berharap, kehadiran kembali TMD bisa menjadi fasilitas layanan publik guna mengatasi kemacetan. Selain itu menjadi edukasi krama Bali agar membiasakan diri gunakan transportasi publik.

Dalam operasionalnya nanti, menggunakan bus sebanyak total 75 unit dan setiap hari beroperasi 69 unit dan 6 unit cadangan Bus TMD akan beroperasi di 6 Koridor.

“Tak perlu nunggu sampai macet parah di Bali, tapi mulai sekarang kita ajak masyarakat untuk terbiasa gunakan transportasi publik,” katanya. (ana) 

Pemprov Bali Ajukan Sensus Budaya ke BPS

Gubernur Bali, Wayan Koster saat pelantikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Wraspati Wage - Sungsang, Kamis (17/4/2025).
Gubernur Bali, Wayan Koster saat pelantikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Wraspati Wage - Sungsang, Kamis (17/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengajukan pelaksanaan sensus budaya ke Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat. Sensus ini dilakukan berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster saat pelantikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Wraspati Wage – Sungsang, Kamis (17/4/2025).

Menurut Koster, Bali memiliki keunggulan budaya di bandingkan provinsi lain. Keunggulan budaya itu mencakup adat istiadat dan kesenian yang berakar di 1.500 desa adat di Bali. Oleh sebab itu, perlu dilakukan sensus untuk mengetahui jumlah kebudayaan yang ada di Pulau Dewata.

“Keunggulan ini perlu dijaga dan dilestarikan. Dengan memiliki budaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sensus ini akan didanai dari APBD, sehingga mampu menata keragaman budaya, adat istiadat, dan kesenian di Bali baik yang endemik, berbasis satuan, maupun yang beragam untuk menuju daerah yang berdaulat pangan dan menjaga ekosistem di Bali,” ujarnya.

Nantinya sensus akan dilaksanakan oleh BPS Provinsi Bali. Sehingga, Pemprov Bali dapat menjalin kemitraan kerja dengan BPS Bali.

Pada kesempatan ini, Koster juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dan saling bahu-membahu dalam mewujudkan Bali yang sejahtera, damai, dan aman sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang berlandaskan pada data.

“Jika kita semua sudah bekerja berdasarkan data yang ada, maka semua pekerjaan secara otomatis dapat berjalan selaras untuk meningkatkan akurasi kebijakan menuju kualitas yang lebih baik. Akan terlihat dengan jelas bahwa terdapat dua hal yang mendasari kebijakan, yaitu data dan aturan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, Bali merupakan satu-satunya provinsi yang mengajukan sensus budaya untuk ditinjau langsung ke lapangan.

Hal ini menjadi sorotan dan prioritas, mengingat Bali dikenal secara global sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, adat istiadat, dan kesenian yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asing.

Dengan kerja sama yang baik dan kompeten, kolaborasi dalam memberikan insight untuk merumuskan kebijakan akan menjadi relevan terhadap perubahan di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS RI juga menyinggung bahwa Kabupaten Buleleng yang merupakan tanah kelahiran Gubernur Wayan Koste merupakan salah satu kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Bali mencapai 36,55 persen, disusul Kabupaten Karangasem 27,76 persen dan Kota Denpasar 27,27 persen.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Wayan Koster menyampaikan akan melakukan koordinasi dan penanganan secara intensif terhadap masyarakat yang tercatat sebagai masyarakat miskin.

“Saya tentu akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan secara intensif agar mereka tidak terlewatkan dan tidak terus berada dalam garis kemiskinan,” tegasnya. (ana)

6 Cara Ampuh Atasi Jerawat di Dada yang Bikin Risih

Jerawat di bagian dada. (Istimewa)
Jerawat di bagian dada. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Jerawat tak hanya muncul di wajah. Area dada pun kerap jadi sasaran, meski sering tertutup pakaian. Bagi sebagian orang, jerawat di dada bisa membuat tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri—apalagi saat harus memakai pakaian terbuka.

Meski terkesan sepele, jerawat di dada bisa menjadi sinyal adanya ketidakseimbangan dalam perawatan kulit atau kebiasaan harian. Kabar baiknya, ada berbagai cara sederhana namun efektif untuk mengatasinya. Berikut enam langkah mudah untuk membantu kulit dada kembali bersih dan sehat, seperti dikutip dari Healthline dan Medical News Today:

1. Rajin Jaga Kebersihan Kulit
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menjaga kebersihan tubuh. Biasakan mandi setelah berkeringat atau berolahraga agar keringat dan minyak tidak menyumbat pori-pori. Gunakan sabun yang mengandung antibakteri, asam salisilat, atau benzoil peroksida untuk membantu mengangkat kotoran penyebab jerawat.

2. Eksfoliasi Secara Lembut
Penumpukan sel kulit mati bisa memperparah jerawat di dada. Lakukan eksfoliasi satu hingga dua kali seminggu dengan scrub lembut atau produk yang mengandung AHA (alpha hydroxy acid). Hindari scrub kasar karena justru bisa memicu iritasi.

3. Pilih Produk Non-Komedogenik
Produk perawatan tubuh dan deterjen pakaian bisa memengaruhi kondisi kulit. Gunakan pelembap, tabir surya, atau deterjen yang berlabel “non-comedogenic” dan bebas pewangi agar kulit tidak mudah iritasi atau meradang.

4. Hindari Pakaian Terlalu Ketat
Pakaian yang ketat dapat memicu gesekan dan menahan keringat, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab jerawat. Lebih baik pilih baju berbahan katun atau kain alami yang breathable agar kulit bisa “bernapas”.

5. Perhatikan Pola Makan dan Cukupi Cairan
Kulit yang sehat juga dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi. Kurangi makanan tinggi gula dan olahan, perbanyak sayur, buah, serta minum air putih untuk mendukung proses detoksifikasi alami tubuh.

6. Gunakan Obat Topikal Bila Diperlukan
Jika jerawat tak kunjung membaik, coba gunakan obat topikal yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, atau retinoid ringan. Namun, bila jerawat parah, meradang, atau meninggalkan bekas, segera konsultasi ke dokter kulit untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan perawatan yang tepat, jerawat di dada bisa diatasi. Kuncinya adalah konsisten menjaga kebersihan dan cermat memilih produk yang digunakan. Yuk, rawat kulitmu mulai sekarang agar tetap percaya diri dalam berbagai kesempatan. (RAN)

Truk Ringsek Usai Tabrak Pikap di Bypass Soekarno

Truk ringsek usai terlibat kecelakaan di di Jalan Bypass Ir. Soekarno, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (18/4/2025).
Truk ringsek usai terlibat kecelakaan di di Jalan Bypass Ir. Soekarno, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (18/4/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Bypass Ir. Soekarno, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (18/4/2025) sekitar pukul 04.30 Wita.

Kecelakaan ini melibatkan mobil pikap Daihatsu bernomor polisi DK 8269 WE dan truk Mitsubishi bernomor polisi P-8155-VM. Akibat insiden, truk Mitsubishi mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengungkapkan, kecelakaan berawal saat pengemudi pikap, I Nengah Sarma (51), warga Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, menghentikan laju kendaraan dan menyalakan lampu sein ganda karena hendak memberi jalan kepada sepeda motor yang ingin berbelok ke kanan.

Saat bersamaan, datang truk yang dikemudikan oleh Rio Windi Hariyanto (35), warga Banyuwangi, Jawa Timur, datang dari arah yang sama. Karena jarak yang terlalu dekat, menyebabkan tabrakan tidak bisa dielakkan. Truk lalu menabrak bagian belakang kiri pikap dan pohon perindang hingga terguling.

“Tabrakan terjadi akibat pengemudi truk tidak dapat menguasai kendaraannya,” ujar Kompol Sukadana.

Ia menyebut, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kedua kendaraan mengalami kerusakan, terutama truk yang mengalami ringsek di bagian depan kiri dan kaca pecah. Sedangkan mobil pikap mengalami kerusakan di sisi kiri seperti pecah kaca dan lampu, serta body yang penyok.

“Total kerugian ditaksir mencapai Rp45 juta. Kedua kendaraan sudah kami evakuasi dan kedua pihak masih berkoordinasi mengenai penyelesaian kerusakan kendaraan,” tambahnya. (ana)

WNA Rusia Hilang Saat Mancing di Amed, Jukung Ditemukan Tanpa Penumpang

WNA asal Rusia hilang saat melaut di Perairan Tukad Se, Amed, Karangasem. (Istimewa)
WNA asal Rusia hilang saat melaut di Perairan Tukad Se, Amed, Karangasem. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Seorang warga negara asing asal Rusia dilaporkan hilang saat memancing seorang diri menggunakan jukung di perairan Amed, Karangasem. Korban diketahui bernama Sergei Eliseev, terakhir kali terlihat pada Rabu (16/4/2025) sore sebelum akhirnya tidak bisa lagi dihubungi oleh rekan-rekannya.

Kepala Koordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, menjelaskan bahwa korban sempat mengirim video kepada temannya pada pukul 20.30 Wita. Namun, sejak dua setengah jam setelahnya, komunikasi dengan Sergei terputus.

“Pagi tadi sekitar pukul 07.38 Wita, jukung yang digunakan korban ditemukan terapung di Perairan Seraya Timur tanpa penumpang,” ujar Wiadnyana.

Informasi hilangnya korban diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 14.30 Wita. Berdasarkan keterangan pelapor, Sergei tinggal sementara di sebuah penginapan di Banjar Dinas Lebah, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem.

Menanggapi laporan tersebut, tujuh personel dari Pos SAR Karangasem langsung diterjunkan ke lokasi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel SAR Karangasem, Polair Polda Bali, Balawista (BPBD Karangasem), TNI AL, Polair Polres Karangasem, serta BAKAMLA, langsung melakukan penyisiran laut menggunakan rubber boat.

“Kami menyisir dari Pantai Melasti Amed hingga ke Perairan Seraya. Namun pencarian cukup terkendala cuaca hujan,” jelas Wiadnyana.

Hingga Rabu sore, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Operasi SAR rencananya akan kembali dilanjutkan pada Kamis (17/4/2025) pagi dengan melibatkan unsur gabungan dari berbagai instansi. (RAN)

Kebakaran Gegerkan Acara Perpisahan di SMAN 1 Kintamani, Kantin Ludes Dilalap Api

Kantin SMAN 1 Kintamani terbakar saat acara perpisahan. (Istimewa)
Kantin SMAN 1 Kintamani terbakar saat acara perpisahan. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Momen haru perpisahan siswa kelas XII SMAN 1 Kintamani berubah menjadi kepanikan besar saat kobaran api tiba-tiba melahap bangunan kantin sekolah, Kamis (17/4/2025) sore. Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.40 Wita itu memaksa acara dihentikan mendadak demi menyelamatkan seluruh warga sekolah.

Musibah ini terjadi di area sekolah yang berlokasi di Banjar/Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani. Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji yang digunakan di kantin.

Kepala SMAN 1 Kintamani, I Ketut Ada, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan, api tidak hanya menghanguskan kantin, tetapi juga sempat menjalar ke atap ruang perpustakaan yang berada tepat di sebelahnya.

“Atap ruang perpustakaan ikut terbakar, namun beruntung tidak sampai merambat lebih jauh,” jelasnya.

Saat api mulai berkobar, sekolah sedang menggelar hiburan sebagai bagian dari acara kelulusan. Suasana langsung berubah mencekam, dan kegiatan pun dihentikan demi keselamatan. Para guru, siswa, serta sejumlah aparat kepolisian yang berjaga, langsung bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, sembari menunggu bantuan pemadam kebakaran.

Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukerna, mengungkapkan bahwa kebakaran bermula saat pemilik kantin, Ni Wayan Sumaniti (45), sedang menggoreng sosis. Saat hendak menyalakan kompor kedua, ia memasang selang ke tabung gas elpiji 3 Kg. Nahas, terjadi kebocoran dan api langsung menyambar.

“Api cepat membesar dan melalap isi kantin. Kebetulan anggota kami sedang bertugas mengamankan acara graduation, jadi mereka langsung bergerak cepat membantu pemadaman awal,” jelas Kompol Sukerna.

Petugas Damkar Pemkab Bangli tiba beberapa menit kemudian. Setelah berjibaku sekitar 30 menit, api berhasil dijinakkan sepenuhnya.

Akibat kejadian ini, pihak sekolah ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp30 juta. Sementara pemilik kantin harus menelan kerugian sekitar Rp20 juta. Polisi telah melakukan olah TKP dan memastikan dugaan kuat bahwa sumber api berasal dari kebocoran tabung gas.

Meskipun sempat dilanda kepanikan, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa dengan pengamanan ekstra, sambil menunggu perbaikan fasilitas yang terdampak. (RAN)

Spektakuler! Pawai Budaya HUT Gianyar ke-254 Tampilkan Pesona Mistis “Batan Merem”

Ogoh-Ogoh Batan Merem. (Foto: Tangkapan layar Instagram Wikaudiana)
Ogoh-Ogoh Batan Merem. (Foto: Tangkapan layar Instagram Wikaudiana)

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Perayaan HUT ke-254 Kota Gianyar kembali mengguncang panggung budaya dengan suguhan pawai seni yang memikat ribuan pasang mata, Kamis (17/4). Bertempat di Open Stage Balai Budaya Gianyar, tujuh duta kecamatan se-Kabupaten Gianyar berlomba-lomba menampilkan karya terbaiknya dalam parade budaya yang telah menjadi acara tahunan paling ditunggu masyarakat.

Mengusung tema “Paramaguna Kalangon” yang bermakna martabat unggul Gianyar yang memancarkan keindahan, ketentraman, dan kenyamanan, pawai tahun ini tidak hanya menyajikan kemegahan visual, tetapi juga kedalaman filosofi.

Tampil sebagai pembuka, Duta Kecamatan Tegallalang langsung menyita perhatian lewat pementasan cerita “Memelang”—ritual sakral tahunan yang digelar di Desa Sebatu sebagai wujud syukur dan doa bagi kesuburan padi. Penampilan ini memuncak dengan kehadiran ogoh-ogoh Batan Merem dari Sekaa Teruna Cila Mekar yang menggugah aura magis.

Batan Merem sendiri dikenal sebagai kawasan sakral nan misterius yang terletak di tengah setra atau kuburan adat Desa Sebatu. Tempat ini dipercaya sebagai kediaman para pengikut Bhatari Durga, lengkap dengan pohon beringin tua yang menaungi seluruh kawasan kremasi. Kepercayaan lokal menyebut Batan Merem sebagai gerbang dunia mistis yang dihuni makhluk gaib seperti Kemangmang, Tangan-Tangan, hingga Reregek.

Menurut Lontar Gong Besi, setra dianggap sebagai wilayah pemurnian fisik manusia—tempat segala kekotoran dilebur kembali ke alam semesta. Tak heran jika nuansa mistis pawai ini begitu kuat namun tetap sarat makna spiritual.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para peserta.

“Gianyar dikenal sebagai Kota Seni. Melalui pawai budaya ini, seniman dan budayawan mendapat ruang untuk berkarya sekaligus menjaga marwah adat istiadat. Saya berharap Gianyar tetap Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Tentrem Kerta Raharja,” ujarnya.

Pawai budaya HUT Gianyar bukan sekadar perayaan, melainkan panggung bagi warisan budaya lokal untuk terus hidup dan berkembang di tengah derasnya modernisasi. (RAN)

Usai UNUD, Larangan Penjualan AMDK Plastik di Bawah 1 Liter dapat Dukungan BEM Undiknas

BEM Undiknas melakukan audiensi dengan Gubernur Koster di Jayasabha, Denpasar pada Kamis (17/4/2025) pagi.
BEM Undiknas melakukan audiensi dengan Gubernur Koster di Jayasabha, Denpasar pada Kamis (17/4/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Generasi muda kembali menunjukan dukungannya kepada kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster yakni melarang penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) plastik ukuran di bawah 1 liter.

Dukungan kali ini datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) yang melakukan audiensi dengan Gubernur Koster di Jayasabha, Denpasar pada Kamis (17/4/2025) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, ketua BEM Undiknas IB Bujangga Pidada menyampaikan dukungan sekaligus apresiasinya terhadap kebijakan yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) nomor 9 tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih tersebut.

“Kami dari BEM Undiknas menyampaikan apresiasi kepada kebijakan ini untuk menekan jumlah sampah plastik sekali pakai di Bali,” kata Bujangga.

Namun, dirinya juga mengungkapkan dalam kajian yang dilakukan BEM Undiknas masih ada pro dan kontra di masyarakat Bali sendiri terkait kebijakan tersebut, sedangkan masyarakat luar Bali termasuk pemerintah pusat memberikan dukungan atas terobosan Gubernur Koster tersebut.

“Masih ada dua pandangan yang berkembang di masyarakat dan intinya, selain pembatasan botol plastik dan gelas plastik, juga diharapkan kebijakan untuk bisa menyelesaikan persoalan sampah rumah tangga, hingga memaksimalkan peran Tempat Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau TPS3SR,” katanya.

Mengamini hal tersebut, Gubernur Wayan Koster mengaku kebijakan pelarangan penjualan AMDK plastik di bawah satu liter merupakan sebuah momentum untuk penanganan sampah yang lebih masif.

“Di desa-desa kita akan lebih masifkan ini , lebih progresif lagi penangannya. Sudah ada role modelnya beberapa desa yang berhasil menangani sendiri sampahnya dengan metode penanganan sampah berbasis sumber. Jadi tinggal direplikasi saja ke desa-desa lain,” tandas Gubernur.

Terkait dengan pro dan kontra di masyarakat Bali khususnya, Pria asal Sembiran., Buleleng ini mengatakan hal tersebut adalah hal yang biasa dan dalam waktu berjalan akan ada penyesuaian atau perubahan gaya hidup masyarakat.

“Satu hal yang pasti, kalau tidak dilakukan maka ekosistem Bali akan semakin buruk, pariwisata Bali, citra Bali akan semakin buruk pula dan ini bisa jadi kampanye bagi negara -negara saingan kita di industri pariwisata,” jelas Gubernur.

Tidak berhenti pada pelarangan penjualan AMDK dibawah satu liter, Gubernur juga mengaku akan akan mensosialisasikan aturan itu dengan pelaku usaha serta mengundang mereka untuk bertatap muka langsung terkait jalannya SE tersebut.

“Kita mendorong juga produsen air minum untuk mulai berinovasi dalam hal pengemasan. Seperti penggunaan botol kaca seperti yang telah diterapkan sejumlah produsen lokal,” tuturnya. (rls) 

Truk Muatan Jagung Terguling Akibat Oleng di Tikungan Jalur Denpasar-Gilimanuk

Truk bermuatan jagung terguling di jalur Denpasar–Gilimanuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, pada Kamis (17/4/2025) pagi.
Truk bermuatan jagung terguling di jalur Denpasar–Gilimanuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, pada Kamis (17/4/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah truk bermuatan jagung terguling di jalur Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Bantas Baleagung, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (17/4/2025) pagi.

Berdasarkan laporan kepolisian Polsek Selemadeg Timur, truk Hino dengan nomor polisi F-9568-FF tersebut terguling akibat mengalami oleng saat melintasi jalan tikungan di TKP. Awalnya, truk yang dikemudikan oleh Irwanto (40), warga Kabupaten Banyuwangi, datang dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.

Saat hendak berbelok ke kanan di simpang jalan kembar, truk tiba-tiba oleng ke kanan. Karena muatan yang berat, truk lantas terguling dan seluruh muatan berupa jagung kering tumpah ke jalan.

Kejadian ini lantas dilaporkan ke pihak kepolisian. Kemudian, Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Nyoman Artadana bersama Kanit Lantas dan personel Polsek Seltim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Truk yang terguling melintang di tengah badan jalan dan sempat mengganggu arus lalu lintas,” jelasnya.

AKP Artadana menyebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut. Pengemudi dalam keadaan selamat. Namun, kendaraan mengalami kerusakan dan diperkirakan menimbulkan kerugian material sebesar Rp1 juta.

“Untuk menghindari kemacetan panjang, kami langsung melakukan pengaturan lalu lintas serta menghubungi kendaraan derek untuk mengevakuasi truk yang terguling,” imbuhnya. (ana) 

Gubernur Koster: Dulu Larangan Plastik Ditolak, Sekarang Masyarakat Terbiasa Bawa Tas Belanja 

Audiensi BEM UNUD dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar pada Rabu (16/4/2025).
Audiensi BEM UNUD dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar pada Rabu (16/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kebijakan Gubernur Koster terkait larangan penggunaan plastik kresek yang diatur dalam Pergub Bali Nomor 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai pernah ditentang oleh masyarakat

Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat di Pulau Bali terbiasa beraktivitas tanpa kresek plastik. Kini, warga ke pasar dan pusat perbelanjaan membawa kantong sendiri berbahan ramah lingkungan dan tas yang bukan plastik sekali pakai.

Kebiasaan ini tak datang dengan sendiri tanpa regulasi. Gubernur Koster yang menetapkan fondasi kesadaran dan karakter krama Bali melalui regulasi yang mengikat yang dilahirkan melalui kajian dan pertimbangan matang.

Langkah Gubernur Koster dinilai tepat dan mendapat dukungan dari semua kalangan termasuk kaum terdidik mahasiswa Universitas Udayana (UNUD).

Ketua BEM Unud I Wayan Arma Surya Darmaputra menyampaikan mendukung regulasi yang diterbitkan Gubernur Bali Wayan Koster termasuk Surat Edaran (SE) Nomor 9 tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Surya Darmaputra berharap kebijakan Gubernur dan Pemerintah provinsi Bali dapat memberikan dampak positif jangka panjang kepada warga Bali, alam dan budaya Bali.

“Seperti sebelumnya kebijakan pembatasan tas kresek (plastik) yang awalnya banyak dikeluhkan (warga), ternyata seiring berjalannya waktu jadi terbiasa,” tegas Surya Darmaputra dalam audiensi dengan Gubernur Koster di Jaya Sabha, Denpasar pada Rabu (17/4/2025).

Ia juga menyatakan dukurangan terhadap larangan produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di bawah satu liter di Bali. “Saya sangat mendukung program ini untuk mengurangi sampah plastik kita di Bali. Ini solusi konkret untuk Bali yang mana masalah sampah sudah jadi isu sejak lama,” kata dia.

Dia menambahkan mewakili semua teman-teman BEM Unud mengapresiasi kebijakan Gubernur Koster. “Jadi saya mewakili teman-teman BEM Udayana mengapresiasi kebijakan Pak Gubernur,” imbuhnya.

Untuk diketahui, terdapat sejumlah regulasi berupa Peraturan Pemerintah, Pergub Bali dan Surat Edaran (SE) yang telah diterbitkan Gubernur Koster dengan tujuan membentuk kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, dan menjaga alam Bali tetap bersih.

Regulasi tersebut yakni Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut.

Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2 Tahun 2024 tentang Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah, Surat Edaran Nomor 2 tahun 2025 dan Surat Edaran Nomor 9 tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. (rls)