- Advertisement -
Beranda blog Halaman 142

Pantauan Harga Pangan di 10 Pasar Tabanan, Cabai Rawit Tertinggi

Pedagang sembako di Pasar Tabanan.
Pedagang sembako di Pasar Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Tabanan melaksanakan survei harga pangan di 10 pasar tradisional pada Selasa (15/7/2025).

Survei ini bertujuan memantau stabilitas harga bahan pokok serta mengantisipasi lonjakan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar komoditas menunjukkan harga yang relatif stabil. Namun, beberapa komoditas, terutama jenis cabai, tercatat mengalami lonjakan harga.

Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi dalam kategori sayuran, yakni Rp65.833 per kilogram. Disusul oleh bawang merah Rp36.333/kg dan bawang putih bonggol Rp34.167/kg. Sementara cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing dihargai Rp35.000/kg.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras premium tercatat Rp16.000/kg, sedangkan beras medium Rp14.667/kg. Gula konsumsi berada pada kisaran Rp18.000/kg, sementara harga minyak goreng kemasan tercatat Rp19.333/liter dan minyak goreng curah Rp20.000/liter.

Komoditas protein hewani menunjukkan harga yang cukup bervariasi. Harga daging sapi murni mencapai Rp120.000/kg, daging ayam ras Rp39.000/kg, dan telur ayam ras Rp26.500/kg. Untuk komoditas ikan, ikan kembung dijual Rp40.000/kg, ikan tongkol Rp38.500/kg, dan ikan bandeng Rp56.500/kg.

Sementara itu, harga tepung terigu juga bervariasi tergantung bentuk penjualannya. Untuk terigu curah tercatat Rp10.500/kg, dan terigu kemasan Rp12.833/kg. Adapun garam konsumsi berada pada angka Rp11.833/kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan, Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, menyampaikan bahwa secara umum kondisi harga pangan masih tergolong stabil.

“Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi, seperti cabai rawit merah yang harganya cukup tinggi. Fluktuasi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta memantau harga secara berkala untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan di masyarakat.

“Kami juga mendorong penguatan cadangan pangan pemerintah serta pemanfaatan pekarangan melalui program pangan lestari sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga,” tambahnya. (ana)

Badung Tampilkan Wayang Kulit Dalang Wanita, Angkat Kisah Prabu Salya di PKB 2025

Parade Wayang Kulit Dalang Wanita dari Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025, Selasa malam (15/7/2025).
Parade Wayang Kulit Dalang Wanita dari Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025, Selasa malam (15/7/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Suasana magis menyelimuti area depan Gedung Kriya, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Selasa malam (15/7/2025), saat Parade Wayang Kulit Dalang Wanita dari Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, digelar dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.

Pada kesempatan ini, Sanggar Seni Wayang Kulit Parwa Bendu Semara tampil membawakan lakon klasik berjudul Pralaya Senopati Salya, yang disajikan dengan pakem khas Sulangai.

Lakon ini dipentaskan oleh dalang muda berbakat, Ni Luh Gede Anik Darmayanti, yang menjadi pusat perhatian berkat kepiawaiannya membawakan cerita pewayangan meski masih berusia 20 tahun.

Dalam wawancara sebelum pementasan, Anik Darmayanti menjelaskan bahwa kisah tersebut diambil dari bagian besar Mahabharata, saat Prabu Salya raja Mandaraka diangkat menjadi panglima perang pasukan Korawa dalam perang Bharatayudha.

Posisi ini menempatkannya dalam dilema batin karena harus menghadapi dua keponakan kandungnya, Nakula dan Sahadewa, yang berpihak pada Pandawa.

“Meski dihantui konflik batin, Prabu Salya tetap menjalankan tugasnya sebagai senopati,” ujar Anik.

Ia menambahkan, Prabu Salya memiliki kekuatan luar biasa, darah yang menetes dari tubuhnya dapat berubah menjadi raksasa yang membuat pihak Korawa percaya diri akan menang.

Namun, keberadaan Kresna sebagai penasehat Pandawa menjadi kunci dalam perang. Ia mengungkap bahwa hanya manusia berdarah putih simbol kesucian yang bisa mengalahkan Prabu Salya. Sosok tersebut ada tiga, yaitu Subali, Rsi Bagaspati (guru Salya), dan Prabu Darmawangsa.

Konflik pun memuncak ketika Prabu Darmawangsa turun ke medan laga, berduel dengan Prabu Salya. Pertempuran sengit itu berakhir dengan gugurnya Salya, membawa pesan mendalam mengenai pentingnya berbuat baik kepada saudara sendiri maupun kepada sesama.

Anik juga mengungkapkan bahwa meskipun ia telah beberapa kali tampil dalam pementasan kecil sebagai dalang, ini adalah debutnya di ajang PKB.

“Kami persiapkan pentas ini selama kurang lebih empat bulan. Ini pengalaman pertama saya tampil di PKB, dan saya sangat bersyukur,” ujarnya menutup. (ana)

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemda Tabanan dan Halmahera Timur Jalin Kerjasama

Acara penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara Perumda Dharma Santhika Tabanan dengan Perumda Halmahera Timur di ruang Rapat Bupati Tabanan, Rabu (16/7/2025).
Acara penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara Perumda Dharma Santhika Tabanan dengan Perumda Halmahera Timur di ruang Rapat Bupati Tabanan, Rabu (16/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali bersama Pemerintah Halmahera Timur, Maluku menjalin kerjasama di bidang pangan.

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara Perumda Dharma Santhika dengan Perumda Halmahera Timur di ruang Rapat Bupati Tabanan yang disaksikan langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Rabu (16/7/2025).

Bupati Sanjaya menyebut kerjasama antar pulau ini bisa mendukung ketahanan pangan di kedua kabupaten. Disamping itu, Perumda Dharma Santika selama ini telah berkembang pesat melalui penjualan hasil produksi pertanian maupun peternakan.

Setelah penandatanganan MOU, Pemda Halmahera Timur melalui perumda akan melakukan menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) lebih rinci serta riset terhadap komoditas yang dibutuhkan dari kabupaten Tabanan, baik itu hasil pertanian ataupun perkebunan.

“Kerjasama di bidang pangan ini ini tidak ada batasnya. Kedepan dari Halmahera Timur ada juga produk yang bisa dibawa ke Bali untuk dijual,” ucap Sanjaya.

Sementara itu, Bupati Abaid Yakub mengatakan, memalui kerjasama yang terjalin ini sebagai wadah pembelajaran BUMD Kabupaten Haltim khususnya di sektor pangan. Mengingat sebagian besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Haltim berasal dari sektor pertambangan.

“Tabanan di sektor pangan menurut kami sangat bagus sehingga kami ingin bekerja sama melalui perusda,” jelasnya.

Menurutnya, prinsip utama dari kerjasama ini adalah mensuplai kebutuhan pangan di Haltim. Sebab saat ini, untuk kebutuhan beras, mereka hanya mampu menyuplai kebutuhan industri nikel dengan jumlah tenaga kerja yang sangat banyak.

Luasan pertanian yang dimiliki hanya sekitar 5.000 hektare, dengan produksi beras hanya sekitar 200 ribu ton.

“Kami hanya bisa mendukung kebutuhan pegawai. Kami melihat Tabanan mampu dan bisa memberikan manfaat pada pemerintahan kami,” imbuuhnya.

Direktur Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan, Kompyang Pasek Wedha, menyatakan bahwa potensi pertanian, peternakan, dan perkebunan di Tabanan sangat mendukung ketahanan pangan, termasuk untuk wilayah lain seperti Halmahera Timur.

“Kebutuhan pangan tersedia hingga sayur mayur. Jadi kerja sama ini nantinya adalah mensupport ketahanan pangan,” ujarnya, Selasa (16/7).

Kerja sama ini dinilai strategis karena Halmahera Timur masih terbatas pada komoditas kelapa, sementara kebutuhan pangannya tinggi seiring geliat industri pertambangan. Pasek menyebut kerja sama ini membuka peluang bisnis yang saling menguntungkan.

PDDS yang telah berpengalaman menyuplai pangan ke hotel-hotel besar, siap mendistribusikan produk pertanian Tabanan dengan kualitas terbaik. Mereka memiliki produk beras unggulan seperti Sierang, Sigeulis, dan Impari 32, yang dikenal alami tanpa pemutih dan pengawet.

Dengan luas sawah sekitar 19 ribu hektare dan hasil panen 7–8 ton per hektare, total produksi padi Tabanan dapat mencapai 260 ribu ton. Sementara konsumsi masyarakat setempat hanya sekitar 200 ton per hari. Artinya, Tabanan masih dalam kondisi surplus dan mampu memenuhi kebutuhan luar daerah.

MoU yang telah diteken bersifat fleksibel, namun diharapkan dapat berlangsung jangka panjang sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan perekonomian kedua daerah. (ana)

Viral Ban Mobil Dicuri di Parkiran Bandara Ngurah Rai, Polisi Selidiki Pelaku

Tangkapan Layar-Viral pencurian ban mobil di di kawasan parkir Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (15/7/2025).
Tangkapan Layar-Viral pencurian ban mobil di di kawasan parkir Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (15/7/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Viral di media sosial terjadi aksi pencurian ban mobil terjadi di kawasan parkir Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (15/7/2025).

Menanggapi hal tersebut, Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku kejadian yang meresahkan pengguna bandara tersebut.

Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana menyampaikan, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Selasa (15/7/2025) sekitar pukul 17.00 WITA.

“Kejadiannya di MLCP (Multi Level Car Parking) Internasional Lantai 3, Blok G8, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” jelasnya, Rabu (16/7/2025).

Ipda Gede Suka Artana menyebut, mobil tersebut merupakan Toyota Kijang Innova Reborn DK XXXX ACW milik Ida Bagus A.S. (45), warga Dangin Puri Kauh, Denpasar Barat.

Pencurian pertama kali diketahui oleh sopir yakni  I Kadek K (42), warga Blahbatuh, Gianyar, yang saat itu datang ke bandara untuk menjemput tamunya.

Ia memarkirkan mobilnya di lantai 3 parkir internasional sekitar pukul 15.30 WITA. Lantas ia menuju ke area kedatangan internasional.

Sekira pukul 17.00 WITA, saat kembali ke mobilnya dan menyalakan mesin, Kadek K merasa ada kejanggalan pada mobil karena tidak bergerak secara normal.

Ia pun turun untuk memeriksa. Betapa terkejutnya Kadek K mendapati ban mobil bagian belakang kiri telah hilang, dan as roda diganjal dengan batako.

Atas kejadian tersebut, Kadek K kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Kawasan Bandara pada pukul 23.40 WITA.

“Kami telah menerima laporan atas kasus pencurian ban mobil yang terjadi di area parkir terminal internasional. Saat ini anggota Satreskrim sedang melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” jelas Ipda Suka Artana.

Diperkirakan kerugian materiil akibat kejadian ini mencapai Rp 3 juta. “Kami imbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan agar segera melaporkan ke pihak kepolisian. Perkembangan hasil penyelidikan akan kami sampaikan lebih lanjut,” pungkasnya. (ana)

Jalur Nasional Jebol, Distribusi Dipastikan Tetap Aman – Inflasi Bali Terkendal

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Selasa (15/7/2025).
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Selasa (15/7/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali berupaya menjaga stabilitas inflasi serta menjamin kelancaran distribusi barang dan jasa pasca kerusakan infrastruktur di jalur utama penghubung wilayah timur dan barat Bali yakni Jalur Denpasar-Gilimanuk.

Langkah-langkah tersebut disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Selasa (15/7/2025).

Sekda Dewa Made Indra menyatakan, kerusakan jalan nasional di Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, yang disebabkan oleh amblesnya gorong-gorong di bawah badan jalan, berdampak pada kelancaran distribusi barang.

Namun ia menekankan, pemerintah tidak tinggal diam dan langsung bergerak cepat bersama seluruh pihak terkait untuk memastikan jalur tersebut segera dapat difungsikan kembali.

“Ini satu-satunya jalur nasional yang menghubungkan wilayah timur dan barat Bali serta menjadi rujukan utama pergerakan logistik. Kami sudah menerima laporan dari semua pihak, dan penanganannya berjalan sangat cepat. Harapan kami, minggu ini jalur sudah bisa dibuka kembali untuk operasional,” tegas Dewa Made Indra.

Sekda juga menyoroti distribusi BBM, LPG, dan berbagai komoditas lainnya sempat mengalami tantangan. Namun berkat kerja keras dan antisipasi cepat semua stakeholder, distribusi tetap terjaga.

Ia mengapresiasi koordinasi dan kerja cepat dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Pertamina, dan pihak-pihak lainnya.

“Semoga dalam waktu dekat jalur ini sudah bisa dibuka agar distribusi kembali normal,” imbuhnya.

Laporan dari Kasatker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Bali, I Nyoman Jasmara, menyebutkan bahwa amblesnya jalan di KM 38+725 disebabkan oleh runtuhnya struktur cross drain lama di bawah badan jalan akibat derasnya aliran air.

Penanganan dilakukan secara intensif sejak hari kejadian, dengan mengganti cross drain menggunakan box culvert berukuran 2 x 2 meter, disertai perkuatan struktur, timbunan material granular, pemasangan geotekstil, dan pengecoran beton. Hingga 14 Juli 2025, progres pekerjaan bahkan telah melampaui target harian.

“Dengan dukungan penuh seluruh stakeholder, termasuk pengaturan lalu lintas yang baik, kami berharap jalur ini sudah bisa dilewati paling lambat minggu depan, bahkan bisa lebih cepat,” ujar Jasmara.

Dari sisi distribusi energi, Sales Branch Manager Rayon III Bali Pertamina, Made Bulan Asasia Binov, memastikan tidak terjadi kekosongan pasokan BBM maupun LPG. Meskipun terjadi pengalihan jalur pengiriman ke arah utara, Depot Manggis dan Sanggaran tetap siaga, termasuk pada hari libur, untuk memastikan distribusi tetap lancar ke wilayah terdampak.

“Hari pertama kejadian kami langsung menindaklanjuti. Tidak ada kekosongan di SPBU. Operasional tetap kami buka khusus untuk wilayah terdampak,” terang perwakilan Pertamina.

Kondisi serupa juga disampaikan terkait distribusi pangan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyebutkan bahwa pasokan pangan secara umum masih bisa dijaga.

Kenaikan harga komoditas seperti bawang merah, telur, dan cabai besar masih dalam kisaran wajar dan terkendali. Program pembagian bibit cabai juga tetap berjalan sebagai upaya memperkuat produksi lokal.

Pada forum HLM TPID ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriaatmadja, menyampaikan bahwa inflasi Bali secara bulanan (Juni 2025) tercatat sebesar 0,44 persen (mtm), lebih tinggi dari angka nasional (0,19 persen mtm), dengan penyumbang utama dari komoditas hortikultura seperti cabai rawit dan tomat. Secara tahunan, inflasi Bali berada pada angka 2,94 perssn (yoy), masih dalam sasaran inflasi nasional (2,5 ±1 persen), namun tetap memiliki potensi risiko ke depan yang perlu diantisipasi.

“Salah satu risiko utama ke depan adalah kelancaran distribusi, terutama terkait kondisi infrastruktur. Selain itu, kenaikan biaya pendidikan, harga emas, dan faktor cuaca juga menjadi perhatian,” ungkap Kepala BI Bali.

Meski demikian, menurut BI, terdapat juga sisi positif atau downside risk yang dapat membantu menahan tekanan inflasi, seperti panen bawang merah di NTB dan Bali, serta penyaluran Minyakita dan beras SPHP oleh pemerintah.

Lebih jauh, Sekda Bali dalam penutupan pertemuan tersebut, menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi memerlukan kerja sama lintas sektor dan tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral. Ia mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk tetap waspada, namun tetap menjaga optimisme dalam menghadapi dinamika perekonomian.

Sekda Dewa Indra juga berharap, terkait kenaikan inflasi yang terjadi, dimana mengingat saat ini masih berada di pertengahan bulan Juli, diharapkan angka inflasi di Bali setidaknya dapat setara, atau bahkan lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi nasional.

“Pengendalian inflasi membutuhkan kerja keras kita semua. Kuncinya terletak pada sinergi. Jalan boleh rusak, tetapi sistem dan kerja kita tidak boleh berhenti. Kita buktikan bahwa Bali tetap mampu menjaga stabilitas distribusi dan harga melalui kerja sama,” pungkasnya. (ana)

Taksu Mandala Ungasan Tampilkan Legong Manohara di PKB ke-47

Komunitas Seni Taksu Mandala dari Banjar Wijaya Kusuma, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, tampil di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.
Komunitas Seni Taksu Mandala dari Banjar Wijaya Kusuma, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, tampil di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Komunitas Seni Taksu Mandala dari Banjar Wijaya Kusuma, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, tampil memikat di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47. Bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (14/7/2025).

Duta seni Kabupaten Badung ini menyuguhkan rangkaian pertunjukan yang memadukan seni klasik dan kreasi baru dengan makna budaya yang kuat.

Pembina Pelegongan Klasik Taksu Mandala, Komang Trisandiasa Putra, mengatakan, keikutsertaan tahun ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan kembali seni pelegongan klasik kepada generasi muda sekaligus menampilkan karya inovatif yang tetap berpijak pada akar budaya.

Salah satunya adalah Legong Kreasi Manohara, karya yang mengusung filosofi keseimbangan hidup.

“Manohara ini saya angkat dari pengalaman mantra Manoharam, artinya keseimbangan. Dalam konsep Jagat Kerthi, keseimbangan itu penting — antara hitam dan putih, maskulin dan feminin, antara segala yang berbeda. Kami gabungkan spirit cak di Desa Ungasan ke dalam garapan ini,” jelasnya.

Penampilan ini melibatkan 30 seniman, dengan proses latihan intensif selama empat bulan.

Pertunjukan dibuka dengan Tabuh Petegak Palegongan Klasik bertajuk Kulicak, karya maestro tabuh almarhum I Gusti Putu Made Geria.

Garapan yang terinspirasi dari kicauan burung Kulicak ini dulunya dikenal lewat siaran kesenian RRI Denpasar era 70-an dan kini dihidupkan kembali oleh generasi muda Ungasan.

Tabuh ini dibina oleh I Komang Sukajaya Sudarma, dengan penata busana dari Kicuk Collection, didukung penuh oleh Kelian Desa Adat dan Perbekel Desa Ungasan.

Berlanjut ke Tabuh Petegak Palegongan Kreasi berjudul Saet Wangsul, karya I Wayan Pradnya Pitala, S.Sn. Komposisi ini menyimbolkan hubungan emosional masyarakat Ungasan dengan tanah kelahirannya.

Kata wangsul yang berarti pulang, menjadi filosofi utama garapan ini tentang anak-anak desa yang merantau menimba ilmu, lalu kembali membangun kampung halaman. Tabuh ini menggabungkan unsur musikal dengan nilai-nilai peradaban masyarakat pesisir Ungasan.

Selanjutnya dipentaskan Tari Legong Klasik Jobog, yang mengisahkan pertarungan dua bersaudara, Sugriwa dan Subali, dari epos Ramayana. Tarian ini menampilkan keindahan gerak legong klasik yang penuh detail dan emosi, dengan arahan artistik dari Ni Made Ratna Juwita, S.Sn, didukung oleh iringan musik I Komang Sukajaya Sudarma dan I Komang Budiarsa.

Sebagai penutup, ditampilkan Tari Legong Kreasi Manohara, hasil kolaborasi Kadek Ayu Diah Mutiara Dewi dan Ni Putu Putri Laksmi Dewi. Tarian ini terinspirasi dari filosofi Rwa Bhineda, yang mengajarkan keseimbangan antara dua unsur yang bertolak belakang.

Gerak tari menggambarkan harmoni antara kelembutan dan kekuatan, menyampaikan pesan pentingnya menerima perbedaan sebagai wujud kehidupan yang selaras. Musik pengiringnya digarap oleh I Nyoman Tri Sandyasa, S.Sn.

Bendesa Adat Ungasan, Wayan Disel Astawa, mengapresiasi penuh partisipasi seniman desa dalam PKB tahun ini. Ia menyebutkan, selain Gong Kebyar yang sudah tampil sebelumnya, kehadiran Komunitas Seni Taksu Mandala dengan pelegongan klasiknya menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Desa Adat Ungasan.

“Kami bersyukur dan bangga, karena tidak hanya soal anggaran, melainkan soal kemauan, bakat, dan niat dari generasi muda untuk tetap menjaga dan melestarikan seni, adat, dan budaya. Astungkara, anak-anak muda di desa kami masih memiliki semangat itu,” ujarnya. (jas)

Janger Tanjung Benoa Kembali Tampil di PKB 2025 Lewat Tema Akulturasi Budaya

Sanggar Seni Wredaya Muni dari Desa Adat Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, menampilkan Utsawa Janger Tradisi Remaja di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (14/7/2025) malam.
Sanggar Seni Wredaya Muni dari Desa Adat Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, menampilkan Utsawa Janger Tradisi Remaja di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (14/7/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kesenian tradisional Janger, yang dikenal sebagai tari pergaulan muda-mudi Bali, kembali tampil memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.

Kali ini, Kabupaten Badung menghadirkan Sanggar Seni Wredaya Muni dari Desa Adat Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, untuk ambil bagian dalam Utsawa Janger Tradisi Remaja di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (14/7/2025) malam.

Pementasan ini mengangkat tema “Napak Tetamian”, yang terinspirasi dari kehidupan sosial masyarakat Tanjung Benoa. Tema tersebut menggambarkan keharmonisan antarumat beragama dan lintas suku yang sudah lama terjalin di wilayah tersebut, antara komunitas Hindu Bali, Islam Bugis, dan Cina Konghucu.

Kata tetamian sendiri bermakna warisan atau peninggalan. Di Desa Adat Tanjung Benoa, terdapat sebuah tapakan Rangda yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Hindu setempat.

Uniknya, saat upacara Piodalan, tapakan Rangda ini turut diiringi alunan lagu-lagu janger dan tarian janger, yang tidak hanya dilaksanakan oleh warga Hindu, tetapi juga melibatkan masyarakat Islam Bugis dan Cina Konghucu. Inilah cerminan nilai Jagat Kerthi dan Loka Hita Samudaya, di mana perbedaan disatukan demi harmoni bersama.

Ketua Sanggar Seni Wredaya Muni, I Ketut Aditya Putra, menjelaskan bahwa tema pementasan kali ini memang bertujuan menampilkan akulturasi budaya yang sudah turun-temurun hidup di Tanjung Benoa.

“Sejak kecil saya sudah menyaksikan keberagaman ini. Melalui kolaborasi tiga budaya ini, kami ingin menyajikan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan akar tradisi,” ungkapnya.

Proses persiapan pertunjukan ini berlangsung sekitar tiga bulan. Selama proses tersebut, sanggar berupaya memadukan unsur seni dari ketiga komunitas, baik dalam gending, tarian, maupun iringan tabuh. Pementasan ini melibatkan 29 orang penari dan 22 penabuh.

Aditya juga menuturkan, kesenian janger di Desa Adat Tanjung Benoa sebenarnya pernah hidup aktif sekitar tahun 1998. Kala itu, sejumlah tokoh masyarakat dari Banjar Tengah menggagas pelestarian janger dengan belajar ke Banjar Bengkel, Sumerta Kelod, Denpasar.

Selain karena hubungan pergaulan antar tokoh, secara niskala diyakini adanya keterkaitan spiritual antara sesuhunan di Tanjung Benoa dan Bengkel.

Namun, seiring perubahan zaman dan bergantinya generasi, kesenian ini sempat mengalami kevakuman, meski tak tercatat pasti kapan mulainya.

Melalui momentum PKB tahun ini, janger Tanjung Benoa kembali dihidupkan, melibatkan anak-anak muda, beberapa di antaranya merupakan putra-putri dari para penari janger generasi sebelumnya.

“Sekarang anak-anak muda inilah yang kami ajak menari janger. Mereka menari sekaligus membangkitkan kenangan masa lalu orang tua mereka. Inilah cara kami mewariskan seni budaya sekaligus menjaga keharmonisan antar umat di desa kami,” tutup Aditya. (jas) 

Gebyar Sambungan Murah Perumda TAB Capai 970 Pendaftar

Pendaftaran Gebyar Pemasangan Sambungan Rumah Air Minum dan Sambung Kembali di Perumda TAB Tabanan. 
Pendaftaran Gebyar Pemasangan Sambungan Rumah Air Minum dan Sambung Kembali di Perumda TAB Tabanan. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program Gebyar Sambungan Air Minum Murah yang digelar Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan (TAB) hingga saat ini masih berlangsung.

Kabag Langganan Perumda TAB, I Wayan Agus Suanjaya didampingi Humas TAB, Putu Wahyu Untung mengungkapkan, dari data yang dihimpun total pendaftaran yang sudah masuk per Senin (14/7/2025) sebanyak 970 pendaftar. Dengan rincian Kota Tabanan 511 sambungan, Kerambitan 168, Selemadeg 93, Penebel 121 dan Baturiti 77

Dari total tersebut sebanyak 970 sebanyak 867 telah dibuatkan RAB sedangkan sisanya masih dalam proses survei. Dari total 867 RAB yang sudah rampung dikerjakan sebanyak 673 telah melakukan pembayaran dan sebanyak 566 sudah dilakukan pemasangan instalasi.

“Sedangkan untuk sambung kembali total ada 50 permohonan baik di Kota maupun Unit,” ujarnya, Selasa (15/7/2025).

Data ini menunjukkan jika animo masyarakat sangat tinggi terhadap program Gebyar Sambungan Air Minum Murah ini. Program ini masih akan berlangsung hingga 29 Agustus 2025 dengan batas waktu pembayaran RAB hingga 30 September 2025.

Dalam gebyar ini, masyarakat yang ingin menjadi pelanggan Perumda TAB dapat menikmati harga spesial. Yakni mendapatkan diskon dari harga normal. Yaitu hanya Rp1.200.000 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku serta berdasarkan hasil survey. Sedangkan biaya normal Rp1.950.000.

Maka dari itu masyarakat yang ingin menjadi pelanggan Perumda TAB dapat melakukan pendaftaran di Kantor Pusat maupun di Kantor Unit Layanan Perumda TAB terdekat. Cukup membawa fotokopi KTP, denah lokasi dan biaya pendaftaran. Biaya pendaftaran pun didiskon menjadi Rp.4.999.

Melalui gebyar ini pihaknya berharap layanan Perumda TAB dapat semakin luas cakupannya. Yang tentunya akan dibarengi dengan peningkatan pelayanan sehingga distribusi air dapat berkelanjutan.

Disamping itu para pelanggan yang mengalami gangguan, ataupun membutuhkan informasi diimbau untuk dapat menghubungi call center resmi Perumda TAB.

Termasuk apabila menemukan permasalahan jaringan seperti kebocoran di jalan dan sejenisnya agar segera menyampaikan langsung kepada Perumda TAB melalui call center resmi di nomor 0878-1614-3624 atau Instagram @perumda_tirtaamerthabuana.
Dengan demikian jumlah pelanggan per Juni 2025 adalah 68.440 SR.

Badung Terima Hibah BMN Rp26 Miliar Hasil Rampasan KPK

Wabup Bagus Alit Sucipta menerima hibah BMN Hasil Rampasan KPK RI dari Direktur Labuksi KPK RI Mungki Hadipratikto saat acara hibah aset dan Sosialisasi Anti Korupsi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (15/7/2025).
Wabup Bagus Alit Sucipta menerima hibah BMN Hasil Rampasan KPK RI dari Direktur Labuksi KPK RI Mungki Hadipratikto saat acara hibah aset dan Sosialisasi Anti Korupsi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (15/7/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pememerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa eks barang rampasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI).

Hibah berupa tanah barang sitaan KPK RI ini terletak di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, terdiri dari enam bidang tanah dengan total nilai Rp26 miliar lebih.

Acara serah terima hibah BMN, dirangkaikan dengan Sosialisasi Anti Korupsi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (15/7/2025).

Hibah BMN diserahkan oleh Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK RI Mungki Hadipratikto, diterima Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta atas nama pemerintah dan masyarakat Badung menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada KPK RI khususnya Direktorat Labuksi telah mempercayakan hibah BMN hasil rampasan korupsi kepada Pemkab Badung.

Hal ini merupakan bentuk sinergi positif antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah khususnya Pemkab Badung dalam memastikan aset negara dikembalikan untuk kepentingan masyarakat.

“Hibah tanah ini akan kami manfaatkan dengan baik guna mendukung pembangunan di Badung, terutama dalam meningkatkan pelayanan publik, fasilitas umum dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Pihaknya memastikan hibah akan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Diharapkan pula, hibah ini dapat mendukung percepatan terwujudnya visi dan misi Pemkab. Badung yang dituangkan dalam tujuh program strategis (Sapta Kriya Adi Cipta).

Aset ini akan dimanfaatkan untuk mewujudkan program strategis yang ke tujuh yaitu membangun taman kreatif desa, untuk menyiapkan ruang dan wahana bagi masyarakat umum untuk beraktivitas.

“Tanah dimaksud kami akan gunakan untuk mendukung program strategis. Kami juga meyakinkan bahwa pemkab badung berkomitmen penuh dalam penegakan anti korupsi,” tegasnya.

Direktur Labuksi KPK RI, Mungki Hadipratikto menjelaskan, kegiatan ini adalah serah terima hibah barang rampasan negara dari penanganan perkara yang dilakukan KPK kepada Pemkab Badung.

Yang diserahkan berupa tanah seluas kurang lebih 2000 M2 dengan nilai Rp26 miliar lebih hasil perkara tindak pidana korupsi bansos pada saat Covid. Diharapkan aset ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pelayanan publik.

“Setelah diserahkan, kami dari pihak KPK akan melakukan monitoring untuk memastikan aset tersebut sudah dilakukan balik nama ke dalam barang milik daerah. Juga memastikan bahwa aset itu dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Disebutkan, serah terima aset ini prosesnya panjang, mulai dari lelang yang telah dilakukan dua kali namun tidak ada peminat, sehingga dilakukan melalui pemindahtanganan atau hibah.

Plt. Kepala BPKAD Badung, I Ketut Wisuda melaporkan, serah terima hibah BMN, barang rampasan KPK diawali dengan menyampaikan Surat Permohonan Bupati Badung kepada KPK terhadap 6 bidang tanah yang berlokasi di Kerobokan Kelod untuk menjadi barang milik daerah.

Ditambahkan, hibah tanah barang sitaan yang diserahkan berupa enam bidang tanah yaitu; SHM No. 7904/Kerobokan Kelod luas 300 M2, SHM No. 7905/Kerobokan Kelod luas 115 M2, SHM No. 7897/Kerobokan Kelod luas 150 M2, SHM No. 7986/Kerobokan Kelod luas 300 M2, SHM No.7906/Kerobokan Kelod luas 610 M2, dan SHM No. 7898/Kerobokan Kelod luas 590 M2. Luas total 2.065 M2 dengan nilai total Rp. 26.747.877.000.

Hadir Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Wakil Ketua DPRD I Made Sunarta, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB. Surya Suamba beserta Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Satgas Eksekusi pada Direktorat Labuksi KPK RI Leo Sukoto Manalu beserta Tim KPK RI, Camat, Perbekel, Lurah dan Bendesa Adat se-Badung serta Kepala Lingkungan se-Kuta Utara. (ana) 

OPD Didorong Proaktif Dukung Data Desa Presisi Guna Wujudkan Satu Data Tabanan

Rapat koordinasi bersama pejabat teknis dari Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan, Selasa (15/7/2025), di Ruang Rapat Dinas Kominfo.
Rapat koordinasi bersama pejabat teknis dari Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan, Selasa (15/7/2025), di Ruang Rapat Dinas Kominfo.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan didorong untuk lebih proaktif mendukung terwujudnya Data Desa Presisi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Satu Data Kabupaten Tabanan yang akurat dan terintegrasi.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, dalam rapat koordinasi bersama pejabat teknis dari Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan, Selasa (15/7/2025), di Ruang Rapat Dinas Kominfo.

Dalam rapat tersebut, Winiantara memaparkan progres pelaksanaan Data Desa Presisi yang hingga saat ini telah mencapai tahap pemutakhiran data demografi atau kependudukan, yang dimulai dari bawah, yakni dari 133 desa se-Kabupaten Tabanan.

“Progres ini dimulai dari desa, namun untuk mendapatkan data yang utuh dan berkualitas, maka keterlibatan aktif OPD sangat dibutuhkan, khususnya dalam pengumpulan dan penginputan data sektoral melalui aplikasi OpenSID,” tegasnya.

Ia menekankan, membangun satu data tidak bisa hanya dilakukan dari desa secara bottom-up, melainkan juga harus didukung dari atas melalui OPD yang memiliki data sektoral penting di berbagai bidang.

Menurutnya, sinergi antara desa dan perangkat daerah merupakan kunci untuk mewujudkan data yang benar-benar presisi.

“Data Desa Presisi bukan sekadar program, ini adalah kebutuhan bersama untuk merancang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, kami harap OPD mulai aktif menyesuaikan dan mengisi data pada menu yang sudah disiapkan dalam sistem,” ujar Winiantara.

Dalam rapat itu, juga muncul sejumlah masukan dan saran, seperti perlunya penyesuaian antara menu yang tersedia dalam aplikasi dengan jenis data sektoral yang sudah dimiliki oleh masing-masing OPD.

Beberapa peserta juga mengusulkan agar struktur aplikasi OpenSID diperbarui agar lebih fleksibel dalam mengakomodasi kebutuhan data sektoral.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Tim Data Desa Presisi Kabupaten Tabanan yang terdiri dari unsur BRIDA, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Perbekel Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan.

Rakor ini akan berlanjut dengan OPD lainnya agar pengumpulan data dari seluruh sektor bisa dilakukan secara menyeluruh dan terpadu.

“Kalau data kita presisi dan lengkap, maka setiap keputusan pembangunan pun akan lebih efektif dan berdampak langsung ke masyarakat. Mari kita wujudkan bersama Satu Data Tabanan,” pungkas Winiantara. (ana)