- Advertisement -
Beranda blog Halaman 144

Semburan Belerang Kembali Hantui Danau Batur, Keramba Ikan Terancam

Danau Batur Kintamani Bangli Bali. (Foto: Ist)
Danau Batur Kintamani Bangli Bali. (Foto: Ist)

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Semburan belerang kembali muncul di Danau Batur, Kintamani, Bangli. Awalnya terpantau di kawasan perairan Seked pada 8 Juli 2025, kini fenomena alam itu meluas hingga mencakup wilayah Toyobungkah, Songan, Terunyan, dan Abang. Dampaknya mulai terasa, terutama bagi keramba ikan milik para pembudidaya.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa semburan belerang merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi di bulan Juli atau September.

“Ini bagian dari gejala alam yang rutin terjadi. Karakteristik geologi Danau Batur memang memungkinkan semburan belerang muncul secara berkala,” jelasnya.

Akibat semburan itu, air danau berubah warna menjadi keputihan. Perubahan ini bisa berdampak serius pada kelangsungan hidup ikan, terutama di keramba jaring apung (KJA). Untuk mencegah kerugian, Dinas segera mengeluarkan imbauan.

“Kami sarankan petani ikan untuk tidak memberi pakan terlebih dahulu selama kondisi air belum stabil. Ikan perlu naik ke permukaan agar tetap mendapat cukup oksigen. Masyarakat juga kami minta menjauh dulu dari KJA,” ujar Sarma tegas.

Selain itu, ikan yang sudah siap panen diminta segera dipanen. Jika fenomena ini bertahan hingga 10 hari, risiko kematian massal ikan bisa sangat besar.

Meski situasi mengkhawatirkan, hingga kini belum ada laporan ikan mati, baik di KJA maupun di perairan umum. “Kami terus pantau kondisi lapangan. Sejauh ini belum ada indikasi kematian ikan,” tambah Sarma, yang berasal dari Desa Tembuku.

Pemerintah Kabupaten Bangli mengimbau masyarakat tetap tenang, namun siaga. Warga diminta mengikuti arahan petugas untuk meminimalkan dampak dari fenomena alam ini. ra

Operasi Patuh Agung 2025 Digelar 14-27 Juli, Polres Tabanan Sasar 7 Jenis Pelanggaran

Pengecekan kendaraan untuk Operasi Patuh Agung 2025 di Polres Tabanan, Senin (14/7/2025).
Pengecekan kendaraan untuk Operasi Patuh Agung 2025 di Polres Tabanan, Senin (14/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Kepolisian Resor (Polres) Tabanan menggelar Apel Pasukan Operasi Patuh Agung 2025 pada Senin (14/7/2025) pagi di halaman Mapolres Tabanan.

Apel ini menandai dimulainya pelaksanaan operasi selama dua pekan ke depan, dari 14 hingga 27 Juli 2025, untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Operasi Patuh Agung digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Bali, termasuk Polres Tabanan, dengan harapan terciptanya lalu lintas yang tertib, aman, dan berkelanjutan.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, yang memimpin langsung apel tersebut menyampaikan, Operasi Patuh Agung merupakan bagian dari rangkaian pasca pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan. Keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas tidak hanya menyangkut keamanan pengguna jalan, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial dan ekonomi,” kata AKBP Bayu Pati.

Lebih lanjut, dijelaskan Operasi Patuh Agung 2025 menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas yang kerap menjadi penyebab kecelakaan fatal.

Tujuh pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan meliputi menggunakan ponsel saat berkendara, mengemudi di bawah umur, membonceng lebih dari satu orang, tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman, mengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas, melebihi batas kecepatan.

Selain penindakan, operasi juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif, seperti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Operasi ini tentunya menjadi tindak yang lanjut konkret dari momentum hari keselamatan lalu lintas dan angkutan mengingatkan kita akan jalan, pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan raya,” ujar Bayu Pati.

Apel pasukan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, antara lain Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf Trijuang Danarjati, Waka Polres Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja, Koordinator Jasa Raharja Tabanan Dwi Deodatus, dan Kadis Perhubungan Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan kendaraan dinas yang akan digunakan selama operasi berlangsung. (ana)

Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan Terbalik di Dasar Laut Selat Bali

Ilustrasi Kapal Tenggelam.
Ilustrasi Kapal Tenggelam.

PANTAUBALI.COM – Setelah lebih dari sepekan pencarian intensif, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya akhirnya ditemukan di dasar laut Selat Bali, Sabtu (12/7/2025). Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL dan Basarnas berhasil menemukan kapal dalam kondisi terbalik di kedalaman 47-50 meter.

Menteri Perhubungan Dudy Sumadi mengapresiasi kerja keras tim SAR selama proses pencarian yang berlangsung selama 10 hari.

“Saya telah menerima laporan bahwa kapal ditemukan dalam posisi terbalik. Terima kasih atas dedikasi tim SAR gabungan yang tanpa henti mencari kapal dan para korban yang belum ditemukan,” ujar Menhub dari Jakarta, Minggu (13/7).

Bangkai kapal pertama kali terdeteksi pada jarak sekitar 3,9 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal. Upaya awal untuk mengambil gambar visual menggunakan drone bawah air (ROV) pada 11 Juli sempat gagal karena arus laut yang kuat. Namun, tim penyelam akhirnya berhasil merekam video yang memperlihatkan kondisi kapal, termasuk lambung, ramp, dan tulisan “Tunu Pratama Jaya” yang masih terlihat jelas meskipun dalam posisi terbalik.

Penemuan posisi kapal ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi lebih lanjut. Tim SAR kini tengah merancang proses pengangkatan bangkai kapal dengan memperhitungkan faktor keselamatan, mengingat derasnya arus di perairan Selat Bali. “Pengangkatan kapal akan dilakukan sesuai prosedur ketat demi keamanan seluruh tim,” tegas Menhub Dudy.

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu dini hari (2/7/2025), saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali. Musibah ini diduga akibat cuaca buruk dan kelebihan muatan.

Hingga Sabtu malam (12/7), data dari Posko Operasi SAR menyebutkan 30 penumpang berhasil diselamatkan, 18 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan 17 lainnya masih dalam pencarian. Proses evakuasi dan investigasi terus dilanjutkan. RA

Siap-Siap! ini Sederet Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Agung 2025 di Gianyar

Ops Patuh Agung di kawasan Gianyar pada tahun 2022 lalu.
Ops Patuh Agung di kawasan Gianyar pada tahun 2022 lalu.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Polres Gianyar resmi menggelar Operasi Patuh Agung 2025 mulai Senin (14/7/2025) hingga 27 Juli 2025. Operasi ini akan menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di jalan raya, termasuk pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan asing.

Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma menegaskan bahwa operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, serta menekan angka kecelakaan fatal.

Berikut sejumlah pelanggaran yang menjadi fokus utama penindakan, yakni menggunakan ponsel saat berkendara, mengemudi dalam keadaan mabuk atau pengaruh alkohol, pengendara di bawah umur dan tidak mengenakan helm SNI atau sabuk pengaman.

Selain itu, berboncengan lebih dari dua orang, melawan arus, dan kebut-kebutan juga menjadi sasaran, termasuk pelanggaran oleh turis asing dan domestik.

“Pelanggaran seperti boncengan lebih dari dua orang, yang sering dilakukan pelajar dan remaja, akan jadi perhatian khusus. Ini bukan hanya melanggar aturan, tapi juga membahayakan diri dan pengguna jalan lain,” tegas AKBP Chandra.

Operasi ini akan melibatkan 116 personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Penindakan dilakukan secara edukatif, persuasif, dan humanis, namun tetap mengedepankan penegakan hukum dengan bantuan teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) baik secara statis maupun mobile.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga profesionalisme dan integritas selama bertugas. Penindakan dilakukan sesuai prosedur, tanpa praktik pungli ataupun damai di tempat.

“Tidak boleh ada kompromi soal keselamatan berlalu lintas. Tegakkan hukum secara simpatik dan humanis, tapi tetap tegas,” tegasnya.

Dengan pendekatan terpadu dan sinergi antarinstansi, Operasi Patuh Agung 2025 diharapkan dapat menumbuhkan budaya tertib lalu lintas di wilayah Gianyar secara berkelanjutan. RA

Ini Identitas Jasad Pemuda Asal Karangasem yang Ditemukan di Pantai Balangan

Petugas mengevakuasi jasad pemuda di Pantai Balangan, Badung.
Petugas mengevakuasi jasad pemuda di Pantai Balangan, Badung.

PANTUABALI.COM, BADUNG – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan mengambang di perairan Pantai Balangan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Minggu (13/7/2025) sekitar pukul 13.00 Wita. Korban diketahui bernama I Made Pendi Maryata (21), pemuda asal Lingkungan Jasri Kaler, Desa Subagan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan, mayat pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang kemudian langsung menghubungi pihak berwajib.

“Mayat korban ditemukan di tengah laut kawasan Pantai Balangan. Setelah dievakuasi ke pantai Kelan, jenazah dibawa ke ruang jenazah RS Prof Ngoerah Denpasar untuk proses identifikasi,” ujar AKP Sukadi saat dikonfirmasi, Senin (14/7/2025).

Menurut Sukadi, saat ditemukan, korban tidak membawa identitas apapun. Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Denpasar segera melakukan proses identifikasi untuk mencari tahu identitas korban.

Setelah berkoordinasi dengan aparat di wilayah asal korban, akhirnya berhasil ditemukan keluarga korban yang tinggal di Karangasem.

“Setelah perwakilan keluarga datang dan mengecek langsung jenazah di rumah sakit, pihak keluarga memastikan bahwa mayat tersebut adalah benar Made Pendi Maryata,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban merupakan warga yang berdomisili sementara di Jalan Pulau Yoni No. 69 Denpasar dan bekerja sebagai karyawan swasta.

Sukadi menambahkan, saat ini pihak kepolisian telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk dua orang yang berada di sekitar lokasi saat kejadian, yaitu I Kadek Dita Wirawan (22) dan I Made Riana (45), yang bekerja sebagai sekuriti.

“Langkah-langkah telah kami lakukan seperti interogasi saksi, pengumpulan data identitas korban, dan pelaporan kepada pimpinan. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga korban terkait penanganan jenazah,” tambahnya.

Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab meninggalnya korban. Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau dugaan lain.

“Kami akan terus melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” pungkas AKP Sukadi. (RA)

Jelang Penutupan PKB 2025, Tabanan Akan Tampilkan Dua Sajian Seni 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjelang berakhirnya perhelatan akbar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Kabupaten Tabanan kembali unjuk gigi dengan menampilkan dua sajian seni budaya unggulan.

Dua penampilan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian partisipasi Tabanan di ajang seni budaya tahunan paling bergengsi di Pulau Dewata tersebut.

Pada Minggu (13/7/2025) pukul 17.00 WITA, Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali akan menjadi saksi penampilan Utsawa (Parade) Palegongan Klasik yang dibawakan oleh Sanggar Seni Sriti Santi Putra dari Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan.

Pertunjukan ini mengangkat keindahan tari palegongan klasik yang merupakan warisan budaya luhur Bali dengan karakteristik gerak lembut, anggun, dan penuh filosofi.

Selanjutnya, Kamis (17/7/2025), pukul 17.00 WITA, giliran Komunitas Seni Bangkal Ganas dari Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan yang akan tampil membawakan Utsawa (Parade) Ngelawang di seputaran area Taman Budaya Bali.

Ngelawang yang merupakan tradisi sakral pengusir bala dan penolak roh jahat, akan disuguhkan dalam bentuk parade atraktif yang menggambarkan semangat kolektif masyarakat dalam menjaga keharmonisan alam dan spiritual.

Kedua sajian tersebut menutup seluruh keikutsertaan Duta Kabupaten Tabanan dalam gelaran PKB XLVII/2025, yang selama hampir satu bulan telah menampilkan berbagai potensi seni budaya daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana., seijin Bupati Tabanan, menyampaikan bahwa kedua duta telah menjalani proses pembinaan intensif dan siap tampil maksimal di hadapan publik.

“Kami memastikan bahwa kedua duta telah siap menampilkan yang terbaik. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, partisipasi Kabupaten Tabanan di PKB bukan semata sebagai ajang pertunjukan, tetapi juga wujud nyata pelestarian identitas budaya daerah dalam semangat Tabanan Era Baru Aman, Unggul, dan Madani. (ana)

Desa Cemagi Disiapkan Jadi Destinasi Unggulan, Bupati Badung Tinjau Infrastruktur

Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Plt. Kadis PUPR Nyoman R Karyasa melaksanakan inspeksi Infrastruktur di wilayah Desa Cemagi, Sabtu (12/7/2025).
Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Plt. Kadis PUPR Nyoman R Karyasa melaksanakan inspeksi Infrastruktur di wilayah Desa Cemagi, Sabtu (12/7/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Plt. Kadis PUPR Nyoman R Karyasa melaksanakan inspeksi di beberapa titik kegiatan Infrastruktur yang berada di wilayah Desa Cemagi, Sabtu (12/7/2025).

Bupati Adi Arnawa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung sangat komitmen untuk mewujudkan infrastruktur yang layak dan representatif dalam upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Badung.

Ini dibuktikan dengan melakukan Inspeksi di beberapa Infrastruktur yang ada di Desa Cemagi. Tidak dipungkiri Cemagi merupakan salah satu Destinasi Wisata Unggulan yang ada di Kabupaten Badung, dengan melihat perkembangan Tibubeneng, Berawa dan Canggu maka Pererenan dan Canggu akan menjadi bagian yang tidak kalah penting.

“Saya ingin memastikan Infrastruktur yang ada di Cemagi adalah Infrastruktur yang layak, representatif sehingga harapan kami wisatawan akan semakin betah tinggal di Cemagi, karena kita di Badung pendapatan kita adalah dari sektor pariwisata,” ujarnya.

Untuk bagian luar Pura Batu Ngaus kedepan akan ditata dan didorong untuk penataan revitalisasi mengembalikan kondisi pantai pasca abrasi, ditata ulang dengan membuatkan pedestrian merubah tata letak bangunan sehingga akan menjadi kawasan luar destinasi wisata Pura Batu Ngaus.

“Mudah-mudahan kedepan bisa dibuat stage pementasan Tari Kecak dan ini akan jadi peluang bagi masyarakat setempat mendapatkan hiburan dan pertumbuhan ekonomi juga akan semakin membaik,” tutup Bupati Adi Arnawa. (ana)

Sanggar Tindak Alit Hidupkan Kembali Sekaa Barong yang Vakum 40 Tahun di PKB 2025

Ngelawang barong Sanggar Seni Tindak Alit dari Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi pada Sabtu (12/7/2025).
Ngelawang barong Sanggar Seni Tindak Alit dari Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi pada Sabtu (12/7/2025).

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Parade Ngelawang dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 menjadi panggung istimewa bagi Sanggar Seni Tindak Alit dari Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi pada Sabtu (12/7/2025).

Sanggar ini tampil memukau membawakan garapan bertajuk Nangiang Warih, sebuah pertunjukan yang tidak hanya menampilkan seni, tetapi juga menyuarakan kebangkitan sebuah tradisi yang sempat terhenti selama lebih dari empat dekade.

Pertunjukan dimulai dari pelataran Kalangan Ayodya, menyusuri kawasan Taman Budaya Art Center menuju pelataran Gedung Kriya. Dalam kesempatan ini, Sanggar Tindak Alit menggandeng para pemuda dari 10 banjar di wilayah Sempidi, yang tergabung dalam Yowana Sempidi.

Lebih dari 100 orang terlibat dalam parade ini, terdiri dari 8 penari barong cilik, 20 penari, 26 penabuh, serta pembawa atribut dan papan nama kelompok.

Koordinator sekaligus pemilik sanggar, I Putu Candra Pradhita, mengungkapkan bahwa Nangiang Warih terinspirasi dari dokumentasi pertunjukan barong di era 1960-an.

Namun, akibat banyaknya anggota sekaa yang wafat, tradisi ini sempat vakum hingga akhirnya kembali dihidupkan di ajang PKB 2025.

“Inilah momentum kebangkitan sekaa barong yang dulu pernah menghibur masyarakat. Kami bahkan menampilkan sejumlah topeng tua yang pernah digunakan dalam pementasan ngelawang di masa lalu,” tuturnya.

Tak kurang dari belasan topeng berusia lebih dari setengah abad turut dipamerkan dalam parade tersebut. Pertunjukan ini dikemas dalam cerita menyentuh tentang seorang anak kecil yang bercita-cita menari barong, lalu didatangi sosok kakeknya, seorang penari lawas.

Sang kakek kemudian mewariskan pesan tentang pentingnya menjaga seni warisan leluhur, membangun jembatan nilai antara generasi lama dan muda.

Lebih jauh, keterlibatan para pemuda dari 10 banjar menjadi simbol kuat persatuan dan kebersamaan antar-desa adat. “Para yowana sangat antusias. Selain berkesenian, ini juga menjadi ruang interaksi dan mempererat ikatan antar-pemuda,” jelas Candra.

Sebelum tampil di PKB, pertunjukan ini juga sempat dipentaskan di wilayah setempat. Respons masyarakat sangat emosional, banyak yang larut dalam nostalgia hingga meneteskan air mata mengenang kejayaan sekaa barong tempo dulu.

“Memang tidak mudah menghidupkan kembali tradisi ini. Kami tak punya rekaman dokumentasi, tapi beruntung beberapa pelaku lama masih ada. Ini benar-benar menjadi ajang nostalgia,” tambahnya.

Candra pun mengajak masyarakat menjadikan PKB sebagai ruang kebanggaan untuk melestarikan seni tradisi.

“Mari jadikan PKB wadah bagi kita semua untuk merawat dan membanggakan seni budaya warisan leluhur. Karena di sinilah tujuan sebenarnya,” pungkasnya. (jas)

 

 

 

 

 

 

Sejarah Desa Blahkiuh Menggema di PKB 2025 Lewat Garapan Sekaa Gong Wira Agra Kusuma

Sekaa Gong Wira Agra Kusuma dari Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025, Sabtu (11/7/2025)
Sekaa Gong Wira Agra Kusuma dari Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025, Sabtu (11/7/2025)

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, kembali menjadi saksi gemerlap kreativitas seni tradisional Bali.

Kali ini, giliran Sekaa Gong Wira Agra Kusuma dari Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, yang unjuk karya dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025, Sabtu (11/7/2025).

Sebagai duta Sekaa Gong Kebyar Dewasa (GKD) Kabupaten Badung, kelompok ini tampil bersanding dengan duta Kabupaten Buleleng, memukau ribuan penonton yang memadati arena pagelaran.

Kehadiran mereka tak sekadar mempertontonkan kemahiran seni, tetapi juga menyuarakan kembali jejak sejarah desa mereka dalam balutan karya garapan yang sarat makna.

Menurut konseptor garapan, I Gusti Made Darma Putra, Sekaa Gong Wira Agra Kusuma mempersembahkan tiga sajian utama yang diilhami dari perjalanan sejarah Desa Blahkiuh. Ketiganya adalah Tabuh Nem Lelambatan Periring Kreasi “Giri Kusuma”, Tari Kreasi Kebyaran “Kakundur”, serta Fragmentari “Sabda Prawara”.

“Garapan ini lahir dari inspirasi sejarah Blahkiuh yang bermula dari kisah Singasari, keberadaan Pura Luhur Giri Kusuma beserta taksunya, hingga geliat Tari Kecak Blahkiuh yang telah mewarnai kehidupan budaya desa,” jelasnya.

Sebagai pembuka, Tabuh Nem Lelambatan Periring Kreasi “Giri Kusuma” dihadirkan sebagai wujud ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas anugerah kehidupan dan keharmonisan alam semesta. Melalui alunan melodi yang berpadu dengan pola ritme nan dinamis, tabuh ini merefleksikan euforia keberhasilan dalam menapaki harapan menuju tata tentram kerta raharja.

Sementara itu, Tari Kreasi Kebyaran “Kakundur” menggambarkan sinar permata budaya yang memancar dari Blahkiuh. Tarian ini berakar dari semangat leluhur yang terinspirasi oleh keagungan Hyang Ratu Panji di Pura Luhur Giri Kusuma.

Dengan energi khas dan kekuatan vokabuler gerak yang dibalut aura spiritual, Kakundur bukan sekadar tari kreasi, melainkan pusaka gerak yang mengalirkan gema abadi dari denyut tradisi desa.

“Kakundur adalah nyanyian semesta yang menari dalam irama cak, menggetarkan nadi budaya, dan menjadikan Blahkiuh sebagai benteng spiritual yang tetap bersinar di tengah arus zaman,” ujar Darma Putra.

Sebagai penutup, Fragmentari “Sabda Prawara” menyajikan kisah tentang bara hasrat di balik gemerlap kekuasaan. Drama panggung ini mengisahkan pergulatan batin, intrik politik, dan benturan spiritualitas di persimpangan takdir.

Petuah “Ndi rug Singasari, rug Ayunan, Ndi rug Ayunan, Rug Singasari” menjadi sabda yang tak sekadar bergema di udara, melainkan mengguncang keyakinan jiwa para pemimpin kala itu.

Ketika mantra suci berkumandang dan pusaka keramat diangkat, panggung pertunjukan berubah menjadi altar pengorbanan, di mana “Sabda Prawara” menjadi penentu arah takdir.

Penampilan megah Sekaa Gong Wira Agra Kusuma melibatkan 32 seniman muda, terdiri dari penari dan penabuh.

Dengan dedikasi penuh, mereka berhasil menyajikan sebuah pentas yang tidak hanya memukau secara artistik, tetapi juga membangkitkan kembali ingatan kolektif tentang sejarah, spiritualitas, dan budaya Desa Blahkiuh di hadapan masyarakat Bali. (jas)

Lagi! Kecelakaan Beruntun di Jalur Denpasar-Singaraja Akibat Truk Alami Rem Blong

Truk terguling usai terlibat kecelakaan beruntun di jalur rawan Denpasar–Singaraja, tepatnya di sebelah timur Pasar Sayur Baturiti, Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu kemarin (12/7/2025) sore.
Truk terguling usai terlibat kecelakaan beruntun di jalur rawan Denpasar–Singaraja, tepatnya di sebelah timur Pasar Sayur Baturiti, Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu kemarin (12/7/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan beruntun kembali terjadi di jalur rawan Denpasar–Singaraja, tepatnya di sebelah timur Pasar Sayur Baturiti, Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu kemarin (12/7/2025) sore.

Sebuah truk tronton bermuatan 16 ton mengalami rem blong dan menabrak tiga unit mobil sebelum akhirnya terguling ke lahan kosong. Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.10 Wita. Kecelakaan berawal dari truk Isuzu GIGA bernomor polisi DR 8618 AD yang dikemudikan oleh Sadli (53), warga Sumbawa, melaju dari arah Singaraja menuju Denpasar.

Saat melintasi jalan menurun dan padat lalu lintas, tepatnya di sekitar Restoran Tundra, truk sempat berhenti karena kemacetan.

Namun saat kendaraan kembali berjalan, rem truk dilaporkan tidak berfungsi. “Sopir sudah berusaha menggunakan rem tangan, tapi kendaraan tetap melaju dengan kecepatan sekitar 40 km/jam,” ujar Berata Minggu (13/7/2025).

Akibatnya, truk menabrak tiga mobil di depannya, diantaranya Toyota Rush DK 1728 FBE yang dikemudikan Dody Widyana Mahayasa (49), warga Buleleng. Daihatsu Terios DK 1979 ACX yang dikemudikan Wahyudi (37), warga Sragen. Serta Toyota Rush DK 71 LA yang dikemudikan I Made Muniadania (46), anggota TNI asal Denpasar.

Setelah menabrak tiga mobil tersebut, sopir membanting setir ke arah kiri menuju lahan kosong untuk menghindari tabrakan lanjutan.

“Truk akhirnya terguling di lahan kosong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh kendaraan mengalami kerusakan,” imbuh Berata.

Kecelakaan ini menambah deretan kasus serupa yang terjadi di jalur Denpasar–Singaraja, khususnya di kawasan Baturiti. Jalur ini belakangan menjadi lebih padat akibat pengalihan arus lalu lintas dari arah Denpasar–Gilimanuk menyusul amblesnya jalan nasional di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, pada Senin (7/7/2025) lalu.

Hingga saat ini, perbaikan jalan di titik jebol tersebut masih berlangsung. Kondisi ini membuat sebagian kendaraan berat dan logistik dialihkan melalui jalur Baturiti yang medannya cukup ekstrem dengan turunan dan tikungan tajam, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar. (ana)