- Advertisement -
Beranda blog Halaman 212

Turyapada Tower Mulai Dioperasikan, Pemprov Bali Siapkan Perda Penertiban Tower Berserakan

Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan pada acara Launching Siaran Televisi Digital dari Turyapada Tower, Jumat (18/4/2025).
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan pada acara Launching Siaran Televisi Digital dari Turyapada Tower, Jumat (18/4/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Gubernur Bali Wayan Koster telah meluncurkan siaran TV digital dari Turyapada Tower pada Jumat (18/4/2025) di Desa Pegayaman Sukasada Buleleng.

Kehadiran menara ini diharapkan menjadi solusi bagi krama Bali Utara yang selama ini kesulitan mengakses siaran TV digital dan jaringan komunikasi.

Dengan jangkauan yang telah mencapai sekitar 90 persen wilayah Buleleng dan sebagian Jembrana, masyarakat di kawasan utara Bali kini bisa menikmati siaran televisi nasional dan lokal secara bertahap hingga total 30 saluran.

“Ini adalah langkah penting untuk pemerataan akses informasi. Turyapada Tower akan jadi pemancar utama bagi seluruh penyiaran digital di Bali,” ujar Koster dalam sambutannya.

Gubernur dua periode ini juga menegaskan, bangunan Turyapada dirancang untuk bertahan hingga 500 tahun, berkat konstruksi baja dan beton yang telah diuji oleh para ahli. Karena itu, ia mengajak seluruh provider komunikasi dan penyiaran untuk memusatkan siaran mereka melalui menara ini.

“Kami ingin tahun ini semua provider bergabung. Dengan begitu, menara-menara pemancar yang berserakan dan mengganggu estetika bisa kami tertibkan dan robohkan,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Bali bersama DPRD Bali tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang akan menjadi dasar hukum bagi penertiban dan pembongkaran tower-tower lama yang dinilai tidak teratur atau tidak memiliki izin yang sesuai.

Saat ini, Turyapada Tower sudah digunakan oleh sepuluh stasiun televisi, termasuk dari VIVA Group dan MNC Group. Beberapa grup besar lain seperti Metro TV, TVRI, dan Nusantara TV akan segera menyusul. Selama masa uji coba enam bulan, penggunaan fasilitas tower ini diberikan secara gratis, sebelum nantinya diberlakukan sistem sewa.

“Ini tidak hanya meningkatkan kualitas siaran, tapi juga akan menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng,” imbuh Koster.

Selain fungsi penyiaran, kawasan Turyapada juga dirancang menjadi destinasi wisata baru yang ikonik di Bali Utara. Koster memastikan, pembangunan akses jalan dan fasilitas penunjang akan dimulai pada pertengahan Juni 2025, dengan waktu pengerjaan diperkirakan selama satu tahun.

“Kalau sudah jadi, ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan PAD dari sektor pariwisata,” tutupnya. (ana)

Prioritas Pembangunan Bali Lima Tahun ke Depan, Dari Masalah Sampah Hingga Kemacetan

Gubernur Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4/2025).
Gubernur Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster membeberkan sejumlah program prioritas pembangunan Bali lima tahun kedepan di hadapan umat Muslim di Bali.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara halal bihalal yang bertajuk Silaturahmi dan Kolaborasi Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali bersama sejumlah tokoh muslim, di Harris Hotel, Sabtu (19/4/2025).

“Kita harus serius menyelesaikan masalah-masalah ini satu per satu. Prioritas kami dalam lima tahun ke depan adalah menangani sampah, kemacetan, bule nakal, dan lainnya,” ujar Koster.

Ia menyampaikan persoalan di Bali merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, ia optimis apabila semua pihak ikut andil menyelesaikan persoalan yang ada. “Bali bukan hanya tempat wisata, tapi juga rumah kita. Kita harus berkomitmen untuk menjadikannya nyaman,”

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali H. Mahrusun Hadyono menyatakan akan mendukung penuh program prioritas yang dicanangkan Gubernur Koster. “Kita tidak dalam kapasitas mendukung atau tidak mendukung, tapi kalau itu hal yang baik kita pasti ikut berkontribusi dan mendukung,” tegasnya.

Mengenai kebijakan Gubernur Koster mengenai gerakan Bali bersih sampah, Hadyono menegaskan akan membantu memberikan sosialisasi kepada umat Muslim terkait hal itu.

“Kita pasti ikut membantu sosialisasi soal gerakan Bali bersih ini, termasuk program-program lain yang sudah dari pak Gubernur,” pungkasnya. (rls) 

Gubernur Koster Tegaskan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Bukan Konsep Agama

Gubernur Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4/2025).
Gubernur Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali bukan mengusung konsep agama, melainkan konsep budaya kearifan lokal.

“Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini bukan konsep agama, ini konsep budaya, ini konsep kearifan lokal yang memuliakan alam, manusia, dan kebudayaan, alam beserta isinya, semuanya,” katat Koster saat menyampaikan pidato dalam acara halal bihalal MUI Provinsi Bali, Sabtu (19/4/2025).

Ia menyebut, Nangun Sat Kerthi Loka Bali konsep yang ditujukan untuk menjaga alam, budaya, manusia di Bali tanpa memandang suku dan agama.

“Jadi ini tanggung jawab kita semua. Kan semua ini alam yang terbersih. Semuanya harmonis, hidup manusianya juga berjalan dengan bagus, apapun agamanya, apapun golongannya, dari mana pun juga. Semua yang ada di Bali ini, nantinya di Bali apalagi, itu kita harus kompak semua,” ungkap Koster lagi.

“Jaga di Bali semua karena kita hidup disini, menghirup udara disini, mencari rezeki di sini, tanggung jawab bersama untuk menjaga Balinya agar, supaya dia bagaimana ekonominya kemudian memberikan berkah bagi kita semua,” tambah Koster.

Ia pun mengimbau seluruh masyarakat turut serta dalam menjaga alam Bali. “Jangan rusak Bali ini, kalau Bali rusak rugi kita. Jadi Bali tidak saja milik kita, miliknya Indonesia bahkan milik dunia,” urai Koster.

Koster juga meminta masyarakat untuk mengusung rasa toleransi terhadap sesama. “Saya kira semua agama mengajarkan dengan nilai-nilai yang baik, penuh harmoni toleransi, semua begitu ajarin yang gak ada (tidak baik). Semuanya ajarin baik -baik. Ini yang harus kita jalankan di Bali,” pungkas Koster. (rls)

Koster Pastikan Pembangunan Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Tetap Berjalan

Gubernur Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4/2025).
Gubernur Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memastikan proyek infrastruktur jalan tol Gilimanuk – Mengwi masih masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Sempat viral bahwa tol Gilimanuk-Mengwi itu tidak masuk lagi Proyek Strategis Nasional. Titiyang menghadap Pak Menteri PU dengan staf, ternyata itu masih merupakan Proyek Strategis Nasional,” ungkap Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4/2025).

Gubernur asal Desa Sembiran tersebut menyebut jalan tol Gilimanuk-Mengwi termasuk dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional). “Jadi itu statusnya masih ada, akan berlanjut,” lanjut Koster.

Ia telah bertemu dengan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU untuk membahas kelanjutan proyek tol Gilimanuk-Mengwi. “Beliau (Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU) kemarin meninjau lokasi ke Jembrana, wilayah-wilayah yang akan dilintasi jalan tol,” tutur Ketua DPD PDIP Provinsi Bali tersebut.

Koster menyebutkan pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi akan menggunakan anggaran pemerintah dan pembiayaan investor. “Jadi pembiayaan untuk pembebasan lahan itu akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, konstruksinya oleh swasta,” urai Koster.

Pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi, lanjut Koster, akan dibagi menjadi tiga fase. Fase 1 Gilimanuk-Pekutatan, fase 2 Pekutatan-Soka, fase 3 Soka-Mengwi.

“Swastanya minta hanya fase 1, fase 3. Fase 2 nya kalau bisa fase 2-nya dikerjakan oleh pemerintah. Pak Dirjen juga sepakat untuk ikut membangun fase 2. Kira-kira 5 sampai 6 triliun untuk fase 2. Dan untuk pembebasan lahannya hampir 4 triliun,” tutupnya. (rls) 

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Sembah Bhakti Penganyar di Pura Ulun Danu Batur 

Persembahyangan Bhakti Penganyar jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (18/4).
Persembahyangan Bhakti Penganyar jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (18/4).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melaksankaan Bhakti Penganyar jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (18/4/2025). Kegiatan ini dipimpin oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Persembahyangan ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Ngusaba Kedasa Isaka 1947 Warsa 2025 yang rutin digelar sebagai bentuk bhakti umat kepada Ida Bhatara ring Pura Ulun Danu Batur.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, penuh khusyuk, mengikuti seluruh prosesi upacara. Bhakti Penganyar ini tidak hanya sebagai wujud bhakti spiritual, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal Bali.

“Kami memohon anugerah kerahayuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Tabanan, Bali dan alam semesta. Semoga Ida Bhatara ring Pura Ulun Danu Batur senantiasa melimpahkan tuntunan dan keselamatan,” ucap Sanjaya.

Sebelum melaksanakan sembah Bhakti Penganyar di Pura Ulun Danu Batur, Bupati Sanjaya bersama Istri dan jajaran dimulai sejak pagi, melaksanakan persembahyangan dan Ngupasaksi Karya Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Ghana, Pundukdawa, Dawan, Klungkung.

Selanjutnya, pihaknya juga hadir sebagai murdaning jagat Ngupasaksi Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, dan rangkaian upacara lainnya di Pura Kawitan Warga Kayuselem Gwasong Songan, Desa Songan, Kintamani, Bangli.

Momen utama yang menjadi pusat perhatian dalam rangkaian Bhakti Penganyar Pemerintah Kabupaten Tabanan adalah saat persembahyangan suci di Pura Ulun Danu Batur.

Kehadiran Bupati Tabanan, Sanjaya bersama Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, serta jajaran OPD Pemkab Tabanan menunjukkan komitmen kuat dalam ‘Ngaturang Ayah’ sebagai bentuk bhakti dan sradha kepada Ida Betara di Pura Kahyangan Jagat ini.

Rangkaian ngayah diawali dengan partisipasi aktif dari Sekaa Bebondresan, Sekaa Tabuh, dan Sekaa Tari yang mempersembahkan seni sakral sebagai ungkapan rasa bhakti.

Hal yang sangat istimewa dan menyentuh adalah ketika Bunda Rai turut ngayah nari Rejang bersama ibu-ibu PKK Kabupaten Tabanan, mempersembahkan tari suci sebagai bentuk pemuliaan dan ketulusan hati.

Tidak hanya itu, Bupati Sanjaya dan Bunda Rai juga ikut ngayah mereresik atau membersihkan area pura sebagai simbol pengabdian dan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Bali Bersih guna menjaga kelestarian alam Bali.

Acara juga dimeriahkan oleh penampilan onen-onen atau bebalihan, yang dibawakan oleh para pengayah dari Kabupaten Tabanan, menambah kekhidmatan dan semangat kebersamaan dalam suasana upacara.

Dengan semangat kebersamaan dan kesucian hati, rangkaian Bhakti Penganyar ini diharapkan mampu mempererat rasa pesemetonan (persaudaraan) dan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta meningkatkan semangat gotong-royong dalam membangun Bali, khususnya Kabupaten Tabanan. (ana)

Jelang Galungan dan Kuningan, Harga Babi Potong Capai Rp55 Ribu per Kilogram

Peternakan babi di Banjar Baru, Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan. 
Peternakan babi di Banjar Baru, Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Harga daging babi di tingkat peternak menunjukkan tren peningkatan menjelang perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan. Saat ini, harga daging babi mencapai Rp54 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berkisar di angka Rp51 ribu per kilogram.

Kenaikan harga babi ini tentunya membuat gembira oleh peternak babi di Bali, apalagi kebutuhan babi pastinya akan mengalami peningkatan saat hari raya.

Seorang peternak babi di Banjar Baru, Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan bernama I Ketut Jaya Ada mengungkapkan, kenaikan harga daging babi sudah dirasakan sejak seminggu terakhir.

“Harga babi siap potong sebelumnya berkisar Rp51 ribu per kilogram, namun dalam sepekan terakhir terus merangkak naik hingga sekarang mencapai Rp55 ribu,” jelasnya, Sabtu (19/4/2025).

Ia menyebut, kenaikan harga ini membawa berkah untuk para peternak babi sebab keuntungan yang diperoleh melebihi nilai Break Even Point (BEP) yang berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu. “Jadi biaya pakan dan pemeliharaan sudah bisa tertutupi,” imbuhnya.

Jaya Ada memprediksi harga babi akan terus mengalami kenaikan mendekati Hari Raya Galungan pada 23 April dan Kuningan yang jatuh pada 3 Mei mendatang. “Kalau permintaan pasar terus naik, bisa saja harga tembus mencapai Rp57 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia, ketersediaan babi siap potong di wilayah Kabupaten Tabanan masih mencukupi bahkan ketersediaannya melebihi kebutuhan dari masyarakat.

“Stok babi siap potong mencukupi kebutuhan. Dari pendataan yang kami lakukan, perkiraan kebutuhan babi mencapai 4.435 ekor, sementara stok mencapai 5.790 ekor. Itu artinya masih ada kelebihan,” jelasnya.

Selain melakukan pendataan, Subagia menyebut, pihaknya rutin melakukan pengawasan langsung ke lapangan untuk memastikan kesehatan babi sebelum dipotong.

“Kami melalui bidang peternakan dan kesehatan hewan dan puskeswan memberikan vitamin untuk menjadi kondisi ternak agar tetap sehat,” jelasnya. (ana) 

Anak Difabel Turut Unjuk Gigi di Panggung Swarna Nusantara

Panggung Swarna Nusantara 2024 yang digelar di South Beach, Discovery Mall, Badung.
Panggung Swarna Nusantara 2024 yang digelar di South Beach, Discovery Mall, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Panggung Swarna Nusantara 2024 yang digelar di South Beach, Discovery Mall, Badung, menjadi saksi semangat luar biasa dari anak-anak difabel yang ikut melenggang anggun dalam pergelaran busana bertaraf internasional tersebut. Dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, ajang ini menjadi bukti nyata bahwa dunia fashion adalah ruang inklusif yang terbuka untuk semua, tanpa batas.

Tak hanya menampilkan karya-karya para desainer dari berbagai daerah dan negara, Swarna Nusantara juga memberikan ruang istimewa bagi anak-anak difabel untuk ikut bersinar. Dengan percaya diri dan senyum penuh semangat, mereka berjalan di runway mengenakan busana etnik yang kaya akan nilai budaya. Dukungan penonton pun mengalir hangat, memberi tepuk tangan dan sorakan bangga atas keberanian mereka mengekspresikan diri.

“Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, saya merasa bangga dan mendukung sepenuhnya acara ini karena sejalan dengan misi kami dalam memajukan kerajinan daerah, memberdayakan perajin lokal, serta mengangkat potensi budaya melalui pendekatan kreatif dan inovatif,” ungkap Ny. Putri Koster Jumat (18/4).

Menurutnya, Swarna Nusantara bukan sekadar pergelaran busana, melainkan juga gerakan sosial untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang inklusi—khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kehadiran mereka di atas panggung adalah pengingat bahwa setiap individu, apapun kondisinya, layak mendapat tempat untuk bersinar.

“Melalui ajang ini, kita tidak hanya menampilkan keindahan busana berbasis budaya, tetapi juga memperkuat identitas bangsa, memperluas jaringan pasar, dan membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tegasnya. (RAN)

Siaran TV Digital Turyapada Tower Mulai Beroperasi, Jangkau 90 Persen Wilayah di Buleleng dan Jembrana

Peluncuran siaran televisi digital melalui Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, yang berlokasi di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (18/4/2025).
Peluncuran siaran televisi digital melalui Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, yang berlokasi di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (18/4/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan siaran televisi digital melalui Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, yang berlokasi di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (18/4/2025).

Menara pemancar yang dibangun di ketinggian pegunungan ini telah berhasil menjangkau sekitar 90 persen wilayah Buleleng dan Jembrana, melampaui target awal studi kelayakan sebesar 80 persen.

“Pemancar tower ini sudah diuji coba dengan pengawasan dari KPID Provinsi Bali, dan hasilnya sangat memuaskan. Siarannya menjangkau hampir seluruh wilayah Buleleng dan sebagian besar wilayah Jembrana, termasuk Kecamatan Melaya hingga Gilimanuk,” ujar Gubernur Koster.

Saat ini, Turyapada Tower telah menyiarkan sepuluh stasiun televisi nasional, terutama dari VIVA Group dan MNC Group. Ke depan, jumlah ini akan bertambah hingga lebih dari 30 stasiun, termasuk Metro TV, TVRI, dan Nusantara TV.

Dengan hadirnya Turyapada Tower, stasiun televisi tidak lagi perlu menyewa lahan atau membangun pemancar sendiri. Pemerintah Provinsi Bali menawarkan masa uji coba gratis selama enam bulan, sebelum nantinya diterapkan sistem sewa yang akan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

“Ini merupakan solusi bagi masyarakat di Bali Utara yang selama ini kesulitan menerima siaran televisi tanpa parabola. Sekarang, mereka bisa menikmati siaran yang lebih jernih dan stabil,” jelas Koster.

Lebih dari sekadar pemancar siaran, Turyapada Tower juga dirancang sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Menara ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti planetarium, restoran putar 360 derajat, skywalk, jembatan kaca, hingga ruang observasi dengan pemandangan tiga danau sekaligus—Beratan, Buyan, dan Tamblingan.

“Ini satu-satunya menara di Indonesia yang dibangun di pegunungan. Pemandangannya sangat spektakuler, bisa melihat danau, hutan, pantai, dan perbukitan sekaligus. Kami ingin kawasan ini menjadi ikon wisata baru di Bali Utara,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Bali menargetkan pembangunan lanjutan kawasan pendukung dan akses jalan menuju Turyapada Tower selesai pada tahun 2026. Diharapkan, kawasan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Bali.

Peluncuran siaran digital ini ditandai dengan pemindaian layar utama oleh Gubernur Koster, didampingi Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, serta sejumlah pejabat daerah dari Buleleng dan Jembrana. Sebagai bagian dari uji coba, dilakukan juga komunikasi virtual dengan warga di beberapa desa yang telah berhasil menerima siaran digital dengan baik dan jernih.

Dengan beroperasinya Turyapada Tower, masyarakat Bali Utara kini bisa menikmati siaran TV digital berkualitas tinggi, sekaligus menanti kehadiran destinasi wisata baru yang menjanjikan pengalaman tak terlupakan. (rls)

Gubernur Koster Teken Pembagian 10 Persen PHR untuk 6 Kabupaten di Bali

Koster tandatangani kesepakatan bersama Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan proyek strategis provinsi Bali dan pembangunan infrastruktur di enam Kabupaten, pada Jumat (18/4/2025).
Koster tandatangani kesepakatan bersama Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan proyek strategis provinsi Bali dan pembangunan infrastruktur di enam Kabupaten, pada Jumat (18/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menandatangani kesepakatan bersama Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan proyek strategis provinsi Bali dan pembangunan infrastruktur, sarana prasarana strategis serta pengembangan kualitas objek pariwisata di enam Kabupaten, bertempat di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar pada Jumat (18/4/2025). Keenam kabupaten tersebut yakni Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung dan Tabanan

Gubernur Koster menyampaikan BKK tersebut bersumber dari alokasi 10 persen dari realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor perhotelan serta makanan dan minuman di wilayah Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar.

Dana tersebut akan disalurkan untuk mendukung pembangunan proyek strategis dan infrastruktur penting di enam kabupaten penerima, dengan tujuan memperkuat sinergi pembangunan antarwilayah dan mengurangi ketimpangan ekonomi serta sosial di Bali.

“Kesepakatan ini adalah bentuk nyata semangat menyama braya dan gotong royong antardaerah. Pembangunan Bali harus menyeluruh dan merata, tidak hanya terpusat di wilayah selatan,” tegas Gubernur Koster.

“Bantuan Keuangan Khusus ini akan difokuskan pada program-program strategis, seperti pembangunan infrastruktur dasar, pengelolaan sampah terpadu, transportasi publik, dan peningkatan layanan publik lainnya, jangan yang lain-lain”, sambungnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster juga mengatakan, penyaluran BKK tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Bali dan diarahkan untuk mendukung pencapaian target pembangunan yang tercantum dalam RPJMD Provinsi Bali.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan seluruh kabupaten/kota di Bali dapat bergerak bersama membangun masa depan Bali yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati/Walikota se-Bali, Ketua DPRD se-Bali serta undangan lainnya. (rls) 

Trans Metro Dewata Beroperasi di 6 Koridor dengan 75 Bus, Simak Rute dan Jadwalnya

Bus Trans Metro Dewata. (Foto: Semarangstraight)
Bus Trans Metro Dewata. (Foto: Semarangstraight)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Transportasi publik Trans Metro Dewata (TMD) kembali dioperasikan untuk memberikan pelayanan transportasi gratis bagi masyarakat Bali. Sebanyak 75 unit bus disiapkan untuk beroperasi di enam koridor utama, dengan 69 unit aktif harian dan 6 unit sebagai cadangan.

Kepala Dinas Perhubungan Bali, Samsi Gunarta, menjelaskan enam koridor tersebut yaitu K1 (Central Parkir Kuta – Terminal Persiapan), K2 (Ubung-GOR Ngurah Rai-Bandara), K3 (Ubung-Sanur), K4 (Ubung-Monkey Forest), K5 (Central Parkir Kuta-PNB-Titi Banda) dan K6 (Central Parkir Kuta-Bandara-Central Parkir ITDC Nusa Dua).

Operasional TMD juga mengalami penyesuaian. Berdasarkan evaluasi, bus hanya akan beroperasi di pagi dan sore hari guna menghindari operasional bus tanpa penumpang dan meningkatkan efisiensi.

“Setelah dikaji maka koridor berkurang dan juga operasional setiap hari diatur pagi dan sore, sehingga bus tak selalu wara-wiri setiap waktu dan kosong,” kata Gubernur Bali Wayan Koster.

Pengoperasian kembali TMD ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan simbolis naik bus dari Jaya Sabha menuju GOR Ngurah Rai Denpasar oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, seluruh kepala daerah se-Bali, Ketua DPRD Bali, serta jajaran instansi terkait.

Koster berharap TMD tidak hanya menjadi solusi mengurangi kemacetan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi untuk masyarakat Bali agar mulai membiasakan diri menggunakan transportasi publik.

“Tak perlu nunggu sampai macet parah di Bali, tapi mulai sekarang kita ajak masyarakat untuk terbiasa gunakan transportasi publik,” ujarnya.

Jadwal dan Rute Bus TMD

Adapun jadwal keberangkatan Bus Trans Metro Dewata yakni:

K1: Sentral Parkir Kuta – Terminal Persiapan

  • Keberangkatan pertama pukul 04.30 Wita.
  • Keberangkatan terakhir pukul 18.33 Wita.

K2: Terminal Ubung – GOR Bandara Ngurah Rai

  • Keberangkatan pertama pukul 05.00 Wita
  • Keberangkatan terakhir 18.49 Wita.

K3: Terminal Ubung – Sanur

  • Keberangkatan pertama pukul 05.00 Wita
  • Keberangkatan terakhir 18.53 Wita.

K4: Terminal Ubung – Sentral Parkir Monkey Forest

  • Keberangkatan pertama 05.00 Wita.
  • Keberangkatan terakhir pukul 18.30 Wita.

K5: Sentral Parkir Kuta – Politeknik Negeri Bali – Titi Banda

  • Keberangkatan pertama pukul 05.00 Wita.
  • Keberangkatan terakhir pukul 18.36 Wita.

K6: Sentral Parkir Kuta – Nusa Dua

  • Keberangkatan pertama pukul 05.00 Wita.
  • Keberangkatan terakhir pukul 19.00 Wita.