- Advertisement -
Beranda blog Halaman 209

Saksi Beberkan Detik-Detik Penemuan Jasad di Tukad Nyampuh

Polisi meminta keterangan saksi terkait penemuan jasad nenek di dalam aliran Tukad Nyampuh, Jalan Tukad Pakerisan, Panjer.
Polisi meminta keterangan saksi terkait penemuan jasad nenek di dalam aliran Tukad Nyampuh, Jalan Tukad Pakerisan, Panjer.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam aliran Tukad Nyampuh, Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan, tepat di depan Warung Nasi Lawar Men Lemuh, pada Kamis (24/4/2025) sekitar pukul 19.45 Wita.

Korban diketahui bernama IGAED, perempuan berusia 68 tahun, yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian yang hanya sekitar 20 meter dari TKP.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menerangkanb bahwa penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh Fathul Anam (23), saksi yang saat itu hendak memancing bersama empat rekannya yakni Imtatur Rohman, Andi Hindayat, Mustofa Alwi, dan Muhamad Imron.

“Mereka menuruni tangga menuju dasar sungai dan menyenter ke arah air untuk mencari ikan. Saat itulah Anam terkejut melihat ada kaki manusia,” terang Sukadi.

Ketika menduga itu mayat, saksi langsung naik ke atas dan memberi tahu warga sekitar. Pihak  keluarga menyebutkan bahwa korban terakhir terlihat keluar rumah sekitar pukul 13.00 Wita, sementara anggota keluarga lainnya sedang pergi ke Pura Besakih pada pukul 15.00 Wita. Korban diketahui memiliki penglihatan yang rabun dan sering keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Saat ditemukan, korban mengenakan baju batik cokelat dan rok hitam. Terdapat luka benturan di pelipis kiri, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuhnya. Posisi jasad saat ditemukan dalam keadaan tengadah.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah oleh petugas BPBD Kota Denpasar. Kasus penemuan mayat ini telah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut. (ran)

Kebakaran Hebat di Kuta, 30 Kamar Kos dan Warung Kelontong Ludes Terbakar

Kebakaran bangunan lantai 2 di Jalan Dewi Sri VIII, Legian Kelod, Kuta, Badung, Jumat (25/4/2025) dini hari.
Kebakaran bangunan lantai 2 di Jalan Dewi Sri VIII, Legian Kelod, Kuta, Badung, Jumat (25/4/2025) dini hari.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kepanikan menyelimuti kawasan Jalan Dewi Sri VIII, Legian Kelod, Kuta, Badung, Jumat (25/4/2025) dini hari, saat kobaran api melahap bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai warung kelontong sekaligus tempat kos.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 04.50 WITA, ketika sang pemilik, Moh Alfan Soleh (43), sedang meninggalkan rumah untuk menunaikan salat Subuh di Masjid Nurul Yatim.

Saat kembali dari masjid, Alfan dibuat syok melihat bangunannya telah dilahap si jago merah. Api berkobar hebat dan para penghuni kos berhamburan keluar menyelamatkan diri.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, api diduga pertama kali muncul dari lantai dua bagian timur kiri, tepatnya di dekat kamar mandi. “Sebelum api membesar, saksi sempat melihat aliran listrik padam, lalu terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari korsleting listrik,” jelasnya.

Akibat kejadian ini, sebanyak 30 kamar kos dan seluruh isi warung kelontong milik Alfan hangus terbakar. Tiga orang mengalami luka-luka, dua di antaranya penghuni kos yang kini dirawat intensif di RS Siloam Kuta dan RSUP Prof I.G.N.G. Ngoerah. Satu petugas pemadam kebakaran juga turut menjadi korban setelah tertimpa reruntuhan tembok saat proses pemadaman.

Lima unit mobil pemadam dari Pemkab Badung diterjunkan ke lokasi. Api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 08.00 WITA. Polisi telah memasang garis polisi dan melakukan olah TKP bersama tim identifikasi Polresta Denpasar.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami penyebab pasti kebakaran, meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak PLN untuk memastikan situasi kelistrikan sebelum insiden terjadi.

Sementara itu, kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pemilik dan para penghuni kos. Polisi menyarankan Alfan untuk segera membuat laporan resmi ke Polsek Kuta guna penanganan lebih lanjut. (RAN)

Heboh! Nenek Ditemukan Tewas di Tukad Nyampuh

IGAED (68) ditemukan tewas di aliran Tukad Nyampuh, Kamis malam (24/4).
IGAED (68) ditemukan tewas di aliran Tukad Nyampuh, Kamis malam (24/4).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM  – Warga Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang perempuan lanjut usia di aliran Tukad Nyampuh, Kamis malam (24/4) sekitar pukul 19.45 Wita.

Korban diketahui berinisial IGAED (68), seorang nenek yang selama ini tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Fathul Anam (23), seorang buruh yang saat itu hendak memancing bersama empat temannya.

“Saat kami turun ke sungai dan menyorot air dengan senter, saya melihat ada bagian kaki manusia. Sudah tidak bergerak. Saya langsung naik ke atas dan beri tahu warga,” ungkap Fathul.

Ketika ditemukan, korban mengenakan pakaian batik cokelat dan rok hitam. Hasil pemeriksaan awal polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan, korban terakhir terlihat keluar rumah sekitar pukul 13.00 Wita saat keluarga sedang melakukan persembahyangan. Hal itu disampaikan oleh A.A. Istri Mariatini Dewantati (68), yang juga mengungkap bahwa korban mengalami gangguan penglihatan dan sering pergi tanpa pamit.

“Jarak dari rumah ke lokasi sungai cuma sekitar 20 meter,” ujarnya.

Jenazah kini telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan tengah menyelidiki kasus ini untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. (*)

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Tinjau Ruang Ramah Anak di Pura Luhur Batukau

Peninjauan runag ramah anak di Pura Luhur Batukaru.
Peninjauan runag ramah anak di Pura Luhur Batukaru.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bertepatan dengan Umanis Galungan, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti persembahyangan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan pada Kamis (24/4/2025).

Bersama istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Bupati Sanjaya turut hadir didampingi Wakil Bupati, I Made Dirga dan istri, Ny. Budiasih Dirga, Ketua DPRD Tabanan dan beberapa anggota, Sekda dan jajaran perangkat daerah Pemkab Tabanan.

Persembahyangan berlangsung penuh khusyuk, dengan seluruh rombongan memanjatkan doa guna memohon kerahayuan dan kelestarian jagat Bali, khususnya Kabupaten Tabanan.

Dalam perjalanan menuju Beji Batukau, Bupati Sanjaya juga melakukan kegiatan simbolis dengan memberi makan ikan dan melepas burung perkutut. Hal ini mencerminkan keselarasan manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Karya Pujawali tersebut, puncaknya berlangsung mulai hari ini hingga 27 April 2025 mendatang, nyejer selama tiga hari.

“Persembahyangan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi merupakan perwujudan komitmen spiritual dan budaya kita. Ini bagian dari menjaga kearifan lokal, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya di sela kegiatan persembahyangan.

Di kesempatan yang sama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang juga sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten Tabanan, meninjau Ruang Ramah Anak di areal Pura Luhur Batukau.

Ruang tersebut diinisiasi langsung oleh Bunda Rai sebagai bentuk perhatian beliau terhadap kenyamanan anak-anak yang mengikuti orang tua melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Batukau.

“Jadi pada kesempatan hari ini bertepatan pujawali di Pura Luhur Batukau, yang jatuh pada Umanis Galungan, saya sekaligus mengunjungi Ruang Ramah Anak. Ini saya bentuk dengan pertimbangan, bahwa di sini ada suatu kearifan lokal, bahwa anak-anak yang belum ketus gigi belum boleh nangkil ikut ke luhur,” jelas Bunda Rai.

Ia juga menambahkan, sebagai bentuk dukungan, Bunda Rai juga memberikan alat permainan edukatif serta buku-buku bacaan. Sehingga anak-anak tidak bosan menunggu dan para orang tua pun nyaman meninggalkan anaknya sembahyang.

“Tujuan saya membuat ruang ramah ini agar orang tua bisa melaksanakan persembahyangan dengan khusyuk, sementara anak-anak merasa nyaman, tidak bosan, tidak rewel. Saya berharap ini akan menjadi role model bagi Pura lain untuk menyediakan ruang seperti ini,” harap Bunda Rai.

Lebih lanjut karena telah tersedianya ruang ramah anak di Pura Luhur Batukau, Bunda Rai menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir membawa anak-anak saat persembahyangan.

“Bagi para orang tua yang belum mengetahui, sekarang sudah ada ruang ramah anak, jadi bisa dititipkan anak-anak untuk bermain. Saya juga mengajak masyarakat yang memiliki buku atau mainan lebih untuk membantu melengkapi fasilitas ini agar lebih variatif,” imbuhnya.

Di akhir kunjungan, Bunda Rai berharap ke depan ruang ini dapat diperluas menjadi taman bermain yang lebih lengkap, termasuk ruang baca yang lebih memadai. Begitupun dengan Bupati Sanjaya, Wabup Dirga dan jajaran sangat mengapresiasi adanya ruang ramah anak di Pura Luhur Batukau.

“Berkenaan dengan suasana hari raya, saya mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, dumogi sami rahajeng,” tutup Bunda Rai dengan penuh harapan.

Menyambut kedatangan rombongan, Bendesa Adat Wongaya Gede, I Ketut Sucipto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bunda Paud sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, atas inisiasinya menghadirkan Ruang Ramah Anak di kawasan suci Pura Batukau.

“Kami mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian Bunda Rai dalam menciptakan ruang ramah anak ini, lengkap dengan fasilitas permainan edukatif dan buku bacaan. Semoga keberadaannya memberi manfaat nyata bagi anak-anak yang tangkil bersama orang tua ke Pura Batukau,” ujarnya. (ana)

Gegara Selang Gas Bocor, Warung Bakso di Tabanan Ludes Terbakar

Kebakaran warung bakso di Banjar Dauh Yeh, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (24/4/2025) siang.
Kebakaran warung bakso di Banjar Dauh Yeh, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (24/4/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kebakaran melanda sebuah warung bakso yang berlokasi di Banjar Dauh Yeh, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (24/4/2025) siang.

Dari penyelidikan, api diduga berasal dari kebocoran selang regulator gas yang menyebabkan nyala api kompor membesar.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Pemilik warung bernama Hendra Eka Hermanto (38), warga asal Jember, Jawa Timur, yang berdomisili sementara di Desa Tumbakbayuh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Menurut keterangan saksi, Muhamad Zaini dan Samadi, saat warung hendak dibuka dan kompor dinyalakan, api langsung menyambar dan membesar akibat kebocoran pada selang gas.

“Api dengan cepat membakar sebagian besar bangunan warung yang terbuat dari material mudah terbakar,” ungkapnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memadamkan api. Dua unit mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. “Sekitar pukul 13.40 WITA api berhasil dipadamkan,” ungkapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 15 juta. “Pemilik warung menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkasnya. (ana)

Kakek Mura Meninggal Terseret Arus Saat Menjala Ikan di Pantai Biaung

Tim SAR evakuasi kakek Mura, terseret arus saat menjala ikan di Pantai Biaung, Kesiman, Denpasar Timur Kamis (24/4/2025) siang.
Tim SAR evakuasi kakek Mura, terseret arus saat menjala ikan di Pantai Biaung, Kesiman, Denpasar Timur Kamis (24/4/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang kakek bernama I Wayan Mura ditemukan meninggal dunia usai tenggelam terseret arus saat menjala ikan di Pantai Biaung, Kesiman, Denpasar Timur Kamis (24/4/2025) pagi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan, sebelum tenggelam, korban menebar menjala ikan dengan menggunakan ban pelampung di sekitar pantai sekitar pukul 09.00 WITA. Namun tak berselang lama, korban tak terlihat di lokasi.

“Hanya ditemukan ban pelampung dan jaringan oleh kelompok nelayan, serta sepeda korban yang masih terparkir di seputaran lokasi Pantai Biaung,” kata Nyoman Sidakarya.

Kejadian itu lantas dilaporkan ke pihak berwajib untuk mencari keberadaan kakek Mura.

Ia menyebut, pihaknya menerjunkan lima personel ke lokasi kejadian untuk mencari keberadaan kakek Mura. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisiri pantai dimana korban terakhir terlihat oleh saksi di lokasi dengan menggunakan rubber boat. Selain itu, pencarian oleh SRU darat dengan penyisiran dan menerbangkan drone thermal.

“Pada pukul 14.45 WITA, korban akhirnya ditemukan terdampar Pantai Padanggalak dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya dengan kendaraan pribadi, jenasah langsung dibawa ke rumah duka,” ungkap Sidakarya.

Adapun unsur SAR Gabungan yang terlibat selama proses pencarian diantaranya dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polda Bali, Polair Polresta Denpasar, Polsek Denpasar Timur, Balawista Sanur, SAR Radio 115, ORARI Bali, Tagana Kota Denpasar, Babinkamtibnas Desa Kesiman Kertalangu, Kelompok Nelayan Sari Segara dan pihak keluarga serta masyarakat. (ana) 

Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Turis Rusia di Perairan Amed Diperpanjang

Pencarian terhadap Sergei Eliseev diperpanjang. (Istimewa)
Pencarian terhadap Sergei Eliseev diperpanjang. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Upaya pencarian Sergei Eliseev, turis Rusia yang hilang saat memancing di perairan Amed, Karangasem, terus dilakukan hingga hari ketujuh. Meski tim pencarian menghadapi kendala gelombang tinggi dan angin kencang, mereka tetap semangat untuk menemukan jejak korban.

Pencarian yang seharusnya berakhir pada hari Rabu kemarin, diperpanjang setelah Kedutaan Besar Rusia mengajukan permohonan resmi. “Hari ini seharusnya hari terakhir, tapi kami menerima permohonan perpanjangan dari Kedutaan Rusia,” kata I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.

Tim gabungan terdiri dari Basarnas, Polair, Bakamla, dan BPBD Karangasem, menggunakan drone termal dan kapal untuk menyisir kawasan perairan dari Amed hingga Seraya. Meski demikian, hingga saat ini belum ada jejak pasti yang ditemukan.

Sergei dilaporkan hilang pada Kamis (17/4/2025) setelah jukungnya ditemukan terombang-ambing di perairan Seraya.

“Kami terus berharap sisa waktu perpanjangan ini bisa memberikan hasil positif,” tambah Ngurah Eka.

Pencarian akan dilanjutkan dengan intensitas penuh setiap hari dari pagi hingga sore, mengoptimalkan semua sumber daya yang tersedia. (*)

Trans Siswa Tabanan Akan Kembali Beroperasi Mei 2025, 242 Armada Disiapkan

Angkutan siswa gratis. (Foto:Dishub Tabanan)
Angkutan siswa gratis. (Foto:Dishub Tabanan)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan akan mengaktifkan kembali program angkutan siswa gratis (Trans Siswa). Layanan ini rencananya mulai beroperasi di seluruh kecamatan di wilayah Tabanan pada Mei 2025.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan I Made Murdika mengatakan, jika tidak ada kendala, trans siswa akan beroperasi pada bulan Mei mendatang dengan jangka waktu pelaksanaan selama delapan bulan.

Adapun layanan angkutan siswa ini akan digratiskan untuk seluruh siswa SMP di sepuluh kecamatan di Tabanan. “Sekitar 242 angkutan siswa telah disiapkan untuk melayani rute trayek di seluruh kecamatan,” jelasnya.

Murdika menambahkan, sebelumnya pemenang tender jasa operator layanan angkutan siswa di Tabanan ini telah diumumkan. Nama perusahaan pemenang tender yakni Perum DAMRI yang beralamat di Jalan Diponegoro, Denpasar.

Adapun nilai kontrak kerja sama dalam layanan angkutan siswa sebesar Rp9.464.254.240. Yang mana, sumber anggaran pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tabanan tahun anggaran 2025. “Anggaran yang siapkan Pemkab Tabanan sebesar Rp 9,4 miliar lebih,” tambahnya. (ana) 

Rekomendasi Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi Saat Manis Galungan

Desa Penglipuran, Bangli.
Desa Penglipuran, Bangli.

PANTAUBALI.COM – Manis Galungan adalah hari setelah perayaan Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali. Setelah sehari penuh dengan kegiatan persembahyangan dan berkumpul bersama keluarga, masyarakat Bali biasanya memanfaatkan momen Manis Galungan untuk bersantai, berwisata, dan menikmati waktu berkualitas bersama orang tercinta.

Masih bingung ingin ke mana saat Manis Galungan? Berikut ini adalah rekomendasi tempat wisata populer di Bali lengkap dengan lokasi dan daya tarik pemandangannya:

  1. Kintamani

Terletak di Kabupaten Bangli, kawasan wisata Kintamani sudah sangat terkenal. Waktu tempuh dari Denpasar sekitar 2 jam. Kintamani menawarkan panorama Gunung Batur yang megah serta Danau Batur yang biru jernih, dikelilingi perbukitan hijau. Di sekitarnya banyak terdapat kafe, restoran, dan penginapan dengan pemandangan langsung ke danau dan gunung.

2. Tegallalang Rice Terrace

Berada di Ubud, Kabupaten Gianyar, Tegallalang Rice Terrace menyuguhkan pemandangan sawah berundak hijau yang tertata rapi di lereng bukit. Tempat ini cocok untuk foto Instagram dan jalan santai. Tersedia juga wahana ayunan populer (Bali Swing) dengan view lembah tropis yang menawan.

3. Jatiluwih Rice Terrace

Alternatif lain untuk menikmati sawah yang luas dan indah adalah di Jatiluwih Rice Terrace, Kecamatan Penebel, Tabanan. Dikenal sebagai warisan budaya dunia UNESCO, area ini menawarkan hamparan sawah terasering yang luas dengan latar belakang Gunung Batukaru. Suasananya sejuk dan cocok untuk relaksasi.

4. Bedugul

Masih di Kabupaten Tabanan, kawasan Bedugul di Kecamatan Baturiti menyuguhkan udara sejuk dengan panorama pegunungan dan perbukitan hijau. Tempat-tempat yang bisa dikunjungi di sini antara lain: Kebun Raya Bedugul untuk piknik keluarga, Danau Beratan dan Danau Buyan yang memesona, serta wisata petik stroberi yang seru untuk anak-anak.

5. Pantai Melasti

Berada di Desa Ungasan, dekat kawasan Uluwatu, Pantai Melasti memiliki tebing kapur yang menjulang, pasir putih bersih, dan air laut yang biru jernih. Akses jalan menurun yang berliku ke pantai ini juga menjadi spot foto favorit para wisatawan.

6. Pantai Pandawa

Pantai ini terletak di Desa Kutuh, Badung. Keunikan Pantai Pandawa terletak pada akses jalannya yang membelah tebing kapur dengan deretan patung Pandawa di sepanjang jalan. Pantai ini luas, berpasir putih, dan memiliki ombak yang cukup tenang, cocok untuk bersantai.

7. Pantai Sanur

Pantai Sanur yang terletak di Denpasar Selatan ini terkenal dengan suasananya yang tenang. Jalan setapak di pinggir pantai cocok untuk jogging atau bersepeda santai bersama keluarga. Salah satu daya tarik utama di sini adalah panorama matahari terbit yang indah.

8. Desa Penglipuran

Berlokasi di Kecamatan Bangli, sekitar 1,5 jam dari Denpasar, Desa Penglipuran adalah desa adat yang sangat terjaga keasriannya. Rumah-rumah tertata rapi dengan arsitektur tradisional Bali. Suasana yang tenang dan bersih membuat desa ini ideal untuk wisata budaya dan edukasi.

9. Bali Safari & Marine Park

Terletak di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Gianyar, tempat ini sangat cocok untuk wisata keluarga. Terdapat berbagai satwa liar seperti harimau, singa, dan gajah, serta pertunjukan budaya Bali yang menarik untuk anak-anak dan orang dewasa.

10. Amed

Amed terletak di pesisir timur Bali, tepatnya di Kabupaten Karangasem. Kawasan ini dikenal dengan pantainya yang tenang, air laut yang jernih, dan keindahan bawah lautnya. Amed menjadi surga bagi pecinta snorkeling dan diving, karena terumbu karangnya masih sangat alami dan kaya akan biota laut. Selain itu, di pagi hari, kamu bisa menyaksikan matahari terbit dari balik laut dengan latar perahu-perahu nelayan yang bersandar di pantai. (ana)

Putri Koster Ajak Desainer Bali Ciptakan Busana Siap Pakai dalam Fashion Show ‘Black Glamour Elegant’

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dunia fashion di Bali semakin menunjukkan geliatnya. Banyak desainer-desainer bermunculan di Pulau Dewata. Untuk itu, Dekranasda Provinsi Bali berkomitmen untuk memajukan dunia fashion lokal. Dalam upaya membangun industri fashion tidak hanya berhenti pada panggung peragaan, tetapi juga mencakup ekosistem yang lebih luas..

Hal itu disampaikan Ny. Putri Suastini Koster, Ketua Dekranasda Provinsi Bali dalam acara fashion show bertema Black Glamour Elegant yang diselenggarakan oleh desainer Yongki Perdana di salah satu Restaurant and Lounge di Petitenget, Badung pada Senin (21/4/2025) malam.

“Kita harus mengajak desainer untuk berjuang, memberi mereka pengalaman, dan membangun sistem yang melibatkan penenun, penjahit, model, hingga koreografer. Semua harus bergerak bersama,” ungkapnya.

Sebagai langkah nyata dalam memajukan dunia fashion di Bali, dalam lima tahun ke depan, Dekranasda Bali akan fokus mengkurasi desainer-desainer Bali yang layak tampil di kancah internasional.

Seniman multitalenta ini menyampaikan ingin memberi ruang dan pengalaman agar mereka bisa menjadi trend center, menentukan arah mode, tidak hanya untuk Bali tapi juga Indonesia dan bahkan dunia.

Untuk itu, istri Gubernur Bali ini mengajak para desainer untuk mulai menampilkan busana yang ready to wear dalam setiap fashion show, agar karya mereka tidak hanya dinikmati di atas panggung, tetapi juga bisa digunakan oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

“Desain yang indah harus bisa dipakai, entah ke kantor, ke resepsi, atau kegiatan lain. Itulah arah yang ingin kita capai dalam industri fashion Bali,” jelasnya.

Tahun ini, Ia telah mengantongi dua nama desainer Bali yang siap diajak ke pentas internasional. Dikatakan Ny. Putri Koster, proses kurasi akan dilanjutkan pada bulan Juni mendatang, dengan target penambahan dua desainer lagi untuk dibawa ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk nyata dukungan Dekranasda Bali kepada para desainer di tanah dewata untuk tampil di pentas dunia. (rls)