- Advertisement -
Beranda blog Halaman 137

3 Pendaki Gunung Batukaru Dievakuasi Akibat Kelelahan, Satu Alami Patah Tulang

Evakuasi tiga orang pendaki yang alami kelelahan dan cidera di Gunung Batukaru, Tabanan, Sabtu (30/8/2025).
Evakuasi tiga orang pendaki yang alami kelelahan dan cidera di Gunung Batukaru, Tabanan, Sabtu (30/8/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan bersama tim gabungan mengevakuasi tiga pendaki Gunung Batukaru yang mengalami kelelahan dan cedera saat melakukan pendakian melalui jalur Pura Malem, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Sabtu (30/8/2025) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srindha Giri, menjelaskan laporan kejadian pertama kali diterima pada pukul 20.30 Wita. Setelah itu, pihaknya segera mengarahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 3 menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Tim gabungan bergerak cepat setelah mendapat laporan adanya pendaki yang mengalami kelelahan di jalur pendakian Gunung Batukaru. Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari,” ujar Srindha Giri ketika dikonfirmasi Minggu (31/8/2025).

Pada pukul 23.45 Wita, tim berhasil menemukan tiga pendaki, yakni Rosa Diana Vinta (35), perempuan dan Adil (14), laki-laki. Mereka dari Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Serta Ni Luh Gede Agustini (45), perempuan, asal Banjar Dauh Rurung Belang, Kediri, Tabanan.

Dari ketiganya, Ni Luh Gede Agustini mengalami patah tulang dan telah lebih dulu dievakuasi oleh relawan serta dibawa ke RS Kasih Ibu Tabanan oleh keluarga. Sementara dua pendaki lainnya mengalami kelelahan sehingga harus ditandu dari ketinggian Gunung Batukaru.

Evakuasi berlangsung cukup sulit karena dilakukan di jalur pegunungan pada malam hari. Namun, kedua pendaki akhirnya berhasil diturunkan dengan selamat hingga area Pura Malem pada pukul 02.10 Wita.

Dalam operasi penyelamatan ini, tim gabungan terdiri dari Pusdalops dan TRC BPBD Tabanan, Rescue Pos SAR Buleleng, Polsek Pupuan, Bhabinkamtibmas Desa Pujungan, relawan BBC, relawan Bukit Kutul, staf Kecamatan Pupuan, pemandu lokal, serta keluarga pendaki.

“Ketiga pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat. Dua orang yang kelelahan sudah diantar pulang menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue,” tambah Srindha Giri. (ana)

Bupat Badung Apresiasi Megafest IV Desa Mengwi 

Bupati Wayan Adi Arnawa membuka Mengwi Ganjur Festival (Megafest) IV yang ditandai dengan pemukulan kendang, Sabtu (30/8) di Jaba Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung.
Bupati Wayan Adi Arnawa membuka Mengwi Ganjur Festival (Megafest) IV yang ditandai dengan pemukulan kendang, Sabtu (30/8) di Jaba Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Mengambil tema “Mangueng” Mengwi Ganjur Festival (Megafest) IV mendapat apreasisi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Festival yang digelar selama dua hari ini dibuka langsung oleh Bupati Adi Arnawa yang ditandai dengan pemukulan kendang, Sabtu (30/8/2025) bertempat di Jaba Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung.

Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi Bupati Adi Arnawa membantu dana sebesar Rp 30 juta.

Dalam sambutannya Bupati I Wayan Adi Arnawa, apresiasi atas terlaksanakan kegiatan Mengwi Ganjur Festival karena Mengwi adalah salah satu daerah yang banyak melahirkan budaya, karena sangat dipengaruhi oleh keberadaan Pura Taman Ayun.

“Semua kegiatan di Mengwi bernuansa budaya. Budaya ini adalah hulunya salah satu pariwisata untuk itu saya menghimbau untuk bersama-sama menjaga budaya, menjaga keamanan masing-masing wilayah,” ujarnya.

Seperti diketahui pendapatan Kabupaten Badung bersumber dari pariwisata dan Bupati mengajak masyarakat untuk menjaga agar Badung, Bali aman dan damai. Ia pun mengatakan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tetapi harus bersama-sama untuk menjaga dan melestarikan budaya.

“Saya selaku pemerintah pasti akan mendukung sepenuhnya kegiatan seperti Megafest ini karena akan mendapatkan penabuh-penabuh yang handal dan festival ini untuk menjaga kekompakan,” ucap Bupati Adi Arnawa.

Sementara itu, Ketua Panitia Megafest IV, I Ketut Gede Mardika mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung bersama undangan lainnya dalam acara Mengwi Ganjur Festival.

Dijelaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk menumbuhkan dan meningkatkan rasa persaudaraan serta persatuan antar yowana se-Desa Mengwi serta melestarikan seni dan Budaya, khususnya Tabuh Baleganjur.

“Dalam upaya pelestarian seni dan budaya Pemerintah Desa Mengwi berupaya untuk turut serta menjaga dan melestarikan warisan seni dan budaya yang adiluhung ini dengan membuat program pembinaan grup kesenian dan kebudayaan tingkat desa,” jelasnya.

Pelaksanaan Mengwi Ganjur Festival dilaksanakan 2 hari bertempat di Jaba Pura Taman Ayun. Untuk biaya yang digunakan mendukung kegiatan ini berasal dari APBDes Tahun Anggaran 2025.

“Kepada peserta diberikan dana motivasi/pembinaan dan piagam penghargaan dan peserta terbaik akan diberikan hadiah dan piagam penghargaan,” tutupnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini Ida Cokorda Mengwi XIII, anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, perwakilan Camat Mengwi serta unsur Tripika Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Mengwi I Nyoman Suwarjana dan masyarakat setempat. (rls)

Anggaran Tera Ulang Terbatas, Disperindag Tabanan Hanya Bisa Sasar 5 Pasar Tradisional

Kegiatan tera ulang alat timbangan di pasar tarasional di Tabanan.
Kegiatan tera ulang alat timbangan di pasar tarasional di Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah melaksanakan Tera Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) di lima pasar tradisional sepanjang tahun 2025.

Kelima pasar tersebut yakni Pasar Baturiti, Kerambitan, Pupuan, Kediri, dan Bajera. Kegiatan tera ulang yang dimulai sejak awal tahun ini berakhir pada 28 Agustus 2025.

Meski demikian, masih terdapat tujuh pasar di wilayah Tabanan yang belum dijangkau kegiatan tera ulang pada tahun ini.

Kepala Disperindag Tabanan, Ni Wayan Murjani, menjelaskan dari 12 pasar yang ada di Tabanan, baru lima pasar yang dilakukan tera ulang pada tahun 2025. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran.

“Kita tetap berproses, karena anggaran yang tersedia masih terbatas. Sasaran kita bukan hanya pasar, tetapi juga SPBU, PERTASOP, SPBE, hingga penyosohan, yang semuanya menjadi bagian dari wujud tertib ukur,” terangnya.

Pada tahun 2025, Pemkab Tabanan mengalokasikan anggaran sebesar Rp49 juta dari APBD Induk untuk mendukung kegiatan tera ulang. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan sarana prasarana serta operasional pelayanan metrologi legal.

Lebih lanjut, Murjani menyebut kegiatan ini juga bertujuan memastikan setiap alat ukur yang digunakan pedagang sesuai standar sehingga tidak merugikan konsumen. Dengan demikian, konsumen terlindungi dari potensi kecurangan, sekaligus tercipta iklim usaha yang adil di tengah masyarakat.

Adapun rincian lima pasar tradisional yang menjadi lokasi tera ulang tahun ini, yaitu Pasar Baturiti, Kecamatan Baturiti: 18 timbangan meja, 2 timbangan pegas, 18 timbangan elektronik, 2 timbangan centisimal, 3 neraca emas, dan 2 dacin logam.

Pasar Kerambitan: 27 timbangan meja, 5 timbangan centisimal, 3 timbangan pegas, dan 1 timbangan elektronik. Pasar Pupuan: 39 timbangan meja, 2 timbangan centisimal, 9 timbangan elektronik, dan 205 anak timbangan. Pasar Bajera: 39 timbangan meja, 2 timbangan pegas, 10 timbangan elektronik, serta 195 anak timbangan. Pasar Kediri: 81 timbangan meja dan 11 timbangan elektronik.

Murjani menegaskan, pihaknya akan berusaha menyasar seluruh pasar tradisional di Tabanan untuk dilakukan tera ulang. Sebab, kegiatan ini merupakan bagian penting dalam menjaga ketepatan alat ukur demi melindungi konsumen serta menciptakan persaingan usaha yang sehat. “Ini masih tahun berjalan, jadi kita terus bergerak,” tegas Murjani. (ana)

Pembangunan Skate Park Berkelas Internasional di Lapangan Kediri Rampung 90 Persen

Skate park di Lapangan Umum Kediri, Jalan Wagimin, Kediri, Kabupaten Tabanan.
Skate park di Lapangan Umum Kediri, Jalan Wagimin, Kediri, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Proyek pembangunan skate park di Lapangan Umum Kediri, Jalan Wagimin, Kediri, Kabupaten Tabanan hampir rampung. Progres pengerjaan skate park yang diberi nama Singasana Skate Park ini diperkirakan sudah mencapai 90 persen.

Pada Sabtu (30/8/2025), Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meninjau progres pembangunan Singasana Skate Park di Lapangan Kediri, Tabanan. Didampingi Sekda, Kelompok Ahli dan Kepala Perangkat Daerah terkait, Bupati Sanjaya mengendarai Vespa menuju area rekreasi bagi anak muda untuk bermain skateboard.

Sanjaya menyampaikan, pembangunan Singasana Skate Park ini telah mencapai sekitar 90 persen. Ia pun memberikan arahan kepada kontraktor dan pihak terkait agar hasilnya lebih maksimal dan kawasan benar-benar representatif, menarik dan nyaman untuk masyarakat.

“Ada beberapa hal yang harus kita perbaiki agar kawasan ini betul-betul bagus dan indah. Harapan saya, mari kita jaga bersama fasilitas ini, karena kalau tidak dijaga, cepat rusak dan bisa-bisa terbengkalai,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya aturan pemakaian, khususnya bagi anak-anak di bawah umur, agar keselamatan tetap terjaga serta meminta Dinas PUPRPKP Tabanan membuat pengumuman resmi terkait aturan bermain, sehingga kawasan Lapangan Kediri dikembangkan secara terintegrasi dengan fasilitas lain, seperti lapangan bola mini, taman basket, jogging track, hingga ruang publik.

“Skate Park ini tidak hanya diperuntukkan bagi komunitas skateboard, tetapi juga BMX, sehingga bisa menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Bali, khususnya Tabanan,” tegas Sanjaya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra mengatakan, skate park dirancang berstandar internasional dibangun di atas lahan seluas sekitar 15×26 meter persegi.

Pengerjaan proyek ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari oleh kontraktor pelaksana, CV Kembang Remaja.

“Anggaran pembangunannya Rp1,5 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Tabanan tahun 2025,” ujarnya.

Skate Park ini merupakan usulan komunitas anak muda Tabanan yang kemudian diakomodasi, dirancang dan diwujudkan oleh Bupati Sanjaya, sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan ruang publik kreatif dan ramah generasi muda serta memberikan ruang berekspresi bagi generasi muda Tabanan. (ana)

Ojol di Bali Janji Tak Demo Lagi

Gubenrur Blai Wayan Koster menemui perwakilan ojek online (Ojol) di Jayasabha Denpasar, Sabtu (30/8/2025) malam.
Gubenrur Blai Wayan Koster menemui perwakilan ojek online (Ojol) di Jayasabha Denpasar, Sabtu (30/8/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster menemui perwakilan ojek online (Ojol) di Jayasabha Denpasar, Sabtu (30/8/2025) malam di Renon Denpasar Bali.

Koster bersama Forkompimda sepakat untuk mendengarkan aspirasi para pengemudi ojol yang sebelumnya melakukan aksi demonstrasi di beberapa titik di Denpasar.

Dalam kesempatan itu, pendemo yang didominasi ojol Gojek menyatakan tak akan demo lagi. Kepala Kanwil Gojek Bali-Nusra, Wisnu Darma Narandika menyampaikan telah mengimbau ojol agar tidak ikut dalam rombongan demontrasi.

“Saya terus mengikuti perkembangan dari kemarin hingga hari ini terutama terkait demonstrasi yang terjadi di depan Mapolda Bali, Kantor DPRD Bali dan beberapa titik lainnya. Saya hadir disini ingin mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh kawan-kawan,” kata Wayan Koster.

Wayan Koster menyampaikan, dirinya memahami aksi solidaritas yang dilakukan oleh para pengemudi ojek online di Bali tersebut.

Ia pun turut menyayangkan insiden yang terjadi pada Kamis (28/8/2025) malam di Jakarta yang menyebabkan tewasnya pengemudi ojol saat terjadinya demonstrasi yang berakhir ricuh namun menurutnya aksi solidaritas yang di lakukan olek rekan-rekan ojol di Bali sudah cukup.

“Menurut saya rasa solidaritas yang disampaikan oleh kawan-kawan di Bali ini sudah cukup. Jangan demo-demo lagi,” ungkap Koster.

Koster menambahkan bahwa aksi demontrasi rawan di sisipi oleh oknum-oknum luar yang tidak bertanggung jawab. Ia tidak ingin rekan-rekan ojol yang mulanya murni ingin menyampaikan aspirasi dan solidaritas malah menjadi korban karena keadaan menjadi chaos dan anarkis.

“Saya mendapat informasi dari 25 orang yang diamankan hanya 3 yang ber-KTP Bali yang lainnya bukan. Berarti ini kan sudah disusupi. Kalau disusupi melebar dia, eskalasinya meluas kan kita jadi rugi semua,” jelasnya.

Koster berharap seluruh pihak dapat lebih dingin dan tenang dalam menghadapi insiden-insiden yang terjadi serta tidak terlalu mudah tersulut emosi.

Khususnya Bali sebagai daerah pariwisata, ia berharap masyarakat dapat selalu menjaga keamanan, kenyamanan dan kondusifitas Bali agar tidak berdampak buruk terhadap pariwisata dan perekonomian Bali yang baru pulih pasca pandemic covid-19.

Secara umum perwakilan ojol (gojek) menyampaikan bahwa demontrasi yang terjadi di Denpasar merupakan bentuk solidaritas atas insiden tewasnya rekan pengemudi ojek online (gojek) akibat kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

“Kami minta agar Bapak Gubernur bisa mengayomi kami. Yang ingin kami sampaikan bahwa kami memiliki solidaritas yang tinggi terhadap semua rekan-rekan ojol termasuk yang terjadi di Jawa bahwa kami senasib dan satu perjuangan. Kami menyampaikan aspirasi sehingga Bapak Gubernur dapat menyampaikannya kepada instansi terkait,” ungkap perwakilan komunitas Gojek Bali, I Dewa Gede Suryadharma.

Sementara itu, Kepala Kanwil Gojek Bali-Nusra, Wisnu Darma Narandika menyampaikan, gojek melalui aplikasi telah menghimbau seluruh mitra driver agar tidak ikut dalam aksi demontrasi.

Namun jika driver masih tetap ingin menyampaikan aspirasinya diminta agar selalu menjaga konduktifitas dan mengedepankan tata tertib. Ia menyampaikan jangan sampai karena ada satu atau dua mitra gojek nama baik ojol atau Gojek di Bali jadi tercoreng. (ana)

Pemuda Katolik Bali Imbau Mahasiswa Generasi Muda Jaga Kondusifitas di Tengah Dinamika Nasional

Ketua Pemuda Katolik Komda Bali, Yogaswara.
Ketua Pemuda Katolik Komda Bali, Yogaswara.

PANTAUBALI.COM DENPASAR – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Bali menyerukan kepada generasi muda dan mahasiswa di Provinsi Bali untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta terus mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyikapi berbagai dinamika sosial-politik yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Khususnya, dalam menyampaikan aspirasi saat aksi Damai yang di terjadi pada Sabtu siang (30/8/2025).

Kepada media, Ketua Pemuda Katolik Komda Bali, Yogaswara mengatakan prinsipnya kami dari Pemuda Katolik Komda Bali menyerukan agar pemuda, khususnya di Bali, tidak terprovokasi dengan kejadian-kejadian yang dalam beberapa waktu ini terjadi di Jakarta, Bandung, Makassar, maupun Yogyakarta.

“Saya berharap kita semua menjaga kondusifitas di Provinsi Bali. Dan saya yakin, pemuda-pemuda dan adik-adik mahasiswa memiliki komitmen yang sama,” kata Yoagswara di Jakarta, Sabtu, (30/08/2025).

Pihaknya menilai sangat penting bagi pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif, untuk segera membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat. Sebab, Langkah ini, dinilai krusial untuk mencegah potensi gesekan sosial yang bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

“Kalau ruang dialog tidak segera diberikan, saya khawatir akan ada pihak-pihak yang menginginkan Bali chaos dengan memanfaatkan situasi nasional,” tegasnya.

Menurutnya, dialog yang melibatkan berbagai unsur mulai dari pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, akademisi, hingga mahasiswa akan menjadi alternatif terbaik demi menjaga kedamaian dan ketenteraman di pulau yang indah ini, Bali

“Dengan komunikasi terbuka, musyawarah, dan melibatkan semua elemen, Bali akan mampu tetap solid dalam menjaga harmoni sosial,” pungkasnya. (*)

Demo Ratusan Ojol dan Mahasiswa di Mapolda Bali Ricuh

Demo di depan Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Sabtu (30/8/2025).
Demo di depan Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Sabtu (30/8/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Aksi demonstrasi yang digelar di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Sabtu (30/8/2025), berlangsung ricuh.

Sejak pagi, massa yang tergabung dalam Aliansi Bali Tidak Diam berunjuk rasa di kawasan tersebut. Dalam aksinya, mereka menyuarakan tuntutan sambil berorasi, bahkan beberapa kali melempar botol plastik, gelas air mineral, hingga kayu ke arah aparat yang berjaga di pintu masuk Mapolda Bali.

Jumlah peserta aksi kian bertambah dengan kehadiran pengemudi ojek online (ojol), mahasiswa, serta elemen masyarakat lainnya.

Mereka menuntut adanya reformasi di tubuh Polri menyusul insiden tewasnya Affan Kurniawan (21), driver ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam lalu.

Selain itu, massa juga meminta aparat segera membebaskan ojol dan mahasiswa yang sebelumnya diamankan saat demonstrasi di sejumlah daerah.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polda Bali menurunkan personel gabungan dari berbagai satuan kerja. Pengamanan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, didampingi Wakapolda Brigjen Pol I Komang Sandi Arsana serta para Pejabat Utama Polda Bali.

Kapolda Adityajaya menegaskan, seluruh personel harus mengedepankan tindakan persuasif sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Saya minta seluruh anggota menjalankan tugas sesuai aturan. Persuasif menjadi langkah awal, namun jika eskalasi meningkat, semua harus siap bertindak sesuai prosedur,” ujarnya. (*)

Gerakan Pangan Murah di Tabanan, Sembako Ludes dalam Hitungan Jam

Gerakan pangan murah di Halaman Kantor Camat Marga pada Sabtu (30/8/2025)
Gerakan pangan murah di Halaman Kantor Camat Marga pada Sabtu (30/8/2025)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama perangkat daerah terkait menggelar Gerakan Pangan Murah Serentak sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri.

Kegiatan ini dipusatkan di Halaman Kantor Camat Marga pada Sabtu (30/8/2025) mulai pukul 09.00 WITA, sekaligus dilaksanakan serentak di 9 kecamatan lainnya di Kabupaten Tabanan.

Dalam pelaksanaan di Kecamatan Marga, pemerintah menyalurkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya beras kemasan 5 kilogram sebanyak 100 sak dengan harga Rp55.000 per sak, gula 100 kilogram dengan harga Rp16.500 per kilogram, serta minyak goreng 100 pcs dengan harga Rp14.500 per pcs.

Sementara di kecamatan lainnya, masing-masing memperoleh kuota beras 50 zak, gula 50 kilogram, dan minyak goreng 50 pcs dengan harga yang sama.

Bupati Tabanan,I Komang Gede Sanjaya menegaskan, gerakan pangan murah merupakan wujud perhatian nyata pemerintah kepada masyarakat. Sekaliguas mendukung kebijakan nasional terkait pengendalian inflasi.

“Melalui pangan murah ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga stabil dan berkualitas, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa yang menilai langkah cepat pemerintah daerah dalam menindaklanjuti instruksi pusat sangat tepat. Dukungan penuh juga diberikan unsur Forkopimda.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, memastikan jajaran kepolisian siap menjaga keamanan distribusi agar berjalan lancar dan tepat sasaran.

Senada dengan itu, Dandim 1619 Tabanan, Letkol Inf Trijuang Danarjati, menekankan pentingnya sinergi antar lembaga, karena pangan adalah kebutuhan vital yang juga memperkuat semangat gotong royong di Tabanan.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Tak lebih dari tiga jam sejak kegiatan dimulai, seluruh stok pangan murah yang disediakan habis terjual. Secara keseluruhan, Gerakan Pangan Murah Serentak di Tabanan menyalurkan 550 zak beras kemasan 5 kilogram, 550 kilogram gula, dan 550 pcs minyak goreng.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di daerah. (ana)

Bali Fashion Parade 2025 Dorong Ekonomi Kreatif

Bali Fashion Parade 2025, dilaksanakan di Gedung Kertha Sabha, Sabtu (30/8/2025).
Bali Fashion Parade 2025, dilaksanakan di Gedung Kertha Sabha, Sabtu (30/8/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memberi apresiasi atas terlaksananya Bali Fashion Parade 2025, yang dilaksanakan di Gedung Kertha Sabha, Sabtu (30/8/2025).

Event baru yang melibatkan enam desainer ternama Bali dan didukung 21 modeling terbaik asal Bali ini memberikan warna baru bagi upaya perputaran ekonomi yang lebih baik untuk Bali. Desain pakaian yang diciptakan oleh desainer asal Bali menggunakan kain tenun tradisional endek dengan sasaran pasar masyarakat Bali.

“Upaya peningkatan perekonomian kreatif berbasis budaya lokal ini tentu menjadi tujuan yang ingin kami wujudkan. Bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, stakeholder, dan para desainer, tentu saya harapkan semua akan berjalan maksimal,” tegas Koster.

Secara tegas, pihaknya menyampaikan akan selalu memberikan dukungan dan dorongan terhadap aktivitas fashion seperti ini agar dapat dilaksanakan lebih intens lagi.

“Kegiatan yang melibatkan desainer asal Bali, modeling asal Bali, dan tentunya pakaian yang dibuat dengan menggunakan kain produk atau karya lokal tentu sangat positif dalam mengembangkan karya-karya lokal,” ucapnya.

“Selain di Bali, modeling asal Bali ini juga diisyaratkan untuk mengikuti ajang fashion tingkat nasional bahkan internasional di luar negeri. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan lebih luas sekaligus pengalaman lebih banyak serta membuka jaringan lebih lebar,” tambahnya.

Bali Fashion Parade 2025 melibatkan enam (6) desainer yakni Taksu, Basudewa, Lusi Damai, Kwace Bali, Ipong, serta Body & Mind.

Bali Fashion Parade 2025 juga diharapkan mampu menjadi pusat perhatian dunia untuk datang ke Bali, sekaligus menjadikan para wisatawan sebagai pasar yang disasar.

Mengingat Bali dikenal sebagai destinasi pariwisata, maka diperlukan penjajakan baru melalui promosi fashion berbahan lokal namun tetap elegan.

Hal ini juga dibenarkan oleh Yongki Perdana selaku Koordinator Penyelenggara, bahwa melalui Bali Fashion Parade 2025, Bali diharapkan semakin dikenal dengan karya-karya desain pakaian berbahan kain tenun tradisional endek.

Sehingga tidak hanya dikenal sebagai destinasi pariwisata, tetapi ke depan dapat menjadi fashion island atau icon fashion di pasar global.

Event Bali Fashion Parade 2025 juga diharapkan mampu menjadi platform bagi para desainer untuk memberikan edukasi, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya jual.

Dengan begitu, Indonesia dapat memberikan kepercayaan kepada Bali yang siap menghasilkan karya kerajinan tangan, khususnya desain pakaian berbahan kain tenun tradisional endek yang menarik dan layak mendapat apresiasi. (rls)

Apel Satgas Imigrasi, Koster: WNA Pelanggar Harus Ditindak Tegas

Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Apel Gelar Satgas Patroli Imigrasi di Wilayah Bali Tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Makodam IX/Udayana, Denpasar, Sabtu (30/8/2025) pagi.
Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Apel Gelar Satgas Patroli Imigrasi di Wilayah Bali Tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Makodam IX/Udayana, Denpasar, Sabtu (30/8/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan Bali tidak akan pernah mentoleransi perilaku warga negara asing (WNA) yang melanggar aturan dan berpotensi mencoreng citra pariwisata.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Apel Gelar Satgas Patroli Imigrasi di Wilayah Bali Tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Makodam IX/Udayana, Denpasar, Sabtu (30/8/2025) pagi.

Dalam amanatnya, Gubernur Koster mengapresiasi seluruh jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Imigrasi, Bea Cukai, Balai Karantina, Satpol PP, desa adat, serta masyarakat Bali yang telah bersinergi menjaga ketertiban dan keamanan Pulau Dewata.

Menurutnya, apel ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi maraknya pelanggaran yang dilakukan WNA.

“Belakangan ini kita menyaksikan banyak kasus wisatawan asing berperilaku tidak pantas, seperti melecehkan tempat suci, berkendara ugal-ugalan, investasi ilegal, penyalahgunaan izin tinggal, hingga narkoba. Ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada penindakan tegas agar memberi efek jera dan menunjukkan kepada dunia bahwa Bali tidak mentoleransi pelanggaran tersebut,” tegas Gubernur Koster.

Ia menambahkan, citra pariwisata Bali tetap terjaga berkat kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, imigrasi, desa adat, serta partisipasi masyarakat. Pada tahun 2024, Bali mencatat kunjungan 6,3 juta wisatawan mancanegara dan 10,1 juta wisatawan nusantara, sebagai bukti kuat bahwa Bali masih menjadi destinasi favorit dunia.

Gubernur Koster juga mengingatkan bahwa upaya menjaga Bali harus selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam kerangka Bali Era Baru, yang menekankan kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan budaya Bali berdasarkan kearifan lokal Sad Kerthi serta prinsip Tri Hita Karana.

Mengakhiri arahannya dalam apel yang juga diikuti Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, orang nomor satu di Bali ini meminta agar apel semacam ini terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, serta dipadukan dengan program Pemprov Bali, Polda Bali, dan peran aktif pecalang serta bankamda di desa adat.

“Semua unsur harus bekerja sama menjaga Bali dengan semangat manyama braya, gilik-saguluk, parasparo, dan salunglung sabayantaka. Dengan begitu, Bali tetap ajeg, aman, dan nyaman sebagai destinasi wisata dunia,” pungkasnya. (rls)