- Advertisement -
Beranda blog Halaman 210

Gubernur Koster Kebut Penuntasan Masalah Sampah

Gubernur Koster saat penandatangann PT Hatten Tbk dengan PT Nusa Solar sebagai Penyedia Solar Panel, Komunitas MaluDong, dan PT Bersih Dari Sampah, bertempat di Private Dining Room-Hatten Wine, Jln. Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, pada Senin (21/4/2025).
Gubernur Koster saat penandatangann PT Hatten Tbk dengan PT Nusa Solar sebagai Penyedia Solar Panel, Komunitas MaluDong, dan PT Bersih Dari Sampah, bertempat di Private Dining Room-Hatten Wine, Jln. Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, pada Senin (21/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi terhadap langkah PT. Hatten Bali Tbk., atas kepedulian terhadap lingkungan alam Bali. Hal itu diwujudkan langsung melalui aksi nyata penandatangan dengan pihak-pihak terkait yang peduli dengan lingkungan Bali.

Demikian dikatakan oleh Gubernur Koster saat memberikan sambutan dan menyaksikan penandatanganan antara PT Hatten Tbk dengan PT Nusa Solar sebagai Penyedia Solar Panel, Komunitas MaluDong, dan PT Bersih Dari Sampah, bertempat di Private Dining Room-Hatten Wine, Jln. Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, pada Senin (21/4/2025).

Menurutnya hal ini sejalan dengan program Pemprov Bali yang ingin Bali bersih dari sampah plastik dan menggunakan energi baru terbarukan. Apalagi belum lama ini Gubernur Koster telah meluncurkan SE Nomor 9 tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Di dalam SE tersebut juga mengatur tentang pelarangan peredaran air minum kemasan di bawah satu liter.

“Periode ini akan saya kebut, baik penanganan sampah dari hulu dan hilir, pengolahan sampah berbasis sumber, pelarangan penggunaan bahan plastic, hingga penggunaan energi baru terbarukan. Periode pertama terhalang pandemi Covid-19 sehingga program-program tersebut tidak berjalan maksimal padahal sudah dicanangkan, maka periode ini saya akan kebut,” tegasnya.

Gubernur asal Desa Sembiran tersebut juga mengatakan dirinya tidak gentar memberlakukan pelarangan penjualan minuman kemasan di bawah satu liter. Meskipun banyak perusahaan melayangkan protes, namun dirinya menyampaikan akan maju terus.

“Tidak adil rasanya jika mereka terus mengeruk keuntungan dengan menjual minuman tanpa memberikan solusi sampah ke depannya, namun kita yang membereskan, komunitas MaluDong yang sibuk padahal mereka tidak dibayar. Persepsi seperti ini harus diluruskan,” imbuhnya.

Ia pun mengatakan selambat-lambatnya program ini berhasil dalam kurun waktu dua tahun. “Desember 2025 produsen sudah harus selesai mendistribusikan minuman kemasan di bawah satu liter, Januari 2026 sudah tidak ada minuman itu beredar dan dalam kurun waktu dua tahun semua sudah beres,” tegasnya.

Mengenai penggunaan energi baru terbarukan, ia pun mendorong agar Bali menjadi pulau yang menggunakan energi ramah lingkungan. Komitmen itu menurutnya dilakukan agar masyarakat bisa menghirup udara yang bersih tanpa polusi. Selain itu, ia juga berharap ke depan Bali bisa mandiri dalam energi, sehingga tidak perlu menunggu pasokan energi dari tempat lain.

“Semua usaha ini dilakukan agar Bali benar-benar menjadi bersih dan nyaman. Bali sebagai destinasi wisata dunia selalu menjadi sorotan. Setidaknya dengan lingkungan yang bersih dan nyaman membuat wisatawan semakin banyak datang ke Bali dan perekonomian Bali lebih baik lagi. Jadi komitmen ini memerlukan Tindakan bersama, bukan hanya tugas pemerintah saja,” tegasnya.

Sebelumnya Presiden PT Hatten Bali Tbk Ida Bagus Rai Budiarsa menyampaikan, masalah sampah sangat pelik ditangani di Bali, bahkan media asing sempat menyorot Bali dan menjadikan Pulau yang tidak layak dikunjungi di tahun 2024. Sehingga pihaknya pun ambil bagian dalam menjaga lingkungan alam Bali.

Dalam menjaga alam Bali, pihaknya telah membuat Teba Modern untuk mengolah sampah organik. Sedangkan untuk sampah residu pihaknya bekerja sama dengan PT Bersih Dari Sampah. “Harapan kami PT Hatten Bali Tbk tidak membawa sampah ke TPA, kami selesaikan semua sampah kami,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Founder MaluDong Komang Sudiarsa. Sejak berdirinya komunitasnya dari tahun 2009, permasalahan sampah masih sangat sulit ditangani di Bali. Menurutnya hal yang sangat sulit adalah edukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan hingga mengolah sampah. Pihaknya terus berupaya mengedukasi masyarakat terutama anak-anak sekolah tentang menjaga lingkungan.

“Untuk itu kami sangat perlu support dari Bapak Gubernur sehingga kami tetap semangat mengedukasi, karena masih banyak pekerjaan dan sekolah-sekolah yang harus kami edukasi,” gugahnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT Bersih Dari Sampah AA Dewi Andayani menyatakan pihaknya berkomitmen mengelola sampah berkelanjutan melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), dan tempat pengolahan sampah residu yang ramah lingkungan yang tidak mengeluarkan asap sehingga tidak mencemari udara, air dan tanah Bali.

Menurutnya, solusi pemilahan sampah dan penyelesaian sampah dari sumber secara konsisten bisa menyelamatkan alam Bali, sehingga diperlukan komitmen dan kesadaran bersama segenap lapisan masyarakat. (rls)

Pelayanan SIM Polres Tabanan Pindah ke Gedung Satpas Baru di Bongan

Gedung Satpas di Jalan Kebo Iwo, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.
Gedung Satpas di Jalan Kebo Iwo, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Polres Tabanan kini dipindahkan ke gedung Satuan Pelayanan Administrasi SIM (Satpas) baru yang berlokasi di Jalan Kebo Iwo, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. Warga tidak perlu lagi mengurus SIM di Mapolres Tabanan seperti sebelumnya.

Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Anton Suherman mengatakan, pemindahan pelayanan SIM di Satpas baru ini telah berjalan mulai Senin (21/4/2025) kemarin.

“Alhamdulillah saat hari pertama pelayanan berjalan lancar dan tidak ada kendala. Namun, masih dalam pendampingan teknisi dari korlantas, untuk memastikan tidak ada kendala,” jelas ketika dihubungi Selasa (22/4/2025).

Anton menambahkan, pemindahan layanan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi masyarakat. Satpas baru ini juga mengadopsi teknologi pelayanan modern, seperti sistem antrean first in, first out (FIFO), serta ujian praktik dengan e-Driver atau sistem otomatis berbasis sensor yang menilai performa berkendara peserta ujian.

Selain itu, ujian teori juga kini dilakukan secara digital menggunakan aplikasi sehingga hasil ujian langsung ditentukan oleh sistem.

“Seluruh sistem sudah terintegrasi dengan Korlantas Polri, sehingga setiap proses dapat dipantau secara real time dari pusat,” kata Anton.

Gedung baru yang terletak di depan Kantor Camat Tabanan dan Polsek Tabanan ini juga dilengkapi fasilitas penunjang lainnya. Mulai dari area parkir yang luas, lintasan praktik berkendara yang lebih memadai, ruang tunggu yang nyaman. Bahkan tersedia juga jalur khusus penyandang disabilitas, ruang bermain anak dan ruang menyusui.

“Meskipun pelayanan sudah berjalan, tapi gedung Satpas ini rencananya baru akan diresmikan pada 28 April mendatang,” imbuh Anton.

Adapun jam operasional pelayanan SIM dimulai pukul 08.00 hingga 13.00 WITA pada hari Senin hingga Kamis, dan hingga pukul 11.00 WITA pada hari Jumat.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi pada Selasa (22/4/2025), jumlah pemohon SIM di gedung baru ini masih terbilang sepi. “Hari ini hanya ada satu pemohon yang datang. Sedangkan kemarin saat hari pertama dibuka ada sekitar 34 orang,” ujar seorang petugas di lokasi. (ana)

Bawa Sajam dan Tantang Warga di Pemogan, Buruh Proyek Mabuk Diamankan Polisi

buruh proyek berinisial MPK (19) diamankan polisi.
buruh proyek berinisial MPK (19) diamankan polisi.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Aksi nekat seorang buruh proyek berinisial MPK (19) bikin geger warga Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (20/4) dini hari. Dalam kondisi diduga mabuk, pemuda asal Sumba itu mengacungkan dua bilah pisau dan menantang warga di depan sebuah toko PlayStation di Jalan Mekar II.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan insiden bermula saat sekelompok pemuda sedang nongkrong dan didatangi oleh dua pria yang hendak membeli bir, salah satunya adalah MPK. Saat itu, MPK mulai bertingkah dan berbicara tak karuan, sehingga salah satu saksi membantunya menuju motornya.

Tak disangka, beberapa saat kemudian MPK kembali seorang diri dan mengaku ingin membeli arak. Bukannya pergi dengan tenang, ia justru mengeluarkan dua senjata tajam dari pinggangnya—sebilah pisau dapur dan sebilah belati—lalu menantang para pemuda yang sedang nongkrong.

“Pelaku bahkan sempat melempar salah satu pisaunya ke arah warga sebelum melarikan diri ke arah utara,” ungkap AKP Sukadi.

Aksi tersebut langsung memicu kepanikan warga dan dilaporkan ke pihak kepolisian. Tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan yang dipimpin Kanit Reskrim dan Panit 3 turun tangan melakukan penyisiran. Berkat bantuan masyarakat, MPK berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua bilah senjata tajam yang digunakan pelaku. Saat diperiksa, MPK mengakui membawa senjata tajam dan mengaku dalam kondisi mabuk minuman keras.

“Kasus ini masih kami dalami, termasuk kemungkinan pelaku terlibat dalam tindak pidana lainnya,” ujar Sukadi.

MPK kini ditahan di Mapolsek Denpasar Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (RAN)

Pangdam IX/Udayana Usulkan Bentuk Satgas Kawal SE Gerakan Bali Bersih Sampah

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (21/4/2025).
Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (21/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pangdam IX/Udayana yang baru, Mayjen TNI Piek Budyakto, mengusulkan pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus untuk mengawal implementasi Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Usulan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan resmi dan bersilaturahmi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (21/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Mayjen TNI Piek Budyakto memperkenalkan diri sebagai Pangdam IX/Udayana menggantikan Mayjen TNI Muhammad Zamroni.

la menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai kebijakan progresif yang telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Koster, khususnya terkait penanganan sampah dan pelestarian lingkungan.

Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan dukungannya dan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, sekaligus menjalin hubungan yang lebih erat antar dua instansi tersebut.

“Kita di Kodam siap mendukung kebijakan Bapak Gubernur seperti pelarangan air minum kemasan di bawah satu liter yang kami anggap sangat penting dan baik sekali untuk mengurangi sampah plastik. Kita di Kodam sendiri sudah tidak menggunakan botol plastik untuk setiap kegiatan kita,” tegas Pangdam Piek Budyakto.

Mantan Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI ini mengusulkan pembentukan satgas khusus yang melibatkan jajaran pemprov serta Kodam IX Udayana terkait kebijakan tersebut.

Pangdam sendiri mengakui banyak kebijakan yang menarik dan merupakan terobosan baru yang dikeluarkan Gubernur Koster, seperti Kebijakan untuk arak Bali yang mengatur tentang produksi, peredaran, dan konsumsi arak Bali, serta pengakuan sebagai warisan budaya tak benda.

Selain itu, masyarakat Bali dan pemerintah yang selama ini juga dilihatnya sangat kondusif dan guyub. “Terlihat dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang berjalan dengan baik di Bali, serta suasana yang selalu rukun dan guyub,” ucapnya.

Pun Kodam IX/Udayana menyatakan kesiapan untuk turut serta berkolaborasi mengamankan event-event nasional dan internasional yang diselenggarakan di Bali agar kegiatan pengamanan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster, mengajak TNI khususnya jajaran Kodam IX Udayana untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi untuk menyelesaikan sejumlah isu yang ada di Bali seperti masalah sampah dan berbagai masalah lain yang menyangkut kesejahteraan masyarakat.

“Saya yakin dengan TNI akan banyak permasalahan bisa teratasi karena sagat bisa diandalkan dan saya sangat bangga dengan kiprah teman-teman TNI selama ini,” ujar Koster.

Ia mengatakan, dengan sinergitas yang baik sejumlah kebijakan yang telah dikeluarkan Pemerintah Provinsi Bali akan lebih tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Saya yakin dengan kebijakan yang tepat dan sinergi bersama berbagai permasalahan di Bali akan lebih cepat terselesaikan,” tukasnya.

Dirinya mencontohkan kebijakan sampah di Bali berfokus pada pengurangan sampah plastik sekali pakai dan peningkatan pengelolaan sampah berbasis sumber melalui berbagai regulasi dan program.

Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 melarang penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan, dan styrofoam.

Terbaru, Pemerintah Provinsi Bali melarang penggunaan dan penjualan botol plastik sekali pakai, khususnya untuk air minum dalam kemasan (AMDK), dengan ukuran di bawah 1 liter.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah plastik dan mendukung gerakan Bali Bersih. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025.

“Saya berharap Kodam IX Udayana melalui personil Babinsa di desa-desa bisa membantu Pemerintah Provinsi untuk memperoleh data masyarakat yang memerlukan rumah layak huni serta desa-desa yang mengalami krisis air, untuk nanti ditindaklanjuti,” ujar Koster. (rls)

Ide Hampers Spesial untuk Hari Raya Galungan, Penuh Makna dan Kebersamaan

Hampers hari raya Galungan dan Kuningan. (Istimewa)
Hampers hari raya Galungan dan Kuningan. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Hari Raya Galungan merupakan momen penting bagi umat Hindu di Bali sebagai simbol kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). Selain sembahyang dan perayaan keluarga, berbagi hampers atau bingkisan juga menjadi cara indah untuk menyampaikan rasa syukur, mempererat silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan dengan kerabat, teman, maupun kolega.

Nah, kalau kamu sedang mencari ide hampers yang cocok untuk Galungan, berikut beberapa inspirasi yang bisa kamu pilih:

1. Hampers Kue Tradisional Bali
Kue-kue seperti jaja laklak, jaja batun bedil, klepon, jaja uli, atau jaja bugis bisa menjadi isi hampers yang unik dan khas Bali banget. Tambahkan kemasan cantik dari anyaman bambu atau besek agar lebih berkesan.

2. Hampers Buah dan Banten Mini
Buah-buahan seperti pisang, jeruk, dan salak bisa dijadikan isi hampers yang sehat dan penuh simbol. Tambahkan juga perlengkapan banten mini seperti canang sari, dupa, dan bunga untuk melengkapi nuansa spiritual Galungan.

3. Hampers Produk Lokal Bali
Isi hampers dengan produk UMKM lokal seperti minyak aromaterapi, sabun herbal, garam laut, atau kopi Bali. Selain berkesan, kamu juga turut mendukung usaha lokal.

4. Hampers Perlengkapan Ibadah
Canang, dupa, kwangen, dan wadah kecil untuk banten bisa dijadikan isi hampers fungsional dan penuh makna. Pilihan ini cocok diberikan kepada orang tua atau tetua adat.

5. Hampers Galungan Kekinian
Gabungkan makanan ringan modern, minuman herbal, hingga kartu ucapan custom yang didesain dengan nuansa Bali. Cocok untuk anak muda atau kolega yang menyukai sentuhan tradisional-modern.

6. Hampers Pakaian Adat Mini
Untuk keluarga atau teman dekat, hampers berisi kain kamen, selendang, atau udeng bisa jadi pilihan menarik dan berguna untuk digunakan saat Galungan dan Kuningan.

Tips Membuat Hampers Galungan Menarik:

-Gunakan bahan ramah lingkungan seperti besek bambu, kain tenun, atau tas daur ulang.
Sertakan kartu ucapan personal dengan doa dan harapan baik.

– Padukan unsur tradisional dan estetika modern agar tampil elegan namun tetap bermakna.

Dengan berbagi hampers, kita tidak hanya merayakan Galungan dengan suka cita, tapi juga menyebarkan kebaikan dan kebersamaan. (RAN)

Trik Menyimpan Nasi agar Tetap Pulen dan Tidak Cepat Basi

Ilustrasi nasi pulen. (Istimewa)
Ilustrasi nasi pulen. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Nasi merupakan makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, menyimpan nasi agar tetap pulen dan tidak cepat basi bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama di iklim tropis yang lembap. Jika disimpan dengan cara yang salah, nasi bisa menjadi keras, berair, bahkan cepat basi dan menimbulkan bau tidak sedap.

Berikut ini beberapa tips praktis untuk menyimpan nasi agar tetap pulen, enak dikonsumsi, dan tahan lebih lama:

1. Biarkan Nasi Dingin Sebelum Disimpan
Setelah nasi matang, sebaiknya jangan langsung menutup rapat atau menyimpannya dalam wadah kedap udara. Biarkan nasi dingin terlebih dahulu agar uap panas keluar dan tidak menciptakan kelembapan berlebih yang dapat mempercepat proses basi.

2. Gunakan Wadah Kedap Udara
Setelah nasi dingin, simpan dalam wadah yang bersih dan kedap udara. Wadah ini membantu menjaga kelembapan nasi, mencegah masuknya bakteri dari luar, serta menjaga tekstur nasi tetap pulen.

3. Simpan di Kulkas
Jika tidak langsung dikonsumsi dalam beberapa jam, sebaiknya simpan nasi di dalam kulkas. Suhu rendah dapat memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab nasi cepat basi. Nasi yang disimpan di kulkas bisa bertahan hingga 2–3 hari.

4. Gunakan Kain Bersih atau Tisu Dapur
Untuk penyimpanan dalam suhu ruang, letakkan sehelai kain bersih atau tisu dapur di atas nasi sebelum menutup penanak nasi. Ini membantu menyerap uap air berlebih dan mencegah nasi menjadi lembek atau berair.

5. Hindari Mencampur dengan Sendok Kotor
Selalu gunakan sendok yang bersih dan kering saat mengambil nasi. Sendok yang kotor atau basah dapat membawa bakteri dan mempercepat proses fermentasi yang menyebabkan nasi cepat basi.

6. Pemanasan yang Tepat Sebelum Disantap
Saat ingin menyantap nasi yang disimpan di kulkas, panaskan kembali dengan cara mengukus atau memanaskan di microwave dengan menambahkan sedikit air. Ini akan membantu mengembalikan tekstur nasi agar tetap pulen seperti baru dimasak.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, nasi tidak hanya tetap pulen, tetapi juga tahan lebih lama dan aman dikonsumsi. Cara penyimpanan yang tepat sangat penting, apalagi bagi yang sering memasak nasi dalam jumlah banyak. (RAN)

Cara Efektif untuk Menyimpan Ikan Asin agar Tetap Awet dan Tidak Berjamur

Ilustrasi ikan asin. (Istimewa)
Ilustrasi ikan asin. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Ikan asin merupakan hidangan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan garam dalam jumlah besar. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk menyimpan ikan asin dengan benar agar tetap awet dan terhindar dari masalah berjamur.

1. Proses Pembersihan yang Tepat

Langkah pertama yang krusial adalah membersihkan ikan secara menyeluruh dengan air. Pastikan ikan benar-benar kering untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan.

2. Penggunaan Wadah yang Tertutup Rapat

Simpanlah ikan asin dalam wadah yang kedap udara, seperti aluminium foil atau wadah plastik kedap udara. Hal ini tidak hanya mencegah ikan asin dari kerusakan fisik akibat serangga dan mikroorganisme, tetapi juga mencegah bau yang tidak diinginkan di lemari es.

3. Tempat Penyimpanan yang Tepat

Pastikan untuk menyimpan ikan asin di tempat yang sejuk dan kering. Lemari es adalah tempat yang ideal, namun pastikan untuk membungkus ikan dengan rapat sebelum menyimpannya di dalamnya.

4. Perlakuan yang Hati-hati

Saat menangani ikan, hindari kontaminasi dengan udara hangat atau makanan lainnya. Perlakukan ikan dengan hati-hati untuk memastikan kesegarannya tetap terjaga.

Dengan mengikuti tips-tips sederhana ini, Anda dapat memperpanjang masa simpan ikan asin dan menikmatinya lebih lama tanpa khawatir akan masalah berjamur atau kerusakan. (RAN)

Kunjungan DTW Tanah Lot Stabil Pasca Lebaran, Pengelola Kini Fokus Persiapan Pujawali

Kunjungan di DTW Tanah Lot, Tabanan.
Kunjungan di DTW Tanah Lot, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tingkat kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan mulai menunjukkan tren yang stabil setelah masa libur Lebaran. Rata-rata kunjungan harian saat ini tercatat mencapai 4.000 orang.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah yang berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat belum memberikan dampak signifikan terhadap arus wisatawan ke Tanah Lot.

Selain itu, kebijakan pembatasan kegiatan studi tur dari Provinsi Jawa Barat juga belum berdampak besar. “Selama periode Juli hingga Desember 2024, kunjungan dari studi tur asal Jawa Barat hanya mencakup sekitar 1 persen dari total wisatawan domestik. Jadi, untuk saat ini, kebijakan tersebut belum terlihat berdampak langsung,” ujar Sudiana, Senin (21/4/2025).

Saat ini, manajemen DTW Tanah Lot mengalihkan fokus pada persiapan pelaksanaan Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot yang akan berlangsung pada 7 hingga 10 Mei 2025. Sebagai salah satu upacara keagamaan penting, pujawali diharapkan berlangsung dengan khidmat dan tertib, dengan tetap menjaga kenyamanan bagi pemedek maupun wisatawan yang hadir.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan pujawali, tim operasional telah melakukan sejumlah persiapan, terutama dalam menjaga kebersihan kawasan pura.

“Kami telah memulai pembersihan lumut dan memperkuat tim kebersihan dengan sistem kerja lembur, khususnya menjelang dan selama pelaksanaan pujawali. Hal ini dilakukan agar pemedek merasa nyaman saat melaksanakan persembahyangan,” tambah Sudiana.

Setelah pujawali selesai, pengempon Pura Luhur Tanah Lot akan melanjutkan tahap utama pemugaran pura yang dimulai pada 11 Juni 2025. Pemugaran ini mencakup perbaikan seluruh pelinggih, termasuk pelinggih utama, dan ditargetkan rampung sebelum 3 November 2025.

Hal ini dilakukan untuk menyambut upacara melaspas alit yang akan digelar pada piodalan berikutnya. Diharapkan, tahapan ini dapat memperkuat fungsi sakral pura sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya yang ada. (ana)

De Gadjah Center Resmi Berdiri, Warga Terzolimi Bisa Mengadu

Made Muliawan Arya alias De Gadjah.
Made Muliawan Arya alias De Gadjah

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah meresmikan De Gadjah Center atau Yayasan De Gadjah Bali pada Minggu malam (20/4/2025) di Sekretariat De Gadjah Center, Renon, Denpasar. Peresmian bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-12 Relawan De Gadjah (RDG).

De Gadjah, yang juga sempat mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur Bali 2024 ini, menegaskan, De Gadjah Center bukan hanya markas relawan, melainkan rumah masyarakat. Tempat ini dirancang menjadi wadah penyaluran aspirasi serta ruang pengaduan bagi warga yang merasa terzolimi.

“Sekretariat ini adalah tempat di mana saudara-saudara kita bisa mengadu, bukan hanya relawan tapi siapa pun masyarakat yang punya masalah umum,” kata De Gadjah.

Dalam kesempatan tersebut, De Gadjah juga mengungkapkan rencana peluncuran podcast khusus untuk menampung suara-suara masyarakat kecil. Dalam dua bulan ke depan, podcast tersebut akan dirilis dan dirinya sendiri sebagai host.

“Bukan untuk cari orang viral atau terkenal. Podcast ini menghadirkan masyarakat yang terzolimi. Saya sendiri yang akan jadi host. Bayangkan De Gadjah jadi host, bisa-bisa kalian gagal fokus nonton nanti,” ujarnya.

Walau terbuka untuk umum, De Gadjah mengingatkan, De Gadjah Center tetap menjunjung tinggi etika dan adab. Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi di tempat ini tetap harus mengikuti aturan dan tata krama yang berlaku. “Ini rumah masyarakat, tapi bukan sembarang masuk. Ada tata krama,” tegasnya.

Dengan hadirnya De Gadjah Center, RDG dan masyarakat Bali kini memiliki tempat pengaduan, edukasi, hingga pengembangan komunitas sosial-politik yang lebih luas. (ana) 

Harga Bahan Pokok di Tiga Pasar Tabanan Berfluktuatif Menjelang Galungan

Penjualan cabai di Pasar Dauh Pala, Tabanan.
Penjualan cabai di Pasar Dauh Pala, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjelang Hari Raya Galungan, sejumlah harga bahan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Tabanan mengalami fluktuasi sejak seminggu terakhir.

Berdasarkan monitoring Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan di tiga pasar tradisional yakni Pasar Kerambitan, Pasar Baturiti, dan Pasar Pasar Dauh Pala, harga komoditi ada yang mengalami kenaikan dan penurunan.

Kadisperindag Kabupaten Tabanan, Ni Made Murjani mengatakan, kenaikan dan penurunan harga bahan komoditi tidak begitu melonjak naik ataupun turun drastis. Bahkan ada juga yang stabil jika dibandingkan dengan hasil monitoring seminggu lalu.

“Sesuai SOP, kami rutin lakukan monitoring setiap hari. Hasil monitoring hari ini di beberapa pasar yang ada di seluruh kecamatan di Tabanan,” ujarnya.

Adapun hasil monitoring, di Pasar Kerambitan dan Pasar Dauh Pala, harga daging babi masih sama dengan seminggu lalu yakni Rp 110.000 per kilogram. Namun di Pasar Baturiti harganya lebih tinggi mencapai harga Rp 120.000 per kilogram. Cabai merah besar masih sama yakni Rp 35.000 per kilogram.

Sedangkan, capai rawit merah mengalami penurunan dari Rp90.000 per kilogram, di pasar Kerambitan menjadi Rp70.000 per kilogram. Begitu juga di Pasar Dauh Pala juga turun mencapai Rp 75.000 per kilogram. Hanya saja di Pasar Baturiti masih sama yakni Rp 90.000 per kilogram.

Lalu, bawang merah seminggu yang lalu mencapai Rp 50.000 per kilogram. Di Pasar Kerambitan dan Dauh Pala harganya sama, tetapi di Pasar Baturiti mencapai Rp 54.000 per kilogram.

Kemudian bawang putih di Pasar Kerambitan dan Baturiti mengalami kenaikan mencapai Rp 2.000 dari harga seminggu yang lalu Rp 40.000 per kilogram. Sementara di Pasar Dauh Pala, harga bawang putih masih stabil.

Sementara untuk ayam potong, di tiga pasar mengalami penurunan. Pada minggu lalu berada di harga Rp 42.000 per kilogram. Di Pasar Kerambitan turun menjadi Rp 38.000 per kilogram. Di Pasar Baturiti Rp 40.000 kilogram, dan di Pasar Dauh Pala menjadi Rp 38.000 per kilogram. (ana)