- Advertisement -
Beranda blog Halaman 193

Tabrak Truk Sampah yang Sedang Parkir, 2 Pemuda di Denpasar Tewas

Motor Nmax yang dikendarai 3 pemuda menabrak bokong truk sampah yang terparkir di Jalan Diponegoro, Denpasar Barat.
Motor Nmax yang dikendarai 3 pemuda menabrak bokong truk sampah yang terparkir di Jalan Diponegoro, Denpasar Barat.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Diponegoro, Denpasar Barat, pada dini hari Senin, 2 Juni 2025. 2 pemuda asal Denpasar, yakni I Putu ESSP (18), dan KDS (18) tewas dalam kecelakaan tragis saat mereka mengendarai motor Yamaha Nmax dan menabrak sebuah truk sampah yang sedang terparkir.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menerangkan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WITA ketika motor Nmax berplat DK 6921 ABF yang dikendarai Made AS (21) bersama dua penumpangnya melaju dari selatan ke utara. Truk sampah berplat DK 8511 A sedang terparkir di sisi barat jalan.

“Pengendara Nmax tiba-tiba kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang truk sampah yang sedang diparkir,” jelas Sukadi dalam konfirmasinya.

Akibat tabrakan yang keras tersebut, I Putu ESSP dan KDS mengalami luka parah di kepala dan menghembuskan napas terakhirnya di tempat kejadian. Made AS, pengendara sepeda motor, juga mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah dalam kondisi kritis.

“Kami saat ini sedang menyelidiki kejadian ini di Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar,” tambah AKP I Ketut Sukadi, Kasi Humas Polresta Denpasar.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan risiko bahaya dalam berlalu lintas, terutama terkait penggunaan kendaraan bermotor. Polisi terus mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian dalam berkendara, guna mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang. (MAH)

Wisatawan Asal Bandung Terseret Arus di Pantai Kedonganan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Pencarian wisatawan terseret arus di Pantai Kedonganan, Kuta, Badung, pada Minggu (1/6/2025).
Pencarian wisatawan terseret arus di Pantai Kedonganan, Kuta, Badung, pada Minggu (1/6/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang wisatawan dilaporkan hilang akibat terseret arus saat berenang di Pantai Kedonganan, Kuta, Badung, pada Minggu (1/6/2025).

Korban diketahui bernama Denden Nugraha (28), asal Bandung, yang saat kejadian tengah berenang bersama dua rekannya sekitar pukul 18.00 Wita.

Dua temannya berhasil menyelamatkan diri, sementara Denden dinyatakan hilang terbawa arus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa laporan mengenai insiden tersebut baru diterima petugas sekitar pukul 20.15 Wita.

Tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Karena belum ditemukan, upaya pencarian pun dilanjutkan pada Senin pagi (2/6/2025) ini.

“Jarak waktu dari kejadian dan laporan kemarin yang kami terima cukup jauh, malam itu juga diberangkatkan personel ke lokasi,” terangnya.

Tim SAR gabungan sempat melakukan pencarian malam hari dengan lima personel yang menyisir area pantai.

Namun keterbatasan pencahayaan dan jarak pandang membuat mereka belum bisa mengerahkan alat utama (Alut) untuk pencarian di laut. Hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.

Memasuki hari kedua, pencarian ditingkatkan. Sebanyak tujuh personel diterjunkan dan dibagi dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

“Satu tim fokus menyisir daratan, sementara tim lainnya melakukan pencarian laut menggunakan runner boat. Selain itu, pemantauan dari udara juga dilakukan dengan bantuan drone thermal,” imbuh Sidakarya. (ana)

Pemprov Bali Anggarkan Rp115 Juta untuk Hadiah Bulan Bung Karno VII

Pembukaan Bulan Bung Karno VII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Minggu (1/6/2025).
Pembukaan Bulan Bung Karno VII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Minggu (1/6/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan dana hadiah lebih dari Rp115,5 juta untuk menyemarakkan Bulan Bung Karno VII yang resmi dibuka Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Minggu (1/6/2025).

Kegiatan yang rutin digelar setiap bulan Juni ini bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan pemikiran Proklamator RI Ir. Soekarno (Bung Karno).

Tahun ini, peringatan mengusung tema Prana Jagad Kerthi, Mahakarya Bung Karno Simbol Keharmonisan Alam Semesta. Bali menjadi satu-satunya provinsi yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan ini melalui dasar hukum Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019.

Beragam perlombaan diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan, di antaranya lomba musikal puisi karya Bung Karno berjudul Sudah Beribu Kembali, lomba film pendek bertema Berdikari Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal Bali, dan lomba film dokumenter yang mengangkat Ketahanan Budaya Bali di Tengah Globalisasi. Peserta lomba terbuka untuk masyarakat umum, termasuk pelajar dan mahasiswa se-Bali.

“Itu hadiah yang disiapkan dari APBD Bali, nanti ada tambahan bonus dari Gubernur dan Wagub Bali. Hadiah dari kantong pribadi bagi para pemenang,” ujarn Koster.

Acara pembukaan dipadati ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuda, tokoh masyarakat, hingga pejabat pemerintahan kabupaten/kota se-Bali. Antusiasme peserta terlihat sejak awal, termasuk ketika para pelajar berebut kesempatan berswafoto dengan Gubernur Koster.

Gubernur juga mengajak generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, untuk menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum meningkatkan kapasitas diri agar menjadi SDM Bali yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.

“Mari bersama-sama membangun tata kehidupan masyarakat Bali sesuai nilai-nilai kearifan lokal sebagaimana ajaran Bung Karno,” katanya.

Sebagai penanda pembukaan resmi, Gubernur Koster menandatangani prasasti berisi kutipan Bung Karno: “Kebudayaan itu adalah jiwa dari bangsa, dan kebudayaan itu tak pernah mati.” Ia menilai kutipan tersebut sangat selaras dengan arah pembangunan Bali ke depan. (ana)

Program ‘Nak Badung Sehat’ Diluncurkan, Sediakan Layanan Home Care hingga Jemput Pasien

Nak Badung Sehat
Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dan Kadis Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita, melaunching Program Nak Badung Sehat di Puspem Badung, Sabtu (31/5).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Badung, Bupati I Wayan Adi Arnawa resmi meluncurkan program Nak Badung Sehat di Puspem Badung pada Sabtu (31/5/2025).

Program unggulan besutan Dinas Kesehatan ini mencakup beberapa layanan inovatif, antara lain layanan Home Care, layanan gawat darurat atau Badung Emergency Service and Treatment (BEST), Telemedicine, layanan antar jemput pasien SIGAP, serta aplikasi digital Badung Sehat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut berdialog langsung dengan penerima layanan Home Care yang ditangani petugas puskesmas di tiap kecamatan. Masyarakat menyambut positif layanan ini, terutama karena memberikan manfaat nyata secara cuma-cuma.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, Nak Badung Sehat merupakan bagian dari implementasi misi kedua Pemerintah Kabupaten Badung, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Dengan program ini, kita harapkan lahir budaya pelayanan prima dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Badung,” ujar Bupati.

Ia juga mengimbau agar tenaga kesehatan dapat melayani masyarakat dengan ketulusan, empati, dan kasih sayang. Melalui program ini, akan tersedia tambahan 25 layanan kesehatan di luar skema BPJS. Ia pun mendorong rumah sakit swasta untuk mempererat kerja sama guna mempercepat pelayanan kepada warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. Made Padma Puspita menjelaskan , Nak Badung Sehat terdiri dari lima layanan utama, termasuk aplikasi Badung Sehat yang telah dipresentasikan di Kementerian Kesehatan dan terpilih sebagai proyek percontohan nasional.

“Kami siap menjalankan arahan pimpinan daerah dan berkomitmen memberikan kemudahan akses layanan hingga ke tingkat terbawah,” tegasnya. (ana)

Harga BBM Non Subsidi Turun per 1 Juni 2025, Berlaku di Seluruh SPBU Indonesia

Pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Pertamina. (Foto:Disway)
Pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Pertamina. (Foto:Disway)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 Juni 2025. Penurunan harga ini diterapkan serentak di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia.

Kebijakan penurunan harga mencakup berbagai jenis BBM non subsidi, di antaranya Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, harga seluruh BBM non-subsidi mengalami penurunan. Pertamax kini dibanderol Rp12.100 per liter, turun Rp300 dari harga sebelumnya Rp12.400.

Pertamax Turbo mengalami penurunan Rp250 menjadi Rp13.050 per liter, Dexlite turun Rp630 menjadi Rp12.200 per liter, dan Pertamina Dex turun Rp550 menjadi Rp13.500 per liter.

Penyesuaian harga ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya bahan bakar bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. (ana)

UMKM Lokal Bali Keluhkan Usaha Pariwisata Dikuasai WNA, Koster Bentuk Tim Khusus 

Rapat darurat pembentukan tim khusus untuk awasi usaha yang dijalankan WNA di Bali, Sabtu (31/5/2025).
Rapat darurat pembentukan tim khusus untuk awasi usaha yang dijalankan WNA di Bali, Sabtu (31/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster dibuat geram usai menerima banyak keluhan dari masyarakat dan pelaku UMKM lokal terkait kian maraknya dominasi usaha pariwisata oleh warga negara asing (WNA). Kondisi ini dinilai semakin memojokkan masyarakat lokal di tanahnya sendiri.

Untuk itu, Koster langsung mengumpulkan seluruh kepala perangkat daerah dan instansi vertikal se-Bali di Jayasabha, Denpasar, Sabtu (31/5/2025), untuk menggelar rapat darurat. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem perizinan dan regulasi usaha pariwisata pun jadi langkah awal yang ia tempuh.

“Bali tidak boleh menjadi pasar bebas yang membunuh masyarakatnya sendiri,” kata Koster.

Kekesalan Koster didasari oleh banyaknya temuan praktik usaha ilegal yang dijalankan oleh WNA, terutama melalui celah sistem perizinan Online Single Submission (OSS). Ia menilai, sistem tersebut membuka peluang bagi investor asing untuk menguasai sektor strategis, bahkan hingga level mikro seperti penyewaan kendaraan dan homestay.

“Di Badung saja, ada sekitar 400 izin usaha sewa mobil dan biro perjalanan yang dikuasai orang asing. Banyak yang tidak punya kantor, tidak tinggal di Bali, tapi tetap bisa beroperasi. Ini jelas keterlaluan,” ungkap Koster.

Lebih lanjut, ia menilai praktik semacam ini bukan hanya melanggar etika berusaha, tapi juga menciptakan ketimpangan dan memperparah degradasi ekonomi lokal.

Koster memperingatkan, jika situasi ini terus dibiarkan, Bali berisiko mengalami kemunduran serius dalam lima tahun ke depan, baik secara ekonomi, sosial, maupun citra pariwisata.

“Pariwisata kita sedang tidak baik-baik saja. Macet, sampah, vila ilegal, sopir liar, wisatawan nakal, semua ini harus kita tata. Tapi penataan harus dimulai dari hulu regulasi dan perizinan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Koster membentuk tim khusus lintas instansi untuk melakukan audit menyeluruh terhadap izin usaha pariwisata di Bali. Ia juga menyiapkan regulasi baru yang lebih tegas dan berpihak pada masyarakat lokal.

Langkah awalnya adalah penerbitan Surat Edaran Penertiban Usaha dan Transportasi Wisata, yang akan menjadi dasar pelaksanaan operasi gabungan oleh Satpol PP dan Polda Bali.

Tak hanya itu, Koster juga mengusulkan kebijakan wajib bagi semua agen perjalanan wisata untuk menjadi anggota asosiasi lokal. Verifikasi faktual juga akan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi perusahaan ‘hantu’ yang hanya tercatat di OSS namun tidak memiliki eksistensi di lapangan.

“Pulau ini kecil, tapi kontribusinya besar bagi Indonesia. Kita bukan bersaing dengan daerah lain, tapi dengan negara seperti Thailand dan Malaysia. Kalau kita tidak tertib, kita akan tergilas oleh pasar kita sendiri,” tegasnya.

Langkah Koster ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha lokal. Mereka menilai tindakan ini sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk melindungi ruang usaha rakyat.

“Kalau dibiarkan, Bali hanya akan jadi panggung bisnis asing. Rakyatnya cuma jadi penonton di rumah sendiri,” ujar seorang pelaku UMKM transportasi wisata yang enggan disebut namanya.

Kini, dengan semangat kolaboratif antarinstansi dan keberanian politik dari Gubernur Koster, harapan masyarakat kembali tumbuh. Bali diharapkan bisa kembali menjadi rumah yang adil dan ramah bagi warganya, bukan sekadar surga bagi investor asing. (ana)

Mahasiswi Tewas Usai Adu Jangkrik dengan Toyota Rush di Baturiti

Kecelakaan di jalan nasional jurusan Denpasar–Singaraja, tepatnya di KM 45,8 Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu (31/5/2025).
Kecelakaan di jalan nasional jurusan Denpasar–Singaraja, tepatnya di KM 45,8 Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu (31/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan nasional jurusan Denpasar–Singaraja, tepatnya di KM 45,8 Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Sabtu (31/5/2025) siang.

Insiden adu jangkrik (tabrakan depan – depan) itu melibatkan sepeda motor Honda Beat DK 3745 UBT dan mobil Toyota Rush DK 1731 UK. Akibatnya, pengendara motor yang merupakan seorang mahasiswi meninggal dua usai dalam perawatan di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.15 WITA. Lokasi kejadian termasuk dalam kawasan pemukiman warga.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor datang dari arah selatan (Denpasar) menuju utara (Singaraja).

Setibanya di lokasi, korban mencoba mendahului sebuah bus di depannya dan melewati marka as jalan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang mobil Toyota Rush hingga tabrakan tak terhindarkan.

“Tabrakan terjadi di badan jalan bagian timur, tepat di jalur kendaraan Toyota Rush,” ujar petugas di lapangan.

Akibat kejadian tersebut, Korban meninggal diketahui bernama Baiq Dina Aprilia (23), seorang mahasiswi asal Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

la mengalami sejumlah luka serius di bagian wajah dan kepala. Meski sempat mendapat perawatan di RSU Semara Ratih Luwus, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.

Sementara itu, pengemudi mobil Toyota Rush, I Nyoman Prayogi Januarta (33), warga Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, dilaporkan dalam keadaan selamat. Selain itu, kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp6 juta. (ana)

Putri Koster Dorong Tiap Desa Miliki Duta PSBS PADAS guna Atasi Sampah di Sumber

Duta Pengolahan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS), Putri Koster.
Duta Pengolahan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS), Putri Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Duta Pengolahan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS), Putri Koster, menggagas keterlibatan Ketua TP PKK Desa/Kelurahan sebagai Duta PSBS PADAS di wilayah masing-masing. Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat penyebaran dan implementasi pengolahan sampah berbasis sumber di tingkat desa.

Ide tersebut disampaikan Putri Koster saat menjadi narasumber dalam Webinar Sosialisasi Pembatasan Plastik Sekali Pakai dan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber dalam Rangka Mendukung Gerakan Bali Bersih Sampah, yang berlangsung di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (31/5/2025).

Menurutnya, Ketua TP PKK di tingkat desa maupun kelurahan memiliki kewenangan di wilayah masing-masing, yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program Bali Bebas Sampah.

“TP PKK memiliki anggota hingga ke tingkat rumah tangga, jadi jika Ketua TP PKK menjadi Duta PSBS PADAS, sekaligus bisa mengawasi pelaksanaan pengolahan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga,” ujarnya.

Ia berharap ke depan akan semakin banyak Duta PSBS PADAS yang terlibat secara gotong royong untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Sampah organik harus diselesaikan di rumah tangga, sementara sampah anorganik dibawa ke TPS3R untuk diolah,” imbuhnya.

Putri Koster juga mendorong agar di tingkat tempat ibadah, para Manggala PAKIS di setiap desa adat turut dijadikan Duta PSBS PADAS. Hal ini untuk memperluas gerakan pengolahan sampah hingga ke ranah spiritual dan sosial masyarakat adat.

Dalam arahannya, Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Pembina Posyandu Provinsi Bali ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap tiga solusi pengolahan sampah yang dapat dijalankan para Duta PSBS PADAS.

Pertama, mengolah sampah dapur menjadi eco-enzyme menggunakan metode tong komposter atau tong edan. Kedua, mengelola sampah organik seperti sisa halaman dan upakara dengan sistem teba modern. Ketiga, membawa sampah 3R (reduce, reuse, recycle) ke TPS3R atau TPST.

“Sistem teba modern ini tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga dapat diterapkan di tempat ibadah, misalnya di jaba atau halaman luar tempat ibadah. Tanamkan pula kesadaran umat untuk menjaga kebersihan tempat ibadah dengan tidak membuang ataupun meninggalkan sampah di tempat suci,” katanya.

Putri Koster mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi, bergotong royong, dan menyumbangkan ide serta inovasi guna mengatasi persoalan sampah. Ia juga menegaskan komitmen TP PKK untuk terus mengabdi dengan tulus demi kebersihan lingkungan Bali.

“Menjadi Duta PSBS PADAS adalah sebuah kehormatan. Di sinilah kecintaan kita terhadap Pulau Bali dibuktikan. Meskipun tanpa imbalan, namun dengan kerja sepenuh hati dan ketulusan, hasil yang kita harapkan akan segera terwujud,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, memberikan apresiasi kepada tim Percepatan Bali Bebas Sampah, khususnya para Duta PSBS yang terus aktif menyosialisasikan isu penggunaan plastik sekali pakai serta pengolahan sampah berbasis sumber.

Ia juga menyoroti penggunaan kantong plastik oleh pedagang di pasar tradisional, yang kerap menggunakan kresek plastik besar untuk mengangkut barang dagangan.

Ia pun mengusulkan solusi praktis untuk mengatasi hal tersebut. “Saya sering melihat para pedagang mengangkut barang dagangannya menggunakan kresek plastik besar. Sehingga saya mengusulkan agar dibuatkan aturan para pedagang menggunakan besek untuk mengangkut barang mereka,” ujarnya. (ana)

7.187 Atlet Pelajar Mulai Berlaga di PORJAR Bali 2025

Pembukaan PORJAR Provinsi Bali Tahun 2025 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Sabtu (31/5/2025).
Pembukaan PORJAR Provinsi Bali Tahun 2025 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Sabtu (31/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 7.187 atlet pelajar dari seluruh Bali mulai berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Provinsi Bali Tahun 2025 yang resmi dibuka Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Sabtu (31/5/2025).

Kompetisi bergengsi antar pelajar ini berlangsung selama enam hari, dari 31 Mei hingga 5 Juni 2025, dan diikuti total 8.299 peserta, termasuk pelatih dan official.

Ajang tahunan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan mengembangkan pembinaan olahraga pelajar di Bali. Ribuan peserta dari sembilan kabupaten/kota turut ambil bagian dalam berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan di 43 venue yang tersebar di empat wilayah: tujuh di Kabupaten Badung, tiga di Kabupaten Tabanan, satu di Kabupaten Gianyar, dan 32 di Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pembina olahraga, mulai dari tingkat sekolah hingga provinsi, atas dedikasi mereka dalam membina generasi muda Bali.

Ia menekankan pentingnya pembinaan olahraga yang dilakukan secara “bertahap, berjenjang, dan berkelanjutan guna mencetak atlet yang handal dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.”

Lebih lanjut, Giri Prasta menilai pembinaan yang terstruktur sejak usia dini dapat menghasilkan atlet profesional yang berkualitas. “Hal ini hanya dapat dicapai melalui perencanaan yang baik, evaluasi yang berkesinambungan, kerja keras, semangat berprestasi, serta komitmen semua pihak dalam mewujudkan tujuan bersama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa PORJAR bukan sekadar arena kompetisi. “Tetapi juga merupakan ajang membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai sportivitas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab,” tegasnya. Ia optimistis dari kegiatan ini akan lahir atlet-atlet masa depan Bali yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

PORJAR 2025 mengusung tema “Melalui Pekan Olahraga Pelajar dengan Semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Kita Ciptakan Atlet Pelajar Berkarakter dan Berprestasi Wujudkan Indonesia Emas.” Giri Prasta mengajak seluruh elemen olahraga untuk memperkuat peran olahraga dalam membentuk jati diri generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Wagub juga mengingatkan bahwa olahraga kini menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. “Olahraga tidak bisa lagi ditangani secara seadanya,” ujarnya.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang menegaskan kewenangan dan tanggung jawab daerah untuk mengembangkan sistem pembinaan dan pengelolaan olahraga. “Kolaborasi yang profesional, terbuka, dan sinergis antar semua pihak menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan pembinaan keolahragaan di Bali,” tuturnya.

Ketua Panitia PORJAR 2025, Putu Bayu Putra Mahendra, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana evaluasi dan pengembangan prestasi olahraga pelajar di Bali. “PORJAR 2025 bertujuan memberikan ruang kompetisi yang sehat serta mendorong pelajar untuk berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaiknya, sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang,” jelasnya.

Sebanyak 8.299 peserta ikut ambil bagian dalam PORJAR tahun ini, terdiri dari 7.187 atlet pelajar, 713 pelatih, dan 449 official. Mereka akan bertanding dalam 34 cabang olahraga resmi dan tujuh cabang olahraga ekshibisi.

Putu Bayu mengapresiasi semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap PORJAR 2025 berjalan lancar dan sukses. “Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga pelajar yang lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan,” tandasnya. (ana)

Sejarah dan Makna Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni

Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. (Foto:shutterstock.com)
Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. (Foto:shutterstock.com)

PANTAUBALI.COM – Tanggal 1 Juni memiliki makna penting dalam sejarah bangsa Indonesia karena diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Penetapan tanggal ini merujuk pada momen bersejarah saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bertujuan merumuskan dasar negara Indonesia. Sidang pertama BPUPKI dimulai pada 29 Mei 1945, dengan agenda utama membahas fondasi negara merdeka.

Pada sidang BPUPKI berikutnya, tepatnya 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato bersejarah yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”. Pidato ini sebenarnya belum diberi judul pada saat disampaikan, dan baru kemudian dinamai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam pengantar buku yang memuat pidato tersebut.

Dalam pidato tersebut, Soekarno menguraikan gagasannya tentang lima prinsip dasar negara Indonesia, yang diberi nama “Pancasila”. Istilah “panca” berarti lima, sedangkan “sila” berarti asas atau prinsip. Lima sila yang dikemukakan oleh Bung Karno adalah: Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Ketuhanan yang Maha Esa.

Guna menyempurnakan dasar negara dan menyusun Undang-Undang Dasar, dibentuklah Panitia Sembilan yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Agus Salim, dan lainnya. Hasil kerja mereka kemudian menjadi bagian dari Pembukaan UUD 1945.

Pancasila secara resmi disahkan pada 18 Agustus 1945 dalam Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan dicantumkan dalam pembukaan UUD 1945 sebagai dasar negara yang sah.

Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya menjadi pengingat sejarah penting, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara. Sebagai generasi penerus, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila, sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa, merupakan anugerah besar dari Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia. Nilai-nilainya berperan besar dalam mempersatukan masyarakat Indonesia yang beragam.

Mengamalkan Pancasila adalah bentuk nyata cinta tanah air dan kontribusi dalam membangun bangsa yang adil dan sejahtera. Praktik nilai-nilai Pancasila bisa dilakukan dalam tindakan sederhana, seperti saling menghormati, menjunjung toleransi, dan mengedepankan kerja sama.

Dengan semangat inklusivitas, toleransi, dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila, keberagaman di Indonesia dapat dirajut menjadi kekuatan yang memperkokoh identitas nasional dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. (ana)