- Advertisement -
Beranda blog Halaman 172

Rekomendasi Olahraga Indoor yang Bisa Dicoba di Rumah Saat Hujan

Olahraga Yoga di ruangan
Olahraga Yoga di ruangan. (foto: freepik.com)

PANTAUBALI.COM – Musim hujan sering kali membawa hawa dingin yang membuat tubuh enggan beranjak dari selimut. Namun, terlalu lama bermalas-malasan justru bisa membuat tubuh kaku dan kurang bertenaga.

Agar tetap sehat dan bugar meski cuaca tak mendukung untuk beraktivitas di luar, kamu bisa mencoba berbagai olahraga ringan yang bisa dilakukan di dalam rumah.

Berikut lima olahraga indoor yang praktis, hemat, dan cocok untuk menjaga kebugaran selama musim hujan:

1. Yoga

Selain meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot, yoga juga mampu menenangkan pikiran dan meredakan stres. Praktik yoga bisa dilakukan kapan saja dan hanya membutuhkan matras.

Cobalah gerakan dasar seperti child’s pose, downward dog, dan cobra stretch untuk memulai hari dengan lebih bugar. Yoga juga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membantu tubuh lebih relaks.

2. Workout

Tak punya alat olahraga di rumah bukan menjadi masalah. Cukup manfaatkan berat tubuhmu sendiri. Lakukan gerakan seperti jumping jack, squat, plank, atau mountain climbers dalam durasi 10–15 menit. Meski sederhana, gerakan ini cukup efektif membakar kalori dan memperlancar peredaran darah.

3. Zumba Online

Buat kamu yang suka musik dan gerakan energik, zumba bisa jadi pilihan seru. Saat ini banyak kelas zumba daring yang bisa diakses gratis melalui YouTube atau aplikasi fitness. Selain menyenangkan, zumba juga terbukti efektif meningkatkan stamina dan membentuk tubuh ideal.

4. Latihan Peregangan (Stretching)

Jika waktumu terbatas, minimal luangkan 5–10 menit untuk melakukan stretching. Peregangan membantu mengurangi ketegangan otot dan menjaga kelenturan tubuh, terutama setelah duduk terlalu lama. Fokus pada leher, bahu, punggung, dan paha agar tubuh tetap nyaman saat beraktivitas.

5. Naik-Turun Tangga

Terdengar sepele, tapi naik-turun tangga bisa jadi latihan kardio yang ampuh. Aktivitas ini membantu memperkuat otot kaki dan jantung, sekaligus melatih keseimbangan. Lakukan secara bertahap, mulai dari 5–10 menit dan tambah durasi secara perlahan.

Tak perlu keluar rumah untuk tetap sehat di musim hujan. Cukup dengan menyisihkan waktu beberapa menit setiap hari dan memilih olahraga sesuai kebutuhan, kamu bisa tetap aktif meski cuaca mendung. (ana)

Empat Duta Tabanan akan Tampil di Minggu Kedua PKB 2025

Sekaa Gong Abinaya tampil memukau membawakan garapan “Pangurip Bumi” di ajang Utsawa Balaganjur Remaja PKB XLVII 2025.
Sekaa Gong Abinaya tampil memukau membawakan garapan “Pangurip Bumi” di ajang Utsawa Balaganjur Remaja PKB XLVII 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Empat duta kesenian dari Kabupaten Tabanan siap unjuk kemampuan di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025. Mereka akan tampil dalam empat kategori lomba atau Wimbakara yang digelar selama minggu kedua pelaksanaan PKB, yakni mulai 29 Juni hingga 5 Juli 2025.

Adapun keempat lomba tersebut meliputi Wimbakara Gender Wayang Anak-anak, Wimbakara Tari Barong Ket, Jantra Tradisi Bali (Pacentokan Olahraga Tradisional), dan Wimbakara Mesatwa Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana menyampaikan, keikutsertaan para duta dalam lomba-lomba tersebut merupakan wujud nyata pelestarian budaya lokal dan keterlibatan aktif generasi muda dalam memaknai warisan leluhur.

“Empat duta kesenian yang akan tampil di minggu kedua PKB ini membawa kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Tabanan. Mereka bukan hanya mewakili kemampuan individu atau sanggar, tetapi juga membawa misi besar pelestarian seni dan tradisi leluhur kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh peserta telah siap tampil secara maksimal sebab keempat duta telah dipersiapkan secara matang dan telah melalui proses pembinaan yang intensif.

“Semua sudah dipersiapkan dengan matang, dari segi materi, penampilan, hingga teknik. Kami harapkan mereka tidak hanya tampil apik, tetapi juga mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama Tabanan di ajang PKB tahun ini,” pungkas Yudiana.

Pada Minggu, 29 Juni 2025 pukul 10.00 WITA, Sanggar Leklok dari Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan akan tampil dalam ajang Wimbakara Gender Wayang Anak-anak yang bertempat di Kalangan Angsoka.

Selanjutnya, Kamis, 3 Juli 2025 pukul 20.00 WITA, Sanggar Seni Hari Dwipa Gamelan Group asal Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan akan berkompetisi dalam Wimbakara Tari Barong Ket yang diselenggarakan di Panggung Terbuka Ardha Candra.

Kemudian pada Jumat, 4 Juli 2025 pukul 08.00 WITA, Tabanan juga akan berpartisipasi dalam Jantra Tradisi Bali, khususnya lomba olahraga tradisional seperti Metajogan, Terompah, dan Deduplak yang akan berlangsung di Lapangan Timur UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Sementara itu, pada Sabtu, 5 Juli 2025 pukul 17.00 WITA, duta Tabanan juga akan mengikuti Wimbakara Mesatwa Bali yang berlokasi di depan Gedung Kriya. (ana)

Kesal Tak Dihiraukan, Residivis asal Lumajang Tusuk Mantan Pacar di Kuta Selatan

G dibekuk aparat bersama barang bukti pisau dan pakaian. (Istimewa)
G dibekuk aparat bersama barang bukti pisau dan pakaian. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BADUNG  – Rupanya jeruji besi tak membuat pria inisial G (26) kapok. Kali ini, residivis asal Lumajang, Jawa Timur itu kembali ditangkap lantaran menikam mantan pacarnya di kawasan Benoa, Kuta Selatan, pada Rabu, 25 Juni 2025. Pelaku ditangkap saat bersembunyi di sebuah proyek pembangunan villa di Canggu, Kuta Utara.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membeberkan bahwa pelaku melakukan aksi tersebut karena merasa sakit hati dan tidak dihiraukan lagi oleh korban.

Korban, AIS (22), seorang wiraswasta asal Lumajang, mengalami serangan sekitar pukul 00.15 WITA di Jalan Dukuh Sari II, Kampial, Benoa. Serangan terjadi ketika korban baru pulang dari wilayah Canggu dan dirinya dibuntuti oleh pelaku.

“Pelaku menyerang korban dari belakang dan menusukkan pisau ke punggungnya sebanyak tiga kali. Meskipun berhasil melarikan diri, pelaku kembali menyerang korban dari depan sebelum akhirnya diselamatkan oleh seorang warga,” jelas AKP Sukadi.

Korban saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di RS Bali Mandara Sanur setelah mengalami tiga luka tusukan di punggungnya. Polisi berhasil mengamankan sebilah pisau, jaket hitam, dan pakaian korban yang terkena darah sebagai barang bukti.

“Pelaku dan barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut di Mapolsek Kuta Selatan,” tambah AKP Sukadi. (RA)

Perang Untek Diangkat dalam Balaganjur Kontekstual di PKB 2025

Perang Untek dari Desa Kiadan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, diterjemahkan dalam bentuk karya seni tabuh Balaganjur yang dinamis dan penuh makna.
Perang Untek dari Desa Kiadan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, diterjemahkan dalam bentuk karya seni tabuh Balaganjur yang dinamis dan penuh makna.

PANTAU BALI.COM, DENPASAR – Warisan budaya tak benda kembali hidup di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025. Kali ini, prosesi sakral Perang Untek dari Desa Kiadan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, diterjemahkan dalam bentuk karya seni tabuh Balaganjur yang dinamis dan penuh makna.

Karya bertajuk Perang Untek ini ditata secara musikal oleh I Putu Agus Mertayasa dengan konsep koreografi digarap oleh I Wayan Yosindra Kusuma dan Bagus Restu Waisnawa.

Seluruh proses kreatif ini dikembangkan di bawah konsep artistik I Gst Ngr Alit Supariawan, bersama para pembina seni dari komunitas Jong Gembyong.

Konseptor Gusti Ngurah Alit Supariawan menjelaskan, garapan Balaganjur ini mengusung konsep Perang Untek, sebuah tradisi budaya tak benda yang masih lestari di Desa Adat Kiadan, Petang, Badung.

“Kami ingin menggali kearifan lokal yang ada di Kecamatan Petang dan merasa tertantang untuk mengangkatnya ke dalam karya Balaganjur di PKB 2025,” ujarnya.

Menurutnya, Perang Untek merupakan prosesi ritual yang sarat makna spiritual sebagai permohonan keselamatan dan ungkapan syukur atas anugerah kesuburan alam. Konsep ini dinilai sejalan dengan tema PKB 2025, Jagat Kerthi, yang menekankan harmoni antara manusia dan alam semesta.

Prosesi Perang Untek sendiri merupakan tradisi sakral yang dilaksanakan setiap Purnama Sasih Kepitu, sebagai bentuk doa untuk keselamatan jagat raya serta ungkapan syukur atas anugerah kesuburan dan kemakmuran alam.

Prosesi ini memiliki keunikan simbolik berupa 555 tumpeng dan 777 untek/penek, dengan dominasi warna putih dan kuning yang merepresentasikan konsep arah Kangin-Kauh (timur-barat).

Dalam karya Balaganjur ini, unsur musikal diolah secara kontekstual, berpadu dengan koreografi yang mengacu pada makna ritual Perang Untek. Pola permainan ceng-ceng, reong, ponggang, dan gong dirancang mengikuti simbol angka sakral tersebut, membentuk kekuatan ritmis sekaligus daya tarik visual yang memperkuat penyampaian tema.

Suguhan ini sejalan dengan tema besar PKB 2025, yaitu Jagat Kerthi Lokahita Samudaya (Harmoni Semesta Raya), yang menempatkan keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas sebagai pilar utama kehidupan.

Karya Perang Untek yang ditampilkan oleh Komunitas Seni Jong Gembyong bukan sekadar hiburan, melainkan juga media pelestarian warisan budaya desa Kiadan, sekaligus bentuk pernyataan pentingnya merawat nilai-nilai adat, kearifan lokal, dan keharmonisan semesta di tengah tantangan zaman. (jas)

Aturan Jalur Domisili SPMB 2025 SMA/SMK Dinilai Rancu, Komisi IV DPRD Tabanan Desak Revisi

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana.
Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana,

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan menyoroti kerancuan dalam pelaksanaan jalur domisili pada sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang SMA/SMK.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, mendesak agar pemerintah segera merevisi aturan tersebut sebelum masa pendaftaran dimulai.

Ia menjelaskan, SPMB 2025 jenjang SMA/SMK memiliki empat jalur penerimaan, yakni jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Salah satu perubahan yang menonjol adalah penggantian nama jalur zonasi menjadi jalur domisili.

Dalam jalur ini, siswa diwajibkan menyerahkan Kartu Keluarga (KK) sebagai bukti alamat tempat tinggal, serta nilai rapor dari semester 1 hingga 5.

Komang Wastana mempertanyakan kejelasan kebijakan tersebut. Menurutnya, bila jalur domisili digunakan berdasarkan jarak tempat tinggal, maka seharusnya nilai akademik tidak menjadi pertimbangan utama, karena sudah ada jalur prestasi yang secara khusus menilai kemampuan akademis.

“Saya tanyakan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bali, kenapa dalam jalur domisili tetap diminta nilai rapor, padahal sudah ada jalur prestasi yang melihat nilai akademis. Ini belum bisa dijawab. Kalau tidak ada kejelasan, siswa yang rumahnya dekat sekolah bisa tidak diterima hanya karena nilai rapornya lebih rendah dari siswa lain,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).

Ia menilai kebijakan tersebut tidak konsisten dan berpotensi menimbulkan kebingungan serta ketidakadilan bagi siswa. Dalam rapat fraksi bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) beberapa waktu lalu, pihak sekolah pun belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan atas polemik ini.

“Kami sempat undang MKKS dalam rapat fraksi, dan jawabannya seperti itu. Maka sekarang kami tidak bisa bermain-main. Pertanyaannya, jika siswa tidak diterima di tiga sekolah yang dituju, mereka harus sekolah di mana? Di Tabanan tidak ada SMA swasta,” tegasnya.

Ia juga menyinggung tanggung jawab negara apabila siswa tidak tertampung di sekolah negeri. Dengan tidak adanya alternatif sekolah swasta di Tabanan, pemerintah harus menyiapkan skema cadangan seperti subsidi bagi sekolah swasta di luar daerah atau meninjau kembali kuota dan sistem seleksi.

“Apakah negara ini siap memberikan subsidi kepada sekolah swasta kalau tidak ada solusi? Ini masalah serius, dan kami tidak ingin ada siswa yang akhirnya putus sekolah karena sistem yang tidak jelas,” imbuhnya.

Wastana menyatakan, permasalahan ini bukan hanya terjadi di Tabanan, melainkan merupakan isu nasional yang juga dikeluhkan di berbagai daerah lain.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Pemerintah Provinsi Bali untuk segera meninjau ulang dan merevisi ketentuan teknis penerimaan siswa baru, khususnya pada jalur domisili. “Kami dari Komisi IV DPRD Tabanan meminta agar aturan ini segera direvisi,” pungkasnya. (ana)

Nasib Santoso Bunuh Majikan Usai Nyabu, Kini Dituntut 14 Tahun Penjara

Terdakwa Ahmad Santoso saat menjalani sidang tuntutan kasus pembunuhan majikannya di Pengadilan Negeri Denpasar.
Terdakwa Ahmad Santoso saat menjalani sidang tuntutan kasus pembunuhan majikannya di Pengadilan Negeri Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Dalam pengaruh narkoba dan emosi berkalut, Ahmad Santoso (32), pria asal Banyuwangi, nekat mengabisi nyawa majikannya sendiri yakni Suparno (67). Kini, Susanto dituntut hukuman 14 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan itu dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (26/6). JPU Finna Wulandari menyebut tindakan Santoso memenuhi unsur pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP.

“Agar terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 14 tahun,” kata Finna di hadapan majelis hakim.

Kekerasan bermula pada Sabtu pagi, 22 Februari 2025. Seusai berpesta sabu dan pil koplo malam sebelumnya, Santoso diminta oleh Suparno untuk membantunya membuang sisa sampah bangunan ke sebuah lahan kosong di Jalan Pura Demak V, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. Keduanya tiba di lokasi menggunakan mobil pick-up.

Namun situasi berubah tegang saat Suparno menegur Santoso karena dianggap salah menaruh kayu. Teguran itu disertai sindiran soal kebiasaan Santoso mengonsumsi narkoba. Merasa terhina, Santoso menjawab dengan nada tinggi.

Ketegangan memuncak ketika Suparno mengangkat sebatang balok kayu seperti hendak memukul. Merasa terancam, Santoso merebut balok itu dan langsung memukulkannya ke dahi korban.

Tak cukup sekali, Santoso terus menghantam kepala Suparno berkali-kali dengan balok dan tangan kosong hingga korban terkapar. Saat korban sekarat, Santoso malah menyeret tubuh majikannya ke semak-semak sejauh tujuh meter dan meninggalkannya begitu saja dalam kondisi bersimbah darah.

Santoso kemudian pulang ke kos dengan berjalan kaki tanpa alas kaki. Kepada saksi yang melihatnya, ia sempat mengarang cerita agar tak dicurigai. Namun, polisi bergerak cepat. Hanya beberapa jam setelah kejadian, petugas Polsek Denpasar Barat berhasil meringkusnya.

Hasil visum dari RSUP Prof. IGNG Ngoerah memperkuat dugaan pembunuhan brutal itu. Kepala dan wajah korban dipenuhi luka memar dan luka terbuka, termasuk patah tulang dahi dan hidung. Total lebih dari delapan luka parah ditemukan di tubuh korban. (ra)

AirAsia Buka Rute Langsung Adelaide–Bali, Permudah Wisatawan Australia ke Pulau Dewata

Pesawat Indonesia AirAsia rute perdana Adelaide–Denpasar saat mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Pesawat Indonesia AirAsia rute perdana Adelaide–Denpasar saat mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Akses wisatawan Australia ke Bali kini makin mudah. Maskapai Indonesia AirAsia resmi membuka rute penerbangan langsung dari Adelaide ke Denpasar mulai Kamis, 26 Juni 2025. Layanan ini akan tersedia empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Kehadiran rute baru ini disambut antusias oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang melihat peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan pembukaan rute ini akan memperkuat konektivitas dari Australia Selatan ke berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

“Rute Adelaide–Bali bukan hanya menghubungkan dua kota, tetapi membuka peluang lebih luas dari seluruh kawasan Australia Selatan. Ini menjadi bagian penting dalam upaya mencapai target 1,9 juta kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia tahun ini,” jelasnya.

Rute ini sekaligus menjadi yang keempat bagi Indonesia AirAsia dari Australia ke Bali, menyusul peluncuran rute Darwin–Denpasar pada Maret lalu. AirAsia menargetkan lebih dari 74 ribu penumpang per tahun dari jalur Adelaide ini.

Managing Director Bandara Adelaide, Brenton Cox, menyebut Bali sebagai destinasi luar negeri favorit bagi warga Australia Selatan.

“Kami menyambut baik kehadiran AirAsia yang kembali membuka rute langsung ke Bali. Ini merupakan maskapai hemat Asia pertama yang melayani penerbangan langsung dari Adelaide sejak 2015,” ungkapnya.

Dengan posisi strategis sebagai hub wisata, Bali juga menawarkan koneksi mudah ke berbagai tujuan domestik seperti Labuan Bajo, Yogyakarta, Lombok, dan Medan. Hal ini diharapkan memperpanjang masa tinggal wisatawan serta meningkatkan kontribusi ekonomi sektor pariwisata.

Sejalan dengan pembukaan rute ini, Kemenparekraf menyiapkan strategi promosi terpadu di pasar Australia, termasuk melalui kerja sama dengan AirAsia dalam bentuk paket wisata khusus, potongan harga, dan kampanye pemasaran bersama. (ra)

Duta Balaganjur Tabanan Guncang Panggung PKB 2025 Lewat Garapan ‘Pangurip Bumi’

Sekaa Gong Abinaya tampil memukau membawakan garapan “Pangurip Bumi” di ajang Utsawa Balaganjur Remaja PKB XLVII 2025.
Sekaa Gong Abinaya tampil memukau membawakan garapan “Pangurip Bumi” di ajang Utsawa Balaganjur Remaja PKB XLVII 2025.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kabupaten Tabanan berhasil mencuri perhatian di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025 lewat penampilan memukau Sekaa Gong Abinaya dari Desa Batannyuh, Kecamatan Marga.

Membawakan garapan berjudul “Pangurip Bumi”, duta Tabanan dalam Utsawa Balaganjur Remaja ini sukses memukau ribuan penonton di Panggung Terbuka Ardha Candra, Kamis (26/6/2025), dengan komposisi musik dan koreografi sarat nilai spiritual dan pesan ekologis.

Garapan “Pangurip Bumi” mengandung makna menghidupkan kembali bumi, sebuah prosesi yang mencerminkan nilai-nilai adat, spiritualitas, dan filosofi agraris masyarakat Tabanan.

Pertunjukan ini tidak hanya menjadi sajian seni semata, tetapi juga menjadi sebuah refleksi spiritual dan ekologi yang kuat, sebagai bentuk penghormatan kepada alam semesta.

Karya ini merepresentasikan hubungan holistik antara manusia, alam, dan Tuhan, dengan harmoni yang tercipta melalui penunggalan wiraga, wirama, dan wirasa. Pengendalian napas atau pranayama dalam balutan seni musik dan tari menjadi simbol dinamika alam dan kehidupan, yang apabila diseimbangkan, akan menghadirkan kedamaian sejati.

Pementasan ini juga menggambarkan prosesi caru dan penghormatan terhadap kekuatan alam melalui simbolisasi Sanghyang Memedi, menjadikannya sebagai bentuk persembahan spiritual manusia kepada Ibu Bumi. Garapan ini merupakan seruan kebangkitan kesadaran ekologis dan spiritual untuk menjaga keseimbangan semesta.

Penampilan Sekaa Gong Abinaya bersaing dengan tiga duta dari kabupaten/kota lainnya, yakni Sekaa Gong Gita Jaya Semara (Duta Kota Denpasar), Komunitas Seni Jong Gembyong (Duta Kabupaten Badung), dan Sanggar Seni Jelung Kumara Pemuteran (Duta Kabupaten Buleleng). Meskipun kompetisi berlangsung ketat, Duta Tabanan mampu menunjukkan kualitas garapan yang imbang dan memikat.

Komposisi Tabuh ditata apik oleh I Putu Gede Dharma Utama, sementara koreografi ditangani oleh Ida Bagus Dwi Surya Keniten, keduanya adalah seniman muda Tabanan yang penuh talenta.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang juga menonton secara Live Streaming setelah acara Penutupan Retreat di IPDN Jatinangor itu menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kreativitas generasi muda Tabanan.

“Penampilan ini tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga mengandung makna spiritual dan kearifan lokal yang sangat dalam. Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda Tabanan tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.”

“Semangat yang ditunjukkan oleh Sekaa Gong Abinaya dari Desa Batannyuh ini merupakan cerminan dari nilai-nilai Jagat Kerthi dan sejalan dengan visi pembangunan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Saya harap prestasi dan dedikasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda untuk terus berkarya, mencintai budaya, dan menjaga harmoni dengan alam.

Sementara itu I Made Raksadana, penonton dan pecinta Balaganjur asal Gianyar mengapresiasi penampilan Duta Kabupaten Tabanan.

“Saya sangat terkesan dengan penampilan Duta Kabupaten Tabanan, khususnya garapan ‘Pangurip Bumi’. Selain kuat secara musikal dan visual, karya ini menyentuh sisi spiritual dan lingkungan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tidak hanya menyajikan pertunjukan, tapi juga menyampaikan pesan yang dalam tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Ini bukan sekadar lomba, tapi benar-benar persembahan seni yang sarat makna. Luar biasa!”

Dengan penuh semangat berkesenian dan kesadaran ekologis, Duta Kabupaten Tabanan telah mempersembahkan karya budaya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran kolektif untuk merawat bumi dan menghormati kearifan leluhur. (ana)

218 Anggota Dharma Wana Pala Perkuat Perlindungan Hutan Bali Timur

Anggota Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) yang tergabung dalam Dharma Wana Pala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur dikukuhkan.
Anggota Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) yang tergabung dalam Dharma Wana Pala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur dikukuhkan.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Sebanyak 218 anggota Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) yang tergabung dalam Dharma Wana Pala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur dikukuhkan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Rentin, di Pura Pengubengan, Besakih, Karangasem, Rabu (25/6/2025).

Pengukuhan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) keanggotaan sebagai bentuk pelibatan masyarakat dalam pengamanan dan pelestarian kawasan hutan yang mencakup wilayah Karangasem dan Bangli.

“Pengelolaan hutan menghadapi tantangan serius seperti pembalakan liar dan kebakaran. Keterlibatan masyarakat melalui Dharma Wana Pala adalah langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Made Rentin.

Ia menegaskan, kehadiran Dharma Wana Pala bukan hanya sebagai mitra teknis dalam patroli dan pemantauan, tetapi juga sebagai simbol perubahan pendekatan pengelolaan hutan yang lebih partisipatif.

Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk pengentasan kemiskinan, pengendalian perubahan iklim, konservasi ekosistem daratan, dan penguatan kemitraan pembangunan berkelanjutan.

Dharma Wana Pala sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut, yang menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan penjaga kawasan hulu.

Acara pengukuhan ditutup dengan penanaman pohon cempaka yang memiliki nilai ekologis dan budaya tinggi. Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan yang melibatkan peran aktif masyarakat. (rls)

Polisi Beberkan Peran 3 Tersangka Penembakan WNA Australia di Vila Badung

3 Tersangka penembakan WN Australia dihadirkan di Mapolres Badung, Kamis (26/6).
3 Tersangka penembakan WN Australia dihadirkan di Mapolres Badung, Kamis (26/6).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Skenario penembakan terhadap WNA Australia di Villa Casa Santisya 1, Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali, kian terungkap. Korban bernama  Zivan Radmanovic (32) ditemukan tewas dengan luka tembak, sementara rekannya, Sanar Ghanim (35), menderita luka berat.

Salah satu tersangka, Darcy Francesco Jenson (37) diketahui menjadi otak dan menyiapkan peralatan untuk digunakan dalam aksi pembunuhan itu.  Darcy yang diketahui berasal dari Australia itu menyiapkan vila untuk para pelaku, kendaraan, senjata, hingga jalur pelarian para eksekutor. Ia bahkan menjemput langsung dua pelaku yang didatangkan dari luar Bali.

Darcy sempat melarikan diri ke Jakarta dan mencoba kabur ke Singapura. Ia ditangkap petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta pada Senin malam (16/6/2025) saat hendak melewati pemeriksaan keimigrasian.

Dua eksekutor yang terlibat adalah Tupou Pasa I Midolmore alias PT (27) dan Coskunmevlut alias MC (22), keduanya juga warga negara asing.

“PT membeli jaket dan senjata hammer serta membuang barang bukti. Sementara MC membantu pembelian perlengkapan dan penghilangan jejak,” terang Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Aditya pada Kamis (27/6).

Pembunuhan ini bukan spontanitas, tapi hasil rencana matang. Para pelaku menggunakan kendaraan berbeda untuk tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelarian. Senjata api yang digunakan ditemukan di aliran Subak Anyelir, Tabanan, diduga dibuang dan hanyut bersama arus.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan sejumlah barang bukti seperti dua mobil, peluru, sarung tangan, proyektil, dan rekaman CCTV. Senjata api kini diperiksa di Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk keperluan balistik dan pencocokan DNA.

Data imigrasi menunjukkan, Darcy sudah berada di Bali sejak April, jauh sebelum para eksekutor tiba pada 9 Juni 2025. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pembunuhan telah dirancang jauh hari sebelum korban menginjakkan kaki di Pulau Dewata.

Tiga pelaku kini menghadapi ancaman hukuman berat. Mereka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP, Pasal 53 KUHP tentang percobaan kejahatan, serta UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait senjata api ilegal. Adapun ancaman hukuman yakni penjara seumur hidup hingga hukuman mati. (*)