- Advertisement -
Beranda blog Halaman 195

Peserta Festival Layang-Layang di Tabanan Cekcok dengan WNA Gara-Gara Parkir, Berakhir Damai Lewat Mediasi

Tangkapan layar video keributan di Binggo Kite Festival yang digelar di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan
Tangkapan layar video keributan di Binggo Kite Festival yang digelar di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan, Minggu (11/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Festival layang-layang perdana bertajuk Binggo Kite Festival yang digelar di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan, pada Minggu (11/5/2025), sempat diwarnai cekcok antara peserta dan seorang warga negara asing (WNA) yang tinggal di sebuah villa di wilayah tersebut. Video yang menunjukkan insiden keributan sempat diunggah di beberapa akun media sosial.

Terkait hal tersebut, Perbekel Sudimara I Nyoman Ariadi, saat dikonfirmasi Senin (12/5/2025), membenarkan adanya kericuhan tersebut. Menurutnya, insiden dipicu oleh kesalahpahaman terkait lahan parkir. Beberapa peserta lomba memarkir kendaraan mereka di area villa yang disewa oleh WNA tersebut, sehingga mengganggu akses masuk ke properti pribadi.

“WNA tersebut merasa terganggu karena akses ke villanya tertutup kendaraan peserta, lalu terjadi aksi penyiraman menggunakan selang air ke arah peserta. Aksi itu terekam dan sempat viral di media sosial,” jelas Ariadi.

Meski sempat memanas, situasi berhasil dikendalikan dengan cepat. Pihak desa bersama aparat kepolisian dari Polsek Tabanan memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak. Hasilnya, WNA bersedia menyelesaikan masalah secara damai dan tidak melanjutkan ke jalur hukum.

“Masalah sudah kami tangani bersama kepolisian dan aparat desa. Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai. Persoalan selesai pada hari yang sama,” tambahnya. (ana)

Diduga Listrik Korslet, Rumah di Denpasar Kebakaran

Rumah warga di kawasan Sumerta Kauh kebakaran pada Sabtu (10/5) sore.
Rumah warga di kawasan Sumerta Kauh kebakaran pada Sabtu (10/5) sore.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Seruni, Desa Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur pada Sabtu (10/5) sore sekitar pukul 15.30 WITA. Pemilik rumah, Ketut Sariani, bersama cucunya berhasil menyelamatkan diri setelah api diduga berasal dari lantai dua akibat konsleting listrik.

Menurut Ni Nyoman Sugiantini, salah satu saksi mata, api pertama kali terlihat membesar di teras kamar lantai dua sebelum ia meminta bantuan kepada petugas keamanan Bank BPD Bali yang berada di seberang rumah. Meskipun upaya awal menggunakan alat pemadam sederhana, api terus membesar hingga membutuhkan bantuan tim Damkar Kota Denpasar.

“Tujuh unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WITA dan bersama warga berhasil memadamkan api,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi masih dalam proses pendataan. Pemilik rumah saat ini sedang memeriksa barang-barang yang terbakar sebelum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.

Petugas kepolisian telah melakukan investigasi di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan mendokumentasikan insiden ini. Saat ini, penyebab kebakaran diperkirakan karena konsleting listrik di lantai dua rumah tersebut. (mah)

Gubernur Koster akan Tindak Tegas Ormas Preman di Bali

Gubernur Koster saat jumpa pers penolakan ormas preman, Senin (12/5/2025).
Gubernur Koster saat jumpa pers penolakan ormas preman, Senin (12/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama jajaran Forkopimda, menyatakan sikap tegas terkait maraknya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai meresahkan di Bali.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (12/5/2025), Gubernur Koster menegaskan penolakannya terhadap ormas yang berkedok menjaga keamanan, tetapi justru bertindak dengan premanisme, kekerasan, dan intimidasi.

“Kita tidak butuh ormas yang menyamar sebagai penjaga keamanan, tetapi justru bertindak premanisme. Tindakan seperti ini merusak citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang aman dan damai,” tegas Gubernur Koster.

Menurut Pemprov Bali, saat ini terdapat 298 ormas yang terdaftar secara resmi di Bali, dengan berbagai bidang kegiatan seperti sosial, budaya, kepemudaan, dan lingkungan. Namun, ormas yang tidak memenuhi kewajiban administratif sesuai regulasi, seperti tidak melapor ke Kesbangpol, tidak akan diakui keberadaannya.

“Bali memiliki sistem pengamanan terpadu berbasis desa adat, seperti SIPANDU BERADAT dan BANKAMDA. Sistem ini sudah terbukti efektif dalam menjaga keamanan, bahkan saat event internasional berlangsung di Bali,” ujar Koster. Ia menambahkan bahwa keamanan dan ketertiban di Bali sudah ditangani oleh lembaga negara seperti Kepolisian dan TNI.

Bali juga memiliki Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (SIPANDU BERADAT) dan Bantuan Keamanan Desa Adat (BANKAMDA), yang terdiri dari unsur Pacalang, Linmas, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Kedua sistem ini diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 26 Tahun 2020, sebagai implementasi dari Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Keberadaan ormas, kata Koster, diatur oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2016. Namun, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menertibkan ormas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.

“Oleh karena itu, Bali tidak membutuhkan ormas yang menyamar sebagai penjaga keamanan, ketertiban, dan sosial, tetapi justru bertindak dengan premanisme, kekerasan, dan intimidasi yang dapat menyebabkan ketegangan di masyarakat Bali yang sudah sangat kondusif,” ujar Koster.

Ia juga mengingatkan, Bali sangat terbuka terhadap pendatang, namun semua pihak yang tinggal di Bali wajib menghormati budaya lokal dan ikut membangun Bali. “Kita harus bersatu menjaga kedamaian dan ketertiban Bali melalui semangat kearifan lokal seperti gilik-saguluk, para-sparo, dan salunglung-sabayantaka,” tambahnya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa bersama TNI, Polri, dan aparat terkait, pihaknya akan menindak tegas ormas yang terbukti meresahkan, melakukan premanisme, dan bertentangan dengan nilai-nilai luhur masyarakat Bali. (ana)

Serangan Hama Tikus Merebak, Ini Tindakan Bupati Mahayastra

Ilustrasi hama tikus. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi hama tikus. (Foto: Istimewa)

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Serangan hama tikus yang mengancam lahan pertanian di Kabupaten Gianyar telah memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Gianyar. Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, mengungkapkan kekhawatiran seriusnya terhadap dampak yang meluas hampir ke seluruh wilayah kabupaten.

“Dampaknya telah terasa di hampir seluruh Gianyar. Kami telah mengadakan pembahasan mendalam bersama semua pihak terkait,” kata Bupati Mahayastra dalam konfirmasinya.

Meskipun belum merinci langkah-langkah teknis yang akan diambil, Bupati menegaskan bahwa penanganan akan dilakukan secara menyeluruh, mengutamakan pendekatan berbasis kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat setempat.

Serangan hama tikus bukan hal baru bagi Gianyar. Pada tahun 2020, petani Subak Taro Kelod di Tegalalang juga menghadapi masalah serupa. Pada waktu itu, Pemkab Gianyar mengambil langkah pengendalian hayati dengan melepas delapan ekor burung hantu Tyto alba, yang terbukti efektif memangsa hingga 20 ekor tikus per hari.

Tingkat kekhawatiran petani meningkat menjelang musim tanam 2025, terutama di Gianyar, Blahbatuh, dan Tegallalang. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa serangan hama telah merusak sekitar 68 hektare lahan sawah antara Januari dan Maret 2025. Subak Patas di Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan kerusakan mencapai 40 hektare.

Untuk merespons situasi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar melalui Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), I Made Martha Kasoema Dinatha, telah mendistribusikan bantuan racun tikus ke beberapa daerah terdampak di luar Tegallalang. Namun, ketersediaan obat pengendali hama menjadi kendala utama.

“Stok obat pengendali di wilayah Subak Patas sudah habis,” ungkap Dinatha, menekankan bahwa pihaknya bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tegallalang telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada petani untuk menghadapi tantangan musim tanam berikutnya.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat langkah-langkah penanganan dan menjaga komunikasi yang intens dengan petani, guna mencegah kerugian pada siklus panen mendatang akibat serangan hama tikus.

Gubernur Koster Tegaskan Bali Tak Butuh Ormas Premanisme Berkedok Jaga Kamtibmas

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan sikap tegasnya terhadap keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Pulau Dewata. Dalam pernyataannya pada Senin (12/5), Koster menyebutkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 298 Ormas telah terdaftar secara resmi di Provinsi Bali melalui Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Ratusan Ormas tersebut, kata Koster, bergerak di berbagai sektor seperti sosial, kemanusiaan, kepemudaan, kebudayaan, lingkungan, hingga kebangsaan. Namun, ia menegaskan bahwa legalitas bukan jaminan mutlak jika dalam praktiknya Ormas tidak mematuhi aturan yang berlaku atau bahkan mengganggu stabilitas daerah.

“Sebagai Gubernur, saya punya kewenangan untuk menolak atau mencabut SKT bagi Ormas yang tidak menjalankan kewajibannya atau berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas Koster.

Ia secara khusus menyoroti keberadaan Ormas yang menggunakan pendekatan kekerasan, intimidasi, atau tindakan premanisme dalam menjalankan aktivitasnya. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga mencederai citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang dikenal aman, damai, dan berbudaya.

“Kita tidak butuh Ormas yang mengandalkan cara-cara preman. Itu merusak citra Bali sebagai pulau pariwisata yang harus dijaga reputasinya,” kata Koster dengan nada serius.

Sikap tegas ini bukan hanya pernyataan sepihak. Koster menegaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi dan mendapat dukungan penuh dari jajaran Forkopimda Bali, termasuk Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, hingga Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar. Mereka berkomitmen untuk bersama-sama menindak setiap Ormas yang terlibat dalam praktik kriminal atau meresahkan masyarakat.

Lebih jauh, Gubernur asal Buleleng ini juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak tinggal diam. Ia menyerukan pentingnya solidaritas kolektif dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan kelestarian nilai-nilai luhur yang menjadi identitas Bali selama ini.

“Mari kita bersatu menjaga Bali tetap damai, aman, dan bermartabat. Kearifan lokal adalah kekuatan kita, dan itu harus terus kita rawat bersama,” tutupnya. (mah)

Deretan Makanan Khas Perayaan Hari Waisak di Indonesia

Tempoyak, makanan khas saat hari Waisak.
Tempoyak, makanan khas saat hari Waisak.

PANTAUBALI.COM – Perayaan Hari Waisak di Indonesia tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga diwarnai dengan berbagai sajian kuliner tradisional khas daerah.

Sejumlah makanan khas ini biasanya hanya disajikan pada momen tertentu seperti Waisak, menambah kekayaan budaya nusantara dalam bentuk cita rasa. Berikut adalah beberapa makanan khas perayaan Waisak di Indonesia.

  1. Nasi Lesah

Di wilayah Jawa Tengah, terdapat hidangan bernama Nasi Lesah yang kerap disuguhkan saat Hari Waisak. Makanan ini berupa nasi yang disiram kuah mirip soto kental, sekilas menyerupai soto Betawi. Bedanya, sajian ini tidak dihidangkan dalam mangkuk, melainkan di atas piring. Dalam seporsinya, biasanya terdapat suwiran ayam, bihun, dan irisan kol.

2. Nasi Gemuk
Hidangan asal Jambi ini menjadi favorit saat Waisak. Nasi Gemuk sering dibandingkan dengan nasi lemak atau nasi uduk karena tampilan dan aromanya.

Namun yang membuatnya unik adalah perpaduan santan, daun pandan, daun jeruk, dan daun salam yang menciptakan aroma khas. Pelengkapnya berupa telur rebus, teri goreng, kacang tanah, bawang goreng, dan sambal pedas.

3. Kue Burgo

Meskipun dinamai “kue”, Burgo dari Palembang sebenarnya adalah makanan gurih yang menyerupai otak-otak. Dibuat dari tepung beras kukus yang digulung panjang, makanan ini biasanya disajikan bersama kuah santan kuning, ditambah telur rebus dan potongan ikan gabus.

4. Mangut Beong

Makanan khas dari Magelang ini berisi ikan beong, sejenis ikan air tawar yang bentuknya menyerupai lele, namun berukuran lebih besar. Hidangan ini dimasak dengan kuah santan pedas, menciptakan rasa gurih dan menggugah selera. Salah satu tempat terkenal yang menyajikannya berada di dekat Candi Borobudur, yaitu Rumah Makan Sehati Selera Pedas.

5. Tempoyak

Olahan fermentasi durian ini dikenal luas di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Rasanya yang khas paduan asam dan aroma menyengat menjadikannya bahan pelengkap dalam gulai pedas berbumbu cabai dan tomat. Tempoyak paling nikmat disantap bersama nasi hangat. (ana)

Profil Aldy Maldini, Eks CJR yang Tipu Penggemar dengan Modus Dinner Berbayar

Aldy Maldini
Aldy Maldini. (foto: Instagram @tba.ofcl)

PANTAUBALI.COM – Nama Aldy Maldini, mantan anggota boyband Coboy Junior (CJR), sedang menjadi sorotan publik. Bukan karena karya musik terbaru, melainkan dugaan penipuan yang dilakukannya terhadap penggemar dengan modus acara makan malam berbayar. Lantas siapakah sosok Aldy Maldini ini?

Aldy Maldini, atau bernama lengkap Alvaro Maldini Siregar, lahir di Jakarta pada 14 April 2000. Ia mulai dikenal publik sejak bergabung dengan grup musik CJR pada 2011 bersama Iqbaal Ramadhan, Bastian Steel, dan Teuku Rizky.

CJR sempat meraih popularitas besar di kalangan remaja Indonesia dengan lagu-lagu pop yang ceria dan penuh semangat. Aldy juga sempat membintangi film drama musikal Laskar Pelangi dengan memerankan tokoh Lintang.

Setelah grup tersebut bubar pada tahun 2017, Aldy sempat bersolo karier dengan merilis beberapa lagu diantaranya berjudul “Biar Aku yang Pergi”, “Jangan Lupa Bahagia”, “Benar Cinta” dan masih banyak lagi.

Aldy juga membentuk grup musik baru bernama TBA dengan Kiky dan Bastian Steel. Di luar musik, Aldy juga aktif di media sosial sebagai content creator.

Namaun, lasus terbaru muncul pada akhir 2024, ketika Aldy menawarkan kesempatan makan malam bersama dirinya dengan syarat membayar Rp500.000 per orang.

Banyak penggemar merasa kecewa dan menilai hal ini sebagai bentuk pemanfaatan relasi idola-penggemar secara tidak etis.

Aldy sempat memberikan klarifikasi melalui siaran langsung di media sosial. Ia menyatakan bahwa dana sudah dikembalikan kepada beberapa pihak dan menyalahkan pihak manajemen atau admin atas kesalahan komunikasi.

Namun klarifikasi ini dinilai belum cukup menjawab semua pertanyaan dan kekecewaan para penggemarnya.

Di media sosial, tagar #AldyMaldini juga sempat ramai diperbincangkan. Banyak penggemar lama yang mengungkapkan kekecewaan, bahkan ada yang merasa masa remaja mereka ternodai oleh insiden ini.

Sebagian lainnya meminta agar Aldy lebih profesional dalam mengelola interaksi dan transaksi dengan penggemar. (ana)

Bahan-bahan Dapur yang Ampuh Usir Tikus dari Rumah

Ilustrasi tikus yang ada di rumah.
Ilustrasi tikus yang ada di rumah. (foto: freepik.com)

PANTAUBALI.COM – Tikus sering menjadi tamu tak diundang yang mengganggu kenyamanan rumah. Selain membuat kotor, tikus juga berpotensi menyebarkan penyakit. Namun, kamu tak perlu langsung menggunakan racun atau perangkap.

Beberapa bahan dapur yang mudah ditemukan ternyata bisa menjadi pengusir tikus alami dan aman. Apa saja bahan tersebut? Simak ulasan berikut ini:

  1. Cabai

Cabai mengandung zat capsaicin yang sangat menyengat bagi tikus. Taburkan bubuk cabai atau irisan cabai merah di sudut-sudut rumah yang sering dilalui tikus. Bau pedasnya membuat tikus enggan mendekat.

2. Bawang Putih

Aroma tajam bawang putih sangat tidak disukai tikus. Hancurkan beberapa siung bawang putih, lalu letakkan di area yang sering dilewati tikus. Bisa juga dicampur air dan disemprotkan sebagai pengusir alami.

3. Cuka

Cuka memiliki bau asam menyengat yang ampuh membuat tikus kabur. Celupkan kapas ke dalam cuka, lalu taruh di celah-celah atau lubang tempat tikus masuk.

4. Lada Hitam

Lada hitam memiliki aroma kuat dan sensasi panas yang tidak disukai tikus. Taburkan bubuk lada di tempat yang rawan menjadi jalur tikus.

5. Daun Mint atau Minyak Peppermint

Daun mint atau minyak peppermint memiliki aroma segar bagi manusia, tetapi sangat dibenci oleh tikus. Teteskan minyak peppermint pada bola kapas, lalu tempatkan di sudut ruangan, dapur, atau sekitar tempat sampah.

6. Kulit Jeruk

Kulit jeruk mengandung limonene yang bersifat toksik bagi beberapa hama, termasuk tikus. Letakkan kulit jeruk segar atau kering di tempat strategis untuk mengusir tikus sekaligus memberi aroma segar alami.

7. Cengkeh

Sama seperti lainnya, cengkeh memiliki aroma tajam yang bisa bikin tikus lari menjauh terbirit-birit. Cengkeh jadi salah satu bahan dapur yang ampuh mengusir tikus.
Anda dapat menabur cengkeh di sekitar area yang kerap dikunjungi tikus, seperti dapur, kolong meja, atau sudut gelap ruangan.

Dalam penggunaan bahan-bahan tersebut, gantilah secara rutin agar aromanya tetap kuat Dengan memanfaatkan bahan-bahan dapur ini,  tikus dapat diusir dengan cara yang alami, aman, dan ramah lingkungan. (ana)

Lirik Tresna Butuh Materi-Mr Rayen Ft Omang Verly yang Lagi Trending

Lirik lagu Tresna Butuh Materi yang sedang hits.
Lirik lagu Tresna Butuh Materi yang sedang hits.

PANTAUBALI.COM – Berikut adalah lirik Tresna Butuh Materi-Mr Rayen Ft Omang Verly yang sedang trending di Bali.

Ada uang beli disayang
Tak ada uang beli ditendang
Beli berjuang untuk kamu sayang
Rela berkorban banting tulang
Tidak makan agar kamu senang

Bu Komang sayang
Sekenang bli berjuang
Tiang mendoakan
Apang beli banyak uang
Ingetang beli tresna butuh materi

Meli skincare
Tusing nyandang limang tali
Tenang adi sayang
Beli lakar buktikan

Untuk kamu sayang
Hujan badai ku lalui
Beli berjanji ngae adi happy
Mayasin adi jegeg care selebriti

Ada uang beli disayang
Tak ada uang beli ditendang
Yen beli seken demen jak tiang
Harus bermodal siap mental

Ada uang beli ku sayang
Tak ada uang beli kutendang
Beli kutendang
Beli kutendang
Beli kutendang

Bli komang ayang
Sekenang bli berjuang
Tiang mendoakan
Apang beli banyak uang
Ingetang beli tresna butuh materi

Meli skincare
Tusing nyandang limang tali
Ada uang beli kusayang
Tak ada uang beli kutendang
Yen beli seken demen jak tiang
Harus bermodal siap mental

Ada uang beli kusayang
Tak ada uang beli kutendang
Yen beli seken demen jak tiang
Harus bermodal siap mental

Ada uang beli kusayang
Tak ada uang beli kutendang
Beli kutendang
(*)

Mighty Warrior Fight Night Vol. 4, Bupati Tabanan: Petarung Sejati Ada di Ring, Bukan Jalanan

Kejuaraan Amatir Boxing & Kickboxing “Mighty Warrior Fight Night Vol. 4” yang berlangsung di Kedai Tangkil, Dangin Carik, Tabanan, pada Sabtu (10/5/2025).
Kejuaraan Amatir Boxing & Kickboxing “Mighty Warrior Fight Night Vol. 4” yang berlangsung di Kedai Tangkil, Dangin Carik, Tabanan, pada Sabtu (10/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan menunjukkan dukungannya terhadap semangat olahraga dan jiwa sportivitas generasi muda. Salah satu buktinya adalah kehadiran Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dalam Kejuaraan Amatir Boxing & Kickboxing “Mighty Warrior Fight Night Vol. 4” yang berlangsung di Kedai Tangkil, Dangin Carik, Tabanan, pada Sabtu (10/5/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi kepada panitia dan komunitas Anak Gaul Tabanan (AGATA) sebagai penyelenggara acara. Ia menegaskan pentingnya menyediakan wadah positif bagi energi muda.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Fighting adalah olahraga yang luar biasa, dan saya tidak ingin mendengar lagi pertarungan di jalanan. Jalanan bukan tempat bertarung—kalau benar-benar petarung, ring adalah tempatnya,” ujar Sanjaya tegas.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya melihat perkembangan komunitas bela diri di Tabanan, yang kini memiliki ruang tersendiri untuk latihan dan kompetisi.

“Dulu hanya pakai ban dan karung, sekarang sudah punya tempat. Ini menandakan bahwa semangat boxing dan fighting di Tabanan mulai membara,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia I Gede Kristiawan menjelaskan, kejuaraan ini mempertandingkan 16 partai, dengan rentang kelas dari 50 kg hingga 90 kg. Tujuan utama event ini adalah untuk mengembangkan potensi combat sport seperti Muay Thai, Kickboxing, K-1, dan Boxing di Tabanan.

“Harapannya, ke depan Tabanan bisa dikenal sebagai salah satu destinasi Sport Tourism khususnya di bidang Combat Sport yang sangat diminati kalangan muda,” ujar Kristiawan.

Turut hadir dalam acara Anggota DPRD Tabanan, Sekretaris Daerah, Ketua KONI, serta para peserta dan penonton yang memenuhi lokasi dengan antusias tinggi. (ana)