- Advertisement -
Beranda blog Halaman 20

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Bupati Tabanan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Bupati Tabanan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di Kabupaten Tabanan selama periode 21 hingga 27 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat dan angin kencang.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa Bali, termasuk Tabanan, saat ini telah memasuki puncak musim hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia, terbentuknya pola pertemuan angin, serta tingginya kelembapan udara hingga lapisan atmosfer atas.

Situasi dinamika atmosfer tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. BMKG menilai kondisi ini berisiko menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang di wilayah-wilayah rawan di Kabupaten Tabanan.

Selain cuaca daratan, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut tinggi di perairan sekitar Bali. Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat pesisir serta nelayan, khususnya saat cuaca memburuk.

Menanggapi peringatan tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan diri serta lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajak masyarakat untuk menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana saat hujan lebat dan angin kencang, serta mengikuti arahan dari instansi terkait. Bupati juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air dan daerah aliran sungai guna meminimalisasi risiko banjir selama musim hujan.

BMKG mengimbau masyarakat Tabanan untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (pmc)

Bupati Badung Dorong Percepatan Jalan Lingkar Selatan

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung terus mengakselerasi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai upaya mengatasi kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Badung Selatan yang menjadi pusat pertumbuhan pariwisata. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan, penguatan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama guna menopang tingginya mobilitas wisatawan dan masyarakat.

Menurut Bupati Adi Arnawa, kemacetan kini hampir merata di wilayah Badung, terutama di kawasan destinasi wisata. Kondisi tersebut merupakan dampak langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas infrastruktur jalan. Oleh karena itu, kehadiran jalur alternatif dinilai mendesak untuk mengurai kepadatan di ruas-ruas jalan utama.

Jalan Lingkar Selatan dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Badung Selatan. Selain memperlancar arus kendaraan, proyek strategis ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas wisatawan, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengembangan desa wisata serta seni budaya lokal.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung menggelar sosialisasi lanjutan pengadaan lahan untuk tiga fase akhir JLS, yakni ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran, pada Rabu (21/1) di Aula Kantor Camat Kuta Selatan. Tahapan ini menjadi bagian penting menuju dimulainya pembangunan fisik JLS yang ditargetkan berlangsung pada 2026–2027.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, menjelaskan sosialisasi diikuti para pemilik lahan yang berada di sepanjang trase tersebut. Ia mengungkapkan, pada 2025 proses pengadaan lahan sempat tertunda karena masih adanya pemilik lahan yang belum teridentifikasi, sehingga diperlukan penyesuaian trase sesuai penetapan lokasi.

“Pada 2026 ini kami kembali mengundang seluruh pemilik lahan, baik yang sudah terdata maupun yang belum. Secara umum mereka menyatakan persetujuan dan telah menandatangani surat pernyataan mendukung rencana pembangunan tiga trase Jalan Lingkar Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar lahan pada ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran berada di kawasan Bali Pecatu Graha dan Jimbaran Hijau yang secara prinsip mendukung program pemerintah. Tahap berikutnya, Dinas PUPR akan melakukan penentuan batas ulang (setting out) lahan, dilanjutkan pengukuran oleh BPN, penilaian aset oleh tim appraisal, serta musyawarah ganti untung.

Sesuai arahan pimpinan, pembayaran ganti rugi lahan ditargetkan rampung pada April 2026, sehingga pembangunan fisik JLS dapat berjalan tanpa hambatan. Pemkab Badung pun optimistis pengadaan tanah pada segmen keempat JLS dapat diselesaikan sepenuhnya.

Trase final JLS akan menghubungkan kawasan Pecatu hingga Jimbaran dengan panjang sekitar 12 kilometer, mulai dari Pecatu Suluban hingga Jalan Raya Karang Mas Sejahtera. Ke depan, Jalan Raya Karang Mas Sejahtera direncanakan menjadi salah satu titik keluar JLS menuju Simpang Kali.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan baru, Bupati Adi Arnawa juga menyiapkan jalur alternatif tambahan melalui pembangunan jalan penghubung dari pertigaan Wana Giri menuju Jalan Raya Uluwatu hingga tembus ke Jalan Kampus Universitas Udayana. Langkah ini diharapkan mampu menyebar arus kendaraan dan mencegah penumpukan di Simpang Kali. (rls)

Ibu Korban Banjir Kuwum Ditemukan Tak Bernyawa di Tukad Yeh Ege

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Operasi pencarian ibu dan anak yang menjadi korban longsor dan banjir yang terseret arus sungai di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, resmi dihentikan pada Kamis (22/1/2026).

Penghentian pencarian dilakukan setelah kedua korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Korban terakhir yang ditemukan adalah sang ibu, Yuliana Da Costa Makun (27). Jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA di aliran Tukad Yeh Ege, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik aliran sungai dari lokasi kejadian.

Pencarian melibatkan unsur Basarnas Bali, BPBD Kabupaten Tabanan, TNI, Polri, PMI, relawan, serta perangkat Desa Kuwum Ancak. Penyisiran dilakukan secara intensif di sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah hilir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, Putu Trisna Widiatmika, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan, setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dititipkan di RS Singasana, Kediri, untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, sang anak yakni Audrey Natalia Banafanu (1,5) telah lebih dahulu ditemukan pada Kamis pagi sekitar pukul 06.30 WITA di Pantai Batu Belig, Kerobokan Kelod, Kabupaten Badung. Balita tersebut ditemukan oleh seorang warga negara asing yang sedang berolahraga di sekitar pantai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan sejumlah luka pada tubuhnya.

Peristiwa tragis ini bermula dari longsor dan banjir yang menerjang kawasan BTN Kuwum Asri 2, Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, pada Rabu (21/1/2026). Arus banjir menghantam rumah yang dihuni satu keluarga, yakni Semi Christian Banafanu (31), Yuliana Da Costa Makun (27), dan Audrey Natalia Banafanu (1,5).

Semi Christian Banafanu berhasil menyelamatkan diri setelah tersangkut di pohon bambu, meski mengalami patah tulang pada bagian kaki. Sementara istri dan anaknya terseret derasnya arus banjir hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. (pmc)

Badung Perkuat Pengamanan dan Pulihkan Citra Tukad Bangkung

Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).
Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Meningkatnya angka kejadian dan percobaan bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, mendorong Pemerintah Kabupaten Badung untuk memperkuat sistem pengamanan kawasan tersebut.

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor sebagai respons atas berbagai peristiwa yang terjadi di lokasi tersebut.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penambahan dua unit kamera pengawas (CCTV) di sisi tengah dan timur jembatan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung.

Dengan penambahan tersebut, saat ini terdapat tiga unit CCTV aktif yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau aktivitas di kawasan Tukad Bangkung.

Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, S.Sos., M.A.P., saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).

Jaya Saputra menjelaskan, Diskominfo Badung terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem pemantauan CCTV, khususnya di lokasi-lokasi yang memerlukan perhatian lebih.

“Untuk saat ini, kami telah menambahkan dua CCTV di posisi tengah dan timur jembatan. Dengan demikian, total ada tiga CCTV yang aktif dan dapat memantau aktivitas di Tukad Bangkung selama 24 jam. Disamping itu, rapat ini juga menjadi wadah membangun komunikasi lintas sektor agar respons di lapangan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Ia berharap, penguatan pengamanan ini dapat menjadi langkah preventif guna mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Badung, lanjutnya, berkomitmen mengembalikan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata unggulan, bukan sebagai lokasi dengan konotasi negatif.

“Mudah-mudahan langkah ini menjadi upaya pencegahan yang efektif. Kami ingin mengembalikan Tukad Bangkung sebagai daya tarik pariwisata di Desa Pelaga,” tegasnya.

Sementara, Plt Camat Petang, Anak Agung Ngurah Darma Putra mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat cukup banyak kejadian bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh pihak.

“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin memastikan agar kejadian serupa tidak terulang. Diskominfo Badung telah menambah dua CCTV untuk mendukung pengamanan. Selain itu, Dinas PUPR juga telah memasang kawat berduri, dan Perbekel Desa Pelaga serta Desa Belok akan menyiapkan petugas untuk berjaga di pos-pos pengamanan yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, maraknya kejadian tersebut berdampak pada citra Tukad Bangkung yang sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata, namun kini justru dikaitkan dengan peristiwa tragis.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen bersama seluruh unsur terkait untuk mengembalikan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” pungkasnya. (rls)

Ketua TP PKK Badung Panen Melon dan Sayuran Hidroponik di Abiansemal

Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat panen buah melon dan sayuran hidroponik di Kebun Mega Hidroponik, Banjar Pacung, Desa Selat, Kamis (22/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melaksanakan panen buah melon dan sayuran hidroponik di Kebun Mega Hidroponik, Banjar Pacung, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pertanian modern.

Panen bersama ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan motivasi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar mampu mengembangkan usaha pertanian produktif meski dengan keterbatasan lahan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Abiansemal, Perbekel Desa Selat, para kelian dinas se-Desa Selat, serta jajaran pengurus TP PKK dari tingkat kabupaten hingga desa.

Dalam kesempatan tersebut, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada pemilik kebun, I Putu Celuk, yang dinilai berhasil mengembangkan sistem pertanian hidroponik secara konsisten selama lima tahun terakhir. Menurutnya, pertanian hidroponik merupakan solusi tepat untuk menghasilkan pangan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Panen hari ini menunjukkan bahwa pertanian hidroponik memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Badung. Inovasi ini sejalan dengan program TP PKK dalam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui sektor pertanian,” ujarnya.

Ia juga mendorong kaum ibu, khususnya kader PKK, untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri, hasil pertanian tersebut dinilai memiliki nilai tambah ekonomi.
“Dengan pengelolaan yang tepat, pekarangan rumah dapat menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik Kebun Mega Hidroponik, I Putu Celuk, menjelaskan bahwa kebunnya saat ini membudidayakan melon varietas unggul serta selada hidroponik. Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di wilayah Badung, tetapi juga telah menjangkau sejumlah toko bahan pangan segar di berbagai daerah di Bali.

Selain panen bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan teknik budidaya hidroponik, pengelolaan tanaman, serta strategi pemasaran hasil pertanian modern. Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Badung berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengadopsi sistem pertanian efisien dan berorientasi pada ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan keluarga. (rls)

GOW dan WHDI Badung Tanam Ratusan Pohon di Taman Beji Paluh

Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat aksi penanaman pohon bertajuk "Merawat Pertiwi" di kawasan Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kamis (22/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema Merawat Pertiwi.

Aksi penghijauan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua GOW sekaligus Ketua WHDI Kabupaten Badung, Yunita Alit Sucipta. Sebanyak 100 bibit pohon ditanam, terdiri atas 50 pohon cempaka dan 50 pohon sandat. Penanaman ini menjadi wujud nyata komitmen organisasi perempuan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian alam di wilayah Badung.

Menurut Yunita Alit Sucipta, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperindah kawasan Taman Beji Paluh, tetapi juga berperan penting dalam menjaga sumber air, kualitas udara, serta kesucian lingkungan.

“Melalui kegiatan Merawat Pertiwi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga alam. Taman Beji Paluh kami pilih sebagai lokasi awal kegiatan di tahun 2026 karena memiliki nilai ekologis dan spiritual bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, terlaksananya kegiatan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Penarungan, PKK Desa Penarungan, hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program pelestarian lingkungan.

Selain berdampak pada aspek ekologi, kegiatan penanaman pohon ini juga diharapkan dapat mendukung promosi Desa Wisata Penarungan. Dengan melibatkan pengurus dan anggota organisasi secara langsung, potensi desa diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Lingkungan yang terjaga dengan baik merupakan investasi jangka panjang. Alam yang lestari akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan, perlindungan, dan kesejahteraan masyarakat Badung,” tegas Yunita.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kabupaten Badung Wayan Narayana beserta staf, Kepala Desa Penarungan bersama jajaran, PKK Desa Penarungan, serta para kelian dinas se-Desa Penarungan. (rls)

Balita Korban Hanyut di Tabanan Ditemukan Meninggal di Pantai Batu Belig, Ibu Masih Dicari

Proses penyisiran dan pencarian korban hanyut di Banjar Kuwum Ancak, Marga, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Balita bernama Audrey Natalia Banafanu yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat luapan air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Batu Belig, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (22/1/2026) pagi. Sementara itu, sang ibu, Yuliana Da Costa Makun (29), hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Jenazah balita tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 08.00 Wita di sela-sela bebatuan pantai. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar sembilan kilometer dari titik awal korban hanyut. Jalur tersebut diketahui masih searah dengan aliran muara saluran irigasi Subak Jemanik yang bermuara dari kawasan Pantai Nyanyi hingga Pantai Batu Belig.

Untuk keperluan identifikasi, jenazah korban segera dievakuasi ke RS Prof Ngoerah, Denpasar.

Ketua Flobamora Tabanan, Paskalia Boli, yang mewakili pihak keluarga, membenarkan identitas balita tersebut. Ia menyatakan bahwa korban merupakan putri dari Semi Christian Banafanu. “Pihak keluarga sudah memastikan identitas korban. Saat ini jenazah masih berada di RS Prof Ngoerah dan rencananya akan dititipkan sementara di RSUD Tabanan agar memudahkan koordinasi dengan keluarga,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, musibah tragis ini terjadi pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Luapan air bah dari saluran irigasi Subak Jemanik menghantam rumah kontrakan keluarga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut dipicu longsornya senderan Perumahan Asri II yang berada di atas rumah korban, sehingga menutup aliran air dan menyebabkan luapan mendadak.

Arus air yang deras menyeret Yuliana bersama dua anaknya. Sang ayah, Semi Christian Banafanu (31), hanya mampu menyelamatkan anak pertamanya, Nhatalia DeQuenza Banafanu (7). Namun, ia mengalami patah kaki dan saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Tabanan.

Hingga Kamis siang, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Tabanan masih melanjutkan pencarian terhadap Yuliana dengan menyisir saluran irigasi hingga ke wilayah muara. Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan terus memberikan dukungan penuh dalam upaya pencarian serta penanganan para korban terdampak bencana tersebut. (pmc)

Pemkab Tabanan Tanggap Darurat Dampak Cuaca Ekstrem di Marga

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menindaklanjuti dampak bencana cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Marga. Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, bersama unsur Forkopimda dan jajaran terkait, turun langsung ke lokasi terdampak di Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Rabu (21/1/2026), guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Kunjungan lapangan diawali di Banjar Denuma, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau kondisi gorong-gorong sungai yang tersumbat sehingga menyebabkan air meluap ke badan jalan saat hujan deras. Selanjutnya, Wabup Dirga melanjutkan peninjauan ke Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, tempat terjadinya peristiwa tragis akibat luapan saluran irigasi Subak Jemanik.

Bencana tersebut mengakibatkan sebuah rumah kontrakan warga diterjang arus air deras pada subuh hari, Rabu (21/1). Luapan air dipicu longsor senderan Perumahan Asri II sepanjang kurang lebih 10 meter yang menutup aliran irigasi di belakang rumah korban. Akibat kejadian itu, dua orang yakni seorang ibu dan anaknya terseret arus dan hingga kini masih dalam pencarian.

Korban diketahui merupakan satu keluarga asal Kupang yang tinggal di rumah kontrakan tersebut. Ibu bernama Yuliana Da Costa Makun (30) dan anak keduanya, Audrey Natania Banafanu (1,5), hanyut terbawa arus. Sementara suami korban, Semi Cristian Banafanu (31), mengalami patah kaki dan dirawat di RSUD Tabanan. Anak pertama mereka, Nhatalia De Quenza Banafanu (7), berhasil menyelamatkan diri.

Hingga Rabu sore, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, keluarga korban, serta masyarakat setempat masih melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan arahan Bupati Tabanan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh dalam penanganan dampak bencana, termasuk tindak lanjut terhadap korban. Ia menegaskan, perangkat daerah terkait seperti Dinas PUPR dan BPBD telah diturunkan untuk melakukan investigasi teknis serta menghitung kerugian akibat bencana.

Dirga juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Ia meminta peran media turut menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat agar risiko bencana dapat diminimalkan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengenali potensi kerawanan wilayah, terutama bangunan yang berada di kawasan rawan bencana. Setiap potensi bahaya, kata dia, harus segera dilaporkan ke tingkat kecamatan atau pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, sampah yang menyumbat saluran air kerap memperparah dampak banjir dan bencana lainnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih disiplin demi keselamatan bersama. (rls)

Pantai Muaya Dibersihkan, Bupati Badung Tekankan Kebersihan Destinasi Wisata

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir kembali dilakukan di Kabupaten Badung. Prajuru Desa Adat Jimbaran bersama krama banjar serta para pelaku usaha menggelar aksi bersih-bersih sampah kiriman di sepanjang Pantai Muaya, Jimbaran, Rabu (21/1/2026) pagi.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung dengan menurunkan alat berat jenis loader untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.

Aksi kolaboratif tersebut memperoleh apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ia menegaskan, kebersihan pantai merupakan faktor penting dalam menjaga citra dan daya tarik pariwisata Badung sebagai destinasi unggulan. Menurutnya, kenyamanan wisatawan harus dijaga melalui penataan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa pesona alam dan budaya menjadi kekuatan utama pariwisata Badung. Karena itu, kawasan pantai perlu dikelola tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga kebersihan dan kenyamanan. Ia juga menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus menata kawasan strategis pariwisata seperti Jimbaran, Kuta, Canggu, dan Kedonganan.

Selain penataan fisik, Bupati asal Desa Pecatu tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, tidak semata-mata dibebankan kepada pemerintah. Berbagai langkah penataan telah dirancang, mulai dari pengembangan jalur pedestrian, penataan fasilitas wisata, hingga peningkatan kualitas kawasan pantai agar tetap nyaman dan menarik.

Sementara itu, aksi bersih pantai di Pantai Muaya dipimpin prajuru Desa Adat Jimbaran dan melibatkan sekitar 60 hingga 70 pelaku usaha, krama banjar, serta unsur desa adat. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya sampah kiriman saat musim angin barat. Sampah yang didominasi kayu, ranting, dan plastik dibersihkan secara manual, kemudian diangkut menggunakan loader DLHK Badung.

Bendesa Adat Jimbaran I Putu Subamia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud penerapan nilai Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan, yaitu menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Ia menyebutkan, sampah kiriman di kawasan Jimbaran cenderung meningkat pada musim tertentu dan menjadi fenomena rutin setiap tahun.

Ke depan, Desa Adat Jimbaran berencana menjadikan kegiatan bersih pantai sebagai agenda rutin selama musim sampah kiriman. Diharapkan, upaya tersebut dapat menjaga kebersihan Pantai Muaya, mempertahankan citra Jimbaran sebagai destinasi wisata unggulan, serta memberikan kenyamanan bagi wisatawan. (rls)

Darmasaba Peringkat Terbaik I Lomba Administrasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Tingkat Nasional

Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal meraih prestasi lomba administrasi tata kelola pemerintahan desa, peringkat satu pada regional II di tingkat nasional.
Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal meraih prestasi lomba administrasi tata kelola pemerintahan desa, peringkat satu pada regional II di tingkat nasional.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal kembali meraih prestasi yang membanggakan. Dalam lomba administrasi tata kelola pemerintahan desa, Darmasaba meraih peringkat satu pada regional II di tingkat nasional.

Penghargaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional dilaksanakan bertepatan dengan Hari Desa Nasional pada 15 Januari 2026.

Raihan juara ini sekaligus mengulang keberhasilan Kabupaten Badung di tahun 2017. Saat itu Desa Kutuh yang meraih juara I dalam lomba yang sama.

Perbekel Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabawa Manuaba mengatakan, raihan juara I di tingkat nasional setelah sejumlah proses yang dilalui. Bahkan jalannya penilaian telah dilakukan sejak Maret-November 2025. Dirinya bersyukur dapat meraih peringkat terbaik dalam lomba ini.

“Dari Badung kami menang di tahun 2024, kemudian naik di tingkat provinsi kami juga menang. Baru dilakukan lomba di tingkat nasional dan Darmasaba masuk di Regional II,” ujar Surya Prabawa, saat dikonfirmasi Selasa (20/1/2026).

Pihaknya menyebutkan, ada 14 item penilaian yang dilakukan dalam lomba ini. Meliputi tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, inovasi, laporan keuangan, dan lainnya. Dirinya pun mengaku, seluruh pihak di pemerintahan Desa Darmasaba ikut terlibat dalam raihan juara.

“Ada 14 bab yang total halaman bisa sampai ratusan halaman untuk menyiapkan. Ini berlangsung dari bulan Maret sampai dengan November 2025,” ungkapnya.

Untuk proses penilaian, Surya Prabawa menerangkan, wartawan nasional, intel, dan Dirjen Bina Desa dari kementerian. Namun raihan juara ini tidak membuat dirinya jumawa, bahkan kedepannya tetap akan dilakukan evaluasi mendalam. Baik dari pemberdayaan, pemerintahan, dan juga kewilayahan.

“Kami siap menerima kunjungan, karena pasti akan banyak desa-desa yang berkunjung untuk belajar. Karena kemarin sebelum penilaian pun kami sudah menerima banyak desa-desa sebalik, yang mungkin akan mewakili kebupatan masing-masing,” terangnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, sangat berterima kasih atas kerja keras dari seluruh perangkat desa.

“Namanya juara satu, euforia pasti ada, karena bagaimanapun teman-teman di perangkat desa, ada lembaga yang sudah bekerja dengan luar biasa, yang sudah luar biasa. Kedepan tentu saja banyak hal yang harus kita perbaiki,” imbuhnya. (jas)