- Advertisement -
Beranda blog Halaman 172

165 Ekor Anjing dan Kucing di Desa Padangan Pupuan Divaksin Rabies

Vaksinasi rabies di Desa Padangan Pupuan, Tabanan, Selasa (10/6/2025).
Vaksinasi rabies di Desa Padangan Pupuan, Tabanan, Selasa (10/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Untuk pencegahan penularan penyakit rabies, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, melaksanakan vaksinasi rabies hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing pada Selasa (10/6/2025).

Kegiatan vaksinasi yang dipusatkan di dua tempat yakni di depan Kantor Bumdes Padangan dan Bale Banjar Dauh Tukad ini menyasar sebanyak 165 ekor anjing dan kucing.

Antusias masyarakat Desa Padangan terpantau cukup tinggi. Selain mengikuti vaksinasi masal, beberapa warga juga secara sukarela melaksanakan vaksinasi secara mandiri

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi rabies merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk mengendalikan penyakit zoonotik.

“Kegiatan vaksinasi ini bukan hanya upaya teknis, tetapi bagian dari komitmen kami untuk menjaga kesehatan hewan dan manusia secara berkelanjutan. Pencegahan rabies membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat,” tegas  Subagia.

Sementara itu, Perbekel Desa Padangan, Ir. I Wayan Warditha, turut menyampaikan harapan besar agar status “merah rabies” yang selama ini melekat pada Desa Padangan dapat segera dicabut.

“Kami sangat berharap agar status merah rabies yang tercatat sejak 2023 bisa terhapus di tahun 2025 ini. Apalagi, berdasarkan data, sejak dilakukan vaksinasi pada tahun 2024 hingga hari ini, tidak ditemukan lagi kasus rabies positif di Desa Padangan. Ini adalah hasil kerja bersama yang harus terus kita jaga,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat warga Desa Padangan dan desa lainnya di Kabupaten Tabanan untuk semakin sadar akan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. (ana)

Desa Buahan Kembangkan Tanaman Kelor Sebagai Komoditas Unggulan Baru di Tabanan

Penanaman Bibit Pohon Kelor di Desa Buahan Tabanan, Selasa (10/6/2025).
Penanaman Bibit Pohon Kelor di Desa Buahan Tabanan, Selasa (10/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kabupaten Tabanan sudah lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditi pertanian dan perkebunan yang melimpah di Bali. Jika wilayah barat seperti Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Raya telah lama dikenal dengan komoditas manggis, cengkeh, kopi, dan durian, kini giliran Desa Buahan di Kecamatan Tabanan yang mulai mengembangkan potensi komoditi perkebunan baru yakni tanaman kelor.

Langkah ini diawali dengan penanaman 500 bibit kelor pada Selasa (10/6/2025), yang nantinya akan dikelola oleh Kelompok Tani Ringa Sari Desa Buahan. Penanaman ini dilakukan di atas lahan seluas 55 are dan menjadi bagian dari upaya strategis desa dalam mengembangkan kelor sebagai komoditas unggulan baru.

Ditemui di sela-sela kegiatan penanaman bibit kelor, Kepala Desa Buahan, I Gede Ari Wastika menyampaikan, pengembangan kelor juga terintegrasi dengan keberadaan UMKM lokal di Desa Buahan, yakni usaha Mie Kelor GUD yang telah lebih dahulu memanfaatkan potensi tanaman ini.

Tanaman kelor juga bisa diolah menjadi berbagai produk olahan, sehingga budidaya tanaman ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat tetapi juga berpotensi besar mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

“Dengan tumbuhnya kelor secara optimal, masyarakat akan diberdayakan untuk memanen dan mengolahnya menjadi berbagai produk seperti tepung, bubuk, hingga minyak kelor,” tambahnya.

Selain itu, penanaman kelor ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Ketahanan Pangan. “Di tingkat desa, kami diwajibkan untuk turut serta mendukung ketahanan pangan. Penanaman kelor ini diharapkan dapat menekan angka stunting, melestarikan alam, sekaligus memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya berhenti pada 500 bibit, Desa Buahan menargetkan penanaman 2.000 pohon kelor dalam waktu dekat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. “Ke depan, setiap kepala keluarga (KK) juga akan diberikan satu pohon kelor untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing,” imbuh Ari Wastika.

Sementara itu, pemilik usaha Mie Kelor GUD, I Wayan Sumerta Dana Arta, turut mendukung program tersebut. Ia menyebut kelor sebagai “mutiara hijau” yang memiliki potensi besar layaknya rumput laut. Selain itu, kebutuhan kelor dunia saat ini jauh lebih tinggi dari kapasitas produksi dalam negeri.

“Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan kelor dunia. Sebagai perbandingan, Nusa Tenggara Timur (NTT) saja baru bisa menyuplai 20 ton dari total kebutuhan 100 ton per bulan,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Sumerta Dana, bahan baku produksi mie kelornya masih dipasok dari luar desa karena keterbatasan pasokan lokal. Karena itu, ia berharap inisiatif pemerintah Desa Buahan untuk mengembangkan komoditas kelor bisa menjadi solusi sekaligus penggerak ekonomi desa.

Program penanaman kelor ini juga dirancang secara berkelanjutan. Kelompok Tani Ringa Sari akan dilibatkan dalam seluruh proses mulai dari penanaman, pemetikan daun, pengeringan, hingga pengolahan menjadi berbagai produk pangan dan minuman berbasis kelor.

Dengan potensi besar tersebut, tanaman kelor diharapkan mampu menjadi ikon baru Desa Buahan dan mendorong terciptanya desa yang sehat, mandiri secara pangan, serta berdaya saing dalam pengembangan produk lokal. (ana)

Mih! 2 Pemuda Gagahi Gadis 13 Tahun di Klungkung

IWAJ alias KCG (21), dan PER (21) dibekuk aparat Polres Klungkung.
IWAJ alias KCG (21), dan PER (21) dibekuk aparat Polres Klungkung.

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Kasus asusila terhadap seorang anak di bawah umur kembali mencoreng wajah kemanusiaan. Seorang gadis berusia 13 tahun di Klungkung menjadi korban kebiadaban dua pemuda, yang kini telah berhasil diamankan pihak kepolisian.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan seorang ibu yang kehilangan putrinya pada Minggu malam, 1 Juni 2025. Sang suami menyadari bahwa anak mereka tidak berada di rumah, sementara upaya mencari dan menghubungi korban berujung buntu. Nomor ponselnya tidak aktif. Kekhawatiran keluarga pun memuncak.

Dua hari berselang, tepatnya pada 3 Juni 2025 sekitar pukul 17.30 WITA, harapan kembali muncul. Korban mengirim pesan melalui Facebook kepada seorang kenalan, meminta dijemput di wilayah Kusamba, Kecamatan Dawan. Ia kemudian dijemput dan dibawa pulang oleh saksi bersama ibunya.

Namun kepulangan itu tak membawa ketenangan. Pada keesokan harinya, Rabu 4 Juni 2025, gadis yang kita sebut saja Bunga ini mengungkapkan bahwa ia telah menjadi korban persetubuhan oleh dua orang pria di dua tempat berbeda.

Laporan sang ibu langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Sat Reskrim Polres Klungkung. Di bawah komando AKP Made Teddy Satria Permana, tim yang dipimpin langsung oleh Kanit IV Tipidter, IPDA I Komang Sandiarsa, bergerak cepat. Hasilnya, dua terduga pelaku berhasil diringkus di dua lokasi berbeda di wilayah Kusamba.

Kedua pelaku diketahui berinisial I W A J alias KCG (21) dan P E R (21). Dari hasil penyelidikan, perbuatan bejat itu dilakukan secara terpisah oleh I W A J pada 1 Juni dan oleh P E R keesokan harinya, 2 Juni 2025, di tempat berbeda.

Kini, keduanya telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 76D juncto Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya sangat berat, mencerminkan keseriusan negara dalam melindungi anak-anak dari kekerasan seksual. (MAH)

Prabowo Cabut 4 Izin Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Presiden Prabowo cabut izin 4 usaha pertambangan (IUP) milik empat perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Raja Ampat.
Presiden Prabowo cabut izin 4 usaha pertambangan (IUP) milik empat perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Raja Ampat.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas untuk melindungi lingkungan Raja Ampat, Papua Barat, dengan mencabut izin usaha pertambangan (IUP) milik empat perusahaan tambang nikel yang beroperasi di kawasan tersebut. Keputusan ini diambil usai rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden di Istana.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pencabutan izin ini dilakukan setelah mempertimbangkan sejumlah masukan dari kementerian terkait, termasuk temuan soal dampak lingkungan dan keberadaan Raja Ampat sebagai wilayah konservasi yang sensitif.

“Presiden memimpin langsung rapat membahas aktivitas tambang di Raja Ampat. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, akhirnya diputuskan bahwa izin empat perusahaan tambang dicabut,” ungkap Prasetyo dalam konferensi pers, Selasa (10/6).

Menurut data Kementerian ESDM, saat ini terdapat lima perusahaan tambang yang memiliki izin di wilayah Raja Ampat. Dua perusahaan yaitu PT Gag Nikel dan PT Anugerah Surya Pratama (ASP) yang mengantongi izin dari pemerintah pusat. Sementara tiga lainnya yakni PT Mulia Raymond Perkasa (MRP), PT Kawei Sejahtera Mining (KSM), dan PT Nurham, yang dapat izin dari pemerintah daerah.

Dari kelima perusahaan tersebut, empat menjadi sasaran pencabutan izin. Langkah ini diambil menyusul investigasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menemukan pelanggaran serius terhadap aturan lingkungan oleh empat perusahaan, termasuk dua yang berizin pusat.

Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, sejak awal telah menyuarakan kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang nikel. Ia menegaskan bahwa 97 persen wilayah Raja Ampat adalah kawasan konservasi, dan seharusnya terbebas dari eksploitasi.

“Kami di daerah memiliki kewenangan terbatas. Ketika terjadi pencemaran, kami hanya bisa melaporkan karena izin dikeluarkan pusat,” ujar Orideko dalam pernyataan di Sorong, Sabtu (31/5).

Penolakan terhadap tambang juga disuarakan oleh masyarakat sipil. Aksi protes dilakukan oleh empat pemuda Papua bersama aktivis Greenpeace saat Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno berbicara di ajang Indonesia Critical Minerals Conference 2025 di Jakarta (3/6). Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Nickel Mines Destroy Lives” dan “Save Raja Ampat from Nickel Mining”.

Sementara itu, investigasi KLHK yang dilakukan pada akhir Mei 2025 mengonfirmasi adanya pelanggaran lingkungan berat yang dilakukan empat perusahaan—PT Gag Nikel, PT ASP, PT MRP, dan PT KSM. Ironisnya, klaim dari Kementerian ESDM sebelumnya menyebut tak ada masalah berarti pada operasional tambang tersebut.

“Dari peninjauan udara, kawasan pesisir terlihat baik-baik saja, tidak ada sedimentasi yang signifikan,” kata Dirjen Mineral dan Batubara, Tri Winarno, Sabtu (7/6), seperti dikutip dari situs resmi ESDM.

Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain. Langkah cepat Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak mentolerir kerusakan lingkungan, terlebih di kawasan seindah dan seunik Raja Ampat. (MAH)

Saksi Ungkap Detik-Detik Penemuan Jasad Balita 4 Tahun yang Tewas Terseret Arus Sungai

KPH ditemukan tak bernyawa setelah diduga hanyut dan tenggelam di sungai
KPH ditemukan tak bernyawa setelah diduga hanyut dan tenggelam di sungai

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Warga Gang Cempaka, Lingkungan Kebon Kori, Jalan Sedap Malam, Denpasar Timur, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang bocah laki-laki pada Senin pagi (9/6). Balita berusia empat tahun berinisial KPH ditemukan tak bernyawa setelah diduga hanyut dan tenggelam di sungai yang melintasi kawasan tersebut.

Jasad KPH ditemukan mengambang di sisi timur jembatan sekitar pukul 10.00 WITA dalam kondisi mengenaskan. Tubuh mungilnya tengkurap dengan kepala mengarah ke barat, mengenakan kemeja biru dan celana pendek bermotif batik.

“Korban sudah dalam kondisi tidak bergerak, sebagian tubuhnya tenggelam dalam air,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.

Saksi mata, HD (59), warga asal Banyuwangi yang saat itu berada di lokasi, sempat berupaya menyelamatkan korban. Ia menarik tubuh KPH dari sungai, lalu mencoba memberikan pertolongan pertama dengan menekan dada dan memiringkan tubuh korban agar air keluar dari saluran pernapasannya. Namun sayang, nyawa bocah itu tak tertolong.

“Anaknya sudah lemas, tidak bernapas saat saya temukan,” ujar HD kepada petugas di lokasi.

Warga yang panik langsung melaporkan kejadian ini ke Kepala Lingkungan dan Lurah setempat. Tak lama kemudian, orang tua korban, TP (33), datang dengan penuh kepanikan dan segera membawa anaknya ke RS Dharma Yadnya.

Dokter jaga di rumah sakit tersebut memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

“Tubuh korban sudah membiru, kaku, dan keluar cairan dari hidung serta mulutnya. Tidak ditemukan bekas luka benturan,” terang dokter berinisial H.

Polisi menduga kuat bahwa KPH terpeleset lalu jatuh ke sungai sebelum akhirnya terseret arus yang cukup deras. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk tidak menempuh jalur hukum.

Jenazah korban kini disemayamkan sementara di RS Dharma Yadnya dan direncanakan akan dipulangkan ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, menggunakan ambulans. (mah)

Pencarian Kakek Rerod di Karangasem Dihentikan di Hari ke-4, Keluarga Gelar Upacara Adat

Pencarian I Made Rerod (75), warga Banjar Gangbang, Desa Seraya, Karangasem, yang dilaporkan hilang sejak Kamis (5/6/2025) lalu. 
Pencarian I Made Rerod (75), warga Banjar Gangbang, Desa Seraya, Karangasem, yang dilaporkan hilang sejak Kamis (5/6/2025) lalu. 

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Tim SAR gabungan menghentikan pencarian terhadap I Made Rerod (75), warga Banjar Gangbang, Desa Seraya, Karangasem, yang dilaporkan hilang sejak Kamis (5/6/2025) lalu. Setelah empat hari pencarian intensif, keberadaan korban belum juga diketahui.

Koordinator Pos SAR Karangasem, Ngurah Eka Wiadnyana mengatakan, penghentian operasi pencarian ini atas permintaan keluarga korban yang memilih menggelar upacara sesuai dengan adat atau pencarian secara niskala.

“Operasi SAR telah memasuki hari keempat dan selama pencarian tim telah menjelajahi area-area potensial, namun hasilnya masih nihil,” ujarnya Senin (9/6/2025).

Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi SAR berlangsung maksimal selama tujuh hari. Meski demikian, upaya pencarian bisa kembali dilanjutkan apabila ditemukan petunjuk atau laporan baru dari masyarakat.

“Jika nanti ada informasi baru mengenai keberadaan korban, kami siap membuka kembali operasi SAR untuk membantu proses evakuasi,” jelas Ngurah Eka.

Pada Senin Pagi, tim gabungan melakukan penyisiran mulai pukul 07.45 WITA dengan rute dari Bukit Kayu Wit ke arah timur menuju wilayah Seraya Timur. Tim menelusuri area perbukitan, tegalan, hingga kawasan sekitar Pura Lingga Jati.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, I Made Rerod diketahui kerap berjalan-jalan di sekitar desa, namun kali ini dilaporkan terlihat berjalan jauh hingga ke wilayah perbukitan di desa tetangga.

Selama proses pencarian, unsur yang terlibat di antaranya adalah Pos SAR Karangasem, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Seraya Tengah, BPBD Karangasem, aparat dusun, keluarga korban, serta masyarakat sekitar. (ana)

Pemprov Bali Segara Bentuk BUMD dan Perseroda Pangan, Energi, Transportasi

Rapat Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Pangan, Air, Energi dan Transportasi bertempat di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha pada Senin (9/6/2025).
Rapat Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Pangan, Air, Energi dan Transportasi bertempat di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha pada Senin (9/6/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Pangan, Air, Energi dan Transportasi segera dibentuk di Provinsi Bali. Rencana pembentukan telah dibahas oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran terkait dalam rapat yang bertempat di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha pada Senin (9/6/2025) siang.

Dalam kesempatan ini, Koster menjelaskan penataan pembangunan Bali 5 tahun kedepan dilakukan secara komprehensif sesuai yang tertuang dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru.

“Saya ingin membuat tatanan kehidupan masa depan Bali sehingga Pemimpin kedepan memiliki pondasi pembangunan Bali yang baik sesuai yang tertuang dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru,” jelasnya.

Mengawali arahannya, Koster kembali menegaskan keinginannya agar Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih. Untuk mewujudkan itu, Ia telah meminta pembangkit listrik di Bali harus menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan.

“Selain pembangkit listrik yang harus ramah lingkungan agar udara Bali tidak mengalami polusi, Saya juga mendorong penggunaan PLTS Atap,” terangnya.

Disebutkannya pembangkit listrik, industri dan kendaraan merupakan beberapa sumber yang mengakibatkan polusi udara. Untuk itu, Ia mendorong masyarakat Bali menggunakan kendaraan listrik.

Koster berkeinginan kedepan masyarakat Bali tidak mengalami permasalahan listrik atau ketersediaan energi serta memiliki kepastian agar listrik bisa terus menyala tanpa gangguan seperti yang selama ini sering padam.

Selain Energi, Koster juga ingin memaksimalkan ketersediaan sumber air di Bali yang melimpah namun belum dimanfaatkan dengan baik.

“Ketersediaan debit air di Bali sebenarnya cukup banyak namun belum dimanfaatkan secara baik. Satu daerah airnya melimpah bahkan sampai terbuang, namun ada daerah yang kekurangan air. Ketersediaan air yang melimpah ini harus dimanfaatkan agar merata, jangan sampai ada yang kekurangan atau kesulitan air,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bali Daulat Pangan juga menjadi salah satu program prioritas Gubernur Koster. Ia mengatakan bahwa tanah Bali merupakan tanah yang subur.

Tidak perlu diragukan lagi banyak komoditas asli Bali yang kualitasnya bagus namun belum terserap dengan baik selama ini.

“Kita harus bisa hidup dari sumber pangan Bali itu sendiri. Bali itu kaya akan sumber pangan. Saya ingin masyarakat Bali untuk makan atau hidupnya bisa semuanya terpenuhi dari Bali sendiri. Tidak harus mendatangkan dari luar Bali. Untuk itu, saya ingin Bali daulat pangan. Kita harus petakan komoditas pangan di Bali. Bali membutuhkan inovasi dalam sektor pertanian, khususnya dalam pemanfaatan lahan kering dengan pendekatan teknologi modern,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Koster, dengan hadirnya BUMD Pangan di Bali maka hasil petani akan dibeli oleh BUMD selanjutnya disalurkan ke industri dan dibayar diawal sehingga petani langsung menikmati tanpa harus menunggu lama pembayarannya. Selain ke industri, BUMD juga nantinya bisa menjual hasil petani ke masyarakat dengan harga yang murah.

“Dengan hadirnya BUMD akan memutus Pengijon atau Tengkulak sehingga petani mendapatkan harga yang pantas. Mengingat selama ini dengan sistem ijon, di mana tanaman atau hasil pertanian dibeli dalam kondisi belum panen (masih hijau) dan baru diserahkan setelah panen dengan harga yang lebih rendah. Hotel harus mengakomodir hasil petani Bali, mereka harus menggunakan produk lokal Bali,” imbuhnya.

Sementara dibidang Transportasi, layanan transportasi darat, laut, dan udara di Provinsi Bali memerlukan pengelolaan yang baik untuk menjawab tantangan mobilitas. Berbagai permasalahan transportasi di Provinsi Bali perlu menjadi perhatian, utamanya di transportasi darat.

Tingginya pertumbuhan kendaraan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan jalan menyebabkan berbagai permasalahan mobilitas. Selain itu, transportasi publik merupakan layanan publik yang wajib disediakan oleh pemerintah.

“Pengelolaan angkutan umum yang baik menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah mobilitas di Bali,” jelasnya.

Untuk itu, dalam rangka pengelolaan transportasi (khususnya transportasi darat) secara profesional dan berkelanjutan, maka diperlukan pengembangan sistem kelembagaan yang cocok untuk diterapkan.

Hadir pada kesempatan ini, Tim Percepatan Pembangunan Pemprov Bali, Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov Bali, serta perwakilan Kabupaten/Kota se-Bali. (ana)

Balita 4 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Jalan Sedap Malam

Penemuan jasad seorang balita yang terseret arus di aliran sungai kawasan Jalan Sedap Malam, Gang Cempaka, pada Senin (9/6/2025) pagi.
Penemuan jasad seorang balita yang terseret arus di aliran sungai kawasan Jalan Sedap Malam, Gang Cempaka, pada Senin (9/6/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Warga Lingkungan Kebon Kori, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang balita yang terseret arus di aliran sungai kawasan Jalan Sedap Malam, Gang Cempaka, pada Senin (9/6/2025) pagi.

Korban diketahui berinisial KPH, anak laki-laki berusia 4 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja biru dan celana pendek batik, dengan postur tubuh gemuk dan tinggi sekitar satu meter.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menjelaskan, KPH pertama kali terlihat warga dalam posisi mengambang di sisi timur jembatan sekitar pukul 10.00 WITA. “Saat ditemukan, tubuh korban menghadap ke bawah dengan kepala mengarah ke barat, sebagian sudah masuk ke dalam air,” jelasnya.

Saksi mata, seorang pria berinisial HD (59), warga asal Banyuwangi yang tinggal di sekitar lokasi, sempat ikut membantu proses evakuasi dan memberikan pertolongan pertama. Namun, KPH ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, tidak bernafas, dan tubuhnya lemas.

HD kemudian menyampaikan kejadian itu ke warga lainnya dan diteruskan kepada Kepala Lingkungan Kebon Kori serta Lurah Kesiman. Tak lama berselang, orang tua balita itu, berinisial TP (33), datang dan segera membawa anaknya ke RS Dharma Yadnya.

Dokter jaga rumah sakit menyatakan bahwa denyut jantung korban sudah tidak ada. Pemeriksaan luar menunjukkan adanya cairan yang keluar dari hidung dan mulut, tubuh membiru, serta kondisi korban sudah kaku, mengindikasikan bahwa korban telah meninggal dunia akibat tenggelam.

“Korban diduga jatuh ke sungai dan terbawa arus deras, sehingga menyebabkan tenggelam,” ujar AKP Sukadi.

Untuk sementara, jenazah KPH dititipkan di RS Dharma Yadnya dan akan dipulangkan ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, menggunakan ambulans.

“Pihak keluarga telah membuat pernyataan resmi bahwa mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum,” tambah Sukadi. (ana)

Cuaca Ekstrem, BPBD Tabanan Himbau Masyarakat Waspada Siapkan Langkah Antisipasi Dini 

Pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Tabanan.
Pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang tidak menentu.

Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan dalam beberapa hari terakhir dapat menimbulkan berbagai risiko bencana, seperti pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengajak masyarakat agar tidak lengah dan tetap siaga dalam menghadapi perubahan cuaca saat ini.

“Kami mengajak warga masyarakat Tabanan untuk selalu waspada dan sigap menyikapi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Mohon tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti lereng, bantaran sungai, dan wilayah yang berpotensi longsor atau banjir,” ujarnya, Senin (9/6/2025).

Cuaca ekstrem seperti hujan deras yang turun secara terus-menerus dalam waktu singkat maupun panjang dapat menimbulkan berbagai bencana alam. Di antaranya adalah banjir, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin hingga terganggunya akses transportasi.

Kondisi ini tentu dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat, serta mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari.

BPBD Kabupaten Tabanan juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan apabila terjadi bencana atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing. Laporan dapat disampaikan langsung ke kantor BPBD Tabanan yang beralamat di Banjar Tanah Pegat, Jalan Semila Jati II, Dusun Tonja, Desa Gubug, Tabanan.

Masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat Emergency Call: 0361-811171 untuk mendapatkan penanganan cepat.

Dalam situasi darurat, BPBD Kabupaten Tabanan akan memberikan prioritas penanganan pada kejadian-kejadian bencana yang mengancam keselamatan jiwa, seperti evakuasi korban, pembukaan akses jalan yang terputus, penanganan banjir, serta pendirian posko dan distribusi logistik bagi warga terdampak.

Penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta relawan kebencanaan. (ana)

Viral Pria Tembaki Anjing dengan Senapan di Kawasan Sawah Jatiluwih, Ini Kata Kapolsek Penebel

Tangkapan layar - Seorang pria menembak anjing liar dengan senapan angin di kawasan persawahan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan.
Tangkapan layar - Seorang pria menembak anjing liar dengan senapan angin di kawasan persawahan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria menembak anjing liar dengan senapan angin di kawasan persawahan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, viral di media sosial.

Video tersebut diunggah akun Instagram @the.warung.168 pada Minggu (8/6/2025) dan memicu respons warganet yang mengecam aksi tersebut.

Dalam video terlihat, seorang pria membawa senjata api dengan sadis menembak seekor anjing putih yang berada di pinggir jalan sawah Jatiluwih. Pelaku penembakan diduga lebih dari satu orang.

Akibat kejadian itu, anjing putih malang itu mengalami luka di bagian kaki belakang dan tidak bisa berjalan. Anjing tersebut lantas diselamatkan oleh beberapa orang yang ada di lokasi.

Pengunggah video berencana melaporkan peristiwa ini ke aparat kepolisian, mulai dari tingkat Polsek, Polres Tabanan, hingga Polda Bali.

Kapolsek Penebel, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, saat dikonfirmasi pada Senin (9/6/2025), menyatakan, belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian. Namun demikian, pihaknya tetap merespons informasi terkait video viral tersebut.

“Belum ada laporan hingga saat ini di Polsek. Tapi kita sudah tindak lanjuti untuk menggali informasi terlebih dulu,” jelasnya.

AKP Alit menambahkan, dari hasil penelusuran sementara, pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari masyarakat sekitar, terutama dari pemilik lahan di lokasi kejadian.

Adapun penembakan dilakukan karena sejumlah anjing dilaporkan merusak tanaman padi yang baru dipanen. Warga kemudian berinisiatif mengeksekusi dua ekor anjing liar tersebut menggunakan senapan angin.

“Pemilik anjing juga tidak mempermasalahkan kejadian itu. Namun saya sudah minta Bhabinkamtibmas Desa Jatiluwih untuk menemui warga yang nembak dan melakukan klarifikasi,” jelasnya.

Meski demikian, jika ada pihak yang merasa tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut, pihak kepolisian akan memproses laporan sesuai mekanisme yang berlaku. (ana)