- Advertisement -
Beranda blog Halaman 146

Tersangka Tewas, Kasus Pencabulan Anak di Denpasar Dihentikan

Ilustrasi tahanan.
Ilustrasi tahanan.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penyidikan kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan ke Polresta Denpasar pada 3 Juni 2025 resmi dihentikan. Polisi menghentikan proses hukum karena tersangka, pria berinisial AI (36), meninggal dunia hanya sehari setelah laporan masuk.

Kasus ini bermula dari laporan seorang ibu bernama Hanifah, yang melaporkan dugaan pencabulan terhadap putrinya berinisial NAS (12). Laporan tersebut terdaftar dalam LP/B/438/VI/2025/SPKT/POLRESTA DENPASAR.

Namun, sebelum polisi sempat memeriksa lebih jauh, AI ditemukan meninggal pada 4 Juni 2025. Kepastian ini diperkuat oleh sertifikat kematian yang diterbitkan Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar dengan nomor 09/VI/2025.

“Penyidikan dihentikan karena tersangka telah meninggal dunia, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Jumat (13/6).

Kepolisian juga telah menggelar gelar perkara melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim untuk memutuskan kelanjutan proses hukum. Hasilnya, perkara tidak bisa dilanjutkan karena penuntutan terhadap tersangka otomatis gugur setelah ia meninggal dunia.

Kendati demikian, Sukadi menegaskan bahwa penyebab kematian AI masih diselidiki lebih lanjut oleh Unit 1 Sat Reskrim Polresta Denpasar. “Kami tetap mendalami penyebab kematian yang bersangkutan,” ujarnya. (*)

Identitas 4 Korban Tewas Usai Ditabrak Truk Bermuatan Semen di Bangli

Kondisi truk pengangkut semen ringsek usai menabrak sejumlah kendaraan dan rumah warga di Banjar Bangklet, Bangli.
Kondisi truk pengangkut semen ringsek usai menabrak sejumlah kendaraan dan rumah warga di Banjar Bangklet, Bangli.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Kecelakaan tragis terjadi di Banjar Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kamis pagi (10/7/2025). Sebuah truk tronton pengangkut semen melaju tak terkendali dan menabrak sejumlah kendaraan serta rumah warga. Insiden maut ini menewaskan empat orang dan melukai dua lainnya.

Menurut keterangan Kasatlantas Polres Bangli, AKP Ni Luh Putu Deniasi, kejadian bermula sekitar pukul 08.25 Wita. Truk dengan nomor polisi BK 8709 EM itu datang dari arah utara, tepatnya dari wilayah Palaktiyin, Desa Landih. Diduga mengalami rem blong, kendaraan raksasa itu tak mampu dikendalikan saat menuruni jalan.

“Truk pertama menabrak mobil APV bernopol DK 1961 ACA dan seorang pejalan kaki. Tak berhenti di situ, truk terus melaju hingga menghantam mobil Feroza DK 1435 AAQ, lalu menabrak rumah warga atas nama I Nengah Resep di Banjar Bangklet,” jelas AKP Deniasi.

Benturan keras tak hanya menimbulkan kerusakan material, tetapi juga menelan korban jiwa. Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini, di antaranya Ni Nengah Rania (71), warga Banjar Palaktiying, Desa Landih, I Wayan Garsana (35), warga Payangan, Gianyar, I Nengah Resep (70), pemilik rumah yang tertabrak.

Kemudian opir truk, yang identitasnya masih dalam proses identifikasi. Sementara dua korban luka telah dilarikan ke RS Bangli untuk mendapatkan penanganan medis.

Kerusakan material yang ditimbulkan juga cukup besar. Polisi mencatat setidaknya dua rumah warga rusak, lima mobil ringsek, serta satu sepeda motor turut hancur dalam kecelakaan beruntun tersebut.

“Kami masih mendalami penyebab pasti kecelakaan dan terus mengupayakan identifikasi terhadap sopir truk,” tutup AKP Deniasi. (RA)

Tiga Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Kembali Ditemukan

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

PANTAUBALI.COM, BANYUWANGI – Memasuki hari kesembilan operasi pencarian terhadap korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, tim SAR gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi tiga jenazah yang diduga merupakan korban kapal nahas tersebut, Kamis (10/7/2025).

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, yang bertindak sebagai SMC (SAR Mission Coordinator), dalam konferensi pers pagi hari menyampaikan bahwa korban ke-43 ditemukan pada Rabu (9/7/2025) pukul 16.23 WIB di sekitar perairan Pantai Perpat, Sembulungan, Banyuwangi.

“Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang kurang bersahabat. Sekitar pukul 22.30 WIB, jenazah berhasil dievakuasi ke Pantai Satelit Muncar,” ujarnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 04.00 WIB, tim SAR gabungan menerima laporan penemuan satu jenazah di sekitar Pantai Plengkung. SRU darat dari Polsek dan Koramil setempat, dibantu warga, segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Satu jenazah lainnya ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 03.00 WITA di perairan Pantai Perancak. Proses evakuasi juga menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Jenazah tersebut akhirnya berhasil dievakuasi ke darat melalui Pantai Pebuahan pada pukul 08.55 WITA.

Ketiga jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk proses identifikasi oleh tim DVI SIDOKKES Polresta Banyuwangi dan BIDDOKKES Polda Jawa Timur.

Sementara itu, operasi pencarian hari kesembilan tetap dilaksanakan sesuai rencana. SRU laut difokuskan menyisir 11 sektor di bagian selatan, dengan melibatkan sejumlah kapal besar.

Kondisi cuaca di Selat Bali masih menjadi tantangan, dengan cuaca dominan berawan tebal, angin kencang 6–25 knot, gelombang setinggi 2,5–4 meter, dan arus permukaan mencapai 3 m/s. Penyisiran darat juga terus dilakukan di sepanjang pesisir sisi Banyuwangi dan Bali, melibatkan unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.

Dengan penemuan tiga jenazah terbaru ini, total korban yang berhasil ditemukan dari musibah KMP Tunu Pratama Jaya sebanyak 45 orang. Dari jumlah tersebut, 30 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 15 orang dinyatakan meninggal dunia. (ana)

Usai Proyek Vila, Tiga Tempat Usaha di Zona LSD Desa Beraban Disidak

Petugas Satpol PP Tabanan bersama tim dari Dinas PUPRPKP dan DPMPTSP saat melakukan pengawasan terhadap bangunan usaha yang berdiri di lahan terindikasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kamis (10/7/2025).
Petugas Satpol PP Tabanan bersama tim dari Dinas PUPRPKP dan DPMPTSP saat melakukan pengawasan terhadap bangunan usaha yang berdiri di lahan terindikasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kamis (10/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Setelah memberhentikan proyek pembangunan vila yang melanggar tata ruang di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kediri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan kembali melakukan penertiban terhadap bangunan usaha yang terindikasi melakukan hal serupa.

Penertiban dilakukan bersama Dinas PUPRPKP dan DPMPTSP pada Kamis (10/7/2025), sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). LSD merupakan zona pertanian produktif yang ditetapkan untuk dilindungi dari alih fungsi guna menjamin ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, ditemukan tiga tempat usaha yang berdiri di atas lahan terindikasi LSD. Ketiganya adalah Rumah Makan Bebek Sari Uma, sebuah warung kopi, serta Vetra Garden yang seluruhnya berlokasi di Banjar Batugaing, Desa Beraban.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, pemilik Rumah Makan Bebek Sari Uma dan satu warung kopi mengaku telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), namun belum mengantongi izin lainnya. Sedangkan pemilik Warung Kopi Abian Bali Lucky dan Vetra Garden belum dapat menunjukkan dokumen perizinan sama sekali.

Ketiga pemilik usaha telah diminta untuk hadir ke Kantor Satpol PP Kabupaten Tabanan pada Selasa, 15 Juli 2025, guna menjalani klarifikasi dan pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga keteraturan pemanfaatan tata ruang.

“Penertiban ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menegakkan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tabanan Tahun 2023–2043,” ujar Gede Sukanada.

Mantan Kadis Pariwisata Kabupaten Tabanan itu menambahkan, penegakan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga ditujukan sebagai edukasi bagi masyarakat agar lebih tertib dalam mengurus perizinan, khususnya terkait pembangunan di zona strategis yang dilindungi.

“Kami akan terus bergerak untuk memastikan pemanfaatan ruang di Kabupaten Tabanan sesuai dengan regulasi, demi mendukung terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegas pria alumni IPDN ini.

Lebih lanjut, Gede Sukanada menegaskan bahwa Pemkab Tabanan tetap mendukung investasi yang bertanggung jawab dan berpedoman pada aturan.

“Silakan berinvestasi di Tabanan, kami terbuka. Namun tentu harus patuh pada aturan tata ruang dan zonasi. Pemerintah daerah juga membuka pintu seluas-luasnya untuk memfasilitasi para investor atau masyarakat yang ingin mendapatkan informasi zona yang sesuai. Mereka bisa langsung berkonsultasi ke Dinas PUPR,” jelasnya.

Melalui langkah ini, pemerintah daerah tidak hanya berupaya menyelesaikan pelanggaran yang ada, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah yang memiliki nilai strategis bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan. (ana)

Moeldoko: Gubernur Bali Pelopor Nasional Ekonomi Hijau dan Kendaraan Listrik

Gubernur Bali saat hadiri jamuan makan malam peserta Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (9/7/2025).
Gubernur Bali saat hadiri jamuan makan malam peserta Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (9/7/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster disebut sebagai pelopor dalam gerakan ekonomi hijau dan pemanfaatan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Pasalnya, jauh sebelum isu ini menjadi pembahasan dunia, Gubernur Koster telah mencanangkan berbagai program nyata dalam mendukung terwujudnya ekonomi hijau.

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam acara jamuan makan malam peserta Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (9/7/2025).

Lebih lanjut, Moeldoko menyebut salah satu program nyata Gubernur Koster dalam gerakan ekonomi hijau adalah kebijakan penghentian penggunaan batubara sebagai sumber energi listrik di Bali.

“Saat dunia mulai membahas tentang ekonomi hijau, Gubernur Koster telah bicara jauh sebelumnya,” ujarnya.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini juga menegaskan bahwa dirinya tidak meragukan keseriusan Gubernur Koster dalam pemanfaatan kendaraan listrik.

“Kalau bicara soal EV, Gubernur Koster adalah pelopor sesungguhnya,” cetus Moeldoko.

Karena itu, ia tak heran ketika pertama kali bertemu untuk membahas penyelenggaraan PEVC di Bali, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng itu langsung memberikan sambutan sangat positif.

Dalam sambutannya, Moeldoko juga menegaskan bahwa kendaraan listrik bukan sekadar teknologi, tetapi bagian penting dari upaya pelestarian lingkungan.

“Berbicara tentang EV itu bukan hanya bicara teknologi. Ini tentang bagaimana kita membangun lingkungan yang bersih untuk anak cucu kita. EV juga bagian penting dari diplomasi ekonomi hijau,” tegasnya.

Moeldoko menambahkan, Indonesia melalui Periklindo akan terus mengkampanyekan pentingnya perubahan ke arah yang lebih baik bagi lingkungan.

Menutup sambutannya, Moeldoko mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Koster dan jajaran yang telah menyiapkan jamuan makan malam untuk peserta PEVC di tempat yang dinilai sangat terhormat dan memiliki nilai sejarah luar biasa bagi Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster sendiri menyambut baik inisiatif Moeldoko menggelar konferensi kendaraan listrik di Pulau Dewata. Menurutnya, agenda ini sejalan dengan kebijakan Pemprov Bali yang saat ini tengah gencar mengkampanyekan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Periklindo yang telah mempercayakan Bali sebagai tuan rumah PEVC. Ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur dua periode ini juga memaparkan visi besar Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Visi tersebut tidak hanya menekankan pada aspek ekonomi, tetapi juga mengedepankan harmoni spiritual yang berakar pada adat, budaya, dan agama.

“Visi ini melandasi komitmen kami untuk melestarikan lingkungan alam dan memuliakan sumber-sumber kehidupan. Itulah sebabnya kami menerapkan kebijakan yang ramah lingkungan,” jelas Koster.

Di bidang energi, Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, yang diperkuat oleh Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Bali Tahun 2020–2050.

Berkat keteguhan Gubernur Koster, Menteri ESDM dan PLN telah menyetujui bahwa pembangkit listrik di Bali tidak boleh lagi menggunakan batubara.

“Sebagai gantinya, kami mendorong pemanfaatan energi bersih dari angin, matahari, gelombang laut, dan panas bumi. PLN juga telah mencantumkan rencana ini dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional untuk wilayah Bali,” tambahnya.

Di sisi hilir, Pemprov Bali menerapkan kebijakan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai melalui Peraturan Gubernur Nomor 48 Tahun 2019.

“Kami mengkampanyekan penggunaan kendaraan listrik kepada seluruh elemen masyarakat. Mobil dinas saya kendaraan listrik. Kapolda, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Danlanal, Danlanud, dan Danrem juga telah menggunakan kendaraan listrik. Mulai tahun ini, saya dorong seluruh ASN juga menggunakan kendaraan listrik. Ini produk yang memuliakan alam,” jelas Koster.

Guna memperluas pemanfaatan kendaraan listrik, Pemprov Bali tengah merancang zona ramah lingkungan di kawasan wisata seperti Kuta, Sanur, Ubud, dan Nusa Penida. Kawasan ini akan diatur untuk menggunakan energi bersih dan kendaraan listrik secara menyeluruh.

Untuk mendukung percepatan peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, Gubernur Koster meminta dukungan semua pihak agar kebijakan ini berjalan lancar. “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi,” katanya.

Dalam sambutannya, Koster juga mengundang para investor untuk merealisasikan kawasan industri kendaraan listrik yang lahannya telah disiapkan di Jembrana. Ia meyakini, jika kawasan ini terealisasi, percepatan penggunaan kendaraan listrik akan lebih optimal.

“Kami juga mengundang investor yang berminat mengembangkan PLTS atap di Bali. Ini bagian dari upaya menyeluruh dari hulu ke hilir dalam pemanfaatan energi bersih,” imbuhnya.

Tak hanya di sektor energi, Bali juga mendorong kebijakan ramah lingkungan di sektor pertanian dengan mengembangkan pertanian organik tanpa pupuk kimia maupun pestisida. “Saat ini, 70 persen sawah di Bali sudah organik,” ungkapnya.

Kebijakan pelestarian lingkungan juga diwujudkan dalam pelarangan penggunaan plastik sekali pakai yang telah diterapkan secara luas.

Selain para peserta PEVC, jamuan makan malam itu juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok Drs. Djauhari Oratmangun, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, tokoh kendaraan listrik Asia Prof. C.C. Chan, serta Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok, Al Busyra Basnur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster turut menyerahkan cendera mata berupa arak Bali kepada para tamu kehormatan. (ana)

Parade Gebogan hingga Tari Kecak Kembali Digelar di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden

Pembukaan festival budaya di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden pada Kamis (10/7/2025).
Pembukaan festival budaya di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden pada Kamis (10/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Parade gebogan kembali memeriahkan kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden di Kecamatan Baturiti, Tabanan. Festival budaya ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, dengan pembukaan resmi digelar pada Kamis (10/7/2025) di The Blooms Garden.

Selain parade gebogan, pengunjung juga akan disuguhi berbagai pertunjukan seni budaya khas Bali, seperti Gong Baleganjur, Tari Barong, dan Tari Kecak yang membawakan kisah rakyat “Legenda Ulun Danu Beratan”.

Manajer DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, menjelaskan bahwa parade ini melibatkan sekitar 1.000 peserta, terdiri atas penari dan pemain baleganjur dari 15 desa adat yang tergabung dalam Gebog Pesatakan Ulun Danu Beratan.

“Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua parade gebogan, dengan mengusung tema Tri Hita Karana,” ujarnya.

Selama sebulan, agenda pertunjukan dibagi berdasarkan lokasi. Dari Senin hingga Rabu, parade dan pertunjukan seni digelar di kawasan Ulun Danu Beratan. Sedangkan dari Kamis hingga Minggu, kegiatan berpusat di The Blooms Garden. Pertunjukan tari dan Baleganjur dimulai pukul 10.00 WITA, sementara parade gebogan berlangsung mulai pukul 13.00 WITA.

“Porsi kegiatan lebih banyak dilakukan di The Blooms Garden sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut,” tambah Mustika.

Ia berharap penyelenggaraan parade dan pertunjukan budaya ini mampu mendongkrak angka kunjungan wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Saat ini, kunjungan wisatawan ke Ulun Danu Beratan tercatat antara 1.000 hingga 2.000 orang per hari, sedangkan The Blooms Garden dikunjungi sekitar 500 hingga 1.000 orang per hari. Wisatawan didominasi oleh pelancong domestik, seiring momentum libur sekolah.

Namun demikian, terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan sekitar 20 persen sejak diberlakukannya pengalihan arus lalu lintas akibat jebolnya jalur Denpasar–Gilimanuk pada Senin (7/7/2025) lalu.

Arus kendaraan besar dialihkan ke jalur Denpasar–Singaraja, yang mengakibatkan kemacetan parah di kawasan Bedugul.

“Banyak wisatawan akhirnya membatalkan kunjungan ke Ulun Danu Beratan karena terjebak kemacetan. Mudah-mudahan, dengan adanya parade selama satu bulan ini, kunjungan bisa meningkat setidaknya 10 persen,” harap Mustika. (ana)

Tampilkan Kearifan Lokal Tabanan, Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna Pukau Penonton PKB 2025

Penampilan Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna, Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan dalam Parade Gong Kebyar Dewasa PKB 2025, Rabu (9/7/2025) malam.
Penampilan Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna, Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan dalam Parade Gong Kebyar Dewasa PKB 2025, Rabu (9/7/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ribuan penonton terpukau menyaksikan secara langsung penampilan Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna, Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan dalam Parade Gong Kebyar Dewasa Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar.

Duta Kabupaten Tabanan ini hadir dengan balutan busana bernuansa Tri Datu, menciptakan atmosfer sakral dan megah sejak awal kemunculan mereka di atas panggung, Rabu (9/7/2025) malam.

Berhadapan dengan Duta Kota Denpasar, Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna menyajikan tiga garapan unggulan yang mengangkat kekayaan musikalitas, spiritualitas, serta sejarah lokal Desa Adat Bendha. Riuh tepuk tangan penonton menggema ketika mereka memasuki panggung, menandai antusiasme tinggi terhadap penampilan yang sarat nilai budaya ini.

Garapan pertama, Tabuh Nem Lelambatan ‘Tungtung Tangis III’, merupakan karya seni tradisional yang merekonstruksi karya pendahulunya pada Festival Gong Kebyar Bali tahun 1992 dan PKB 2009.

Ditata oleh I Made Arnawa garapan ini mempertahankan roh Lelambatan yang sakral namun dikemas ulang sesuai kebutuhan waktu, menjadikannya penuh rasa dan kenangan, seolah mengajak penonton bernostalgia ke era kejayaan Tungtung Tangis I dan Tungtung Tangis II sebelumnya.

Selanjutnya, garapan kedua adalah tari kreasi kekebyaran berjudul Awor Tiga, yang merepresentasikan filosofi AUM yaitu penyatuan tiga aksara suci Ang, Ung, Mang, simbol kekuatan, kesucian, dan kebijaksanaan.

Digarap oleh koreografer Ida Bagus Putu Darmayasa dan penata karawitan Ade Putra Iwan Setiawan, tari ini tidak hanya menggambarkan kekuatan spiritual, namun juga menjadi representasi dari arah pembangunan Kabupaten Tabanan yang mengusung semangat Aman, Unggul, Madani (AUM).

Pementasan ditutup dengan fragmen tari bertajuk Wiwitaning Bedha, yang membumikan kisah heroik Patih Kebo Iwa di masa Kerajaan Bedulu. Fragmen ini mengangkat perjuangan, pengabdian, hingga pengaruh Patih Kebo Iwa dalam membangun Desa Adat Bedha mulai dari strategi pertahanan, pembangunan subak, hingga pendirian pura untuk kesejahteraan dan keharmonisan masyarakat.

Karya fragmen ini dikonsep oleh I Wayan Juana Adi Saputra dengan sentuhan artistik dari penata tari I Made Dendi Dwi Karyana dalang Jana Mejaya, penata tabuh dan gerong Yan Kiung serta Tanda oleh Wahyu Diantara.

Penampilan monumental ini turut disaksikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, beserta Ny. Budiasih Dirga, jajaran DPRD Tabanan, Sekretaris Daerah beserta istri, para Kelompok Ahli Pemkab Tabanan, Asisten Setda Tabanan, serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Tabanan dalam komentarnya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang mendalam terhadap seluruh insan kreatif, baik penari, penabuh, penata seni, hingga para official yang telah mempersiapkan penampilan dengan sangat maksimal.

“Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna tidak hanya tampil estetik dan harmonis, tetapi juga mampu menggugah rasa bangga akan warisan budaya Tabanan yang luhur. Ini adalah bentuk pengabdian seni yang luar biasa, keren sekali. Bahkan termasuk mengemas pesan sejarah dari Patih Kebo Iwa sebagai cikal bakal Desa Adat Bedha, keren pokoknya” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu penonton, Ni Made Astiti, warga Kabupaten Buleleng yang hadir langsung di panggung Ardha Candra, turut memberikan apresiasi. Ia menyebut fragmen Wiwitaning Bedha sangat menyentuh dan sarat makna.

“Garapan ini bukan hanya hiburan, tapi pelajaran tentang sejarah, keberanian, dan spiritualitas leluhur Bali. Luar biasa sekali bagaimana kisah Patih Kebo Iwa dikemas dengan artistik,” ujarnya.

Pementasan Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna juga menjadi penampilan pamungkas dari rangkaian Duta Kabupaten Tabanan yang tampil dalam jenis parade Gong Kebyar pada PKB tahun ini.

Mereka menutup rangkaian dengan penuh kebanggaan dan kemegahan, mengukuhkan keyakinan dan aksi nyata dalam melestarikan seni budaya Bali melalui karya yang berkualitas, filosofis, dan menggugah rasa.  (ana)

Truk Pengangkut Semen Terguling di Bangli, Tabrak Rumah Warga dan Sejumlah Kendaraan

Kondisi truk semen pasca terguling di Bangli. (Istimewa)
Kondisi truk semen pasca terguling di Bangli. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Suasana pagi di Banjar Bangklet, Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli, mendadak mencekam setelah sebuah truk pengangkut semen mengalami kecelakaan beruntun pada Kamis (10/7/2025) sekitar pukul 08.30 Wita. Kecelakaan itu tidak hanya merusak beberapa kendaraan, tetapi juga menghancurkan bangunan milik warga di sekitar lokasi kejadian.

Dari informasi yang dihimpun, truk tersebut melaju dari arah utara dan mulai kehilangan kendali sejak memasuki kawasan Palatiying, Desa Landih,  berjarak lebih dari satu kilometer dari titik kecelakaan.

Dalam kondisi tidak stabil, truk besar bermuatan penuh itu meluncur liar di jalanan menurun sambil menyerempet beberapa kendaraan dan bahkan nyaris menabrak sejumlah pejalan kaki yang tengah melintas.

Sesampainya di Banjar Bangklet, truk tak terkendali itu menghantam mobil Feroza dengan nomor polisi DK 1435 AAQ, kemudian menabrak sebuah rumah sekaligus warung milik warga bernama Darsana. Tidak hanya itu, dapur milik rumah di sampingnya juga mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa badan truk yang terguling. Truk tersebut tampak ringsek berat, dengan bodi kendaraan nyaris tak berbentuk akibat kerasnya benturan.

Kepanikan pun pecah di tengah warga. Sejumlah saksi mata menyebutkan mereka mendengar suara benturan keras disertai suara teriakan sebelum melihat kepulan debu dan kerusakan parah di lokasi.

“Kami sedang duduk di depan warung, tiba-tiba terdengar suara keras seperti gemuruh. Begitu melihat ke jalan, truk sudah menabrak mobil dan langsung menghantam rumah,” ujar salah satu warga.

Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Bangli bersama tim evakuasi gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Hingga siang hari, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas tampak berusaha mengevakuasi badan truk dan melakukan pengamanan di sekitar titik kecelakaan untuk menghindari kemacetan serta bahaya tambahan.

Kasat Lantas Polres Bangli, AKP Ni Luh Putu Deniani, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Ya, benar telah terjadi laka. Kami masih fokus pada proses evakuasi di lokasi,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, identitas sopir truk belum diketahui secara pasti. Begitu pula jumlah korban luka maupun korban jiwa masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan petugas medis yang siaga di lokasi.

Sementara itu, pihak kepolisian juga telah mulai menghimpun keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian secara rinci, termasuk mengecek kondisi teknis kendaraan dan kemungkinan kelalaian pengemudi.

Kecelakaan ini kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kendaraan berat serta perlunya pengawasan ketat di jalur-jalur rawan, terutama di daerah dengan kontur jalan menurun dan padat permukiman seperti di kawasan Kayubihi. (ra)

Cuaca Buruk, Penyeberangan Fast Boat Padangbai–Gili Trawangan Ditutup Hingga Kamis

Penyeberangan Fast Boat Padangbai–Gili Trawangan Ditutup Sementara akibat cuaca buruk. (Istimewa)
Penyeberangan Fast Boat Padangbai–Gili Trawangan Ditutup Sementara akibat cuaca buruk. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Penyeberangan fast boat dari Pelabuhan Rakyat Padangbai, Karangasem menuju Pelabuhan Pemenang dan Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara ditutup sejak Rabu sore (9/7/2025) karena cuaca buruk. Hingga Kamis siang (10/7/2025), layanan penyeberangan tersebut masih terdampak.

Meskipun demikian, penyeberangan dari Gili Trawangan menuju Padangbai masih bisa beroperasi, tergantung pada kondisi cuaca saat keberangkatan. Sementara itu, penyeberangan menggunakan kapal ferry tidak terpengaruh.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, I Ketut Muliana, menjelaskan bahwa penundaan ini karena adanya angin kencang dan gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan awak kapal di jalur tersebut.

“Pelayanan fast boat ditunda sementara untuk keselamatan semua pihak. Kami terus memantau perkembangan cuaca dan berharap dapat segera mengoperasikan kembali layanan penyeberangan ini,” ujar Muliana.

Keputusan ini berdampak pada para sopir transportasi darat yang biasa mengantar dan menjemput wisatawan di Padangbai. Beberapa dari mereka memilih untuk pulang, sementara yang lain tetap menunggu perbaikan cuaca.

“Kami telah memberitahukan penundaan ini kepada pengelola fast boat dan calon penumpang untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi,” tambahnya.

Muliana berharap cuaca segera membaik agar aktivitas penyeberangan dapat kembali normal. Sementara itu, layanan kapal ferry ke Lembar, NTB, tetap berjalan tanpa hambatan. (ra)

Pendataan Pajak Daerah Dimulai, 2.749 Izin Usaha di Kerobokan Diverifikasi

Pendataan potensi pajak daerah di wilayah Kelurahan Kerobokan dan Kelurahan Kerobokan Kaja, Rabu (9/7).
Pendataan potensi pajak daerah di wilayah Kelurahan Kerobokan dan Kelurahan Kerobokan Kaja, Rabu (9/7).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung mulai menggali potensi sumber pendapatan daerah secara optimal, serta mendorong peningkatan kepatuhan dan kesadaran pelaku usaha terhadap kewajiban perpajakan.

Hari pertama kegiatan, Rabu (9/7/2025) Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kabupaten Badung, Made Suardita bersama Lurah Kerobokan Ni Putu Budhiyani dan Lurah Kerobokan Kaja, Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, turun langsung ke lapangan mendampingi Tim TOPD untuk mengkoordinasikan proses pendataan.

Langkah ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan berjalan secara optimal dan selaras dengan arahan strategis Bupati Badung yang disampaikan sebelumnya dalam pembukaan resmi program pendataan potensi pajak daerah se-Kabupaten Badung, Selasa, 8 Juli 2025 di Wantilan Pura Dang Kahyangan Petitenget, Kerobokan.

Kabag Prokompim Made Suardita menyebutkan, kegiatan ini merupakan wujud konkret pelaksanaan arahan strategis pimpinan daerah dan mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan, akuntabel, dan berbasis data.

“Kami memastikan seluruh proses pendataan dilakukan sesuai standar teknis dan etika pelayanan publik. Bersama para Lurah, kami turut mendampingi tim pendataan di lapangan sebagai bentuk komitmen untuk menjamin akurasi data dan transparansi proses. Ini menjadi tonggak awal modernisasi sistem basis data perpajakan daerah yang lebih sistematis dan efisien,” ujarnya di sela-sela kegiatan monitoring.

Pendataan ini menyasar sebanyak 2.749 izin usaha yang tercatat dalam sistem Online Single Submission (OSS), yang perlu divalidasi keakuratannya sebagai dasar pengenaan pajak daerah. Kegiatan pendataan melibatkan kolaborasi aktif dengan para kepala lingkungan setempat guna mendukung efektivitas proses di lapangan.

Adapun sektor usaha yang menjadi fokus pendataan di wilayah Kerobokan dan Kerobokan Kaja meliputi, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas makanan dan/atau minuman, PBJT atas jasa perhotelan dan PBJT atas jasa kesenian dan hiburan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama lebih dari satu bulan, yaitu sejak 8 Juli hingga 21 Agustus 2025, dengan melibatkan total 48 personel lintas perangkat daerah.

Tim pendataan terdiri atas 14 personel dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), 5 personel dari Bagian Tata Pemerintahan, dan 5 personel dari Bagian Prokompim.

Lurah Kerobokan dan Lurah Kerobokan Kaja menegaskan bahwa keterlibatan langsung unsur kelurahan bersama Kabag Prokompim berperan penting dalam menjembatani komunikasi antara Tim Optimalisasi Pendapatan Daerah (TOPD) dan pelaku usaha, sehingga proses pendataan dapat berlangsung secara kondusif dan responsif.

Koordinasi lintas sektor di lapangan ini dipandang sebagai langkah strategis awal dalam mendukung validasi terhadap 2.749 izin usaha yang tercatat dalam OSS, sebagai bagian dari upaya penguatan basis data perpajakan daerah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh data wajib pajak yang akurat dan komprehensif, baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Validasi tersebut menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan fiskal daerah yang lebih terukur, efisien, dan berbasis data aktual lapangan. (ana)