- Advertisement -
Beranda blog Halaman 194

Marak Terjadi Keributan, Polres Tabanan Sidak Kos-Kosan di Desa Delod Peken

Polres Tabanan bersama tim gabungan melaksanakan sidak kos-kosan di wilayah Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, pada Jumat (30/5/2025) malam.
Polres Tabanan bersama tim gabungan melaksanakan sidak kos-kosan di wilayah Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, pada Jumat (30/5/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menyikapi laporan masyarakat terkait maraknya keributan di sejumlah kos-kosan, Polres Tabanan bersama tim gabungan melaksanakan sidak wilayah Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, pada Jumat (30/5/2025) malam.

Operasi yang berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 22.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tabanan, AKBP Chandra Citra Kesuma. Sidak menyasar pemukiman padat pendatang untuk mendata penghuni dan menjaga situasi keamanan yang kondusif.

“Kegiatan yustisi ini menyasar beberapa kos-kosan di seputaran Wilkum Polres Tabanan karena akhir-akhir ini banyak terjadi keributan di beberapa kost-kostan,” ujar AKBP Chandra Citra.

Sidak dilakukan di empat lokasi kos-kosan di wilayah Banjar Gerokgak Gede, Desa Delod Peken. Di Gang Polos, petugas mendata 24 penghuni dari 12 kamar. Di Gang Sukun, tercatat 22 penghuni dari 13 kamar. Sementara di Jalan Ceroring No. 9 terdapat 20 penghuni yang menempati 15 kamar, dan di Jalan Ceroring Gang VI No. 1 sebanyak 21 penghuni dari 18 kamar.

Selama kegiatan, petugas turut memberikan imbauan kepada para penghuni kos untuk melapor ke perangkat desa setempat serta ikut menjaga suasana lingkungan agar tetap aman dan nyaman.

Adapun total personel gabungan yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 51 orang. Mereka terdiri dari anggota Polri, TNI, pecalang, linmas, dan aparat desa.

Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala sebagai upaya preventif dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah permukiman yang padat pendatang. “Kegiatan berjalan dengan lancar, situasi kondusif dan terkendali,” jelasnya.

Kumpulkan Pelaku Usaha, Koster Minta Segera Laksanakan Gerakan Bali Bersih Sampah

Gubernur Koster kumpulkan pelaku usaha untuk segera laksanakan Gerakan Bali Bersih Sampah.
Gubernur Koster kumpulkan pelaku usaha untuk segera laksanakan Gerakan Bali Bersih Sampah.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat penanganan sampah di Bali. Setelah memanggil produsen air mineral kemasan, kini giliran pelaku usaha yang dikumpulkan untuk diberikan pengarahan terkait pelaksanaan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No. 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Pengarahan disampaikan langsung oleh Gubernur Koster dalam pertemuan yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (30/5/2025), dihadiri pelaku usaha hotel, restoran, pasar modern, dan pengelola destinasi wisata.

“Pariwisata Bali berlandaskan alam dan wisata budaya, itulah yang menjadikan Bali menarik di mata wisatawan dunia. Itu juga yang saya perjuangkan di periode kedua kepemimpinan saya dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Jadi, semua pelaku pariwisata harus mendukung juga,” tegasnya.

SE Gubernur No. 9 Tahun 2025 mengatur tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, pemanfaatan sampah organik, serta larangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai, terutama minuman kemasan di bawah satu liter.

“Pelaku usaha mulai sekarang sudah harus menerapkan SE tersebut, sudah harus mengolah sampah dari sumbernya langsung, memanfaatkan sampah organik, serta tidak menggunakan minuman kemasan plastik di bawah satu liter. Sudah harus dijalankan mulai hari ini,” kata Gubernur asal Desa Sembiran itu.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjaga alam Bali demi keberlanjutan sektor pariwisata.

“Tugas kita bersama menjaga alam Bali. Kalau alamnya saja kotor, ditambah pelaku usaha yang tidak mengindahkan kaidah kebudayaan Bali, wisatawan tentu akan enggan datang ke Bali,” ujarnya.

Untuk memastikan SE berjalan efektif, Gubernur Koster telah membentuk tim pengawasan lintas sektor yang dikomandoi langsung olehnya.

“Gerakan ini bahkan sudah mendapatkan pujian langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karena Bali kembali lagi menjadi pionir dalam bidang lingkungan. Jadi, tidak ada pilihan. Mulai sekarang saya minta Anda semua untuk bekerja bersama saya secara lascarya, sekala, niskala ngayah dengan fokus, tulus, dan lurus demi Gumi Bali,” tegasnya.

Selain pengelolaan sampah, ia juga mendorong penggunaan energi bersih di Bali dan meminta pelaku pariwisata untuk tetap menjunjung tinggi nilai budaya Bali, termasuk penggunaan aksara dan pakaian adat Bali, pelayanan dengan keramahan lokal, serta penyajian kesenian tradisional berkualitas. (ana)

Dirga Tanam Pohon Serentak Hari Bakti ke-68 Kodam IX/Udayana di Pujungan

Penanaman Pohon oleh Kodim 1619/Tabanan di Air Terjun Blahmantung Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan Jumat, (30/5/2025).
Penanaman Pohon oleh Kodim 1619/Tabanan di Air Terjun Blahmantung Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan Jumat, (30/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam memperingati Hari Bakti ke-68 Kodam IX/Udayana, Bupati Tabanan diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, hadiri kegiatan Penanaman Pohon secara Serentak di Wilayah Provinsi Bali yang di gelar oleh Kodim 1619/Tabanan.

Acara yang digelar di Air Terjun Blahmantung Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan Jumat, (30/5/2025), dihadiri oleh Dandim 1619/Tabanan, Kapolres Tabanan, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, beserta undangan terkait lainnya sebagai wujud sinergi dalam menjaga kelestarian alam.

Acara diawali dengan giat apel yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tabanan. Melalui sambutannya, Ia menekankan pentingnya rangkaian acara penanaman pohon ini sebagai bentuk merawat alam lingkungan dan hutan yang masih ada khususnya di Kabupaten Tabanan.

“Kami harapkan kepada bapak/ibu sekalian yang hadir pada hari ini bisa digetok tularkan kepada masyarakat yang ada di sekitar lingkungan ini, begitu juga masyarakat yang ada di seluruh lingkungan Kabupaten Tabanan, sehingga kita akan bisa lega hidup di daerah yang masih hijau,” ujar Dirga.

Lebih lanjut, Wabup Dirga juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam mengurangi penggunaan dan pembuangan sampah plastik.

Ia menilai pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menciptakan terobosan-terobosan baru dalam penanggulangan sampah. Selain menjaga kelestarian alam dan hutan, Wabup Dirga juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan khususnya dari sampah plastik.

Pihaknya juga menilai pentingnya sinergi pemerintah daerah TNI, Polri bersama masyarakat untuk menciptakan terobosan-terobosan dalam penanggulangan sampah.

“Maka dari itu, kami mengajak Pak Dandim dan Pak Kapolres juga yang berkesempatan hadir bagaimana kita bersama sama dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan, sehingga Tabanan ini akan lebih baik dari sebelumya,” imbuh Dirga.

Usai apel berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan burung serta penanaman pohon kelapa secara serentak oleh seluruh peserta. Kegiatan ini juga dilaksanakan secara virtual conference (Vicon) dan terhubung dengan pelaksanaan serupa di berbagai wilayah di Bali.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Kodam IX/Udayana, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada masyarakat untuk menegaskan pentingnya pelestarian hutan dan sumber daya alam.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, diharapkan akan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam menjaga dan merawat lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Tabanan juga berkomitmen untuk terus mendukung gerakan penghijauan sebagai upaya jangka panjang dalam menciptakan ekosistem yang lestari dan berkelanjutan. (ana)

676 Atlet Tabanan Siap Berlaga di PORJAR Bali 2025

Pelepasan atlet Kabupaten Tabanan menuju Porjar Bali 2025.
Pelepasan atlet Kabupaten Tabanan menuju Porjar Bali 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi melepas ratusan atlet Kontingen Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Kabupaten Tabanan Tahun 2025. Acara pelepasan dilangsungkan di GOR Debes Tabanan pada Jumat (30/5/2025).

Kontingen Tabanan tahun ini diperkuat oleh total 788 orang, yang terdiri atas 676 atlet pelajar, 250 atlet tertanggung, 426 atlet mandiri, 37 official dan pelatih, serta 25 panitia pelaksana. Para atlet akan bertanding di 25 cabang olahraga resmi dari total 34 cabang olahraga yang dipertandingkan, serta 8 cabang olahraga eksebisi.

Kompetisi PORJAR tingkat Provinsi Bali Tahun 2025 akan digelar mulai 31 Mei hingga 5 Juni, dengan venue pertandingan tersebar di wilayah Denpasar dan Tabanan.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengungkapkan rasa bangga terhadap semangat juang generasi muda Tabanan yang turut ambil bagian dalam ajang olahraga pelajar tahunan tersebut.
“Saya pribadi merasa bangga dan senang melihat begitu banyaknya talenta generasi muda Tabanan yang mengikuti kejuaraan bagi para pelajar se-Provinsi Bali,” tegasnya.

Ia juga berharap PORJAR menjadi sarana pembelajaran dan motivasi bagi seluruh atlet dan pelatih yang terlibat.
“Saya berharap adik-adik para atlet pelajar, para official dan pelatih dapat memanfaatkannya guna menambah pengalaman dan menjadikannya sebagai wadah untuk meningkatkan mental berkompetisi yang nantinya sangat bermanfaat bagi kemajuan prestasi olahraga di Kabupaten Tabanan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, dalam laporannya menekankan bahwa PORJAR merupakan ajang penting untuk menimba pengalaman, menambah pengetahuan, serta unjuk prestasi di kalangan pelajar tingkat provinsi.
“PORJAR merupakan wadah dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga bagi setiap insan pelajar, bahwa sesungguhnya setiap pelajar memiliki hak untuk mendapatkan dan mengembangkan olahraga sebagai salah satu pintu gerbang untuk mencapai kesuksesan dalam menghadapi masa depan yang lebih baik dan maju,” ujarnya.

Sementara itu, Made Naymi Zenkey Candradina, atlet dari cabang olahraga karate, menyampaikan rasa bangganya atas dukungan yang diberikan serta semangatnya dalam mewakili Tabanan.
“Dengan kerja keras dan semangat, kami dapat meraih prestasi yang dapat membanggakan Tabanan pada PORJAR Provinsi Bali tahun 2025. Bangga jadi orang Tabanan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan. (ana)

Gunakan Kunci Palsu, Petani Asal Pupuan Curi Motor di Desanya

Petani berinisial GSD (28) asal Banjar Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Tabanan, ditangkap polisi usai mencuri sepeda motor milik tetangganya.
Petani berinisial GSD (28) asal Banjar Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Tabanan, ditangkap polisi usai mencuri sepeda motor milik tetangganya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang petani berinisial GSD (28) asal Banjar Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Tabanan, ditangkap polisi usai mencuri sepeda motor milik tetangganya. Pelaku dengan mudah mencuri motor Honda Beat tersebut dengan menggunakan kunci palsu.

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Moh Taufık Effendi mengungkapkan, kasus pencurian terjadi pada Minggu (25/5/2025) sekitar pukul 16.00 Wita di lahan parkir milik I Wayan Suastana.

Saat itu, pemilik motor Ni Ketut Arianta memarkir sepeda motor Honda Beat DK 4222 GBF tanpa mengunci stang. Namun, kunci kontak dibawa pulang.

“Lokasi parkir hanya berjarak sekitar 70 meter dari rumah korban,” jelasnya, dikonfirmasi Jumat (30/5/2025).

Keesokan harinya, sekitar pukul 06.30 Wita, anak korban, hendak mengambil motor tersebut untuk dipakai berangkat kerja. Namun, motor tidak ada di tempat. Keluarga sempat mencari di sekitar parkiran, namun hasilnya nihil. Mereka juga memastikan tidak ada anggota keluarga lain yang memindahkan motor tersebut.

Merasa menjadi korban pencurian, korban pun melaporkan kejadian itu ke Polres Tabanan.  Kemudian, Tim Ciung Wanara Satreskrim Polres Tabanan bersama Unit Reskrim Polsek Pupuan turun ke lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengantongi ciri-ciri pelaku. Pelaku GSD akhirnya ditangkap di rumahnya pada Selasa (27/5/2025) pukul 16.00 Wita.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat DK 4222 GBF, STNK, kunci motor Honda Vario warna hitam dan uang tunai Rp550 ribu yang merupakan sisa gadai motor.

“Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah mencuri motor menggunakan kunci palsu berupa kunci motor Honda Vario milik orang tuanya. Setelah mencuri, motor dibawa ke wilayah Kediri dan digadaikan seharga Rp1 juta. Uang hasil gadai digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan saat ditangkap, tersisa Rp550 ribu,” tambah AKP Effendi.

Saat ini, pelaku ditahan di Mapolres Tabanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (ana)

Kemnaker Terbitkan SE Larangan Diskriminasi Rekrutmen Tenaga Kerja, Termasuk Soal Batasan Usia

Ilustrasi pekerja di Indonesia. (Doc foto:kontan)
Ilustrasi pekerja di Indonesia. (Doc foto:kontan)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 tentang Larangan Diskriminasi dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja.

SE yang ditandatangani langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, ini bertujuan memperkuat prinsip nondiskriminasi dalam proses perekrutan tenaga kerja.

Dalam SE tersebut, Kemnaker menegaskan pentingnya menciptakan kesempatan kerja yang adil dan setara bagi seluruh pencari kerja tanpa membedakan latar belakang. Ada empat poin utama yang menjadi sorotan, salah satunya adalah mengenai ketentuan terkait batasan usia dalam proses rekrutmen.

SE yang dikutip pada Jumat (30/5/2025) menjelaskan bahwa pencantuman persyaratan usia dalam rekrutmen hanya diperbolehkan apabila memenuhi dua kriteria tertentu, yakni:

1. Pekerjaan atau jabatan yang secara nyata menuntut karakteristik atau kemampuan khusus yang dipengaruhi oleh faktor usia.

2. Persyaratan tersebut tidak boleh menimbulkan pengurangan atau penghilangan kesempatan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, Kemnaker juga menekankan bahwa ketentuan ini berlaku setara, termasuk bagi tenaga kerja penyandang disabilitas. Pelarangan segala bentuk diskriminasi dalam rekrutmen berdasarkan latar belakang apapun juga ditekankan secara eksplisit dalam surat edaran ini.

Setiap warga negara, ditegaskan dalam SE tersebut, berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Gubernur diminta untuk menyampaikan Surat Edaran tersebut kepada para Bupati/Wali Kota serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah masing-masing. (ana)

Miris, Indonesia Masuk 4 Besar Negara dengan Penduduk Miskin Terbanyak di Dunia

Masyarakat Indonesia rentan jatuh miskin. (Foto: mark chaves/unsplash)
Masyarakat Indonesia rentan jatuh miskin. (Foto: mark chaves/unsplash)

NASIONAL, PANTAUBALI.COM – Citra Indonesia sebagai negara berkembang kembali mendapat sorotan tajam. Dalam laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2025 yang dirilis Bank Dunia, Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara dengan persentase penduduk miskin terbanyak di dunia pada 2024.

Laporan ini menampilkan daftar 10 negara dengan jumlah penduduk miskin tertinggi berdasarkan standar garis kemiskinan Bank Dunia. Rentang persentasenya mencengangkan, mulai dari 34,6 persen hingga 63,4 persen.

Indonesia disebut memiliki 60,3 persen penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Angka ini hanya kalah dari tiga negara Afrika: Afrika Selatan (63,4 persen), Namibia (62,5 persen), dan Botswana (61,9 persen). Fakta ini membuat Indonesia masuk jajaran negara dengan kondisi kemiskinan paling parah secara global.

Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan berdasarkan tingkat pendapatan negara. Untuk negara seperti Indonesia, yang diklasifikasikan sebagai negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income), ambang batas kemiskinan adalah 6,85 dolar AS per kapita per hari—setara dengan sekitar Rp 113.234 per hari.

Sebagai catatan, Bank Dunia juga menggunakan dua standar garis kemiskinan lainnya:

  • 2,15 dolar AS per kapita per hari (Rp 35.540) – untuk kemiskinan ekstrem.
  • 3,65 dolar AS per kapita per hari (Rp 60.336) – untuk negara berpendapatan menengah ke bawah.

Jika penduduk Indonesia tidak mampu memenuhi pengeluaran minimal Rp 113 ribu per hari, maka mereka dikategorikan miskin berdasarkan standar internasional ini.

Daftar 10 Negara dengan Persentase Penduduk Miskin Tertinggi (2024)
Berikut daftar lengkap negara-negara dengan jumlah penduduk miskin terbanyak menurut laporan Bank Dunia:

  • Afrika Selatan – 63,4 persen
  • Namibia – 62,5 persen
  • Botswana – 61,9 persen
  • Indonesia – 60,3 persen
  • Guatemala – 57,3 persen
  • Guinea Khatulistiwa – 57 persen
  • Armenia – 51 persen
  • Fiji – 50,1 persen
  • Georgia – 35,6 persen
  • Gabon – 34,6 persen

Temuan ini memunculkan pertanyaan besar tentang efektivitas program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Banyak pihak mendesak agar indikator seperti Indeks Kemiskinan Multidimensi diintegrasikan ke dalam sistem statistik nasional agar strategi penanganan kemiskinan lebih komprehensif dan tepat sasaran. (MAH)

Diduga Tersesat Saat Berkebun, Kakek 79 Tahun di Jembrana Tak Kunjung Ditemukan

Proses pencarian Wayan Mender. (Istimewa)
Proses pencarian Wayan Mender. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Seorang kakek bernama Wayan Mender (79), warga Banjar Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, dilaporkan hilang sejak Rabu (28/5/2025) sore setelah pamit pergi berkebun. Hingga Jumat (30/5/2025), keberadaannya masih belum diketahui, dan upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Laporan pertama masuk ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Kamis (29/5) pukul 16.50 Wita. Informasi tersebut disampaikan oleh Kelian Dinas Banjar Badung Kayu, Teddy Pratama, yang mendapat laporan dari warga.

“Korban terakhir terlihat pada Rabu sekitar pukul 18.00 Wita,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Malam itu juga, empat personel dari Pos SAR Jembrana langsung bergerak ke lokasi untuk berkoordinasi dengan keluarga dan warga sekitar. Dari keterangan pihak keluarga, kakek Wayan terakhir terlihat mengenakan baju hitam dan celana pendek biru. Kondisi fisiknya cukup rentan: penglihatannya mulai rabun, pendengaran berkurang, dan ia sering kali linglung.

Hari ini, pencarian dilanjutkan dengan menyisir area kebun seluas sekitar 2,6 kilometer persegi. Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari Pos SAR Jembrana, Polsek Pekutatan, BPBD Jembrana, PMI Jembrana, Bhabinkamtibmas Desa Pengeragoan, Potensi SAR 115, serta keluarga dan warga setempat.

Pihak keluarga berharap kakek Wayan segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka juga mengimbau warga sekitar untuk ikut membantu dan tetap waspada apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. (MAH)

Gubernur Koster Minta Produsen Stop Produksi AMDK di Bawah 1 Liter Mulai Januari 2026

Gubernur Bali Wayan Koster.
Gubernur Bali Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR  – Gubernur Bali, Wayan Koster, kembali menegaskan larangan produksi dan penjualan air minum dalam kemasan plastik berukuran di bawah satu liter.

Ketentuan ini disampaikan saat rapat bersama para produsen air minum dalam kemasan (AMDK) se-Bali, yang digelar di Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (29/5/2025).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pelarangan ini merupakan langkah serius untuk menjaga kelestarian lingkungan Pulau Dewata, dengan menekan penggunaan plastik sekali pakai.

“Langkah ini untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai. Pengelolaan sampah dan pembatasan plastik ini sudah menjadi prioritas nasional dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Koster.

Gubernur meminta seluruh produsen menaati aturan tersebut dan menghentikan produksi AMDK di bawah satu liter. Produk yang sudah telanjur diproduksi masih boleh dijual hingga akhir Desember 2025. Setelah itu, per Januari 2026, tidak boleh lagi ada peredaran AMDK dalam kemasan kecil di Bali.

“Saya tegaskan, produksi harus dihentikan. Produk yang sudah ada boleh dihabiskan sampai Desember 2025. Mulai Januari, tidak boleh lagi,” tegasnya.

Menurut Koster, kebijakan ini akan terus dijalankan secara konsisten. Bahkan, ia menyebut bahwa program ini mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Dalam Negeri.

“Bali bahkan direncanakan menjadi tuan rumah Hari Lingkungan Hidup Nasional. Ini menunjukkan bahwa kebijakan ramah lingkungan Bali mendapat perhatian dan menjadi percontohan nasional,” katanya.

Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini juga mengungkapkan bahwa kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bali hampir penuh, sebagian besar diisi oleh sampah plastik, terutama dari kemasan air mineral.

Oleh karena itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk lebih bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan, serta berinovasi dalam memproduksi AMDK yang lebih ramah lingkungan.

“Tugas saya adalah menyiapkan generasi penerus sekaligus membangun ekosistem dan peradabannya. Bali ini menarik wisatawan karena ekosistem dan budayanya. Jika rusak, tidak ada yang datang, tak ada investasi, dan ekonomi akan stagnan. Karena itu, lingkungan dan budaya Bali harus tetap terjaga,” imbuhnya.

Koster juga menambahkan bahwa pelarangan ini merupakan bagian dari kebijakan menyeluruh menuju Bali yang lebih ramah lingkungan, termasuk transisi ke energi terbarukan, pengelolaan sampah yang lebih baik, dan upaya pengurangan emisi karbon.

“Persaingan Bali adalah dengan negara lain. Ketika kebijakan ini kami ekspos, banyak negara memberikan apresiasi. Ini menunjukkan bahwa jika ingin Bali tetap eksis dan kompetitif di masa depan, maka semua pihak harus tertib dan mendukung kebijakan ini,” tutupnya. (ana)

33 Reka Adegan Pembunuhan Remi, Korban Dieksekusi di Jalan Goa Gong

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kasus pembunuhan tragis terhadap sopir online Remi Yuliana Putri (36) oleh kekasihnya sendiri, Galuh Widy Asmoro (26), direkonstruksi oleh Polsek Denpasar Selatan pada Rabu (28/5). Dalam proses ini, Galuh memperagakan 33 adegan yang mengungkap secara detail bagaimana ia merencanakan dan mengeksekusi pembunuhan tersebut.

Rekonstruksi yang dihadiri aparat kepolisian, pihak Kejaksaan Negeri Denpasar, serta kuasa hukum tersangka ini berlangsung di sejumlah lokasi berbeda, dengan titik utama berada di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Goa Gong, Jimbaran.

Adegan dimulai dari Jalan Akasia XV, Denpasar Timur, tempat Galuh mengambil pisau dari rumah pamannya, alat yang kelak digunakan untuk membunuh. Kemudian, mereka berpindah ke sebuah minimarket di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat, lokasi awal pertemuan korban dan pelaku. Total sembilan adegan diperagakan di sana.

Setelah sempat mampir ke restoran cepat saji di Jimbaran, pasangan itu menuju lokasi utama pembunuhan di Jalan Goa Gong. Di sinilah puncak kekerasan terjadi. Sepuluh adegan diperagakan untuk menggambarkan saat Galuh menikam leher korban di sisi kiri—aksi brutal yang mengakhiri nyawa Remi.

Tak berhenti di situ, enam adegan tambahan diperagakan di Jalan Kerta Dalem, Sidakarya. Di lokasi ini, pelaku meninggalkan mobil korban yang sudah tak bernyawa di dalamnya, di sebuah jembatan dekat rumahnya. Terakhir, Galuh kembali ke Jalan Akasia XV untuk berpamitan kepada pamannya, berdalih hendak pulang ke Jawa.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Nur Habib Aulya, menyatakan bahwa seluruh rangkaian adegan telah sesuai dengan hasil penyelidikan. “Rekonstruksi berjalan lancar dan sesuai dengan keterangan penyidik,” ujarnya. (MAH)